Sosialisasi Program Gratis Pol di Universitas Mulia Soroti Peran Kampus dan Akar Rumput

Balikpapan, 2 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Program Gratis Pol pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia. Kegiatan ini mempertemukan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol dengan pimpinan perguruan tinggi serta kepala program studi dari Balikpapan, Penajam, dan Tanah Grogot, guna memperkuat koordinasi pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis di tingkat institusi.

Turut hadir Prof. Dr. Ir. Bohari Yusuf, M.Si. selaku Ketua Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol, Prof. Dr. H. Zulkarnain, M.Sc. sebagai Pengarah Tim, Dr. Mustahid Yusuf, M.Si., dan Drs. K.H. Nasikin sebagai anggota tim. Dari pihak tuan rumah hadir Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Rifai, M.Si., bersama para pimpinan perguruan tinggi dan kaprodi se-wilayah Balikpapan, Penajam, serta Tanah Grogot.

Dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memaparkan pengalaman Universitas Mulia dalam mendukung sosialisasi Program Gratis Pol sejak awal peluncurannya satu tahun lalu. Ia menyebut bahwa pihak yayasan secara intensif berdiskusi dengan rektorat untuk menyiapkan kampus sebagai simpul informasi bagi masyarakat.

Dr. Agung menilai kebijakan pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu program daerah yang menonjol secara nasional, melanjutkan tradisi kebijakan beasiswa yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa Kalimantan Timur bersama Riau termasuk provinsi yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembiayaan pendidikan tinggi.

Upaya sosialisasi, lanjutnya, tidak berhenti di lingkungan kampus. Pihak Universitas Mulia memasang papan informasi berukuran besar di sejumlah titik kota Balikpapan dan secara berkelanjutan mengundang para ketua RT dari seluruh kecamatan—mulai dari Balikpapan Kota, Selatan, Barat, Timur, Utara, hingga Tengah—untuk mengikuti penjelasan langsung di Ballroom Cheng Hoo.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih karena RT merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada warga. Banyak di antara mereka yang semula meragukan keberadaan Program Gratis Pol, terutama karena cakupan usia hingga 25 tahun membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK beberapa tahun sebelumnya. “Kami meminta para RT membantu menyebarkan informasi kepada warga yang telah lulus sekolah menengah tetapi masih memenuhi batas usia, agar mereka tidak kehilangan kesempatan melanjutkan studi,” jelasnya.

 

Seluruh pimpinan Universitas Mulia bersama peserta sosialisasi dan Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfoto bersama usai kegiatan di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Dr. Agung mengaitkan strategi komunikasi tersebut dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru di Universitas Mulia. Ia menyebut bahwa pemanfaatan Program Gratis Pol oleh masyarakat berkontribusi terhadap pertumbuhan pendaftar, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembiayaan.

Ia juga mengakui masih adanya keraguan atau tanggapan negatif di sebagian masyarakat terhadap program tersebut, namun menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam implementasi kebijakan publik. Karena itu, ia mengajak seluruh perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat sosialisasi serta merespons isu-isu yang berkembang secara cepat dan berbasis data.

Sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Dr. Agung menyampaikan keinginannya untuk melibatkan lebih banyak pimpinan kampus dalam mendukung Program Gratis Pol. Ia mengajak institusi pendidikan tinggi untuk aktif memberikan masukan apabila ditemukan kendala di lapangan, sekaligus menjaga agar diskursus publik tidak menegasikan upaya pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan.

“Kami merasakan bahwa semakin banyak siswa yang akhirnya dapat mengenyam pendidikan tinggi karena dibiayai oleh pemerintah daerah. Itu yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya. (YMN)