Balikpapan, 17 Agustus 2025 – Universitas Mulia melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Minggu, 17 Agustus 2025. Upacara ini menjadi istimewa karena seluruh petugas berasal dari mahasiswa baru (Maba), yang untuk pertama kalinya mengemban tugas penting sebagai pengibar bendera Merah Putih.

Jajaran pimpinan Universitas Mulia tampak rapi berbaris, khidmat mengikuti jalannya upacara bendera memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Ketua Panitia Upacara, Drs. Achmad Prijanto, menjelaskan bahwa persiapan kali ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah membangun kesadaran mahasiswa baru untuk bersedia menjadi petugas, meskipun mereka memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolah asal.

“Sebagian dari mereka sempat ragu terhadap kemampuannya, padahal sebenarnya mereka sudah terlatih. Selain itu, waktu persiapan relatif singkat dan Universitas Mulia juga belum memiliki fasilitas area upacara yang benar-benar memadai,” ungkapnya.

Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mulia ikut menegakkan sikap hormat, menandai semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

Meskipun demikian, pelatihan yang berlangsung hanya tiga hari tetap berjalan efektif. Para petugas dinilai memiliki kemampuan dasar baris-berbaris yang baik sehingga latihan lebih difokuskan pada kekompakan dan penyamaan gerakan.

Para pengurus BEM, HIMA, dan anggota UKM terlihat kompak berbaris, menegaskan peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam tradisi akademik dan nasionalisme kampus.

“Nilai yang ingin ditanamkan bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga kebersamaan, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air,” tambah Achmad.

Ratusan mahasiswa baru memadati lapangan basket dan halaman belakang Gedung Cheng Hoo, siap mengikuti upacara bendera dengan penuh semangat dan antusiasme.

Ia menegaskan bahwa upacara bendera di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial. Ada makna edukatif yang jauh lebih mendalam, yaitu prinsip pendidikan Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Prinsip ini, menurutnya, akan membentuk mahasiswa baru sebagai calon pemimpin bangsa yang mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus motivator bagi lingkungannya.

Mahasiswa baru mempraktekkan formasi dan koreografi baris-berbaris melingkar, sebagai persiapan terakhir sebelum upacara dimulai, menunjukkan kedisiplinan dan kerja sama tim.

Lebih jauh, Achmad menekankan pentingnya momentum upacara bendera untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan sivitas akademika.

“Ini adalah wujud penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Khusus bagi mahasiswa baru, ia menyampaikan pesan agar mereka tumbuh sebagai generasi milenial yang tangguh, disiplin, rela berkorban, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap tanah air.

“Kita berharap pengalaman ini tidak hanya membekas pada saat upacara, tetapi menjadi fondasi karakter mereka selama menempuh pendidikan di Universitas Mulia,” tutupnya.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. memimpin khidmat pembacaan teks Pancasila, menjadi momen reflektif bagi seluruh civitas akademika untuk meneguhkan komitmen kebangsaan.

Saat Sang Merah Putih perlahan menguasai langit kampus, kita diingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga dengan ilmu dan pengabdian. Universitas Mulia ingin menjadikan momentum ini sebagai pengikat janji, mendidik generasi yang berpikir jernih, berhati jujur, dan berani berdiri untuk bangsanya. Dari ruang akademik inilah, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu merangkai masa depan Indonesia dengan kejernihan akal dan ketulusan jiwa. (YMN)

Suasana Pelatihan. Foto: Laporan PELATIHAN DESAIN USER INTERFACE (UI) MENGGUNAKAN FIGMA di SMP NEGERI 7 BALIKPAPAN oleh Naufal dkk.

UM – Di era digital yang serba cepat, keterampilan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Menyadari hal ini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Mulia mengambil langkah nyata dengan terjun langsung ke masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif dan berdampak.

Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah “Pelatihan Desain User Interface (UI) Menggunakan Figma” yang sukses digelar bagi para siswa di SMP Negeri 7 Balikpapan, akhir Juni 2025 yang lalu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Naufal Afif Hisyam, Afrah Maritza, dan Dinda Tiara Handayu ini membuktikan bahwa ilmu yang didapat di bangku kuliah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bahkan sejak dini.

Para mahasiswa semester 6 ini tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga membimbing siswa SMP untuk langsung praktik merancang antarmuka aplikasi digital.

Dengan menggunakan Figma, sebuah tools desain kolaboratif yang menjadi standar industri, para siswa diajak untuk berkreasi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana sebuah aplikasi dirancang agar menarik dan mudah digunakan.

Kurikulum yang Menjembatani Teori dan Praktik Nyata

Ketua Prodi S1 Sistem Informasi, Nasruddin, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini bukanlah inisiatif insidental. Ini adalah bagian terstruktur dari kurikulum, khususnya mata kuliah Proposal Penelitian dan Aplikasi Bisnis TI yang diampu oleh Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom.

“Mahasiswa kami diwajibkan membuat proposal kegiatan yang relevan dengan aplikasi bisnis teknologi informasi. Proposal tersebut kemudian mereka ajukan ke sekolah atau instansi untuk diimplementasikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Nasruddin.

Ia menambahkan, pendekatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa dalam manajemen proyek, komunikasi, dan penerapan ilmu secara praktis.

“Tahun ini saja, ada sekitar 20 proposal kegiatan dari mahasiswa kami yang siap dijalankan. Ini adalah bukti komitmen kami untuk tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan siap berkontribusi,” ujarnya.

Membangun Fondasi Digital untuk Generasi Muda

Kegiatan pelatihan di SMPN 7 Balikpapan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang konsep dasar UI, tetapi juga merasakan langsung serunya membuat desain prototipe aplikasi.

Pelatihan ini tampak berhasil menumbuhkan minat dan kreativitas siswa di bidang desain digital, membekali para siswa dengan literasi digital yang sangat relevan untuk masa depan.

Naufal Afif Hisyam, selaku ketua pelaksana, menyatakan dalam laporannya bahwa kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa.

“Kami melihat kreativitas mereka muncul saat praktik. Ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa SMP pun mampu menyerap konsep desain digital dan mengaplikasikannya,” tulis Naufal.

Mengapa Memilih Sistem Informasi di Universitas Mulia?

Laporan pengabdian ini adalah cerminan dari ekosistem pembelajaran di Prodi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mulia. Di sini, mahasiswa tidak hanya duduk di kelas, tetapi didorong untuk:

  • Belajar Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Mahasiswa menerapkan teori langsung ke dalam proyek nyata yang memiliki dampak.
  • Mengasah Soft Skills: Kemampuan presentasi, kerja tim, dan kepemimpinan diasah melalui kegiatan pengabdian dan implementasi proyek.
  • Membangun Portofolio: Setiap kegiatan yang berhasil diimplementasikan menjadi portofolio berharga yang siap ditunjukkan kepada industri saat lulus.
  • Menjadi Problem Solver: Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi masalah di masyarakat dan menawarkan solusi berbasis teknologi.

Bagi Anda, calon mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman kuliah yang dinamis, relevan dengan industri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, Prodi Sistem Informasi Universitas Mulia adalah pilihan yang tepat.

(SA/Kontributor)

Foto-foto dokumentasi.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8B.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8B.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8J.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8J.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 7E.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 7E.

Safii memperlihatkan Vending Machine Cerdas: Mesin penjual otomatis bertenaga surya yang dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia menjadi lebih semarak pada hari Jumat, 15 Agustus 2025. Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma’had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik.

Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk membuka wawasan para siswi terhadap dunia sains dan teknologi secara langsung.

Acara yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Ummu Sulaim dan FIKOM Universitas Mulia ini disambut hangat. Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan yang dibawakan oleh Muhammad Safii, salah seorang dosen ahli di bidang robotika.

Dalam materinya, Safii menjelaskan perkembangan teknologi robotik dari masa ke masa serta memperkenalkan platform-platform yang ramah bagi pemula seperti Scratch, RemoteXY, dan Arduino IDE.

“Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa robotika itu tidak serumit yang dibayangkan. Dengan aplikasi yang tepat, siswa-siswi di usia sekolah sudah bisa mulai membuat proyek sederhana dan memahami logikanya,” jelas Safii.

Serunya Mengendalikan Robot dengan Smartphone

Puncak antusiasme para siswi terjadi saat sesi demonstrasi. Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing.

Gelak tawa dan sorak sorai terdengar saat mereka dengan gesit menggerakkan robot-robot di arena, membuktikan bahwa belajar teknologi bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan interaktif.

Kegiatan ini sejalan dengan permintaan dari pihak Ummu Sulaim, yang salah satu alumninya dari Universitas Mulia, Niken Larasati, berharap adanya simulasi singkat agar para siswi mendapatkan gambaran nyata. FIKOM Universitas Mulia menjawabnya dengan pengalaman praktik yang jauh lebih mendalam.

Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma'had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik. Foto: Media Kreatif

Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma’had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik. Foto: Media Kreatif

Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing. Foto: Media Kreatif

Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing. Foto: Media Kreatif

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus, alah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah. Foto: Media Kreatif

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus, salah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah. Foto: Media Kreatif

Melihat Langsung Inovasi Mahasiswa, Dari Smart Farming hingga Vending Machine

Setelah sesi praktik, para siswi diajak melakukan room tour ke laboratorium robotika untuk melihat berbagai hasil karya tugas akhir (skripsi) mahasiswa FIKOM. Mereka diperlihatkan proyek-proyek inovatif seperti:

  • Smart Aquaponic: Sistem akuaponik pintar yang terintegrasi.
  • Smart Farming: Prototipe pertanian cerdas untuk mengoptimalkan hasil panen.
  • Vending Machine Cerdas: Mesin penjual otomatis bertenaga surya yang dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone.

Vending machine tersebut menjadi pusat perhatian. Salah seorang guru pendamping bahkan bertanya mengenai estimasi biaya pembuatannya.

“Untuk sebuah prototipe tugas akhir seperti ini, biayanya sekitar 5 jutaan Rupiah,” jawab Safii, memberikan gambaran bahwa inovasi canggih bisa dimulai dari skala yang terjangkau.

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus. Para guru, terutama yang merupakan alumni Universitas Mulia, mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat kampus, salah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para siswi Ma’had Ummu Sulaim, tetapi juga menguatkan citra FIKOM Universitas Mulia sebagai pusat pendidikan teknologi yang aplikatif, inovatif, dan terbuka.

Bagi calon mahasiswa baru, pengalaman seperti ini menjadi bukti bahwa kuliah di FIKOM Universitas Mulia bukan hanya tentang teori, melainkan tentang menciptakan, berkarya, dan menjadi bagian dari masa depan teknologi.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 16 Agustus 2025 — Pelantikan pejabat struktural Universitas Mulia pada pertengahan Agustus ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola universitas, mempercepat kinerja Tridharma, dan meneguhkan komitmen menuju kampus unggul berbasis teknologi dan karakter.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandu para pejabat baru saat mengucapkan ikrar jabatan, menandai awal kepemimpinan mereka di universitas.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menegaskan bahwa penempatan pejabat baru ini selaras dengan peta jalan (roadmap) universitas dan dipimpin oleh figur-figur visioner yang siap mendorong inovasi pada tahap pengembangan berikutnya. Menurut Prof. Ahsin, jabatan struktural tidak cukup diisi oleh mereka yang sekadar memenuhi kriteria administratif. “Pejabat struktural harus memiliki integritas dan karakter yang kuat, menguasai kompetensi akademik sekaligus manajerial, memiliki visi strategis yang sejalan dengan roadmap universitas, dan mampu memimpin secara transformasional,” ujarnya.

Rektor UM menyerahkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Hukum kepada Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D., yang didampingi Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi.

Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keluwesan beradaptasi menghadapi perubahan menjadi prasyarat mutlak. Seorang pemimpin akademik, tegasnya, mesti menjadi teladan, penggerak inovasi, sekaligus penjamin mutu yang mampu menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk bergerak ke arah yang sama.

Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng., menerima SK Dekan Fakultas Teknik dari Rektor UM, dengan pendampingan Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, menandai tonggak kepemimpinan baru di fakultas.

Rektor juga menyoroti dinamika persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat. Para pejabat baru, katanya, harus memimpin dengan strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Strategi tersebut mencakup penguatan keunggulan berbasis teknologi, peningkatan mutu dan reputasi akademik, perluasan jejaring strategis, pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkarakter, serta kepekaan membaca peluang dan perubahan. “Dengan pendekatan ini, kita ingin memastikan posisi Universitas Mulia semakin kokoh, baik di tingkat regional maupun nasional,” tuturnya.

Pelantikan ini merupakan bagian integral dari rencana strategis lima tahun universitas. Penempatan pejabat struktural diarahkan untuk menggerakkan peningkatan kompetensi SDM, memastikan keselarasan program dengan standar akreditasi, serta mendorong inovasi yang memberikan dampak nyata pada tercapainya akreditasi unggul.

Ekki Satria Jaya, S.E., M.Si.Ak., C.FA., menerima SK sebagai Kepala Bagian Pengembangan Pendidikan di LPMPP dari Rektor UM, disaksikan dan didampingi oleh Dr. Agung Sakti Pribadi.

Menyinggung pengembangan akademik lebih lanjut, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, memaparkan bahwa universitas menargetkan berdirinya tiga program magister baru yakni S2 Magister Ilmu Hukum, S2 Magister Manajemen, dan S2 Magister Informatika dalam waktu dekat.

Menanggapi tantangan di era disrupsi teknologi, Rektor menekankan bahwa pemimpin akademik saat ini dituntut memimpin transformasi digital tanpa mengabaikan relevansi dan mutu lulusan. Universitas Mulia telah membangun ekosistem pendukung melalui infrastruktur digital terintegrasi, kurikulum adaptif berbasis technopreneurship, kemitraan erat dengan industri, serta tata kelola berbasis data. “Dengan ini, kita ingin melahirkan lulusan yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga inovatif, berdaya saing global, dan berkarakter kuat,” pungkasnya.

Foto bersama menampilkan pimpinan Yayasan, pimpinan Universitas, dan seluruh pejabat baru yang baru saja dilantik, merekam momen kolaborasi dan semangat kepemimpinan baru di Universitas Mulia

Pelantikan pejabat struktural ini menempatkan pemimpin yang siap mendorong inovasi digital, meningkatkan mutu akademik, dan mempercepat lahirnya program-program unggulan, sebagai langkah nyata Universitas Mulia menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern. (YMN)

Balikpapan, 15 Agustus 2025 — Siang itu, langit Balikpapan terlihat cerah, seakan ikut menyambut momen penting di Universitas Mulia. Di Ballroom Cheng Hoo, suasana telah tertata rapi sejak pagi. Latar panggung yang elegan dihiasi layar megatron, menampilkan identitas acara “Pelantikan Pejabat Struktural Universitas Mulia” dengan warna dan tipografi yang tegas. Kursi-kursi disusun berderet rapi, memancarkan nuansa formal namun tetap hangat. Para tamu undangan, yang sebagian besar mengenakan batik dengan motif beragam, duduk dengan tenang sambil berbincang ringan menunggu prosesi dimulai.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan sambutan penuh motivasi kepada para pejabat baru di Ballroom Cheng Hoo.

Ketika acara dibuka, doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk, memohon ridha dan pertolongan Allah agar para pejabat yang akan dilantik senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban tugas. Lalu, hadirin berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suara yang bergema serentak menciptakan nuansa patriotik yang seakan menguatkan pesan bahwa pengabdian di dunia pendidikan juga bagian dari pengabdian kepada bangsa.

Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., membacakan Surat Keputusan beserta lampirannya dengan khidmat.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., kemudian membacakan Surat Keputusan dan lampirannya yang menetapkan nama-nama pejabat baru. Dengan intonasi yang mantap, ia menyebut satu per satu pejabat yang dilantik:

  1. Kepala LPPM: Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M.
  2. Kepala LPMPP: Jamal, S.Kom., M.Kom.
  3. Dekan Fakultas Hukum: Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D.
  4. Dekan Fakultas Teknik: Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng.
  5. Kepala Unit Pengelola RPL: Dr. Sudarmo, S.H., M.M.
  6. Kabag. Akreditasi pada LPMPP: Novi Indrayani, S.Kom., M.MT.
  7. Kabag. Pengembangan Pendidikan pada LPMPP: Ekki Satria Jaya, S.E., M.Si.Ak., C.FA.

Ketujuh pejabat tersebut kemudian maju ke panggung. Mereka mengenakan jas merah marun almamater Universitas Mulia, melangkah dengan tenang namun penuh wibawa. Di hadapan Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., mereka mengucapkan sumpah jabatan dengan suara yang mantap. Kata demi kata yang keluar bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah ikrar moral yang mengikat diri mereka pada amanah yang akan dijalankan hingga Februari 2027.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., memimpin prosesi pelantikan pejabat baru secara resmi.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi, mengedepankan inovasi, dan memperkuat koordinasi lintas unit. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan universitas bukan hanya soal menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menginspirasi dan memberi arah bagi kemajuan bersama.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. menyerahkan Surat Keputusan kepada Kepala LPPM UM, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., disaksikan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Selesai prosesi, Direktur Eksekutif Badan Pengelola Harian Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memberikan pernyataan yang menekankan pentingnya pelantikan ini dalam kerangka penguatan tata kelola universitas.

“Pejabat struktural memegang peran strategis dalam menjaga kesinambungan dan stabilitas tata kelola, mulai dari aspek akademik hingga pengelolaan sumber daya. Mereka bertanggung jawab memastikan kebijakan universitas berjalan efektif, sehingga keberlangsungan dan perkembangan institusi dapat terjaga,” ujarnya.

Rektor menyerahkan SK Kepala LPMPP UM, Jamal, S.Kom., M.Kom., dengan kehadiran Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga sebagai saksi.

Beliau juga menyampaikan arahan strategis kepada para pejabat baru untuk memprioritaskan peningkatan kualitas akademik melalui inovasi kurikulum dan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Transparansi dalam pengelolaan universitas menjadi fokus penting, dengan implementasi sistem manajemen yang akuntabel serta pelaporan keuangan yang terbuka kepada publik.

Penyerahan SK kepada Kepala Unit Pengelola RPL, Dr. Sudarmo, S.H., M.M., dilakukan langsung oleh Rektor dan disaksikan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga.

“Dalam menghadapi tantangan regulasi pendidikan tinggi dan persaingan antar perguruan tinggi, yayasan memastikan dukungan kebijakan dan sumber daya secara berkelanjutan. Dukungan ini meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan profesional, kebijakan yang mendorong inovasi akademik, hingga penyediaan sumber daya finansial yang memadai,” jelasnya.

Dr. Agung menekankan bahwa kepemimpinan transformatif sangat dibutuhkan agar universitas mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. “Pemimpin transformatif tidak hanya mengatur, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi staf serta mahasiswa, sekaligus membentuk visi dan misi universitas yang relevan dengan kebutuhan era ini,” tambahnya.

Rektor dan Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga memberikan ucapan selamat dan berjabat tangan dengan para pejabat yang baru dilantik.

Di akhir pesannya, ia mengingatkan pentingnya komitmen integritas dan pengabdian terhadap institusi. “Integritas dan pengabdian adalah landasan dalam menjalankan tugas. Dengan itu, universitas dapat terus dipercaya dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Acara berakhir dengan sesi ucapan selamat dari pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dan para undangan kepada pejabat yang dilantik. Senyum, jabat tangan, dan ungkapan doa mengalir, menandai awal perjalanan baru yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi mereka yang dipercaya memegang tonggak kepemimpinan struktural di Universitas Mulia.

Momen foto bersama pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dan para tamu undangan sebagai penutup acara.

Pelantikan pejabat struktural ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Universitas Mulia sebagai perguruan tinggi unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Dengan struktur kepemimpinan yang diperkuat melalui kader-kader akademik dan profesional yang mumpuni, universitas diharapkan mampu mempercepat pencapaian target mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus teguh pada nilai-nilai integritas, kolaborasi, dan keberlanjutan.

(YMN)

Balikpapan, 12 Agustus 2025 — Program Studi Farmasi Universitas Mulia memperoleh hibah PP-PTS 2025 yang dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis projek Pharmapreneur. Model pembelajaran ini terintegrasi dengan beberapa mata kuliah lainnya sebagai dasar penguatan praktik.

Ketua Program Studi Farmasi, Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa hibah tersebut juga mendukung peningkatan fasilitas penelitian. “Fasilitas yang baru memberikan peningkatan optimalisasi proses penelitian yang sebelumnya menggunakan alat yang lebih sederhana, dan interpretasi hasil dari alat-alat tersebut juga lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, Program Studi Farmasi saat ini menjalin kerja sama dengan UMKM Madsant untuk penelitian sumber daya alam berupa propolis. Penelitian ini akan dieksplorasi bersama hingga tahap pemanfaatan untuk produk-produk farmasi.

Ia menambahkan, hibah ini juga mendorong meningkatnya jumlah produk inovasi farmasi yang dirancang oleh mahasiswa dan dosen. Produk-produk tersebut direncanakan untuk diajukan hak patennya. (YMN)

"Ini bukan hanya jabatan, tetapi amanah yang harus saya jaga. Kami akan terus mendorong HIMATI menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa Teknologi Informasi maupun masyarakat,” ujar Aqila Aulya sebagai Ketua HIMATI terpilih periode 2025–2026. Foto: Istimewa

UM – Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI) Universitas Mulia menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV di Ruang Executive, Gedung Putih, Universitas Mulia, Sabtu (9/8).

Mengusung tema “Membangun Kembali Fondasi Organisasi Melalui Evaluasi Kritis dan Aksi Nyata Demi Terwujudnya HIMATI yang Profesional dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja, menyempurnakan regulasi, dan memilih pengurus baru.

Mubes kali ini dihadiri mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi dari angkatan 2020 hingga 2024.

Berbagai agenda penting dibahas, mulai dari pembahasan Peraturan Organisasi (PO), Peraturan Pelaksanaan Organisasi (PPO), Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), revisi AD/ART, hingga pemilihan Ketua dan Wakil Ketua HIMATI periode 2025–2026.

Organisasi Mahasiswa sebagai Laboratorium Kepemimpinan

Ketua Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa Mubes bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kelas.

“Organisasi mahasiswa adalah laboratorium kepemimpinan yang nyata. Di sinilah mahasiswa belajar manajemen waktu, kerja tim, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Semua itu adalah modal penting untuk masa depan mereka di dunia kerja,” ujar Agus.

Ia menambahkan, HIMATI menjadi salah satu garda depan dalam mendukung Program Kampus Berdampak. Mahasiswa didorong tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing di bidang teknologi, sosial, dan kepemimpinan.

Foto bersama Dosen Pembina Kemahasiswaan Prodi TI, Rizki Zulkarnain, S.Pd., M.Pd. dan Kaprodi Agus Wijayanto dan pengurus HIMATI periode 2025-2026. Foto: Istimewa

Foto bersama Dosen Pembina Kemahasiswaan Prodi TI, Rizki Zulkarnain, S.Pd., M.Pd. dan Kaprodi Agus Wijayanto dan pengurus HIMATI periode 2025-2026. Foto: Istimewa

Profesionalisme dan Rasa Memiliki sebagai Kunci Keberhasilan

Dosen Pembina Kemahasiswaan Prodi TI, Rizki Zulkarnain, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh anggota HIMATI menjadikan Mubes sebagai momentum refleksi bersama.

“Profesionalisme organisasi hanya akan tercapai jika setiap anggota memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat. HIMATI harus menjadi organisasi yang berdampak, bukan hanya untuk anggotanya, tapi juga untuk masyarakat luas,” tegas Rizki.

Kepemimpinan Baru, Semangat Baru

Hasil pemilihan menetapkan Aqila Aulya sebagai Ketua dan Aljosa Maynardian sebagai Wakil Ketua HIMATI periode 2025–2026. Dalam pidato perdananya, Aqila berkomitmen membawa HIMATI menjadi organisasi yang lebih profesional dan berkontribusi nyata.

“Terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Ini bukan hanya jabatan, tetapi amanah yang harus saya jaga. Kami akan terus mendorong HIMATI menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa Teknologi Informasi maupun masyarakat,” ujar Aqila.

Sementara itu, Aljosa mengajak seluruh anggota untuk solid dan bersinergi. “Tidak ada keberhasilan tanpa kerja sama. Mari kita wujudkan HIMATI yang menjadi kebanggaan, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional,” ucapnya.

Wadah Pengayaan Diri dan Daya Saing Lulusan

Mubes ke-IV HIMATI adalah salah satu sarana paling efektif bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kemampuan komunikasi, manajemen proyek, dan pemecahan masalah.

Semua ini menjadi nilai tambah bagi lulusan Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia untuk bersaing di industri teknologi yang dinamis.

Dengan dukungan penuh dari prodi dan universitas, HIMATI diharapkan terus menjadi motor penggerak kegiatan positif, selaras dengan visi Kampus Berdampak, mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga unggul dalam kepemimpinan dan kontribusi sosial.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 11 Agustus 2026 – Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia memperoleh dukungan fasilitas Digital Sandbox Lab melalui hibah PP-PTS 2025. Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran dan riset di bidang teknologi informasi, khususnya dalam simulasi kasus nyata seperti keamanan siber dan cloud computing.

Kaprodi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa Digital Sandbox Lab memberikan ruang isolasi yang memungkinkan mahasiswa melakukan simulasi dan eksperimen berbasis kasus nyata tanpa mengganggu sistem lain. “Ekosistem atau lingkungan Digital Sandbox Lab ini bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran seperti pada kasus simulasi keamanan siber atau cloud computing yang memerlukan ruang isolasi,” jelasnya.

Menurut Agus Wijayanto, fokus riset yang harus dicapai Prodi Teknologi Informasi mengacu pada profil lulusan, yaitu pada bidang network and cloud architecture serta cybersecurity. Sandbox Lab memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk melakukan eksperimen, seperti penetration testing, incident response, maupun digital forensics. Fasilitas ini mempermudah mahasiswa melakukan berbagai inovasi tanpa khawatir akan kerusakan sistem lain.

“Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini mahasiswa dapat terdorong untuk membangun startup. Sandbox Lab dapat digunakan untuk proof of concept dan prototyping produk, mulai dari aplikasi berbasis cloud hingga solusi keamanan jaringan yang siap pakai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus Wijayanto menekankan bahwa fokus saat ini adalah menyiapkan mahasiswa menghadapi revolusi industri dengan peningkatan kemampuan teknis, khususnya dalam cybersecurity serta network and cloud architecture, sekaligus meningkatkan kemampuan inovasi.

Selain itu, hibah ini membuka peluang kolaborasi lintas program studi di Fakultas Ilmu Komputer. Contohnya, mahasiswa dari program studi Informatika dengan fokus pada artificial intelligence (AI) atau data science dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengelola dataset besar, melatih model machine learning, dan menguji deployment aplikasi AI di lingkungan cloud.

“Pada dasarnya kami berharap fasilitas hibah ini dapat dimanfaatkan untuk kebaikan mahasiswa Universitas Mulia,” tutup Agus Wijayanto. (YMN)

 

Permasalahan utama bukan semata pada perolehan sarana, melainkan pada bagaimana sarana tersebut dapat diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam struktur kurikulum sehingga secara efektif memperkuat pencapaian kompetensi lulusan.”
— Wisnu Hera Pamungkas, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Universitas Mulia

Balikpapan, 11 Agustus 2025 – Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat kapasitas akademik dan sarana prasarana perguruan tinggi swasta di Indonesia. Tahun ini, Universitas Mulia (UM) memperoleh hibah hampir setengah miliar rupiah untuk mendukung dua program studi kunci: Farmasi dan Teknologi Informasi.

Namun, seperti ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UM, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., keberhasilan pemanfaatan hibah ini lebih dari sekadar angka dana dan peralatan canggih. “Tantangan terbesar bukan hanya mendapatkan peralatan, tetapi bagaimana kita bisa mengintegrasikannya secara penuh ke dalam kurikulum dan memastikan fasilitas ini memperkuat capaian pembelajaran lulusan secara nyata,” ujarnya tegas.

Menerjemahkan Hibah ke Dalam Capaian Pembelajaran

Wisnu menjelaskan, Program Studi Farmasi menerima perangkat laboratorium senilai lebih dari Rp300 juta, termasuk furnace dan hematology analyzer. “Kami harus memastikan bahwa perangkat ini tidak hanya jadi pajangan di laboratorium, melainkan menjadi bagian integral dari RPS dan modul praktikum yang berbasis Outcome Based Education (OBE). Ini juga berarti kami memasukkan prinsip Green Pharmacy dan pharmapreneurship—agar mahasiswa tidak hanya paham teknis, tapi juga sadar akan aspek keberlanjutan dan inovasi kewirausahaan farmasi,” jelasnya.

Di sisi lain, pada Program Studi Teknologi Informasi, pergeseran paradigma praktikum menjadi fokus utama. “Sebelumnya, praktikum lebih banyak bersifat simulasi. Sekarang, dengan keberadaan sandbox lab, mahasiswa bisa langsung berpraktik melakukan simulasi serangan siber, konfigurasi jaringan, hingga deployment cloud nyata. Ini menuntut dosen menyiapkan skenario pembelajaran berbasis proyek yang kompleks dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambah Wisnu.

Hibah Sebagai Pemantik Reformasi Kurikulum dan Metode

Hibah PP-PTS bukan sekadar sarana pengadaan peralatan, melainkan pemicu pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran. “Di Farmasi, kami akan melakukan revisi RPS dan menambah modul praktikum yang sejalan dengan standar industri farmasi yang terus berkembang,” katanya. “Sedangkan di Teknologi Informasi, perangkat sandbox lab memungkinkan mahasiswa mengakses teknologi terkini dan belajar melalui project-based learning yang menekankan keterampilan aplikatif.”

Dengan pendekatan ini, Universitas Mulia mencoba menjawab kebutuhan zaman yang menuntut lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan dalam konteks nyata.

Pengawasan Mutu dari Log Book Hingga Evaluasi Capaian Kompetensi

Memastikan fasilitas hibah tidak menjadi simbol semata, UM menerapkan mekanisme monitoring dan evaluasi (monev) yang berlapis. “Kami mulai dari pencatatan penggunaan alat oleh dosen dan laboran lewat log book, survei kepuasan dosen dan mahasiswa, hingga evaluasi capaian kompetensi mata kuliah. Indikator keberhasilan seperti jumlah revisi RPS dan persentase capaian CPL sudah kami tetapkan sejak proposal hibah,” terang Wisnu.

Hal ini menunjukkan komitmen UM untuk menjadikan hibah sebagai investasi nyata dalam kualitas pembelajaran, bukan sekadar pemenuhan administratif.

Meningkatkan Kompetensi Dosen sebagai Kunci Keberhasilan

Dosen dan laboran mendapat perhatian khusus dalam peningkatan kompetensi teknis. “Pelatihan teknis sudah kami rancang agar mereka bukan hanya operator alat, tetapi mampu mengintegrasikan teknologi ini dalam pembelajaran berbasis kasus dan proyek,” kata Wisnu. Di Farmasi, pelatihan fokus pada pengoperasian furnace dan mikroskop trinokuler dengan kamera, serta menggabungkannya dalam modul Problem-Based Learning. Di TI, pelatihan meliputi pengoperasian perangkat keras jaringan, server, dan sandbox lab dengan pengembangan skenario pengajaran berbasis kasus nyata.

Menurut Wisnu, “Keberhasilan fasilitas hibah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya dan mengoptimalkannya dalam proses belajar mengajar.”

Fasilitas sebagai ‘Living Laboratory’

UM mengambil langkah inovatif menjadikan fasilitas hibah sebagai living laboratory yang melibatkan mahasiswa secara aktif. “Mahasiswa Farmasi akan dilibatkan dalam proyek inovasi produk berbasis bahan alam dari tahap standarisasi hingga uji keamanan,” jelas Wisnu. “Sementara mahasiswa TI akan mengerjakan proyek keamanan siber, konfigurasi jaringan, dan eksperimen cloud computing dalam skenario nyata.”

Melalui berbagai mekanisme seperti tugas proyek, capstone project, dan kompetisi, fasilitas ini diharapkan menjadi ruang eksplorasi dan inovasi mahasiswa, bukan hanya alat bantu pengajaran.

(YMN)

“Hibah ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang meneguhkan peran Universitas Mulia sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanfaatan publik. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi tanpa henti, kita akan memastikan bahwa setiap riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang lahir dari kampus ini menjadi cahaya yang menerangi kemajuan bangsa dan peradaban,”—Prof.  Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.

 

Balikpapan, 11 Agustus 2025 – Universitas Mulia (UM) berhasil lolos seleksi Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Melalui program ini, UM menerima hibah untuk dua program studi, yaitu S1 Farmasi dan S1 Teknologi Informasi.

“Hibah ini bukan sekadar bantuan peralatan,” ujar Prof. Ahsin, “tetapi katalis percepatan transformasi menuju visi 2045 sebagai perguruan tinggi berbasis technopreneurship yang unggul dalam IPTEK. Dengan dukungan fasilitas modern, kami dapat memperkuat ekosistem pembelajaran, riset terapan, dan kolaborasi internasional, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan, kapasitas dosen, serta reputasi institusi di mata publik dan mitra strategis.”

Menurutnya, setelah hibah ini diterima, UM harus berperan sebagai penggerak peningkatan mutu pendidikan tinggi. “Fasilitas ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat OBE, pembelajaran digital, dan layanan akademik,” tegasnya. “Kami juga ingin UM menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan bermutu yang mendukung Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadi pusat inovasi dan kolaborasi multipihak.”

Prof. Ahsin menambahkan, pemanfaatan hibah perlu dirancang agar berkelanjutan. “Fasilitas ini harus diintegrasikan ke dalam kurikulum berbasis OBE, dosen dilatih agar optimal memanfaatkannya, lalu dilakukan monitoring dan evaluasi berkala. Kami juga mendorong kolaborasi lintas program studi, dan mengukur dampaknya lewat tracer study serta evaluasi keterampilan lulusan,” jelasnya.

Ia menilai hibah PP-PTS 2025 selaras dengan roadmap universitas. “Ini mendukung percepatan fase Teaching University dalam lima tahun ke depan, sekaligus menjadi fondasi transisi ke Research & Technopreneurship University dalam sepuluh tahun, sehingga target visi 2045 bisa dicapai lebih cepat dan terukur.”

Terkait strategi eksternal, Prof. Ahsin menyampaikan, “Kami ingin memperluas eksposur akademik UM melalui publikasi capaian dan inovasi di media nasional dan internasional, membangun kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan industri global, serta menginisiasi program unggulan seperti riset kolaboratif, pertukaran dosen-mahasiswa, dan konferensi internasional.”

Tentang target berikutnya, ia menjelaskan, “Milestone besar setelah ini adalah meraih akreditasi institusi ‘Unggul’ BAN-PT, memperoleh sertifikasi internasional untuk program studi prioritas, membangun pusat riset dan inovasi technopreneurship berskala nasional, serta menjalin kemitraan global yang menghasilkan program pertukaran, riset bersama, dan publikasi bereputasi tinggi.”

Prof. Ahsin juga memberi pesan langsung kepada mahasiswa. “Hibah ini adalah investasi nyata untuk masa depan kalian. Fasilitas dan teknologi yang dihadirkan akan membuat proses belajar lebih modern, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Mahasiswa akan belajar di lingkungan yang semakin berkualitas, dengan laboratorium dan infrastruktur canggih yang membuka peluang riset, inovasi, dan kolaborasi internasional. Bagi calon mahasiswa, ini bukti bahwa UM terus berkembang dan berkomitmen mempersiapkan lulusan kompeten, berdaya saing tinggi, dan siap menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas 2045.”

Menutup wawancara, ia menegaskan, “Perlu ada target terukur seperti peningkatan publikasi di jurnal bereputasi, lahirnya paten dan prototipe inovatif, serta prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Hibah ini membuktikan pentingnya keberanian berinovasi, konsistensi menjaga mutu, dan kesiapan tata kelola. Semua PTS sebaiknya menjadikan setiap dukungan, termasuk hibah, sebagai pemicu transformasi berkelanjutan.”

(YMN)