“Daycare Ananda Mulia tidak kami bangun hanya untuk sekadar menjadi layanan penitipan anak, tetapi sebagai laboratorium multifungsi di mana mahasiswa PG-PAUD belajar langsung mendampingi pengasuhan anak sambil mengasah jiwa technopreneur. Mereka merasakan praktik nyata, memahami manajemen layanan, dan menanamkan mental wirausaha sejak di bangku kuliah,”—Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., (Dekan FHK Universitas Mulia).

Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan UM (kedua dari kiri).

Humas Universitas Mulia, 17 Juli 2025 — Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia resmi merealisasikan salah satu program strategisnya melalui pendirian Daycare Ananda Mulia. Kehadiran taman pengasuhan ini bukan hanya menambah layanan berbasis pengasuhan anak bagi sivitas akademika, tetapi juga menjadi area praktik pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).

Dekan FHK, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa Daycare Ananda Mulia dirancang tidak sekadar sebagai penopang pemasukan lembaga (income generator) atau sekadar layanan sosial, melainkan sebagai laboratorium multifungsi. “Mahasiswa PAUD tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Mereka terjun langsung, mendampingi proses pengasuhan anak dengan supervisi ketat dari dosen. Praktik nyata inilah yang membedakan, karena mereka menyerap pengetahuan melalui pengalaman,” ungkap Mada.

Sebagai bagian dari ciri khas Universitas Mulia yang mengedepankan technopreneurship, Daycare juga difungsikan sebagai ruang pembentukan karakter kewirausahaan. Mahasiswa didorong memahami bagaimana unit layanan berjalan, merancang program, memecahkan persoalan riil, sekaligus mengenal aspek manajerial layanan pengasuhan anak. “Pengalaman ini menjadi dasar pembelajaran entrepreneurship. Mereka mengalami proses belajar bisnis layanan secara nyata, bukan hanya simulasi,” tambah Mada.

Berbeda dari daycare pada umumnya, layanan ini dikembangkan berbasis kepakaran para dosen PG-PAUD UM. Kombinasi keilmuan pedagogi anak usia dini dan praktik pengasuhan diarahkan untuk melahirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, sekaligus mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui model pembelajaran berbasis pengalaman kerja riil.

Bagi universitas, keberadaan Daycare Ananda Mulia juga diharapkan memperkaya kontribusi UM sebagai institusi pendidikan yang berdampak langsung ke masyarakat, terutama dalam bidang kepaudan. Selain menjadi sarana pembelajaran, fungsi income generator ini ditujukan untuk mendukung kemandirian ekonomi mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

“Harapannya, melalui program ini mahasiswa tidak hanya kompeten sebagai pendidik anak usia dini, tetapi juga memiliki mental wirausaha dan kemandirian ekonomi sejak duduk di bangku kuliah,” pungkas Mada.

Humas UM (YMN)

“Daycare Ananda Mulia bukan hanya berfungsi sebagai ruang penitipan, tetapi menjadi laboratorium riil yang memfasilitasi mahasiswa PG-PAUD menerapkan praktik terbaik dalam pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. Melalui fasilitas ini, mahasiswa dilatih mendampingi tumbuh kembang anak secara komprehensif—mulai dari merancang stimulasi, mengembangkan media pembelajaran, hingga menyusun asesmen perkembangan dengan standar kualitas yang terukur” –Bety  Vitriana, M.Pd. (Kaprodi PG-PAUD Universitas Mulia)

Humas Universitas Mulia, 16 Juli 2025 — Universitas Mulia melalui Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) resmi membuka Daycare Ananda Mulia mulai 1 Agustus 2025 mendatang. Kehadiran Taman Pengasuhan Anak ini tidak hanya menjawab kebutuhan pengasuhan bagi sivitas akademika, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium praktik yang mendukung kompetensi mahasiswa sesuai kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Daycare ini kami hadirkan bukan hanya sebagai layanan pengasuhan, tetapi juga sebagai ruang belajar nyata agar mahasiswa PG-PAUD dapat langsung menerapkan teori di lapangan,” ungkap Bety Vitriana, M.Pd., Kaprodi PG-PAUD Universitas Mulia.

Mahasiswa terlibat langsung mulai dari perancangan stimulasi pembelajaran, pembuatan media edukasi, hingga asesmen perkembangan anak di bawah supervisi dosen pendamping dan tenaga profesional bersertifikat.

“Mereka tidak hanya belajar mengasuh, tetapi juga merancang program pembelajaran, membuat media edukasi, sampai menyusun asesmen perkembangan anak usia dini,” tambah Bety.

Pengasuhan di Daycare Ananda Mulia mengacu pada Standar Nasional PAUD sesuai Permendikbud No. 137 Tahun 2014 serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 6. Audit mutu dilakukan rutin oleh tim Prodi PG-PAUD bersama pengawas atau penilik dari Dinas Pendidikan. Setiap pendamping anak wajib memiliki sertifikat pengasuhan PAUD dan telah menjalani pelatihan khusus. Beberapa tenaga pengasuh merupakan lulusan diklat profesional yang juga didampingi dosen bersertifikasi, di antaranya mantan Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. (Dekan FHK UM)

Sistem perlindungan data anak dan orang tua diterapkan secara ketat. Akses CCTV dengan sistem terenkripsi hanya dapat dipantau oleh orang tua dan pengawas. Pengelola juga menyediakan ruang khusus untuk anak berganti pakaian di luar jangkauan kamera. Dokumentasi kegiatan anak tidak disebarluaskan ke publik, hanya dilaporkan kepada orang tua sebagai bagian evaluasi harian.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan data dan privasi anak-anak, termasuk dengan prosedur ruang ganti dan pelaporan harian khusus untuk orang tua,” tegas Bety.

Dari sisi evaluasi keberhasilan, Daycare Ananda Mulia menerapkan pengukuran ganda. Di aspek akademik, ketercapaian kompetensi mahasiswa tercatat dalam logbook praktikum dan portofolio. Sementara di sisi layanan, survei kepuasan orang tua dilakukan tiap semester dan menjadi bagian dari akreditasi lembaga.

Selain fungsi layanan pengasuhan, Daycare juga menjadi living lab untuk riset Prodi PG-PAUD. Riset ini mencakup studi perkembangan anak, pengembangan model asesmen dan stimulasi inovatif, hingga uji coba teknologi edukasi seperti IoT sensorik dan media pembelajaran inklusi. Prodi juga memperluas kerja sama eksternal dengan Dinas Pendidikan, HIMPAUDI, IGTKI, SPS, BKPAKSI, dan membuka peluang dukungan industri untuk alat permainan edukatif (APE) dan media pembelajaran.

Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd. (Wakil Dekan FHK UM)

Dalam pendiriannya, Daycare Ananda Mulia lahir melalui peran strategis Wakil Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK), Sri Purwanti, M.Pd., yang mengurus perizinan lembaga ke Dinas Pendidikan. Sebagai mantan Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Purwanti memanfaatkan jejaring dan pengalamannya untuk memastikan izin berjalan lancar. Dr. Mada Aditia Wardhana, M.M., Dekan FHK, menyusun kebijakan dan memfasilitasi sinergi teknis-operasional antara Prodi PG-PAUD dan Yayasan Airlangga. Nama Daycare Ananda Mulia sendiri diberikan langsung oleh Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, M.H.

Saat ini, lokasi operasional Daycare berada di Laboratorium PAUD Jalan Pupuk dengan skema transit. Anak-anak diantar ke Kantor FHK, disediakan ruang tidur, kemudian diantar ke Lab PAUD. Setelah tiga bulan, Daycare akan pindah ke gedung permanen di area belakang Ballroom Cheng Hoo, Kampus Universitas Mulia.

Dengan hadirnya Daycare Ananda Mulia, Universitas Mulia memperkuat komitmen sebagai kampus ramah keluarga sekaligus mencetak pendidik PAUD yang terampil, adaptif, dan siap terjun ke masyarakat.

Humas UM (YMN)

Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Dekan FHK Dr. Mada Aditia W, panitia Nur Wahidah, pengurus HIMPAUDI dan para juara lomba akbar PAUD se-Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

UM – Suasana penuh warna dan ceria memenuhi Gedung Cheng Ho Universitas Mulia, saat ratusan anak PAUD dan TK mengikuti Lomba Mewarnai dan Fashion Show yang digelar Prodi PGAUD kerja bareng HIMPAUDI, Kamis (24/4).

Meski di akhir acara terdapat gangguan listrik, namun acara terbilang sukses menghadirkan para guru, orangtua, hingga banyak orang tersenyum senang melihat keceriaan para peserta kecil berbakat.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, turut menyaksikan jalannya lomba hingga penyerahan piala dan foto bersama para juara. Rektor pun tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

“Saya sangat surprise dengan banyaknya peserta yang hadir. Ini membuktikan panitia bekerja luar biasa sehingga para orangtua dan guru berbondong-bondong mendaftarkan anak-anak mereka,” ujar Rektor.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba biasa. Rektor mencatat ada tiga manfaat besar yang ia tekankan, yakni, pertama tentang sosialisasi Universitas Mulia, khususnya keberadaan Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD).

Kedua, melatih kepanitiaan himpunan mahasiswa PGAUD dalam menggelar event besar berskala lokal hingga nasional.

Dan ketiga, mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kota Balikpapan, terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri generasi emas Indonesia.

“Sebaiknya lomba seperti ini dijadikan agenda rutin tahunan, dengan ragam lomba yang lebih banyak agar peserta makin semangat!” harap Rektor, sambil memberikan apresiasi tinggi kepada Prodi PGAUD dan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK).

Ratusan anak PAUD dan TK se-Balikpapan mengikuti Lomba Menggambar, Mewarnai, dan Fashion Show yang digelar Prodi PGAUD kerja bareng HIMPAUDI, Kamis (24/4). Foto: Media Kreatif

Ratusan anak PAUD dan TK se-Balikpapan mengikuti Lomba Mewarnai dan Fashion Show yang digelar Prodi PGAUD kerja bareng HIMPAUDI, Kamis (24/4). Foto: Media Kreatif

Guru PAUD Nur Hayati dan Siti Zainab bersama ketiga muridnya peserta lomba. Foto: SA/Kontributor

Guru PAUD Nur Hidayati dan Siti Zainab bersama ketiga muridnya peserta lomba. Foto: SA/Kontributor

Juara II Lomba Fashion Daren bersama guru Lia dan kedua orangtuanya serta adiknya. Foto: SA/Kontributor

Juara II Lomba Fashion Daren bersama guru Lia dan kedua orangtuanya serta adiknya. Foto: SA/Kontributor

Kesan dan Pesan Peserta Lomba

Di balik keceriaan anak-anak mengikuti lomba, ternyata ada cerita haru. Salah satunya datang dari Nur Hidayati, guru PAUD dari Kel. Telagasari, Kec. Balikpapan Kota. Ia datang lebih dulu sejak pagi, mengendarai sepeda motor untuk mendaftarkan murid-muridnya.

“Kami membawa dua siswa untuk lomba mewarnai dan fashion. Sebenarnya ada tiga, tapi satu tidak enak badan,” katanya.

Meski sempat ada gangguan listrik di akhir lomba, yang membuat anak-anak mulai rewel menunggu pengumuman, semangat Bu Nur tak pernah surut.

“Guru yang lain dan siswa naik mobil Maxim. Saya duluan mengurus pendaftaran,” ceritanya sambil tersenyum.

Usai lomba, Bu Nur pun memberi masukan kepada panitia. Menurutnya, untuk lomba fashion, anak-anak sebaiknya diberikan kebebasan berkreasi di panggung tanpa aturan membentuk huruf “L”, agar tampil lebih natural.

Sedangkan untuk lomba mewarnai, ia menyarankan perlengkapan dan meja disiapkan lebih awal supaya anak-anak bisa langsung berkarya tanpa kebingungan.

Daren, Pahlawan Kecil dari Balikpapan Utara

Satu lagi cerita manis datang dari Daren, siswa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Utara, yang sukses membawa pulang juara dua lomba fashion.

Dengan bangga ia berjalan di atas panggung mengenakan pakaian adat Papua lengkap dengan hiasan kepala dan aksesoris warna-warni.

“Kami pilih pakaian Papua karena banyak aksesoris menarik,” kata Lia, guru pembimbing Daren.

Sang ibu, Desi, tak bisa menahan rasa haru. “Jujur, kami tidak menyangka Daren bisa tampil terbaik. Biasanya mood-nya cepat berubah. Tapi tadi dia tampil percaya diri. Rasanya campur aduk,” pungkas Desi.

(SA/Kontributor)

Humas UM- Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menghadiri penandatanganan MOA antara Dekan Fakultas Humaniora Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos M.M dan kesehatan dengan 12 lembaga sekolah PAUD.Senin 13/11/2023.Dalam Kerjasama ini berisi tentang tridharma perguruan tinggi salah satunya adalah terealisasinya PPL mahasiswa PG PAUD semester 7.Kegiatan ini dihadiri oleh 12 lembaga sekolah PAUD di Balikpapan dan mahasiswa PG PAUD. Penandatanganan MOA ini adalah salah satu bentuk kegiatan dari MOU sebelum nya antara Universitas Mulia dengan dinas Pendidikan dan kebudayaan .

Penandatangan MOA kepada salah satu lembaga PAUD (tengah) dengan Dekan FHK ( Kanan) yang didampingin oleh Rektor Universitas Mulia (kiri)

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menjelaskan bahwa “ PPL sendiri adalah praktik pengalaman lapangan yang merupakan muara dari semua kegiatan teori dan praktik bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi pada perguruan tinggi khususnya di Prodi PG PAUD atau umum nya ilmu keguruan.Dengan adanya Kerjasama antar Lembaga dan Universitas mulia maka akan sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PPL ini.” Tegas Prof. Ahsin.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si

Dr. Mada Aditia wardhana beserta Kaprodi PG PAUD ibu Purwanti berharap dengan adanya Kerjasama ini dapat membantu mahasiswa dalam proses pembentukan profesi keguruan yang langsung dapat diterapkan dilapangan, melalui praktik pengalaman lapangan setiap mahasiswa yang ada pada prodi PG PAUD dapat mengekspresikan ide nya dalam Upaya meningkatkan kemampuan dalam praktik pembelajaran.

penandatangan salah satu MOA terhadap salah satu lembaga Paud, Ka Prodi PG PAUD (pojok Kiri) , Rektor Universitas Mulia , Lembaga PAUD dan Dekan FEB (pojok Kanan).

Selain itu Prodi PG PAUD yang diwakili oleh Ka. Prodi PGPAUD juga menggandeng Pendidikan Anak Usia Dini negeri di Bangi Kuala Lumpur Malaysia perihal Tri Dharma Perguruan Tinggi tujuan nya adalah  untuk  mengadopsi sistem pembelajaran yang ada disana  kemudian akan diintegrasikan dalam mata kuliah yg diajarkan kepada mahasiswa sebagai calon pendidik  PAUD di Universitas Mulia.

WN/Humas UM

Rektor Prof. Ahsin berfoto bersama dengan tim asesor BAN PT Dr. Parwoto dan Dr. Ernawulan serta jajaran Universitas Mulia. Foto: MEdia Kreatif

UM – Program Studi S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD) menerima visitasi Akreditasi Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT). Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i beserta jajaran menyambut hangat Tim Asesor BAN PT Dr. Parwoto, M.Pd dan Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd, di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Jumat (6/10).

Pada saat pembukaan, turut menyaksikan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Ia berharap proses visitasi akreditasi berjalan dengan lancar dan menghasilkan yang terbaik.

Rektor Prof. Ahsin dalam sambutannya juga meminta kepada seluruh sivitas akademika dan jajaran di Prodi PG AUD untuk menyukseskan jalannya proses visitasi akreditasi.

“Hari ini, Prodi PG-AUD divisitasi oleh asesor BAN-PT. Mohon dukungan dan doa semua dosen dan seluruh sivitas akademika agar visitasi berjalan lancar dan mendapatkan hasil terbaik,” tutur Prof. Ahsin.

Rektor mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Dr. Mada Aditia Wardhana dan Ketua Prodi PG-PAUD Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd yang telah bekerja keras menyiapkan seluruh dokumen visitasi dan semua pihak yang turut terlibat.

Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa kegiatan visitasi akreditasi oleh tim asesor BAN-PT dalam rangka meninjau dan melakukan penilaian terhadap Prodi PG AUD untuk mendapatkan akreditasi.

Menurutnya, penilaian akreditasi meliputi sembilan kriteria antara lain Visi, Misi, Tujuan dan Strategi, Tata Pamong Tata Kelola dan Kerjasama, Mahasiswa, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Sarana dan Prasarana, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Luaran dan Capaian Tridharma.

Tampak dari kiri ke kanan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Ahsin, Dr. Parwoto, Dr. Ernawulan Syaodih, dan pejabat BAN PT. Foto: Media Kreatif

Tampak dari kiri ke kanan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Ahsin, Dr. Parwoto, Dr. Ernawulan Syaodih, dan pejabat BAN PT. Foto: Media Kreatif

Saat pelaksanaan Asesi Program Studi S1 PG AUD oleh tim asesor BAN PT. Foto: Media Kreatif

Saat pelaksanaan Asesi Program Studi S1 PG AUD oleh tim asesor BAN PT. Foto: Media Kreatif

Sementara itu, saat pembukaan Asesmen Lapangan (AL) hingga proses penilaian oleh kedua asesor berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh komponen yang terlibat, baik pengelola program studi, dosen, staf karyawan, hingga mahasiswa dan para kepala biro bekerja keras turut terlibat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan Prodi PG AUD.

Melihat partisipasi seluruh komponen, Rektor kembali mengucapkan syukur dan terima kasih. Rektor berharap seluruh partisipasi sivitas akademika yang sama dapat dilakukan untuk program studi lainnya.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, seluruh Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga, Kaprodi, Kepala Biro, Kepala Bagian, Tendik dan dosen yang hari ini telah hadir dalam pembukaan AL,” tutur Prof. Ahsin.

“Kehadiran Bapak Ibu sangat berkesan bagi asesor sebagai bukti bahwa organisasi tata kelola kita ada dan berjalan. Semoga kahadiran yang sama nanti untuk Program Studi D3 Administrasi Perkantoran pada hari Senin, (9/10),” tambah Prof. Ahsin.

Dekan FHK Dr. Mada turut berterima kasih kepada seluruh komponen yang terlibat. “Alhamdulillah satu rangkaian kegiatan akreditasi Prodi PG AUD sudah selesai. Terima kasih atas dukungan semua rekan dan pimpinan,” tutur Mada.

Ia berharap proses akreditasi kali ini mendapatkan hasil yang terbaik. “Mohon maaf sekiranya ada yang kurang berkenan. Semoga PG AUD mendapatkan hasil terbaik,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD) Drs. Suprijadi, M.Pd bersama Bu Ella selaku dosen menunjukkan sejumlah Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenkumham RI, Kamis (1/12). Foto: PG AUD

UM – Enam orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Fakultas Humaniora dan Kesehatan menerima Surat Pencatatan Ciptaan tahun 2022 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Surat diterima Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M, Selasa (29/11).

Mada mengatakan bahwa dirinya mendorong baik dosen maupun mahasiswa untuk mendaftarkan hak cipta atas berbagai ciptaan baik produk riset maupun inovasi yang telah dihasilkan.

“Target utama FHK adalah untuk meningkatkan motivasi berkarya dosen dan mahasiswa guna membekali pengakuan kemampuannya melalui sertifikasi yang salah satunya sertifikasi HAKI,” tutur Mada kepada media ini.

Atas perolehan Surat Pencatatan Ciptaan enam orang mahasiswa tersebut, Mada bersyukur dan terus berupaya meningkatkan seluruh program studi di bawah naungan FHK untuk terus berkarya.

Dirinya memberikan apresiasi kepada Program Studi PG AUD yang telah berperan aktif memacu pertumbuhan kreativitas dan kekayaan intelektual dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Ketua Prodi PG AUD Drs. Suprijadi, M.Pd mengatakan dirinya sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa dan dosennya.

“Siapa dulu dong Bapaknya,” tutur Suprijadi seraya tersenyum senang.

Ia mengatakan, enam orang mahasiswa itu antara lain atas nama Angelia Sobono, Grace Charity Tehilla Harjanto dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Suara atau Bunyi dengan Judul Lagu Anak Aku.

Azizach Zachrach dan Sri Wahyuni dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Microteaching Menghafal Doa Turun Hujan. Amanda Elvira dan Sri Wahyuni dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Belajar Menghargai.

Salis Andriani dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Puisi “Semangat Belajar”. Na’imah dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Video dengan Judul Puisi “Rumahku”.

Dan Grace Charity Tehilla Harjanto dan Norlaila dengan Jenis Ciptaan Karya Rekaman Suara atau Bunyi dengan Judul Lagu Anak “Tubuhku”.

Menurut Suprijadi, untuk saat ini, biaya yang dibutuhkan dalam pencatatan ciptaan mendapatkan seleksi dan dukungan Prodi PG AUD.

“Untuk permohonan pencatatan ciptaan ini diajukan lewat Bu Ella di Prodi PG AUD” ungkapnya.

“Kami berharap, ke depan akan lahir talenta-talenta baru, baik sebagai komponis lagu anak-anak maupun sutradara film video untuk anak,” pungkas Suprijadi.

(SA/Puskomjar)

Pelepasan PPL Mahasiswa PG AUD FHK Universitas Mulia oleh Kadisdik Balikpapan Purnomo, Kamis (29/9). Foto: Nadya

UM – Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD) Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) melepas mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Seremoni pelepasan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Purnomo M, S.Sos., MM, bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Kamis (29/9).

Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M dalam hal ini mewakili Rektor Dr. M. Rusli, dalam sambutannya mengatakan terima kasih kepada Kadisdikbud Purnomo, mitra pembelajaran serta Ibu-ibu dari tempat PPL mahasiswa dan seluruh hadirin.

Mada berpesan kepada seluruh peserta PPL agar dapat mengambil pengalaman pembelajaran yang bermakna. “Salah satu yang diakui pemerintah dalam pembelajaran itu adalah pengalaman,” tutur Mada.

Menurutnya, pengalaman sangat penting dalam konsep pembelajaran sepanjang hayat, yaitu pengalaman yang dimaknai. “Jadi tidak saja pengalaman yang didapatkan, tapi memaknai apa yang dialami, itulah pembelajarannya,” tutur Mada.

Mada juga mengingatkan kepada seluruh peserta untuk menjaga perilaku, profil, nilai individu masing-masing selama menjalankan PPL. “Karena perilaku masing-masing menunjukkan nilai-nilai yang sudah diterima dari keluarga, masyarakat, maupun kampus ini,” tuturnya.

Kadisdikbud Balikpapan Purnomo menyambut baik kegiatan PPL yang diselenggarakan Prodi PG AUD. Terlebih, menurutnya, secara umum Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Balikpapan tengah kekurangan pengajar atau tutor.

Kadisdikbud Balikpapan Purnomo saat memberikan sambutan didampingi Dekan FHK Mada Aditia, Kaprodi PG AUD Suprijadi, Kamis (29/9). Foto: Nadya

Kadisdikbud Balikpapan Purnomo saat memberikan sambutan didampingi Dekan FHK Mada Aditia, Kaprodi PG AUD Suprijadi, Kamis (29/9). Foto: Nadya

Pelepasan PPL Mahasiswa PG AUD FHK Universitas Mulia oleh Kadisdikbud Balikpapan Purnomo, Kamis (29/9). Foto: Nadya

Pelepasan PPL Mahasiswa PG AUD FHK Universitas Mulia oleh Kadisdikbud Balikpapan Purnomo, Kamis (29/9). Foto: Nadya

Kadisdikbud Purnomo secara simbolis melepas mahasiswa PPL. Foto: Nadya

Kadisdikbud Purnomo secara simbolis melepas mahasiswa PPL. Foto: Nadya

“Jadi, dengan adanya adik-adik mahasiswa ini melakukan kegiatan PPL, itu paling tidak membantu memberikan pembelajaran kepada anak-anak di lembaga pendidikan,” tutur Purnomo.

Secara umum, Purnomo berharap agar mahasiswa dapat memberikan hal-hal yang dapat dikembangkan sehingga memiliki daya tarik. “Kalau anak-anak ini lebih banyak bermain dalam pembelajarannya. Dunia PAUD itu dunia bermain,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak paling mengingat bermainnya dalam pembelajaran. Untuk itu, dirinya mendorong agar mahasiswa dapat menerapkan pembelajaran yang inovatif.

“Atau mungkin punya inovasi yang mungkin bisa dikembangkan di lembaga PAUD kita, itu bisa dikembangkan untuk kemajuan di Kota Balikpapan,” harap Purnomo.

Dalam kesempatan ini, Purnomo menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan selama ini dengan Universitas Mulia. “Mudah-mudahan bisa berlangsung terus dan memberikan perkembangan yang positif dalam dunia PAUD di Kota Balikpapan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Prodi PG AUD Drs. Suprijadi, M.Pd mengatakan bahwa selain mahasiswa Pendidikan Guru wajib melaksanakan Micro Teaching, juga wajib melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan.

“Alhamdulillah. Adik-adik mahasiswa ini ternyata mendapatkan tempat PPL tidak jauh dari tempat tinggal dan tidak jauh dari tempat kerja,” tuturnya. Dirinya menerangkan di antara mahasiswa tersebut ada yang menjadi kepala sekolah di sebuah Lembaga Pendidikan PAUD yang dikelolanya.

“Monggo, silakan. Apalagi dengan Kurikulum Merdeka, kan kita memberikan kebebasan untuk menuntut ilmu,” tuturnya. Meski demikian, untuk mahasiswa yang melaksanakan PPL di tempat yang dikelola terpisah agar benar-benar melaksanakannya dengan baik.

“Kepada Ibu-ibu sebagai tempat sasaran PPL, kalau memang anak-anak ini nakal, dijewer Bu. Kalau bikin laporan juga salah, coret saja Bu,” pungkas Suprijadi sembari tersenyum. Pelaksanaan PPL tahun ini diikuti seluruh mahasiswa PG AUD tahun masuk 2019.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama Rektor, Kaprodi PG AUD, narasumber, panitia, dan peserta pelatihan Kurikulum Merdeka, Sabtu (10/9). Foto: Nadya

UM – Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD) Fakultas Humaniora dan Kesehatan menggelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka. Sebagai narasumber, Rika Amelia, SE., M.Pd selaku assessor Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka AUD. Pelatihan digelar di Ruang Eksekutif White Campus Universitas Mulia, Sabtu (10/9).

Pelatihan dibuka langsung oleh Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T yang juga berlatar belakang Doktor Pendidikan. “Saya biasanya mengajar dosen, tapi di sini saya bertemu dengan ibu bapak guru dan kepala sekolah, PAUD lagi,” tuturnya mengawali sambutan.

Menurut Rektor, dalam pembelajaran ada faktor psikologis yang harus diperhatikan di setiap level pembelajaran. “Mengajar mahasiswa bagaimana, SMA bagaimana, SMP bagaimana, SD, sampai ujian. Bukan main. Saya mendapat ilmu psikologi tentang pembelajaran,” ungkap Rektor.

Rektor menerangkan, semakin levelnya ke bawah, maka pembelajaran dilaksanakan secara perlahan, namun disampaikan dengan sangat jelas. “Saya yakin kalau ibu-ibu itu sudah biasa,” tuturnya.

Rektor cukup memahami bagaimana pembelajaran yang berlangsung di tingkat Anak Usia Dini. Seorang guru dituntut untuk selalu banyak bersabar dalam menghadapi anak-anak usia dini yang berbeda-beda secara psikologi dan karakternya.

Rika Amelia menerima cenderamata dari Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T. Foto: Nadya

Rika Amelia menerima cenderamata dari Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T. Foto: Nadya

Narasumber Rika Amelia, SE., M.Pd selaku asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka AUD. Foto: Nadya

Narasumber Rika Amelia, SE., M.Pd selaku asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka AUD. Foto: Nadya

Berbeda pada pembelajaran level paling tinggi, misalnya, di tingkat doktoral. “Profesor duduk di depan, kemudian senyum-senyum, nulis bukunya diktat, silakan dibaca literaturnya, dua minggu lagi buat ringkasannya. Enak, Profesornya pelan-pelan, (tapi) mahasiswanya kelimpungan,” tuturnya sembari tertawa.

Oleh karena itu, Rektor berpesan kepada para guru anak usia dini agar dalam melaksanakan pembelajaran para guru lebih meningkatkan kesabaran, penuh ketelatenan dan penuh penjelasan yang lebih detail.

Rektor memiliki pandangan yang cukup membuka wawasan para peserta pelatihan Kurikulum Merdeka. “Sebenarnya kurikulum itu seperti resep masakan. Jadi kalau mau masak Nasi Goreng, Nasi Padang, itu pasti ada resepnya. Nah, kalau Kurikulum Merdeka itu seperti resep Nasi Padang Merdeka, itu seperti apa?” tanya Rektor kepada para peserta disambut dengan tertawa.

“Nasi Padangnya sama, cuma di sini lebih banyak variasi. Pada intinya sama, substansinya sama, namun di sini ada istilah Merdeka yang tergantung situasi kondisi setempat, budaya juga beda, kearifan lokal, banyak aspek yang harus dipertimbangkan untuk Merdeka,” tutur Rektor panjang lebar.

Oleh karena itu, Rektor berharap pada pelatihan tersebut apa yang disampaikan narasumber benar-benar dapat dipahami peserta dan dapat diimplementasikan. “Salah satu ciri pengajar itu Bapak Ibu, begitu mau menyampaikan, itu harus tepat. Nah, begitu tadi ada kesalahan, saya langsung perbaiki,” tuturnya. Baginya, seorang guru tidak boleh mengulangi kesalahan yang kedua kalinya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Drs. Suprijadi, M.Pd mengatakan bahwa pelatihan diselenggarakan untuk menindaklanjuti SK Mendikbudristek nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

“Khususnya implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai berlaku tahun pelajaran 2022/2023,” tutur Suprijadi.

Pelatihan seluruhnya diikuti 38 mahasiswa dari Prodi PG AUD. Dengan rincian tahun masuk 2019 sebanyak 23 orang mahasiswa dan 15 orang mahasiswa 2020.

(SA/Puskomjar)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Uinversitas Mulia Cindy Maurellia bermain peragaan pada pembukaan pelatihan media interaktif bersama HIMPAUDI Balikpapan, Rabu (30/3). Foto: Media Kreatif

UM – Guru-guru yang terhimpun dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Balikpapan mengikuti Pelatihan Media Interaktif yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia, Rabu (30/03).

Pelatihan Media Interaktif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Guru dalam memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung pembelajaran anak usia dini secara efektif. Acara pembukaan digelar di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Pada kesempatan ini, hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Drs. Buntoro M.M, Ketua HIMPAUDI Ani Ariani S.Pd bersama Rektor Universitas Mulia DR. Muhammad Rusli M.T yang didampingi Ketua Program Studi PG AUD Drs. Suprijadi, M.Pd.

Saat ditemui media ini, Rektor mengatakan bahwa peserta didik pada pendidikan sekolah sangat bergantung pada keahlian dan kemampuan guru. Pasalnya, di dalam memberikan materi pembelajaran, misalnya, guru dituntut selain memiliki ilmu dan pengetahuan terkait materi pembelajaran tersebut, juga diharapkan memiliki keterampilan dan penguasaan menyampaikan materi pembelajaran daring seperti yang terjadi di era disrupsi saat ini.

Pembukaan Pelatihan Media Interaktif HIMPAUDI Balikpapan di Universitas Mulia, Rabu (30/3). Foto: Media Kreatif

Pembukaan Pelatihan Media Interaktif HIMPAUDI Balikpapan di Universitas Mulia, Rabu (30/3). Foto: Media Kreatif

Rektor DR. Muhammad Rusli, M.T saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Rektor DR. Muhammad Rusli, M.T saat memberikan sambutan. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Ketua HIMPAUDI Ani Ariani, S.Pd bersama anggota dan Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Buntoro MM dan Prodi AUD Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Foto bersama Ketua HIMPAUDI Ani Ariani, S.Pd bersama anggota dan Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Buntoro MM dan Prodi AUD Universitas Mulia. Foto: Media Kreatif

Hasnawi S.Kom saat memberikan pelatihan pembuatan video animasi kepada anggota HIMPAUDI Kota Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Hasnawi S.Kom saat memberikan pelatihan pembuatan video animasi kepada anggota HIMPAUDI Kota Balikpapan. Foto: Media Kreatif

“Namun sebagian dari kita, mungkin masih bertanya-tanya atau mendiskusikan tentang apa itu pembelajaran daring, bagaimana membangun dan mengembangkannya, mendesain dan melakukan assessment atau menilainya,” tutur DR. Rusli.

Rektor mengingatkan bahwa ke depan seorang guru harus menyesuaikan diri menyongsong perkembangan zaman dan teknologi. Pembelajaran daring (online learning) saat ini sangat dibutuhkan di hampir semua lembaga atau institusi pendidikan. Hal ini untuk mendukung pembelajaran atau pengajaran tatap muka luar jaringan atau luring (face to face atau offline).

“Dulu, menjadi guru Taman Kanak-kanak atau Guru Anak Usia Dini hanya memerlukan lulusan setingkat SMA seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau pendidikan setingkat Diploma Tiga, tapi sekarang sudah harus linear, sudah harus Sarjana. Intinya, guru harus siap menyongsong kebutuhan zaman ke depan dengan meningkatkan jenjang pendidikan,” tutur Rektor.

Untuk itu, selain meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran, Rektor mendorong agar guru tidak cukup berpuas diri dengan keahlian yang dimiliki saat ini yang terus berubah.

“Carilah ilmu setinggi-tingginya, menurut riwayat, carilah ilmu walaupun sampai di Negeri China. Tapi kalau sekarang tidak perlu sampai ke China, cukup ke Kampus Cheng Ho di sini,” tuturnya sembari tersenyum.

Rektor berharap dengan meningkatkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi diharapkan akan meningkatkan kualitas pribadi masing-masing. “Menjadi lebih bermanfaat, menjadi guru profesional, mentor, atau konsultan pendidikan. Belajar tidak dibatasi ruang dan waktu,” tutupnya.

Sebanyak 100 orang peserta Guru PAUD mengikuti pelatihan yang terbagi menjadi tiga materi yaitu, Multimedia Interaktif yang diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Komputer Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom.

Sedangkan pelatihan pemanfaatan perangkat lunak OBS (Open Broadcaster Software) Studio disampaikan oleh Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom.. Dan pelatihan pembuatan video animasi oleh Kepala Bagian Media Kreatif Hasnawi, S.Kom. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, tanggal 29-31 Maret 2022.

(SA/PSI)

Selain pelatihan dilakukan pula penandatanganan antara BKPAKSI dengan Fikom dan FHK, Senin (6/9).
Selain pelatihan dilakukan pula penandatanganan antara BKPAKSI dengan FHK, Senin (6/9).

Selain pelatihan dilakukan pula penandatanganan antara BKPAKSI dengan FHK, Senin (6/9).

 

Selain pelatihan dilakukan pula penandatanganan antara BKPAKSI dengan FIKOM, Senin (6/9).

Selain pelatihan dilakukan pula penandatanganan antara BKPAKSI dengan FIKOM, Senin (6/9).

BALIKPAPAN- Sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi (Prodi) S1 PG Paud Universitas Mulia kembali melaksanakan Pengabdian Masyarakat yang menyasar para guru Satuan Paud Sejenis (SPS) Al Quran di Balikpapan mulai Senin (6/9) hingga Rabu (8/9).

Bekerjasama dengan Badan Kordinasi Pendidikan Al Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Balikpapan, kegiatan dalam bentuk Workshop Kurikulum SPS AL Quran itu dipusatkan di White Campus Universitas Mulia dan diikuti sebanyak 60 peserta yang dibagi dalam tiga hari.

Hadir dalam kegiatan pembuka, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Buntoro, Ketua BKPAKSI Kaltim M Maskur Syamsudin, Ketua BKPAKSI Balikpapan Ngustman. Hadir pula Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Wisnu Hera Pamungkas serta Kaprodi PG PAUD Universitas Mulia Baldwine Honest serta Sekprodi PG PAUD Lisda Hani Gustina.

Dijelaskan Baldwine Honest selain sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan PG Paud Universitas Mulia kepada masyarakat luas khususnya para guru. “Jadi program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama antara PG Paud UM dengan BKPAKSI, dimana kami sebelumnya telah memberikan materi berupa teori dan dilanjutkan dengan praktek penyusunan kurikulum selama tiga hari,” jelas Honest yang didampingi Lisda Hani Gustina.

Adapun materi yang diberikan sebut Honest mulai dari pendampingan pembuatan rencana pembelajaran, pembuatan alat permainan edukasi hingga strategi pembelajaran dalam bidang keagamaan. “Karena peserta yang ikut berjumlah 60 orang maka kita bagi setiap harinya hanya diikuti 20 guru dan calon guru SPS Al Quran. Sementara untuk pemateri adalah para dosen Paud UM,” sebutnya.

Honest menerangkan selain pelatihan dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara BKPAKSI dengan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) serta Fakultas Ilmu Komputer (Fikom). “Karena mereka tidak hanya ingin berfokus pada PG Paud saja, tetapi juga bidang lainnya maka kerjasama antara FHK dan Fikom juga dilakukan. FHK nantinya dapat mendukung terkait perlindungan anak yang berhubungan dengan bidang hukum maupun kesehatan. Sementara untuk bidang tekbologi bisa berfokus dengan Fikom dimana rencananya minggu depan juga pelatihan ini akan berlanjut dengan pemberian materi oleh dosen-dosen Fikom,” terang Honest.

Sementara itu Buntoro sangat menyambut baik program kerjasama yang dijalankan antara BKPAKSI dengan Universitas Mulia, ia pun berharap BKPAKSI khususnya SPS Al Quran akan semakin lebih. “Kita ketahui untuk SPS itu terbagi dua yakni berbasis Pos Paud dan SPS Al Quran. Untuk di Balikpapan saat ini SPS Al Quran telah tercatat ada 35 lembaga. Diharapkan dengan adanya pelatihan semacam ini dapat meningkatkan kompetensi para guru dan bisa menerapkan di lembaganya masing-masing,” ungkap Buntoro.

Disisi lain, M Maskur Syamsudin mengatakan, kerjasama antara BKPAKSI Kaltim maupun BKPAKSI Balikpapan merupkan dukungan yang sangat dibutuhkan, pasalnya saat ini BKPAKSI sedang melakukan pengembangan disemua aspek. “Kami di Kaltim saat ini sedang melakuakan pengembangan yang semua dilakukan dari nol. Maka perlu adanya penguatan baik untuk guru maupun kelembagaannya. Dan dengan adanya kerjasama ini sangat dibutuhkan, karena apa yang kita butuhkan dapat dipenuhi oleh Universitas Mulia,” ujarnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Mulia yang telah mau mendukung program kami. Dengen kerjasama ini mereka kedepan siap mengisi materi yang nantinya kami butuhkan, baik ditingkat kota maupun ditingkat provinsi,” pungkasnya. (mra)