Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

UM – Learning Management System LENTERA garapan Universitas Mulia menjadi salah satu Program Kerja unggulan tahun ini. Beberapa program kerja mulai diperkenalkan pada seluruh pimpinan devisi di lingkungan Yayasan Airlangga pada Rapat Kerja 2021 yang berlangsung daring maupun luring di Kampus Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Rabu (24/2).

Rapat yang dibuka Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie secara daring dari Jakarta ini diikuti 60 lebih peserta offline dan 30 orang peserta online lewat aplikasi Zoom Meeting.

“Mohon maaf, saya tidak dapat hadir karena ada keperluan yang mendesak di Jakarta, semoga pelaksanaan Raker dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik untuk kemajuan kita bersama,” tutur Ibu Mulia lewat aplikasi Zoom Meeting.

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa raker ini dapat menghasilkan pemikiran yang strategis untuk perkembangan dan kemajuan masing-masing devisi.

“Saya Insyaallah tidak akan berhenti untuk terus menyekolahkan S3, karena di balik gelar itu, saya menginginkan kompetensi dilakukan di mana saja, bukankah platform Pendidikan yang ada sekarang itu gratis, ada dimana-mana,” tutur Pak Agung Sakti dalam sambutannya.

Dari kanan ke kiri Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Ibu Elly Safitri mewakili Ibu Mulia Hayati Ketua Yayasan, dan Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I Ketua Panitia Raker 2021. Foto: Nadya

Dari kanan ke kiri Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Ibu Elly Safitri mewakili Ibu Mulia Hayati Ketua Yayasan, dan Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I Ketua Panitia Raker 2021. Foto: Nadya

Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

Suasana Raker 2021 yang berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Rabu (24/2). Foto: Nadya

Menurutnya, setidaknya ada 25 layanan pendidikan online. “Seperti Udemy, Coursera, kebanyakan dari luar negeri, maka Bapak/ibu mudah-mudahan kita perlahan menuju ke sana,” tuturnya.

Ia menuturkan, visi yang ditetapkan Universitas Mulia 5 tahun ke depan adalah memperkuat tata kelola. “Kita tahu bahwa lemahnya tata kelola kita disebabkan karena belum terintegrasi, kalaupun ada data, muncul data masing-masing. Titik A, titik B, titik C, jalan masing-masing, tidak terintegrasi,” sebutnya.

“Saya sangat berharap pada raker ini muncul pemikiran-pemikiran strategis dari masing-masing peserta untuk perkembangan dan kemajuan devisi, misalnya saja, saat mengajar dan membuat video tutorial, bisa berkolaborasi dengan guru atau dosen yang lain untuk memperkaya wawasan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini materi kegiatan belajar mengajar sudah banyak yang tersedia di Internet dengan kualitas pengajaran yang sangat baik. Untuk itu, dosen atau guru yang memiliki kompetensi yang sama bisa saling berkolaborasi berbagi materi pembelajaran.

“Mudah-mudahan dengan raker ini kita membuka wawasan bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan kekuatan masing-masing,” harapnya.

Hal ini selaras dengan Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif. Raker diikuti seluruh devisi di lingkungan Yayasan Airlangga, baik Devisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Devisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

Sementara itu, salah satu Program Kerja Rekomendasi yang saat ini tengah dikembangkan adalah LENTERA atau Learning Management System LMS Airlangga.

“Yang pertama latar belakang dikembangkannya LENTERA ini adalah tuntutan kebutuhan. Yang kedua adalah Universitas Mulia belum memiliki Elearning,” tutur Yusuf Wibisono, Ketua Tim Pengembangan LENTERA. Menurutnya, Google Classroom masih jauh dari kebutuhan.

“Jadi, goal kita membangun LENTERA ini tolok ukurnya adalah bisa menggantikan pertemuan tatap muka ketika diperlukan,” ungkap Wibisono. “Kualitasnya bisa menggantikan pertemuan fisik, apalagi dipadukan dengan pertemuan fisik,” tambahnya.

Ia berharap, LENTERA mampu menggantikan pertemuan fisik di kelas sesuai yang diharapkan, baik dari sisi kualitas dan capaian pembelajaran.

Meski demikian, menurutnya, untuk mencapai tujuan penerapan LENTERA tersebut harus mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder. “Critical Factor pertama itu adalah jaringan Internet harus bagus, Insyaallah untuk saat ini relative bagus,” ungkapnya.

“Yang kedua adalah ada komitmen yang jelas dari Program Studi. Meskipun LENTERA jalan bagus, tapi tidak ada Policy atau kebijakan tentang kewajiban bagi dosen untuk menggunakan, ya buat apa?” ujar Pak Wibi. Untuk itu, ia berharap pekan depan pengembangan protoype LENTERA dapat dilihat dan dicoba sesuai milestone yang sudah direncanakan.

Raker dilanjutkan esok hari Kamis (25/2) di tempat dan waktu yang sama membahas Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan RKAT. (SA/PSI)