Pos

Arahan Rektor pada Apel Pagi Rutin, Senin (11/1). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

UM – Rektor Univeritas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. memberikan arahan pelaksanaan kegiatan atau aktivitas kepegawaian, akademik, maupun kegiatan administrasi dengan sistem Work From Home mulai pekan ini. Hal ini disampaikan Rektor pada kegiatan rutin Apel Pagi yang berlangsung di halaman gedung White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Senin (11/1) pagi.

WFH akan diterapkan selama dua hari dalam satu pekan sekaligus untuk mencari solusi terkait dengan pembelajaran jarak jauh. “Insyaalah mungkin dimulai hari Rabu (13/1) paling lambat, jadi akan kami diskusikan lebih dulu mengingat makin lama makin berat di luar, kita kurangi jumlah orang di dalam. Jadi WFH dalam satu minggu dua hari sambil kita mencari solusi terkait dengan pembelajaran jarak jauh,” tutur Pak Agung.

“Satu yang penting di sini adalah kesehatan yang dijaga, karena sekarang ini kesehatan lebih berarti. Kalau merasa tidak sehat, izin saja. Sekarang saatnya izin lebih dipermudah, terutama flu yang mudah menular,” tuturnya.

Untuk itu, Rektor mengimbau seluruh pegawai untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, selain dengan melaksanakan apel pagi dan berdoa, juga melaksanakan senam kesehatan. “Nanti, pagi dan sore akan ada senam kesehatan, jadi diharapkan tubuh tetap bugar,” tuturnya.

Selama libur menjelang perkuliahan semester genap ke depan, Inkubator Bisnis diimbau Rektor agar meningkatkan kegiatan, termasuk di antaranya menangani kegiatan Marketing. “Jangan lupa harus terus menerus melakukan koordinasi,” tuturnya.

Terkait persiapan akreditasi perguruan tinggi dan program studi ke depan, Rektor mengingatkan agar seluruh struktur organisasi yang terkait agar mempersiapkan diri. Begitu juga dengan bagian Promosi dan Marketing diharapkan sudah mulai bergerak mempersiapkan diri lebih awal.

Selain kegiatan penunjang tersebut, Rektor juga mengingatkan tugas pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi agar terus dijaga dan ditingkatkan. “Jangan lupa bahwa kita juga punya SMP dan SMK, tugas kita, dosen itu juga mencarikan solusi pembelajaran bagi adik-adik kita yang di SMP dan SMK,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini siswa-siswi SMP maupun SMK sangat kurang dalam pembelajaran tatap muka di kelas di masa pandemi saat ini. “Hampir satu tahun mereka tidak mendapatkan pelajaran secara langsung. Nah, kita berharap mendapatkan solusi, misalnya, anak-anak SMK bidang Rekayasa Perangkat Lunak atau RPL kita berikan sekolah coding, pengajarnya adalah dari kita,” harapnya.

Hal ini sesuai dengan surat Kepala Koordinator LLDIKTI XI Kalimantan dengan nomor Surat 004/LL11/OT/2021 tanggal 4 Januari 2021 tentang Penugasan Dosen NIDN dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai ketentuan yang berlaku. “Untuk yang terhambat melaksanakan pendidikan dan pengajaran, masih bisa melakukan pengabdian pada masyarakat meski dalam keadaan pandemi Covid-19,” pungkasnya. (SA/PSI)

Rektor UM Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sedang tes indera penciuman, Senin (7/12). Foto: PSI

UM – Sejumlah kasus positif Covid-19 yang menimpa petugas KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara menjelang Pilkada menunjukkan kekhawatiran sejumlah pihak. Dikutip dari media, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Balikpapan melaporkan sebanyak 10 orang petugas KPPS terkonfirmasi positif. Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. meminta kepada seluruh civitas academica untuk melakukan tes penciuman sebagai upaya pencegahan Covid-19 usai melaksanakan apel pagi, Senin (7/12).

“Saya minta seluruhnya mengikuti tes indera penciuman di pintu masuk, terus menuju ruang Front Office untuk tensi tekanan darah,” tutur Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Dalam tes penciuman ini, petugas secara sederhana menguji aroma minyak tawon pada indera penciuman peserta agar menyebutkan nama minyak tersebut dengan mata tertutup. Apabila indera penciuman tidak mengenali aroma sama sekali, maka yang bersangkutan dipersilakan untuk istirahat, melakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan lebih lanjut.

Rektor UM Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sedang tes indera penciuman, Senin (7/12). Foto: PSI

Rektor UM Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sedang tes indera penciuman, Senin (7/12). Foto: PSI

Dikutip dari hellosehat, melakukan tes kemampuan penciuman dianggap lebih efektif sebagai cara penapisan atau screening gejala awal Covid-19 dibanding tes suhu tubuh. Hampir semua tempat umum melakukan screening dengan mengukur suhu tubuh pengunjungnya dengan thermogun atau thermal scanner.

Pemeriksaan suhu tubuh bisa jadi sangat tidak efektif menunjukkan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak lantaran hanya mengukur suhu kulit. Selain itu, banyak kasus orang tanpa gejala (OTG) atau demam bukan salah satu gejala awal yang timbul. Kebalikannya, orang yang demam belum tentu terjangkit Covid-19.

Berdasarkan data dari 4 juta orang, hilangnya kemampuan indera penciuman bau (anosmia) adalah gejala utama Covid-19 yang dialami.

Dikutip dari hellosehat, sekitar 65% orang dewasa yang positif Covid-19 melaporkan kehilangan kemampuan penciuman. Sebanyak 16% dari yang positif Covid-19 mengatakan bahwa kehilangan penciuman satu-satunya gejala yang mereka rasakan.

Selama infeksi Covid-19, kehilangan penciuman berlangsung sekitar tujuh hari dan seringkali lebih lama. Sementara gejala demam hanya berlangsung selama tiga hari untuk kebanyakan orang. Dalam banyak kasus gejala ini terjadi tanpa gejala lainnya seperti batuk atau demam.

Masih dari hellosehat, data menunjukkan bahwa hilangnya indra penciuman secara tiba-tiba adalah gejala awal Covid-19 yang lebih umum daripada demam di semua kelompok umur. Fakta ini yang membuat tes penciuman Covid-19 disebut sebagai prediktor yang jauh lebih baik.

Meskipun demikian, tes kemampuan penciuman dapat mengidentifikasi orang dengan Covid-19, tapi penyebab hilangnya penciuman pun sangat beragam, bisa karena flu biasa, hidung tersumbat, atau sinusitis. (SA/PSI)

Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi, S.E. memberikan sambutan dalam Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan di Aula Kantor Pemerintah Kota, Selasa (20/10). Foto: SA/PSI

UM – Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi serta unsur terkait dalam deklarasi bersama tekad damai di Aula Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (20/10).

Wali Kota secara khusus mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat, khususnya kepada pimpinan perguruan tinggi dan akademisi, dalam penyampaian aspirasi/unjuk rasa damai mahasiswa menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah berjalan dengan tertib, aman, kondusif, dan lancar sehingga menjaga kekondusifan kota.

Wali Kota mengajak seluruh masyarakat bersama-sama turut serta menjaga ketertiban dan kedamaian sebagai upaya menjaga dan mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman.

“Untuk menjaga Kota Balikpapan tetap damai, tetap kondusif, menghadapi situasi akhir-akhir ini terutama aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja. Sudah tiga kali melaksanakan unjuk rasa, Alhamdulillah yang terakhir yang ketiga kegiatan unjuk rasa berjalan baik sekali, damai sekali, ini semua tidak lepas dari upaya kita bersama-sama,” tutur Rizal Effendi.

Wali kota mengatakan telah bertemu dengan pimpinan ormas, pimpinan pemuda, dan pimpinan perguruan tinggi mengimbau agar aksi unjuk rasa tidak terjadi kericuhan. “Kedua, kita menjaga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Karena itulah kita menggelar pembacaan deklarasi damai seperti yang dilakukan di tingkat provinsi hari ini,” tutur Rizal Effendi.

Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi, S.E. memberikan sambutan dalam Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan di Aula Kantor Pemerintah Kota, Selasa (20/10). Foto: SA/PSI

Wali Kota Balikpapan H Rizal Effendi, S.E. memberikan sambutan dalam Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan di Aula Kantor Pemerintah Kota, Selasa (20/10). Foto: SA/PSI

Isi Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan, Selasa (20/10). Foto: SA/PSI

Isi Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan, Selasa (20/10). Foto: SA/PSI

Sementara itu, pembacaan deklarasi dipimpin oleh Ketua KNPI Kota Balikpapan Andi Achmad Mutawally dan diikuti seluruh peserta yang hadir. Berikut isi deklarasi tersebut.

###
Deklarasi Tekad Damai Masyarakat Kota Balikpapan untuk NKRI
Dalam rangka menjaga keamanan ketertiban dan kondusifitas di Kota Balikpapan, Kami masyarakat Kota Balikpapan bertekad untuk.
1.) Menjaga kondusifitas Kota Balikpapan.
2.) Menolak segala tindakan anarkis dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu ketertiban umum.
3.) Mendukung TNI dan Polri dalam upaya penegakan hukum setiap tindakan anarkis dalam penyampaian pendapat di muka umum.
4.) Mendukung pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan protokol kesehatan.

###

Usai pembacaan deklarasi, Wali Kota bersama Kapolresta Kombes Turmudi, Dandim 0905 Kolonel Armed I Gusti Agung Putu Sujarnawa, Forkopimda, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, dan seluruh peserta sepakat menandatangani deklarasi. Universitas Mulia diwakili oleh Subur Anugerah, S.T., M.Eng. selaku akademisi bersama perwakilan perguruan tinggi lainnya.

Ucapan Terima Kasih dari Kapolresta Balikpapan

Sehari sebelumnya (19/10), Rektor menerima ucapan terima kasih dari Kepala Kepolisian Resor Kota Balikpapan. Surat ditandatangani Wakil Kapolresta Sebril Sesa, S.I.K., berisi ucapan terima kasih atas peran Rektor Universitas Mulia bersama Pimpinan Perguruan Tinggi di Balikpapan dalam mendampingi mahasiswa melakukan unjuk rasa damai dan tertib menolak demo Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Secara khusus Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menyampaikan terima kasih kepada aparat TNI/Polri yang telah bertugas dengan baik menjaga ketertiban dan keamanan. Rektor juga menyambut baik untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Polresta Balikpapan untuk mewujudkan Kota Balikpapan yang aman, damai, dan tertib sesuai motto, Balikpapan Kubangun, Kujaga, dan Kubela. (SA/PSI)