Sebagian Mahasiswa Baru 2024 FEB. Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) pada hari ke-3 diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Paduka Mulia yang merupakan brand PKKMB ini masih berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Rabu (28/8).

Pada sesi tanya jawab, terungkap salah seorang mahasiswa khawatir kalah bersaing dengan pengguna jalur orang dalam. Pertanyaan ini mengemuka setelah Dekan FEB Dr Ivan Armawan memaparkan visi dan misi FEB, yang mengajak mahasiswa mengubah mindset.

“Yang pertama adalah yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semua termasuk panitia. Biasakan kita on time, itu nomor satu. Disiplin adalah kunci. Ketika Anda ingin sukses, maka disiplin adalah sesuatu yang menjadi poin penting. Maka jangan sia-siakan waktu,” ujar Dr Ivan.

Ivan kemudian menerangkan tentang visi dan misi FEB kepada mahasiswa baru yang didominasi wanita.

“Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berbasis Technopreneur. Kita garis bawahi adalah Technopreneur-nya. Itu yang pertama. Yang kedua adalah mampu bersaing secara nasional berdasarkan nilai kreativitas, ada kompetitif, ada kearifan,” terangnya.

Kenapa berbasis Technopreneur? Menurut Ivan, sebagai mahasiswa FEB diharapkan harus memiliki pemikiran bukan hanya sesaat untuk bisa menghasilkan suatu bisnis.

“Maka di situ ada Entrepreneur-nya, di depannya ada teknologi, maka memanfaatkan semua teknologi yang ada, yang lebih baik. Ini menjadi poin yang penting,” terangnya.

Ivan kemudian menerangkan bagaimana mencapai visi dengan misi yang dimiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis, salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.

Menurutnya, ketika mahasiswa datang kuliah untuk belajar, maka yang diharapkan adalah apa yang didapatkan pada hari itu. Jadi, tambahnya, jika berbicara tentang kualitas, maka apa yang mahasiswa dapatkan pada hari itu adalah sangat penting.

“Kalau pembelajaran datang, kemudian kalian duduk, kalian diam, kalian pulang, apa yang kalian dapatkan? Maka misinya tidak akan tercapai. Supaya misinya tercapai, maka teman-teman harus melakukan yang namanya pembelajaran berkualitas,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan yang dimaksud dengan penelitian inovatif pada bidang ekonomi dan bisnis, apalagi ada teknologinya?

Menurutnya, jika melaksanakan penelitian inovatif, maka mahasiswa harus melakukan sesuatu yang kreativitasnya cukup tinggi.

“Boleh dong donut itu bentuknya kotak, tapi bahan bakunya sama, rasanya mirip, tapi bentuknya berbeda. Itu yang sebetulnya inovasi. Nah, itu yang harus teman-teman pahami konteksnya,” terangnya.

Ivan kemudian memaparkan sejumlah data statistik yang diperolehnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menunjukkan tingkat pengangguran tertinggi masih dipegang oleh lulusan SMK.

“Artinya, langkah yang teman-teman lakukan pada hari ini masuk ke perguruan tinggi, itu akan mengurangi teman-teman untuk terjadi proses pengangguran,” tegas Ivan.

Disisi lain, masih menurut data tersebut, untuk mendapatkan pekerjaan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Cukup di Kota Balikpapan yang menunjukkan prosentasenya 34%, lebih tinggi dibanding kota-kota lain di Kalimantan Timur.

“Tapi ingat saya bilang tadi, kalian harus meng-upgrade pendidikannya. Makanya teman-teman berada di sini,” ujar Ivan.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan saat memaparkan FEB di hadapan Mahasiswa Baru 2024. Foto: Media Kreatif

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan saat memaparkan FEB di hadapan Mahasiswa Baru 2024. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama panitia Paduka Mulia. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama panitia Paduka Mulia. Foto: Media Kreatif

Fenomena Orang Dalam (Ordal)

Memasuki sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa baru dari Program Studi S1 Akuntansi, Miftahul Jannah, bertanya tentang fenomena orang dalam.

“Kata Bapak tadi itu kan harus meng-upgrade skill supaya kita meng-upgrade-nya itu lebih ber-value. Tapi biasanya itu kan kalau kita sudah cari pekerjaan nih, kita sudah, misalkan, ikut sertifikasi, lumayan banyak lah. Tapi ternyata kalah sama yang namanya orang dalam. Nah itu seperti apa ya menurut Bapak?” tanya dia.

Ivan mengajak mahasiswa kembali melihat visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berbasis Technopreneur. Ia mendorong mahasiswa mengubah cara berpikir untuk tidak mencari pekerjaan.

“Bayangkan begini, kalau semua orang berpikir mencari pekerjaan, sedangkan kuota pekerjaannya hanya 20, lulusannya 1000, maka teman-temen bisa bayangkan ordal pun akan terjadi,” imbuhnya.

Ketika mengikuti perkuliahan nanti, Ivan menyebut ada matakuliah yang relevan dengan hal itu. Salah satunya adalah Business Plan yang membahas tentang perancangan pengembangan bisnis hingga inovasi bisnis.

Apalagi, menurutnya, didukung adanya teknologi Internet dan media sosial yang secara masif digunakan masyarakat luas.

“Artinya apa? Bagaimana dengan kreativitas, inovasi bisa kita ciptakan dengan otak kita. Kita pakai bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tapi bagaimana kita menciptakan pekerjaan. Prinsipnya seperti itu,” terangnya.

“Ketika Anda mau usaha, jangan cari untung atau rugi dulu, tapi jalankan dulu. Ketika Anda sudah jalan, Anda akan tahu di depan ada lubang, di sana ada hujan. Itu yang harus Anda antisipasi,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Sebagian Mahasiswa baru 2024 Fakultas Ilmu Komputer mengikuti PKKMB. Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) pada hari kedua khusus diikuti mahasiswa baru yang ada di Fakultas Ilmu Komputer. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Selasa (27/8). Pada kesempatan ini, Panca Budi Setiono, alumnus Teknik Informatika hadir berbagi inspirasi dengan mahasiswa baru.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal, S.Kom., M.Kom dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru. Kehadiran mahasiswa baru selalu membawa semangat baru.

“Anda telah memilih sebuah langkah penting dalam perjalanan hidup Anda dengan bergabung di sini. Dan kami merasa bangga menjadi bagian dari perjalanan tersebut, dan mengembangkan potensi yang terbaik yang Anda miliki,” ucap Jamal.

Kepada mahasiswa baru, Jamal mengingatkan mahasiswa akan berhadapan dengan dunia teknologi yang terus berkembang dengan sangat cepat.

Untuk itu, selain mengikuti pembelajaran di dalam kelas, mahasiswa juga diharapkan tertib mencari ilmu di luar, terlibat di dalam penelitian dosen, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, dan membangun jaringan yang luas.

“Kita semua tahu bahwa di era digital ini, kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk sukses,” kata Jamal.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab dan integritas dalam menjalani kehidupan kampus,” tambahnya.

Universitas Mulia, lanjutnya, tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Jamal berharap para mahasiswa dapat menjalani masa-masa kuliah dengan penuh semangat, selalu antusias dan tekad yang kuat.

“Jadikanlah setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Kami seluruh Civitas Akademika Fakultas Ilmu Komputer siap mendukung dan membimbing kalian untuk meraih sukses,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal berfoto bersama Kaprodi, narasumber, panitia dan peserta PKKMB. Foto Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal berfoto bersama Kaprodi, narasumber, panitia dan peserta PKKMB. Foto Media Kreatif

Dua orang alumni Informatika Panca Budi Setiono dan Wahyu Nur Alimyaningtyas. Foto: Media Kreatif

Dua orang alumni Informatika Panca Budi Setiono dan Wahyu Nur Alimyaningtyas. Foto: Media Kreatif

Panca Budi Setiono bersama salah seorang peserta PKKMB. Foto: Media Kreatif

Panca Budi Setiono bersama salah seorang peserta PKKMB. Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Panca Budi Setiono yang kini bekerja di PT Infomedia Nusantara, Business Service PT Telkom Indonesia, memberikan materi kuliah umum tentang Perkembangan Teknologi Terkini.

“Ngeri ya, kembali ke kampus saya dulu. Tapi, for your information dulu gak semegah ini, dulu… Wah, pokoknya luar biasa,” ujar Panca.

Bagi Panca, momen ini adalah kesempatan untuk pertama kali dirinya berbicara di kampus Universitas Mulia. Seingatnya, dulunya masih berupa kampus kecil dan menumpang bersama sekolah Airlangga.

“Dulu di Gunung Guntur dan di Gunung Pasir. Jadi, kita give applause dulu untuk Universitas Mulia. Keren banget ya,” ujarnya.

Menurutnya, ia mengaku ketinggalan informasi jika dibandingkan generasi mahasiswa saat ini perihal perkembangan teknologi terkini.

I’m quite sure kalau teman-teman masih lebih update daripada kita semua. Karena sekarang sudah masuk ke dalam era digital yang tinggal satu kali klik, kita semua bisa tahu apa yang FYP hari ini. Coba. Siapa yang punya TikTok?” tanya dia.

FYP atau For Your Page adalah laman TikTok yang berisi video hasil dari kurasi algoritma yang sesuai dengan tingkat ketertarikan dan minat pengguna. Fitur FYP memudahkan pengguna menemukan konten maupun kreator yang paling disuka.

Apa itu Fenomena Tech Winter?

Memasuki sesi tanya jawab, ada pertanyaan menarik yang membuat semua orang mungkin tidak banyak tahu. Pasalnya, pertanyaan ini sulit dimengerti oleh banyak mahasiswa baru, bahkan dosen sekalipun.

Pertanyaan ini diajukan oleh Indra Putra Kelana, seorang mahasiswa baru Informatika.

“Pertanyaan saya, kan tadi Ibu Wahyu bilang semakin berkembang industri dan teknologi, maka tenaga IT makin dibutuhkan ya. Nah, terus kalau, misalnya, kejadian seperti itu, tolong jelaskan kenapa belakangan ini malah terjadi fenomena Tech Winter?” tanya Indra.

Winter atau musim dingin, dalam hal ini identik dengan perlambatan semua aktivitas untuk efisiensi sumber daya.

Fenomena Tech Winter adalah fenomena musim dingin dalam dunia teknologi yang ditandai dengan menurunnya nilai investasi, melambatnya pendapatan, dan melakukan sejumlah langkah efisiensi.

Tech Winter juga dikenal sebagai kondisi terjadinya penurunan minat dan investasi dalam sektor teknologi.

Tech Winter inilah yang disebut dengan waktu atau masa ketika banyak perusahaan teknologi gagal dalam mendapatkan investasi sehingga harus melakukan PHK massal dan hiring freeze.

Perusahaan besar seperti Amazon, Google, dan Microsoft telah melakukan PHK massal beberapa waktu yang lalu.

Di Indonesia, perusahaan startup berbasis teknologi seperti Zenius, JD.id, dan Pegi-pegi, dan yang terbaru unicorn eFishery juga melakukan hal yang sama pada Juli bulan lalu.

Meski demikian, Tech Winter bukanlah tanpa kepastian solusi. Faktanya, dengan menerapkan strategi yang tepat, masih banyak perusahaan yang mampu bertahan, bahkan berkembang di masa seperti ini.

Dengan menggabungkan strategi investasi bijak, evaluasi bisnis model, penghematan cerdas, dan rekrutmen selektif, perusahaan mampu melewati masa-masa sulit dan menjadi perusahaan yang lebih kuat dan berkembang.

(SA/Kontributor)

Sebagian mahasiswa baru 2024 dari 563 peserta yang mengikuti PKKMB Paduka Mulia di halaman White Campus, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia, Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia 2024

UM – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 telah dibuka Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si bertempat di Ballroom Cheng Ho, Senin (26/8). Dalam sambutannya, Rektor memberikan pesan-pesan bagaimana meraih sukses mengikuti kuliah. Apakah lulus tepat waktu empat tahun, atau bisa jadi tujuh tahun?

“Adik-adik mahasiswa yang saya hormati, selamat datang di kampus Universitas Mulia, Balikpapan. Mulai hari ini kalian menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Mulia. Sebelum saya lanjutkan, saya ingin bertanya, apakah ada mahasiswa yang di luar Balikpapan?” tanya Prof. Ahsin mengawali sambutan

Beberapa mahasiswa baru pun mengangkat tangan. Ternyata ada banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota maupun luar provinsi. Rektor kemudian memperkenalkan Universitas Mulia yang baru berdiri sejak enam tahun yang lalu dari gabungan (merger) tiga perguruan tinggi.

Meski baru berdiri, beberapa mahasiswa Universitas Mulia telah berhasil tercatat memiliki prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Dan mudah-mudahan ke depan, dengan kehadiran adik-adik, kita akan terus mencoba meningkatkan prestasi ini tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” harap Rektor.

“Ini menunjukkan kepada adik-adik mahasiswa, Universitas Mulia ini adalah universitas yang sedang tumbuh dan berkembang. Untuk mencapai visinya menjadi universitas yang terkemuka dan unggul berbasis Technopreneur,” ujar Rektor.

“Jadi banggalah kalian menjadi mahasiswa Universitas Mulia,” tambahnya.

Rektor pun menjelaskan mengenai pesan-pesan yang termuat dalam logo Universitas Mulia. Logo yang menunjukkan semangat dan nilai luhur yang ada di dalam Universitas Mulia.

Logo tersebut memuat api yang menyala berwarna merah dan kuning. Kemudian buku dan kumparan yang berwarna biru. Lalu di bawahnya ada pesan yang harus dipahami maknanya oleh mahasiswa baru, yaitu inovatif, mandiri, dan humanis.

Logo tersebut menunjukkan cita-cita pendiri Universitas Mulia dengan semangat yang berkobar, dengan api yang membara, ada buku yang menjadi sumber ilmu, jendela dan kumparan yang menjadi pusat pendidikan, pengembangan, dan pengetahuan.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si mengetuk palu tanda dimulainya Paduka Mulia selama lima hari, 26-30 Agustus 2024. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mengetuk palu tanda dimulainya Paduka Mulia selama lima hari, 26-30 Agustus 2024. Foto: Media Kreatif

Sebanyak 563 orang mahasiswa baru 2024 mengikuti Paduka Mulia, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Sebanyak 563 orang mahasiswa baru 2024 mengikuti Paduka Mulia, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Agung Widiyanto saat mengkoordinasikan mahasiswa baru 2024, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Agung Widiyanto saat mengkoordinasikan panitia mahasiswa baru 2024, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Rektor menerangkan, inovatif yang dimasukkan adalah ketika terjadi perubahan, mahasiswa diharapkan mampu melakukan adaptasi dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jangan sampai nanti kalian berkata ketika lulus menjadi sarjana, ketika dihadapkan dengan pekerjaan, ‘oh, ini kemarin saya tidak pernah menerima mata kuliah ini’,” ujar Prof. Ahsin mengingatkan.

Memang, lanjutnya, tidak semua mata kuliah itu sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan digeluti di masa depan.

“Tetapi dengan kemampuan inovasi, kreatif, akan mampu bertahan dengan perubahan-perubahan dan menerima segala apa yang kita hadapi, itu tidak ada masalah,” ujarnya.

“Oleh karena itu, maka dilanjutkan dengan mandiri. Kita harus mandiri,” tegasnya.

Menurutnya, diharapkan ke depan Universitas Mulia akan menghasilkan karya-karya teknologi yang inovatif yang berasal dari Universitas Mulia secara mandiri.

“Yang terakhir adalah humanis. Bagaimanapun kita memiliki pengetahuan teknologi yang baik yang kita kuasai. Bagaimanapun kita sudah mandiri mampu menghasilkan karya-karya yang berguna bagi masyarakat, tetapi kalau etika kita tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, bekerja sama membangun bangsa ini, bersifat individualis, maka akan sulit juga kita terapkan. Itulah yang dimaksudkan dengan humanis,” terang Prof. Ahsin.

Rektor kemudian bertanya kepada mahasiswa baru apakah ada yang menjalani kuliah sembari menekuni pekerjaan sebagai pegawai atau karyawan. Ternyata juga ada.

Untuk itu, Rektor mengingatkan bahwa model pembelajaran di perguruan tinggi sangat berbeda dengan pembelajaran di pendidikan tingkat dasar maupun menengah.

Agar sukses menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa memerlukan strategi dan perencanaan yang baik. Mulai dari bagaimana menyusun kemandirian, manajemen waktu, pertemanan, kerjasama yang baik, hingga komunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa.

“Jadi, waktu kalian (menyelesaikan kuliah) sebenarnya pilihan kalian sendiri, empat sampai tujuh tahun. Kalau mau cepat, ya empat tahun. Itu standar nasional. Tetapi ada batasnya, maksimal adalah tujuh tahun. Kalau lebih dari tujuh tahun, maka akan di-drop-out,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan, perguruan tinggi memiliki misi tridharma, yang menjadi kewajiban bagi sivitas akademika. Tridharma itu adalah pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, tugas kalian adalah menjalankan, hak kalian adalah mendapatkan pendidikan dan pengajaran selama kuliah. Tetapi, pendidikan dan pengajaran itu tidak akan bermakna baik, kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tri yang kedua, yaitu penelitian,” ujarnya.

Rektor mengatakan, mahasiswa juga diwajibkan melakukan penelitian atau riset sebelum selesai menjadi sarjana.

“Dan yang ketiga, kita tidak boleh menjadi menara api. Perguruan tinggi itu tidak boleh menjadi menara api yang hanya enak dipandang, enak dilihat, tetapi tidak bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya,

Oleh karena itu, sebagai kaum intelektual, mahasiswa juga diharapkan menjadi menara air yang bisa dibuka krannya, kemudian airnya mengalir dan bisa dirasakan oleh umat manusia di muka bumi ini.

“Nah, inilah pentingnya pengabdian. Jadi, kalian juga harus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kapan itu waktunya?” tanya Prof. Ahsin.

Menurutnya, mahasiswa juga diharapkan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau melalui program-program kemahasiswaan yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat.

Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa memiliki jati diri dan nilai-nilai etika yang kuat selama belajar di perguruan tinggi. Hal ini untuk menjaga kecerdasan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, hingga aspek kognitif lain yang telah dikuasai selama duduk di perguruan tinggi.

Pendidikan di Universitas Mulia tidak hanya berfokus kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga diharapkan mahasiswa menempa dirinya sehingga memiliki karakter yang kuat dan baik.

Terkait dengan keterampilan psikomotorik, Rektor menerangkan pembelajaran di Universitas Mulia ke depan menggunakan kurikulum berbasis OBE atau Outcome Based Education atau Pendidikan Berbasis Luaran.

OBE adalah metode pembelajaran yang fokus pada luaran atau capaian pembelajaran. Menekankan pada proses pendidikan yang mencapai hasil yang ditentukan, baik dalam sisi pengetahuan, kemampuan, maupun perilaku peserta didik atau mahasiswa dan berorientasi pada hasil.

“Bisa saja nanti dosen kuliahnya itu dibawa jalan-jalan. Bisa saja kuliahnya nanti diskusi saja. Bisa saja nonton film di bioskop. Bisa saja sambil lari-lari. Itu adalah model-model pembelajaran. Yang penting nanti kompetensi itu akan kita capai,” ujarnya.

Rektor juga mengenalkan kepada mahasiswa baru tentang organisasi kemahasiswaan (ormawa) seperti BEM dan UKM, untuk menempa diri dengan belajar berorganisasi dan berprestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik.

“Kalian jangan hanya mendapatkan pendidikan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga membentuk kemampuan untuk berorganisasi, kemudian berkomunikasi dengan baik dengan nanti masuk ke dalam organisasi itu,” ujarnya.

Selama beraktivitas di kampus, Rektor menyebut keberadaan Satgas PPKS, yakni satuan tugas yang bekerja melakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Satgas PPKS menjamin keamanan sivitas akademika dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual.

Sementara itu, Ketua Panitia Riski Zulkarnain mengatakan, tahun ini PKKMB memiliki nama Branding yang sangat menarik, yakni Paduka Mulia, sinonim dari Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia.

Adapun pelaksanaan Paduka selama lima hari, yakni mulai Senin (26/8) sampai dengan Jumat (30/8). Selama kegiatan, mahasiswa baru diharapkan akan memahami pengenalan tentang dunia kampus dari beberapa narasumber yang telah diundang panitia.

“Untuk pemateri kita pada kegiatan PKKMB ini, kami mengundang beberapa narasumber yang sudah terkonfirmasi. Alhamdulillah. Insya Allah nanti dari provinsi ada dua orang. Ada hari ini anggota DPRD Kota Provinsi, kemudian calon Gubernur Provinsi Kalimantan Timur,” tutur Riski.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB, mahasiswa baru diharapkan siap menjalani perkuliahan dengan baik dan sukses meraih sarjana.

(SA/Kontributor)

Sebagian mahasiswa S1 Manajemen yang berhasil membuat produk kerajinan tangan menggunakan kayu. Foto: Istimewa

UM – Program Studi S1 Manajemen FEB mengikutsertakan sembilan orang mahasiswanya mengikuti Pelatihan Kecakapan Hidup. Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan, 11-15 Juni 2024.

Pelatihan dibuka Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, H. M. Agus Hari Kesuma dan dihadiri mewakili Wali Kota Balikpapan, Staf Ahli Wali Kota Balikpapan Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan SDM Adamin Siregar, didampingi Kepala Disporapar C.I. Ratih Kusuma W, di Aula Kantor Disporapar Kota Balikpapan, Selasa (11/6).

Ketua Prodi S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M mengatakan bahwa pelatihan yang bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam menciptakan peluang kerja bagi dirinya dan memiliki jiwa Entrepreneurship ini sesuai dengan visi Prodi S1 Manajemen

“Yakni, menjadi program studi unggulan dalam ilmu manajemen dan bisnis berbasis Technopreneurship yang berjiwa kewirausahaan serta berperan aktif dalam pengembangan, dan pembangunan bangsa hingga tingkat global,” ungkap Pudjiati.

Peserta pelatihan kecakapan hidup berhasil membuat produk kerajinan tangan. Foto:

Peserta pelatihan kecakapan hidup berhasil membuat produk kerajinan tangan. Foto:

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin pemotong kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin pemotong kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin penghalus kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin penghalus kayu. Foto: Istimewa

Selesai mengikuti pelatihan, mahasiswa diharapkan bisa menularkan apa yang sudah didapatkannya kepada mahasiswa lain dan memiliki jiwa Entrepreneurship.

“Dengan begitu, kami berharap akan terbangun inkubator bisnis di tingkat prodi dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga mereka mampu menciptakan produk lewat karyanya sendiri,” ujarnya.

Pelatihan kecakapan hidup tersebut meliputi tata rias kecantikan, event organizer, kerajinan tangan (Handycraft), Barista (peracik kopi), Pastry, dan Content Creator.

Sembilan orang perwakilan mahasiswa yang mengikuti pelatihan seluruhnya berasal dari Prodi S1 Manajemen semester dua, antara lain Nabila Tsabitha Saptaningtyas, Nursiti Aisyah, Chinta Syafirna Ramadhani Budi, Rinda Syaharani, Najla Na’ilah Manggabarani, Nadya Putri Aulia, Najwa Divanny Dwi Shasyia, Andi Hilda Yani, dan Bintang Chairunnisa Azizah.

Tampak mahasiswa yang keseluruhannya wanita ini menggunakan alat-alat bermesin yang biasa digunakan pria untuk memotong kayu. Mereka berlatih bagaimana membuat produk kerajinan tangan dari kayu dan berhasil memamerkan karyanya.

(SA/Kontributor)

Dosen S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M saat mengisi perkuliahan hari pertama Semester Genap 2023/2024, Senin (4/3). Foto: Media Kreatif

UM – Usai libur panjang, kuliah perdana Semester Genap 2023/2024 mulai diselenggarakan sejak Senin (4/3) pagi. Tampak aktivitas perkuliahan di kampus kembali terlihat. Satu persatu mahasiswa dan dosen tiba di kampus pukul 7.30 WITA. Beberapa kelas perkuliahan mulai pukul 8.00 WITA.

Pagi itu, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mengawali kegiatan dengan apel pagi bersama Wakil Rektor dan sejumlah dosen serta karyawan. Hadir pula sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater turut bergabung.

“Hari ini, hari pertama kuliah Semester Genap 2023/2024 mengawali pertemuan pertama dengan para mahasiswa. Silakan mahasiswa eksplor ilmu pengetahuan yang diberikan oleh dosen. Mudah-mudahan semua proses pembelajaran berjalan dengan lancar,” tutur Rektor Prof. Ahsin.

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengingatkan kepada para dosen untuk bekerja lebih keras. “Pertama adalah, di bulan-bulan ini saatnya dosen bekerja keras. Jadi, para dosen mudah-mudahan ini bisa menindaklanjuti,” tutur Rektor.

Mahasiswa sejak pagi mulai datang ke kampus sebelum perkuliahan dilaksanakan pukul 8.00 WITA. Foto: SA/Kontributor

Mahasiswa sejak pagi mulai datang ke kampus sebelum perkuliahan dilaksanakan pukul 8.00 WITA. Foto: SA/Kontributor

Pasalnya, beberapa tawaran hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Dikti telah masuk di meja Rektor. Hal ini menjadi penting mengingat peluang yang bisa diraih dan proposal para dosen memiliki potensi untuk diterima.

“Jadi, banyak sekali tahun ini, pembahasan harus kita matangkan supaya kita bisa survive ya, meskipun kita ada dana mandiri dari universitas. Kita perlu juga mengaktifkan dana-dana hibah,” tuturnya.

Sementara itu, tim media kreatif masuk di sejumlah ruang kelas dan laboratorium yang ada di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM). Mereka bertugas mendokumentasikan aktivitas pertama perkuliahan pagi itu.

“Baru hari pertama, (isinya) perkenalan, kontrak perkuliahan, dan penjelasan dulu secara umum materi perkuliahan,” tutur Pudjiati, S.E., M.M, salah seorang dosen Program Studi S1 Manajemen, yang tampak sekali semangat mengajar.

Namun, beberapa mahasiswa yang sedang menyimak paparan dosen di kelas sepertinya tampak tidak semangat. Ada yang memejamkan mata seperti mengantuk, tidak menulis catatan, dan meja yang tampak bersih dari alat tulis.

Apakah mahasiswa betul-betul memperhatikan dosen ketika berlangsung pembelajaran?

Ketika ditanya hal itu, Pudjiati mengatakan mahasiswa saat ini lebih menyukai menggunakan perangkat canggih, yang selalu dibawanya dimanapun mereka berada.

“Mereka lebih modern sekarang, mencatat di note hape. Bahkan kadang merekam,” ungkap Pudjiati sambil tertawa.

Ketika ditanya terkait pemanfaatan media dan sarana pembelajaran online seperti Lentera dan Google Classroom, ia mengaku menggunakanannya. Namun, ia berharap ke depan, baik Lentera maupun Classroom dapat dimanfaatkannya secara penuh.

“Sekarang ini saya lebih banyak tatap muka di kelas, mahasiswa wajib hadir di kelas dan presensi kehadiran menggunakan sistem informasi akademik SIAS,” ungkapnya.

Dari sekadar bertanya dan diskusi, akhirnya muncul gagasan atau ide baru terkait kesiapan mahasiswa dan dosen dalam menggunakan perangkat pembelajaran online. Ia tampaknya tertarik.

Syukur sekali bisa dilanjutkan penelitian yang akhirnya bisa dipublikasikan di sebuah jurnal terakreditasi dan terindeks SINTA ataupun Scopus. Artinya, memanfaatkan peluang dalam rangka menindaklanjuti arahan Rektor hari itu.

“Nanti akan dibuat kajian terkait proses pembelajaran menggunakan Lentera,” pungkasnya.

Semoga sukses ya, Bu!

(SA/Kontributor)

Kepala Universitas Mulia Samarinda Drs. Suprijadi, M.Pd bersama Lurah Kel. Tanah Merah Deddy Irawan, SE., MM menerima cenderamata. Foto: Istimewa

UM – Mahasiswa Universitas Mulia Samarinda melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama sebulan. Mereka menggelar serangkaian kegiatan di Kel. Selili Kec. Samarinda Ilir dan Kel. Tanah Merah Kec. Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, 24 Januari – 24 Februari 2024. Apa saja?

Kepala Universitas Mulia Samarinda (Univmas) Drs. Suprijadi, M.Pd mengatakan bahwa pelaksanaan KKN merupakan bagian dari pendidikan untuk memperoleh pengalaman nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni, sosial dan budaya oleh mahasiswa kepada masyarakat.

“Ciri KKN adalah Interdisipliner, cross sectoral, dan komprehensif. Kemudian berdimensi luas, pragmatis, dan praktis,” tutur Suprijadi.

Suprijadi menerangkan, selama menjalani KKN, mahasiswa akan belajar mengembangkan pola pikir yang dilandasi oleh permasalahan pada kenyataan atau fakta yang ada di sekitarnya.

”Bahwa hampir setiap persoalan hidup dalam masyarakat mempunyai hubungan satu dengan yang lain, sangat kompleks, sehingga penyelesaiannya pun dengan pola pendekatan multi disiplin,” terangnya.

Dirinya berharap, usai menggelar KKN, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan cara berpikir interdisipliner, terpadu, dan komprehensif. Selain itu, hasil dari solusi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswanya selama KKN diharapkan berdampak kepada masyarakat Kel. Selili dan Kel. Tanah Merah.

“Mahasiswa belajar dengan berdiskusi, bertukar pikiran serta pengalamannya selama KKN. Dengan begitu, mahasiswa diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran, tenaga, dan lainnya kepada masyarakat sekitar,” ujar Suprijadi.

Tercatat, beberapa agenda kegiatan sejumlah mahasiswa selama KKN antara lain

  1. Pembuatan Nomor Rumah Warga,
  2. Membantu kegiatan Posyandu pemberian Vitamin dan obat cacing
  3. Turut meramaikan kegiatan Jalan Santai dalam rangka HUT Pemerintah Kota Samarinda,
  4. Mahasiswa juga turut membantu pendistribusian bantuan beras ke warga,
  5. Menyusun program bersama Kepala Paud TK / Raudhatul Athfal AL Huda dan TK Dharma Mama dan menggelar lomba mewarna di anak-anak PAUD.
  6. Menggelar kegiatan Fardhu Kifayah bersama Ibu PKK dan Dasawisma,
  7. Turut membantu kerja bakti bersama warga melakukan bersih-bersih kampung, B
  8. Berbagi bersama warga membuat Prakarya dengan bahan bekas di RT 25 Kel. Selili serta berbagi cara membuat cairan pengusir kucing.
  9. Mahasiswa juga melakukan sosialisasi pemanfaatan Sosial Media untuk Bisnis kepada Ibu-ibu PKK dan Dasawisma,
  10. Menjadi fasilitator guru ngaji kepada anak-anak di RT 22 Kel Selili,
  11. Membuat tong sampah untuk Bank sampah di seluruh Dasawisma.
  12. Di Kel. Tanah Merah, sejumlah mahasiswa melakukan pemetaan rumah-rumah warga di setiap RT di Kelurahan Tanah Merah,
  13. Menggelar pelatihan Teknologi Informasi (IT) bagi siswa di SMA Negeri 10 dan
  14. Melaksanakan Bimbingan Teknis Digitalisasi data PKK dan Dasawisma.

Tindak Lanjut Pasca KKN

Sementara itu, Lurah Tanah merah Deddy Irawan beserta Kasi Kesra Irwansyah serta Ibu-ibu PKK tingkat RT dan Ketua Dasawisma mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mulia yang telah turut membantu Kel. Tanah Merah melakukan pemberdayaan masyarakat.

Lurah berharap ke depan KKN dapat dilaksanakan lebih lama lagi, yakni selama tiga bulan agar beberapa program pengabdian masyarakat Kel. Tanah Merah dapat dikolaborasikan dengan mahasiswa, terutama di bidang Teknologi Informasi.

“Maka dari itu, Kelurahan Tanah Merah ke depan ingin menindaklanjuti kerjasama penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Universitas Mulia di bidang IT agar warga melek IT,” tutur Suprijadi.

Suprijadi mengatakan, mereka berharap dibantu pembuatan Aplikasi Pengurusan Dokumen Surat Menyurat Warga, untuk membantu warga yang menginginkan surat cukup menulis di Link Aplikasi Kelurahan.

“Daftarnya cukup lewat aplikasi sehingga warga datang ke Kantor Kelurahan tinggal ambil Hard Copy-nya saja,” ungkapnya.

Suprijadi berharap kegiatan seperti KKN dan program pengabdian kepada masyarakat akan menjadi bagian kegiatan atau sarana promosi Kampus Universitas Mulia Samarinda sehingga dikenal oleh masyarakat lebih luas.

(SA/Kontributor)

Foto dokumentasi.

Kepala Universitas Mulia Samarinda Drs. Suprijadi, M.Pd bersama Lurah Kel. Selili menerima cenderamata. Foto: Istimewa

Kepala Universitas Mulia Samarinda Drs. Suprijadi, M.Pd bersama Lurah Kel. Selili menerima cenderamata. Foto: Istimewa

Menggelar pelatihan Teknologi Informasi (IT) bagi siswa di SMA Negeri 10 Samarinda.

Menggelar pelatihan Teknologi Informasi (IT) bagi siswa di SMA Negeri 10 Samarinda.

Drs. Suprijadi bersama Sekretaris Lurah Tanah Merah.

Drs. Suprijadi bersama pejabat Kelurahan Tanah Merah.

KKN di Kel. Tanah Merah, Kec. Samarinda Utara.

KKN di Kel. Tanah Merah, Kec. Samarinda Utara.

Foto bersama Lurah dan pejabat Kelurahan Selili, Kec. Samarinda Ilir.

Foto bersama Lurah dan pejabat Kelurahan Selili, Kec. Samarinda Ilir.

Pembuatan Nomor Rumah Warga Kel. Selili

Pembuatan Nomor Rumah Warga Kel. Selili

Mahasiswa juga turut membantu pendistribusian bantuan beras ke warga Kel. Selili.

Mahasiswa juga turut membantu pendistribusian bantuan beras ke warga Kel. Selili.

KKN di Kel. Selili Kec. Samarinda Ilir, 24 Januari - 24 Februari 2024. Foto: Istimewa

KKN di Kel. Selili Kec. Samarinda Ilir, 24 Januari – 24 Februari 2024. Foto: Istimewa

Turut meramaikan kegiatan Jalan Santai dalam rangka HUT Pemerintah Kota Samarinda,

Turut meramaikan kegiatan Jalan Santai dalam rangka HUT Pemerintah Kota Samarinda,

Bersama warga Kel. Selili.

Bersama warga Kel. Selili.

Menggelar lomba mewarna di anak-anak PAUD

Menggelar lomba mewarna di anak-anak PAUD

Menggelar lomba mewarna di anak-anak PAUD

Menggelar lomba mewarna di anak-anak PAUD

Mahasiswa juga melakukan sosialisasi pemanfaatan Sosial Media untuk Bisnis kepada Ibu-ibu PKK dan Dasawisma. Foto: Istimewa

Mahasiswa juga melakukan sosialisasi pemanfaatan Sosial Media untuk Bisnis kepada Ibu-ibu PKK dan Dasawisma. Foto: Istimewa

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

UM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Mulia dipromosikan masuk Divisi Utama setelah meraih juara dua dalam Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Hal ini seperti dikatakan Isnawati, S.H., M.H., CLA, dosen pembina UKM Bola Voli, Minggu (11/2).

“Perjalanan panjang yang penuh suka duka selama lima tahun UKM Bola Voli berproses. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa membuktikan bahwa kami masih ada dan sekarang kita baru memulai untuk bisa meraih mimpi,” kata Isnawati.

Atas capaian ini, UKM Bola Voli Universitas Mulia akan bertanding dalam Divisi Utama bersama dengan empat tim juara lainnya, yang akan dibuka pada bulan September 2024 mendatang.

Isnawati mengatakan, sebenarnya timnya menurunkan putra dan putri. Namun tim putri tampaknya perlu bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya.

“Tidak apa-apa, yang penting anak-anak bisa belajar dan maju berkembang. Kita terus support anak-anak,” tutur Isnawati.

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Dosen pembina UKM Bola Voli Isnawati, S.H., M.H., CLA (tengah) bersama tim Bola Voli Putra usai menerima penghargaan juara dua turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: Istimewa

Ketika ditanya apa yang dilakukan tim putra sehingga bisa berhasil meraih gelar juara, Isnawati mengatakan tipsnya adalah anak-anak bermain dengan rileks dan senang hati.

“Biasa anak-anak ini, sebenarnya bagus saja, cuma memang kita selama ini meramu bagaimana mereka bisa main dengan hati senang dan lepas saja,” ungkap Isnawati.

Tidak kalah penting, menurutnya, adalah dukungan dari universitas dan sivitas akademika. Isnawati mengatakan bahwa jika tanpa adanya dukungan, akan sangat berat bagi timnya untuk masuk Divisi Utama.

“Ke depan, semoga apa yang dicapai ini akan menambah amunisi perjuangan untuk mencapai puncak. Terima kasih kepada Pak Agung Sakti yang selalu memberikan support buat UKM Bola Voli,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Dr. Agung Sakti Pribadi mengucapkan selamat dan turut senang. “Alhamdulillah, selamat Bu Isna dan Tim Voli, perjuangan keras tanpa lelah dan semangat luar biasa telah membuahkan hasil. Teruslah semangat dan bekerja keras. Selamat ya,” kata Dr. Agung.

Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i juga mengapresiasi prestasi tim UKM Bola Voli atas capaian yang berhasil diraihnya. Rektor turut mengucapkan selamat kepada tim UKM Bola Voli.

“Selamat Bu Isna. Ini luar biasa membawa nama Universitas Mulia. Insya Allah tahun 2024 ini UKM, HIMA (Himpunan Mahasiswa), dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) akan kita perkuat dengan berbagai kegiatan,” pungkas Rektor.

(SA/Puskomjar)

Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Mulia Samarinda. Foto: Istimewa.

UM – Rapat Koordinasi tahun 2023 Universitas Mulia menghasilkan beberapa capaian dan perbaikan. Selain itu, perubahan pucuk pimpinan Kepala Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Mulia Samarinda, Drs. Suprijadi, M.Pd menggantikan Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I, Jumat (29/12).

Proses seremoni serah terima jabatan dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si di akhir pelaksanaan Rakor yang berlangsung di Hall Cheng Ho. Kepada pejabat yang baru, Rektor berharap dapat meneruskan kemajuan yang telah dicapai sebelumnya, dengan dukungan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder.

“Alhamdulillah, semoga Pak Pri selalu dimudahkan dalam menjalankan amanah,” tutur Prof. Ahsin, singkat.

Dalam sambutannya, Suprijadi mengucapkan terima kasih mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Saya adalah satu-satunya pejabat yang sangat bermutu, maksudnya benar-benar bermuka tua, karena bulan Januari ini saya menginjak usia 62 tahun dan merupakan dosen tertua kedua, yang tiga tahun lagi akan memasuki masa pensiun,” kata pria yang akrab dipanggil Pak Pri ini.

Bagi Pak Pri, jabatan baru ini merupakan yang ke-9 kalinya selama berkarir di Universitas Mulia. “Saya berpendapat bahwa jabatan itu titipan, maka seorang pejabat itu ibarat juru parkir, jika ikhlas memahaminya,” katanya.

Menurutnya, seorang juru parkir ketika mendapatkan titipan mobil dan kendaraan, ia merasa kendaraan itu hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemiliknya.

“Maka dari itu, suka atau tidak suka, juru parkir dengan ikhlas melepasnya. Akan tetapi kalau mobil itu merasa miliknya, jika mobil itu lenyap dipandang mata, dia akan merasa kehilangan,” tuturnya.

Meski demikian, di dalam mengelola PSDKU Samarinda, Pak Pri mengakui tidak semudah membalik telapak tangan.

Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda. Jl. Pahlawan No. 2AKelurahan Dadi Mulya Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kode Pos 75123. Telp. 0541-741864. Fax. 0541-735984. WA. 0811.590.950 - 0812.555.01.02

Kampus Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda. Jl. Pahlawan No. 2A, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kode Pos 75123. Telp. 0541-741864. Fax. 0541-735984. WA. 0811.590.950 – 0812.555.01.02

“Banyak indikator yang membutuhkan penanganan dan pemikiran yang betul-betul fokus untuk menyelesaikan, dan itupun membutuhkan perjuangan dan dukungan dana yang besar terkait dengan infrastruktur, utamanya gedung,” tuturnya.

Dengan kebutuhan biaya yang sangat besar tersebut, tantangan ke depan, ia ingin PSDKU Samarinda lebih dikenal oleh masyarakat setempat, baik dari Samarinda, Tenggarong Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Sangatta Kutai Timur, Bontang, hingga Berau.

Ia mengatakan bahwa pada Oktober yang lalu sempat melakukan survei popularitas PSDKU Samarinda kepada masyarakat sekitar. Namun, hasilnya belum begitu menggembirakan.

“Atas dasar itulah, maka saya mengadakan rapat dengan manajemen bahwa salah satu penyebab belum berkembangnya PSDKU Samarinda adalah kurangnya sosialisasi dan belum banyak dikenal,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Plt Kepala PSDKU sebelumnya Tina Tri Wulansari, yang telah menindaklanjuti survei door-to-door melibatkan lembaga survei tentang tingkat popularitas Kampus PSDKU Universitas Mulia kepada masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut, ia mengajak seluruh sivitas kampus untuk berkolaborasi, bekerja sama dan bekerja keras mengembangkan PSDKU Samarinda.

“Saya memiliki program unggulan marketing dalam mendongkrak jumlah mahasiswa baru. Pertama, mengumpulkan orang tua wali murid siswa kelas XII SMK TI Airlangga. Kedua, Mengumpulkan Alumni STMIK –SPB hingga Universitas Mulia dalam ajang Reuni Akbar yang dikemas dalam Dies Natalis UM 2024 dalam program Three in One,” tuturnya.

Three in One yang dimaksud adalah program yang ditujukan kepada para lulusan atau tiga orang alumni untuk mengajak minimal satu orang calon mahasiswa baru masuk di PSDKU Samarinda.

Ketiga, lanjutnya, mengumpulkan mahasiswa aktif dalam program satu mahasiswa satu calon mahasiswa baru. Dan yang keempat melibatkan seluruh civitas akademika satu orang satu calon mahasiswa baru.

“Di samping empat program unggulan tersebut, program konvensional sosialisasi ke sekolah-sekolah tetap menjadi andalan utama. Mohon doa restunya, semoga amanah dan istiqomah,” tambahnya.

Sementara itu, pejabat sebelumnya, Tina Tri Wulansari telah mengenal Pak Pri sebelumnya. Dengan demikian, ia marasa optimis dengan perkembangan PSDKU ke depan.

“Pak Suprijadi adalah sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan, saya optimis PSDKU akan semakin maju di bawah kepemimpinan beliau,” tuturnya.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, PSDKU mampu secara cepat beradaptasi untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Selama menjabat kepala PSDKU, Tina mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas kampus yang telah bekerja sama membantunya. Ia akan kembali bertugas pada Program Studi Sistem Informasi. “Saya meminta maaf kepada seluruh pimpinan dan rekan-rekan atas segala kekhilafan saya dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Nabila Tsabita, mahasiswa baru 2023 prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis saat berpidato di malam inagurasi, Kamis (31/8). Foto YouTube.

UM – Mulia Inauguration 2023 telah ditutup pekan lalu, Kamis (31/8). Namun, ada beberapa aksi yang dibawakan mahasiswa baru yang sangat menarik dan perlu dipahami banyak mahasiswa. Bukan saja hanya untuk mahasiswa baru, tetapi juga untuk mahasiswa lama dan dosen. Apa itu?

Yup, pidato Nabila Tsabita, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pidato yang langsung disimak Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi ini berhasil mencuri perhatian dan mendapat Applause hadirin.

Pasalnya, di atas panggung sore itu, Nabila tampak cukup menguasai keadaan. Dirinya tampak lancar dan tidak terbata-bata dalam mengungkapkan pendapat tanpa teks.

“Yang terhormat Bapak Rektor, yang Kami hormati Bapak Rizal Effendi, yang Kami hormati pula Bapak dan Ibu Dosen beserta teman-teman yang saya banggakan,” sapa Nabila di awal pidato.

Sebagaimana dalam setiap pidato, Nabila cukup lancar mengawalinya dengan kata pembuka, mengucapkan salam, menyapa hadirin, mengucapkan syukur, dan mendoakan seluruh hadirin agar selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa.

Tak lupa, Nabila juga memperkenalkan diri sebelum berpidato tentang Peran Pemuda sebagai Mahasiswa dalam Kontribusinya Terhadap Bangsa.

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

“Ini bukan soal kenaikan atau sok kepedulian, tetapi ini tentang kesadaran. Kesadaran yang hanya akan tumbuh subur jika pemiliknya mau menyuburkannya,” kata Nabila.

“Apa peran kita sebagai seorang mahasiswa?” tanya Nabila.

Menurutnya, ada tiga peran utama penting mahasiswa sebagai pemuda dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

“Yang pertama sebagai Agent of Change, yang kedua sebagai Iron Stock, dan yang terakhir sebagai Social Control,” ungkap Nabila.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai Agent of Change dipersiapkan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, namun tidak melupakan nilai-nilai luhur bangsa, dan jiwa Pancasila sebagai dasar fundamental.

Sedangkan mahasiswa sebagai Iron stock, lanjutnya, mahasiswa dipersiapkan untuk menggantikan ke pemerintahan dalam menjalankan roda kepemimpinan ke depan.

“Jadi, seharusnya kecerdasan dan juga kepemimpinan akan jatuh kepada mahasiswa,” kata Nabila.

Sebagai Social Control, Nabila mendorong mahasiswa harus bisa membawa diri dalam mengawasi kebijakan publik dan turut membantu menyuarakan kesejahteraan.

“Demi terciptanya kehidupan kebangsaan dan bernegara yang adil, tertib, bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nabila.

Nabila juga mengajak mahasiswa untuk tahu tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Menurutnya, ada dua tugas yang perlu mahasiswa lakukan.

“Yang pertama sebagai pejuang intelektual dan moral,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pejuang intelektual, mahasiswa harus belajar mengejar ketertinggalan. “Mencari 1000 alasan untuk memikirkan hal yang ke depan, kemudian mencari jawaban di setiap permasalahan,” ajak Nabila.

Dan yang kedua, Nabila mengajak mahasiswa memberikan solusi sebagai penyelesaian untuk pembuka jalan.

“Tidak perlu kita melangkah terlalu jauh untuk memikirkan bagaimana negara kita, cukup kita melakukan dari diri sendiri seperti apa kita membawa negara kita,” kata Nabila.

‘Jangan pernah tanya kepada negara apa yang negara berikan kepada kita, tetapi tanyakan kepada diri sendiri apa yang telah kita lakukan untuk negara kita,” pungkas Nabila di akhir pidatonya.

(SA/Puskomjar)

Salah satu mahasiswa Farmasi tengah melakukan praktik persiapan spesimen herbarium di Herbarium Wanariset BPSILHK Samboja. Foto: Facebook Bpsilhk Samboja

UM – Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) melaksanakan magang di Balai Penerapan Standar dan Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Kec. Samboja Kutai Kartanegara. Tampak beberapa mahasiswa melakukan pengumpulan bahan riset, bertempat di Herbarium Wanariset, Selasa (14/3).

Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Roadmap Penelitian yang dimulai tahun 2023 hingga 2027 di bidang Bahan Alam.

Menurutnya, di tahun 2023 ini fokus penelitian mahasiswa di bidang Bahan Alam meliputi eksplorasi tumbuhan khas Kaltim yang memiliki aktivitas farmakologi, terutama terkait Etnomedisin atau kajian perbandingan obat tradisional yang dipraktikkan oleh kelompok etnis dan juga kajian literatur. Tujuannya adalah mahasiswa melakukan inventarisasi tanaman berkhasiat obat khas Kaltim.

Dalam kegiatan magang ini, mahasiswa dibimbing melakukan pengumpulan tumbuhan khas Kaltim, mulai dari bagaimana proses penyusunan spesimen herbarium yang baik sebelum dikeringkan, melakukan “mounting” atau menempelkan spesimen herbarium yang telah dikeringkan pada kertas plak yang bebas asam (acid free).

Kertas bebas asam ini digunakan agar koleksi herbarium dapat bertahan dalam waktu yang lama dan mengurangi gangguan jamur ataupun serangga yang dapat merusak koleksi herbarium.

Untuk menempelkan material tumbuhan pada kertas plak digunakan potongan kertas kecil yang telah diberi lem dengan ukuran sesuai kondisi spesimen.

Mahasiswa kemudian melakukan scanning spesimen herbarium dengan menggunakan mesin scan, melakukan pengeditan gambar hasil scan spesimen herbarium dengan menggunakan software photo editing.

Mahasiswa magang dari Fakultas Farmasi Universitas Mulia Balikpapan sedang mendapatkan bimbingan Iman Suharja, salah satu Tim Herbarium Wanariset tentang bagaimana proses penyusunan spesimen herbarium yang baik sebelum dikeringkan. Foto: Bpsilhk Samboja, 9 Maret 2023

Mahasiswa magang dari Prodi Farmasi Universitas Mulia Balikpapan sedang mendapatkan bimbingan Iman Suharja, salah satu Tim Herbarium Wanariset tentang bagaimana proses penyusunan spesimen herbarium yang baik sebelum dikeringkan. Foto: Bpsilhk Samboja, 9 Maret 2023

Praktik melakukan scanning spesimen herbarium dengan menggunakan mesin scan. Selanjutnya dilakukan pengeditan gambar hasil scan spesimen herbarium dengan menggunakan software photo editor. Foto: Facebook Bpsilhk Samboja, 14 Maret 2023.

Praktik melakukan scanning spesimen herbarium dengan menggunakan mesin scan. Selanjutnya dilakukan pengeditan gambar hasil scan spesimen herbarium dengan menggunakan software photo editor. Foto: Facebook Bpsilhk Samboja, 14 Maret 2023.

Hasil scan kemudian disimpan dalam Database Herbarium Wanariset untuk kemudian di-upload di website Herbarium Wanariset BPSILHK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (https://herbarium-wanariset.bsilhk.menlhk.go.id/)

Kegiatan tersebut merupakan tahap dalam transformasi digital yang telah dilakukan BPSILHK Samboja untuk mempermudah berbagai pihak yang memerlukan informasi koleksi spesimen yang tersimpan di Herbarium Wanariset.

Herbarium Wanariset merupakan satu herbarium yang dimiliki Badan Litbang dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Herbarium adalah suatu koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan berikut data terkait yang digunakan untuk keperluan penelitian ilmiah.

Herbarium Wanariset Samboja berstandar internasional dan telah terdaftar secara resmi pada Index Herbariorum dengan akronim WAN.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan bimbingan oleh Iman Suharja, salah satu Tim Herbarium Wanariset dan pendampingan oleh anggota tim Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BPSILHK Samboja, Dwi Wahyu Mentari.

(SA/Puskomjar)