Rektor Universitas Mulia Tekankan Relevansi Program Gratis Pol dengan Agenda Indonesia Emas 2045
Balikpapan, 2 Februari 2026 — Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menyampaikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Program Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia Kamis kemarin, 29 Januari 2026. Dalam forum tersebut, ia menegaskan posisi strategis kebijakan pendidikan gratis daerah dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Prof. Ahsin Rifai mengungkapkan bahwa Universitas Mulia merasa terhormat dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan sosialisasi yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Ia menilai Program Gratis Pol sebagai kebijakan yang sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang bangsa, terutama dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menggerakkan inovasi, industrialisasi, dan hilirisasi produk.
Menurutnya, target Indonesia Emas pada 2045—sekitar 19 tahun mendatang—bukan sekadar slogan pembangunan, melainkan visi konkret menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan kekuatan ekonomi besar, daya cipta tinggi, serta kapasitas produksi yang mandiri. “Jika kita ingin sampai pada titik itu, maka generasi emas harus dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan menjadi kuncinya,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah yang cermat. Program Gratis Pol, lanjutnya, membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas dan memperkuat basis sumber daya manusia daerah. Ia juga mengenang fase awal peluncuran program, ketika regulasi belum sepenuhnya terbit dan publik masih meragukan implementasinya.
Prof. Ahsin Rifai menceritakan bahwa Universitas Mulia bahkan sempat mengundang para ketua RT se-Kota Balikpapan untuk menyosialisasikan program tersebut, meskipun informasi yang tersedia kala itu masih terbatas. Keraguan masyarakat, menurutnya, merupakan hal wajar dalam sebuah kebijakan baru yang lintas sektor dan belum memiliki preseden sebelumnya. Namun pihak kampus memilih menyampaikan keyakinan bahwa pemerintah provinsi memiliki komitmen kuat untuk menjalankannya secara berkelanjutan.

Para pimpinan Universitas Mulia bersama Tim Pengelola Pendidikan Gratis Pol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfoto bersama di atas panggung Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia usai kegiatan sosialisasi.
“Program baru pasti tidak sempurna di awal. Yang penting ada ruang perbaikan dan evaluasi. Itu yang kami sampaikan kepada masyarakat waktu itu,” tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan Program Gratis Pol yang telah berjalan selama satu tahun dan kembali dilanjutkan pada tahun kedua. Kehadiran para kepala program studi perguruan tinggi se-Kota Balikpapan, Se-Kota Penajam dan Sekota Tanah Grogot dalam sosialisasi kali ini, menurutnya, sangat relevan karena kaprodi kerap menjadi rujukan utama mahasiswa dan orang tua dalam mencari kejelasan kebijakan. Ia berharap pemaparan tim pengelola dapat memberikan kepastian atas berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang di lingkungan akademik.
Dalam sambutannya, Prof. Ahsin Rifai juga memaparkan dampak nyata Program Gratis Pol terhadap dinamika penerimaan mahasiswa di Universitas Mulia. Ia menyebutkan bahwa pada 2025 terjadi peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan seiring implementasi kebijakan tersebut. Sementara pada awal 2026, tercatat sekitar 480 calon mahasiswa telah mendaftar, dengan lebih dari 400-an di antaranya melakukan daftar ulang, meskipun proses kelulusan SMA/SMK belum berlangsung.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh Program Gratis Pol dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kalimantan Timur. Ia menutup sambutan dengan harapan agar kebijakan tersebut terus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi, sekaligus menyiapkan generasi yang kelak memimpin dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas. (YMN)











