AI Mengubah Dunia Kerja, Prodi Manajemen UM Soroti Krisis Soft Skill di Hadapan 110 Mahasiswa

,

Balikpapan, 25 Mei 2028—Di tengah perubahan pola rekrutmen kerja yang semakin dipengaruhi kemampuan adaptasi, komunikasi, dan penguasaan teknologi, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menghadirkan seminar Smart Skill for Smart Career bekerja sama dengan HR Forum Balikpapan. Forum yang diikuti 110 mahasiswa itu membedah satu persoalan yang kerap luput dibicarakan di ruang kuliah: banyak lulusan memiliki nilai akademik baik, tetapi belum cukup siap menghadapi kultur, tekanan, dan ritme kerja industri yang terus berubah.

Seminar menghadirkan Wahyu Ratnasari, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia, bersama Adi Firdaus selaku HR Head PT Gorontalo Sejahtera Mining dan Chairman HR Forum Balikpapan. Kehadiran praktisi HR dalam forum tersebut memberi mahasiswa kesempatan mendengar secara langsung bagaimana perusahaan membaca kualitas calon tenaga kerja, termasuk alasan mengapa banyak pelamar gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena tidak mampu menunjukkan sikap kerja dan kemampuan beradaptasi.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menilai persoalan utama mahasiswa hari ini bukan semata lemahnya penguasaan teori, melainkan ketidaksiapan menghadapi dinamika kerja yang menuntut respons cepat, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga siap bekerja, mampu belajar cepat, dan memiliki soft skill yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, banyak mahasiswa masih kesulitan membangun kepercayaan diri, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan secara jelas, hingga menyelesaikan persoalan secara efektif. Padahal, ruang kerja modern bergerak jauh lebih cepat dibanding ritme pembelajaran konvensional di kelas.

Ia juga menyinggung perubahan cara perusahaan menilai calon pekerja. Jika dahulu IPK sering menjadi perhatian utama, kini perusahaan lebih tertarik melihat karakter, etika kerja, disiplin, dan kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi maupun budaya kerja.

“Perusahaan percaya kemampuan teknis masih bisa dipelajari, tetapi attitude, kemauan belajar, dan kemampuan adaptasi jauh lebih sulit dibentuk,” jelasnya.

Karena itu, kerja sama dengan HR Forum Balikpapan tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda seminar tahunan. Prodi Manajemen ingin membuka jalur yang lebih dekat antara mahasiswa dan dunia industri, agar mahasiswa tidak hanya mengenal teori manajemen dari buku, tetapi juga memahami ekspektasi nyata perusahaan terhadap calon tenaga kerja muda.

Dalam sesi diskusi, isu kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi kerja menjadi salah satu topik yang paling banyak memancing perhatian peserta. Mahasiswa mempertanyakan bagaimana masa depan profesi manajemen ketika pekerjaan administratif mulai digantikan sistem otomatis.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia berfoto bersama narasumber seminar Smart Skill for Smart Career, Wahyu Ratnasari, S.E., M.M. dan Adi Firdaus selaku HR Head PT Gorontalo Sejahtera Mining sekaligus Chairman HR Forum Balikpapan, didampingi Ketua Prodi Manajemen Dr. Pudjiati, S.E., M.M., usai kegiatan seminar yang membahas kesiapan karier dan penguatan soft skill di era AI dan digitalisasi kerja.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Pudjiati menegaskan bahwa teknologi tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan alat yang harus dikuasai. Menurutnya, kemampuan yang akan tetap dibutuhkan industri adalah kemampuan berpikir kritis, membaca situasi, memimpin tim, berkomunikasi, dan mengambil keputusan di tengah perubahan.

Ia menjelaskan bahwa konsep smart skill bukan sekadar kecakapan menggunakan teknologi, tetapi perpaduan antara kompetensi akademik, literasi digital, kemampuan interpersonal, kreativitas, dan ketahanan menghadapi tekanan kerja.

“Mahasiswa dituntut menjadi pribadi yang fleksibel, kreatif, profesional, dan siap menghadapi tantangan kerja yang terus berkembang,” katanya.

Suasana seminar berlangsung hidup ketika mahasiswa mulai mengaitkan materi dengan kegelisahan mereka menjelang dunia kerja. Pertanyaan tentang personal branding, pengalaman organisasi, strategi menghadapi wawancara kerja, hingga cara membangun networking muncul silih berganti sepanjang sesi diskusi.

Bagi Prodi Manajemen Universitas Mulia, antusiasme tersebut menunjukkan perubahan cara pandang mahasiswa terhadap masa depan karier mereka. Kampus tidak lagi cukup hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang membangun kesiapan mental, keterampilan, dan jejaring profesional sejak dini.

Ke depan, Program Studi Manajemen berencana memperluas kolaborasi dengan HR Forum Balikpapan dan berbagai mitra industri melalui program pelatihan, mentoring karier, seminar lanjutan, hingga peluang magang mahasiswa. Langkah itu diarahkan agar lulusan tidak gagap ketika memasuki dunia kerja, sekaligus mampu membaca perubahan industri yang bergerak semakin cepat dari tahun ke tahun. (YMN)