Tag Archive for: universitas mulia

Balikpapan, 3 Maret 2026 – Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Manajemen Berbagi” pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik berbeda, yakni kawasan Universitas Mulia, Bandara Sepinggan, serta wilayah Balikpapan Permai. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menginisiasi gerakan berbagi paket takjil kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di depan gerbang Universitas Mulia dalam kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa manajemen agar tidak hanya memahami konsep pengelolaan organisasi di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai medium untuk memperkuat sensitivitas mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas di ruang publik saat waktu berbuka semakin dekat.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada pengendara di kawasan Balikpapan Permai sebagai bagian dari kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Mulia, dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari mahasiswa serta proses pemesanan paket takjil yang akan didistribusikan. Setelah itu, peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk refleksi dan harapan agar kegiatan yang dilaksanakan membawa keberkahan serta manfaat bagi masyarakat.

Distribusi paket berbagi kemudian dilakukan secara serentak di tiga lokasi strategis, yaitu gerbang Universitas Mulia, pintu masuk area kargo Bandara Sepinggan, serta kawasan bundaran lampu merah Markoni di Balikpapan Permai. Ketiga titik tersebut dipilih karena menjadi jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi pada waktu menjelang berbuka puasa, sehingga paket takjil dapat diterima langsung oleh para pengendara, pekerja, maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan.

Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia membagikan paket takjil kepada masyarakat di kawasan Bandara Sepinggan Balikpapan dalam rangka kegiatan “Manajemen Berbagi”, Minggu (8/3/2026).

Melalui kegiatan ini, Universitas Mulia mendorong mahasiswa untuk memahami bahwa praktik manajemen tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dalam organisasi formal, tetapi juga menyentuh aspek tanggung jawab sosial dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pengalaman terlibat langsung dalam perencanaan hingga distribusi bantuan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya perspektif mahasiswa mengenai peran ilmu manajemen dalam kehidupan sosial.

Kegiatan “Manajemen Berbagi” sekaligus memperlihatkan bagaimana organisasi kemahasiswaan di Universitas Mulia dapat menjadi ruang praktik kepemimpinan, kolaborasi, serta pengambilan keputusan secara nyata. Melalui inisiatif tersebut, mahasiswa belajar mengelola program sosial secara terstruktur—mulai dari penggalangan donasi, pengorganisasian relawan, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (YMN)

Balikpapan, 9 Maret 2026 — Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan dosen pendamping mengenai arah kebijakan, mekanisme seleksi, serta kerangka pengembangan usaha dalam program kewirausahaan nasional yang digagas pemerintah.

Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, universitas mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas usaha produktif sekaligus memperkuat pola pembinaan kewirausahaan yang menekankan pada karakter inovatif, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami pedoman P2MW secara menyeluruh. Dalam arahannya disampaikan bahwa kualitas proposal yang diajukan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari kedalaman gagasan usaha, kejelasan model bisnis, serta potensi kontribusi ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan.

Paparan utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., yang tergabung dalam tim pembina P2MW Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa P2MW 2026 disusun selaras dengan agenda “Kampus Berdampak” yang dikembangkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diarahkan untuk memperluas jumlah mahasiswa wirausaha, memperkuat sistem pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi, serta membangun jejaring kolaboratif dengan dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa P2MW 2026 dibagi ke dalam dua tahap pengembangan usaha, yaitu Tahapan Awal dan Tahapan Bertumbuh. Kedua tahapan tersebut mencakup enam bidang usaha, yakni makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa–pariwisata–perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Setiap proposal dinilai melalui sejumlah parameter utama yang meliputi kejelasan tujuan usaha (noble purpose), potensi pasar, tingkat inovasi produk, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta kelayakan aspek keuangan dan monetisasi.

Selain memaparkan kerangka program, sesi diskusi juga menyoroti pendekatan teknis dalam penyusunan proposal usaha mahasiswa. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur proposal yang sistematis, metode analisis peluang pasar, serta pemanfaatan teknologi digital—termasuk kecerdasan buatan—secara proporsional sebagai alat bantu dalam proses penyusunan dokumen akademik.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mulia, didampingi oleh dosen pembimbing serta tim dari Inkubator Bisnis universitas. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan yang mengarah pada persoalan praktis pengembangan usaha mahasiswa, seperti validasi produk, perencanaan keberlanjutan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis setelah program pendanaan berakhir.

Workshop ini menjadi bagian dari langkah sistematis yang ditempuh Universitas Mulia dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kerangka penilaian proposal, arah pengembangan usaha mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem program. (YMN)

Balikpapan, 5 Maret 2026—Pelaksanaan peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam pada 18 Februari 2026 turut diisi dengan Lomba Poster Digital tingkat nasional yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat Fekon. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui mekanisme pengumpulan dan seleksi karya berbasis online, sehingga memungkinkan partisipasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi intelektual generasi muda melalui media visual digital. Poster dipahami sebagai medium argumentasi visual—bukan semata produk estetika—yang memuat gagasan, kritik sosial, serta refleksi kebangsaan sesuai tema Milad ke-79 HMI. Pendekatan ini menempatkan desain sebagai instrumen komunikasi publik yang bertanggung jawab dan berbasis gagasan.

Sebanyak 22 peserta ambil bagian dalam ajang ini, berasal dari berbagai perguruan tinggi lintas provinsi dan lintas pulau. Partisipasi tercatat dari Universitas Jember, UIN Salatiga, Universitas Syiah Kuala, serta sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur seperti Universitas Mulawarman, Universitas Kutai Kartanegara, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Komposisi peserta ini menunjukkan bahwa kompetisi memiliki daya jangkau nasional dengan tingkat persaingan yang terbuka.

Poster karya mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia yang meraih Juara 2 pada Lomba Poster Digital Milad HMI ke-79 tingkat nasional (18 Februari 2026).

Proses lomba dimulai dari tahap pendaftaran dan pengunggahan karya sesuai tema yang ditetapkan panitia. Setiap karya dinilai berdasarkan empat parameter utama: orisinalitas ide, ketajaman pesan, kesesuaian dengan tema, serta kualitas visual dan teknis desain. Mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap hingga ditetapkan tiga karya terbaik.

Berdasarkan pengumuman resmi panitia, Juara 1 diraih oleh Gilang Permana Aditya dari Politeknik Negeri Balikpapan, Juara 2 diraih oleh Apriliani Wijaya dari Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia Balikpapan, dan Juara 3 diraih oleh Muhammad Naufal Maulana dari Universitas Balikpapan.

Raihan Juara 2 oleh mahasiswa Universitas Mulia dipandang sebagai representasi capaian akademik institusi dalam membangun kompetensi yang tidak hanya teknis, tetapi juga reflektif. Karya yang dihasilkan dinilai mampu menerjemahkan gagasan ke dalam komposisi visual yang terstruktur dan komunikatif, sekaligus relevan dengan konteks Milad HMI ke-79.

Bagi Universitas Mulia, partisipasi dalam ajang nasional semacam ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menekankan integrasi antara penguasaan teknologi, kemampuan analisis sosial, dan keberanian menyampaikan ide di ruang publik. Capaian ini memperkuat posisi institusi dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkompetisi serta terlibat dalam diskursus kebangsaan melalui pendekatan akademik dan kreatif. (YMN)

 

 

Kamis, 19 Februari 2026—Yayasan Airlangga menggelar kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Sucikan Hati, Pererat Tali Silaturahmi Menuju Ramadhan yang Berkah” ini dilaksanakan di Ballroom Cheng Hoo, mulai pukul 09.00 WITA hingga 12.00 WITA.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, para guru, dosen, karyawan, serta para pimpinan institusi di bawah naungan Yayasan Airlangga.

Dalam momentum menyambut Ramadhan tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyampaikan pandangannya terkait sikap Universitas Mulia dalam menyongsong bulan suci, khususnya dalam penguatan karakter sivitas akademika.

“Dari perspektif Yayasan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai integritas, amanah, dan budaya kerja profesional di lingkungan Universitas Mulia,” ujarnya.

Dr. Agung menyampaikan muhasabah dalam rangka Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga menyambut Ramadan 1447 H di Ballroom Cheng Hoo, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan memiliki relevansi langsung dengan kehidupan kerja dan akademik. “Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam beramal. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia untuk memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepedulian sosial,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan karakter tersebut penting agar lingkungan akademik semakin tertata dan profesional. “Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih profesional, amanah, dan berintegritas,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada sivitas akademika menjelang Ramadhan 1447 H, Dr. Agung kembali menekankan pentingnya etos kerja dan kepedulian sosial. “Pesan saya kepada sivitas akademika Universitas Mulia dalam menyambut Ramadhan tahun ini adalah untuk terus meningkatkan etos kerja, integritas, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Suasana silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Airlangga yang dihadiri unsur SMK Airlangga, SMK IT Airlangga, SMP Plus Airlangga, Universitas Mulia, serta para guru, dosen, karyawan, dan pimpinan institusi.

Ia juga mengajak seluruh unsur kampus menjadikan Ramadhan sebagai ruang perbaikan diri dan peningkatan kualitas kinerja. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas kerja, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap Ramadhan tahun ini membawa dampak positif bagi seluruh keluarga besar Universitas Mulia. “Semoga Ramadhan tahun ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua, dan menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang lebih baik dan berintegritas,” pungkasnya. (YMN)

Balikpapam, 18 Februari 2026-Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar Universitas Mulia menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat integritas spiritual sekaligus meningkatkan kualitas kinerja akademik.

“Ramadhan tidak hanya menghadirkan dimensi ibadah personal, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun budaya akademik yang unggul dan beretika,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa puasa melatih ketahanan diri (self-restraint) yang selaras dengan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Dalam konteks pendidikan tinggi, spirit Ramadhan mendorong lahirnya insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Senada dengan itu, para Wakil Rektor Universitas Mulia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi kolektif. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat etos kerja, meningkatkan produktivitas ilmiah, serta memperdalam kepedulian sosial melalui berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

“Puasa adalah madrasah karakter. Di dalamnya terdapat latihan konsistensi, pengendalian diri, dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun ekosistem akademik yang humanis dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam pernyataan bersama jajaran pimpinan universitas.

Universitas Mulia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas perkuliahan, penelitian, pengabdian, dan ibadah selama bulan suci. Dengan manajemen waktu yang baik, Ramadhan justru menjadi penguat produktivitas dan kualitas kinerja.

Mengakhiri pernyataannya, Rektor dan para Wakil Rektor menyampaikan doa agar Ramadhan tahun ini menjadi sarana peningkatan iman dan takwa, serta menghadirkan keberkahan bagi keluarga besar Universitas Mulia.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, menguatkan komitmen kita dalam menuntut dan mengembangkan ilmu, serta menjadikan Universitas Mulia sebagai institusi pendidikan yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.”

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Semoga setiap langkah akademik yang kita tempuh bernilai ibadah dan menghadirkan kemaslahatan. (YMN)

Balikpapan, 2 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Program Gratis Pol pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Kegiatan ini mempertemukan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol dengan pimpinan perguruan tinggi serta kepala program studi dari Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot, guna memperkuat koordinasi pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis di tingkat institusi.

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si. selaku Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol, Prof. Dr. H. Zulkarnain, M.Sc. sebagai Pengarah Tim, Dr. Mustahid Yusuf, M.Si., dan Drs. K.H. Nasikin sebagai anggota tim. Dari pihak tuan rumah hadir Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Si., bersama para pimpinan perguruan tinggi dan kaprodi se-wilayah Balikpapan, Penajam, serta Tanah Grogot.

Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memaparkan pengalaman Universitas Mulia dalam mendukung sosialisasi Program Gratis Pol sejak awal peluncurannya satu tahun lalu. Ia menyebut bahwa pihak yayasan secara intensif berdiskusi dengan rektorat untuk menyiapkan kampus sebagai simpul informasi bagi masyarakat.

Dr. Agung menilai kebijakan pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu program daerah yang menonjol secara nasional, melanjutkan tradisi kebijakan beasiswa yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa Kalimantan Timur bersama Riau termasuk provinsi yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Upaya sosialisasi, lanjutnya, tidak berhenti di lingkungan kampus. Pihak Universitas Mulia memasang papan informasi berukuran besar di sejumlah titik kota Balikpapan dan secara berkelanjutan mengundang para ketua RT dari seluruh kecamatan—mulai dari Balikpapan Kota, Selatan, Barat, Timur, Utara, hingga Tengah—untuk mengikuti penjelasan langsung di Ballroom Cheng Hoo.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih karena RT merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada warga. Banyak di antara mereka yang semula meragukan keberadaan Program Gratis Pol, terutama karena cakupan usia hingga 25 tahun membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK beberapa tahun sebelumnya. “Kami meminta para RT membantu menyebarkan informasi kepada warga yang telah lulus sekolah menengah tetapi masih memenuhi batas usia, agar mereka tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi,” jelasnya.

 

Seluruh pimpinan Universitas Mulia bersama peserta sosialisasi dan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfoto bersama usai kegiatan di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Dr. Agung mengaitkan strategi komunikasi tersebut dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru di Universitas Mulia. Ia menyebut bahwa pemanfaatan Program Gratis Pol oleh masyarakat berkontribusi terhadap pertumbuhan pendaftar, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembiayaan.

Ia juga mengakui masih adanya keraguan atau tanggapan negatif di sebagian masyarakat terhadap program tersebut, namun menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam implementasi kebijakan publik. Karena itu, ia mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat sosialisasi serta merespons isu-isu yang berkembang secara cepat dan berbasis data.

Sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Dr. Agung menyampaikan keinginannya untuk melibatkan lebih banyak pimpinan kampus dalam mendukung Program Gratis Pol. Ia mengajak institusi pendidikan tinggi untuk aktif memberikan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan, sekaligus menjaga agar diskursus publik tidak menegasikan upaya pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan.

“Kami merasakan bahwa semakin banyak siswa yang akhirnya dapat mengenyam pendidikan tinggi karena dibiayai oleh pemerintah daerah. Itu yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya. (YMN)

 

Balikpapan, 2 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Program Gratis Pol pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Kegiatan ini menghadirkan jajaran Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol serta pimpinan perguruan tinggi dari Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot, dengan tujuan memperluas pemahaman teknis pelaksanaan program hingga ke tingkat program studi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si. selaku Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol, Prof. Dr. H. Zulkarnain, M.Sc. sebagai Pengarah Tim, Dr. Mustahid Yusuf, M.Si. dan Drs. K.H. Nasikin sebagai anggota tim, serta Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Si. Turut mengikuti sosialisasi para pimpinan perguruan tinggi dan kepala program studi se-kota Balikpapan, se-kota Penajam, dan dan se-kota Tanah Grogot.

Dalam sambutannya, Prof. Bohari Yusuf menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mulia yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi kali ini sengaja diperluas hingga melibatkan para kaprodi, tidak hanya pimpinan perguruan tinggi atau satuan tugas sebagaimana pada semester sebelumnya.

“Berkaca dari semester kemarin, ada dinamika di lapangan. Karena itu kami merasa perlu bertemu langsung dengan para kaprodi. Prodi adalah unit yang paling dekat dengan mahasiswa, sehingga sosialisasi akan jauh lebih efektif,” ujarnya.

Prof. Bohari menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka Program Gratis Pol bagi seluruh program studi di dalam daerah tanpa seleksi kuota berbasis kompetisi, sepanjang memenuhi dua syarat utama: calon penerima merupakan warga Kalimantan Timur dan berusia tidak lebih dari 25 tahun. Kebijakan tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi pemerintah provinsi menuju “Kaltim Maju” dan kontribusi terhadap Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak kita yang hari ini berusia 20 sampai 25 tahun, dua dekade lagi berada pada usia kepemimpinan. Mereka inilah yang kita harapkan menjadi penopang masa depan daerah dan bangsa,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada periode sebelumnya, dari target 30.000 penerima manfaat, realisasi berada pada kisaran 24.700 mahasiswa. Rendahnya capaian itu diperkirakan dipengaruhi oleh keraguan awal masyarakat terhadap keberadaan program tersebut. Tahun ini, Pemprov Kaltim berharap partisipasi meningkat seiring penguatan sosialisasi di tingkat kampus.

Dalam kesempatan itu, Prof. Bohari turut menyinggung kasus yang sempat viral di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan melalui dialog antara pihak kampus dan tim pengelola tanpa merugikan mahasiswa maupun institusi. Ia mengimbau para kaprodi agar setiap persoalan mahasiswa terkait Program Gratis Pol dikomunikasikan terlebih dahulu melalui mekanisme internal dan satuan tugas di perguruan tinggi.

“Selama tidak melanggar peraturan gubernur, insyaallah bisa kita carikan jalan keluar. Jangan sampai masalah membesar karena terlambat dikomunikasikan,” katanya.

 

Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si., Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, Kamis (29/1/2026).

Pada semester sebelumnya, sekitar 24.000 mahasiswa diverifikasi oleh 12 orang petugas. Untuk periode berjalan, jumlah pendaftar diperkirakan melampaui 100.000 orang. Prof. Bohari memastikan kesiapan anggaran pemerintah provinsi yang mencapai lebih dari Rp1,3 triliun, dengan prioritas bagi mahasiswa dari dalam daerah.

Ia juga memaparkan ketentuan bagi mahasiswa yang menempuh studi di luar Kalimantan Timur. Program hanya dapat diberikan apabila program studi yang diambil berakreditasi A atau unggul, atau berakreditasi baik sekali namun tidak tersedia di Kaltim. Jika suatu program studi tersedia di dalam daerah, maka mahasiswa diarahkan untuk memilih perguruan tinggi lokal. Ketentuan tersebut, menurutnya, telah diatur secara eksplisit dalam peraturan gubernur.

Selain itu, Prof. Bohari menyoroti komitmen yang telah disepakati bersama satuan tugas terkait mahasiswa yang sebelumnya telah dinyatakan berhak namun belum mendaftar. Dalam kondisi tersebut, rektor diminta menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), sementara pihak program studi diharapkan aktif mendorong mahasiswa segera melakukan pendaftaran. Apabila tidak dilakukan, mahasiswa bersangkutan tidak akan diikutsertakan pada semester berjalan maupun periode berikutnya.

Suasana sosialisasi Program Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang diikuti pimpinan perguruan tinggi dan kepala program studi se-Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Untuk mempercepat proses pencairan tahun ini, perguruan tinggi telah mengirimkan daftar nama mahasiswa kepada tim pengelola. Namun Prof. Bohari mengingatkan bahwa pengiriman nama harus diikuti dengan kesediaan mahasiswa melakukan registrasi dalam sistem. Ia juga menyampaikan bahwa tim akan melakukan verifikasi lanjutan, termasuk terhadap potensi data ganda di satu kampus, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui surat resmi.

Sosialisasi di Universitas Mulia ini menandai upaya Pemprov Kaltim memperkuat koordinasi teknis dengan perguruan tinggi hingga ke tingkat program studi, sekaligus memastikan implementasi Program Gratis Pol berjalan sesuai regulasi dan menjangkau sasaran yang telah ditetapkan. (YMN)

 

Oleh: Yamani, S.S., M.Pd.

Balikpapan, 29 Januari 2026 — Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Api konflik menyala di berbagai penjuru, sementara kepekaan nurani manusia justru terasa kian menipis. Ukraina luluh lantak oleh perang berkepanjangan. Palestina, khususnya Gaza, terus menanggung penderitaan akibat penjajahan dan agresi yang belum berkesudahan. Ketegangan antara kekuatan besar dunia—baik di Timur maupun Barat—terus meningkat, dengan saling unjuk kekuatan militer, ekonomi, dan pengaruh geopolitik.

Di level global, kita makin sering menyaksikan dunia bergerak bukan oleh suara keadilan, melainkan oleh siapa yang paling kuat dan berpengaruh. Sanksi ekonomi, veto politik, dan dominasi narasi internasional sering kali berujung pada penderitaan rakyat sipil, sementara mekanisme keadilan global tampak tumpul. Konflik-konflik ini tidak selalu lahir dari kebetulan, melainkan dari kepentingan strategis, sumber daya alam, dan perebutan pengaruh yang dibungkus dengan bahasa diplomasi.

Dalam kondisi seperti ini, Al-Qur’an telah mengingatkan dengan tegas:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ
“Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang yang zalim, karena kamu akan disentuh api (neraka).”
(QS. Hud: 113)

Namun persoalannya bukan hanya tentang mereka yang berbuat zalim. Pertanyaan yang lebih dekat adalah: di manakah posisi kita ketika kezaliman itu terjadi?

Remaja Masjid: Kita Ada di Mana?

Sebagai pendidik, kegelisahan ini bukan sekadar lahir dari membaca berita atau mengikuti dinamika global, tetapi dari perjumpaan sehari-hari dengan generasi muda itu sendiri. Di ruang kelas, di lingkungan masjid, dan dalam percakapan-percakapan sederhana, terlihat jelas betapa banyak potensi yang besar namun perlahan kehilangan arah. Bukan karena mereka tidak cerdas, melainkan karena hati mereka jarang diajak berhenti, merenung, dan bertanya: untuk apa hidup ini dijalani dan kepada siapa ia akan kembali. Kegelisahan inilah yang semakin terasa getir ketika dunia di sekitar kita justru dipenuhi luka dan darah.

Di saat dunia berdarah, banyak remaja Muslim tenggelam dalam dunia kecilnya sendiri. Jari-jari lebih sibuk menggulir media sosial daripada membuka mushaf. Malam-malam habis untuk game dan hiburan, tetapi berat untuk bangun tahajud. Hati mudah hancur karena cinta yang kandas, tetapi tidak bergetar saat melihat Gaza dibombardir. Air mata tumpah karena ditolak cinta, namun kering saat saudara seiman dikubur massal.

Masjid—yang seharusnya menjadi pusat pembinaan dan peradaban pemuda—tak jarang terasa lengang. Kajian dianggap membosankan. Mengaji terasa melelahkan. Ilmu agama dipandang tidak menjanjikan masa depan. Padahal, tanpa iman dan ilmu yang dirawat, masa depan seperti apa yang sedang dipersiapkan?

Krisis ini bukan semata akibat kesibukan fisik, melainkan karena hati yang kehilangan arah dan tujuan. Remaja mudah terseret arus budaya instan dan hedonistik yang mengakibatkan:

  • kehilangan makna hidup yang sejati;
  • lalai dalam menjaga iman, sehingga ibadah rutin menjadi disepelekan atau terlupakan;
  • meninggalkan masjid bukan karena sibuk, tetapi karena hati tidak lagi menemukan rasa damai di dalamnya.

Allah ﷻ berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

“Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka dalam mengingat Allah?”
(QS. Al-Hadid: 16)

Ayat ini bukan sekedar peringatan bagi akal, tetapi mengguncang apa yang kita rasakan: apakah hati kita masih hidup dan takut kepada Allah, atau telah mengeras oleh kelalaian.

Antara Greenland dan Hati yang Membeku

Mengapa Greenland penting? Karena ia menjadi simbol zaman ini. Tanah yang jauh, dingin, dan sepi kini diperebutkan demi sumber daya dan posisi strategis. Dunia rela bertengkar demi es dan mineral, tetapi tidak peduli pada darah anak-anak di Gaza. Inilah dunia yang kehilangan nurani.

Dan lebih berbahaya lagi, ketika hati remaja Muslim ikut membeku—dingin dari kepedulian, beku dari kesadaran, mati rasa terhadap penderitaan umat.

Saatnya Remaja Masjid Bangkit

Remaja masjid bukan sekadar pengisi shaf shalat. Kalian adalah generasi yang kelak akan memikul Islam di tengah dunia yang semakin bising oleh kebatilan. Jika hari ini lalai, esok agama ini akan dipikul oleh siapa? Bangkit bukan harus dengan senjata, tetapi dengan kesungguhan. Dengan shalat yang dijaga. Dengan ilmu yang dicari. Dengan Al-Qur’an yang dibaca dan dipahami. Dengan masjid yang dihidupkan, bukan hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang hidup.

Karena di tengah gelapnya dunia oleh ketidakadilan global, Allah tetap menjaga cahaya-Nya:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya.”
(QS. Ash-Shaff: 8)

Pertanyaannya kini sederhana namun mendasar: jika bukan remaja masjid hari ini, siapa lagi? Agama ini tidak akan runtuh oleh musuh, tetapi oleh kelalaian para pewarisnya sendiri. Apakah kita akan menjadi penjaga cahaya itu, atau justru orang yang lalai hingga cahaya itu redup dari hidup kita sendiri?

 

Balikpapan, 26 Januari 2026—Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia menyelenggarakan Class Champion League, sebuah kompetisi antar kelas yang dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari mata kuliah Computational Thinking, Pemrograman Berorientasi Objek, dan Literasi Gen AI, serta berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 08.00–15.40 WITA di Ballroom Cheng Ho dan beberapa ruang kelas pendukung.

Kompetisi ini disusun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengintegrasikan penguasaan konsep akademik dengan keterampilan komunikasi, kerja kolaboratif, serta presentasi solusi berbasis teknologi. Melalui rangkaian tantangan yang diberikan, mahasiswa diuji dalam merumuskan pendekatan pemecahan masalah, menyampaikan argumen teknis, dan bekerja secara sistematis dalam tim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengajar Program Studi Sistem Informasi, dengan koordinasi akademik berada di bawah Rahmat Saudi Al Fathir, A.S., selaku dosen pengampu pada sejumlah mata kuliah yang terlibat. Untuk menjaga mutu penilaian, program studi melibatkan panel juri dengan latar belakang rekayasa perangkat lunak, yakni Muhammad Kharisma Mahardika, Zikri Suanda, dan Pramudya Prima Insan Prayitno.

Pada akhir kompetisi, sejumlah tim mahasiswa dinyatakan meraih peringkat terbaik pada masing-masing kategori lomba. Pada cabang Computational Thinking, penghargaan diberikan kepada tim Adalah Pokoknya. Kategori Literasi Gen AI dimenangkan oleh tim Regu Tulip, sementara cabang Pemrograman Berorientasi Objek diraih oleh tim Nasihuyy.

Program Studi Sistem Informasi menilai bahwa pelaksanaan Class Champion League memberikan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan mengomunikasikan solusi teknis, mengelola kerja kelompok, serta merespons persoalan berbasis studi kasus.

Rangkaian kegiatan berlangsung melalui sesi perlombaan dan presentasi terbuka, disertai diskusi evaluatif yang memungkinkan mahasiswa memperoleh umpan balik langsung dari para juri. Pola ini diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran di kelas melalui pengalaman aplikatif yang terstruktur.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia memperluas penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan memfasilitasi mahasiswa untuk menguji konsep teoritis dalam konteks kompetitif yang terstruktur. Model kegiatan semacam ini dipandang sebagai sarana evaluatif terhadap capaian pembelajaran mata kuliah sekaligus wahana penguatan keterampilan profesional mahasiswa yang relevan dengan praktik industri teknologi informasi. (YMN)

 

Balikpapan, 6 Januari 2015—Universitas Mulia menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai penerima arah kinerja nasional tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam agenda penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia yang berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (5/1).

Kegiatan ini dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi, termasuk rektor dan wakil rektor dari PTN dan PTS, yang secara kolektif menandatangani dokumen kebijakan kinerja sebagai dasar pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan tinggi tahun 2026. Dari Kalimantan Timur, hanya tiga PTS yang ditetapkan dalam forum tersebut, yakni Universitas Mulia, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Balikpapan (Uniba). Secara keseluruhan, terdapat sepuluh PTS terpilih di wilayah LLDIKTI XI.

Penandatanganan IKU ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak, yang menempatkan kinerja dan akuntabilitas institusi sebagai elemen utama dalam pembangunan pendidikan tinggi. Bagi PTN, kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk kontrak kinerja, sementara bagi PTS ditetapkan dalam bentuk arah kinerja sebagai rujukan strategis pengelolaan institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., berada di barisan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta terpilih pada agenda Penandatanganan IKU Nasional 2026 di Jakarta.

Dalam pidato kebijakannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kemandirian perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan tetap berada dalam kerangka kebijakan nasional. Kontrak kinerja dan arah kinerja diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membantu perguruan tinggi mengelola perubahan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Menteri juga menyampaikan visi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi periode 2025–2029, yaitu terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi serta indikator kinerja yang menjadi panduan bersama bagi pimpinan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan, program, dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.

Perguruan tinggi dipandang sebagai kekuatan strategis bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat kapasitas riset nasional. Dalam konteks ini, kemajuan pendidikan tinggi dinilai tidak dapat dicapai secara terpisah, melainkan memerlukan orkestrasi yang baik serta kolaborasi antarlembaga, baik antara PTN dan PTS, pemerintah, maupun sektor industri, sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersiap menandatangani dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia.

Perhatian juga diberikan pada peran hampir sepuluh juta mahasiswa sebagai kekuatan strategis melalui agenda kampus berdampak. Aktivitas akademik dan nonakademik perguruan tinggi dinilai telah memberikan kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang ke depan diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih terukur melalui penguatan industri berbasis sains dan teknologi, hilirisasi riset, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain mahasiswa, dosen ditempatkan sebagai aktor kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi nasional. Isu kesejahteraan dosen serta berbagai terobosan yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi. Perbedaan tingkat kemajuan antarinstitusi tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk saling belajar dan mendorong peningkatan mutu secara kolektif.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menilai awal tahun 2026 sebagai momentum strategis bagi institusi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah capaian penting telah mengawali fase baru pengembangan universitas.

Pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Penandatanganan IKU Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Awal tahun 2026 adalah momentum penting bagi Universitas Mulia. Diawali dengan dicapainya status akreditasi institusi Baik Sekali pada Desember 2025, memasuki fase Research & Innovation University 2026–2030, serta terpilihnya Universitas Mulia sebagai salah satu PTS di wilayah LLDIKTI XI yang ikut dalam penandatanganan IKU nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun bagi PTS kebijakan tersebut masih bersifat arah kinerja, namun dampaknya cukup signifikan dalam memfokuskan program kerja institusi.

“Universitas Mulia telah menetapkan enam IKU Wajib, dua IKU Pilihan, dan satu IKU Partisipatif. Dengan pencapaian akreditasi Baik Sekali, pergeseran ke fase Research & Innovation University, serta penandatanganan IKU bersama Menteri, tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Universitas Mulia untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandang penetapan arah kinerja nasional sebagai penegasan posisi strategis PTS dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Penetapan arah kinerja ini kami pahami sebagai penegasan peran perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional. Bagi Universitas Mulia, arah kinerja tersebut menjadi rujukan untuk memastikan pengelolaan institusi tetap otonom, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ungkapnya.

Pada agenda tersebut, Universitas Mulia diwakili langsung oleh Rektor yang hadir bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya. Kehadiran pimpinan universitas secara langsung mencerminkan keterlibatan aktif Universitas Mulia dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional. (YMN)