Tag Archive for: Prodi

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama pimpinan prodi dan staf, bagian akademik, dan laboratorium di Kedai Akbar, Jumat (11/7/2025). Foto: Istimewa

UM – Usai pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2024/2025, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom, mengundang seluruh jajaran Program Studi, BAAK, dan Laboratorium untuk berkumpul dalam suasana hangat dan santai guna merayakan berakhirnya pelaksanaan UAS.

Acara bertajuk Silaturahmi Membangun Sense of Belonging ini digelar secara sederhana, bertempat di Rumah Makan Kedai Akbar, pada Jumat (11/7/2025). Kehadiran pimpinan fakultas dan prodi, tenaga kependidikan, dan staf laboratorium menciptakan suasana akrab dan cair, jauh dari ketegangan rutinitas kerja akademik yang padat.

Dekan Djumhadi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh elemen fakultas selama satu semester, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk membangun dan memperkuat “sense of belonging” di lingkungan kerja.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama pimpinan prodi dan staf, bagian akademik, dan laboratorium di Kedai Akbar, Jumat (11/7/2025). Foto: Istimewa

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama pimpinan prodi dan staf, bagian akademik, dan laboratorium di Kedai Akbar, Jumat (11/7/2025). Foto: Istimewa

Sense of Belonging atau rasa memiliki, adalah perasaan bahwa seseorang diterima, dihargai, dan menjadi bagian dari suatu kelompok atau organisasi. Dalam konteks ini, keluarga besar Fakultas Ilmu Komputer,” jelas Djumhadi.

Ia menekankan bahwa di akhir semester, para pimpinan prodi maupun staf akademik telah berperan besar dalam menjaga kelancaran aktivitas akademik kampus. Mereka bukan hanya pelaksana teknis, tetapi mitra strategis dalam mendukung tujuan pendidikan tinggi.

Djumhadi menambahkan, kegiatan silaturahmi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa keterikatan dan kebersamaan di antara seluruh civitas akademika, dan menyegarkan semangat kerja lewat pendekatan nonformal dan kebersamaan.

Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan komunikasi agar lebih terbuka, santai, dan produktif serta memberi penghargaan non materi atas kerja keras yang telah dilakukan.

“Ketika seseorang merasa menjadi bagian dari institusi tempat ia bekerja, ia akan lebih bersemangat, lebih bertanggung jawab, dan lebih produktif. Inilah pentingnya sense of belonging,” ungkap Djumhadi.

Sementara itu, Kaprodi Informatika, Isa Rosita, S.Kom., M.Cs, menambahkan bahwa momen ini juga digunakan untuk menggunakan dana hadiah lomba halal bihalal yang lalu, yang sempat tertunda penggunaannya.

“Waktu itu kita dapat juara dan menerima hadiah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Kegiatan sederhana seperti ini diharapkan dapat rutin diadakan, sebagai salah satu cara memperkuat relasi antar bagian di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer. Rasa saling memiliki dan saling menghargai diyakini akan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan institusi di masa depan.

“Kami percaya bahwa membangun rasa memiliki tidak bisa sekali jadi. Harus dirawat melalui kebersamaan dan komunikasi yang hangat, seperti yang kita rasakan hari ini,” pungkas Djumhadi.

(SA/Kontributor)

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Program studi baru ini akan menerima pendaftaran mahasiswa baru pada semester ganjil 2025/2026. Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menyelenggarakan Family Gathering yang bertajuk mempererat sinergi dan kebersamaan, yang berlangsung meriah di Universitas Mulia, Sabtu (22/2/2025). Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, karyawan, dan keluarga besar yayasan serta masyarakat sekitar dan tamu undangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat sinergi, mengapresiasi dedikasi sivitas akademika serta merancang pengembangan program pendidikan ke depan.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Pembina Yayasan Airlangga Satria Dharma, mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama istri, wartawan senior Tri Widodo serta Sunuhan dari BNI Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihak yang telah mendukung kemajuan yayasan.

Acara hari ini, tanggal 22 Februari, merupakan momen spesial yang menggabungkan berbagai kegiatan, yaitu Family Gathering, peluncuran program studi baru, penghargaan kepada guru, dosen, dan karyawan serta pembagian voucher jajan di stand-stand yang telah disediakan,” tutur Hj. Mulia.

Acara yang diawali dengan senam pagi bersama yang penuh semangat, Hj. Mulia berharap seluruh peserta menjadi lebih segar dan bersemangat sehingga terus menjaga kebersamaan dan semangat untuk bersinergi.

Acara ini menjadi momen untuk melepaskan penat setelah dua hari rapat kerja dan berkutat dengan pekerjaan. Mari kita bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga. Semoga hari ini membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Program studi baru ini akan menerima pendaftaran mahasiswa baru pada semester ganjil 2025/2026. Foto: Vio/Media Kreatif

Peresmian pembukaan empat program studi baru oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Foto: Vio/Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ketika memaparkan Pengembangan Yayasan Airlangga ke depan. Foto: Vio/Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi ketika memaparkan Pengembangan Yayasan Airlangga ke depan. Foto: Vio/Media Kreatif

Foto bersama usai senam pagi bersama.

Foto bersama usai senam pagi bersama. Foto:Vio/Media Kreatif

Pemberian penghargaan Yayasan Airlangga kepada guru, dosen, dan karyawan terbaik tahun 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Pemberian penghargaan Yayasan Airlangga kepada guru, dosen, dan karyawan terbaik tahun 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Pembukaan Empat Program Studi Baru dan Infrastruktur Kampus

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengumumkan pengembangan program studi baru sebagai bagian dari upaya yayasan dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dalam satu tahun terakhir, kami telah menambah empat program studi baru. Tahun depan, insya Allah kami akan merancang enam program studi tambahan, termasuk program di Politeknik,” jelasnya.

Empat program studi baru tersebut adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Industri, dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian. Prodi baru ini mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru pada Semester Ganjil 2025/2026.

Peresmian pembukaan prodi baru secara simbolis dilakukan oleh Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Menurut Dr. Agung, rencana ini sejalan dengan visi Yayasan Airlangga untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di Balikpapan dan sekitarnya.

Dengan dukungan berbagai stakeholder seperti BNI, yayasan juga merencanakan pembangunan gedung baru yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur kampus yang terus berkembang.

Apresiasi Kepada Karyawan Berprestasi

Family Gathering ini juga menjadi ajang penghargaan bagi guru, dosen, dan karyawan yang telah berdedikasi dalam memajukan yayasan. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah kesempatan umroh bagi karyawan yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun.

Tim yang saya sebutkan tadi, seperti Ibu Ira, Pak Saiful, Pak Firman, dan Pak Yani, adalah bagian dari tim yang dipersiapkan untuk umroh. Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini,” kata Agung Sakti.

Selain itu, yayasan juga memberikan voucher belanja kepada keluarga yang hadir dengan anggota paling lengkap, menambah keseruan acara.

Beasiswa Penuh untuk Keluarga Karyawan

Dalam upaya memberdayakan keluarga besar Yayasan Airlangga, Direktur Eksekutif Dr. Agung Sakti juga mengumumkan kebijakan beasiswa penuh bagi putra-putri karyawan yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Mulia.

Namun, jika memilih kuliah di kampus kita, Universitas Mulia, putra-putri Bapak dan Ibu diharapkan dapat memperoleh beasiswa penuh. Tentu saja, ini berlaku untuk anak-anak yang sudah lulus SMP atau SMK Airlangga dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik dan karir pekerjaan di masa depan.

Selain itu, Dr. Agung juga mengapreasiasi bagi karyawan yang membawa serta keluarganya dalam Family Gathering ini. “Guru yang atau karyawan yang membawa keluarganya, yang paling banyak atau yang lengkap itu nanti akan mendapatkan voucher belanja yang lumayan. Aplaus dulu untuk keluarganya nanti hadiah ya,” ujarnya.

Inspirasi dari Keberanian dan Kolaborasi

Dr. Agung juga mengibaratkan semangat pengembangan yayasan dengan strategi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang berani menaturalisasi pemain untuk memperkuat tim.

“Jika Shin Tae-yong berani menaturalisasi pemain demi prestasi, mengapa kita tidak berani mengembangkan yayasan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik? Kita memiliki tim yang solid, dan itu adalah kekuatan kita,” tandasnya.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pimpinan, dosen, dan karyawan merupakan pondasi utama dalam mewujudkan visi besar Yayasan Airlangga.

Acara Family Gathering 2025 Yayasan Airlangga tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi, mengapresiasi kontribusi, dan merancang masa depan yang lebih cerah.

Kita tidak hanya mendidik anak bangsa, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mendukung kesejahteraan keluarga dan kemajuan masyarakat. Mari kita terus maju bersama,” pungkas Dr. Agung Sakti.

Acara diakhiri dengan pembagian hadiah, sesi foto bersama, dan ramah tamah yang penuh kehangatan, menandai komitmen Yayasan Airlangga untuk terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi sivitas akademika serta masyarakat Balikpapan.

(SA/Kontributor)

Keseruan mahasiswa menikmati Pizza. Foto: UMTV

UM – Seru! Kunjungan industri mahasiswa Program Studi S1 Manajemen kali ini di Pizza Hut, Jalan MT Haryono Balikpapan, Sabtu (18/3). Pasalnya, sembari menikmati suguhan Pizza yang lezat, mahasiswa menyimak paparan Restaurant Manager Ahmad Muhammad yang berbagi tentang bagaimana mengelola gerai cabang selama 28 tahun.

Kunjungan industri kali ini di bawah bimbingan dosen Dr. Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa diajak untuk membuka wawasan dengan belajar di luar kampus melihat secara langsung bagaimana kondisi dunia kerja sesuai dengan Program Studi Manajemen.

Linda mengatakan, dirinya memilih kunjungan di Pizza Hut mengingat jangkauannya yang dikenal masyarakat luas. “Saat ini sudah ternama, cabangnya ada di mana-mana dan ini bukan produk asli Indonesia. Jadi, saya ingin mahasiswa lebih memahami bagaimana sih me-manage sebuah bisnis dan menjaga kualitasnya,” tutur Linda.

Linda berharap, usai mengikuti kunjungan industri, mahasiswa semakin memahami tentang Quality Management sehingga mendorong mahasiswa semakin rajin belajar. “Kalau nilainya bagus, nanti kita jalan-jalan lagi,” tantang Linda kepada mahasiswanya.

Sementara itu, Ahmad Muhammad menyambut hangat kedatangan mahasiswa dan dosen memenuhi ruangan yang disediakan. “Terima kasih kepada Bu Linda. Saya bergabung di Pizza sejak 11 Oktober 1993, jadi 28 tahun. Ini ada Pak Jerry, asisten saya,” tutur Ahmad Muhammad memperkenalkan diri didamping para stafnya.

Dosen Prodi S1 Manajemen Dr. Linda Fauziyah bersama dengan Restaurant Manager Pizza Hut MT Haryono Balikpapan Ahmad Muhammad saat kunjungan industri, Sabtu (18/3). Foto: UM TV

Dosen Prodi S1 Manajemen Dr. Linda Fauziyah bersama dengan Restaurant Manager Pizza Hut MT Haryono Balikpapan Ahmad Muhammad saat kunjungan industri, Sabtu (18/3). Foto: UM TV

Restaurant Manager Ahmad Muhammad menunjukkan integritas perusahaan yang harus dijaga seluruh karyawan. Foto: UMTV

Restaurant Manager Ahmad Muhammad menunjukkan integritas perusahaan yang harus dijaga seluruh karyawan. Foto: UMTV

Produk Pizza Hut yang sudah dikenal masyarakat luas.

Produk Pizza Hut yang sudah dikenal masyarakat luas.

Menurut Ahmad, strategi mengelola restoran cabang hingga puluhan tahun tak lepas dari upayanya mengenal perusahaan. “Jadi, sukses bukan hanya sekadar (mengelola) restoran saja, jadi kita punya Company Profile,” tutur Ahmad.

Menurutnya, kesuksesan Pizza Hut berawal dari tahun 1958 ketika dua saudara kakak adik mulai membuka bisnis. “Dia meminjam uang kepada ibunya untuk membuka gerai di Amerika, di Kota Kansas, dan dia berhasil. Kemudian merambah dengan membuka strore-store lainnya sehingga sampai ke Indonesia,” tutur Ahmad mengawali kisah.

Di Indonesia, menurut Ahmad, Pizza Hut dibuka pertama kali di Jakarta Theatre pada tahun 1984. “Sekarang Sarinah namanya, dekat Thamrin,” ujarnya.

Baginya, ilmu manajemen luar biasa manfaatnya bagi perkembangan industri Pizza Hut. “Manajemen memilih orang itu yang paling susah,” ungkapnya. Pasalnya, ia mengakui memilih orang membutuhkan kemampuan sendiri lantaran setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda dan sering terjadi tarik ulur.

Meski demikian, dirinya dibekali dengan budaya kerja yang disebutnya 3H, yakni Heart, Head, dan Hand. “Ya, Alhamdulillah, saya selama 28 tahun bekerja ya sangat senang sekali bisa. Kita bukan hanya Pizza Hut saja. Saya sudah 5 kali jadi The Best Manager, tingkat Manager se-Indonesia,” tuturnya disambut tepuk tangan.

Usai mengikuti kunjungan industri, mahasiswa bercerita bagaimana pengalamannya selama menyimak paparan. Salah satu mahasiswa ketika ditanya apa yang diperolehnya selama kunjungan industri mengatakan cukup terkesan.

“Mungkin, bagaimana sih penerapan SOP-nya tentang menjaga kualitasnya benar-benar diperhatikan, mulai dari datangnya produk, kemudian bagaimana cara pemakaiannya, penyajiannya cepat waktunya, juga banyak yang bisa dipelajari buat nanti ke depannya,” tutur mahasiswa.

Dari berbagai komentar yang ada, mahasiswa senang dengan kegiatan tersebut dan berharap terus dilanjutkan di lain waktu. “Jarang-jarang kita kayak gini. Harus ada lagi, Bu Linda,” ajak mahasiswa lainnya.

(SA/Puskomjar)

Dari kiri Nur Arfiani, S.H.,M.Si, Okta Nofia Sari, S.H., M.H dan Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Ilmu Hukum menggelar sosialisasi Penulisan Tugas Akhir/Skripsi untuk mahasiswa tahun masuk 2019 dan 2020. Sosialisasi dibuka sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I yang berlangsung di Ruang Eksekutif Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Kamis (2/2/2023).

Ketua Program Studi Hukum Okta Nofia Sari, S.H.,M.H., melalui pesan yang diterima media ini mengatakan bahwa sosialisasi digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan perkuliahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Semester Genap 2022/2023 mendatang.

Dalam kesempatan ini, tutur Okta Nofia Sari, Wakil Rektor memberikan arahan bahwa Skripsi merupakan penelitian yang dibuat oleh mahasiswa dan wajib diselesaikan dalam studi tingkat Sarjana.

Untuk itu, Wakil Rektor berharap mahasiswa didorong agar memiliki kemampuan untuk memahami bagaimana menyusun penulisan Skripsi yang sistematis sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil penelitian yang baik.

Sebagian penulisan Tugas Akhir/Skripsi Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian penulisan Tugas Akhir/Skripsi Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian dosen Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian dosen Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Okta menambahkan, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Mada Aditia Wardhana, S.Sos.,M.M turut mendorong masing-masing Program Studi di lingkungan FHK untuk mempersiapkan dengan baik guna mengukur kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan di semester depan.

“Setiap mahasiswa nanti juga harus bersinergi untuk memenuhi kewajibannya dalam menyelesaikan pelaksanaan perkuliahan,” tutur Okta Nofia Sari.

Menurutnya, mulai semester depan mahasiswanya dapat mengikuti MBKM, yakni Program Magang bersertifikat dan program perkuliahan lintas Program Studi di lingkungan Universitas Mulia.

Dengan program tersebut, mahasiswa Prodi Hukum dapat mengambil mata kuliah di Prodi lain, misalnya, di Prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia. “Hal ini merupakan implementasi dari Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” tuturnya kepada media ini.

Dirinya menerangkan, pada Pasal 18 disebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan dengan cara mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.

“Melalui MBKM nanti, mahasiswa memiliki kesempatan selama satu semester atau setara dengan 20 SKS menempuh pembelajaran di luar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang sama,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, mahasiswa diberi kesempatan paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada Program Studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, atau pembelajaran pada Program Studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.

Sosialisasi ini juga turut dihadiri dosen Prodi Ilmu Hukum Nur Arfiani, S.H.,M.Si (Han) dan M. Asyharuddin, S.H.,M.H serta dosen-dosen lainnya.

(SA/Puskomjar)

Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M didampingi Kaprodi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H dan salah seorang mahasiswanya menerima sertifikat penghargaan dari Ketua PN Balikpapan Dr. Ibrahim Palino, S.H., M..H di Kantor PN Balikpapan, Selasa (31/1/2023). Foto: Istimewa

UM – Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) menggelar seremoni penutupan magang di Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (31/1/2023). Ketua PN Balikpapan Dr. Ibrahim Palino S.H., M.H menerima Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M sekaligus mengapresiasi sinergi antara badan peradilan dengan perguruan tinggi.

Ketua Prodi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H mengatakan bahwa sejumlah mahasiswanya melaksanakan Kerja Praktik atau Magang di PN Balikpapan pada Semester Ganjil 2022/2023. “Pelaksanaan magang yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Hukum telah selesai dan berakhir pada hari ini, Selasa (31/1),” tuturnya.

Dalam kesempatan penutupan tersebut, Mada Aditia didampingi Okta Nofia Sari dan salah seorang mahasiswanya menerima sertifikat penghargaan dari Ketua PN Balikpapan Ibrahim Palino.

“Bapak Dr. Ibrahim Palino S.H.,M.H sangat mengapresiasi sinergi antara badan peradilan dengan perguruan tinggi yang tidak hanya memberikan kesempatan magang, namun juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa maupun dosen untuk mengembangkan penelitian di lingkungan Badan Peradilan dikarenakan hal ini sebagai wujud dari perkembangan hukum di lingkungan masyarakat,” terang Okta panjang lebar.

Ketika ditanya terkait praktik magang yang dilakukan mahasiswanya, Okta Nofia Sari mengatakan mahasiswa Magang di dalam lingkup proses administrasi perkara dan penanganan perkara yang masuk di PN Balikpapan.

Sebagaimana diketahui, teori dalam kajian ilmu hukum maupun hukum positif Indonesia dipelajari dalam proses pembelajaran di kampus lewat kuliah, diskusi, kajian tematik, seminar, debat hukum dan sebagainya.

Sedangkan keterampilan hukum, mahasiswa belajar praktik melalui berbagai macam pelatihan, misalnya, penyelesaian sengketa waris, perceraian, sengketa ekonomi, dan pelatihan profesi hukum yang semuanya masuk dalam Praktik Hukum.

Praktik Hukum merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada pelatihan keterampilan peserta didik dalam bidang profesi hukum.

Praktik Hukum dilaksanakan di lingkungan Peradilan Agama, Peradilan Umum (PN, PTUN, dan PM), advokat, mediator, atau konsultan hukum.

Di sisi lain, Kerja Praktik atau Magang adalah salah satu mata kuliah wajib di Prodi Ilmu Hukum. Mahasiswa wajib melaksanakannya dalam bentuk keterampilan kerja sesuai dengan kompetensinya.

Magang menjadi bekal mahasiswa Prodi Ilmu Hukum dalam menerapkan dan meningkatkan ketrampilan kerja serta kemahiran administrasi hukum. Dengan Magang, mahasiswa diharapkan belajar meningkatkan keterampilan ligitasi atau penyelesaian perkara melalui pengadilan dan keterampilan non-ligitasi berupa keterampilan dalam lingkungan kerja pengadilan.

(SA/Puskomjar)

Akademisi Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi saat memaparkan hasil investigasinya pada FGD Sinergi Aparat Penegak Hukum memberantas Mafia Tanah di Balikpapan, Rabu (7/9). Foto: Nadya

UM – Program Studi Ilmu Hukum Universitas Mulia menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Wakil Ketua DPRD Budiono, pejabat BPN, Pemerintah Kota, Polresta, Akademisi serta praktisi hukum, Rabu (7/9). FGD menghasilkan masukan penting untuk pembangunan Kota Balikpapan ke depan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tampil sebagai narasumber Wakil Ketua DPRD Balikpapan Ir. Budiono, Kasubnit Hartahbang Satreskrim Polresta Ipda Elyansyah, pejabat BPN Annisa Turi Hardianingsih, S.H., M.PA, Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Neny Dwi Winahyu, S.STP., M.Si, Akademisi Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi S.H., M.H dan moderator Okta Nofia Sari, S.H., M.H.

Dr. Agung Sakti Pribadi memandang persoalan Mafia Tanah dinilai perlu ditangani lebih serius. Dirinya mengusulkan perlunya dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Tanah di tingkat kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersinergi bersama Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan.

“Masalah tumpang tindih kepemilikan tanah sangat tinggi di Balikpapan. Bahkan di satu lokasi bisa ada sertifikat ganda. Bahkan kasus sengketa tanah terbilang sangat tinggi,” tutur Dr. Agung saat memaparkan hasil investigasinya.

Dirinya menambahkan, untuk tanah yang berasal dari segel dan belum bersertifikat, di atas satu lokasi yang sama bahkan bisa ada tiga surat kepemilikan yang berbeda. “Dan surat kepemilikan itu atau sertifikat dikeluarkan oleh BPN setempat, kok bisa?” tuturnya.

Menurutnya, tumpang tindih (overlapping) yang terjadi dan tingginya konflik serta sengketa pertanahan di Balikpapan disebabkan pencatatan data kepemilikan belum terdokumentasikan dengan baik.

Foto bersama Rektor Universitas Mulia dengan Wakil Ketua DPRD Budiono, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, pejabat BPN, Polresta serta pejabat Muspika., Rabu (7/9). Foto: Nadya

Foto bersama Rektor Universitas Mulia dengan Wakil Ketua DPRD Budiono, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, pejabat BPN, Polresta serta pejabat Muspika., Rabu (7/9). Foto: Nadya

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono ketika menjadi salah satu narasumber FGD, Rabu (7/9). Foto: Nadya

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono ketika menjadi salah satu narasumber FGD, Rabu (7/9). Foto: Nadya

“Kelemahan utama untuk tanah yang belum bersertifikat adalah adanya tumpang tindih surat tanah di atas lokasi yang sama,” tuturnya. Menurutnya, hal ini disebabkan adanya mafia tanah yang spesialis membuat surat segel tanah yang kemudian beralih menjadi sertifikat.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa tindak lanjut yang bisa memungkinkan di waktu yang akan datang akan muncul kembali. Untuk itulah, dirinya mengungkapkan perlunya sinergi antara Aparat Penegak Hukum dengan BPN agar pemberantasan mafia tanah berjalan lebih efektif.

Dirinya mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang menegaskan kepada jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di bawah Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto untuk lebih serius dalam memberantas mafia tanah. Menurut Presiden, keberadaan mafia tanah hanya menyulitkan masyarakat dalam mengurus sertifikat tanah.

“Kalau masih ada mafia yang main-main silakan detik itu juga gebuk. Ini meruwetkan mengurus sertifikat. Tidak bisa kita biarkan rakyat tidak dilayani urus sertifikat, setuju gak?” ujar Presiden Joko Widodo, seperti dikutip dari setneg.go.id, dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo, Senin, 22 Agustus 2022.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ir. Budiono pada kesempatan sebelumnya mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersinergi membangun Kota Balikpapan. “Instruksi Bapak Presiden terkait mafia ini kita bersinergi. Jangan lagi kita buka ruang-ruang untuk negosiasi,” tutur Budiono.

“Mari bersama-sama membangun kota ini lebih baik lagi. Tentunya kita awali dari mafia tanah. Sebetulnya bukan mafia tanah, tapi saya pikir orang yang mau membantu menguruskan tanah,” tutur Budiono.

Hal ini terjadi mengingat masyarakat ingin selalu minta dipermudah dan didahulukan dalam pengurusan sertifikat tanah. Padahal, menurutnya, di dalam pengurusan tanah memerlukan durasi waktu mengingat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengusul.

Apabila persyaratan tersebut belum dapat dipenuhi pengusul, maka pengurusan sertifikat akan membutuhkan waktu beberapa lama. Masyarakat kemudian mencari jalan pintas agar urusan pertanahan menjadi lebih cepat.

(SA/Puskomjar)