Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tengah Tahunan 2022 bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Selasa (19/7). Foto: Media Kreatif

UM – Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama dengan Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan jajaran menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tengah Tahunan 2022. Rapat berlangsung di Ruang Eksekutif White Campus, Selasa (19/7).

Dr. Agung mengatakan bahwa sesuai dengan semangat Rapat Kerja awal tahun 2022, yang memiliki tema Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, dirinya berharap agar dapat segera terwujud.

“Program-program yang kita buat itu mungkin belum sepenuhnya jadi, bahkan mungkin belum 50%,” tuturnya. Untuk itu, dirinya berharap pada Rapat Monitoring ini bisa melihat sudah sejauh mana capaian target yang sudah dibuat.

Menurutnya, menjadi sebuah Universitas bukan sekadar berdiri begitu saja. “Kita sudah puluhan tahun supaya fokus untuk meningkatkan pendidikan,” tutur Dr. Agung.

“Fokus itu bukan hanya berkaitan dengan pendidikan yang kita perdalam dan kembangkan, tetapi fokus niat kita untuk mendidik mereka. Itu yang membedakan,” tambahnya mengingatkan.

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tengah Tahunan 2022 bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Selasa (19/7). Foto: Media Kreatif

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Kinerja Tengah Tahunan 2022 bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Selasa (19/7). Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Rektor Dr. Rusli menambahkan rapat diselenggarakan mengingat sebelumnya ada evaluasi. “Saya ingin tahu secara riil apa yang sudah dikerjakan,” tutur Dr. Rusli.

Dirinya tidak ingin tugas dan pekerjaan yang dilakukan bukan kebiasaan organisasi sebagaimana umumnya di luar komando. Rektor mendorong masing-masing pimpinan maupun penjabat terus meningkatkan kapasitas dan harus kreatif.

“Silakan Bapak Ibu turun ke bawah, tidak perlu ewuh pakewuh untuk mendorong staf kita agar bekerja lebih aktif. Kita tidak boleh diam melihat apa ada yang kurang,” tuturnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan paparan masing-masing selama 10 menit. Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti bersama dengan Rektor mendengarkan laporan kegiatan masing-masing penjabat perihal capaian pekerjaan hingga tengah tahun 2022.

Rapat dibuka pukul 8.00 Wita sampai dengan pukul 15.15 Wita. Diikuti 30 orang peserta, mulai dari Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga dan Biro, dan masing-masing Ketua Program Studi, baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Samarinda.

(SA/PSI)

Peserta Pra Raker dari Universitas Mulia bersama pengurus Yayasan Airlangga, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia mengikuti Pra Rapat Kerja (Pra Raker) 2022 yang diselenggarakan Yayasan Airlangga, Selasa (18/1) dan Rabu (19/1). Pra Raker yang digelar dalam rangka persiapan Raker di Bali Februari mendatang ini berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa Kota Balikpapan memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, terlepas kemungkinan menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) nantinya.

“IKN itu bukan sekadar apa yang tampak di mata kita, tapi Kalimantan Timur memang sangat kaya sekali, masih menyimpan Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa,” tuturnya.

Menurutnya, tanpa kehadiran IKN pun Kota Balikpapan juga akan berkembang. Meski demikian, keberadaan Teknologi Informasi (IT) akan mempercepat perkembangan dan kemajuan Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Untuk itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh peserta pra raker agar mempersiapkan diri menyambut IKN dengan memaksimalkan potensi masing-masing dan melihat potensi yang lain.

Peserta Pra Raker dari Universitas Mulia bersama pengurus Yayasan Airlangga, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

Peserta Pra Raker dari Universitas Mulia bersama pengurus Yayasan Airlangga, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj., Mulia Hayati Deviantie, SE, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj., Mulia Hayati Deviantie, SE, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

Suasana Pra Raker 2022 Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

Suasana Pra Raker 2022 Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (18/1). Foto: Media Kreatif

DR. Agung menerangkan bahwa Pra Raker kali ini memiliki waktu persiapan untuk Raker mendatang. Pasca Pra Raker pun masih terus bertukar gagasan apa yang institusi ingin dan harapkan.

“Saya sungguh bersyukur bahwa institusi kita ini kompak, Bu Mulia sebagai Ketua Yayasan sangat mendukung. Kita punya SDM yang sedang bertumbuh, perekonomian tumbuh, kota yang tumbuh, semoga ke depan diharapkan akan semakin kuat,” tutur DR. Agung.

Pra Raker 2022 dengan tema Dengan SDM Berkualitas dan Sistem IT Terintegrasi Kita Wujudkan Institusi Inovatif dan Unggul ini, diikuti oleh seluruh pimpinan baik dari Universitas Mulia, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan, dan Yayasan Airlangga.

Sementara itu, Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie mengatakan bersyukur dan berterima kasih atas berbagai kerja keras dan lompatan serta prestasi yang telah dicapai seluruh divisi di tahun sebelumnya.

Meski demikian, Ibu Mulia mengingatkan beberapa program kerja tahun sebelumnya terlihat masih terkendala dan belum tercapai seperti yang diharapkan. Ia berharap ke depan beberapa program kerja yang belum tercapai dapat didiskusikan agar ditemukan solusi pemecahannya.

“Perlu didiskusikan sehingga tidak ada yang menghambat apa yang sudah direncanakan. Inilah tanggung jawab Kita bahwa apa yang Kita usulkan, (harus) Kita realisasikan,” tutur Ibu Mulia.

Untuk itu, pada Pra Raker 2022 kali ini Ibu Mulia berharap para pimpinan, baik di Universitas Mulia maupun pimpinan sekolah di bawah naungan Yayasan Airlangga berusaha memanfaatkan Pra Raker untuk menajamkan ide dan gagasannya.

“Tidak perlu muluk-muluk, tapi cukup mengalir sesuai perkembangan zamannya, yang penting tanggung jawab Kita menelurkan lulusan yang dapat diterima di masyarakat, lulusan yang dapat bersaing di kehidupan di masa depannya kelak,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia menambahkan, dirinya selaku Ketua Yayasan hanya berharap yayasan akan mendukung terhadap berbagai program kerja yang telah disusun nantinya.

“Misalnya, fasilitas yang kurang, akan Kita usahakan. Janji-janji yang belum terealisasi, doakan supaya bisa Kita laksanakan. Atau jika tidak sesuai dengan hubungan antar sesama, maka leburlah dalam suatu rasa syukur bahwa Kita masih berinteraksi dalam kehidupan yang normal,” tuturnya panjang lebar.

Ibu Mulia mengingatkan di dalam lingkungan pendidikan ada banyak kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah. “Jadi ini kesempatan bagi ibu bapak untuk beramal, bersyukur, bahwa kita masih ada di lingkungan yang kondusif. Semua dosen guru selalu kompak dalam setiap kondisi bahwa kita selalu dilimpahi rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga, mulai Selasa (28/12) dan Rabu (29/12). Rakor diselenggarakan di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa setiap satu tahun sekali melakukan evaluasi program kerja. Selama tahun 2021 ini, temanya adalah dengan SDM Berkualitas dan Sistem IT Terintegrasi Kita Wujudkan Institusi Inovatif dan Unggul.

“Kalau kita berbicara kualitas SDM, maka tentu saja tidak akan pernah berhenti sampai meninggal, maka belajar terus sepanjang hayat,” tutur Rektor Universitas Mulia ini.

Terkait dengan sistem IT Terintegrasi, DR. Agung mengatakan bahwa perkembangan teknologi bukan hanya berbicara persoalan terintegrasi, tetapi ia melihat perguruan tinggi lain kesulitan mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk memudahkan atau mencapai tujuan institusi.

“Nah, tentu saja, karena mengintegrasikan beberapa jenis sistem, membutuhkan kesabaran dan keahlian. Maka saya berharap tema ini akan terus kita bawa, karena jika kita berharap SDM berkualitas, maka tidak pernah berhenti belajar,” ungkap DR. Agung Sakti.

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Beberapa yang sudah dilakukan oleh Universitas Mulia untuk meningkatkan kualitas SDM adalah menugaskan kepada beberapa dosen untuk studi S3 di bidang yang ditekuninya.

DR. Agung kemudian menyebutkan beberapa dosen yang lanjut studi S3 di antaranya Richki Hardi, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng., Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I., Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Riovan Styx Roring, S.Kom., M.Kom, dan Sumardi, S.Kom., M.Kom.

Selain itu beberapa dosen yang sedang menyelesaikan S3 atas biaya sendiri di antaranya Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd., Ivan Armawan, S.E., M.M., Mada Aditya serta dosen lainnya.

“Maka ke depan harus dirancang kembali siapa yang harus sekolah S3, tidak boleh berhenti, karena SDM kita juga harus meningkat,” tuturnya.

Meski demikian, Rektor Universitas Mulia ini berharap peningkatan kualitas SDM bukan hanya melanjutkan pendidikan formal saja, tetapi juga bisa melalui pendidikan non-formal seperti pelatihan dan peningkatan kompetensi lainnya.

Terkait dengan IT terintegrasi, Rektor berharap dapat memberikan dampak baik pada peningkatan kinerja maupun akreditasi perguruan tinggi.

“Kita berharap sebelum atau setelah meluluskan mahasiswa, akreditasi setidaknya Baik Sekali. Kita dorong ke sana,” harap Rektor.

Terkait dengan Inovatif, Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai berani untuk mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim beberapa waktu yang lalu.

“Saya sepakat dengan konsep (MBKM) tersebut yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi yang lain,” tutur Rektor.

Oleh karena itu, Rektor mendorong sivitas akademika untuk mempersiapkan diri menghadapi MBKM dengan belajar pada perguruan tinggi swasta lain yang sudah mapan. “Seperti Binus, kita bersyukur mendapatkan informasi beberapa waktu yang lalu bahwa mereka sudah menerapkan MBKM sejak lama, misalnya, tiga semester itu magang di luar,” tuturnya.

Dengan demikian, secara bertahap Rektor berharap Universitas Mulia belajar untuk menerapkan MBKM. Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai memiliki mindset visi yang lebih luas jika dibanding sebelumnya yang hanya tingkat Indonesia Timur.

“Pola berpikir kita sudah harus sampai Nasional dan Internasional,” ujarnya. Menurutnya, saat ini banyak orang pintar di berbagai bidang ditunjang dengan teknologi yang canggih. “Tetapi pengalaman dan mindset-nya lokal, maka yang didapatkan ya hanya lokal saja,” tutur Rektor.

Hingga saat ini, Rektor melihat rancangan yang telah disusun Universitas Mulia ke depan dapat bersaing dengan perguruan tinggi yang lain.

“Kita berharap, setiap Rakor dan Raker itu lima tahun ke depan akan menjadi lebih baik, tata pamong, SDM dalam persoalan administrasi. Maka saya minta karyawan, SDM kita biasakan menulis mencatat lewat buku,” ungkap Manager Pendidikan Yayasan Airlangga ini.

Dengan menulis, mencatat, dan rajin mendokumentasikan setiap kegiatan sehari-hari, maka akan mempermudah kegiatan dan aktivitas ke depan. DR. Agung mengingatkan kepada seluruh karyawan maupun sivitas akademika agar memiliki sikap peduli, aktif, kreatif, inovatif dan menjadi petarung yang terbaik dalam meningkatkan lembaga.

Rakor berlangsung mulai pukul 8.00 Wita dan dijadwalkan berakhir pukul 16.00 Wita. Rakor diikuti pimpinan SMP Plus Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Balikpapan, PSDKU Samarinda, dan Universitas Mulia.

(SA/PSI)

Foto bersama peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

UM – Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menggelar Rapat Yudisium Sarjana dan Diploma Tahun 2021. Rapat Yudisium mengikuti protokol kesehatan ketat, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Kampus Utama Balikpapan dan Kampus PSDKU Samarinda, Selasa (31/8).

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa bersyukur mahasiswa mampu menyelesaikan studinya di tengah keterbatasan akibat pandemik Covid-19. Rektor mengungkapkan kebanggaannya sejumlah mahasiswa telah bekerja sesuai dengan kompetensinya.

Di antara peserta Yudisium tersebut ada yang sudah bekerja sesuai dengan program pendidikan selama belajar di Universitas Mulia. “Saya bangga banyak lulusan yang sudah bekerja, bahkan sesuai dengan kompetensi mereka,” tutur DR. Agung Sakti Pribadi.

Meski demikian, Rektor mengingatkan agar para lulusan tidak berpuas diri dan merasa dirinya selesai seiring dengan selesainya prosesi wisuda dan mendapatkan ijazah Sarjana nanti.

“Saya berpesan agar kalian tetap belajar dan meningkatkan kompetensi di tempat kerja,” tuturnya. Hal ini diungkapkan mengingat perkembangan ilmu pengetahuan, permasalahan sosial, sains dan data serta perkembangan teknologi terus mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Nadya, salah satu peserta Yudisium dari Program Studi Informatika ini berhasil menyelesaikan kuliah sambil bekerja. Ketika dihubungi media ini, ia mengatakan bahwa dirinya bersyukur telah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dengan baik. “Rasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari lulusan Universitas Mulia,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, menjalani kuliah sambil bekerja bukanlah perkara mudah bagi kebanyakan orang. Namun di sinilah ia mampu belajar menempa diri bagaimana mengelola waktu, terus berusaha mengasah keahlian, menyelesaikan tanggung jawab sekaligus belajar berinteraksi dengan berbagai macam karakter, baik berinteraksi dengan orang-orang di tempatnya bekerja, dengan sesama teman, hingga berinteraksi dengan dosen maupun staf administrasi.

Tak heran, dengan beban yang begitu banyak, pada akhirnya selesai juga meski dengan waktu studi yang tidak sebentar.

“Rasa lelah selama ini terbayarkan karena saya kuliah malam dan kerja di pagi hari, tapi saya bangga bisa tetap fokus mengikuti perkuliahan dengan dukungan dan doa dari kedua orang tua saya,” tutur Nadya usai mengikuti Yudisium.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat mengawali sambutan Rapat Yudisium sesi pertama di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (31/8). Foto: Media Kreatif

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat mengawali sambutan Rapat Yudisium sesi pertama di Aula Kampus Cheng Ho, Selasa (31/8). Foto: Media Kreatif

Foto bersama sebagian peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Foto bersama sebagian peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Foto peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Foto peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Foto peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Foto peserta Yudisium Tahun 2021. Foto: Media Kreatif

Rapat Yudisium hari itu digelar dalam tiga kali sesi untuk menghindari kerumunan dan menjaga protokol kesehatan. Usai mengikuti Rapat Yudisium, lulusan akan menjalani Prosesi Wisuda yang akan digelar dalam waktu satu bulan ke depan. Lulusan yang akan mengikuti Wisuda diharapkan mempersiapkan diri.

Yudisium merupakan bagian akhir dari kegiatan akademik terkait penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh kegiatan akademik. Yudisium juga mengumumkan nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah diambil mahasiswa dan penetapan nilai dalam transkrip akademik.

Keputusan kelulusan setelah menempuh studi selama jangka waktu tertentu ditetapkan oleh pejabat berwenang yang dihasilkan dari keputusan Rapat Yudisium. Rapat Yudisium diselenggarakan oleh Senat Fakultas. Keputusan Yudisium dinyatakan dengan keputusan Dekan Universitas Mulia.

Sedangkan Wisuda merupakan tanda pengukuhan atas selesainya studi. Prosesi Wisuda berisi pelantikan melalui Rapat Senat Terbuka Universitas Mulia. Prosesi Wisuda dipimpin Rektor dan diikuti oleh semua lulusan program studi dari beberapa Fakultas yang ada di Universitas Mulia.

(SA/PSI)

Universitas Mulia Siap Hadirkan Video Tutorial Pendampingan UKK SMK
Rapat Pendampingan UKK SMK

Rapat Pendampingan UKK SMK

UM– Sebuah terobosan akan kembali dihadirkan Universitas Mulia. Dengan melibatkan siswa SMK, universitas dibawah naungan Yayasan Airlangga ini akan menghadirkan video tutorial pendampingan untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK.

Diketahui bahwa UKK merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 (dua) atau 3 (tiga) pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri. Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

Berkaitan dengan itu, Univeristas Mulia berupaya untuk membantu para siswa agar nantinya dapat lebih mudah menyelesaikan soal-soal UKK melalui video tutorial.

Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI mengatakan, selama setahun pandemi Covid-19 ini, pihaknya merasa para siswa tidak terlalu efektif dalam menyerap pembelajaran, yang mana pertemuan berlangsung online serta praktikum dilakukan sangat terbatas. Apalagi saat ini menjelang siswa SMK kelas XII akan menghadapi tahap kelulusan, dimana sebelum itu mereka harus mengikuti Uji Kompetensi Keahlian, dimana soal-soal yang disajikan dalam UKK tersebut bersifat komprehensif, mewakili pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapat dari pertama sekolah hingga terakhir. Maka untuk mempermudah para siswa, Universitas Mulia berinisiatif untuk mencoba membantu melakukan pengajaran ke SMK, sesuai dengan bidang yang dimiliki Universitas Mulia.

“Jadi dengan mampu menyelesaikan UKK dengan baik sebenarnya sebagai cermin seberapa besar kemampuan mereka telah mampu menyerap pembelajaran di sekolah. Sehingga disini fokus kami yakni ingin mencoba mendampingi mereka bagaimana nantinya mereka bisa menyelesaikan soal-soal UKK dengan baik,”  kata Yusuf Wibisono.

Dijelaskan, akan ada enam bidang yang akan dibuat video tutorialnya sesuai dengan bidang yang ada di Universitas Mulia, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Farmasi. “Jadi kita sesuaikan dengan bidang keilmuan yang ada di Universitas Mulia. Dengan melibatkan tiga fakultas yakni Fikom, FEB dan FHK,” jelasnya.

Pelaksanaan pembuatan vidio tutorial ini katanya, akan mulai dilakukan pada Senin, 8 Februari, dimana akan melibatkan beberapa siswa yang telah dipilih. “Polanya kita akan melakukan perekaman, Senin nanti akan ada siswa yang ke kampus dengan jumlah terbatas untuk mengikuti perekaman yang akan di pusatkan di laboratorium kita. Kemudian, ketika dosen membantu mengajar mereka, akan disiapkan untuk menjadi video tutorial. Jadi video tutorialnya tidak hanya fokus ke materi seperti webinar, tetapi suasana pembelajaran, diskusi dan lainnya bisa berjalan. Sehingga siswa yang tidak bisa hadir atau siswa yang menonton video tutorial itu tetap terbawa suasana pembelajaran yang sama. Jadi tidak sekedar materinya saja,” ujarnya.

Yusuf Wibisono menyebut, program ini akan berlanjut, dimana bukan hanya melibatkan internal di Yayasan Airlangga tetapi diluar yayasan. “Untuk tahap pertama ini akan kita lakukan dulu khusus untuk sekolah di internal Yayasan Airlangga, kemudian berikutnya kita akan sasar sekolah lain yang memang ada bidang studi yang sama,” sebutnya.

Tentunya, tambahnya, proses perekaman video tutorial ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan dan diketahui oleh orang tua siswa. “Jadi siswa yang terpilih mungkin tiap satu laboratorium akan diisi 10 orang, dan pihak SMK yang memilih. Tentu dengan tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan yang ketat, dan dengan sepengetahuan orang tua,” tambahnya.

Pihaknya, katanya, sudah membagi dosen mana saja yang akan mendampingi tiap jurusan, dan para dosen sudah berkoordinasi dengan guru bidang terkait. “Kita targetkan setelah semua video tuorial dibuat, akan kita langsung lakukan di sekolah lain. Akan kita lakukan komunikasi kemudian dilakukan pendampingan dan salah satu materinya adalah video tutorial yang kita rekam dari pelatihan ini,” lanjutnya.

Intinya lanjut Yusuf Wibisono, pihaknya ingin membantu para siswa, bahwa disaat pandemi ini walau membuat kita terbatas melakukan sesuatu, tetapi juga bisa menjadi pemicu kita untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya kurang kencang kita lakukan. “Sebagai contoh, sebelumnya pengajaran online itu baru menjadi optional belum serius dilakukan, tetapi saat pandemi justru riset, produk dan praktek pengajaran online itu menjadi kencang sekali, sehingga teknologi itu semakin dikuasai oleh lapisan masyarakat. demikian juga dibidang lain, kita bisa fokus, kalau tidak bisa dilakukan fisik, tetapi peluang untuk melakukan sharing ilmu kepada siswa ini berpeluang lebih luas lagi atau jangkauannya lebih luas lagi dengan cara online,” pungkasnya. (mra)

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Dalam rangka Evaluasi Rencana Program Kerja tahun 2021, Yayasan Airlangga Group menggelar Pra Rapat Kerja atau Pra Raker selama tiga hari, 17-19 Desember 2020. Pra Raker berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Sejahtera Balikpapan.

Pra Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif ini, diikuti seluruh Divisi, baik Divisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Divisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

“Kita akan gunakan Pra Raker ini untuk mendalami agar apa yang kita putuskan dalam Raker nanti siap untuk satu tahun ke depan,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Ia berharap, satu tahun ke depan akan menjadi batu loncatan atau Milestone rencana jangka panjang lima tahunan atau sepuluh tahunan.

Ia menambahkan, setiap divisi pendidikan di Yayasan Airlangga memiliki rencana pengembangan pendidikan masing-masing. “Misalnya, jika sebelumnya murid menerima nilai kemudian lulus itu sudah cukup, tapi sekarang tidak cukup, setelah lulus mereka ditanya akan kemana, akan ditanyakan sesuai kompetensinya atau tidak, sesuai dengan kuliahnya atau tidak,” tuturnya.

Pak Agung mengingatkan kepada seluruh pendidik yang diberi amanah di lingkungan Yayasan Airlangga untuk juga memikirkan lebih dalam luaran lulusan atau Outcome pendidikan, yakni dampak jangka panjang dari pendidikan, misalnya, lulusan melanjutkan pendidikan lebih lanjut, lulusan memiliki prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.

“Jadi, bukan sekadar lulus berarti kemudian sudah selesai, tapi juga harus ditelusuri. Itu yang akan menjadi rekomendasi ke depan Pra Raker,” ungkapnya. Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan mengingat pendidikan itu sepanjang hayat.

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Dalam Pra Raker ini, ia berharap pada Divisi Pendidikan Menengah atau Dikmen agar berani merombak kurikulum. “Saya misalkan Matematika, ke depan sudah tidak ada Ujian Nasional, maka jika menggunakan kurikulum yang sama, maka tidak akan pernah bisa,” tuturnya.

Pak Agung mengimbau kurikulum saat ini tidak lagi menjadi acuan formalitas mengingat saat ini dunia sudah banyak berubah. “Apa solusinya? Ada tiga yang diharapkan pada pendidikan, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude,” ungkapnya.

“Pengetahuan Bapak/Ibu yang akan diberikan kepada siswa itu sudah ada di Internet, 80% pengetahuan mereka bisa dipenuhi melalui Internet,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejarah negara-negara maju seperti Rusia dan Amerika berawal dari dimulainya era informasi dan kemajuan teknologi telekomunikasi.

Begitu juga dengan Skills, menurutnya, kurang lebih 50% kemampuan atau Skill seseorang bisa diperoleh dan dipelajari melalui Internet. “Ibu-ibu yang tidak bisa masak, misalnya, membedakan kencur dengan kunyit saja barangkali tidak bisa, tapi dengan Internet, mereka bisa belajar dengan cepat,” ujarnya.

Khusus untuk Attitude, menurutnya, ketersediaannya hanya 20% di Internet, itupun jika peserta didik berinisiatif mencarinya dengan sungguh-sungguh di Internet. “Melalui ceramah-ceramah, misalnya, hal-hal yang mencerahkan, cerita inspirasi,” ungkapnya.

Menurut Pak Agung, peserta didik akan mencari sisa 80% Attitude itu di sekolah. “Maka Bapak Ibu, untuk sekolah mulai SMP dan SMK, mencoba mengalihkan perhatian menuju ke arah sana, mengembangkan Attitude, bagaimana Attitude peserta didik bisa lebih bagus,” harapnya.

Untuk memenuhi materi terkait Attitude, ia berharap guru mengkombinasikan dengan pelajaran agama, budaya, etika, dan tata krama yang mengasah pada kemampuan Softskill. “Sederhananya begini, kita tidak menuntut anak harus hafidz Al-Quran 30 juz, tidak. Cukup juz 30 saja, tapi lebih esensi,” tuturnya.

Bagi siswa yang tidak mampu menghafal juz 30, misalnya, juga diperbolehkan kurang dari itu. “Itu untuk modal kehidupan mereka, maksudnya meski ia mampu belajar sedikit, tapi jangan melupakan esensi, begitu juga dengan mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran yang lain,” harapnya.

Selain itu, Pak Agung juga berharap pada Divisi Pendidikan Tinggi untuk mengoptimalkan produk intelektualnya dan dikembangkan secara berkelanjutan. Diperkuat dengan memiliki basis data yang lengkap dan mampu menciptakan inovasi.

“Universitas Mulia itu ada inkubator bisnis, di bawahnya itu ada Smart RT, ada Coding School, kemudian ada Airlangga Training Center, Entrepreneur, untuk membuka kembali semua produk intelektual perguruan tinggi agar bisa didaur ulang dan dioptimalkan, mana yang bagus untuk bisa dikembangkan lagi, jadi bukan sekadar membuat dan selesai begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker Yusuf Wibisono, S.E.,M.T.I mengatakan hari pertama Pra Raker mendengarkan paparan Road Map atau Peta Jalan Pengembangan Universitas Mulia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian diikuti paparan Dekan masing-masing, mulai dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, PSDKU Samarinda, LP3M, LSP, BPM, Inkubator Bisnis dan Marketing. (SA/PSI)

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2020. Pelaksanaan Rakor berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ditujukan untuk memudahkan evaluasi dengan memberi kesempatan pada setiap devisi mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerja tahun 2020. “Dan juga untuk membuat rencana kerja tahun ke depan,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia mengatakan, di awal masa pandemik Covid-19 saat ini, tantangan bekerja dengan tatap muka menjadi sangat penting mengingat karyawan bekerja dari rumah (Work from Home) yang sulit untuk dipantau.

“Tapi Yayasan tidak melihat bahwa hal ini mengurangi kinerja masing-masing karyawan, dan Yayasan tetap memberi appreciated atas kinerja masing-masing, di situ akan diberikan hasil evaluasi kinerja masing-masing,” tuturnya.

Selama memasuki masa pandemik, menurut Ibu Mulia banyak perusahaan yang justru mengurangi karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Tetapi di Yayasan, (PHK) itu tidak berlaku. Kita tetap mendukung seperti semula dengan memberi semangat kepada setiap karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Airlangga. Tak sedikit pun pemotongan (gaji) yang dilakukan oleh Yayasan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

“Ya, meskipun banyak juga 10% karyawan yang mengalami kekurangan gairah sehingga membuat mereka tidak bersemangat,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadang ditemukan karyawan yang tidak hadir. Terhadap karyawan tersebut, Ibu Mulia menuturkan Yayasan tetap memberikan semangat agar karyawan terus meningkatkan diri.

“Yayasan terus memberi semangat bahwa itu adalah manusiawi,” tuturnya. Meski demikian, ia berharap tindakan karyawan tersebut tidak berlangsung terus menerus. “Karena kita adalah Yayasan (yang bergerak di bidang) pendidikan, maka kegiatan kita adalah layanan,” tegasnya.

Menurut Ibu Mulia, karyawan Yayasan Airlangga memiliki tanggung jawab terhadap anak didik, peserta didik, siswa-siswi maupun mahasiswa. Karyawan didorong untuk selalu mentaati dan mengindahkan peraturan yang telah ditentukan, berusaha untuk terus disiplin dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi meskipun tidak mengindahkan, tidak disiplin, tidak loyal, tetapi Yayasan akan tetap memaafkan, semoga menjadi pembelajaran bagi diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

“Mungkin ke depan Yayasan tidak dipimpin Ibu lagi, tetapi Yayasan akan terus mendukung karyawannya untuk bekerja lebih giat dan lebih loyal,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Yayasan memiliki motto humanis yang berarti tetap akan memperhatikan karyawannya. “Dan Ibu akan sedih kalau ada karyawannya yang tidak lagi bisa bergabung dengan kami dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Yayasan merasa bersyukur dengan tidak mengurangi penghargaan dan berterima kasih kepada karyawan yang pernah bergabung mengembangkan Yayasan.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan Rakor diikuti oleh Devisi Pendidikan Menengah di lingkungan Yayasan Airlangga, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, dan SMKTI Airlangga Samarinda.

Rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti pada Praraker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2020 mendatang.

“Nah, pada tanggal 18 Desember nanti adalah Dies Natalis Universitas Mulia, jadi meskipun masih berusia muda, istilahnya masih berdaun satu atau dua, tapi bagaikan aglonema yang berharga. Untuk itu, marilah kita sama-sama saling menjaga, menumpahkan segala kemampuan kita, semua itu diniatkan untuk ibadah agar menjadi barokah,” pungkasnya.(SA/PSI)

Universitas Mulia menjadi tuan rumah Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Komisariat Selatan pada Kamis, 25 Juni 2020.

Bertempat di Hall Gedung Cheng Ho Universitas Mulia Balikpapan, musyawarah ini dihadiri oleh 15 Perguruan Tinggi Swasta di Kalimantan Timur beserta Yayasannya dengan agenda Pemilihan Ketua Formatur APTISI Wilayah XI-B Komisariat Selatan Periode 2020-2025. Dari hasil voting para peserta musyawarah, terpilih 6 kandidat calon ketua dan tersisa 3 kandidat yang unggul yaitu Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Bapak Dr. Lukman, S.T., M.T., dan Bapak M. Adenuddin Alwy, S.E., M.M. Lalu 3 kandidat tersebut menyampaikan visi dan misi nya dan terpilihlah Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menjadi Ketua APTISI Wilayah XI-B Komisariat Selatan Periode 2020-2025.

Selamat untuk Bapak Rektor Universitas Mulia.

Selasa 14 April 2020, Rektor Universitas Mulia Bapak Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. didampingi Dekan Fakultas Ilmu Komputer Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ibu Nany Pancawardany, S.E., M.M serta Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Bapak Vidy, S.S., M.Si mengikuti Rapat tentang Revisi Mekanisme Perpanjangan Akreditasi oleh LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan bertempat di Ruang Rapat Rektor Universitas Mulia.

Rapat yang terhubung melalui Video Conference Zoom ini diikuti beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kalimantan Timur dan Barat diantaranya : UNTAG Samarinda, Akbid Singkawang, STMIK Pontianak, STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda, UMKT, Universitas Widya Gama Mahakam, STIE Mulia Singkawang, AMKI Ketapang, STITEK Bontang, STT Migas Balikpapan, STIE Madani Balikpapan, STMIK Samarinda dan masih banyak PTS lainnya. Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, M.Si memimpin langsung rapat yang berlangsung pada Selasa siang tersebut