Balikpapan, 3 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Manajemen Berbagi” pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik berbeda, yakni kawasan Universitas Mulia, Bandara Sepinggan, serta wilayah Balikpapan Permai. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menginisiasi gerakan berbagi paket takjil kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di depan gerbang Universitas Mulia dalam kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa manajemen agar tidak hanya memahami konsep pengelolaan organisasi di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai medium untuk memperkuat sensitivitas mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas di ruang publik saat waktu berbuka semakin dekat.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di kawasan Balikpapan Permai sebagai bagian dari kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Mulia, dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari mahasiswa serta proses pemesanan paket takjil yang akan didistribusikan. Setelah itu, peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk refleksi dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat.

Distribusi paket berbagi kemudian dilakukan secara serentak di tiga lokasi strategis, yaitu gerbang Universitas Mulia, pintu masuk area kargo Bandara Sepinggan, serta kawasan bundaran lampu merah Markoni di Balikpapan Permai. Ketiga titik tersebut dipilih karena menjadi jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada waktu menjelang berbuka puasa, sehingga paket takjil dapat diterima langsung oleh para pengendara, pekerja, maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada masyarakat di kawasan Bandara Sepinggan Balikpapan dalam rangka kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mendorong mahasiswa untuk memahami bahwa praktik manajemen tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dalam organisasi formal, tetapi juga menyentuh aspek tanggung jawab sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pengalaman terlibat langsung dalam perencanaan hingga distribusi bantuan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya perspektif mahasiswa mengenai peran ilmu manajemen dalam kehidupan sosial.

Kegiatan “Manajemen Berbagi” sekaligus memperlihatkan bagaimana organisasi kemahasiswaan di Universitas Mulia dapat menjadi ruang praktik kepemimpinan, kolaborasi, serta pengambilan keputusan secara nyata. Melalui inisiatif tersebut, mahasiswa belajar mengelola program sosial secara terstruktur—mulai dari penggalangan donasi, pengorganisasian relawan, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan dosen pendamping mengenai arah kebijakan, mekanisme seleksi, serta kerangka pengembangan usaha dalam program kewirausahaan nasional yang digagas pemerintah.

Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, universitas mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas usaha produktif sekaligus memperkuat pola pembinaan kewirausahaan yang menekankan pada karakter inovatif, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami pedoman P2MW secara menyeluruh. Dalam arahannya disampaikan bahwa kualitas proposal yang diajukan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari kedalaman gagasan usaha, kejelasan model bisnis, serta potensi kontribusi ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan.

Paparan utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., yang tergabung dalam tim pembina P2MW Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa P2MW 2026 disusun selaras dengan agenda “Kampus Berdampak” yang dikembangkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diarahkan untuk memperluas jumlah mahasiswa wirausaha, memperkuat sistem pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi, serta membangun jejaring kolaboratif dengan dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa P2MW 2026 dibagi ke dalam dua tahap pengembangan usaha, yaitu Tahapan Awal dan Tahapan Bertumbuh. Kedua tahapan tersebut mencakup enam bidang usaha, yakni makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa–pariwisata–perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Setiap proposal dinilai melalui sejumlah parameter utama yang meliputi kejelasan tujuan usaha (noble purpose), potensi pasar, tingkat inovasi produk, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta kelayakan aspek keuangan dan monetisasi.

Selain memaparkan kerangka program, sesi diskusi juga menyoroti pendekatan teknis dalam penyusunan proposal usaha mahasiswa. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur proposal yang sistematis, metode analisis peluang pasar, serta pemanfaatan teknologi digital—termasuk kecerdasan buatan—secara proporsional sebagai alat bantu dalam proses penyusunan dokumen akademik.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mulia, didampingi oleh dosen pembimbing serta tim dari Inkubator Bisnis universitas. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan yang mengarah pada persoalan praktis pengembangan usaha mahasiswa, seperti validasi produk, perencanaan keberlanjutan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis setelah program pendanaan berakhir.

Workshop ini menjadi bagian dari langkah sistematis yang ditempuh Universitas Mulia dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kerangka penilaian proposal, arah pengembangan usaha mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem program. (YMN)

Balikpapan, 24 Februari 2026—Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop PPK Ormawa 2026 secara daring melalui Zoom, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menyusun proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Tahun 2026 secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan ketentuan program.

Workshop dibuka oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom. Pembukaan kegiatan menandai komitmen institusi dalam menempatkan PPK Ormawa sebagai bagian dari pembelajaran terapan yang menyeimbangkan capaian akademik dan penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa.

Pelaksanaan workshop dikoordinasikan oleh Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dengan melibatkan unsur pengelola layanan kemahasiswaan lintas unit. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta para pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Mulia. Keterlibatan unsur pimpinan dan pengelola tersebut memperkuat fungsi workshop sebagai ruang penyamaan pemahaman dan standar perencanaan program.

Sebagai penguatan substansi, Universitas Mulia menghadirkan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Universitas Gadjah Mada. Materi difokuskan pada strategi penyusunan proposal PPK Ormawa, pemetaan isu desa dan kelurahan, serta perancangan program yang memiliki keterkaitan logis antara permasalahan, tujuan, indikator capaian, dan luaran kegiatan. Paparan juga menyoroti kesalahan konseptual yang kerap muncul dalam proposal dan berdampak pada kegagalan seleksi.

Dalam konteks kebijakan internal, Universitas Mulia menyiapkan skema dukungan dan rekognisi akademik bagi mahasiswa yang berhasil meloloskan proposal dan memperoleh pendanaan PPK Ormawa. Skema tersebut dirancang untuk mendorong organisasi kemahasiswaan menyusun proposal secara serius dengan perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan wilayah dampingan.

PPK Ormawa merupakan program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang berfokus pada pengembangan soft skills mahasiswa melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2026, program ini membuka delapan tema, meliputi Desa Konservasi dan Tangguh Bencana, Desa/Kelurahan Wirausaha, Desa Smart Farming, Desa/Kelurahan Sehat, Desa/Kelurahan Cerdas, Desa/Kelurahan Maritim, Desa Hutan, serta Desa/Kelurahan Wisata.

Melalui workshop ini, Universitas Mulia memperkuat standardisasi penyusunan proposal PPK Ormawa di tingkat organisasi kemahasiswaan. Penekanan diarahkan pada ketepatan perumusan masalah, kejelasan indikator capaian, serta kesesuaian program dengan tema dan skema pendanaan PPK Ormawa 2026. (YMN)

 

Balikpapan, 18 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School pada 17 Desember 2025 di Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Balikpapan. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman keamanan siber melalui pendekatan simulasi terkontrol berbasis lingkungan virtual.

Program Goes to School merupakan bagian dari kontribusi akademik Universitas Mulia dalam menjembatani materi perkuliahan dengan kebutuhan praktik di lapangan. Dalam konteks pendidikan kejuruan, penguasaan konsep keamanan sistem menjadi krusial, terutama bagi siswa yang telah memiliki dasar pengoperasian sistem Linux seperti Debian. Bekal tersebut memungkinkan pelatihan diarahkan pada tahapan yang lebih aplikatif.

Kegiatan diawali dengan pengantar mengenai posisi keamanan informasi dalam ekosistem teknologi digital. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep dasar cyber security, termasuk pentingnya pengawasan sistem, identifikasi kerentanan, serta risiko penyalahgunaan akses dalam jaringan komputer.

Bagian utama pelatihan berupa simulasi penyerangan dan pemantauan sistem dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta menjalankan skenario penggunaan Kali Linux sebagai sistem penguji terhadap mesin berbasis Windows. Simulasi ini memperlihatkan bagaimana aktivitas sistem dapat dimonitor melalui mekanisme yang menyerupai teknik serangan nyata, namun tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Selain memahami alur kerja malware dalam konteks pengujian, siswa juga dilatih mengonfigurasi perangkat lunak virtualisasi, termasuk pengaturan jaringan IP Host-Only. Tahap ini menekankan ketelitian teknis sekaligus pemahaman arsitektur jaringan sederhana yang mendukung proses simulasi.

Beberapa kendala teknis pada proses instalasi dan konfigurasi menjadi bagian dari dinamika pembelajaran. Situasi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pemecahan masalah secara langsung, sehingga siswa tidak hanya mengikuti prosedur, tetapi juga memahami logika di balik setiap langkah teknis.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia memperkuat perannya dalam membangun literasi keamanan digital yang berbasis praktik. Pendekatan simulatif yang diterapkan dalam program Goes to School diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus kesiapan teknis siswa dalam menghadapi tantangan keamanan informasi di lingkungan teknologi yang terus berkembang. (YMN)

 

 

Balikpapan, 13 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan keamanan siber bertajuk Guardians of the Cyber: Menempa Generasi Tangguh Keamanan Informasi pada 9 Desember 2025 di Laboratorium Komputer SMK Negeri 3 Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan peran institusi dalam membangun literasi keamanan informasi di tingkat pendidikan menengah.

Pelatihan diselenggarakan sebagai tindak lanjut arahan akademik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia untuk memperluas edukasi keamanan siber kepada pelajar. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber serta pentingnya pemahaman sejak dini mengenai perlindungan data pribadi dan mekanisme serangan digital yang umum terjadi.

Kegiatan terbagi dalam dua sesi utama yang diikuti siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Sesi awal memuat pemaparan konsep dasar keamanan informasi, klasifikasi ancaman siber, serta pola serangan yang kerap dimanfaatkan peretas. Materi difokuskan pada pemahaman struktural mengenai bagaimana sistem dapat dieksploitasi dan bagaimana mitigasinya dirancang.

Bagian inti kegiatan berlangsung dalam bentuk simulasi praktik di lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan perangkat lunak VirtualBox, peserta melakukan skenario terkontrol menggunakan sistem operasi Kali Linux untuk menguji kerentanan mesin berbasis Windows 7. Dalam simulasi tersebut, siswa mengamati bagaimana sebuah file backdoor dapat membuka akses pemantauan sistem dari jarak jauh. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep serangan, tetapi juga menyadari konsekuensi teknis dan etis dari penyalahgunaan akses sistem.

Meskipun terdapat kendala teknis pada tahap instalasi perangkat lunak, dinamika pembelajaran tetap terjaga. Siswa menunjukkan kemampuan kolaboratif dengan saling membantu menyelesaikan tahapan konfigurasi hingga simulasi berjalan sesuai skenario. Proses ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja tim dalam praktik keamanan siber.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mempertegas kontribusinya dalam pengembangan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Pelatihan keamanan siber tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran kritis terhadap tanggung jawab penggunaan teknologi di ruang digital.

Kolaborasi antara Universitas Mulia dan SMK Negeri 3 Balikpapan diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program edukasi berkelanjutan, sehingga kesiapan siswa menghadapi tantangan keamanan informasi semakin terstruktur dan berbasis kompetensi. (YMN)

Balikpapan, 13 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HimaTI) Universitas Mulia melaksanakan program Goes to School melalui pelatihan keamanan siber bagi siswa jurusan TKJ dan RPL SMK Kartika V-1 Balikpapan pada 15 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk memperluas literasi keamanan informasi di tingkat pendidikan menengah kejuruan.

Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat membawa konsekuensi pada meningkatnya risiko kebocoran data, serangan siber, dan penyalahgunaan sistem informasi. Melalui program ini, Universitas Mulia mendorong transfer pengetahuan yang lebih aplikatif guna menjembatani materi pembelajaran di sekolah dengan dinamika ancaman di ruang digital.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah yang menyambut baik kolaborasi edukatif tersebut. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan konseptual mengenai lanskap keamanan siber, termasuk klasifikasi peretas—black hat, white hat, dan gray hat—serta ragam perangkat lunak berbahaya seperti virus, ransomware, dan spyware.

Untuk mengukur pemahaman awal dan akhir peserta, pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Sesi interaktif dan ice-breaking turut dihadirkan guna menjaga partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung.

Bagian utama pelatihan difokuskan pada simulasi praktik dalam lingkungan virtual. Dengan memanfaatkan VirtualBox, peserta diperkenalkan pada skenario serangan dan pertahanan sistem secara terkendali. Siswa mempraktikkan pembuatan skrip monitoring pada sistem operasi Kali Linux dan mengamati dampaknya pada sistem Windows sebagai target simulasi. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana mekanisme serangan terjadi sekaligus bagaimana sistem dapat dipantau dan diamankan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia menegaskan peran strategisnya dalam penguatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi informasi. Pelatihan keamanan siber tidak hanya memperluas wawasan teknis siswa, tetapi juga memperkenalkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.

Program Goes to School HimaTI menjadi salah satu bentuk kontribusi institusi dalam membangun kesiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan keamanan digital yang terus berkembang. (YMN)

Balikpapan, 26 Januari 2026—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia melalui Program Studi Manajemen menyelenggarakan seminar bertajuk “Menata Karier dan Masa Depan di Usia 20-an” pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 194 mahasiswa, yang terdiri atas 135 mahasiswa baru angkatan 2026 serta 59 mahasiswa angkatan 2025.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., berfoto bersama mahasiswa peserta seminar yang menerima cenderamata atas keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pembekalan nonkurikuler kepada mahasiswa, khususnya terkait perencanaan karier sejak masa studi. Selain itu, seminar ini juga memperkenalkan program pembentukan Duta Manajemen yang akan mendukung kegiatan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Manajemen.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan materi dalam seminar “Menata Karier dan Masa Depan di Usia 20-an” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Dalam sesi utama, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan materi mengenai pengenalan potensi diri, perumusan tujuan profesional, serta pentingnya penyusunan langkah yang terarah dalam menyiapkan karier mahasiswa. Ia juga menyoroti perlunya penguatan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja.

Mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan kegiatan organisasi, pelatihan, dan aktivitas kemahasiswaan sebagai bagian dari proses pengembangan diri selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, termasuk keterlibatan dalam kegiatan promosi program studi.

Seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi pada seminar perencanaan karier yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Program Duta Manajemen diperkenalkan sebagai wadah partisipasi mahasiswa dalam kegiatan komunikasi publik Program Studi Manajemen kepada calon mahasiswa dan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan peran representatif secara bertanggung jawab serta menunjukkan sikap profesional dalam interaksi publik.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) yang berperan dalam membantu kelancaran teknis dan koordinasi selama seminar berlangsung.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Partisipasi mahasiswa tercermin dari jumlah pertanyaan serta tanggapan yang muncul selama sesi berlangsung.

Mahasiswa peserta seminar berfoto bersama Ketua Program Studi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., selaku pemateri utama kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia bersama Program Studi Manajemen memfasilitasi mahasiswa dalam memahami pentingnya perencanaan masa depan sejak dini, kesiapan menghadapi dunia kerja, serta peran mahasiswa dalam kegiatan representasi program studi di lingkungan universitas. (YMN)

 

Balikpapan, 6 Januari 2026—Program Studi Manajemen Universitas Mulia menempatkan pembaharuan kepengurusan Himpunan Mahasiswa (HIMA) sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkelanjutan. Pembaharuan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi HIMA sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta soft skills mahasiswa Manajemen, sejalan dengan dinamika kegiatan akademik dan nonakademik.

Pengibaran bendera pataka Program Studi Manajemen Universitas Mulia sebagai penanda pengukuhan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen periode baru.

Kaprodi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa melalui proses regenerasi kepengurusan, Prodi Manajemen berupaya menguatkan nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, regenerasi kepengurusan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, pengambilan keputusan, serta jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan kontribusi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Menurutnya, HIMA memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di luar kelas. Melalui aktivitas organisasi, mahasiswa memperoleh ruang praktik nyata dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, kolaborasi, serta keterampilan berpikir kritis yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Program Studi Manajemen.

Foto bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia dengan Kaprodi Manajemen seusai prosesi pelantikan pengurus.

Pembaharuan kepengurusan HIMA Manajemen dipadukan dengan aksi bersih pantai sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Dr. Pudjiati menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan organisasi, tetapi juga mengandung tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif keilmuan manajemen, kegiatan sosial dan lingkungan dipandang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menerapkan nilai tanggung jawab sosial, keberlanjutan, serta kepemimpinan beretika.

Pelantikan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen dilaksanakan pada 30 November 2025 sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan yang baru. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada 4 Januari 2026 di Pantai Soraya. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari pengurus lama dan pengurus baru HIMA Manajemen.

Aksi bersih Pantai Soraya yang dilaksanakan sebagai agenda perdana kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia.

Panitia kegiatan menjelaskan bahwa penggabungan agenda organisasi dengan aksi bersih pantai bertujuan menanamkan orientasi kepemimpinan yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Melalui kegiatan ini, pengurus HIMA Manajemen diharapkan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap program kerja yang dijalankan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah di sepanjang area Pantai Soraya, khususnya sampah plastik dan limbah non-organik. Selain membersihkan area publik pantai, mahasiswa juga saling mengedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan pembaharuan kepengurusan yang dipadukan dengan aksi bersih pantai memberikan pembelajaran langsung mengenai kepemimpinan dan kerja tim, serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia bersama warga sekitar mengumpulkan sampah di kawasan Pantai Soraya.

Dr. Pudjiati menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Mulia dalam pengembangan karakter mahasiswa yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui proses regenerasi kepengurusan yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan lingkungan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan beretika, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat. (YMN)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia melaksanakan operasi bersih Pantai Soraya dengan menggunakan kantong plastik (polybag) sebagai bagian dari kegiatan kepedulian lingkungan.

 

Balikpapan, 8 Desember 2025— Di tengah situasi kebencanaan di Sumatra, keterlibatan mahasiswa Universitas Mulia melalui UKM LDK Al-Izzah kembali menunjukkan peran kampus sebagai ruang filantropi yang aktif. Selama dua hari penggalangan dana, tim mahasiswa menyisir kelas pagi dan kelas malam dengan pola kerja terorganisasi: koordinasi izin dosen, pembagian tim dokumentasi, dan pemanfaatan QRIS untuk memudahkan partisipasi.

Hasilnya, kontribusi warga kampus terkumpul dalam bentuk donasi tunai sebesar Rp5.032.000 dan transaksi QRIS sebesar Rp2.707.000. Total dana Rp7.739.000 kemudian disalurkan melalui Human Initiative. Sepanjang kegiatan, mahasiswa melaporkan dukungan yang konsisten dari dosen, karyawan, mahasiswa, hingga pedagang kantin. Pada beberapa kesempatan, penyumbang secara spontan memberikan uang dalam jumlah besar, sedangkan yang tidak membawa uang tunai memanfaatkan QRIS dengan ekspresi lega karena tetap dapat berkontribusi.

Rektor UM, Prof. Ahsin, bersama Kabag Kerjasama Wahyu Nur Alimyaningtias dan Aktivis UKM LDK Al-Izzah menerima kunjungan Fadhilur Rohim, Kepala Divisi Retail & Digital Partnership Human Initiative.

Pada Senin pagi, 8 Desember 2025, ruang Rektor di gedung White Campus menjadi titik temu antara Universitas Mulia dan Human Initiative. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan secara langsung dana hasil penggalangan mahasiswa untuk korban bencana di Sumatra. Penyerahan dilakukan tanpa seremoni berlebihan, namun menunjukkan adanya kepahaman bersama bahwa dukungan nyata seringkali dimulai dari ruang-ruang kecil di dalam kampus. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., Kabag Kerjasama Universitas Mulia, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. dan Sejumlah Aktivis Dakwah UKM LDK Al-Izzah UM serta  perwakilan lembaga kemanusiaan Human Initiative. Pada kesempatan yang sama, Rektor UM menerima sertifikat penghargaan dari Human Initiative.

Dari pihak Human Initiative, Kepala Divisi Retail & Digital Partnership Fadhilur Rohim menjelaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai penggalangan dana sesaat, tetapi sebagai bagian dari ekosistem respons kebencanaan yang lebih luas. Kampus disebut sebagai pusat energi anak muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi, mampu menggerakkan relawan dan mempercepat penyebaran informasi di saat krisis.

Rektor Universitas Mulia menyerahkan dana hasil penggalangan mahasiswa untuk korban bencana Sumatra kepada perwakilan Human Initiative.

Dalam pandangan Human Initiative, strategi bersama kampus berjalan pada beberapa bidang: kapasitas intelektual untuk edukasi kebencanaan, penggunaan jaringan digital seperti grup WhatsApp dan poster QRIS, serta kecepatan respons ketika bencana berskala besar terjadi. Kolaborasi ini dianggap investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang siap siaga dan berdaya dalam kerja kemanusiaan.

Indikator keberhasilan penyaluran bantuan dirumuskan dalam tiga aspek prioritas: ketepatan sasaran kepada kelompok rentan, kecepatan distribusi kebutuhan dasar, serta dampak jangka menengah melalui pemulihan fasilitas umum dan bantuan psikososial. Dana yang dihimpun dari Universitas Mulia dialokasikan untuk penyediaan kebutuhan dasar, layanan darurat lapangan, dan dukungan pemulihan awal.

Aktivis dakwah UKM LDK Al-Izzah menerima piagam penghargaan atas kontribusi penggalangan dana kemanusiaan.

Ketua LDK Al-Izzah sekaligus koordinator aksi, Qolby Zakin, mencatat bahwa kegiatan di lapangan berlangsung dengan disiplin. Tim masuk kelas hanya ketika suasana memungkinkan, meminta izin secara sopan, dan menyampaikan maksud dengan singkat. Pada beberapa momen, mahasiswa yang tidak membawa uang tunai tampak kecewa, tetapi berubah gembira ketika diberi opsi QRIS. “Ada teriakan syukur hanya karena bisa ikut sedekah,” ujarnya.

Bagi Qolby, solidaritas kemanusiaan dalam konteks ini memiliki dimensi spiritual. Ia mengutip hadis tentang perumpamaan kaum mukmin sebagai satu tubuh; ketika satu bagian tersakiti, bagian lain ikut merasakannya. Penggalangan dana di kampus, menurutnya, bukan sekadar aktivitas sosial tetapi bagian dari pendidikan karakter berlandaskan keimanan dan persaudaraan sebangsa.

Setelah dana diserahkan, Human Initiative akan mengawal proses distribusi di lokasi bencana. Dokumentasi penyaluran akan disampaikan melalui kanal publik, termasuk media sosial, untuk memastikan transparansi. Di internal kampus, relawan tetap dipertahankan melalui kegiatan evaluasi dan kebersamaan, dengan pesan yang berulang: meluruskan niat, bekerja lillahita’ala, dan menjaga semangat. (YMN)

Balikpapan, 8 Desember 2025—Mulia Fun Run 5K menjadi program unggulan IKA Universitas Mulia dan HIMA Manajemen tahun ini. Ketua IKA, Agung Widiyanto, S.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dipilih karena melihat kebutuhan akan sebuah ruang interaksi yang mampu menyatukan alumni, mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Ia menyebut kegiatan olahraga sebagai medium yang inklusif dan mudah diikuti oleh semua kalangan.

Dalam proses penyelenggaraannya, IKA dan HIMA Manajemen menghadapi sejumlah tantangan. Penentuan rute yang aman, pengaturan logistik, pendanaan yang belum sesuai ekspektasi, dan manajemen risiko peserta menjadi perhatian utama. Untuk itu, tim teknis khusus dibentuk dan berkoordinasi dengan pihak keamanan, tenaga kesehatan, dan pihak kampus. “Simulasi rute dilakukan berulang untuk memastikan kelayakan, sementara kebutuhan logistik—mulai dari race pack, minum, marshal, hingga titik medis—ditata secara sistematis,” terang Agung. Pendekatan ini digunakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, terukur, dan profesional.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., bersama Kepala HRD UM, Drs. Achmad Prijanto, tampak mengikuti Mulia Fun Run dengan berlari bersama para dosen dan karyawan.

Salah satu kebijakan yang diambil panitia adalah pemberian kuota gratis bagi dosen dan karyawan. Agung menyebut bahwa hal tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa. “Keputusan ini juga menjadi simbol bahwa hubungan mahasiswa–dosen–karyawan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga kemitraan yang humanis,” ujarnya. Kehadiran dosen dan karyawan diharapkan memperkuat semangat kebersamaan serta menunjukkan komitmen terhadap gaya hidup sehat.

IKA dan HIMA Manajemen merancang konsep Mulia Fun Run 5K dengan tiga nilai utama: kesehatan, kebersamaan, dan identitas kampus. Nilai kesehatan ditopang dengan rute lari yang terukur, penyediaan air minum, dan dukungan tim medis. Nilai kebersamaan diwujudkan melalui desain kegiatan yang mendorong interaksi akrab antar peserta. Nilai identitas kampus hadir melalui atribut acara, publikasi, dan keterlibatan lembaga kampus. Menurut Agung, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berlari, tetapi juga rasa memiliki terhadap komunitas kampus.

Untuk melihat kelayakan kegiatan ini berlanjut pada tahun berikutnya, indikator keberhasilan disusun secara kuantitatif dan kualitatif. Indikator kuantitatif meliputi jumlah peserta, tingkat partisipasi alumni, keterlibatan dosen dan karyawan, serta penyelesaian rute tanpa insiden. Indikator kualitatif yang digunakan antara lain kepuasan peserta, dampak terhadap citra kampus, kualitas interaksi sosial, dan sejauh mana kegiatan mendorong budaya hidup sehat. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan pengembangan program.

Sepanjang proses persiapan hingga pelaksanaan, panitia memperoleh banyak pembelajaran. Agung menyampaikan bahwa kegiatan sebesar ini membutuhkan koordinasi lintas tim, komunikasi yang efektif, dan kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan. “Pembelajaran terpenting adalah bahwa kolaborasi adalah kunci. Setiap divisi memiliki peran vital, dan ketika semua unsur bergerak dengan visi yang sama, tantangan apa pun dapat diatasi,” ujarnya.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjianti, sebelumnya menilai bahwa kegiatan ini memberi ruang partisipasi yang sehat bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar bagaimana mengelola event, berkomunikasi dengan banyak pihak, dan bertanggung jawab pada peran mereka,” ucapnya dalam kesempatan terpisah. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa mahasiswa mampu mengatur kegiatan yang terstruktur dan terukur.

Agung berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa. “Kegiatan yang profesional dan berdampak sangat mungkin diwujudkan ketika dikelola dengan disiplin, rasa memiliki, dan semangat pelayanan,” pungkasnya. (YMN)