Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

UM – Tidak terasa saat ini dunia memasuki babak baru Era Industri 4 dan Masyarakat 5. Munculnya Pandemi Covid-19 memaksa umat manusia berubah dan beradaptasi dengan cepat. Imbasnya, model pembelajaran yang dulunya konvensional, kini disrupsi dan harus menyesuaikan. Bagaimana lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren merespon perubahan ini?

“Ya, kita harus hadir untuk membantu lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren ini agar tidak tertinggal kemajuan zaman dan teknologi,” tutur Subur Anugerah, S.T., M.Eng. dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia.

Menurutnya, pesantren selalu serius dan fokus dalam pendidikan agama Islam dan pengembangan karakter. Namun, di zaman yang penuh perubahan dan ketidakpastian ini, pesantren diharapkan tetap berdiri dan mampu melaksanakan misi dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan agama dan pengembangan karakter.

“Bagaimana model pembelajaran pesantren yang sejak dulu sangat unggul dalam memberikan pendidikan, melalui uswatun hasanah, teladan guru dan kyai secara langsung, kini harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman di tengah wabah Covid-19,” tuturnya.

Ia mengatakan, misi dan fungsi pesantren untuk melakukan transfer atau transmisi ilmu-ilmu pengetahuan keislaman (transmission of Islamic knowledge) harus tetap berjalan. 

“Pesantren juga harus menjaga dan memelihara tradisi Islam, mencetak calon ulama, hingga pemberdayaan umat,” tuturnya.

Salah satu yang juga tetap penting di era saat ini, menurutnya, adalah tetap melaksanakan penyebaran risalah Islam. 

“Nah, penyebaran risalah atau dakwah di zaman sekarang inilah, pesantren sebagai pusat pengetahuan keislaman diharapkan lebih menyentuh di tengah masyarakat. Saya rasa, masyarakat saat ini butuh referensi yang valid atau sahih, yang lebih diterima dan sejuk membumi,” tuturnya.

Menurutnya, sama seperti perguruan tinggi, pesantren saat ini perlu melakukan revitalisasi dalam menghadapi era disrupsi yang saat ini sudah terlihat nyata di depan mata. “Salah satu caranya adalah dengan memperkuat literasi religius dan literasi digital,” ungkapnya.

“Soal literasi religius, Insya Allah pesantren sudah tidak diragukan lagi keahlian dan kemampuannya, tinggal di bidang literasi digital inilah yang perlu diperkuat,” ujarnya.

Oleh karena itu, ketika datang surat dari Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan yang ingin belajar bagaimana mengelola website kepada Universitas Mulia, ia menyambut hangat dan bersedia dengan senang hati diberikan tugas memberikan pelatihan. 

Pelaksanaan pelatihan itu sendiri digelar di Ruang Multimedia SMA/SMP IT TSG, Jalan Guntur Damai RT 38 Gunung Sari Ulu Balikpapan Tengah, Selasa (17/11). Pelatihan diikuti 22 orang peserta terdiri dari guru dan ustaz.

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesnatren Bairuha saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ketua Pondok Pesantren Bairuha Ustaz Suwondo mengatakan saat ini banyak pesantren yang fasilitasnya jauh lebih kecil tetapi mampu mengembangkan diri di tengah era informasi.

“Tetapi karena rajin di dunia maya, terus meng-update perkembangan sekolahnya, perkembangan pesantren, ya alhamdulillah trennya selalu naik, mendapat apresiasi dari masyarakat, bahkan perusahaan memberikan dukungan, dampaknya kemitraan dengan pesantren semakin naik,” tutur Ustaz Suwondo.

Ustaz Suwondo berharap dengan pelatihan mengelola website ini, pemberdayaan guru maupun ustaz di media sosial maupun website membawa dampak positif untuk perkembangan pesantren di masa yang akan datang.

Dalam pelatihan ini, materi yang disajikan antara lain menentukan arah atau tujuan website berdasarkan visi misi pesantren dan bagaimana membuat konten yang mendukung visi dan misi, baik berupa teks, foto, video, sulih suara, maupun gabungan antara teks dan konten lainnya.

“Dari sini kita bisa mengetahui apa saja konten yang nantinya harus tersedia di dalam sebuah website pesantren, setelah itu menentukan siapa yang akan bertugas mengisi konten tersebut, siapa juga yang akan bertugas mengelola seluruh konten,” ujar Subur Anugerah saat memberikan pelatihan.

Meski demikian, lanjutnya, waktu yang tersedia untuk pelatihan sangat terbatas, sedangkan materi pelatihan yang bersifat teknis membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika dilaksanakan penuh, ia khawatir pelatihan akan berlangsung beberapa hari. 

“Untuk mengejar waktu, pelatihan ini bersifat praktis, beberapa peserta yang didominasi guru dan ustaz ini sudah ada yang mahir membuat konten berita foto dan video. Bahkan salah satu peserta membuat berita video dengan cepat, berisi kegiatan pelatihan meski tanpa keterangan dan sulih suara,” ujarnya.

“Artinya, secara teknis sebenarnya peserta sudah mampu memanfaatkan tools dan perangkat videografi, juga termasuk fotografi menggunakan DSLR yang digunakan peserta. Ini modal awal yang bagus sekali,” ujarnya.

Untuk itulah, di akhir pelatihan, ia akan memberikan sertifikat sebagai penghargaan bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan mengerjakan tugas pekerjaan rumah membuat konten. 

“Ya, tentunya konten pendidikan, ada muatan edukasinya, bukan konten berita kegiatan seperti biasa pada umumnya. Peserta boleh memilih apakah membuat naskah berita teks, berita foto, berita video, atau gabungan keduanya, boleh dengan gaya straight news yang sudah diberikan contoh dan template-nya, boleh juga features, sesuai dengan minatnya,” tutupnya. (SA/PSI)

UM Sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat, Selasa (17/11).

Menyasar kelompok budi daya lele dalam ember di Kelurahan Karang Rejo, kegiatan itu didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Vidy, S,S.M.Si. Ada sebanyak 10 anggota yang terjun dalam kegiatan yang bertema Perlindungan Hukum Terhadap UMKM Pasca Pemberlakuan Omnibuslaw tersebut. Terdiri dari Dekan, Kaprodi, Dosen, Mahasiswa dan staf tenaga pendidik.

Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Kelompok Budi Daya Lele dalam Ember di Kelurahan Karangrejo

Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi S1 Ilmu Hukum Universitas Mulia di Kelurahan Karangrejo

Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H., M.H menuturkan, kegiatan ini merupakan program unggulan Prodi Ilmu Hukum dalam melakukan pendampingan kepada UMKM.

“Pendampingan kepada UMKM ini, selain sebagai program unggulan juga berkaitan dengan konsentrasi yang terdapat di prodi S1 Ilmu Hukum yaitu Business Law. Jadi sekaligus kita melihat prospek yang ada di Balikpapan,” kata Okta sapaan akrabnya.

Okta menjelaskan, ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang pertama dijalankan S1 Ilmu Hukum untuk tahun ini. Kegiatan ini katanya, bertujuan untuk memberikan pendampingan hukum khususnya di masa pandemi saat ini. Dimana jumlah UMKM di kota Balikpapan meningkat selama pandemi Covid-19. Apalagi, tambahnya, dengan diberlakukannya UU Omnibus Law yang didalamnya juga mengatur tentang UMKM, maka pentingnya edukasi terkait perlindungan hukum untuk mereka.

“Di tengah kondisi saat ini, justru banyak sekali masyarakat melakukan usaha kecil-kecilan. Jadi kami hadir untuk memberikan edukasi terhadap mereka yang ada di Balikpapan. Salah satunya yang berada di Kelurahan Karang Rejo ini,” ujarnya.

Adapun edukasi yang diberikan, sebutnya, mulai dari perizinan usaha, pengurusan sertifikasi halal hingga edukasi terkait bagaimana UMKM ini tidak merugikan konsumen. “Jadi kami mengemasnya dalam bentuk perlindungan hukumnya, mulai mengedukasi pendaftaran merek, hingga HaKInya. Kemudian karena budi daya lele dalam ember ini selain di konsumsi juga akan menjadi produk olahan, maka kita harapkan tidak akan merugikan siapapun termasuk konsumen,” terangnya.

Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Kelompok Budi Daya Lele dalam Ember di Kelurahan Karangrejo

Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Kelompok Budi Daya Lele dalam Ember di Kelurahan Karangrejo

Terkait jangka waktu program tersebut, tambah Okta akan lakukan secara berkesinambungan. “Kita akan melakukan kerjasama berkesinambungan. Jadi tidak hanya hari ini saja. Namun disana kita akan melakukan kerjasama lainnya, kita juga ingin terlibat langsung dalam kegiatan mereka,” sebunya.

“Jadi ketika mereka memiliki masalah ataupun kendala dalam UMKM-nya, maka kita bisa langsung melakukan pendampingan dalam sisi hukumnya. Selain itu, akan kita kuatkan lagi dalam bidang marketingnya. Mungkin kita akan ajak bekerjasama dengan FEB. Karena disini banyak program yang bisa dikerjasamakan, bukan hanya sisi hukum melainkan marketingnya,” tambahnya.

Selain menyasar kelompok budi daya lele dalam ember di Kelurahan Karang Rejo, lanjut Okta, pihaknya juga sudah memiliki beberapa rencana program lainnya. Seperti program unggulan pendampingan terhadap masyarakat wilayah pesisir, serta program pendampingan UMKM yang melibatkan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Balikpapan. “Untuk program bersama IWAPI masih akan dijadwalkan selanjutnya. Namun dalam waktu dekat ini kita juga ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di salah satu rumah tahfidz di Balikpapan,” lanjutnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya program ini, khususnya di lingkungan budi daya lele dalam ember, kedepan mereka dapat mengembangkan usahanya bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga sampai ke tingkat nasional bahkan ke Internasional.

Yang terpenting, kami ingin UMKM yang ada di Balikpapan sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dan walaupun ada kendala, jangan sampai hal sepele dapat merugikan UMKM bahkan konsumen. Lalu untuk masyarakat, dengan adanya kegiatan ini akan memiliki dasar hukum dalam melakukan kegiatannya. Jadi kita bisa bersinergi terus. “Target kami ingin bisa menggandeng semua UMKM yang ada di Balikpapan,” pungkasnya. (mra)

Ir. Riyayatsyah, M.P.

UM- Usai tahapan seleksi dan pengumuman nama penerima hibah DIPA LP3M periode II tahun 2020 dilakukan, para dosen yang proposalnya dinyatakan lolos, mengikuti Seminar Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Senin (16/11).

Ada sebanyak 21 orang dosen Universitas Mulia baik dari Kampus Utama di Balikpapan maupun PSDKU Samarinda mengikuti seminar proposal yang dilakukan secara daring tersebut.

Salah satu yang mengikuti seminar tersebut adalah Kepala Kantor PSDKU Kampus Samarinda Ir. Riyayatsyah, M.P. Dengan mengangkat judul penelitian Perspektif Siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk Melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi,  Riyayatsyah, memfokuskan studi kasus pada siswa di SMK TI Airlangga Samarinda.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu dosen yang dituntut untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dirinya pun diwajibkan untuk melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Selain saya memiliki jabatan struktural, saya juga menjabat sebagai dosen. Dimana dosen itu harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dan itu terkait juga dengan jabatan fungsional dosen. Jadi setiap dosen yang ingin memiliki jabatan fungsional, misal dari Asisten Ahli kemudian Lektor hingga ke Profesor maka harus menjalankan Tri Dharma sesuai dengan poin yang ditentukan,” jelas Riyayatsyah.

Ia mengatakan, selain untuk pengusulan jabatan fungsional, pada hakikatnya penelitian ini sesungguhnya memiliki misi yang penting yakni agar para dosen mengetahui sejauh apa dan bagaimana kondisi pendidikan saat ini.

Adapun yang melatar belakangi dirinya melakukan penelitian tersebut, katanya, adalah karena ia melihat kini banyak anak SMK yang lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Siswa SMK sejak awal di didik untuk langsung berkarya atau bekerja, karena pendidikan yang mereka jalankan adalah pendidikan vokasi. Jadi diharapkan setelah lulus mereka bisa langsung berkarya, bekerja dan berwiraswasta,” katanya.

Namun, katanya, hanya saja yang saya lihat di SMK TI justru terbalik. “Dimana dari tiga tahun terakhir yang saya amati, yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi antara 71- 73 persen. Dan inilah yang harus diperhatikan, apa yang membuat tingginya minat siswa SMK untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara mereka sudah dibekali dengan keterampilan yang dapat menarik perhatian dunia industri,” ujarnya.

“Dan ini yang ingin saya pahami, sejauh apa dan bagaimana ini bisa terjadi. Apa yang menjadi ini terbalik. Didikan pemerintah agar mereka bisa berkarya dan berwiraswasta dan sebagainya, tetapi kenyataannya mereka cenderung lebih memilih lanjut ke perguruan tinggi,” terangnya.

Ia menyebut, seharusnya kalaupun para siswa ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, mengapa tidak sejak awal memilih untuk masuk ke SMA. “Karena disitu lebih luas, mereka bisa memilih kemana fokus yang akan mereka ambil,” sebutnya.

Dirinya menuturkan, saat ini ia sudah menyiapkan kuesioner dan penyebarannya akan dilakukan secara online. “Akhir November ini saya targetnya selesai,” katanya.

Riyayatsyah menambahkan, setelah penelitian ini selesai, ia akan melanjutkan dengan menerbitkan penelitian ini di Jurnal Nasional yang ber-International Standard Serial Number (ISSN).

“Hasil penelitian ini akan saya dapatkan tergantung dari parameter peubah yang saya amati, dimana ada tujuh, yakni potensi diri, motivasi, ekspektasi, peluang, lingkungan sosial, situasi kondisi dan institusional,” tambahnya.

Dan dari parameter peubah, tujuh variabel ini akan saya uji lagi validitasnya. Setelah ditemukan kesimpulannya, ternyata misalnya anak SMK sekarang tidak memahami bahwa SMK itu sudah dididik untuk berkarya, namun mereka memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Berarti pemahaman mereka terkait SMK itu kurang jelas. “Dan bila kurang jelas, maka berarti kita harus menyampaikan sosialisasi yang lebih mendalam lagi, baik kepada siswa dan orang tua. Bahwa harapannya bila untuk SMK itu bukan melanjutkan, tetapi berkarya,” lanjutnya.

“Sementara bila mereka ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sebaiknya sejak awal atau lulus SMP sudah harus dipikirkan apakah mereka akan melanjutkan ke tingkat SMK atau SMA,” tambahnya.

Jadi ia pun berharap, orang tua sejak awal sudah harus memiliki rencana bersama anaknya, apakah kedepan memiliki target melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung terjun ke dunia industri dan berkarya.

“Kami mengkhawatirkan sebenarnya pengarahan orang tua di rumah ternyata kurang. Karena di rumahlah tempat yang penting. Diharapkan dari penelitian ini, akan timbul kesadaran dan peningkatan pola pikir orang tua dan siswa terkait pendidikan SMA dan SMK. Dan sosialisasi informasi terkait ini sudah harus dilakukan sejak awal di SMP,” pungkasnya. (mra)

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

UM – Program Studi Informatika (S1) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia mensosialisasikan Grand Design SmartRT sebagai arah luaran atau hasil riset, baik penelitian dosen maupun skripsi mahasiswa. Luaran ini mulai diberlakukan Semester Ganjil 2020/2021. Sosialisasi ini disampaikan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T. di kelas daring Zoom, Sabtu (14/11).

“Inisiasi smartRT ini bermula dari gagasan Bapak Rektor tentang bagaimana memanfaatkan peran RT (Rukun Tetangga) pada masa pandemik Covid-19. Harapannya, dengan smartRT ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah kota untuk membantu mengelola permasalahan kota, terlebih suasana pandemi,” tutur Mundzir.

Menurutnya, ketua RT adalah sosok pemimpin sekaligus pengendali bagi suksesnya pengelolaan lingkungan sosial demi membantu kesejahteraan dan pelayanan masyarakat di wilayahnya.

“RT juga merupakan jembatan bagi masyarakat dan pemerintah, bahwa RT adalah organ daerah yang paling dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan, ide atau gagasan smartRT lahir sejak tanggal 15 Juni 2020 yang lalu, dan sempat diperkenalkan kepada Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi dalam sebuah Webinar Peran RT di masa Pandemi Covid-19, 9 Juli 2020 silam.

“Harapannya, dengan smartRT ini kita punya data sendiri dengan cara kita akan mendata langsung kepada masyarakat,” ungkap Mundzir.

Ia mengatakan, smartRT ke depan diharapkan akan berkembang seiring kebutuhan masyarakat. Modul yang tengah dikerjakan saat ini beberapa di antaranya masuk tahap pengkodean hingga pengujian, yakni Profil Penduduk, Prestasi Warga, Prestasi RT, Manula, Putus Sekolah, Gakin, e-Survey, e-Lapor, Kedatangan dan Kepindahan Warga, Kelahiran dan Kematian, Pekuburan atau Pemakaman, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan serta beberapa bidang lainnya.

Ia berharap, dosen dan mahasiswa dapat memilih salah satu di antaranya yang dapat dijadikan penelitian untuk melengkapi materi kuliah, proyek tugas akhir atau Skripsi untuk mahasiswa sehingga diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam SmartRT.

“Jadi, aplikasi apa saja bisa kita masukkan atau integrasikan ke dalam smartRT,” terangnya.

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Sosialisasi Skripsi dan Penelitian Dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Beberapa modul smarRT yang tengah dan akan dikembangkan dan ditawarkan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Beberapa modul smarRT yang tengah dan akan dikembangkan dan ditawarkan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Mulia, Sabtu (14/11). Foto: Screenshot

Sosialisasi ini mengundang antusias dan beberapa pertanyaan dari mahasiswa, misalnya, terkait kesiapan pengguna smartRT. “Misalnya, terkait pertanian ini kan penggunanya banyak yang gaptek, itu bagaimana agar bisa menggunakan smartRT?” ujar salah satu penanya.

Mundzir mengatakan bisa saja nantinya yang menggunakan aplikasi adalah pemuda atau orang yang secara teknis memiliki kemampuan teknologi dapat memberikan bantuan kepada orang yang belum mampu menggunakan aplikasi.

Dari pantauan media ini, sosialisasi diikuti lebih dari 70 orang peserta, baik dosen maupun mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyusun riset atau Skripsi. Tampil sebagai moderator Isa Rosita, S.Kom., M.Cs. selaku Sekretaris Program Studi Informatika.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika Jamal, S.Kom., M.Kom. mengatakan bahwa mahasiswa harus memperhatikan rambu-rambu dalam menyusun Skripsi. “Silakan cek kembali mata kuliah dan jumlah SKS yang sudah pernah diambil, apakah masih ada yang belum tuntas,” tutur Jamal.

Ia mengimbau mahasiswa segera melengkapi kekurangan jumlah SKS tersebut. “Dahulukan mata kuliah yang wajib, jika sudah terambil semua, baru alokasikan untuk mata kuliah pilihan,” tutupnya. (SA/PSI)

UM- LP3M Universitas Mulia kembali akan menyalurkan hibah DIPA penelitian dan pengabdian kepada masyarakat periode II tahun 2020.

Kepala LP3M Universitas Mulia melalui sekretaris LP3M Hartati menerangkan, selain berperan sebagai tenaga pengajar, para dosen juga dituntut untuk terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dimana dalam skema ini telah diatur bahwa setiap dosen harus meneliti paling tidak dalam satu semester ada satu penelitian, sehingga setahun ada dua penelitia,” kata Hartati.

Untuk itu, katanya, guna mendukung proses penelitian dan pengabdian tersebut, Universitas Mulia melalui LP3M memberikan pendanaan kepada para tenaga pengajar yang proposalnya telah dinyatakan lolos seleksi.

Dalam hibah tersebut, LP3M Universitas Mulia menyiapkan 22 kuota untuk penelitian dan 25 untuk kuota pengabdian kepada masyarakat.

“Khusus untuk kuota penelitian terbagi dalam tiga klaster, yakni 2 untuk Lektor, 5 untuk Asisten Ahli dan 15 untuk Tenaga Pengajar atau dosen,” ujarnya. “Sementara untuk pengabdian kepada masyarakat kita siapkan 25 kuota, artinya 25 dosen yang akan dibiayai oleh Universitas Mulia,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, dilakukannya pembagian klaster penelitian dikarenakan standarisasi keluaran setiap masing-masing klaster berbeda-beda. “Jadi misalnya, untuk Lektor bertanggung jawabannya atau standarisasi keluaran penelitiannya dalam bentuk prosiding internasional atau scopus. Sementara untuk Asisten Ahli harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional bereputasi. Dan Tenaga Pengajar atau dosen harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional tidak bereputasi,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk mendapatkan hibah DIPA LP3M Universitas Mulia tersebut, ada beberapa proses yang harus dilalui. Pertama, melakukan pengajuan, setelah itu akan dilakukan review oleh reviewer dari eksternal dan internal Universitas Mulia. “Untuk pihak eksternal adalah mereka yang merupakan tenaga ahli yang sesuai dengan kompetensi dari penelitian,” tuturnya.

Setelah dilakukannya review, proses selanjutnya adalah pengumuman penerima hibah. Yang kemudian dilanjutkan dengan seminar proposal oleh mereka yang lolos. “Setelah semua itu baru proses pencairan dana,” sebutnya.

Adapun proses pencairan dana tersebut, tambah Hartati juga akan melalui beberapa tahapan. “Jadi tidak langsung dilakukan 100 persen. Karena dari setiap tahapan mereka diminta untuk melakukan pelaporan kembali,” terangnya.

Ia mencontohkan, mislnya pencairan tahap satu, dilakukan setelah mereka melakukan seminar. Sementara tahap dua akan dilakukan setelah memperoleh keluaran atau hasil penelitian mereka telah terpublikasi di jurnal atau prosiding. Dan tahap ketiga atau akhir adalah laporan penuh dalam bentuk dokumen atau buku terkait penelitian maupun pengabdian yang telah dilakukan seluruhnya.

“Semua proses yang dilalui itu, mulai dari pengusulan, tahapan diterima, kemudian diseminarkan adalah pola-pola standar yang diterapkan oleh Dikti. Jadi bila kita mendapatkan hibah dari Dikti tahapan inilah yang sama persis akan dilakukan oleh para penerima. Sehingga nantinya mereka tinggal mengikuti setiap tahapan tersebut. Yang artinya ini sekaligus sebagai media latihan mereka bila mengikuti hibah dari pemerintah,” ujarnya.

Hartati menuturkan, pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen agar mempersiapkan dirinya untuk ikut serta dalam hibah – hibah yang dibiayai oleh pemerintah misalnya dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Harapan kami dosen – dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional. Karena penelitian itu bukan hanya sekedar dilakukan, dibuat laporannya dan disimpan, tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-junal atau prosiding, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil – hasil penelitian yang kami lakukan,” tambahnya.

Diketahui ini menjadi hibah pertama yang dilakukan Universitas Mulia setelah berganti nama. Diharapkan dalam hibah tahap selanjutnya dapat meningkat, baik dari jumlah kapasitas kuota maupun dari sisi jumlah finansial. (mra)

UM– Menjelang pergantian kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia, Student Technopreneur Development Center (STDC) menggelar Rapat Koordinasi bersama Pengurus UKM Universitas Mulia, Rabu (11/11).

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom. memimpin Rapat Koordinasi UKM

Dipimpin Kabiro STDC, Kerjasama dan Media Kreatif, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom rapat itu membahas persiapan Pelantikan Pengurus UKM periode 2020-2021 yang rencananya akan dilakukan pada 20 November mendatang.

Yustian menjelaskan, selain membahas persiapan pelantikan, juga dilakukan evaluasi terkait program mahasiswa, khususnya di tengah pandemi covid-19 saat ini. “Memang karena tahun ini Indonesia khususnya Balikpapan dilanda pandemi virus corona, maka tentu kegiatan mahasiswa ikut terhambat. Karena berdampak pada dihentikannya semua kegiatan, dan itu yang disampaikan oleh para pengurus,” jelas Yustian.

Namun, kata dia, saat ini kegiatan mahasiswa bisa dijalankan kembali, walau dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan. “Kita sudah sampaikan ke mahasiswa bahwa kegiatan boleh berjalan namun tetap protokol kesehatan harus diterapkan,” katanya.

Dan apabila harus mendatangkan massa yang banyak, katanya, maka pelaksanaanya harus diatur. “Yang jelas kita ingin agar kegiatan mahasiswa mulai bergerak namun tetap perlahan. Mungkin bisa dari skala kecil dengan jumlah peserta yang sedikit,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, sejauh ini hampir seluruh UKM terdampak, misalnya saja UKM Kerohanian Islam Al-Izzah yang rutin menggelar pengajian setiap Sabtu di kampus namun karena covid terpakasa harus dihentikan. “Tapi dalam waktu dekat ini mereka berencana akan kembali menggelar pengajian. Dan sama hal-nya dengan UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik yang juga rutin menggelar ibadah pada Sabtu di kampus,” terangnya.

Walau begitu, sebutnya, ada pula UKM yang masih rutin berjalan di saat pandemi, seperti UKM Olahraga, baik UKM Badminton, tenis meja dan lainnnya. “Karena dimasa pandemi ini kita tetap harus rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tidak mudah menurun disaat virus corona masih ada hingga saat ini,” katanya.

Terkait persiapan pelantikan, lanjut Yustian, saat ini para pengurus sedang melakukan pembahasan diinternal mereka masing-masing. “Mereka mulai mengumpulkan beberapa anggota UKM untuk melakukan musyawarah di internal, terkait pembahas kepengurusan dan program kedepan. Jadi pada tanggal 20 November nanti, kita tinggal melantik pengurus yang baru,” sebutnya.

Yustian mengungkapkan, untuk saat ini ada total 18 UKM di Universitas Mulia. “Yang mana 18 ini akan kita lakukan evaluasi kembali, setelah mereka menyampaikan laporannya, baik kegiatan maupun usulan di priode akan datang. Kita lihat seperti apa laporan mereka dan kendalanya seperti apa, serta solusinya dari mereka seperti apa. Hingga nanti baru akan kita putuskan apakah UKM yang telah berjalan ini dapat bisa dipertahankan. Namun harapan kita semuanya masih tetap berjalan dan dapat mengembangkan progam disetiap bidangnya,” pungkasnya. (mra)

18 Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Mulia

  • UKM Graphics Design and Animation
  • UKM Al-Izzah
  • UKM Basket
  • UKM Pramuka
  • UKM Robotika
  • UKM Mulia Smart Coding
  • UKM Tari
  • UKM Tenis Meja
  • UKM Volly Ball
  • UKM English Club
  • UKM Jurnalistik
  • UKM Paduan Suara
  • UKM Futsal
  • UKM Musik
  • UKM Badminton
  • UKM Cyber Securit
  • UKM Cinematography
  • UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen-Katolik (PMK)
Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

UM – Dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda Muhammad Yani, S.Kom. M.T.I kembali memberikan bimbingan teknis atau pelatihan pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk Guru-guru Sekolah Dasar Negeri 003 Tenggarong Kutai Kartanegara selama dua hari, Senin (2/11) dan Selasa (3/11) pekan lalu.

Di hadapan 23 orang guru yang didominasi Ibu-ibu ini, Muhammad Yani menjelaskan bagaimana memanfaatkan Google Classroom secara efektif untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring Internet. Metode ini dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Seperti diketahui, saat ini di beberapa daerah di Indonesia tengah dilanda Pandemik Covid-19. Proses KBM tatap muka di kelas lebih banyak dialihkan secara daring.

Beberapa sekolah, baik di pelosok maupun di daerah, tampak belum memiliki kesiapan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

Meski pada umumnya infrastruktur jaringan Internet saat ini dinilai cukup memadai, namun beberapa pengguna mencari cara bagaimana teknologi informasi ini dapat dimanfaatkan secara efektif di dalam mendukung PJJ.

Hal inilah yang mendorong Muhammad Yani dengan sukarela terus berupaya membimbing guru, pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik, utamanya yang berada di daerah, diberikan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi.

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Guru peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Guru peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Aktivitas Muhammad Yani memberikan Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Aktivitas Muhammad Yani memberikan Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Pelatihan ini merupakan bagian dari penerapan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian pada Masyarakat. Pada pelatihan ini, Muhammad Yani mengatakan ia memberikan pelatihan kepada guru bagaimana membuat kelas Virtual dengan Google Classroom.

“Materi yang disampaikan yaitu tentang membuat Kelas Virtual dengan Google Classroom, membuat Soal Penilaian Tengah Semester dan Akhir Semester menggunakan Google Formulir, dan Video Conference menggunakan Google Meet,” tutur Muhammad Yani.

Pasca pelatihan ini Muhammad Yani bersedia membantu apabila guru maupun peserta lainnya masih kesulitan dalam pelaksanaan KBM dengan Google Classroom.

Sementara itu, Kepala SDN 003 Tenggarong Seberang Nordiana, S.Pd. berharap bimbingan teknis ini dapat mengenalkan pada pengetahuan dan mengasah keterampilan baru bagi guru-gurunya. “Apalagi kondisi seperti saat ini, penerapan teknologi untuk kegiatan pembelajaran sangat diperlukan,” tuturnya.

Ia berharap, setelah pelatihan ini dapat langsung diterapkan oleh seluruh tenaga pendidik untuk membantu penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara daring.(SA/PSI)

Senam pagi rutin setiap akhir pekan, Sabtu 7/11) Foto: Yustian

UM – Seluruh dosen dan karyawan Universitas Mulia yang bertugas pada Sabtu pagi melaksanakan senam atau olah raga pagi, Sabtu (7/11). Selain kegiatan rutin dalam satu pekan, olah raga pagi juga dirasakan dapat membantu melancarkan sistem peredaran darah, juga untuk membina hubungan silaturahmi.

Diawali dengan doa bersama yang dipimpin Drs. Suprijadi, M.Pd., acara dilanjutkan senam pagi bersama yang dipandu oleh Kepala Keamanan Kampus Universitas Mulia Yutikno.

Meski dilakukan di bawah sinar matahari pagi hari sejak pukul 8.00 Wita selama 15 menit, namun mampu membuat peserta berkeringat basah. Hal ini yang kemudian membuat jantung berdetak lebih cepat sehingga dirasa manfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD), yakni penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Staf Ahli Rektor Ir. Herman Widjajanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen, staf, dan karyawan Universitas Mulia atas partisipasinya mengikuti senam pagi hingga selesai. Ia merasa senang dan bangga kegiatan rutin berjalan dengan semangat dan penuh kebersamaan.

Senam pagi rutin setiap akhir pekan, Sabtu (7/11) Foto: Yustian

Senam pagi rutin setiap akhir pekan, Sabtu (7/11) Foto: Yustian

Menurutnya, senam pagi dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon endorfin sehingga memicu perasaan senang, tenang, dan bahagia. Dengan senam pagi sebelum bekerja mampu meningkatkan konsentrasi. Manfaat ini sangat baik untuk menunjang pekerjaan setiap hari di pekan berikutnya. (SA/PSI)

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Wali Kota Balikpapan H. Rizal Effendi, S.E. berserta Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional bersama Rektor dan civitas academica berpusat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani BDS, Kamis (5/11).

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan manusia.

Pada kesempatan ini, Universitas Mulia berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Hijau, dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan kampus, baik oleh Wali Kota, Rektor, Kepala OPD, beserta seluruh undangan.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan mengapresiasi langkah mahasiswa menggelar kegiatan ini untuk mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

“Hari ini bukan sakadar acara seremonial, tapi esensi menjaga lingkungan dari pentingnya menyadari bahwa kita hidup dengan lingkungan yang kita pelihara,” tutur Rektor.

“Kampus kita ini akan hijau, maka ini akan dapat dinikmati, barangkali bukan oleh mahasiswa yang sekarang, tetapi 10 tahun lagi mereka akan datang dan melihat ini tanaman yang ditanam pada 5-10 tahun yang lalu,” ungkapnya.

Rektor berharap kegiatan menanam pohon tidak berhenti saat ini. “Ini sekaligus mendorong kami tidak berhenti di sini. Ayo kita menanam pohon, dibuat rimbun kampus ini karena mahasiswa suka belajar di luar gedung, apalagi saat ini dalam suasana pandemik Covid-19,” tuturnya.

Wali Kota Rizal Effendi bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat menanam pohon di belakang Kampus Cheng Ho, Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi bersama Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat menanam pohon di belakang Kampus Cheng Ho, Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Wali Kota Rizal Effendi, Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi foto bersama usai penanaman pohon. Kamis (5/11). Foto: Biro Media Kreatif

Mahasiswa bersama Rektor dan Wali Kota serta panitia usai kegiatan peringatan HAri Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kamis (5/11). foto: Biro Media Kreatif

Mahasiswa bersama Rektor dan Wali Kota serta panitia usai kegiatan peringatan HAri Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Kamis (5/11). foto: Biro Media Kreatif

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi mengatakan bahwa ia khawatir dengan kekayaan alam di Kalimantan yang bisa punah beberapa tahun mendatang. “Hutan kita ini termasuk tropica basah, sangat kaya dengan keragaman puspa dan satwa,” tutur Rizal Effendi.

“Dunia hanya ada dua, satu di Kalimantan, satu lagi di Amazon Brazil,” katanya. Ia ingin mengingatkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan saat ini perlu terus ditingkatkan.

Rizal prihatin pohon-pohon di Kalimantan hampir habis, bisa jadi 10 – 20 tahun yang akan datang masyarakat tidak memiliki hutan karena banyak ditebang untuk diambil kayunya.

“Kita larang pun orang masih membutuhkan, kalau membangun rumah tiang-tiangnya menggunakan kayu ulin, sekarang ini ulin sudah hampir punah,” terang Rizal.

Ia menyayangkan kayu ulin maupun meranti, misalnya, banyak habis ditebang, padahal untuk dapat memanfaatkan kayu tersebut dibutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, menurutnya, saat ini ada kesepakatan pemimpin dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Jadi, (berdasarkan kesepakatan tersebut) kalau kita berhasil mempertahankan kelestarian hutan yang menghasilkan udara segar, kita akan dibayar oleh negara yang merusak, (yaitu) negara-negara industri,” ungkap Rizal Effendi.

Dari jenis satwa yang ada di Kalimantan Timur, menurutnya, banyak yang sudah habis.

“Makanya Balikpapan itu mempertahankan maskotnya, Beruang Madu, itu beruang terkecil di dunia, dari 8 jenis beruang di dunia, paling kecil beruang madu,” tuturnya. Beruang Madu, lanjutnya,  dilestarikan di kilometer 23 Balikpapan.

Wali Kota juga memberikan perhatian pada pentingnya pelestarian Pesut Mahakam di Samarinda, Orang Utan yang banyak diperdagangkan dan dibunuh, serta perhatian pada satwa lainnya di Kalimantan.

Oleh karena itu, Wali Kota mengatakan menaruh hormat dan berterima kasih kepada mahasiswa yang menggelar peringatan Hari Cinta Puspa ini dengan gerakan menanam pohon.

“Saya usul ke pak Rektor, tidak ada salahnya pada mahasiswa baru dan yang diwisuda harus menyumbang satu pohon. Jadi kalau masuk Universitas Mulia salah satu kewajibannya menyumbang pohon. Kalau lulus diwisuda, tidak boleh diwisuda kalau belum menyumbang pohon,” tutur Wali Kota.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah ada kerjasama dengan salah satu Kantor Urusan Agama di Balikpapan. “Saya minta yang akan menikahkan anaknya salah satu mas kawinnya harus pohon. Waktu saya nikahkan putri saya, mas kawinnya lima pohon mangga,” tuturnya.

Wali Kota mengingatkan agar tidak hanya sekadar menanam pohon saja dan tidak disertai dengan memelihara. “Tidak boleh menanam saja, tapi harus disertai dengan memelihara. Penyakit kita kan cuman menanam saja, setelah itu diserahkan dengan alam, kalau hidup ya nasibnya, kalau mati ya sudah,” ingatnya.

Acara kemudian diikuti dengan penanaman pohon secara simbolis di belakang kampus Cheng Ho yang diikuti seluruh undangan dan civitas academica. (SA/PSI).

Drs. Suprijadi, M.Pd. saat memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

UM – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Trainer of Trainer (ToT) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Provinsi Kalimantan Timur Drs. Suprijadi, M.Pd. memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Gedung Patiunus Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Senin (2/11).

Kegiatan penyuluhan ini dalam rangka melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut dengan melaksanakan Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla). Tugas ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan geografi, demografi, dan kondisi sosial sebagai Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan Negara di laut dalam rangka mendukung Sistem Pertahanan Semesta.

Penyuluhan diikuti Waspam Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Andri Kristianto serta perwakilan dari Menwa Kewilayahan Balikpapan, Bea Cukai, Kemenkumham, Basarnas, Kasatpol PP, KSOP, DKP, Tagana, KNPI hingga Pelindo dan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan serta Para Saka Bahari binaan Lanal Balikpapan. Peserta merupakan komponen cadangan dan komponen pendukung di wilayah kerja Lanal Balikpapan.

“Sebelumnya, saya mendapat surat perintah tugas dari Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Bapak I Ketut Rasna, untuk menyampaikan Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila. Alhamdulillah berjalan aman dan lancar,” tutur Drs. Suprijadi.

Drs. Suprijadi merupakan dosen Universitas Mulia untuk mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini cukup aktif berkiprah dalam penyuluhan di bidang pertahanan dan keamanan pada masyarakat. Magister Pendidikan lulusan Universitas Mulawarman ini cukup berpengalaman dan berwawasan luas terkait Bela Negara dan Pancasila.

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Pada kesempatan ini, Pak Pri, biasa media ini menyapa, menyampaikan materi perihal Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai instrumen kunci sebagai jaminan stabilitas nasional. Apabila Pancasila digoyang, maka akan berpengaruh pada stabilitas dan keamanan Negara.

Pancasila sendiri terbukti menjadi perekat kesatuan bangsa sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dalam berkehidupan sosial di manapun berada, maupun di seluruh pelosok Indonesia.

Pasca Reformasi, nilai-nilai Pancasila disinyalir mulai makin memudar. Nilai-nilai bangsa terpengaruh menurun dan terdegradasi sehingga jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.

“Bergantinya pemerintahan Orde Baru menuju Reformasi seolah-olah meminggirkan ideologi Pancasila, masyarakat sudah tidak terlalu mengutamakan nilai nilai luhur Pancasila,” kata Pak Pri.

Kondisi tersebut kemudian dapat memicu keamanan dan mengancam stabilitas Negara.

“Dorongan People Power menjadi mendominasi, melakukan tekanan terhadap pemerintah Indonesia. Untuk itulah, diperlukan pentingnya pemahaman bahwa Pancasila merupakan ideologi yang harus dijunjung tinggi dalam bernegara dan berbangsa,” tuturnya.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta cukup antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber. Penyuluhan yang dibuka pukul 9.00 wita ini berakhir tepat pukul 11.30 wita dengan aman dan lancar. (SA/PSI)