Pos

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

UM – Universitas Mulia mendorong dosen tidak hanya sekadar melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran di kampus saja, tetapi juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat hingga manfaatnya dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan, seperti yang dilakukan Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I, dosen pada Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Sabtu (27/3) yang lalu.

Muhammad Yani mengatakan, dirinya diberikan kepercayaan oleh SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan Workshop kepada guru-guru dengan tujuan untuk membantu peningkatan kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemik saat ini. Workshop berlangsung sehari, dibuka dari pukul 08.00 WITA s.d 16.30 WITA.

Materi Workshop meliputi pemanfaatan Aplikasi Video Conference, E-Learning dengan Google Classroom, Quiz, Penyimpanan Data Online menggunakan Google Drive dan diskusi sekaligus penyelesaian masalah terkait perihal kendala secara teknis dalam pemanfaatan TIK.

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Menurut Muhammad Yani, Kepala SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Juarso, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih dengan tulus dan menyampaikan apresiasi khususnya kepada dirinya yang telah memberikan banyak sekali materi pada Workshop ini.

“Beliau berkesan dan mengatakan bahwa materi praktik yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat digunakan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Beliau juga melihat semangat dan antusias para guru yang mengikuti dari awal kegiatan sampai dengan selesai,” tutur Muhammad Yani.

Usai pelaksanaan Workshop, Muhammad Yani membentuk grup WhatsApp bersama para peserta dalam rangka pendampingan selama menggunakan TIK untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pada Workshop ini juga dibentuk Grup Whatsapp untuk kegiatan pendampingan selanjutnya, mudah-mudahan ini sebagai sarana untuk mempermudah para guru memanfaatkan TIK sehingga mudah-mudahan tujuan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran tercapai sesuai harapan,” tutupnya. (SA/PSI)

Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan leadership bagi Civitas Akademika dalam menghadapi tatanan hidup baru atau new normal, Universitas Mulia telah menggelar Workshop Reinforcement Leadership, pada Selasa, 7 Juli 2020. Menghadirkan motivator Dr. H. Sartono, M.M, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kegiatan ini diikuti para pimpinan di Universitas Mulia, mulai dari Rektor, Dekan hingga Kaprodi. Dengan mengangkat tema Kerjaku Ibadahku, banyak informasi spiritual yang beliau dibagikan. Dimulai pada niat. Bekerja haruslah diawali dengan niat ibadah. Bila telah meniatkan untuk ibadah dengan melayani, Insyallah semua pekerjaan tidak akan terasa terbebani. Tidak ada kata lelah ataupun mengeluh, karena semua telah didasari dengan niat ibadah.

Apapun profesi baik karyawan maupun dosen, bila dilakukan hanya dengan tujuan mencari uang, maka waktu yang kita jalankan setiap hari hanyalah sia-sia, karena waktu begitu terbatas dan telah banyak kita gunakan untuk hal lainnya. Namun bila sebelum berangkat bekerja, mengawali dengan niat ibadah, niat untuk melayani membantu sesama, maka niscaya Allah akan membantu hambanya.

Dirinya juga mengajak untuk menghindari perilaku tercela, terutama dalam bekerja. Seperti sombong, tamak, iri dengki serta Munafik. Karena induk dari segala kejahatan adalah keempat hal tersebut.

Ia pun mengajak untuk tidak mencinta dunia secara berlebihan atau hubbud dunya. Karena pencinta dunia tidak akan lepas dari tiga hal, yakni kesedihan atau kegelisahan, keletihan yang berkelanjutan serta penyesalan yang tidak pernah berhenti. Dunia yang kita tinggali saat ini sesungguhnya hanya bersifat fana atau sementara, sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati.

Selanjutnya bersungguh-sungguh atau profesional. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”.

Agenda ini juga, sebagai upaya penyegaran kepada seluruh pimpinan, untuk mengingatkan kembali bahwa apa yang dilakukan itu tujuannya adalah ibadah. Karena bila kita sudah niatkan dengan ibadah, maka bekerja akan secara ikhlas. Berbeda bila kita bekerja hanya dengan niat mencari uang, maka pasti memiliki hitung-hitungan dan selalu berkeluh kesah. Nantinya agenda ini akan dibuat secara rutin, selain itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, setiap Jumat pagi, juga dilakukan agenda Jumat berkah yang diisi dengan kultum dan pengajian.