Tag Archive for: universitas mulia

Balikpapan, 21 Maret 2026—Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, tetapi momentum untuk menata ulang cara kita memaknai ilmu, kerja, dan pengabdian. Dalam keheningan yang lahir dari latihan menahan diri, kita diajak untuk kembali pada esensi: kejujuran dalam berpikir, integritas dalam bertindak, dan ketulusan dalam memberi manfaat.

Keluarga besar Universitas Mulia memaknai Idulfitri sebagai titik temu antara kecerdasan intelektual dan kedewasaan spiritual. Di ruang-ruang kelas, laboratorium, hingga pengabdian kepada masyarakat, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang menjaga agar ilmu tidak kehilangan arah, dan kemajuan tidak tercerabut dari kemanusiaan.

Atas nama pimpinan Universitas Mulia, kami mengucapkan Selamat Idulfitri 1 Syawal 1447 H. Semoga kejernihan hati yang kita rawat selama Ramadan dapat berlanjut menjadi etos baru dalam berkarya—lebih jujur, lebih bertanggung jawab, dan lebih bermakna bagi sesama. (YMN)

 

Balikpapan, 19 Maret 2026 — Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Masjid Raudhatul Muta’allimin, Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Rabu (18/3/2026) sore. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Studi PGPAUD Universitas Mulia dalam rangka Pesantren Kilat Ramadhan resmi ditutup setelah berlangsung selama hampir dua pekan, sejak 8 hingga 19 Maret 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, ratusan peserta dari jenjang TK hingga SMP mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang memadukan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, serta pengenalan bahasa Inggris untuk anak usia dini. Kehadiran mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia sebagai pengajar dan fasilitator memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran yang berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Ketua PC DMI Balikpapan Kota, Ustadz Drs. H. Arbawi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan pihak Universitas Mulia dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan masjid merupakan langkah strategis dalam membina generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa PGPAUD Universitas Mulia yang telah berkontribusi langsung dalam membina anak-anak di lingkungan masjid. Kegiatan seperti ini sangat kami harapkan dapat terus berlanjut karena memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kaprodi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikan ilmunya secara langsung, sekaligus membangun empati dan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.

Dari sisi peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Keisya Novtria Gerung, siswa kelas 5 SD, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Belajarnya seru, ada game, ada belajar bahasa Inggris, sama diajarkan adab di masjid. Kakak-kakaknya juga baik dan menyenangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Sirhan, siswa kelas 4 SD, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih memahami adab di masjid.

“Saya jadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masjid. Belajarnya tidak membosankan karena ada permainan juga,” katanya.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Ibu Syifa, yang ketiga anaknya mengikuti kegiatan ini, merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

“Anak-anak saya pulang dengan cerita yang berbeda setiap hari. Mereka jadi lebih semangat ke masjid, lebih sopan, dan bahkan mulai mempraktikkan apa yang mereka pelajari di rumah. Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini,” ujarnya.

Dukungan masyarakat juga disampaikan oleh Ketua RT 44 Klandasan Ilir, Ibu Ida, yang melihat dampak positif kegiatan ini di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini sangat baik dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak di lingkungan kami. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris Universitas Mulia, Yamani, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis praktik yang berdampak langsung, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini.

“Pengabdian ini mencerminkan pembelajaran yang berdampak (impactful learning), di mana mahasiswa tidak hanya belajar untuk memenuhi capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka belajar mengajar secara langsung, memahami karakter anak, serta mengintegrasikan bahasa Inggris dengan nilai-nilai keislaman dalam konteks yang nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik, sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.

Penutupan kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna, ditandai dengan doa bersama dan kebersamaan antara mahasiswa, peserta, orang tua, serta pengurus masjid. Lebih dari sekadar kegiatan Ramadhan, Pesantren Kilat ini menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan pembelajaran, kebahagiaan, dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan, sejalan dengan semangat pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata di tengah masyarakat. (YMN)

Balikpapan, 17 Maret 2026 — Rangkaian Program Kultum Ramadan 1447 H yang diinisiasi Unit Kerja Sumber Daya Universitas Mulia resmi berakhir pada Selasa, 17 Maret 2026. Sejak dimulai pada 24 Februari 2026, program ini tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi menjelma sebagai ruang pembinaan spiritual yang terstruktur di tengah ritme kerja civitas akademika.

Penutupan kultum menghadirkan materi tentang zakat fitrah—sebuah tema yang tidak hanya relevan secara fikih, tetapi juga sarat makna sosial. Pembahasan ini menegaskan bahwa puncak Ramadan tidak berhenti pada pengendalian diri melalui puasa, melainkan berlanjut pada penyempurnaan ibadah melalui kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan kultum yang berlangsung setiap dua hari sekali, pukul 10.30 hingga 11.30 WITA, menunjukkan upaya serius institusi dalam merawat dimensi spiritual tanpa mengganggu produktivitas kerja. Pola ini menjadi adaptasi dari program “Jumat Berkah” yang secara konsisten dijalankan di luar Ramadan. Selama bulan suci, format tersebut ditransformasikan menjadi Kultum Ramadan dengan intensitas yang lebih tinggi dan materi yang lebih tematik.

Dalam suasana penutupan yang berlangsung khidmat, panitia turut membagikan paket parsel kepada peserta dan para pengisi materi. Lebih dari sekadar bentuk apresiasi, momentum ini memperlihatkan adanya relasi yang hangat dan setara antara penyelenggara dan partisipan—sebuah aspek yang kerap luput dalam kegiatan seremonial.

Kepala HRD Universitas Mulia, Drs. Achmad Prijanto, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan orientasi yang jelas. Ia menyebutkan bahwa Kultum Ramadan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas ibadah dosen dan tenaga kependidikan, sekaligus memperluas pemahaman keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang refleksi di lingkungan kerja agar Ramadan tidak berlalu secara administratif, tetapi meninggalkan jejak kesadaran spiritual. “Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong sivitas akademika untuk semakin dekat kepada Allah SWT, menggapai keberkahan dan magfirah-Nya, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum penyucian jiwa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa tujuan yang tidak kalah penting adalah menjaga keberlanjutan nilai-nilai ibadah setelah Ramadan berakhir. Konsistensi inilah yang menjadi indikator keberhasilan pembinaan spiritual, bukan sekadar intensitas kegiatan selama bulan suci.

Di sisi lain, interaksi yang terbangun selama kultum turut memperkuat ukhuwah islamiah di lingkungan kampus. Pertemuan rutin yang menghadirkan berbagai latar belakang unit kerja ini menciptakan ruang dialog yang cair, sekaligus mempererat solidaritas antarpegawai.

Berakhirnya Kultum Ramadan 1447 H bukanlah titik akhir, melainkan transisi menuju keberlanjutan program pembinaan melalui “Jumat Berkah” yang akan kembali dijalankan. Dengan demikian, nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman temporer, tetapi bertransformasi menjadi budaya kerja yang berlandaskan spiritualitas.

Program ini memperlihatkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berperan dalam pengembangan intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter dan kedalaman spiritual sumber daya manusianya. Di titik inilah, Kultum Ramadan menemukan relevansinya—bukan sekadar kegiatan, melainkan proses pembentukan makna. (YMN)

 

Balikpapan, 17 Maret 2026 – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Divisi Sumber Daya Universitas Mulia di kafe Alhamd, kawasan Gunung Bakaran, pada Senin sore, 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momen mempererat silaturahmi di antara pimpinan dan seluruh staf dalam suasana Ramadan yang sarat makna.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., bersama jajaran pimpinan di bawah koordinasinya serta para karyawan yang sehari-hari mengemban tugas mendukung pengelolaan sumber daya di lingkungan kampus.

Dalam suasana santai namun penuh kekhidmatan, para peserta berkumpul sejak menjelang waktu berbuka. Percakapan ringan, canda, serta saling bertukar cerita menjadi warna tersendiri yang menghadirkan kehangatan kebersamaan di tengah padatnya aktivitas kerja.

Wibisono menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna yang penting bagi kehidupan organisasi. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun di luar ruang kerja mampu memperkuat rasa saling memahami dan mempererat hubungan antarpegawai.

“Ramadan selalu menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan. Dalam suasana seperti ini kita bisa saling mendekatkan diri, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Divisi Sumber Daya memegang peranan strategis dalam mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas di Universitas Mulia. Karena itu, soliditas tim dan hubungan kerja yang harmonis menjadi fondasi penting dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab.

Senyum kebersamaan keluarga besar Divisi Sumber Daya Universitas Mulia terekam dalam foto bersama sebelum berbuka puasa di Caffe Alhamd Gunung Bakaran.

Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh khusyuk. Suasana hening sejenak, menghadirkan refleksi tentang rasa syukur, kebersamaan, serta harapan agar setiap langkah pengabdian di lingkungan kampus senantiasa membawa keberkahan.

Saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Tawa ringan dan percakapan hangat kembali mengisi ruang kebersamaan, mencerminkan kedekatan yang terbangun di antara para anggota tim.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda buka puasa bersama, tetapi juga ruang memperkuat ikatan emosional antarpegawai. Dalam suasana Ramadan, kebersamaan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada sistem dan program kerja, tetapi juga pada hubungan manusiawi yang terjalin di dalamnya.

Melalui momen sederhana di bulan suci ini, Divisi Sumber Daya Universitas Mulia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terpelihara, menjadi energi positif dalam menjalankan amanah pelayanan dan pengembangan institusi ke depan. (YMN)

 

 

Balikpapan, 3 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Manajemen Berbagi” pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik berbeda, yakni kawasan Universitas Mulia, Bandara Sepinggan, serta wilayah Balikpapan Permai. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menginisiasi gerakan berbagi paket takjil kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di depan gerbang Universitas Mulia dalam kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa manajemen agar tidak hanya memahami konsep pengelolaan organisasi di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai medium untuk memperkuat sensitivitas mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas di ruang publik saat waktu berbuka semakin dekat.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di kawasan Balikpapan Permai sebagai bagian dari kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Mulia, dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari mahasiswa serta proses pemesanan paket takjil yang akan didistribusikan. Setelah itu, peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk refleksi dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat.

Distribusi paket berbagi kemudian dilakukan secara serentak di tiga lokasi strategis, yaitu gerbang Universitas Mulia, pintu masuk area kargo Bandara Sepinggan, serta kawasan bundaran lampu merah Markoni di Balikpapan Permai. Ketiga titik tersebut dipilih karena menjadi jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada waktu menjelang berbuka puasa, sehingga paket takjil dapat diterima langsung oleh para pengendara, pekerja, maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada masyarakat di kawasan Bandara Sepinggan Balikpapan dalam rangka kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mendorong mahasiswa untuk memahami bahwa praktik manajemen tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dalam organisasi formal, tetapi juga menyentuh aspek tanggung jawab sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pengalaman terlibat langsung dalam perencanaan hingga distribusi bantuan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya perspektif mahasiswa mengenai peran ilmu manajemen dalam kehidupan sosial.

Kegiatan “Manajemen Berbagi” sekaligus memperlihatkan bagaimana organisasi kemahasiswaan di Universitas Mulia dapat menjadi ruang praktik kepemimpinan, kolaborasi, serta pengambilan keputusan secara nyata. Melalui inisiatif tersebut, mahasiswa belajar mengelola program sosial secara terstruktur—mulai dari penggalangan donasi, pengorganisasian relawan, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan dosen pendamping mengenai arah kebijakan, mekanisme seleksi, serta kerangka pengembangan usaha dalam program kewirausahaan nasional yang digagas pemerintah.

Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, universitas mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas usaha produktif sekaligus memperkuat pola pembinaan kewirausahaan yang menekankan pada karakter inovatif, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami pedoman P2MW secara menyeluruh. Dalam arahannya disampaikan bahwa kualitas proposal yang diajukan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari kedalaman gagasan usaha, kejelasan model bisnis, serta potensi kontribusi ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan.

Paparan utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., yang tergabung dalam tim pembina P2MW Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa P2MW 2026 disusun selaras dengan agenda “Kampus Berdampak” yang dikembangkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diarahkan untuk memperluas jumlah mahasiswa wirausaha, memperkuat sistem pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi, serta membangun jejaring kolaboratif dengan dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa P2MW 2026 dibagi ke dalam dua tahap pengembangan usaha, yaitu Tahapan Awal dan Tahapan Bertumbuh. Kedua tahapan tersebut mencakup enam bidang usaha, yakni makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa–pariwisata–perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Setiap proposal dinilai melalui sejumlah parameter utama yang meliputi kejelasan tujuan usaha (noble purpose), potensi pasar, tingkat inovasi produk, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta kelayakan aspek keuangan dan monetisasi.

Selain memaparkan kerangka program, sesi diskusi juga menyoroti pendekatan teknis dalam penyusunan proposal usaha mahasiswa. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur proposal yang sistematis, metode analisis peluang pasar, serta pemanfaatan teknologi digital—termasuk kecerdasan buatan—secara proporsional sebagai alat bantu dalam proses penyusunan dokumen akademik.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mulia, didampingi oleh dosen pembimbing serta tim dari Inkubator Bisnis universitas. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan yang mengarah pada persoalan praktis pengembangan usaha mahasiswa, seperti validasi produk, perencanaan keberlanjutan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis setelah program pendanaan berakhir.

Workshop ini menjadi bagian dari langkah sistematis yang ditempuh Universitas Mulia dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kerangka penilaian proposal, arah pengembangan usaha mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem program. (YMN)

Balikpapan, 5 Maret 2026—Pelaksanaan peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam pada 18 Februari 2026 turut diisi dengan Lomba Poster Digital tingkat nasional yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat Fekon. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui mekanisme pengumpulan dan seleksi karya berbasis online, sehingga memungkinkan partisipasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi intelektual generasi muda melalui media visual digital. Poster dipahami sebagai medium argumentasi visual—bukan semata produk estetika—yang memuat gagasan, kritik sosial, serta refleksi kebangsaan sesuai tema Milad ke-79 HMI. Pendekatan ini menempatkan desain sebagai instrumen komunikasi publik yang bertanggung jawab dan berbasis gagasan.

Sebanyak 22 peserta ambil bagian dalam ajang ini, berasal dari berbagai perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau. Partisipasi tercatat dari Universitas Jember, UIN Salatiga, Universitas Syiah Kuala, serta sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur seperti Universitas Mulawarman, Universitas Kutai Kartanegara, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Komposisi peserta ini menunjukkan bahwa kompetisi memiliki daya jangkau nasional dengan tingkat persaingan yang terbuka.

Poster karya mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia yang meraih Juara 2 pada Lomba Poster Digital Milad HMI ke-79 tingkat nasional (18 Februari 2026).

Proses lomba dimulai dari tahap pendaftaran dan pengunggahan karya sesuai tema yang ditetapkan panitia. Setiap karya dinilai berdasarkan empat parameter utama: orisinalitas ide, ketajaman pesan, kesesuaian dengan tema, serta kualitas visual dan teknis desain. Mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap hingga ditetapkan tiga karya terbaik.

Berdasarkan pengumuman resmi panitia, Juara 1 diraih oleh Gilang Permana Aditya dari Politeknik Negeri Balikpapan, Juara 2 diraih oleh Apriliani Wijaya dari Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia Balikpapan, dan Juara 3 diraih oleh Muhammad Naufal Maulana dari Universitas Balikpapan.

Raihan Juara 2 oleh mahasiswa Universitas Mulia dipandang sebagai representasi capaian akademik institusi dalam membangun kompetensi yang tidak hanya teknis, tetapi juga reflektif. Karya yang dihasilkan dinilai mampu menerjemahkan gagasan ke dalam komposisi visual yang terstruktur dan komunikatif, sekaligus relevan dengan konteks Milad HMI ke-79.

Bagi Universitas Mulia, partisipasi dalam ajang nasional semacam ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menekankan integrasi antara penguasaan teknologi, kemampuan analisis sosial, dan keberanian menyampaikan ide di ruang publik. Capaian ini memperkuat posisi institusi dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkompetisi serta terlibat dalam diskursus kebangsaan melalui pendekatan akademik dan kreatif. (YMN)

 

 

Kamis, 19 Februari 2026—Yayasan Airlangga menggelar kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Sucikan Hati, Pererat Tali Silaturahmi Menuju Ramadhan yang Berkah” ini dilaksanakan di Ballroom Cheng Hoo, mulai pukul 09.00 WITA hingga 12.00 WITA.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, para guru, dosen, karyawan, serta para pimpinan institusi di bawah naungan Yayasan Airlangga.

Dalam momentum menyambut Ramadhan tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyampaikan pandangannya terkait sikap Universitas Mulia dalam menyongsong bulan suci, khususnya dalam penguatan karakter sivitas akademika.

“Dari perspektif Yayasan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai integritas, amanah, dan budaya kerja profesional di lingkungan Universitas Mulia,” ujarnya.

Dr. Agung menyampaikan muhasabah dalam rangka Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga menyambut Ramadan 1447 H di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan memiliki relevansi langsung dengan kehidupan kerja dan akademik. “Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam beramal. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia untuk memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepedulian sosial,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan karakter tersebut penting agar lingkungan akademik semakin tertata dan profesional. “Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional, amanah, dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada sivitas akademika menjelang Ramadhan 1447 H, Dr. Agung kembali menekankan pentingnya etos kerja dan kepedulian sosial. “Pesan saya kepada sivitas akademika Universitas Mulia dalam menyambut Ramadhan tahun ini adalah untuk terus meningkatkan etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Suasana silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga yang dihadiri unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, serta para guru, dosen, karyawan, dan pimpinan institusi.

Ia juga mengajak seluruh unsur kampus menjadikan Ramadhan sebagai ruang perbaikan diri dan peningkatan kualitas kinerja. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap Ramadhan tahun ini membawa dampak positif bagi seluruh keluarga besar Universitas Mulia. “Semoga Ramadhan tahun ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua, dan menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang lebih baik dan berintegritas,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapam, 18 Februari 2026-Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Universitas Mulia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat integritas spiritual sekaligus meningkatkan kualitas kinerja akademik.

“Ramadhan tidak hanya menghadirkan dimensi ibadah personal, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun budaya akademik yang unggul dan beretika,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa puasa melatih ketahanan diri (self-restraint) yang selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Dalam konteks pendidikan tinggi, spirit Ramadhan mendorong lahirnya insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Senada dengan itu, para Wakil Rektor Universitas Mulia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi kolektif. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat etos kerja, meningkatkan produktivitas ilmiah, serta memperdalam kepedulian sosial melalui berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

“Puasa adalah madrasah karakter. Di dalamnya terdapat latihan konsistensi, pengendalian diri, dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun ekosistem akademik yang humanis dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam pernyataan bersama jajaran pimpinan universitas.

Universitas Mulia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas perkuliahan, penelitian, pengabdian, dan ibadah selama bulan suci. Dengan manajemen waktu yang baik, Ramadhan justru menjadi penguat produktivitas dan kualitas kinerja.

Mengakhiri pernyataannya, Rektor dan para Wakil Rektor menyampaikan doa agar Ramadhan tahun ini menjadi sarana peningkatan iman dan takwa, serta menghadirkan keberkahan bagi keluarga besar Universitas Mulia.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menguatkan komitmen kita dalam menuntut dan mengembangkan ilmu, serta menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.”

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Semoga setiap langkah akademik yang kita tempuh bernilai ibadah dan menghadirkan kemaslahatan. (YMN)

Balikpapan, 2 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Program Gratis Pol pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Kegiatan ini mempertemukan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol dengan pimpinan perguruan tinggi serta kepala program studi dari Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot, guna memperkuat koordinasi pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis di tingkat institusi.

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si. selaku Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol, Prof. Dr. H. Zulkarnain, M.Sc. sebagai Pengarah Tim, Dr. Mustahid Yusuf, M.Si., dan Drs. K.H. Nasikin sebagai anggota tim. Dari pihak tuan rumah hadir Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Si., bersama para pimpinan perguruan tinggi dan kaprodi se-wilayah Balikpapan, Penajam, serta Tanah Grogot.

Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memaparkan pengalaman Universitas Mulia dalam mendukung sosialisasi Program Gratis Pol sejak awal peluncurannya satu tahun lalu. Ia menyebut bahwa pihak yayasan secara intensif berdiskusi dengan rektorat untuk menyiapkan kampus sebagai simpul informasi bagi masyarakat.

Dr. Agung menilai kebijakan pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu program daerah yang menonjol secara nasional, melanjutkan tradisi kebijakan beasiswa yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa Kalimantan Timur bersama Riau termasuk provinsi yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Upaya sosialisasi, lanjutnya, tidak berhenti di lingkungan kampus. Pihak Universitas Mulia memasang papan informasi berukuran besar di sejumlah titik kota Balikpapan dan secara berkelanjutan mengundang para ketua RT dari seluruh kecamatan—mulai dari Balikpapan Kota, Selatan, Barat, Timur, Utara, hingga Tengah—untuk mengikuti penjelasan langsung di Ballroom Cheng Hoo.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih karena RT merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada warga. Banyak di antara mereka yang semula meragukan keberadaan Program Gratis Pol, terutama karena cakupan usia hingga 25 tahun membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK beberapa tahun sebelumnya. “Kami meminta para RT membantu menyebarkan informasi kepada warga yang telah lulus sekolah menengah tetapi masih memenuhi batas usia, agar mereka tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi,” jelasnya.

 

Seluruh pimpinan Universitas Mulia bersama peserta sosialisasi dan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfoto bersama usai kegiatan di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Dr. Agung mengaitkan strategi komunikasi tersebut dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru di Universitas Mulia. Ia menyebut bahwa pemanfaatan Program Gratis Pol oleh masyarakat berkontribusi terhadap pertumbuhan pendaftar, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembiayaan.

Ia juga mengakui masih adanya keraguan atau tanggapan negatif di sebagian masyarakat terhadap program tersebut, namun menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam implementasi kebijakan publik. Karena itu, ia mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat sosialisasi serta merespons isu-isu yang berkembang secara cepat dan berbasis data.

Sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Dr. Agung menyampaikan keinginannya untuk melibatkan lebih banyak pimpinan kampus dalam mendukung Program Gratis Pol. Ia mengajak institusi pendidikan tinggi untuk aktif memberikan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan, sekaligus menjaga agar diskursus publik tidak menegasikan upaya pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan.

“Kami merasakan bahwa semakin banyak siswa yang akhirnya dapat mengenyam pendidikan tinggi karena dibiayai oleh pemerintah daerah. Itu yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya. (YMN)