Tag Archive for: Workshop

Foto bersama daring saat pembukaan Workshop Fundamental Data Sains kerjasama Universitas Mulia dan Universitas Gunadarma, Senin (3/7). Foto: Tangkapan layar

UM – Universitas Mulia bekerja sama dengan Universitas Gunadarma menggelar Workshop Fundamental Data Sains untuk Dosen, 3 – 22 Juli 2023. Workshop yang digelar daring selama 9 hari atau 38 jam ini memanfaatkan mesin super komputer Nvidia DGX yang ada di Universitas Gunadarma.

Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya workshop ini.

“Ini luar biasa dan sangat kami tunggu-tunggu. Mudah-mudahan ini menjadi rangkaian kerjasama yang saling memberi manfaat antara Universitas Gunadarma dengan Universitas Mulia,” tutur Yusuf Wibisono.

Yusuf Wibisono mengatakan, minat para dosen mengikuti workshop Data Sains ini cukup banyak. Tercatat 31 orang peserta terdaftar yang berasal dari lintas bidang dan program studi di Universitas Mulia, baik dari kampus Balikpapan dan Samarinda.

“Kami lihat, tidak semuanya datang dari background teknologi informasi. Tapi kami percaya bahwa tim instruktur Universitas Gunadarma sudah menyiapkan materi sedemikian rupa sehingga materi ini bisa diikuti oleh bidang ilmu apapun yang memang memiliki minat di bidang data sains,” terang Yusuf.

Foto bersama daring saat pembukaan Workshop Fundamental Data Sains kerjasama Universitas Mulia dan Universitas Gunadarma, Senin (3/7). Foto: Tangkapan layar

Foto bersama daring saat pembukaan Workshop Fundamental Data Sains kerjasama Universitas Mulia dan Universitas Gunadarma, Senin (3/7). Foto: Tangkapan layar

Dr. Detty Purnamasari instruktur Universitas Gunadarma pada Workshop Data Sains untuk Dosen. Foto: Tangkapan layar

Dr. Detty Purnamasari instruktur Universitas Gunadarma pada Workshop Data Sains untuk Dosen. Foto: Tangkapan layar

Jadwal Workshop selama 38 jam.

Jadwal Workshop selama 38 jam.

Lebih lanjut, Yusuf Wibisono mengatakan bahwa di era saat ini, Data Sains tidak lagi menjadi monopoli orang IT. “Di situ ada keilmuan Statistika, yang juga harus kuat Matematika dan lain-lain,” tuturnya.

Untuk itu, ia meminta para peserta untuk lebih serius dan berkomitmen mengikuti dan menyelesaikan Workshop hingga pertemuan akhir nanti. “Harus kita sadari bahwa teman-teman dari Gunadarma sudah meluangkan waktu yang luar biasa untuk memberikan kesempatan kita mengikuti workshop ini untuk mencoba super komputer yang super cerdas,” pesannya.

Senada dengan Yusuf Wibisono, Prof. Didin Mukodim, Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma mengatakan bahwa salah satu wujud implementasi kerjasama kedua perguruan tinggi adalah terselenggaranya pelatihan data sains dengan super komputer ini.

“Mudah-mudahan kerjasama ini bermanfaat. Mudah-mudahan para dosen tidak berhenti belajar, karena tugas dosen itu tidak ada yang namanya berhenti belajar,” tutur Prof. Didin.

Prof. Didin juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan segala sesuatunya hingga akhir pelaksanaan workshop dan diikuti seluruh peserta sampai selesai dan memperoleh hasil yang maksimal dan merasakan manfaat super komputer.

Lebih lanjut, Prof. Didin berharap usai pelaksanaan workshop dapat ditingkatkan dengan program-program lainnya. “Mungkin bisa di bidang intelijen, karena sekarang ini juga cukup banyak produk-produk yang dihasilkan pada saat pandemi ataupun saat-saat yang sekarang setelah kita memiliki super komputer ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, tampak hadir Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Wisnu Hera Pamungkas beserta dosen lainnya. Tampak juga dari Universitas Gunadarma Dr. I Made Wiryana bersama dosen dan instruktur lainnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop selama dua jam oleh instruktur Dr Detty Purnamasari. Materi hari pertama meliputi perkenalan penggunaan sarana belajar e-learning, mesin super komputer NVidia DGX A100, instalasi perangkat lunak Anaconda dan Jupyter serta dasar pemrograman Python.

(SA/Puskomjar)

Workshop Jabatan Fungsional dosen Universitas Mulia dengan narasumber Dr. Sudarmo, bertempat di Aula Cheng Ho, Kamis (25/5).

UM – Universitas Mulia kembali menggelar Workshop Jabatan Fungsional (Jabfung) bagi dosen bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kel. Damai Bahagia Balikpapan, Kamis (25/5). Sebagai narasumber, Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.H.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan bahwa Yayasan akan terus mendukung para dosen untuk meraih pencapaian tertingginya jabatan fungsional dosen.

“Kita mulai dengan cara meningkatkan pendidikan dosen jenjang doktor sehingga kelak Universitas Mulia akan mencetak profesor muda,” tutur Dr. Agung.

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T menambahkan, selain pendidikan doktor, dosen wajib mengurus jabatan fungsional sehingga dapat berkontribusi pada universitas.

Rektor mengatakan bahwa untuk mencapai peringkat akreditasi minimal Baik Sekali, Program Studi Sarjana harus memiliki dosen yang berkualifikasi doktor dengan bidang keahlian yang selaras dengan kompetensi Program Studi.

Menurut Rektor, kualifikasi dosen berdasarkan jabatan fungsional 40% Dosen Tetap memiliki jabatan fungsional Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar. Rektor juga mendorong dosen meningkatkan publikasi, baik lewat seminar Internasional, seminar Nasional terindeks dan jurnal terakreditasi dalam tiga tahun terakhir.

Selain dosen, mahasiswa jenjang Sarjana juga didorong agar mengikuti seminar Nasional terindeks ataupun tidak terindeks sekitar 1% dari jumlah mahasiswa.

Dengan peningkatan jumlah publikasi, dalam rentang tiga tahun diharapkan jumlah sitasi rata-rata setiap dosen di atas 8 sitasi, baik publikasi Internasional maupun Nasional bereputasi.

Dari kiri ke kanan narasumber workshop, Dr. Sudarmo, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Dari kiri ke kanan narasumber workshop, Dr. Sudarmo, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Dr. Sudarmo mengatakan bahwa jabatan fungsional yang dimiliki dosen saat ini, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar merupakan jabatan keahlian.

Pasalnya, menurut Dr. Sudarmo, untuk mendapatkan jabatan fungsional tersebut seorang dosen harus mengumpulkan angka kredit dari seluruh kegiatan tridarma di setiap semester.

“Meliputi kegiatan Pendidikan, pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan unsur Penunjang yang berisi beberapa kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas pokok,” tutur Dr. Sudarmo.

Dr. Sudarmo mengingatkan, setiap dosen pengusul harus memperhatikan bidang ilmu maupun mata kuliah yang diajukan serta karya ilmiah yang sesuai dengan Pendidikan terakhirnya. Bidang ilmu maupun mata kuliah yang diajukan tertuang dalam Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat.

Adapun pengusulan jabatan fungsional, tambah Dr. Sudarmo, dosen pengusul bisa mengajukan lewat aplikasi Singkron 2 milik Lembaga Layanan Dikti Wilayah 11 Kalimantan atau LLDIKTI 11.

“Jika dosen belum memiliki akun, silakan mengajukan melalui persuratan online sesuai surat LLDIKTI 11 No. 003/LL11/PT/2022 tanggal 3 Januari 2022 bahwa terhitung mulai 10 Januari 2022 di https://singkron2.lldikti11.or.id,” tutur Dr. Sudarmo.

Apabila telah mendapatkan akun aplikasi Singkron 2, dosen diharapkan segera menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk diunggah ke dalam aplikasi.

“Jika SK dan PAK telah selesai akan ditambahkan riwayat jabatan fungsional di akun dosen masing-masing oleh Tim LLDIKTI 11 serta diunggah SK dan PAK. SK dan PAK asli akan dikirimkan oleh LLDIKTI11 ke perguruan tinggi masing-masing,” tutur Sudarmo.

Sudarmo berharap, dosen aktif dan kreatif dalam mendokumentasikan seluruh kegiatan tridarma yang dilakukannya.

“Dengan keaktifan dan kreatifnya para dosen dalam melaksanakan kegiatan, maka dosen mudah memenuhi persyaratan dalam aplikasi Singkron 2 untuk kenaikan jabatan fungsional dosen sesuai jenjangnya, baik untuk promosi atau naik ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Sebagian foto peserta pelatihan bersama narasumber, Kamis (6/10). Foto: Nadya

UM – Pegiat Teknologi Informasi dan Komunikasi yang tergabung di Kota Balikpapan menggelar Pelatihan Membangun Infrastruktur Digitalisasi. Pelatihan yang bertempat di Laboratorium Komputer Universitas Mulia ini diikuti mahasiswa, dosen, praktisi dan komunitas Teknologi Informasi se-Balikpapan, Kamis (6/10).

“Pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan mahasiswa, dosen, dan pegiat komunitas terkait teknologi infrastruktur server jaringan,” tutur Ketua Program Studi S1 Teknologi Informasi Djumhadi, S.T., M.Kom.

Dirinya bersama Istia Budi, salah satu dosen Informatika serta Relawan TIK menggandeng Sistech Kharisma, salah satu perusahaan Teknologi Informasi di Balikpapan mengadakan Workshop atau pelatihan sehari pengelolaan server.

Istia Budi mengatakan, pelatihan ini digelar dalam rangka mengembangkan talenta Teknologi Informasi di bidang jaringan dan komputer, terutama fokus pada bagaimana optimasi sebuah layanan server untuk mendukung berjalannya aplikasi dan gim agar mampu berjalan dengan optimal.

“Acara terlaksana dengan persiapan hanya satu minggu dan Alhamdulillah berjalan lancar plus antusias peserta luar biasa,” tutur Istia Budi.

Hengky dari perusahaan Teknologi Informasi Sistech saat memberikan pelatihan di Laboratorium Komputer Universitas Mulia, Kamis (6/10). Foto: Nadya

Hengky dari perusahaan Teknologi Informasi Sistech saat memberikan pelatihan di Laboratorium Komputer Universitas Mulia, Kamis (6/10). Foto: Nadya

Dirinya menceritakan, berawal dari diskusi dengan Hengky, pemilik perusahaan SisTech Balikpapan untuk menggelar kegiatan workshop bagi pegiat TIK di Balikpapan. “Hal ini langsung kami sambut dengan baik dan diskusi dengan Pak Djumhadi selaku Kaprodi TI Universitas Mulia,” ungkapnya.

Istia Budi berharap pelatihan tersebut dapat digelar rutin satu bulan sekali untuk merangsang jumlah peserta serta mendorong peningkatan kemampuan dan keahlian Teknologi Informasi di Kota Balikpapan.

“Semoga event ini bisa dilakukan rutin minimal satu bulan sekali dan roadshow ke kampus yang ada di Balikpapan. Saatnya Skill up SDM Balikpapan. Ayo kita bisa!” ajak Istia Budi, yang juga pemilik perusahaan Teknologi Informasi CV. Bina Anugerah Sukses yang juga turut mendukung.

“Acara jadi menantang dengan dibuatkan kasus untuk diselesaikan plus hadiah buat yang paling cepat dan tepat, plus kuis berhadiah,” ajak Istia Budi kepada peserta pelatihan. Untuk itu, dirinya berharap pelatihan yang akan datang para calon peserta telah mempersiapkan diri.

“Next event tunggu ya, jangan sampai ketinggalan,” tutupnya.

(SA/Puskomjar)

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

UM – Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Mulia Samarinda membuka Workshop Komputer untuk siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Workshop Desain Grafis digelar hari pertama dengan tema Desain Produk yang diikuti 30 orang siswa, bertempat di Laboratorium Komputer, Jalan Pahlawan 2A Samarinda, Sabtu (26/2).

Kepala PSDKU Samarinda Muhammad Yani, S.Kom, M.T.I mengatakan bahwa Workshop ini bertujuan untuk melatih para siswa untuk meningkatkan kreativitas desain produk industri dalam mendukung kegiatan berwirausaha.

“Kita sangat bersyukur kegiatan berjalan lancar dan sukses. Para peserta antusias dan semangat. Workshop akan dilanjutkan Sabtu depan dengan tema yang berbeda,” tutur Muhammad Yani.

Ia menerangkan, selain Desain Grafis, workshop juga digelar untuk tema Pemrograman (Programming) pada pekan berikutnya, Sabtu (5/3), dan Editing Video pada Sabtu (12/2) mendatang.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa Workshop Desain Grafis diikuti peserta yang berasal dari SMA dan SMK di Samarinda dan Sanga-sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Dari SMK Negeri 4 Samarinda, SMK TI Airlangga, SMK Muhammadiyah 1 Samarinda, SMK Muhammadiyah 1 Sanga-sanga, SMKN 15 Samarinda dan SMA Budi Luhur Samarinda,” sebut Yani.

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

Keterampilan dan penguasaan teknologi informasi saat ini sangat amat penting, bahkan menjadi wajib dimiliki oleh setiap pekerja profesional di setiap perusahaan, baik skala mikro seperti UMKM maupun perusahaan besar.

Seorang manajer perusahaan mengharapkan kandidat pekerja yang melek komputer. Pekerja yang memiliki keterampilan dan penguasaan literasi komputer dasar membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, efektif, dan mudah untuk diselesaikan setiap hari. Dengan keterampilan komputer, perusahaan berharap mendorong pekerja meningkatkan produktivitas.

Literasi komputer merupakan tingkat keahlian yang dimiliki pekerja profesional untuk menggunakan komputer dan teknologi secara efisien.

Tingkat keterampilan komputer berarti memiliki pengetahuan dasar tentang cara menggunakan komputer untuk melakukan tugas-tugas seperti mengoperasikan sistem perangkat lunak umum, mengoperasikan platform sistem operasi, dan menggunakan perangkat lunak lainnya hingga memiliki pemahaman tentang pemrograman komputer.

Kemampuan literasi komputer saat ini sangat penting mengingat keberadaan komputer ada di mana-mana yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Keberadaan komputer mendorong efisiensi dan produktivitas dan dapat digunakan untuk alat komunikasi dan membina hubungan di masa depan antara perusahaan dengan pelanggan.

(SA/PSI)

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

UM – Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggandeng Penerbit Andi Yogyakarta menggelar Workshop Penulisan Buku Ajar untuk dosen. Workshop berlangsung daring Zoom Meeting diikuti 50 orang dosen, Rabu (22/12).

Ketua LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa workshop atau pelatihan Buku Ajar ini merupakan yang kedua setelah tahun 2020 lalu digelar dengan narasumber yang sama, Edi S Mulyanta dari Penerbit Andi.

“Ini adalah yang kedua lanjutan tahun kemarin karena permintaan cukup banyak berasal dari para Ibu Bapak dosen. Dengan pelatihan ini, Bapak Ibu memiliki kesempatan menulis Buku Ajar dengan penerbit yang baik,” tutur Richki Hardi.

Richki berharap, pelatihan ini memberikan tips dan trik serta strategi menyusun Buku Ajar sehingga diharapkan tahun 2022 mendatang sudah ada buku yang diterbitkan yang dibuat oleh para dosen Universitas Mulia.

“Kalau di organisasi guru itu ada satu guru satu buku. Nah, mudah-mudahan di sini juga ada satu dosen satu Buku Ajar,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Edi Mulyanta mengatakan bahwa adanya perubahan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendorong mahasiswa benar-benar merdeka untuk belajar. Merdeka Belajar memungkinkan mahasiswa memiliki banyak pilihan media belajar maupun guru.

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

Sebagian Peserta Workshop Penulisan Buku Ajar yang digelar LP3M Universitas Mulia, Rabu (22/12). Foto: Tangkapan layar

Sebagian Peserta Workshop Penulisan Buku Ajar yang digelar LP3M Universitas Mulia, Rabu (22/12). Foto: Tangkapan layar

“Konsep pendidikan saat ini berubah dengan adanya kebijakan MBKM yang mengatur 80% pendidikan berasal dari internal kampus, sedangkan 20% sisanya berasal dari luar kampus. Nah, inilah peluang kesempatan kita sebagai dosen untuk mengambil peran profesional,” tutur Edi Mulyanta.

Pasalnya, menurut Edi, berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2021 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Disebutkan pula, dosen secara perseorangan atau berkelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi Sivitas Akademika.

Atas dasar itulah, Edi mengingatkan luaran Perguruan Tinggi salah satunya adalah berupa Buku seperti Buku Ajar, Buku Praktikum atau Buku Panduan selain produk lain seperti jurnal dan hasil Iptek.

“Tugas kami adalah tugas industri, tugas Bapak Ibu dosen adalah menyiapkan materi sebaik mungkin,” ungkap Edi.

Menurutnya, untuk mendorong daya ungkit kepangkatan dosen muda yang masih Asisten Ahli 150, misalnya, menulis buku mampu mengangkat nilai Kum sampai 60 apabila memiliki paten. Apabila hasil karya buku dosen makin banyak, maka mampu membawa jenjang kepangkatan Lektor Kepala.

Untuk memotivasi dosen menulis buku, Edi memberikan sedikit tips dan trik menulis Buku Ajar pada Perguruan Tinggi berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 75 tahun 2019 pelaksanaan UU no. 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.

Bagi penerbit, Buku Ajar termasuk yang paling laku di pasar. “Buku Ajar market-nya besar. Jangan lupa Bapak Ibu singgung juga persoalan softskill, misalnya, bagaimana pada saat guru mengajar daring siswa bisa fokus memperhatikan guru,” ungkapnya.

Edi juga mendorong dosen untuk menulis yang ringan saja lebih dulu. “Tulislah buku yang simple saja supaya ada kepercayaan diri, tulis kulit-kulitnya saja,” ungkapnya.

Menurutnya, menyusun Buku Ajar lebih mudah menggunakan alur sesuai dengan urutan kurikulum pengambilan mata kuliah.

Untuk itu, dalam MBKM, penerbit akan mencari topik atau trend terkait digitalisasi dan luaran yang diharapkan dari MBKM.

Ia menerangkan bahwa MBKM terkait 6 C for HOTS, yaitu Communication, Collaboration, Compassion, Critical Thinking, Creative Thinking, Computation Logic, Adaptive, Flexible, Leadership, Reading Skill, Writing Skill, kemampuan bahasa Inggris dan Teknologi Informasi,”

Lalu, bagaimana memulainya membuat Buku Ajar? Edi memberikan langkah-langkah antara lain, pertama mengikuti Standar Penulisan berdasarkan PP no. 75 tahun 2019.

Kedua, terapkan lima tahapan untuk meningkatkan produktivitas dalam menulis dengan menggunakan rumus S-P-E-E-D, yaitu S berarti Select Topic, pilih topik yang hendak ditulis.

P berarti Prepare your facts atau menyiapkan fakta dan data. E pertama berarti Establish a Structure atau tentukan strukturnya. E kedua adalah Eliminate Distraction, yaitu menghilangkan gangguan. Dan D adalah Dash, Dash to the finish, segera diselesaikan.

“Tahun depan dari seluruh peserta ini diharapkan sudah terbit, minimal 2-3 buku. Trend-nya tentang digitalisasi,” pungkas Edi Mulyanta menantang peserta.

(SA/PSI)

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

UM – Universitas Mulia mendorong dosen tidak hanya sekadar melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran di kampus saja, tetapi juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat hingga manfaatnya dapat dirasakan langsung secara berkelanjutan, seperti yang dilakukan Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I, dosen pada Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda, Sabtu (27/3) yang lalu.

Muhammad Yani mengatakan, dirinya diberikan kepercayaan oleh SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan Workshop kepada guru-guru dengan tujuan untuk membantu peningkatan kompetensi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di masa pandemik saat ini. Workshop berlangsung sehari, dibuka dari pukul 08.00 WITA s.d 16.30 WITA.

Materi Workshop meliputi pemanfaatan Aplikasi Video Conference, E-Learning dengan Google Classroom, Quiz, Penyimpanan Data Online menggunakan Google Drive dan diskusi sekaligus penyelesaian masalah terkait perihal kendala secara teknis dalam pemanfaatan TIK.

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Muhammad Yani (baju merah) bersama para guru SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara, Sabtu (27/3). Fot: M Yani

Menurut Muhammad Yani, Kepala SMP Negeri 6 Tenggarong Seberang Juarso, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih dengan tulus dan menyampaikan apresiasi khususnya kepada dirinya yang telah memberikan banyak sekali materi pada Workshop ini.

“Beliau berkesan dan mengatakan bahwa materi praktik yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat digunakan langsung dalam kegiatan pembelajaran. Beliau juga melihat semangat dan antusias para guru yang mengikuti dari awal kegiatan sampai dengan selesai,” tutur Muhammad Yani.

Usai pelaksanaan Workshop, Muhammad Yani membentuk grup WhatsApp bersama para peserta dalam rangka pendampingan selama menggunakan TIK untuk kegiatan belajar mengajar.

“Pada Workshop ini juga dibentuk Grup Whatsapp untuk kegiatan pendampingan selanjutnya, mudah-mudahan ini sebagai sarana untuk mempermudah para guru memanfaatkan TIK sehingga mudah-mudahan tujuan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran tercapai sesuai harapan,” tutupnya. (SA/PSI)

Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan leadership bagi Civitas Akademika dalam menghadapi tatanan hidup baru atau new normal, Universitas Mulia telah menggelar Workshop Reinforcement Leadership, pada Selasa, 7 Juli 2020. Menghadirkan motivator Dr. H. Sartono, M.M, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kegiatan ini diikuti para pimpinan di Universitas Mulia, mulai dari Rektor, Dekan hingga Kaprodi. Dengan mengangkat tema Kerjaku Ibadahku, banyak informasi spiritual yang beliau dibagikan. Dimulai pada niat. Bekerja haruslah diawali dengan niat ibadah. Bila telah meniatkan untuk ibadah dengan melayani, Insyallah semua pekerjaan tidak akan terasa terbebani. Tidak ada kata lelah ataupun mengeluh, karena semua telah didasari dengan niat ibadah.

Apapun profesi baik karyawan maupun dosen, bila dilakukan hanya dengan tujuan mencari uang, maka waktu yang kita jalankan setiap hari hanyalah sia-sia, karena waktu begitu terbatas dan telah banyak kita gunakan untuk hal lainnya. Namun bila sebelum berangkat bekerja, mengawali dengan niat ibadah, niat untuk melayani membantu sesama, maka niscaya Allah akan membantu hambanya.

Dirinya juga mengajak untuk menghindari perilaku tercela, terutama dalam bekerja. Seperti sombong, tamak, iri dengki serta Munafik. Karena induk dari segala kejahatan adalah keempat hal tersebut.

Ia pun mengajak untuk tidak mencinta dunia secara berlebihan atau hubbud dunya. Karena pencinta dunia tidak akan lepas dari tiga hal, yakni kesedihan atau kegelisahan, keletihan yang berkelanjutan serta penyesalan yang tidak pernah berhenti. Dunia yang kita tinggali saat ini sesungguhnya hanya bersifat fana atau sementara, sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati.

Selanjutnya bersungguh-sungguh atau profesional. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”.

Agenda ini juga, sebagai upaya penyegaran kepada seluruh pimpinan, untuk mengingatkan kembali bahwa apa yang dilakukan itu tujuannya adalah ibadah. Karena bila kita sudah niatkan dengan ibadah, maka bekerja akan secara ikhlas. Berbeda bila kita bekerja hanya dengan niat mencari uang, maka pasti memiliki hitung-hitungan dan selalu berkeluh kesah. Nantinya agenda ini akan dibuat secara rutin, selain itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, setiap Jumat pagi, juga dilakukan agenda Jumat berkah yang diisi dengan kultum dan pengajian.