Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menerima Tamu dari BRIN berkenaan dengan akan dilaksanakan kegiatan pelatihan membuat keju Mozarella dan permen keju yang akan dilaksanakan di Kecamatan Balikpapan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Forum UMKM Balikpapan Selatan. Senin(30/10/2023).

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si

Rektor Universitas Mulia, Dekan FEB, Dan Narasumber dari BRIN

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan, S.E., MM berserta Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim Membuka kegiatan Pelatihan berkerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kecamatan Balikpapan Selatan. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya universitas mulia bersinergi dan memberikan sumbangsih terhadap pelaku UMKM yang ada di kecamatan Balikpapan Selatan.

Dalam kegiatan ini akan dibahas pelatihan pengolahan keju Mozarella dan permen keju kepada seluruh peserta yang hadir langsung dari narasumber BRIN. Didalam pelaksanaan nya telah hadir semua anggota forum UMKM kecamatan Balikpapan Selatan . Pembina forum UMKM Balikpapan Selatan bapak Yudi menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan seperti ini akan membantu pelaku UMKM untuk memiliki ide dan kreatifitas .Kerjasama antara universitas Mulia dapat menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan instruktur-instruktur pelatiahan yang berkompeten dibidangnya.Ungkap yudi.

narasumber BRIN (pojok Kiri), Dekan FEB Universitas Mulia , Camat Balikpapan Selatan, Pembina Forum UMKM Balikpapan Selatan( pojok Kanan)

narasumber BRIN (pojok Kiri), Dekan FEB Universitas Mulia , Camat Balikpapan Selatan, Pembina Forum UMKM Balikpapan Selatan( pojok Kanan)

suasana kegiatan Pembukaan pelatihan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim menyampaikan “pelaku UMKM harus menyiapkan kwalitas dan kwantitas produk nya , mulai dari menyiapkan stok produk, menjaga kebersihan produk, pengemasan sampai ke penjualan. Harapan nya dapat mewujudkan ekonomi kreatif menjadi semakin Tangguh”. Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim juga akan mendukung kegiatan-kegiatan yang akan memiliki dampak positip bagi daerah nya dan demi pengembangan potensi UMKM di Balikpapan Selatan.

penandatanganan MOU antara Dekan FEB Universitas Mulia (Biru)dan Forum UMKM Balikpapan Selatan( Hitam)

Pada Kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MOU oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan, S.E., MM dengan Forum UMKM Balikpapan Selatan yang berhubungan dengan tridharma perguruan tinggi .

WN/Humas-UM

Perwakilan Mahasiswa Universitas Mulia mengikuti Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 tahun 2023, bertempat di Balai Kota Balikpapan, Sabtu (28/10). Foto: Istimewa

Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 Tahun 2023

UM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 Tahun 2023 dengan tema Bersama Majukan Indonesia. Dalam pesannya, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mendorong para pemuda menjadi pejuang melalui penguasaan ilmu dan teknologi yang kreatif dan inovatif, Sabtu (28/10).

Momentum HSP mengingatkan bangsa Indonesia tentang sejarah lahirnya semangat gotong royong dan jiwa patriotisme, yang dikenal dengan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Kala itu, seluruh elemen pemuda dari penjuru tanah air bersatu menebar semangat perjuangan, menyatukan visi kebangsaan, dan melahirkan komitmen kebangsaan, yakni bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

“Semangat Sumpah Pemuda harus terus digelorakan khususnya bagi generasi muda saat ini yang kelak menjadi bagian penting dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Pemuda harus menjadi pejuang melalui pengusahaan ilmu dan teknologi yang kreatif dan inovatif,” tutur Prof. Ahsin.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 tahun 2023. Foto: Media Kreatif

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai mengucapkan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 tahun 2023. Foto: Media Kreatif

Perkembangan ilmu dan teknologi serta arus informasi yang sangat cepat menjadi salah satu sebab kesenjangan penguasaan terhadap teknologi dan informasi antar generasi. Begitu pula pemanfaatan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI) telah digunakan secara masif di segala bidang.

Untuk mengimbangi percepatan perkembangan dan perubahan tersebut, Rektor Prof. Ahsin mengingatkan para pemuda untuk selalu bertanggung jawab dan cinta tanah air.

“Pengusaan ilmu dan teknologi tentunya harus diimbangi dengan semangat cinta tanah air dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” tambahnya.

Oleh karena itu, setiap pemuda diharapkan memiliki visi dan misi serta peran strategis, setidaknya untuk menyambut Indonesia Emas 2045 mendatang. Pembangunan di segala bidang akan berlari sangat cepat.

Sementara itu, beberapa perwakilan mahasiswa Universitas Mulia mengikuti peringatan HSP 2023 yang digelar Pemerintah Kota Balikpapan. Peringatan dipimpin Wali Kota Rahmad Mas’ud, bertempat di halaman Balai Kota, Sabtu (28/10).

Dalam sambutannya, Rahmad Masud mengatakan bahwa sebagai Pemuda Balikpapan harus bangkit dan maju menghadapi tantangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Para pemuda harus dibekali dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan.

“Semangat pertama, semangat kebersamaan, karena dengan bersama kita bisa maju. Kedua, semangat meningkatkan kualitas SDM, karena kalau tidak, kita akan terpinggirkan,” tutur Rahmad Masud.

Menurutnya, generasi muda saat ini sudah berpikir lebih maju. Generasi saat ini yang didominasi generasi milenial dan generasi Z dinilai lebih menguasai teknologi informasi saat ini. HSP menjadi momentum membangkitkan semangat kolaborasi memajukan negeri.

(SA/Puskomjar)

Humas UM-Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si beserta jajaran nya mengunjungi salah satu Perusahaan yang bergerak dibidang industri alat berat PT United Tractors Tbk Cabang Balikpapan , Jumat ( 27/10/2023). Kedatangan Tim dari Universitas Mulia disambut hangat oleh pihak manajemen PT. United Tractors Tbk Cabang Balikpapan.

Kunjungan kali ini bermaksud menjalin Kerjasama antara universitas Mulia dan United Tractor dibidang Tri Dharma perguruan tinggi. Rektor Universitas mulia Prof. Ahsin menyampaikan “Kerjasama dengan pihak industri sangat dibutuhkan terutama dalam pengembangan riset dan penelitian serta dapat membantu pengembangan kurikulum yang sesuai dengan bidang keilmuan yang ada di industri”.  Selain itu Prof Ahsin juga menyampaikan bahwa “ Universitas Mulia sebagai akademisi  dengan pihak perusahaan atau industry dapat saling berkolaborasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dibidang nya masing-masing.”pungkas beliau.

 

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si (kiri) , Arief Rachman Putrady selaku Branch Operation Head SOD (kanan).

PT United Tractors sendiri melalui bapak Arief Rachman Putrady selaku Branch Operation Head SOD akan turut mendukung dalam pengembangan Pendidikan serta mensupport mahasiswa magang dalam mendapatkan kopetensi yang sesuai selama melakukan magang diperusahaan United Tractors. Beliau juga menyampaikan “PT. United Tractors membuka diri terhadap mahasiswa untuk  ikut berkontribusi terhadap pengembangan industri”. Ungkap Arief.

Dengan dilaksanakan nya penandatanganan MOU antara Universitas Mulia dan PT. United Tractor ini diharapkan akan terjalin Kerjasama  yang nanti nya dapat saling bermanfaat bagi keduabelah pihak. Selain penandatangan MOU dilakukan pula penandatanganan MOA yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M untuk nantinya dapat diteruskan ke program studi. Pihak United Tractors juga berharap selain kegiatan magang dimungkinkan juga ada tindak lanjut lain yang berhungan dengan Tri dharma perguruan tinggi  dan industri sebagai salah satu inplementasi pemenuhan kurikulum Merdeka.

WN/Humas UM

Humas-UM Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T membuka kegiatan kuliah Tamu dengan tema “Gairah Jurnalistik di Kalangan Gen Z” dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) Ke 17 Koran Kaltim . sabtu (21/10/2023)

Kegiatan ini melibatkan 57 orang mahasiswa yang hadir dan dalam seminar ini menghadirkan pula dua narasumber yakni Teddy Rumengan selaku ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) kota Balikapapan dan Hendra selaku  Kepala Koran Kaltim Biro Balikpapan.

Pak hendra sudut kiri (Kabiro koran Kaltim balikpapan) narsum, Wakil pimpinan redaksi Koran Kaltim (baju putih), perwakilan dari PDAM, perwakilan dari Diskominfo, perwakilan dari telkomsel, Teddy Rumengan ketua (AJI) asosiasi Jurnalistik independen Kota balikpapan

Mundzir menyampaikan “kami berharap lebih banyak mahasiswa yang ikut andil berpartisipasi ikut dalam seminar ini. Jadi jangan berhenti hanya disini, kami berharap tahun -tahun yang akan datang atau persemester bisa dilaksanakan. Karena ini tambahan ke ilmuan yang harus dimiliki mahasiswa selain progam mahasiswa masing-masing,” bebernya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan Teddy menyampaikan materi tentang jurnalisme di era kekinian dan  kode etik jurnalistik, sementara Kepala Koran Kaltim Biro Balikpapan Hendra juga turut memberikan materi konvergensi media dan dasar -dasar jurnalistik kepada sejumlah mahasiswa.

Pak hendra kiri (Kabiro koran Kaltim balikpapan) narsum, Tengah mahasiswa dan mahasiswa UM penerima sertifikat kegiatan, sudut kanan Wakil pimpinan redaksi Koran Kaltim (baju putih).foto by @media kreatif

Kegiatan ini di sambut dengan antusias oleh semua mahasiswa yang hadir dan harapan nya kedepan akan lebih baik lagi dalam menjadi jurnalistik yang bertalenta. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat mahasiswa juga mendapat sertifikat mengikuti kegiatan Juenalistik yang diadakan oleh tim Koran Kaltim.

WN/Humas-UM

Humas Um- Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si membuka kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi fakultas Humaniora dan Kesehatan dalam rangka meningkatkan kwalitas produk Farmasi, dengan mengundang Loka POM Balikpapan dalam rangka memberikan pembinaan tertang (CPOTB) Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dan (CPKB) Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik.Jumat (20/10).

Tengah pembicara dari Loka POM apt. Gerson Pararak, S.Si., M.H , kanan Rektor UM dan Ujung Kanan Dekan Fakultas Humaniora dan kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh pembicara dari Loka POM apt. Gerson Pararak, S.Si., M.H dan membahas tentang bagaimana cara membuat obat tradisional dan pembuatan kosmetik yang baik.pembuatan obat tradisional sesuai dengan PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 25 TAHUN 2021 pasal (1) Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik yang selanjutnya disingkat CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan Obat Tradisional yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Maka dari itu perlu adanya pengawasan khusu terhadap kegiatan tersebut agar Masyarakat luas dapat menggunakan dengan aman dan sesuai standar mutu yang ada.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan Kerjasama lanjutan yang dilaksanakan oleh fakultas Humaniora dan Kesehatan dengan Loka POM dalam hal Tri DharmaPerguruan Tinggi . Dengan adanya Kerjasama ini akan mengembangkan keilmuan mahasiswa dan dosen dalam peningkatan kwalitas produk yang ada di Prodi Farmasi. Pada Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program studi farmasi fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas Mulia.

WN/ HUMAS-UM

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i menerima buku karya Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M di ruang kerjanya, Jumat (20/10). Foto: Istimewa

UM – Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menerima kedatangan dosen senior Dr. H. Sudarmo, S.H., M.M di ruang kerjanya, Jumat (20/10) sore. Dalam pertemuan tersebut, Rektor diperkenalkan buku baru karangan Dr. Sudarmo yang telah selesai cetak dan siap didistribusikan untuk keperluan pendidikan dan praktisi.

“Hari ini di ruang Rektor saya kedatangan salah seorang dosen bernama Ass. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H, M.M memperkenalkan buku barunya. Beliau dosen senior yang sekarang berumur 65 tahun,” tutur Prof. Ahsin.

Menurutnya, di usia tersebut banyak dijumpai dosen yang justru bersiap memasuki masa pensiun dan berhenti berkarya.

“Tidak bagi Pak Sudarmo. Beliau pada tahun ini bahkan mampu menghasilkan dua buah buku yang bermutu, yang telah terbit dan dapat menjadi bahan referensi bagi dunia pendidikan dan praktisi,” tutur Prof. Ahsin.

Apa yang telah dilakukan Dr. Sudarmo, lanjut Prof. Ahsin, berharap dapat menginspirasi dosen-dosen lainnya untuk segera menerbitkan buku atau karya akademik lainnya.

“Bagi saya, Beliau adalah inspirator bagi dosen Universitas Mulia. Terbukti, usia tidak menghalangi seseorang untuk terus produktif berinovasi dan menghasilkan karya-karya besar,” tuturnya.

Dirinya pun berdoa agar dosen-dosen senior yang telah mamasuki usia lanjut diberikan umur yang panjang dan selalu dalam kesehatan yang baik.

“Saya doakan, semoga Beliau sehat selalu dan diberi umur panjang serta usulan Guru Besarnya dapat segera terwujud. Aamiin ya rabbal alamin,” harapnya.

Sementara itu, ketika ditemui media ini, Dr. Sudarmo mengatakan bahwa dirinya tahun ini telah menyelesaikan dua buah buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Buku Manajemen Kinerja dan Kompensasi, Konsep Dasar Manajemen Kinerja pada Organisasi Berorientasi Profit dan Non Profit.

Kedua buku tersebut diterbitkan oleh CV. Saba Jaya Publisher, Jalan Proklamasi Kp. Krajan RT.004 RW.004, Kel. Tanjungmekar, Kec. Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Telepon dan Whatsapp 081347856210.

Manajemen SDM merupakan disiplin yang membahas pengelolaan aset manusia dalam suatu organisasi. Ini mencakup berbagai praktik dan strategi untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi, dan memelihara karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.

Dalam dunia bisnis saat ini, manajemen SDM punya peran kritis dalam merancang lingkungan kerja yang produktif, merancang kebijakan yang adil, dan memastikan kolaborasi yang efektif di antara karyawan.

Dua buah buku karya Dr. Sudarmo yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Buku Manajemen Kinerja dan Kompensasi, Konsep Dasar Manajemen Kinerja pada Organisasi Berorientasi Profit dan Non Profit.

Dua buah buku karya Dr. Sudarmo yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Buku Manajemen Kinerja dan Kompensasi, Konsep Dasar Manajemen Kinerja pada Organisasi Berorientasi Profit dan Non Profit.

Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ini menjelaskan bagaimana manajemen SDM melibatkan serangkaian tugas, mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, rekrutmen, dan seleksi karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Kemudian, fokus beralih pada pengembangan karyawan melalui pelatihan, penilaian kinerja dan pengembangan karir, manajemen konflik, kesejahteraan karyawan serta manajemen kompensasi dan benefit juga menjadi bagian penting dalam mendukung kebahagiaan kesejahteraan karyawan.

“Manajemen SDM bukan hanya tentang mengelola aspek administratif, tetapi juga melibatkan pengembangan budaya organisasi yang inklusif, berinovasi, dan mempromosikan keadilan,” kata Dr. Sudarmo.

Menurutnya, manajemen SDM yang efektif membutuhkan kolaborasi antara berbagai departemen organisasi dan melibatkan kepemimpinan yang peduli terhadap karyawan.

Sedangkan buku yang berjudul Manajemen Kinerja Dan Kompensasi Konsep Dasar Manajemen Kinerja Pada Organisasi Berorientasi Profit Dan Nonprofit merupakan panduan komprehensif yang menggali esensi dan pentingnya manajemen kinerja dan kompensasi dalam konteks organisasi berorientasi profit dan non-profit.

“Dalam dunia yang terus berubah, pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mengelola kinerja karyawan dan memastikan kompensasi yang adil adalah kunci untuk mencapai keberhasilan jangka panjang,” tutur Dr. Sudarmo.

Di buku tersebut juga dijelaskan konsep dasar manajemen kinerja, termasuk evaluasi kinerja, pengembangan karyawan, dan budaya organisasi.

“Pembaca diharapkan akan memahami bagaimana manajemen kinerja yang efektif dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, terlepas dari jenisnya, apakah itu organisasi yang mencari laba atau yang berfokus pada misi sosial,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Suasana seminar SNITT 2023 offline di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Istimewa

UM – Dosen Program Studi S1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer mendapat penghargaan dari Politeknik Negeri Balikpapan sebagai Best Presenter III. Penghargaan diberikan usai mempresentasikan makalahnya pada Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT), Rabu (18/10).

Hal ini dikonfirmasi oleh salah seorang panitia, Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom yang datang ke Kampus Universitas Mulia dan bertemu Kaprodi S1 Informatika M. Safii, S.Kom., M.Kom di ruang kerjanya. Danar memberikan Sertifikat Penghargaan Best Presenter III kepada Subur Anugerah, S.T., M.Eng dan disaksikan M. Safii dan staf.

“Di akhir seminar diumumkan tiga orang Best Presenter, Pak Subur Best Presenter III, satu-satunya dari seluruh peserta daring. Saat seremoni, pemberian sertifikat diwakili panitia di lokasi kegiatan. Dua orang Best Presenter dari peserta luring,” tutur Danar.

Menurut Danar, pemilihan Best Presenter berdasarkan penilaian dengan kriteria antara lain ketepatan waktu, penampilan, dan konten atau isi makalah.

Danar berharap ke depan semoga menjadi pemakalah tetap SNITT. Untuk peserta yang terpilih sebagai Best Presenter, makalahnya akan dimasukkan ke dalam jurnal Sinta 4 Poltekba secara gratis.

“Terus berkarya dan memberikan kontribusi yang positif di bidang akademik. Ditunggu tulisan-tulisan bermanfaat selanjutnya,” harap Danar Retno Sari.

Dikonfirmasi hal tersebut, Subur mengatakan dirinya mempresentasikan makalah yang berjudul Perancangan Dashboard Visualisasi Data Komoditas Pasar Balikpapan dengan Tableau.

Ia tertarik menulis visualisasi data lantaran melihat banyak sekali data dan grafik yang melimpah, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pembelajaran, seperti untuk riset data sains, data warehouse, visualisasi data, atau data mining.

Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT) 2023 yang diselenggarakan Poltekba daring dan luring, bertempat di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Tangkapan layar daring

Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Terapan (SNITT) 2023 yang diselenggarakan Poltekba daring dan luring, bertempat di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (18/10). Foto: Tangkapan layar daring

Makalah Subur Anugerah yang dipresentasikan di Room Online 1 SNITT 2023. Foto: Tangkapan layar daring

Makalah Subur Anugerah yang dipresentasikan di Room Online 1 SNITT 2023. Foto: Tangkapan layar daring

Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom saat menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Subur Anugerah sebagai Best Presenter III pemakalah SNITT 2023 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Balikpapan, disaksikan Kaprodi Informatika M Safii, Kamis (19/10). Foto: dok. Puskomjar

Danar Retno Sari, S.Kom., M.Kom saat menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Subur Anugerah sebagai Best Presenter III pemakalah SNITT 2023 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Balikpapan, disaksikan Kaprodi Informatika M Safii, Kamis (19/10). Foto: dok. Puskomjar

Sertifikat Penghargaan sebagai Best Presenter III SNITT 2023 Polteknik Negeri Balikpapan. Foto: dok. Puskomjar

Sertifikat Penghargaan sebagai Best Presenter III SNITT 2023 Polteknik Negeri Balikpapan. Foto: dok. Puskomjar

“Makalah ini sebenarnya hasil dari pembelajaran di kelas semester sebelumnya. Kebetulan Pak Rusli, Rektor saat itu menugasi saya menulis buku. Saya juga ditugasi Kaprodi Teknologi Informasi Pak Djumhadi mengajar Manajemen Big Data,” tutur Subur.

Ibarat botol bertemu dengan tutupnya, lanjutnya, maka dirinya mengaku tertarik untuk menulis teori pembelajarannya di kelas ke dalam bentuk buku atau karya tulis ilmiah.

“Kalau hanya dipikir-pikir saja, tidak ada waktu mengerjakan sih ya. Rasanya sibuk terus 24 jam 7 hari dalam seminggu. Untuk itu, saya harus fokus, buat prioritas, segera menulisnya sebelum keburu lupa atau tertinggal,” tuturnya.

Seminar ini diikuti 55 makalah dari sejumlah peserta, baik yang berprofesi sebagai praktisi, peneliti, dosen, maupun mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Seminar diselenggarakan luring, yang bertempat di Hotel Platinum Balikpapan maupun daring dengan aplikasi Zoom.

Seminar yang memiliki tema Sinergi Pendidikan Vokasi Dan Industri Dalam Mewujudkan Kota Cerdas Melalui Teknologi Berkelanjutan ini sangat menarik dan relevan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini.

Seminar dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Provinsi Kalimantan Timur Surasa, S.Pd., M.Si.

Narasumber pertama Beny Bandanadjaja, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek. Benny mempresentasikan Membangun Kota Cerdas yang Beradab dan Beretika. Ia membekali generasi milenial dan generasi Z bagaimana mempersiapkan diri menyambut kota cerdas IKN.

Narasumber berikutnya, Tony D. Susanto, Ph.D, dosen Program Studi S3 Sistem Informasi ITS Surabaya. Tony mempresentasikan materi tentang Memahami Konsep Kota Cerdas dan Rekomendasi Smart City IKN.

Narasumber ketiga, Direktur PT. Position Partners Indonesia Bayu Murtiyoso. Bayu memperkenalkan perusahaannya yang memiliki berbagai macam keahlian seperti surveyor, engineer, teknisi, dan konsultan. Selain di Indonesia, perusahaannya juga memberikan layanan di Asia Tenggara, Australia, dan New Zealand.

Di akhir presentasinya, Bayu berdasarkan pengalamannya, ia mengajak berbagai pihak untuk mengatasi kekurangan Sumberdaya Manusia (SDM) dalam pembangunan IKN.

“Soal SDM kita? Asal mau belajar, bisa. Ini soal kemauan saja, bukan soal kepintaran. Kemudian, di dalam bekerja kami tekankan kepada tim kami adalah jujur dan disiplin, itu akan menghasilkan kualitas,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Humas UM-LPPM Universitas Mulia mengadakan kegiatan pelatihan penulisan Proposal Hibah matching fund Kedaireka dari Kemendikbud RI dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si . Selasa (17/10). Narasumber tamu yang hadir adalah ibu Paula Mariana Kustiawan, PH.D dari Universitas Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Dalam kegiatan ini Rektor Universitas Mulia Prof. Ahsin Menyampaikan “tugas dosen salah satunya adalah mampu mengikuti hibah penelitian yang keluaran nya bisa berupa jurnal yang terpublish nasional dan internasional” . Dengan dosen aktif dalam kegiatan hibah maka akan juga dapat meningkatkan kwalitas SDM yang ada di perguruan tinggi yang akan berimbas pula pada penilaian akreditasi perguruan tinggi dan untuk mewujudkan nya maka dosen dalam hal ini dapat mulai mengajukan proposal hibah yang diselenggarakan serta untuk membuat proposal ini bukan hanya kemauan saja tapi juga progress yang berkala.terang Prof. Ahsin.

Foto Bersama Rektor Universitas Mulia beserta seluruh peserta kegiatan penyusunan proposal Kedaireka Matching Fund 2024. Foto by Media Kreatif

Kedaireka adalah solusi terkini dalam mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi mitra untuk kemajuan bangsa Indonesia, yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI.Dalam hal ini ibu Paula Mariana Kustiawan, PH.D menerangkan tentang hal yang paling penting sebelum melakukan penyusunan Proposal yakni dosen sebagai ketua pengusul harus mulai membuat road map penelitian agar sejalan dengan keilmuan dosen serta sesuai dengan keilmuan dalam pengajuan proposal Matching fund dalam Kedaireka. Selain itu harus selalu menjalin kedekatan dengan mitra secara berkelanjutan.

Selain dapat melakukan pengajuan proposan Maching Fund Dosen atau pengusul juga dapat melakukan akselerasi reka cipta perguruan tinggi. Kedaireka juga dapat menjadi terobosan yang digagas oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi ( Ditjen Dikti) sebagai tempat bertemunya perguruan tinggi dan dunia Industri untuk dapat saling berkolaborasi menciptakan beragam inovasi demi bersama dan kepentingan masyarakat luas.

WN/Humas-UM

Humas UM – Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si bersama jajaran mengunjungi Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 .Senin ( 16 / 10).Pada kesempatan ini Rektor Universitas Mulia Bersama Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Marjoni Rachman, M.Si melakukan penandatangan MOU antar perguruan tinggi.

sebelah kiri atas Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.dan Dr. Marjoni Rachman, M.Si dan sebelah kiri bawah Dr. Ivan Armawan, M.M. dan Dr. Imam Latif, M.Si.

Prof. Muhammad Ahsin berharap dengan adanya kerja sama antar kedua belah pihak dapat saling berkolaborasi dalam kegiatan Tridharma perguruan tinggi. Terutama dapat saling berkolaboratif dalam kegiatan penelitian serta karya ilmiah antara universitas mulia dan universitas 17 Agustus 1945.

Tri Dharma perguruan tinggi adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi antara lain terdiri dari Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada Masyarakat . kegiatan Tridharma harus dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika yang ada diperguruan tinggi , termasuk mahasiswa dan dosen . Selain itu  tridharma perguruan tinggi telah diperkuat oleh undang-undang Nomor 20 tahun 2003 mengenai system pendidikan nasional.

sebelah kiri Rektor Universitas Mulia beserta jajaran nya sebelah kanan rektor Untag 1945 beserta jajaran nya

Selain Penandatanganan MOU oleh masing-masing rektor . terdapat juga penandatangan  Kerjasama MOA antara Dekan  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan, M.M. dan Dr. Imam Latif, M.Si.Dekan Untag 1945 Samarinda.Dalam Kerjasama ini kedua belah pihak bersepakat untuk  saling berkolaborasi dalam kegiatan Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada Masyarakat.Terutama dalam Penyelenggaraan Publikasi dan diseminasi atau Narasumber,Penyelenggaraan MBKM dan kegiatan lain yang terdapat pada dokumen Kerjasama dalam masa waktu perjanjian 5 tahun.

WN (Humas UM)

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin dan Lurah Sesumpu Kab. PPU Amirullah, S.E menunjukkan Surat Perjanjian Kerja Sama, bertempat di Kantor Kel. Sesumpu, Kamis (12/10)., disaksikan pejabat terkait. Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si bersama jajaran mengunjungi Kel. Sesumpu, Kec. Penajam, Kab. Penajam Paser Utara, Kamis (12/10). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahsin dan Lurah Sesumpu Amirullah, S.E menandatangani Perjanjian Kerja Sama.

“Universitas Mulia sebagai sebuah perguruan tinggi selain menjalankan fungsi pendidikan dan riset inovatif sesuai Roadmap dan visi misi, juga secara rutin aktif melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik dilakukan secara personal oleh dosen, maupun secara melembaga oleh institusi,” tutur Prof. Ahsin.

Rektor terus mendorong agar Universitas Mulia terus mencoba menjadi sebuah menara air untuk mengalirkan hasil-hasil riset inovatif kepada masyarakat dan dunia industri.

“Berupaya untuk tidak menjadi menara gading yang masa bodoh dan tidak memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan sesuai program kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) adalah menjadikan satu atau beberapa desa dalam satu kawasan atau wilayah sebagai desa binaan.

“Dengan adanya desa binaan, Kami mengidentifikasi dan memetakan berbagai permasalahan mendasar masyarakat, kemudian memberikan alternatif solusi dari hasil kajian berbagai disiplin ilmu yang ada di Universitas Mulia,” tutur Rektor.

Rektor Prof. Ahsin bersama jajaran berfoto bersama Lurah Sesumpu dan pejabat setempat.Foto: Istimewa

Rektor Prof. Ahsin bersama jajaran berfoto bersama Lurah Sesumpu dan pejabat setempat.Foto: Istimewa

Setelah itu, lanjutnya, Universitas Mulia akan melakukan pembinaan dan pendampingan terintegrasi antar disiplin ilmu secara komprehensif dan berkelanjutan dalam berbagai bentuk kegiatan.

“Bentuk kegiatannya bisa berupa pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan lain sebagainya yang berbasis potensi daerah dan kearifan lokal,” ungkap Prof. Ahsin.

Sesumpu memiliki luas ± 616,72 hektare. Letaknya berada di sebelah timur berbatasan dengan Teluk Balikpapan, sebelah barat berbatasan dengan Sungai Penajam dan Kelurahan Saloloang/Lawe-Lawe.

Dari Kecamatan Penajam, Sesumpu hanya berjarak ±12,9 km dengan jarak tempuh sekitar 40 menit. Dari Titik Nol IKN Nusantara hanya berjarak ± 61,8 km.

Manurutnya, dipilihnya Sesumpu mengingat menyimpan potensi yang besar dan menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kelurahan ini memiliki potensi laut berhadapan langsung dengan Teluk Balikpapan dan Sungai Penajam sehingga sangat banyak ditemukan areal pertambakan ikan dan udang dengan luas mencapai 145 hektare,” tutur pakar di bidang Perikanan dan Kelautan ini.

Ia menambahkan, pada bagian daratan terdapat tanah kering, tanah basah, dan areal perkebunan yang cukup luas. “Di tepi pantai dan sungai ditemukan kawasan hutan mangrove yang mencapai 46 hektare,” ungkapnya.

Penduduknya banyak yang menjadi petambak, nelayan, peternakan, perkebunan, dan petani sawah. Sisanya pegawai negeri sipil, karyawan swasta, montir, pelajar, dan ibu rumah tangga. Suku mayoritas adalah Bugis Makassar, disusul suku Jawa, Banjar, Buton, dan Pasir.

Ia kemudian menceritakan bagaimana perjalanan dari Balikpapan menuju Kel. Sesumpu di PPU.

“Selama perjalanan menuju Sesumpu, Kami membayangkan akan berkunjung ke sebuah kelurahan, bukan sebuah desa terpencil. Namun, bayangan Kami tidak sesuai kenyataan,” tuturnya.

Menurutnya, Sesumpu seperti menyimpan ironi. Di satu sisi menjadi penyangga IKN, di sisi yang lain tidak memiliki infrastruktur yang memadai, akses jalan yang tidak mulus, sulit mendapatkan air bersih dan listrik serta sulit akses komunikasi.

“Pembangunan IKN semestinya menjadi potensi besar yang harus kita ambil dan disiapkan dari sekarang untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat dan bentuk dukungan Kabupaten PPU terhadap kelangsungan IKN,” ujar Prof. Ahsin.

Oleh karena itu, dirinya berharap Sesumpu mampu menjadi bagian penyangga IKN sesuai potensi yang dimilikinya.

“Sesumpu sebaiknya menjadi salah satu kelurahan pemasok pangan, menjadi pemasok ikan dari hasil budidaya tambak dan tangkapan nelayan untuk IKN,” harapnya.

Ia berharap, kelak Sesumpu akan menjadi sentra budi daya kepiting dan ikan dengan memanfaatkan tambak yang cukup luas. “Saat ini belum dikelola secara optimal,” tuturnya.

Jika kajian teknis yang akan dilakukannya telah dinyatakan memenuhi syarat, maka ada baiknya Sesumpu membangun tempat pendaratan ikan (TPI) dan pusat pelelangan ikan (PPI).

“Selain itu, kebutuhan beras dan daging sapi dapat juga dipasok dari hasil padi sawah dan peternakan sapi,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurutnya, Sesumpu menyimpan potensi lahan sawah dan tanah kering yang luas. Dengan begitu, kelurahan ini diharapkan bisa menjadi sentra produksi beras dari sawah dan daging sapi dari hasil peternakan rakyat.

“Bahkan, untuk kebutuhan relaksasi khususnya warga IKN dan masyarakat Kalimantan Timur, Kelurahan Sesumpu dapat menjadi salah satu destinasi wisata alam dengan pengembangan kawasan mangrove dan pantai menjadi ekowisata yang menarik dan menyenangkan,” terangnya.

Oleh karena itu, Prof. Ahsin mendorong pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan perhatian khusus kepada Sesumpu dengan memperkuat sistem pemerintahan, infrastruktur, transportasi, komunikasi, dan sumber daya manusia.

Dirinya berharap gagasan ini menjadi pemantik bagi pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mendiskusikan, merencanakan, dan menyusun program-program prioritas agar Kelurahan Sesumpu kelak dapat menjadi salah satu kelurahan penyangga utama IKN.

“Mari, seluruh sivitas akademika Universitas Mulia siap berperan serta dan berkolaborasi mewujudkan impian tersebut. Amiin Allahumma Aamiin.” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)