Tag Archive for: universitas mulia

Balikpapan, 17 Desember 2025—Universitas Mulia (UM) resmi meraih peringkat akreditasi institusi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bagi Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, capaian ini tidak dimaknai sekadar sebagai pemenuhan standar administratif, melainkan sebagai pengakuan atas mulai matangnya sistem tata kelola dan budaya mutu institusi.

Baik Sekali adalah pengakuan bahwa sistem kita tidak hanya patuh, tetapi sudah melampaui standar pada sejumlah aspek,” ujar Prof. Ahsin. Ia menegaskan bahwa hasil asesmen ini menjadi landasan kebijakan akademik ke depan, terutama dalam penguatan outcome pembelajaran, relevansi kurikulum, produktivitas riset, serta layanan mahasiswa yang terukur.

Menurutnya, proses akreditasi justru menghadirkan refleksi paling jujur terhadap kondisi internal universitas. Tantangan utama yang dihadapi UM terletak pada konsistensi antara data, narasi, dan bukti kinerja. Asesmen BAN-PT, kata Prof. Ahsin, menuntut setiap klaim capaian benar-benar terdokumentasi, terukur, dan dapat ditelusuri secara sistematis.

Para asesor BAN-PT—Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, M.T. (Universitas Hasanuddin), Prof. Dr. Pupung Purnamasari, S.E., M.Si., Ak., CA. (Universitas Islam Bandung), dan Dr. Aan Listiana, S.Pd., M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia)—menggali konsistensi data, narasi, dan bukti kinerja Universitas Mulia dalam sesi asesmen lapangan (visitasi) di Ballroom Cheng Hoo, 21 November 2025.

Dari sisi tata kelola, capaian ini menunjukkan mulai terhubungnya siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut di berbagai unit. Budaya mutu tidak lagi berhenti pada dokumen formal, tetapi mulai hadir dalam ritme kerja harian.

Budaya mutu mulai hidup, bukan hanya di level dokumen, tetapi dalam ritme kerja unit,” jelasnya.

Prof. Ahsin menekankan bahwa hasil akreditasi ini merupakan buah kerja kolektif. Dosen menjaga kualitas akademik, tenaga kependidikan memastikan layanan dan validitas data, sementara unit pendukung menutup celah sistem yang ada. Dari proses tersebut, UM memetik satu pelajaran penting: mutu hanya dapat dibangun melalui koordinasi lintas unit yang disiplin dan berkelanjutan.

Ke depan, rekomendasi hasil asesmen BAN-PT akan diterjemahkan menjadi rencana aksi yang konkret. UM menargetkan perbaikan proses pembelajaran berbasis evidence, peningkatan kapasitas riset dan kolaborasi, serta penguatan standar layanan mahasiswa dengan indikator kinerja yang dipantau secara berkala.

Dalam peta jalan jangka menengah, UM menetapkan prioritas pada penguatan sumber daya manusia dan ekosistem riset, peningkatan mutu program studi, perluasan kemitraan strategis, serta konsistensi luaran publikasi, inovasi, dan dampak pengabdian kepada masyarakat. Prof. Ahsin menegaskan target institusi: paling lambat tahun 2030, Universitas Mulia telah meraih akreditasi Unggul.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., didampingi para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan, memaparkan penjelasan strategis sekaligus merespons secara komprehensif setiap pertanyaan asesor dalam proses asesmen lapangan BAN-PT.

Untuk memastikan mutu berjalan secara berkelanjutan, UM memperkuat pendekatan sistemik melalui kalender mutu tahunan, dashboard kinerja, rapat tinjauan manajemen rutin, serta mekanisme tindak lanjut yang diaudit. Dengan cara ini, mutu tidak lagi bersifat musiman, tetapi menjadi cara kerja sehari-hari.

Terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI), Prof. Ahsin menilai keduanya telah berjalan, namun masih perlu dipertajam. Fokus penguatan diarahkan pada ketajaman analisis akar masalah dan kecepatan tindak lanjut.

AMI harus makin adaptif, fokus pada perbaikan proses, bukan hanya kepatuhan,” tegasnya.

Bagi mahasiswa dan masyarakat, peringkat Baik Sekali menandai penguatan kualitas tata kelola dan layanan UM. Rektor menekankan bahwa capaian ini merupakan komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan proses belajar, layanan, dan kualitas lulusan—bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk menjawab tantangan masa depan.

Di tengah dinamika regulasi, kompetisi antarperguruan tinggi, meningkatnya ekspektasi publik, serta tuntutan transformasi digital, UM dihadapkan pada tantangan menjaga kecepatan perubahan tanpa mengorbankan kualitas dan integritas akademik. Karena itu, Prof. Ahsin menutup dengan penegasan bahwa capaian ini bukan titik akhir.

Baik Sekali bukan garis akhir. Ini awal lompatan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia menjadikan mutu sebagai karakter institusi: disiplin, kolaboratif, berbasis bukti, dan berorientasi pada dampak nyata. (YMN)

 

 

 

Balikpapan, 16 Desember 2025 — Universitas Mulia meraih Juara II dalam Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter (Championship Perguruan Tinggi Terintegrasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah/CBP Rupiah) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu, 11 Desember 2025.

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia dengan Program CBP Rupiah, sebuah gerakan nasional yang diinisiasi Bank Indonesia untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan negara.

Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., mewakili Universitas Mulia, menerima penghargaan Juara II Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter (Championship Perguruan Tinggi Terintegrasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah/CBP Rupiah) yang diserahkan oleh pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan, Rabu (11/12/2025).

Melalui KKN berbasis CBP Rupiah, mahasiswa Universitas Mulia berperan aktif mengenalkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat di lokasi KKN. Program ini dirancang tidak hanya sebagai edukasi literasi keuangan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan sikap kebangsaan dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah seorang dosen pembimbing KKN Universitas Mulia, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui Program CBP Rupiah memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Melalui KKN ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan edukasi tentang penggunaan Rupiah yang baik dan bijak, tetapi juga belajar menanamkan nilai kebangsaan serta literasi keuangan secara langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan program tersebut terintegrasi dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, melibatkan perguruan tinggi se-Balikpapan serta seluruh kelurahan di enam kecamatan. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengedukasi masyarakat agar menggunakan Rupiah secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i (tengah) didampingi Ketua Panitia KKN Universitas Mulia Tahun 2025 Dr. Pudjiati, S.E., M.M. (kanan) dan Dosen Pembimbing KKN Universitas Mulia Tahun 2025 Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. (kiri) pada kegiatan penyerahan penghargaan Program Sinergi KKN dan BI Program Chapter CBP Rupiah oleh Bank Indonesia Balikpapan.

Penghargaan Juara II yang diterima Universitas Mulia merupakan bentuk apresiasi Bank Indonesia terhadap kontribusi akademisi, mahasiswa, dan mitra daerah dalam mendukung penguatan literasi Rupiah melalui pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang terstruktur dan kolaboratif. (YMN)

 

Balikpapan, 16 Desember 2025— Pelaksanaan Airlangga Saptalomba Internal Championship (ASIC) Vol. 1 dalam rangka Dies Natalis Yayasan Airlangga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dan rekreasi internal tidak semata berfungsi sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sosial dan kelembagaan. Hingga pertengahan Desember 2025, empat cabang lomba telah rampung dilaksanakan, yakni futsal, badminton, catur, dan tenis meja, sementara tiga agenda lain—Tumpeng Competition, Jalan Santai, dan Fun Quiz—dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom., menilai pelaksanaan lomba sejauh ini berjalan dalam koridor yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten dari seluruh unit. Menurutnya, keberhasilan panitia bukan hanya terletak pada kelancaran teknis, tetapi pada tumbuhnya iklim kompetisi yang sehat dan partisipatif.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom.

“Tahun ini, dinamika pertandingan terasa lebih hidup. Beberapa cabang bahkan menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dicky.

Kompetisi yang Menguji Strategi, Bukan Sekadar Keterampilan

Dari sejumlah cabang yang telah dipertandingkan, futsal dan badminton menjadi dua nomor yang paling menyita perhatian. Kedua cabang ini dinilai paling kompetitif, terutama dengan munculnya divisi Tendik Universitas Mulia sebagai penantang baru yang mampu mengubah peta persaingan.

Pada cabang catur, Universitas Mulia keluar sebagai juara setelah memimpin klasemen akhir dengan 9 poin, hasil dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Keunggulan Universitas Mulia tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga oleh efektivitas strategi permainan, tercermin dari selisih poin papan yang lebih baik dibandingkan pesaing terdekatnya, Tendik UM Airlangga, yang juga mengoleksi 9 poin namun memiliki selisih nol. Sementara SMK Airlangga menempati posisi ketiga, disusul Yayasan Airlangga dan SMP Airlangga.

Di badminton, dominasi Tendik UM terlihat lebih tegas. Menyapu bersih seluruh pertandingan, Tendik UM meraih medali emas dengan catatan empat kemenangan, 12 poin, dan selisih angka +12. Konsistensi permainan dan kedalaman tim menjadi faktor kunci, sementara SMK Airlangga dan Universitas Mulia masing-masing mengamankan perak dan perunggu.

Adapun di futsal, Universitas Mulia tampil sebagai juara dengan performa ofensif yang mencolok. Dari empat pertandingan, tim ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, menghasilkan selisih gol +14. Capaian ini menegaskan bahwa keunggulan tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi dari koordinasi tim dan pengelolaan strategi pertandingan. Tendik UM menyusul di posisi kedua, diikuti BPH Yayasan dan SMK Airlangga yang bersaing ketat di papan tengah.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., berhadapan dengan H. M. Rizal Effendi, S.E., dalam salah satu pertandingan cabang olahraga pada rangkaian ASIC Vol. 1.

Sistem Beregu dan Pembentukan Kohesi Antarunit

Salah satu pendekatan yang secara sadar diterapkan panitia pada ASIC Vol. 1 adalah penekanan pada sistem beregu. Bagi Dicky, pilihan ini bukan tanpa alasan. Sistem beregu mendorong setiap unit untuk membangun komunikasi internal, membagi peran, serta merumuskan strategi secara kolektif.

“Pemenang tahun ini bukan hasil kerja individual. Setiap tim dipaksa untuk duduk bersama, menyusun strategi, dan saling menutupi kekurangan,” jelasnya.

Pendekatan ini berdampak langsung pada interaksi lintas unit pendidikan di bawah Yayasan Airlangga. Guru, tenaga kependidikan, dan civitas akademika dari berbagai jenjang tidak lagi bertemu dalam konteks struktural formal, tetapi dalam ruang sosial yang setara dan kolaboratif.

Kaprodi Hukum Universitas Mulia, Ashar, melepaskan tendangan (shoot) ke arah gawang lawan pada pertandingan futsal ASIC Vol. 1.

Partisipasi sebagai Pernyataan Komitmen

Di tengah persaingan yang ketat, terdapat pula cerita-cerita kecil yang justru merepresentasikan makna Dies Natalis secara lebih substantif. Salah satunya datang dari SMP Airlangga, yang hanya berbekal empat orang peserta, namun tetap mengikuti seluruh cabang lomba hingga tuntas.

Bagi panitia, partisipasi tersebut tidak dapat diukur dengan medali atau peringkat.

“Ini soal komitmen dan semangat kebersamaan. Dengan keterbatasan personel, mereka tetap hadir dan menyelesaikan semua lomba,” ungkap Dicky.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Wibisono bersiap menangkis serangan lawan dalam pertandingan bulu tangkis ASIC Vol. 1.

Klasemen Medali dan Dinamika yang Masih Terbuka

Secara agregat, klasemen sementara perolehan medali menunjukkan persaingan yang masih terbuka. Universitas Mulia dan Tendik UM sama-sama mengoleksi tiga medali, dengan komposisi yang berbeda—Universitas Mulia unggul pada emas, sementara Tendik UM kuat di perak. SMK Airlangga menyusul dengan tiga medali, sedangkan BPH Yayasan dan SMP Airlangga masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada cabang yang belum dipertandingkan.

Dengan masih tersisanya beberapa agenda utama, ASIC Vol. 1 belum mencapai klimaksnya. Namun satu hal yang sudah terbaca jelas: Dies Natalis Yayasan Airlangga tahun ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi ruang aktualisasi nilai kerja sama, strategi kolektif, dan kohesi kelembagaan—nilai-nilai yang relevan dengan denyut kehidupan akademik itu sendiri. (YMN)

Lisda, dosen PGPAUD Universitas Mulia, melakukan smash untuk menyambut bola dari tim lawan pada pertandingan tenis meja dalam rangkaian ASIC Vol. 1.

 

Balikpapan, 15 Desember 2025 — Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menghadiri acara pisah sambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman yang digelar di Aula Makodam VI/Mulawarman, Senin (15/12/2025) pukul 10.00 WITA.

Acara tersebut menandai serah terima kepemimpinan dari Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc. kepada Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. yang selanjutnya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Kodam VI/Mulawarman, wilayah strategis yang mencakup Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyampaikan sambutan pada acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman di Aula Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Senin (15/12/2025).

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha atas amanah barunya sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Republik Indonesia. Kepada Pangdam yang baru, Gubernur mengucapkan selamat datang sekaligus menegaskan posisi strategis Kodam VI/Mulawarman sebagai satu-satunya komando daerah militer yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memerlukan kewaspadaan, sinergi, dan kepemimpinan yang kuat.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur H. Yono Suherman, S.T., Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Nur Asiah, S.H., M.Hum., Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur Kolonel Inf. Aldrin Ali Bahasoan, Komandan Kopassus di IKN, jajaran Forkopimda Balikpapan, serta Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., perwakilan DPRD Kaltara, dan para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., menyampaikan sambutan perdana sekaligus menegaskan komitmen melanjutkan program strategis dan memperkuat sinergi Forkopimda di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutan perdananya, Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa momentum pisah sambut ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan ajang silaturahmi dan kesinambungan kepemimpinan. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha atas berbagai capaian dan fondasi strategis yang telah dibangun selama memimpin Kodam VI/Mulawarman, termasuk peran serta keluarga, khususnya istri Pangdam lama, dalam mendukung tugas negara.

Pangdam baru juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menguatkan program-program yang telah dirintis, serta menjaga sinergi erat bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak lagi semata-mata berbentuk konflik bersenjata, melainkan ancaman multidimensi yang menuntut koordinasi lintas sektor, kewaspadaan sosial, dan ketangguhan wilayah.

Secara khusus, Pangdam VI/Mulawarman menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan IKN Nusantara sebagai ibu kota negara, serta kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi potensi bencana di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan hanya pada persenjataan, melainkan pada kehormatan dalam menjaga Merah Putih, kedaulatan negara, dan ketahanan wilayah.

Menutup sambutannya, Mayjen TNI Krido Pramono memohon doa dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara agar amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan baik, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., tampak menghadiri acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman bersama para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kota Balikpapan.

Kehadiran Rektor Universitas Mulia dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen institusi pendidikan tinggi untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan unsur TNI, pemerintah daerah, dan Forkopimda, khususnya dalam mendukung stabilitas wilayah dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025— Universitas Mulia mendampingi Kelurahan Prapatan dalam penerapan administrasi digital untuk pengelolaan rumah maggot. Program ini dirancang sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk merapikan alur data produksi, stok, dan penjualan, yang sebelumnya ditulis manual di kertas.

Inisiatif ini berawal dari evaluasi bersama pihak Kecamatan Balikpapan Kota mengenai sulitnya memantau aktivitas produksi secara cepat. Sistem berbasis digital dipandang lebih tepat karena memungkinkan informasi dibuka dari mana saja, tanpa menunggu bundel laporan fisik. Keputusan dapat diambil saat data masuk, bukan setelah menelusuri arsip.

Pendamping kegiatan dari Universitas Mulia, Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemetaan kebutuhan dilakukan melalui komunikasi teknis dengan kelurahan. Materi yang disusun berangkat dari temuan lapangan: format laporan yang tersebar, waktu rekap yang panjang, dan risiko hilangnya dokumen. “Digitalisasi memberi struktur yang rapi. Data terkumpul, mudah diakses, dan bisa diverifikasi,” kata Syafii.

Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., dari Universitas Mulia menjelaskan alur pencatatan administrasi digital pada sesi pelatihan di Kelurahan Prapatan.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada alur pencatatan produksi, distribusi, dan rangkuman penjualan harian melalui sistem aplikasi. Akses dibuat sederhana agar perangkat kelurahan dapat menggunakannya tanpa proses adaptasi yang panjang. Prinsipnya, teknologi disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sebaliknya.

Bagi Universitas Mulia, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan perangkat. Tujuan utamanya adalah membangun tata kelola layanan publik berbasis data. Hal ini sejalan dengan mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana pengabdian dilakukan melalui keahlian akademik yang dimiliki dosen dan mahasiswa.

Konteks pengabdian tampak jelas: kelurahan memerlukan alat kerja yang terukur, sementara kampus memiliki kapasitas untuk merancang dan mendampingi implementasi. Kolaborasi ini menempatkan Universitas Mulia sebagai mitra teknis yang memastikan sistem berjalan dan dimengerti oleh pengguna.

Program di Kelurahan Prapatan melanjutkan pendampingan yang telah dilakukan pada kelurahan lain di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota. Tahapannya berulang: memetakan kebutuhan, menyusun materi, menguji pemahaman, lalu memberi tindak lanjut. Dengan cara ini, setiap kelurahan mendapatkan intervensi yang sama, namun kontennya menyesuaikan realitas lapangan.

Pendampingan digital menghasilkan perubahan cara kerja: laporan tidak lagi menumpuk di map, penghitungan stok tidak bergantung pada ingatan, dan pembacaan data menjadi cepat. Langkah ini sederhana, tetapi memengaruhi banyak aspek: distribusi tanggung jawab, akurasi catatan, hingga transparansi.

Di sisi akademik, Universitas Mulia memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Setiap evaluasi dan temuan menjadi bahan refleksi untuk pengembangan model pengabdian berikutnya. Kampus memperoleh pengalaman langsung, kelurahan mendapatkan alat kerja yang lebih efisien. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025 — Mahasiswa Universitas Mulia melalui UKM LDK Al-Izzah mengadakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Sumatra. Kegiatan dilaksanakan pada 4–5 Desember 2025 di lingkungan Kampus Universitas Mulia dan mendapat dukungan dari dosen serta mahasiswa.

Pembina UKM LDK Al-Izzah, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan bantuan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran kritis mengenai bencana.
“Mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Kepedulian tidak hanya berhenti pada empati, tetapi juga tindakan nyata dan pemikiran intelektual,” ujarnya.

Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., Pembina UKM LDK Al-Izzah UM, berfoto bersama para aktivis akhwat usai aksi solidaritas kampus.

Dalam penggalangan dana selama dua hari, relawan menyisir kelas-kelas pada waktu kuliah pagi dan malam. Dana yang terkumpul melalui QRIS berjumlah Rp2.707.000 dan disalurkan melalui Human Initiative. Selain itu, donasi sebesar dari Rp5.032.000 yang didapat melalui sumbagan langsung (kotak ifaq) disalurkan melalui Nurul Hayat sebagai mitra kampus dalam kegiatan filantropi.

Menurut Wahyu, penggalangan dana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus. Ia menilai bencana tidak hanya isu alamiah, tetapi juga terkait tata kelola lingkungan, mitigasi, dan kepedulian masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, mendorong inovasi kebencanaan, dan hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat,” katanya.

Respons civitas akademika dinilai sangat positif. Banyak dosen memberikan kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan maksud kegiatan, dan mahasiswa menyambut antusias, termasuk melalui pembayaran nontunai melalui QRIS.

Wahyu menambahkan bahwa kesadaran ekologis dan solidaritas kemanusiaan perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Gerakan ini adalah momentum untuk membangun kepedulian bersama. Bencana tidak boleh hanya menjadi berita yang lewat, tetapi panggilan untuk melindungi alam dan sesama,” tandasnya. (YMN)

Balikpapan, 8 Desember 2025—Mahasiswa Universitas Mulia melalui LDK Al-Izzah mengadakan aksi solidaritas penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menyisir seluruh gedung kampus, kelas pagi maupun malam. Total dana yang terhimpun mencapai Rp7.739.000, terdiri dari Rp5.032.000 donasi tunai melalui kotak infaq dan Rp2.707.000 melalui QRIS yang masuk langsung ke rekening Human Initiative.

Aktivis LDK Al-Izzah UM mengumpulkan donasi dari mahasiswa kelas malam sebagai bentuk solidaritas untuk korban bencana Sumatra.

Koordinator aksi sekaligus Ketua LDK Al-Izzah UM, Qolby Zakin, mengatakan pemicu kegiatan ini adalah rasa kemanusiaan dan ukhuwah. Menurutnya, kabar mengenai korban jiwa dan kerusakan di Sumatra memunculkan keinginan untuk ikut membantu.

“Rasanya pilu melihat saudara-saudari kita di Sumatra kehilangan nyawa, harta, dan tempat tinggal. Hati kami tergerak; kami ingin membantu tidak hanya lewat doa, tapi juga ikhtiar nyata dengan menggalang dana keliling kampus,” ujarnya.

Selain mengumpulkan donasi, aksi ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan empati di lingkungan kampus. Aksi dilakukan dengan mendatangi kelas saat pergantian jam kuliah, menyampaikan maksud secara singkat setelah memperoleh izin dari dosen.

Penggalangan dana berlangsung di Fakultas Hukum Kelas Pagi, dengan antusiasme mahasiswa dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Aksi ini digelar setelah adanya tawaran kerja sama dari Human Initiative Kaltim. Seluruh dana yang terkumpul dari penggalangan di kelas akan diserahkan penuh kepada lembaga tersebut untuk disalurkan ke lokasi bencana. LDK Al-Izzah juga tetap bekerja sama dengan Nurul Hayat sebagai pihak yang sudah memiliki hubungan resmi dengan kampus, membuka kesempatan donasi bagi civitas akademika melalui jalur tersebut.

Untuk memaksimalkan penggalangan, anggota UKM dibagi menjadi dua tim besar untuk menyisir fakultas: Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Humaniora dan Kesehatan, dan Fakultas Teknik. Setiap tim memiliki peran yang jelas, dari dokumentasi, pembawa kotak donasi, hingga anggota yang bertugas meminta izin masuk kepada dosen atau ketua kelas.

Seorang dosen menyerahkan donasinya kepada aktivis LDK Al-Izzah di area parkir kampus sebagai wujud kepedulian.

Respons kampus dinilai positif. Banyak dosen memberikan dukungan dan memberi kesempatan bagi relawan Al-Izzah untuk masuk ke kelas.

“Banyak dosen langsung mengeluarkan beberapa lembar merah dari dompet untuk disumbangkan. Melihat dukungan total dari para dosen itu sangat memotivasi,” tutur Qolby.

Beberapa mahasiswa juga menunjukkan antusiasme ketika mengetahui metode pembayaran tanpa tunai tersedia.

“Ada yang kecewa karena tidak bawa uang tunai, tetapi begitu kami sampaikan bisa pakai QRIS, mereka langsung teriak antusias, ‘Alhamdulillah!’,” katanya.

Seorang mahasiswi melakukan pembayaran donasi melalui QRIS untuk membantu penanganan bencana di Sumatra.

Menurut Qolby, bagi mahasiswa UM, kegiatan ini merupakan wujud persaudaraan sesama muslim dan sebangsa.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad tentang mukmin yang ibarat satu tubuh, di mana jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya. Solidaritas dinilai sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab kemanusiaan.

Langkah setelah penggalangan adalah menyerahkan hasil donasi kepada Human Initiative. LDK Al-Izzah akan mengawal proses distribusi dan membagikan dokumentasi resmi penyaluran melalui media sosial untuk menjaga transparansi.

“Nantinya akan ada foto dan video penyaluran dari pihak Human Initiative. Kami akan publikasikan di Instagram resmi UKM Al-Izzah agar civitas akademika bisa melihat bukti penyalurannya,” ujar Qolby.

Seorang ibu kantin menyumbangkan donasi yang diterima oleh aktivis LDK Al-Izzah UM sebagai bagian dari aksi peduli bencana Sumatra.

Semangat relawan dijaga dengan mengingatkan kembali niat, memperkuat kebersamaan, dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal jariyah.

Di akhir wawancara, Qolby menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bencana tidak hanya menjadi berita duka yang berlalu.

“Peristiwa di Sumatra adalah panggilan hati. Doa adalah energi, tetapi aksi nyata, baik itu donasi sekecil apa pun, tenaga, adalah manifestasi keimanan kita.” (YMN)

Balikpapan, 3 Desember 2025—Universitas Mulia menjadi salah satu dari 11 perguruan tinggi di Balikpapan yang menjadi lokasi Aksi Simpatik Hari AIDS Sedunia bertema “Bersama Wujudkan Indonesia Tanpa AIDS 2030, Mulai dari Kampus”. Kegiatan yang meliputi sosialisasi pencegahan HIV dan skrining TB ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, termasuk dr. I Dewa Gede Dony Lesmana, yang memaparkan situasi epidemiologi terkini dan tantangan edukasi di kelompok usia mahasiswa.

dr. I Dewa Gede Dony Lesmana narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Dalam penjelasannya, dr. Dony menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis yang tidak dapat diabaikan dalam upaya menekan penularan HIV. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, usia 15–24 tahun menyumbang 23% dari seluruh kasus positif HIV di Balikpapan, yaitu 61 kasus. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata kerentanan usia remaja.
“Jika kita berbicara tentang pencegahan, maka kelompok usia inilah yang harus ditemui. Mereka bergerak cepat, dinamis, dan risikonya meningkat ketika lingkungan sosialnya kurang terawasi,” ujar dr. Dony.

Panitia dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, pimpinan Universitas Mulia, dan para peserta berfoto bersama seusai pelaksanaan Aksi Simpatik Hari AIDS Sedunia.

Temuan lokal tersebut sejalan dengan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, yang menunjukkan bahwa tingkat literasi HIV komprehensif di kalangan remaja nasional baru mencapai 14,1%. Menurut dr. Dony, rendahnya literasi ini memiliki implikasi langsung terhadap perilaku dan pengambilan keputusan. “Pengetahuan dasar mereka masih sangat terbatas. Ketidaktahuan inilah yang membuat intervensi edukasi di kampus menjadi bukan sekadar program pendukung, tetapi kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Walaupun Balikpapan belum memiliki survei lokal mengenai tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap HIV dan TB, Dinas Kesehatan menggunakan capaian nasional tersebut sebagai pijakan. Selain pertimbangan epidemiologis, dr. Dony menekankan faktor psikososial sebagai penyebab tingginya risiko. “Remaja memiliki kecenderungan untuk mencoba hal baru. Tekanan pergaulan dan rasa ingin tahu sering kali lebih dominan dibanding pertimbangan kesehatan. Faktor ini harus dipahami sebagai dasar perancangan edukasi,” tambahnya.

Dalam kegiatan yang menyasar 11 kampus, Dinas Kesehatan menetapkan dua indikator keberhasilan jangka pendek. Pertama, peningkatan pemahaman peserta, diukur melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test. Kedua, partisipasi mahasiswa dalam pemeriksaan HIV secara sukarela. Kedua indikator ini dinilai penting untuk melihat apakah intervensi berjalan efektif dan diterima oleh mahasiswa.

Suasana pemaparan materi dalam roadshow Pencegahan dan Pengendalian HIV serta skrining TB oleh tim Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

 

Untuk strategi jangka panjang, dr. Dony menilai bahwa kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti pada momentum Hari AIDS Sedunia. “Edukasi harus berkesinambungan, tidak berhenti setelah acara berakhir. Yang lebih penting lagi, kampus perlu terhubung dengan jejaring layanan HIV sehingga setiap kasus dapat ditangani secara komprehensif,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah rekomendasi bagi institusi perguruan tinggi. Sosialisasi perlu digelar secara berkala, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan unit kemahasiswaan. Selain itu, kampus dapat mempertimbangkan pembentukan Satgas HIV, dengan dosen tertentu dilatih menjadi konselor. “Kampus adalah lingkungan pendidikan. Jika kita ingin pencegahan berjalan efektif, maka harus ada struktur internal yang bisa bekerja secara mandiri dan terkoordinasi,” tegas dr. Dony.

Kegiatan di Universitas Mulia ini menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat kesadaran, mengurangi stigma, dan mendorong deteksi dini di kalangan mahasiswa. Dengan beban epidemi yang semakin bergerak ke kelompok usia muda, integrasi antara institusi pendidikan dan otoritas kesehatan menjadi langkah strategis yang perlu diperluas dan dipertahankan. (YMN)

 

Balikpapan, 2 Desember 2025 — Upaya pemerintah memperluas literasi kesehatan publik kembali menyentuh lingkungan perguruan tinggi. Melalui program aksi simpatik Hari AIDS Sedunia 2025, Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menyelenggarakan rangkaian edukasi HIV dan skrining tuberkulosis (TB) di 11 kampus, termasuk Universitas Mulia. Kegiatan berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Selasa (2/12).

Program ini menghadirkan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Elizabeth Rassi, yang memaparkan perkembangan terbaru epidemi HIV di kota ini. Melalui data lokal dan contoh kasus, mahasiswa diajak melihat bagaimana penularan HIV masih terjadi di kelompok usia produktif dan remaja—kelompok yang juga mengisi ruang-ruang kampus.

dr. Agustinus Wendhi Widata memaparkan informasi dasar HIV/AIDS, membuka sesi dengan penjelasan yang menempatkan mahasiswa pada konteks epidemi yang sebenarnya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menyampaikan bahwa kampus tidak bisa memisahkan diri dari isu kesehatan publik. Ia menilai bahwa keterhubungan mahasiswa dengan informasi kesehatan harus diwujudkan melalui paparan langsung dari tenaga kesehatan, bukan hanya melalui bahan ajar atau literatur.

Dalam diskusinya dengan dr. Elizabeth sebelum kegiatan dimulai, Wibisono mencatat bahwa Kota Balikpapan memiliki 361 kasus HIV yang tercatat, dengan kemungkinan angka yang lebih tinggi karena sebagian kasus tidak terdeteksi. Menurutnya, kondisi ini menempatkan institusi pendidikan pada posisi yang relevan untuk memperkenalkan pendekatan pencegahan yang berbasis bukti.

Para peserta mengikuti penjelasan narasumber dengan saksama, mencatat poin-poin penting mengenai penularan, pencegahan, dan layanan kesehatan terkait HIV/AIDS.

“HIV belum memiliki terapi yang mampu menghilangkan virus sepenuhnya. Maka cara paling masuk akal adalah memperkecil risiko melalui pemahaman dan perilaku yang sesuai dengan fakta medis,” ungkapnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan forum ini sebagai kesempatan belajar yang bersifat langsung dan terukur.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan layanan skrining TB dan konseling singkat oleh tim Dinas Kesehatan. Dalam proses ini, mahasiswa dapat mengamati bagaimana asesmen kesehatan dilakukan, termasuk identifikasi faktor risiko dan alur layanan rujukan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Elizabeth Rassi, memberikan suvenir kepada peserta sebagai penanda apresiasi atas partisipasi dalam rangkaian edukasi kesehatan.

Di lingkungan Universitas Mulia, kegiatan seperti ini dipandang sebagai cara untuk memperlihatkan bagaimana isu epidemiologi dipahami dan diterapkan dalam konteks nyata. Interaksi mahasiswa dengan tenaga kesehatan membuka ruang belajar yang berbeda dari ruang kuliah, karena mereka melihat langsung bagaimana pendekatan medis, data, dan komunikasi kesehatan bertemu dalam praktik. (YMN)

 

Balikpapan, 1 Desember 2025 — Universitas Mulia menyelenggarakan Wisuda ke-7 Tahun 2025 pada Senin, 1 Desember 2025 di Hotel Novotel Balikpapan. Acara dihadiri jajaran Pembina, Pengurus, dan Badan Pengelola Harian Yayasan Airlangga, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, pimpinan perguruan tinggi, serta orang tua wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia menyampaikan uraian komprehensif mengenai capaian institusi, profil lulusan, serta arah pengembangan kompetensi di era teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M. Si., menyampaikan sambutan dalam Sidang Terbuka Wisuda ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025 di Hotel Novotel Balikpapan.

Penghargaan kepada Wisudawan, Orang Tua, dan Sivitas Akademika

Rektor UM, Prof Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. membuka sambutan dengan menegaskan bahwa wisuda merupakan tonggak penting bagi para lulusan sekaligus momentum reflektif atas perjalanan akademik yang telah ditempuh. Ucapan selamat disampaikan kepada 361 lulusan dari berbagai program studi, disertai apresiasi eksplisit kepada orang tua dan wali mahasiswa yang disebut sebagai pihak yang menyediakan dukungan moral, finansial, dan spiritual hingga para wisudawan mencapai tahap akhir studinya.

Kepada dosen dan tenaga kependidikan, Rektor menekankan bahwa setiap ijazah yang diterima mahasiswa tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari rangkaian proses panjang mulai dari penyusunan materi, pendampingan akademik, penilaian, hingga dukungan administratif yang konsisten.

Prosesi Wisuda Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM): Rektor UM melakukan pemindahan tali toga, sementara Dekan FIKOM, Djumhadi, S.T., M.Kom., bersiap menyerahkan ijazah kepada wisudawan dan wisudawati.

Profil Wisuda 2025

Pada wisuda tahun ini, Universitas Mulia melepas 361 lulusan S1 dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Predikat kelulusan: 54% meraih predikat Sangat Memuaskan dan 45% Cum Laude.
  • Rerata IPK: 3,56, meningkat dibanding 2024.
  • Rerata masa studi: 4 tahun 5 bulan.
  • Masa studi tercepat: Wahyu Aji Purnama (S1 Teknik Informatika) dengan masa studi ±3 tahun 4 bulan.
  • Wisudawan tertua: Ratna Arif (S1 Farmasi) berusia sekitar 49 tahun.
  • Wisudawan termuda: Nabila Cantika Anajolla (S1 Sistem Informasi) berusia sekitar 20 tahun.

Rektor menegaskan bahwa beragamnya perjalanan studi para lulusan menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki ritme dan tantangan masing-masing, namun seluruhnya tiba pada garis akhir yang sama pada hari wisuda.

Wisudawan dan wisudawati Universitas Mulia berbaris menunggu pemanggilan nama dan gelar akademik untuk mengikuti prosesi pemindahan tali toga oleh Rektor Universitas Mulia.

Peningkatan Kepercayaan Publik dan Capaian Kelembagaan

Rektor memaparkan perkembangan signifikan terkait pertumbuhan mahasiswa dan kinerja institusi dalam tiga tahun terakhir. Jumlah mahasiswa baru meningkat rata-rata 10–11% per tahun, sementara mahasiswa aktif bertambah 3–4% per tahun. Universitas Mulia juga mencatat lebih dari 80 kerja sama tridharma, baik internasional maupun nasional.

Di bidang akademik, kenaikan jabatan fungsional dosen mencapai hampir 50% dalam dua tahun terakhir. Produktivitas ilmiah juga menunjukkan perkembangan melalui 378 karya ilmiah dalam tiga tahun, 88 Hak Kekayaan Intelektual, satu paten, serta 65 buku ber-ISBN dalam lima tahun terakhir.

Tracer Study dan Mutu Lulusan

Laporan tracer study menunjukkan:

  • Waktu tunggu memperoleh pekerjaan: 3,7 bulan.
  • Kesesuaian bidang kerja: 83% bekerja sesuai kompetensi akademik.
  • Penilaian pengguna: 98% puas (80% menilai “Sangat Baik”, 18% “Baik”)

Lulusan Universitas Mulia bekerja pada berbagai sektor, mulai dari perusahaan multinasional, industri nasional, lembaga pemerintah, hingga wirausaha mandiri.

Wisudawan, wisudawati, dan keluarga mengikuti rangkaian Sidang Terbuka Wisuda ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Penguatan Ekosistem Technopreneurship

Rektor menguraikan bahwa penguatan ekosistem technopreneurship terus dibangun melalui:

  • Inkubator Bisnis UM yang berfungsi mengubah ide inovatif menjadi produk dan rintisan usaha.
  • LSP UM serta kerja sama Sertifikasi Digital Talent (Kominfo/KomDigi) untuk memperluas akses micro-credentials.
  • Laboratorium berbasis income generator, seperti Rumah Produksi Kosmetik Tipe B (Prodi Farmasi) dan Tempat Penitipan Anak (Prodi PG-PAUD).
  • Dukungan pendanaan riset melalui DIPA internal, BRIDA, dan hibah PP-PTS untuk penguatan pembelajaran PjBL, MKWK, dan aktivitas riset terapan.

AI Generatif: Peluang, Risiko, dan Etika

Salah satu bagian penting dalam sambutan Rektor adalah penekanan mengenai perkembangan kecerdasan buatan generatif seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, DALL·E, dan Midjourney. Menurutnya, teknologi ini membawa peluang besar dalam penulisan, penerjemahan, perancangan, hingga pemrograman.

Namun, risiko seperti deepfake, hoaks, penipuan, dan plagiarisme perlu dipahami secara kritis. Rektor menegaskan bahwa AI menggantikan pekerjaan rutin, bukan peran manusia yang memiliki kemampuan kritis, empatik, dan berintegritas. Karena itu, lulusan Universitas Mulia diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi pihak yang mampu memimpin pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dan etis.

Wisudawati Universitas Mulia memperlihatkan map ijazah sebagai penanda resmi penyelesaian studi sarjana setelah menempuh proses pendidikan tinggi di Universitas Mulia.

Future Skills dan Kurikulum OBE 2025

Rektor memaparkan orientasi kompetensi masa depan (future skills), meliputi literasi AI dan data, analytical and creative thinking, keamanan siber, kepemimpinan, kolaborasi, serta komitmen pada pembelajaran sepanjang hayat. Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Universitas Mulia 2025 disusun selaras dengan kebutuhan tersebut melalui metode pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, sertifikasi profesi, micro-credentials, dan program magang industri.

Pesan bagi Lulusan

Dalam penutup sambutannya, Rektor menekankan empat pesan utama:

  1. Menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater dalam setiap bentuk pengabdian dan pekerjaan.
  2. Mengembangkan kompetensi dan jejaring profesional, mengingat dinamika teknologi dan ilmu pengetahuan bergerak sangat cepat.
  3. Menanamkan jiwa technopreneur dan inovator, agar lulusan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta solusi berbasis teknologi.
  4. Berperan aktif dalam perkembangan daerah dan bangsa, terutama pada agenda strategis Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan.

Rektor mengapresiasi kerja keras para lulusan yang harus menyeimbangkan studi dengan pekerjaan, kondisi keluarga, atau kendala ekonomi. Ia menegaskan bahwa ketahanan dan kemampuan untuk menyelesaikan proses akademik merupakan modal penting dalam menghadapi dunia profesional.

Acara wisuda diakhiri dengan ajakan kepada para lulusan untuk tetap menjalin hubungan dengan almamater serta turut berkontribusi dalam pengembangan Universitas Mulia di masa mendatang. (YMN)