Selamat dan Sukses atas Pelantikan
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Periode 2025-2030
Kami Segenap Civitas Akademika Universitas Mulia mengucapkan selamat kepada Dr. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. dan Seno Aji, S.H. atas pelantikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2025-2030.

Karangan bunga ucapan selamat dari Universitas Mulia untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai apresiasi atas amanah yang diemban untuk memimpin daerah.

Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi untuk memajukan Kalimantan Timur menuju kesejahteraan dan kemajuan yang lebih baik.
Selamat mengemban tugas, semoga selalu diberi kemudahan, kekuatan, dan keberkahan dalam membangun daerah serta mewujudkan visi dan misi untuk masyarakat Kalimantan Timur.
Salam hormat,
Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.
Rektor Universitas Mulia

Flayer ucapan selamat dari Rektor Universitas Mulia kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai wujud harapan atas kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.

Rektor dan Seluruh Civitas Akademika Universitas Mulia mengucapkan Selamat dan Sukses atas pelantikan H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. dan Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., sebagai Wali Kota Balikpapan dan Wakil Wali Kota Balikpapan Periode 2025 – 2030.

Karangan bunga ucapan selamat dari Universitas Mulia untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, sebagai bentuk dukungan dan harapan atas kepemimpinan yang baru.

Flayer ucapan selamat dari Rektor Universitas Mulia kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, menandai sinergi dan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur

UM – Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengembangkan alat penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Lamaru.

Inovasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan air dalam pertanian serta meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga.

Namun, Ketua Tim Muhammad As’ad Durrofiqi mengatakan, timnya menghadapi tantangan teknis maupun non-teknis di lapangan. Tim dituntut kreatif dan bekerjasama dalam mencari solusi.

Menurutnya, di lokasi KKN, ia mengidentifikasi beberapa tantangan yang sekaligus dicari solusinya. Tantangan tersebut antara lain jaringan internet yang tidak stabil. Padahal, alat IoT ini nantinya sangat bergantung pada jaringan Internet yang baik.

Kedua, lanjutnya, kurangnya pemahaman masyarakat yang menurutnya masih kurang dalam hal teknologi. Ia bersama timnya membuat panduan sekaligus sosialisasi pelatihan secara langsung.

Ketiga, kendala teknis saat perakitan dan pemasangan (instalasi). Kendala itu berupa kekurangan komponen IoT, seperti sensor cuaca yang tersedia di lokasi. Ia dan timnya pun mencari bahan lokal sebagai salah satu alternatif.

Ia bersama timnya mencoba mengembangkan alat penyiram otomatis tersebut dengan beberapa langkah. Di antaranya adalah, pertama, melakukan survei dan analisis kebutuhan.

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN sedang mencari solusi IoT untuk Pertanian di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Mahasiswa KKN sedang mencari solusi IoT untuk Pertanian di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Senin (17/2). Foto: Istimewa

Setelah itu, ia dan timnya melakukan perancangan alat berbasis kelembaban tanah yang dapat mengatur penyiraman air secara otomatis.

Setelah melakukan implementasi, ia dan timnya melakukan pemasangan dan uji coba. Setelah alat dinyatakan bekerja dengan baik, maka ia bersama timnya melakukan sosialisasi dan pelatihan.

Durrofiqi mengatakan, proyek ini menjadi tantangan besar bagi timnya lantaran harus mengintegrasikan teknologi IoT dengan kondisi lapangan yang belum sepenuhnya mendukung.

“Kami harus berpikir kreatif dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Namun, justru dari keterbatasan inilah kami mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia juga merasa bangga melihat antusiasme masyarakat setelah memahami manfaat sistem ini.

“Melihat warga mulai memahami dan menggunakan teknologi ini dengan baik adalah pencapaian terbesar bagi kami,” tambahnya.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia berharap program ini membawa dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Lamaru.

Dengan adanya sistem penyiraman otomatis berbasis IoT, para petani kini dapat menghemat waktu, tenaga, dan penggunaan air, sekaligus meningkatkan hasil pertanian secara lebih efisien.

(SA/Kontributor)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Ivan Armawan di sela Bimtek penyusunan MUK LSP, Selasa (11/2). Foto: SA/Kontributor

Bimtek MUK LSP Tingkatkan Kualitas Lulusan Universitas Mulia

UM – Universitas Mulia terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memacu sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa lewat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia Dr. Ivan Armawan mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyusun Materi Uji Kompetensi (MUK) LSP untuk usulan skema sertifikasi profesi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Hal ini dikatakan di sela mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan MUK LSP dengan narasumber Dr. Mada Aditya Wardhana, diikuti 32 dosen Universitas Mulia pada hari kedua, bertempat di Ruang Eksekutif, Selasa (11/2).

Poin pentingnya adalah bagaimana kita membekali mahasiswa agar ketika lulus nanti, mereka memiliki sertifikat keahlian yang diakui secara nasional melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” ujar Ivan Armawan.

Ivan mengatakan, bersama timnya, tengah mengembangkan tiga skema sertifikasi utama, antara lain skema Analis Pemasaran, skema Manajemen Sumber Daya Manusia untuk kualifikasi level 3 dan 4, dan skema Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajerial, dan Informasi Pajak.

Menurut Ivan Armawan, sertifikasi kompetensi ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, tetapi juga bagi mereka yang ingin berwirausaha atau menjadi Entrepreneur.

“Skema pemasaran, misalnya, itu sangat relevan bagi mahasiswa yang ingin memulai bisnis sendiri. Mereka akan dibekali dengan pengetahuan tentang riset pasar, analisis kompetitor, dan strategi branding yang efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa Universitas Mulia juga akan membuka kesempatan bagi para alumni untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

Bagi alumni yang sudah lulus dan ingin mendapatkan sertifikasi, kami tetap membuka pintu. Tentunya, ada mekanisme dan biaya tersendiri yang perlu diperhatikan,” tambahnya.

Proses sertifikasi kompetensi nantinya akan berlangsung di Universitas Mulia yang dapat dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur pendidikan formal, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), dan asesmen mandiri. Setiap jalur memiliki persyaratan dan mekanisme yang berbeda.

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: SA/Kontributor

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: SA/Kontributor

Sementara itu, ditemui terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom mengatakan, memasuki hari kedua ini tim dari fakultas telah berhasil menyusun usulan 18 skema sertifikasi.

Delapan belas,” katanya singkat, ketika ditanya berapa jumlah usulan skema yang tengah diajukan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah skema ini akan bertambah seiring dengan perkembangan selanjutnya.

Dengan demikian, Fakultas Ilmu Komputer akan memiliki lebih banyak skema sertifikasi kompetensi yang diharapkan akan menguntungkan mahasiswa untuk menentukan pilihan sesuai dengan yang diminati.

Menurutnya, melalui sertifikasi kompetensi, ia berharap mahasiswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan  di bidang teknologi informasi yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan industri.

Lewat sertifikasi ini diharapkan akan memberdayakan lulusan dengan memberikan bukti konkret atas kompetensi yang dimiliki, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing mereka di pasar kerja,” tuturnya.

Ia berharap, dengan menjalani proses sertifikasi, mahasiswa akan terbuka wawasan tentang standar kompetensi yang berlaku di industri, sehingga lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Sertifikasi kompetensi diharapkan akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi karir mereka di masa depan.

Dengan memacu sertifikasi kompetensi, Universitas Mulia berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, dan siap bersaing di era industri yang dinamis. Upaya ini diharapkan berkontribusi positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

(SA/Kontributor)

Suasana Bimbingan Teknis penyusunan MUK LSP Universitas Mulia di Ruang Eksekutif, Senin (10/2/2025). Foto: Vio/Media Kreatif

Peran Strategis LSP dalam Menjawab Kebutuhan Industri

UM – Sebanyak 32 dosen dari berbagai program studi menjadi peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Universitas Mulia, Senin (10/2/2025).

Bimtek yang digelar selama tiga hari ini berlangsung di Ruang Eksekutif Kampus Utama Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan. Narasumber utama Mada Aditya Wardhana, selaku Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Mulia.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam menyusun MUK yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di era global.

Dalam paparannya, Mada menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagai solusi strategis meningkatkan daya saing lulusan dan pekerja di era global.

Mada membuka sesi dengan menjelaskan posisi strategis sertifikat kompetensi dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan.

Dalam paparannya, Mada Aditya Wardhana menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ia bahkan menyebut sertifikasi kompetensi sebagai “mata uang” di pasar kerja internasional.

Sertifikasi kompetensi itu seperti mata uang yang mudah dikonversi di berbagai negara. Lebih mudah daripada mengkonversi ijazah, karena ijazah hanya diakui di negara di mana lembaga pendidikannya berada,” ujarnya.

Mada menjelaskan, sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memiliki kedudukan yang setara dengan ijazah. Hal ini sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang mengakui pengalaman kerja sebagai salah satu jalur untuk mencapai kompetensi.

Jangan sampai kita menyebut sertifikat BNSP itu sebagai SKPI. Sertifikat BNSP itu setara dengan ijazah. SKPI itu hanya surat keterangan,” tegasnya.

Lantaran sertifikat kompetensi setara dengan ijazah, Mada mengatakan apabila ditemukan penyelewengan dalam penerbitannya, dampaknya sangat serius seperti memalsukan ijazah.

Ia mengingatkan peserta untuk memandang sertifikasi sebagai proses yang etis dan akuntabel, mengingat sertifikat BNSP dilengkapi fitur keamanan seperti hologram, barcode, dan nomor seri yang terintegrasi dengan database nasional.

Kepala LSP Universitas Mulia Mada Aditya Wardhana. Foto: Vio/Media Kreatif

Kepala LSP Universitas Mulia Mada Aditya Wardhana. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ilmu Komputer tampak menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ilmu Komputer tampak menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Kelompok dosen Farmasi tengah menyusun dokumen MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Kelompok dosen Farmasi tengah menyusun dokumen MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusun MUK LSP. Foto: Vio/Media Kreatif

Mada mendorong para dosen memanfaatkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) sebagai acuan dalam menyusun kurikulum dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester).

Menurutnya, SKKNI dapat menjadi SOP (Standard Operating Procedure) di industri, MUK dalam sertifikasi, dan kurikulum berbasis kompetensi di pendidikan formal.

Apa yang diajarkan? Unit kompetensi. Apa yang disertifikasi? Unit kompetensi. Apa yang dilakukan di dunia kerja? Unit kompetensi,” tandas Mada.

Mada menekankan perlunya integrasi KKNI dalam penyusunan MUK. Menurutnya, KKNI tidak hanya menjadi acuan kurikulum, tetapi juga peta karir berbasis level kualifikasi (1-9) yang harus selaras dengan kebutuhan industri.

Di industri, kenaikan jabatan harus linier sesuai rumpun kompetensi. Misal, dari marketing ke keuangan itu tidak mungkin. Ini harus tercermin dalam skema sertifikasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan kode okupasi internasional (misal: 2419 untuk Asesor Kompetensi) yang memudahkan rekognisi sertifikat di luar negeri.

Dalam Bimtek ini, seluruh peserta diajak menyusun MUK dengan memetakan tiga jalur pembelajaran, yakni jalur formal, pelatihan kerja, dan pengalaman kerja.

Multi entry multi exit system memungkinkan mahasiswa keluar masuk sesuai capaian pembelajaran. Jika putus studi, mereka tetap punya sertifikat kompetensi untuk bekerja,” ujarnya.

Peluang dan Tantangan LSP di Era Industri 5.0

Mada menyoroti pesatnya pertumbuhan LSP di sektor industri, seperti Pupuk Kaltim, FORNAS, dan PAMA. Ia mendorong perguruan tinggi untuk tidak ketinggalan dalam menyusun skema sertifikasi berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).

Industri sudah mulai banyak memiliki LSP. Jika kampus tidak segera beradaptasi, lulusan kita akan kalah saing,” tandasnya.

Ia juga mengkritisi prodi seperti Hukum dan PAUD yang belum memiliki skema sertifikasi kuat serta mendorong asosiasi profesi untuk mengambil peran.

Di akhir sesi, Mada berpesan agar peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk menyusun MUK yang terstruktur, relevan, dan berorientasi masa depan.

Bekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi sejak dini. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita agar mereka siap kerja, bahkan jika tidak menyelesaikan studi,” tuturnya.

Ia juga mengajak dosen mengadopsi SKKNI dalam penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). “Dengan merujuk SKKNI, tugas-tugas perkuliahan bisa langsung selaras dengan unit kompetensi yang diuji di industri,” tambahnya.

Bimtek ini tidak hanya memperkuat kapasitas dosen dalam penyusunan MUK, tetapi juga menjadi momentum transformasi pendidikan tinggi yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Melalui integrasi KKNI, sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik, pelatihan, dan industri. Di hari pertama pelaksanaan Bimtek MUK ini berhasil terkumpul usulan 21 skema sertifikasi kompetensi.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 13 Februari 2025 – Universitas Mulia menyelenggaraan Mulia Expose 2025, acara pembuka Pekan Olahraga dan Seni pertama yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Bertempat di Ballroom Cheng Ho pada Jumat, 24 Januari 2025, acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan mahasiswa, pelajar SMA/SMK se-Balikpapan, serta masyarakat umum.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, menyampaikan sambutan dalam pembukaan Mulia Expose 2025 di Ballroom Cheng Ho

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor 1, 2, dan 3, para dekan fakultas, serta tim marketing Universitas Mulia. Kehadiran para pemimpin akademik ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang non-akademik.

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung Widayanto, memberikan sambutan pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni.

Ketua BEM Universitas Mulia Agung Widayanto menegaskan bahwa Mulia Expose bukan sekadar seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan suasana kampus yang dinamis, di mana mahasiswa bisa menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga dan seni serta membangun semangat kompetisi yang sehat,” ungkapnya.

Mahasiswa Universitas Mulia menampilkan atraksi seni tari yang memukau dalam pembukaan Mulia Expose 2025

Sejak awal, suasana Ballroom Cheng Ho dipenuhi antusiasme peserta. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, musik akustik, hingga teatrikal kreatif yang membius para hadirin. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai cabang olahraga dan seni yang akan dipertandingkan selama Pekan Olahraga dan Seni Universitas Mulia.

Aksi spektakuler mahasiswa Universitas Mulia dalam atraksi pencak silat yang memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan ini. “Mulia Expose adalah bukti bahwa mahasiswa Universitas Mulia tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan keterampilan luar biasa dalam bidang seni dan olahraga. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujar beliau.

Foto bersama jajaran pimpinan Universitas Mulia, panitia, dan peserta sebagai simbol dimulainya Mulia Expose 2025

Dengan adanya Mulia Expose 2025, Universitas Mulia semakin meneguhkan diri sebagai kampus yang mendukung pengembangan soft skills mahasiswa melalui berbagai aktivitas positif. Pekan Olahraga dan Seni yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.

Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh mahasiswa Universitas Mulia untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Dengan semangat sportivitas dan kreativitas, Mulia Expose 2025 menjadi langkah awal yang luar biasa untuk membangun solidaritas dan semangat berkompetisi di lingkungan kampus.

Humas UM (YMN)

Humas UM, 12 Februari 2025 – Universitas Mulia kembali menggelar Workshop Pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD) sebagai bentuk pendampingan bagi dosen dalam memenuhi kewajiban pelaporan kinerja. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 3 Februari 2025 di Ruang Executive White Campus Universitas Mulia dan dihadiri oleh para dosen dari berbagai program studi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Ir. Wisnu Hera Pamungkas, S.Tp., M.Eng., menegaskan pentingnya pengisian BKD sebagai bagian dari kewajiban dosen yang dimonitor langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Kegiatan ini merupakan pendampingan untuk pengisian laporan BKD. Seperti yang kita ketahui, laporan BKD ini adalah kewajiban bagi dosen dan selalu dimonitor oleh kementerian. Indikator kinerja kita diukur melalui laman SISTER, sehingga kami menginisiasi kegiatan ini setiap akhir semester agar seluruh dosen semakin sadar akan kewajiban mereka,” ujar Wisnu.

Menurutnya, progres pengisian BKD di Universitas Mulia terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. “Pada semester-sebelumnya, tingkat pengisian BKD hanya sekitar 70%. Kemudian meningkat menjadi 90% di semester berikutnya. Harapannya, semester ini bisa mendekati 100%,” tambahnya.

Tampak seluruh peserta workshop memenuhi Ruang Executive White Campus Universitas Mulia, dengan suasana aktif dan interaktif dalam sesi pendampingan pengisian BKD. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dosen memahami kewajiban pelaporan kinerja akademik mereka.

Meski demikian, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah memastikan seluruh dosen mendapatkan status Memenuhi dalam pelaporan BKD. Beberapa dosen masih mengalami kendala dalam memenuhi beban kinerja, baik karena tidak melakukan penelitian, tidak menjalankan pengabdian kepada masyarakat, atau bahkan tidak mendapatkan beban mengajar dalam satu semester.

Para dosen Universitas Mulia serius mengikuti Workshop Pengisian BKD yang diselenggarakan di Ruang Executive White Campus pada Senin, 3 Februari 2025.

“Hal ini menyebabkan status dosen tersebut menjadi TM (Tidak Memenuhi). Oleh karena itu, dalam workshop ini kami ingin mengkaji bersama bagaimana kendala tersebut bisa diatasi. Misalnya, jika seorang dosen tidak memiliki beban mengajar, mereka bisa menutupnya dengan kinerja di bidang lain, sehingga tetap memenuhi standar yang ditetapkan,” jelas Wisnu.

Tim akademik Universitas Mulia memberikan pendampingan langsung kepada dosen dalam pengisian laporan BKD melalui laman SISTER untuk memastikan kelengkapan dan validitas data.

Dengan adanya workshop ini, Universitas Mulia berharap seluruh dosen dapat mengisi BKD dengan benar dan mendapatkan status Memenuhi secara keseluruhan. “Harapan kami, ke depan tidak ada lagi dosen yang mengalami kendala dalam BKD, sehingga seluruhnya dapat mencapai status memenuhi sesuai standar yang ditetapkan,” tutupnya.

Para dosen aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kendala yang mereka hadapi dalam memenuhi beban kinerja akademik.

Workshop ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa terbantu dalam memahami tata cara pengisian BKD dan strategi untuk memenuhi beban kinerja dengan lebih optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Universitas Mulia terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kepatuhan akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Humas UM (YMN)

Para pemenang lomba dalam event Technofest 2025 yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia, Selasa (4/2). Foto: Media Kreatif

Lomba Ranking 1, UI/UX Design, Software Engineering, Computer Networking, dan Speed Typing

UM – Usai sudah lomba adu ketangkasan di bidang Teknologi Informasi, dalam Technofest 2025 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia, Selasa (4/2). Hasilnya, berikut ini nama-nama para pemenang yang berhasil mendapatkan penghargaan.

Koordinator Panitia Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom mengatakan, lomba dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, yang didahului sambutan Dekan FIKOM Djumhadi, S.T., M.Kom dan Ketua Pelaksana mulai pukul 08.30 WITA di Ballroom Cheng Ho.

“Setelah itu, bagi peserta Lomba Jaringan dan Pemrograman diarahkan menuju Laboratorium Pemrograman dan Laboratorium Jaringan Universitas Mulia. Lomba ini dilaksanakan secara serentak dan hasil akhir dari kedua lomba akan dinilai oleh dewan juri,” ujarnya.

Sedangkan di Ballroom Cheng Ho, digelar lomba mengetik cepat (Speed Typing) yang diikuti oleh perwakilan dari beberapa sekolah. Para peserta bersaing kecepatan mengetik dengan teks yang telah disediakan.

“Lomba Mengetik Cepat ini menggunakan sistem gugur, setiap dua peserta diadu hingga tersisa pemenang yang kemudian akan diadu kembali hingga diperoleh juara 1 dan 2,” terangnya.

Setelah lomba mengetik cepat, acara dilanjutkan dengan lomba Ranking 1 yang mengusung konsep seperti kuis Ranking 1. “Seluruh peserta diuji kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dengan sistem gugur hingga terpilih satu orang sebagai juara,” terangnya.

Setelah itu, masih di tempat yang sama digelar lomba UI/UX Design. Peserta diwajibkan untuk mengumpulkan proposal ide karya terlebih dahulu saat pendaftaran.

“Di sini, karya-karya Desain UI/UX tersebut dipresentasikan di hadapan dewan juri. Sesi presentasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dari dewan juri untuk menilai orisinalitas, kreativitas serta kesesuaian desain dengan tema yang telah ditentukan,” terangnya.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Wakil Rektor dan jajaran Fakultas Ilmu Komputer. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Wakil Rektor dan jajaran Fakultas Ilmu Komputer. Foto: Media Kreatif

Pemenang kedua lomba Ranking 1 Qolbi Zakin dari Prodi S1 Informatika tersenyum lebar. Foto: Media Kreatif

Pemenang kedua lomba Ranking 1 Qolbi Zakin dari Prodi S1 Informatika tersenyum lebar. Foto: Media Kreatif

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing) sedang bersiap-siap. Foto: Media Kreatif

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing) sedang bersiap-siap. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba pemrograman (Software Engineering) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba pemrograman (Software Engineering) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba jaringan komputer (Computer Networking) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba jaringan komputer (Computer Networking) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Presentasi peserta lomba UI/UX Design dari ITK. Foto: Panitia Mahasiswa

Presentasi peserta lomba UI/UX Design dari ITK. Foto: Panitia Mahasiswa

Berikut nama-nama para pemenang masing-masing lomba dan asal sekolahnya.

Lomba Ranking 1

  1. Syakira Haningtyas, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Informatika tahun 2022
  2. Qolby Zakin Sephiana, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Informatika tahun 2023

Lomba UI/UX Design

  1. Alessandro Benaya Pinem, asal Institut Teknologi Kalimantan, Prodi S1 Informatika tahun 2021
  2. Muhamad Nico Arifin, asal Institut Teknologi Kalimantan, Prodi S1 Informatika tahun 2023

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing)

  1. Muhammad Fahmi Hanif, asal SMKTI Airlangga Samarinda – PPLG
  2. Muhammad Rafiluth Putraku Danatmaja, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Sistem Informasi tahun 2023

Lomba Jaringan (Computer Networking)

  1. Anugerah Fakhriza Reswara, asal SMKTI Airlangga Samarinda Jurusan TJKT
  2. Adji Kurniawan Abdillah, asal SMK Kartika V-l Balikpapan Jurusan TKJ

Lomba Pemrograman (Software Engineering)

  1. Alfian Ramadani, asal SMK Negeri 2 Balikpapan Jurusan RPL
  2. Razi Maulana, asal SMKN 6 Balikpapan Jurusan RPL

Komentar Sebagian Pemenang

Ternyata, sebagian para pemenang telah mempersiapkan diri beberapa pekan sebelum pelaksanaan lomba digelar. Ini terungkap ketika peraih juara pertama lomba UI/UX Design Alessandro Benaya Pinem dari ITK mengaku telah mempersiapkan diri sebelumnya.

“Yang pasti aku cek dulu studi kasus yang relevan sekarang, karena studi kasus itu penting untuk kita nanti presentasi. Habis itu, kita rancang lagi ide dari solusi masalah yang ada di lapangan, terus kita buat solusinya dan itu langsung kita buatkan desain aplikasinya,” ujarnya.

Alessandro menambahkan, dirinya mengerjakan proposal Desain UI/UX tersebut dengan mempelajari langsung di lapangan selama satu pekan. Sedangkan untuk mengerjakan desain membutuhkan waktu dua hari.

“Eh, kalau kami sih awal-awal rapat dulu ya, brainstorming storming dulu, menyatukan ide dulu. Habis itu, kita bikin page list-nya, terus habis itu desain-desainnya begitu,” tambah Reno, satu kelompok dengan Nico Arifin dari ITK.

Nico dan kawan-kawan hanya membutuhkan waktu empat hari menyusun proposal. Mereka mengaku dibantu para seniornya dalam menyusun proposal.

Sementara itu, Adji Kurniawan Abdillah, pemenang kedua lomba Jaringan Komputer mengatakan dirinya tidak mengira akan menjadi salah satu pemenang.

“Saya tidak menyangka bisa menang dapat juara dua di kontes jaringan dan juga saya senang mengikuti acara ini sampai selesai,” kata Adji.

Adji yang datang bersama dua orang temannya, Nur Aisyah Kiranti dan Aura Syifa itu sejak awal cukup menyadari bahwa tidak mungkin semua peserta akan memenangkan lomba.

“Ya, nggak mungkin semua orang menang, tapi yang kalah juga hebat kok. Kalau kesan saya sih acaranya sudah bagus banget, asik. Acaranya asik banget, banyak kegiatan yang menghibur juga walaupun nggak menang tetap ada hadiah doorprize dari kakak-kakak,” kata Aisyah Kiranti.

Ketika ditanya apa rencana setelah lulus SMK, mereka menjawab dengan berbeda-beda. Adji menyebut dirinya sejak awal sekolah ingin bekerja sesuai bidangnya, Aisyah ingin melanjutkan ke perguruan tinggi ITK dan Universitas Mulia, sedangkan Aura ingin kuliah sambil bekerja.

Oke deh. Hebat-hebat. Selamat ya! Semoga sukses semua!

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 4 Februari 2025 –BEM Universitas Mulia kembali menggelar Rektor Cup 2 pada 27 hingga 29 Januari 2025, sebuah turnamen futsal antar SMA/SMK sederajat se-Kalimantan Timur yang berlangsung meriah di Lapangan Sepinggan Pratama, Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga Seni dan Budaya yang untuk pertama kalinya diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia.

Turnamen ini bertujuan memperkuat kerja sama antara Universitas Mulia dengan sekolah-sekolah di Kalimantan Timur sekaligus menyediakan ajang kompetisi yang sehat dan membangun sportivitas di kalangan siswa.

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung Widiant, menjelaskan bahwa Rektor Cup 2 bukan sekadar pertandingan futsal, tetapi juga momentum untuk membangun hubungan baik dengan berbagai sekolah. “Kegiatan ini menjadi sarana menjalin persaudaraan dan kerja sama. Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMA/SMK untuk menunjukkan bakat olahraga mereka serta mengenal lingkungan Universitas Mulia lebih dekat,” ujarnya.

Selama tiga hari pertandingan, suasana semangat dan antusiasme peserta maupun pendukung terasa kental. Selain siswa dan guru dari berbagai sekolah, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Mulia, yang membantu jalannya acara.

Salah satu peserta menyampaikan kebanggaannya bisa ikut berpartisipasi. “Kesempatan yang luar biasa, bisa bertemu teman dari berbagai sekolah dan saling berkompetisi dengan semangat sportif. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Pada akhir turnamen, penghargaan diberikan kepada para pemenang dengan kategori Juara 1 diraih oleh SMK Medika Samarinda A, Juara 2 SMK Medika Samarinda B, Juara 3 SMA 8 Balikpapan, dan Juara 4 SMK 1 Balikpapan. Selain itu, nominasi individu seperti Pemain Terbaik, Kiper Terbaik, Pelatih Terbaik, serta Top Score turut diberikan sebagai apresiasi atas prestasi dan kontribusi mereka selama turnamen.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berharap kegiatan seperti Rektor Cup 2 dapat terus dilaksanakan dan berkembang ke depannya. “Ini adalah langkah awal yang baik untuk mempererat hubungan kampus dengan sekolah-sekolah. Semoga semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk berprestasi, baik di bidang olahraga maupun pendidikan,” tuturnya.

Dengan terjalinnya tali persaudaraan dan meningkatnya sportivitas antar sekolah, Rektor Cup 2 membuktikan bahwa kompetisi sehat dapat menjadi fondasi kerja sama yang positif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah di Kalimantan Timur.

Humas UM (YMN)

Humas UM-Balikpapan,Universitas Mulia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan dan akuntabilitas pendidikan melalui kegiatan Deseminasi Laporan Tracer Study 2025 yang digelar pada 31 Januari 2025 bertermpat di Ruang Eksekutif White  Campus Universitas Mulia. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Universitas Mulia yakni Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni bapak Sumardi , S.Kom., M.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Humaniora dan Kesehatan, kepala lembaga, sertam seluruh ketua program studi (Kaprodi) akan menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian serta merumuskan langkah progresif dalam memantau perkembangan alumni.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni bapak Sumardi , S.Kom., M.Kom. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya tracer study sebagai indikator keberhasilan kurikulum dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. “Tracer study bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi alat evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni menyoroti perlunya kolaborasi seluruh stakeholder untuk mencapai target responden yang Maksimal.

Acara inti dimulai dengan presentasi laporan tracer study oleh Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan & Alumni. Data yang disajikan mencakup tingkat respons alumni, profil pekerjaan lulusan, serta kesesuaian bidang studi dengan dunia kerja, dll. Riski mengungkapkan, capaian responden tracer study Universitas Mulia tahun 2024 Berdasarkan data yang disajikan pada jumlah lulusan yang mengisi kuesioner keseluruhan dapat di simpulkan rata-rata yang mengisi Kuesioner pada TS-2, TS-3 dan TS-4 untuk Program Sarjana sebesar 54,43 % dan untuk program Diploma III sebesar 43,37 %.
Selanjutnya, Riski memaparkan materi bertajuk “Praktik Baik Tracer Study di Perguruan Tinggi”. Ia mencontohkan sejumlah universitas terkemuka yang berhasil meningkatkan partisipasi alumni melalui inovasi teknologi dan pendekatan personal. “Kunci keberhasilan adalah integrasi sistem, komitmen tim, dan insentif yang menarik bagi alumni maupun prodi,” Pungkasnya.

Berdasarkan analisis data dan praktik terbaik yang di peroleh saat mengikuti Bimtek di Banjarmasin bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dan LLDIKTI Wilayah XI, Riski mengajukan lima rekomendasi krusial yang bisa di terapkan di Universitas Mulia, diantaranya:

  1. Membuat tim Tracer di tingkat Fakultas Hingga Prodi yang di SK – kan Universitas sebagai penanggung jawab di masing-masing stakeholder yang di kawal oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk mencapai Angka yang di harapkan.
  2. Pembuatan aplikasi Tracer study yang terintegrasi dengan tracer kemendiktisaintek.
  3. Pemberian Reward untuk pencapaian Hasil Tracer Study hingga >85% Responden Mulai dari Tingkat Prodi, Fakultas Hingga Universitas dengan menggunakan anggaran dana Kemahasiswaan & Alumni.
  4. Mengundang alumni untuk podcast bersama membahas keberhasilan lulusan setelah lulus.
  5. Semua Prodi wajib membuat poster Profil Lulusan minimal 5 Poster di masing-masing Prodi.

Usai sesi tanya jawab yang dinamis, Rektor Universitas Mulia menyampaikan lima arahan strategis sebagai tindak lanjut, Diantarnya:

  1. Kaprodi wajib memastikan lulusan mengisi tracer study dengan memperbarui data kontak alumni secara berkala.
  2. Laporan tracer study tahun depan harus mencakup tiga tingkatan: universitas, fakultas, dan prodi.
  3. Mengundang Alumni pada saat sosialisasi tracer study, dan menjelaskan isi point kuesioner tracer Study.
  4. Sosialisasi Tracer Study di viralkan di media social untuk menjangkau generasi muda.
  5. Ada reward bagi yang mencapai target sampai 75% Responden.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Rektor “Kami akan mengawal implementasi rekomendasi ini secara bertahap. pentingnya sinergi antara Biro Alumni, fakultas, dan prodi. Dengan dukungan aplikasi terintegrasi dan tim khusus, kami yakin target 75% Responden bukan hanya mimpi” Pungkasnya.

Deseminasi ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga bukti keseriusan Universitas Mulia dalam menjadikan alumni sebagai mitra strategis pengembangan kampus. Langkah-langkah konkret yang dihasilkan diharapkan memperkuat posisi universitas sebagai pencetak lulusan unggul dan berdaya saing global. ( kontributor : RZ )

Humas Um – WN