Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga, mulai Selasa (28/12) dan Rabu (29/12). Rakor diselenggarakan di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa setiap satu tahun sekali melakukan evaluasi program kerja. Selama tahun 2021 ini, temanya adalah dengan SDM Berkualitas dan Sistem IT Terintegrasi Kita Wujudkan Institusi Inovatif dan Unggul.

“Kalau kita berbicara kualitas SDM, maka tentu saja tidak akan pernah berhenti sampai meninggal, maka belajar terus sepanjang hayat,” tutur Rektor Universitas Mulia ini.

Terkait dengan sistem IT Terintegrasi, DR. Agung mengatakan bahwa perkembangan teknologi bukan hanya berbicara persoalan terintegrasi, tetapi ia melihat perguruan tinggi lain kesulitan mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk memudahkan atau mencapai tujuan institusi.

“Nah, tentu saja, karena mengintegrasikan beberapa jenis sistem, membutuhkan kesabaran dan keahlian. Maka saya berharap tema ini akan terus kita bawa, karena jika kita berharap SDM berkualitas, maka tidak pernah berhenti belajar,” ungkap DR. Agung Sakti.

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Beberapa yang sudah dilakukan oleh Universitas Mulia untuk meningkatkan kualitas SDM adalah menugaskan kepada beberapa dosen untuk studi S3 di bidang yang ditekuninya.

DR. Agung kemudian menyebutkan beberapa dosen yang lanjut studi S3 di antaranya Richki Hardi, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng., Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I., Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Riovan Styx Roring, S.Kom., M.Kom, dan Sumardi, S.Kom., M.Kom.

Selain itu beberapa dosen yang sedang menyelesaikan S3 atas biaya sendiri di antaranya Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd., Ivan Armawan, S.E., M.M., Mada Aditya serta dosen lainnya.

“Maka ke depan harus dirancang kembali siapa yang harus sekolah S3, tidak boleh berhenti, karena SDM kita juga harus meningkat,” tuturnya.

Meski demikian, Rektor Universitas Mulia ini berharap peningkatan kualitas SDM bukan hanya melanjutkan pendidikan formal saja, tetapi juga bisa melalui pendidikan non-formal seperti pelatihan dan peningkatan kompetensi lainnya.

Terkait dengan IT terintegrasi, Rektor berharap dapat memberikan dampak baik pada peningkatan kinerja maupun akreditasi perguruan tinggi.

“Kita berharap sebelum atau setelah meluluskan mahasiswa, akreditasi setidaknya Baik Sekali. Kita dorong ke sana,” harap Rektor.

Terkait dengan Inovatif, Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai berani untuk mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim beberapa waktu yang lalu.

“Saya sepakat dengan konsep (MBKM) tersebut yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi yang lain,” tutur Rektor.

Oleh karena itu, Rektor mendorong sivitas akademika untuk mempersiapkan diri menghadapi MBKM dengan belajar pada perguruan tinggi swasta lain yang sudah mapan. “Seperti Binus, kita bersyukur mendapatkan informasi beberapa waktu yang lalu bahwa mereka sudah menerapkan MBKM sejak lama, misalnya, tiga semester itu magang di luar,” tuturnya.

Dengan demikian, secara bertahap Rektor berharap Universitas Mulia belajar untuk menerapkan MBKM. Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai memiliki mindset visi yang lebih luas jika dibanding sebelumnya yang hanya tingkat Indonesia Timur.

“Pola berpikir kita sudah harus sampai Nasional dan Internasional,” ujarnya. Menurutnya, saat ini banyak orang pintar di berbagai bidang ditunjang dengan teknologi yang canggih. “Tetapi pengalaman dan mindset-nya lokal, maka yang didapatkan ya hanya lokal saja,” tutur Rektor.

Hingga saat ini, Rektor melihat rancangan yang telah disusun Universitas Mulia ke depan dapat bersaing dengan perguruan tinggi yang lain.

“Kita berharap, setiap Rakor dan Raker itu lima tahun ke depan akan menjadi lebih baik, tata pamong, SDM dalam persoalan administrasi. Maka saya minta karyawan, SDM kita biasakan menulis mencatat lewat buku,” ungkap Manager Pendidikan Yayasan Airlangga ini.

Dengan menulis, mencatat, dan rajin mendokumentasikan setiap kegiatan sehari-hari, maka akan mempermudah kegiatan dan aktivitas ke depan. DR. Agung mengingatkan kepada seluruh karyawan maupun sivitas akademika agar memiliki sikap peduli, aktif, kreatif, inovatif dan menjadi petarung yang terbaik dalam meningkatkan lembaga.

Rakor berlangsung mulai pukul 8.00 Wita dan dijadwalkan berakhir pukul 16.00 Wita. Rakor diikuti pimpinan SMP Plus Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Balikpapan, PSDKU Samarinda, dan Universitas Mulia.

(SA/PSI)