Muhammad Faridan Sutariya (tengah), Abdul Rivai (kiri), dan Danang Wahyu Wicaksono (kanan), dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM). Foto: Istimewa

UM – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga mahasiswa angkatan 2021 berhasil meraih Juara 2 Kategori Mahasiswa dalam ajang bergengsi Krenova (Kreativitas dan Inovasi) 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan di Hotel Grand Tjokro, Rabu (28/5).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Faridan Sutariya, Abdul Rivai, dan Danang Wahyu Wicaksono, dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM).

Dibimbing oleh dosen Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., aplikasi LeafCare mampu mendeteksi penyakit tanaman melalui citra daun (baik foto langsung maupun dari galeri) dan memberikan rekomendasi penanganan secara real-time.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu para petani maupun penghobi tanaman dalam mencegah dan menangani penyakit tanaman sejak dini.

LeafCare mendapat nilai 430,25 dari dewan juri nasional yang terdiri dari pakar Kemendagri, BRIN, Universitas Mulawarman, BRIDA Kaltim, dan LAN RI.

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi'i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi’i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Kualitas Mahasiswa dan Dosen Informatika

Faridan, sebagai ketua tim, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, Krenova Balikpapan menjadi ajang yang inspiratif untuk menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari lomba ini. Banyak sekali ide-ide hebat dari peserta lain yang menginspirasi kami,” ujarnya.

“Semoga Krenova terus dilanjutkan tiap tahun agar semakin banyak inovasi berdampak bagi masyarakat.”

M. Safi’i, menyebut bahwa karya tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa sejak tahun lalu.

“Saya hanya memberi judul saat masih menjabat kaprodi. Selebihnya, mereka yang kembangkan ide dan aplikasinya. Bahkan, satu aplikasi lain buatan mereka juga meraih juara 3 di lomba Teknologi Tepat Guna (TTG),” jelasnya.

Menindaklanjuti saran dewan juri, ia berencana mendaftarkan karya tersebut untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar dapat dikembangkan secara lebih luas.

“Kami berharap karya ini mendapat dukungan internal dan eksternal, agar bisa dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat,” harapnya.

Dukungan Penuh Prodi dan Fakultas

Ketua Program Studi S1 Informatika, Isa Rosita, S.Kom., M.Cs., menyatakan rasa bangganya terhadap mahasiswa bimbingannya.

“Terima kasih atas keberanian kalian mengikuti lomba dan mengharumkan nama kampus. Prestasi ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa lain agar berani berkarya dan berkompetisi,” ujarnya.

Isa menambahkan, budaya berkompetisi di kalangan mahasiswa akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas akademik dan keilmuan di Universitas Mulia.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., yang membawahi empat prodi unggulan: S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual.

“Kompetisi seperti Krenova ini bukan hanya wadah untuk unjuk gigi, tetapi juga ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi gagasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, solutif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

“Jangan takut gagal. Teruslah berinovasi, karena setiap karya adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa Universitas Mulia, khususnya Prodi S1 Informatika, adalah pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di dunia teknologi.

Dukungan penuh dari dosen berpengalaman, lingkungan akademik yang kompetitif serta kesempatan mengikuti berbagai lomba bergengsi menjadi daya tarik tersendiri.

Yuk, daftarkan dirimu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia sekarang juga! Jadilah bagian dari generasi inovator masa depan.

(SA/Kontributor)

Himpunan Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi (HIMATI) Universitas Mulia foto bersama para pelajar SMK N 6 Balikpapan. Foto: Istimewa

UM – Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATI) Universitas Mulia terus menggencarkan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Goes to School. Dalam dua hari berturut-turut, HIMATI menyambangi dua sekolah kejuruan di Balikpapan, yaitu SMKN 6 Balikpapan pada 15 Mei dan SMK Airlangga Balikpapan pada 16 Mei 2025.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi teknis dasar jaringan komputer serta memperkenalkan Program Studi Teknologi Informasi Universitas Mulia kepada siswa SMK sebagai calon mahasiswa baru.

Di SMKN 6, peserta dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) mendapatkan pelatihan langsung mengenai penggunaan Mikrotik OS melalui Winbox, konfigurasi IP Address, manajemen user hotspot, pemblokiran situs web serta edukasi keamanan jaringan dan internet sehat.

Sesi ini berjalan interaktif. Para siswa tampak antusias mencoba praktek secara langsung dengan bimbingan mahasiswa HIMATI. Rian Saputra, salah seorang siswa mengatakan, pelatihan berjalan asyik.

Suasana edukasi jaringan komputer di SMKN 6 Balikpapan. Foto: Istimewa

Suasana edukasi jaringan komputer di SMKN 6 Balikpapan. Foto: Istimewa

Kegiatan HIMATI di SMK Airlangga Balikpapan. Foto: Istimewa

Kegiatan HIMATI di SMK Airlangga Balikpapan. Foto: Istimewa

Kegiatan HIMATI di SMK Airlangga Balikpapan. Foto: Istimewa

Kegiatan HIMATI di SMK Airlangga Balikpapan. Foto: Istimewa

“Pelatihannya asyik dan langsung praktik. Saya jadi paham bagaimana setting hotspot dan cara blokir situs berbahaya. Semoga HIMATI bisa sering datang lagi,” kata Rian

Sementara itu, di SMK Airlangga, HIMATI menyasar siswa kelas 10 yang mayoritas belum memiliki pengalaman dengan jaringan komputer maupun perangkat Mikrotik.

Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari pengenalan konsep jaringan, perangkat keras router, hingga praktik konfigurasi IP, DHCP Client, dan DHCP Server.

Ketua Prodi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom menerangkan, kegiatan ini bukan hanya media edukasi, tetapi juga cara HIMATI membangun empati dan keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Saya berharap, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membudayakan semangat belajar dan mengenalkan Prodi Teknologi Informasi,” ujar Agus.

Selain pelatihan teknis, kedua kegiatan juga menyelipkan sesi ice breaking. Sesi ini untuk membangun keakraban dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan siswa.

Permainan seperti tebak gaya dan kuis seputar HIMATI serta dunia TI berhasil mencairkan suasana dan menambah keseruan.

Perwakilan HIMATI, Fajar Pratama, mengatakan bahwa misi program Goes to School adalah untuk menularkan semangat belajar teknologi informasi serta memperkenalkan Universitas Mulia sebagai kampus pilihan bagi siswa SMK.

“Kami ingin siswa SMK mengenal lebih dekat Prodi Teknologi Informasi Universitas Mulia. Ini bukan hanya promosi, tapi bagian dari membangun masa depan digital bersama,” kata Fajar.

Program Goes to School HIMATI masih akan berlanjut ke empat sekolah lainnya di Balikpapan.

Universitas Mulia melalui HIMATI berkomitmen untuk hadir di tengah pelajar guna meningkatkan literasi digital, membina minat belajar teknologi, dan membuka akses lebih luas ke jenjang pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

Tertarik ikut HIMATI? Yuk, daftarkan dirimu di Prodi S1 Teknologi Informasi, sekarang!

(SA/Editor)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sumardi, S.Kom., M.Kom menerangkan program Gratispol Pemprov Kaltim kepada Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I, Kamis (8/5). Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Antusiasme calon Mahasiswa Baru 2025 begitu terasa dalam acara penyambutan yang digelar di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (8/5).

Tidak hanya terinspirasi oleh program Gratispol dari Pemprov Kaltim, para calon mahasiswa juga memiliki motivasi pribadi yang kuat untuk menimba ilmu di kampus yang mereka nilai menarik dan mendukung.

Acara penyambutan Mahasiswa Baru 2025 mendorong semangat generasi muda Kaltim untuk meraih pendidikan tinggi. Di antara ratusan calon mahasiswa yang hadir, Anisa Najmi, Melinda Putri Haidir, dan Selvira Julita Saputri berbagi kisah dan harapan.

Anisa Najmi, lulusan SMA Negeri 4 Balikpapan yang memilih Program Studi S1 Akuntansi, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk berkuliah di Universitas Mulia salah satunya didorong oleh dukungan orang tua.

Program Gratispol menjadi salah satu pertimbangan penting baginya setelah belum lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Di Universitas Mulia, ia berharap setelah lulus menjadi Sarjana mendapatkan pekerjaan yang layak dan lulus dengan IPK tinggi.

“Semoga bisa dapat pekerjaan yang layak, udah gitu bisa lulus dengan IPK yang tinggi biar jadi stelan cumlaude,” ujarnya, dengan tersenyum.

Senada dengan Anisa, Melinda Putri Haidir dari SMA 2 Balikpapan, yang akan menempuh studi S1 Farmasi, mengaku terkesan dengan lingkungan Universitas Mulia.

“Universitas Mulia ini keren banget gedungnya, kayak estetik lah kata anak-anak zaman sekarang,” tuturnya.

Meskipun awalnya memiliki pilihan S1 Teknik Sipil, Melinda merasa bersyukur bisa lolos di Program Studi S1 Farmasi dan berharap dapat menjadi apoteker serta meraih rezeki yang baik di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sumardi, S.Kom., M.Kom menerangkan program Gratispol Pemprov Kaltim kepada Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I, Kamis (8/5). Foto: Vio/Media Kreatif

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Sumardi, S.Kom., M.Kom menerangkan program Gratispol Pemprov Kaltim kepada Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I, Kamis (8/5). Foto: Vio/Media Kreatif

Sebagian Mahasiswa Baru 2025 menyimak pemaparan. Tampak Melinda Putri Haidir, dan Selvira Julita Saputri, dan Anisa Najmi duduk bersama di barisan ketiga. Foto: Vio/Media Kreatif

Sebagian Mahasiswa Baru 2025 menyimak pemaparan. Tampak Melinda Putri Haidir, dan Selvira Julita Saputri, dan Anisa Najmi duduk bersama di barisan ketiga. Foto: Vio/Media Kreatif

Sementara itu, Selvira Julita Saputri, alumni SMK Negeri 3 Balikpapan, melihat Universitas Mulia sebagai tempat untuk menambah wawasan dan terinspirasi oleh suasana kampus yang positif. Adanya teman yang juga berkuliah di sana turut menjadi faktor pendukung.

“Pengen lulus tepat waktu, IPK yang tinggi, terus mendapatkan pekerjaan yang layak,” ungkap Selvira mengenai harapannya lulus dari S1 Manajemen.

Kisah dan motivasi dari ketiga calon mahasiswa ini sejalan dengan visi Universitas Mulia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Program Gratispol yang menawarkan bantuan biaya kuliah menjadi angin segar bagi banyak calon mahasiswa, membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Kaltim untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsan Rifa’i, dalam sambutannya menegaskan komitmen universitas untuk mendukung program pemerintah dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif.

Begitu pula Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, yang terus memotivasi generasi muda untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Semangat dan harapan yang ditunjukkan oleh Anisa, Melinda, Selvira serta calon mahasiswa baru lainnya menjadi bukti bahwa Universitas Mulia menjadi pilihan yang menarik bagi generasi muda Kaltim.

Dengan dukungan program Gratispol dan lingkungan kampus yang menarik, Universitas Mulia mengajak seluruh calon mahasiswa yang memiliki mimpi besar untuk bergabung dan bersama-sama membangun masa depan Kaltim yang lebih cerah melalui pendidikan.

Ini adalah kesempatan emas untuk meraih cita-cita dan menjadi bagian dari generasi yang akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Timur.

Yuk, daftarkan dirimu di Universitas Mulia, raih manfaat program Gratispol dari Pemprov Kaltim.

(SA/Kontributor)

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Rektor Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa'i secara simbolis menerima Mahasiswa Baru 2025 dengan memakaikan jas almamater merah marun kepada perwakilan mahasiswa baru. Foto: Vio/Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menggelar penyambutan Mahasiswa Baru 2025 penerima program Gratispol Kaltim, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Kamis (8/5). Ratusan Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I dari 13 program studi berkumpul untuk menerima jas almamater dan informasi seputar Gratispol.

Acara ini tidak hanya menjadi momen perkenalan bagi calon mahasiswa baru dengan civitas akademika, tetapi juga menyoroti peran penting program Gratispol Pemprov Kaltim untuk meningkatkan akses pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kaltim.

Tampak hadir Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, wakil rektor, dekan serta Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Acara diawali doa oleh H. Akhmad Priyanto dan Drs. Suprijadi, M.Pd selaku pemandu acara.

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i mengatakan, penerimaan mahasiswa baru tahun ini sedikit berbeda dan dibuka lebih awal.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi program Gratispol yang telah digagas dan diluncurkan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Dr. Rudy Mas’ud dan Seno Aji, sebagai langkah konkret untuk memajukan pendidikan.

“Program Gratispol diperuntukkan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang ingin melanjutkan studi, baik di jenjang SMA, SMK maupun di perguruan tinggi,” ujar Prof. Ahsin.

Prof. Ahsin mengatakan, program ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kaltim, yang saat ini menunjukkan angka positif namun masih perlu ditingkatkan.

Dalam kesempatan ini, Prof. Ahsin juga memperkenalkan jajaran wakil rektor dan dekan dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Humaniora dan Kesehatan serta Fakultas Ilmu Komputer.

Ia berharap para mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dan memanfaatkan seluruh fasilitas serta bimbingan yang ada di Universitas Mulia.

Perwakilan Mahasiswa Baru 2025 dari 13 Program Studi menerima jas almamater merah marun dan foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifai, Wakil Rektor, Dekan serta Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Vio/Media Kreatif

Perwakilan Mahasiswa Baru 2025 dari 13 Program Studi menerima jas almamater merah marun dan foto bersama Rektor Prof. Muhammad Ahsin Rifai, Wakil Rektor, Dekan serta Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Vio/Media Kreatif

Tampak sebagian Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I. Foto: SA/Kontributor

Tampak sebagian Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I. Foto: SA/Kontributor

Tampak sebagian Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I. Foto: SA/Kontributor

Tampak sebagian Mahasiswa Baru 2025 Gelombang I. Foto: SA/Kontributor

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam sambutannya memberikan semangat para calon mahasiswa dengan mengutip pernyataan inspiratif dari Presiden Soekarno.

“Beri saya 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia,” kutip Dr. Agung. Ia menekankan peran vital generasi muda dalam membawa perubahan dan kemajuan bangsa.

Dr. Agung juga menaruh perhatian pada kondisi sistem hukum di Indonesia dan mengajak mahasiswa, khususnya yang mengambil studi hukum, untuk menjadi agen perubahan.

Lebih lanjut, ia mendorong para mahasiswa baru untuk menjadi duta dalam program Gratispol.

“Sampaikan kepada teman-teman kalian yang nggak bisa kuliah, karena nggak punya biaya, saatnya merubah, memutus mata rantai kemiskinan,” pesannya.

Dr. Agung optimis, dengan adanya program Gratispol, diharapkan akan mendongkrak lebih banyak anak muda Kaltim dapat mengenyam pendidikan tinggi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada IPM Kaltim.

Program Gratispol sendiri menawarkan bantuan biaya kuliah sebesar Rp5 juta per semester selama empat tahun bagi mahasiswa S1 yang memenuhi syarat.

Dengan adanya Gratispol, diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan membuka akses seluas-luasnya bagi putra-putri Kaltim untuk meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan jas almamater merah marun kepada mahasiswa baru 2025, sebagai tanda secara resmi diterima menjadi keluarga besar sivitas akademika Universitas Mulia.

Acara penyambutan mahasiswa baru Universitas Mulia ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen universitas dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Dengan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan semangat para mahasiswa baru, harapan untuk peningkatan IPM Kaltim dan terwujudnya generasi emas Indonesia semakin terbuka lebar.

Para calon mahasiswa baru diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Yuk, daftarkan dirimu di Universitas Mulia dan dapatkan manfaat program Gratispol dari Pemprov Kaltim!

(SA/Kontributor)

Mahasiswa HIMATI Universitas Mulia foto bersama dengan siswa SMK Adzkiya. Foto: Istimewa

Dalam Rangka Program HIMATI Goes to School

UM – Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi (HIMATI), Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia menggelar kegiatan sosial bertajuk Goes to School, yang kali ini dilaksanakan di SMK Adzkiya Balikpapan, Selasa (6/5/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema edukasi teknologi informasi. Adapun materi edukasi melikputi pengenalan dan praktek membangun jaringan komputer yang aman menggunakan sistem operasi Mikrotik OS.

Para siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tampak antusias mengikuti pelatihan yang dibimbing langsung oleh mahasiswa HIMATI.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom mengatakan, kegiatan Goes to School merupakan bagian dari program kerja Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) HIMATI.

Menurutnya, kegiatan Goes to School masih akan berlanjut di enam sekolah yang akan dikunjungi.

Agus menerangkan, Divisi PSDM memiliki tugas antara lain merencanakan dan menjalankan program pelatihan, mengembangkan anggota, mengelola rekrutmen, dan mengevaluasi kinerja anggota.

Mahasiswa serius memberikan penjelasan kepada para siswa. Foto: Istimewa

Mahasiswa serius memberikan penjelasan kepada para siswa. Foto: Istimewa

Mahasiswa bergaya ceria bersama, tapi ada yang serius belajar. Foto: Istimewa

Mahasiswa bergaya ceria bersama, tapi ada yang serius belajar. Foto: Istimewa

Mahasiswa memberikan cenderamata kenang-kenang kepada para siswa SMK Adzkiya Balikpapan. Foto: Istimewa

Mahasiswa memberikan cenderamata kenang-kenang kepada perwakilan siswa SMK Adzkiya Balikpapan. Foto: Istimewa

“Salah satu tujuannya adalah untuk memperkenalkan Program Studi Teknologi Informasi melalui kegiatan pelatihan, dengan mahasiswa sebagai pemateri. Ini menjadi ajang pengabdian sekaligus pelatihan kepemimpinan dan komunikasi bagi mahasiswa,” ujar Agus.

Program ini juga menjadi sarana HIMATI dalam menumbuhkan semangat berbagi ilmu, serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah-sekolah kejuruan, khususnya yang memiliki kompetensi sejalan.

SMK Adzkiya sendiri merupakan salah satu sekolah kejuruan yang terletak di Kompleks Perumahan Rawamangun Indah RT.10, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, yang memiliki jurusan TKJ aktif dan berkembang.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif serta penyerahan kenang-kenangan dari HIMATI kepada perwakilan siswa.

Baik mahasiswa maupun siswa terlihat semangat dan berkomitmen untuk terus memperdalam pemahaman teknologi informasi di era digital ini.

Yuk, daftarkan dirimu di Universitas Mulia, raih manfaat Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

(SA/Kontributor)

Para siswa SMA Patra Dharma Balikpapan sedang mencoba Pemrograman Arduino di Lab. Robotik Fak. Ilmu Komputer, Jumat (8/11). Foto: Dok. Lab. Komputer

Belajar Langsung di Laboratorium Robotik Fakultas Ilmu Komputer

UM – Universitas Mulia menerima kunjungan rombongan guru dan siswa SMA Patra Dharma Balikpapan untuk belajar Pemrograman Arduino, Jumat (8/11). Rombongan sebanyak 27 siswa kelas XII dan tiga orang guru ini dipimpin Guru Bimbingan Konseling Hj. Sofya Wahyuni, S.Psi., M.M dan diterima Dosen Muhammad Safii, S.Kom., M.Kom.

Muhammad Safii mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di SMA Patra Dharma membahas materi yang sama, kemudian dilanjutkan di Laboratorium Robotik Universitas Mulia.

“Ini dalam rangka P5 prakarya anak-anak yang akan persiapan lomba tahun depan,” ujarnya.

P5, menurutnya, merupakan singkatan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Program ini merupakan Kurikulum Merdeka, yang bertujuan memberi kesempatan para peserta didik mempelajari isu-isu penting di sekitar.

Dalam kesempatan ini, siswa-siswi melakukan pembelajaran lintas disiplin ilmu dengan mengamati dan memikirkan solusi teknologi informasi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.

“Mereka belajar bagaimana membuat alat filter penyaringan air, deteksi jarak antar kendaraan, alat pengaliran air, dan lain-lain,” ujar Safii.

Lebih lanjut, Safii mengatakan, lewat kegiatan kokurikuler berbasis proyek ini, para pelajar diajak untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Hal ini merupakan upaya mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Sementara itu, Hj. Sofya Wahyuni yang didampingi Guru BK lainnya, Agustin Ikawati, S.Psi, kepada media ini mengatakan dirinya terkesan dengan kunjungan ini.

“Karena dapat menghadiri salah satu fasilitas Universitas Mulia serta melihat murid-murid langsung uji praktek dalam kelas robotik yang telah dibimbing oleh dosen Universitas Mulia,” ujar Hj. Sofya.

Endah Wahyu Ningsih, S.Kom, salah seorang Guru yang juga turut mendampingi menambahkan, para siswa belajar menerapkan mata pelajaran Informatika untuk menerapkan bagaimana menjadi sebuah solusi di lingkungan sekitarnya.

Dalam kunjungan tersebut, salah seorang siswa kelas 12 (1), Dhafir Tsabit menceritakan pengalamannya bagaimana ia bersama teman-temannya belajar Pemrograman Arduino.

“Kami sedang melakukan pembuatan Sistem Robotik dengan Arduino yang nantinya dapat menjadi suatu sistem yang berguna seperti pemfilteran sampah, pengaliran air, dan lain-lain,” ujar Dhafit.

Selama belajar singkat itu, Dhafit mengaku merasa terkesan belajar langsung mempraktekkan bagaimana cara membuat alat-alat fungsi yang berhubungan dengan mesin dan teknologi.

“Tentu, akan menjadi salah satu pilihan saya untuk masuk ke Universitas Mulia ini setelah hadir dan praktek langsung ke lab robotik ini,” ujar Dhafit.

Muhammad Safii, S.Kom., M.Kom sedang mengajar materi pemorgraman Arduino kepada para siswa SMA Patra Dharma. Foto: Dok. Lab. Komp

Muhammad Safii, S.Kom., M.Kom sedang mengajar materi pemorgraman Arduino kepada para siswa SMA Patra Dharma. Foto: Dok. Lab. Komp

Para siswa SMA Patra Dharma Balikpapan sedang mencoba Pemrograman Arduino di Lab. Robotik Fak. Ilmu Komputer, Jumat (8/11). Foto: Dok. Lab. Komputer

Para siswa SMA Patra Dharma Balikpapan sedang mencoba Pemrograman Arduino di Lab. Robotik Fak. Ilmu Komputer, Jumat (8/11). Foto: Dok. Lab. Komputer

Kepala Lab. Komputer FIKOM Subur Anugerah berbincang dengan para guru SMA Patra Dharma Balikpapan antara lain Hj. Sofya Wahyuni (tengah) bersama Agustin Ikawati (dua dari kiri) dan Endah Wahyu Ningsih (kiri) di depan Lab. Komp. Foto: Dok. Lab. Komp.

Kepala Lab. Komputer FIKOM Subur Anugerah (kanan) berbincang dengan para guru SMA Patra Dharma Balikpapan antara lain Hj. Sofya Wahyuni (tengah) bersama Agustin Ikawati (dua dari kiri) dan Endah Wahyu Ningsih (kiri) di depan Lab. Komp. Foto: Dok. Lab. Komp.

Kesiapan Laboratorium Komputer

Kunjungan rombongan para siswa dan guru SMA Patra Dharma Balikpapan tak lepas dari kesiapan Laboratorium Robotik Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Kepala Laboratorium Komputer Subur Anugerah, S.T., M.Eng yang menyebut peran para teknisi, laboran, dan dibantu para siswa magang dalam menyiapkan perangkat dengan baik.

“Dalam satu pekan ini kegiatan Laboratorium Komputer FIKOM cukup padat. Selain digunakan untuk praktikum, juga ada kegiatan dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan untuk UTS Online. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam satu hari ini saja, Jumat (8/11), para teknisi, laboran serta dibantu siswa magang memastikan pelaksanaan tiga aktivitas di luar kegiatan akademik FIKOM berjalan sukses.

“Pertama UTS Prodi Farmasi, ada 34 orang peserta di Lab D sehingga menggunakan waktu lebih untuk bergiliran karena melebihi kapasitas 30 orang. Ini di luar informasi sebelumnya 17 orang, tapi Alhamdulillah sukses, tidak bersamaan dengan kelas yang lain,” ujarnya.

“Kedua, menyambut kunjungan SMA Patra Dharma di Lab. Robotik. Ketiga, sore hari kegiatan Himpunan Mahasiswa Prodi S1 Teknologi Informasi di Lab. Jaringan Komputer. Alhamdulillah ya, semuanya sukses, tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya.

Meski demikian, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, ia dan para teknisi serta laboran akan berusaha memberikan layanan untuk berbagai kegiatan, baik akademik maupun riset dosen di Laboratorium Komputer.

Dengan semakin tingginya aktivitas, ke depan, ia berencana menyusun beberapa hal terkait pengelolaan dan penggunaan laboratorium yang lebih prosedural. Ia berharap hal ini untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan sesuai dengan Good University Governance (GUG).

“Tentu, kami membutuhkan kerjasama para pengguna lab komputer, misalnya, tidak makan minum dan meninggalkan kotoran di meja komputer, atau merapikan kembali setelah selesai menggunakan,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama seluruh peserta pelajar SMA/SMK di Balikpapan yang mengikuti pelatihan Public Speaking. Foto: Media Kreatif

Testimoni Mahasiswa Menjadi MC Profesional Berawal dari Kampus

UM – Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menggelar Pelatihan Public Speaking untuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Cheng Ho Kampus Utama, Jumat (1/11), ini diikuti kurang lebih 40 orang pelajar.

Ketua Prodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati mengatakan, kegiatan ini membahas pentingnya komunikasi dan bagaimana public speaking dapat membantu dalam mencapai beberapa tujuan dalam bersosialisasi.

Ia pun mengungkap beberapa keunggulan yang dimiliki Prodi S1 Manajemen, yang membahas Public Speaking pada mata kuliah Komunikasi Bisnis, Manajemen Umum, Kewirausahaan, hingga Pemasaran dan Sumber Daya Manusia.

“Jadi, masuknya nanti di Prodi S1 Manajemen ya, ketemu sama Ibu Puji, banyak banget di situ materi atau perkuliahan atau mata kuliah-mata kuliah yang nanti akan menunjang ketika kalian nanti mau bekerja,” ajak Pudjiati kepada pelajar yang hadir.

Dalam paparannya, Pudjiati mengenalkan dan memberikan kiat bagaimana belajar public speaking. Ia juga mengajak seorang mahasiswa Prodi S1 Manajemen, Nabila Tsabitha Saptaningtyas, untuk berbagi pengalaman karir public speaking sebagai Master of Ceremony (MC).

Menariknya, dalam paparannya, Pudjiati mengajak para pelajar untuk bagaimana memulai belajar public speaking lewat belajar dari video pembicara yang sukses dan menganalisis gayanya.

“Perhatikan bagaimana mereka menyampaikan pesan, berinteraksi dengan audiens, dan menggunakan bahasa tubuh,” ujarnya.

Dengan begitu, mahasiswa akan belajar berbagai teknik dan strategi dalam public speaking, seperti cara menyusun materi, penggunaan bahasa tubuh, dan cara menarik perhatian audiens. Buku dan sumber online juga bisa menjadi referensi yang baik.

Selain itu, Pudjiati mendorong para pelajar mengatasi rasa takut dan rasa gugup saat berbicara di depan umum. Teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, dapat membantu menenangkan diri sebelum tampil di atas panggung.

“Setelah melakukan presentasi, mintalah umpan balik dari audiens atau mentor. Ini membantu kalian memahami kekuatan dan area yang perlu diperbaiki,” ujar Pudjiati.

Dr. Pudjiati saat berbicara di depan para pelajar Pelatihan Public Speaking. Foto: Media Kreatif

Dr. Pudjiati saat berbicara di depan para pelajar Pelatihan Public Speaking. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Prodi S1 Manajemen Nabila Tsabitha saat berbicara berbagi pengalaman Public Speaking. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Prodi S1 Manajemen Nabila Tsabitha saat berbicara berbagi pengalaman Public Speaking. Foto: Media Kreatif

Salah seorang pelajar, Gracia Chelsea Afrilia dari SMA 4 Balikpapan berbagi pengalaman. Foto: Media Kreatif

Salah seorang pelajar, Gracia Chelsea Afrilia dari SMA 4 Balikpapan berbagi pengalaman. Foto: Media Kreatif

Dengan terus berlatih, menurutnya, akan menjadi kunci untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum. “Cobalah untuk berbicara di depan cermin, merekam diri sendiri, atau berlatih di depan teman dan keluarga untuk mendapatkan kepercayaan diri,” ujarnya.

Cara lainnya adalah dengan bergabung dengan pelatihan atau kursus public speaking yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan atau organisasi. Hal ini akan memberikan kesempatan untuk belajar dari instruktur yang berpengalaman dan mendapatkan umpan balik langsung.

Apabila tidak memungkinkan, aktif mengikuti organisasi atau klub yang fokus pada public speaking, seperti Toastmasters, akan memberikan kesempatan untuk berlatih secara teratur dan mendapatkan dukungan dari anggota lain.

Testimoni Karir Public Speaking

Nabila Tsabitha membagikan pengalamannya mengasah kemampuan public speaking hingga menjadi seorang MC. Kemampuannya diawali ketika menjadi mahasiswa baru Universitas Mulia dan berbicara di depan Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi.

Pengalamannya itu membuat Nabila terus mendapatkan kesempatan dan kepercayaan sebagai MC di internal kampus untuk belajar dan mengembangkan diri, hingga dirinya bertemu dengan MC senior di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Saya ikut pelatihan MC yang kebetulan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Olahraga. Pada saat itu, ternyata saya bertemu dengan MC-MC senior yang ternyata dia ikut pelatihan juga pada saat itu,” ujarnya.

“Di situ kita mulai bertukar pikiran, bercerita, terus beliau juga cerita, ternyata jadi MC itu susah ya mbak. Karena pandangan orang itu jadi MC enak, cuma ngomong doang,” tambahnya.

Nabila menjelaskan bahwa seorang MC dituntut untuk memiliki perbendaharaan kata yang luas dan kepercayaan diri yang tinggi. Dia juga menekankan pentingnya untuk tidak terlihat lelah di depan audiens, meskipun sebenarnya merasa capek.

Mau belajar public speaking? Yuk, masuk Prodi S1 Manajemen.

(SA/Kontributor)

Foto bersama Kaprodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati dan Made Ayu Lestariani bersama panitia mahasiswa dan pelajar SMA/SMK Balikpapan. Foto: Media Kreatif

Membangkitkan Jiwa Kewirausahaan dan Memanfaatkan Inkubator Bisnis

UM – Program Studi S1 Manajemen menggelar Pelatihan Kewirausahaan dan Digital Marketing untuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Balikpapan, Kamis (31/10). Setidaknya 50 orang pelajar mengikuti pemaparan bagaimana membangkitkan jiwa kewirausahaan dan memanfaatkan Inkubator Bisnis di Universitas Mulia.

Ketua Prodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati mengatakan, kegiatan ini membahas tentang pentingnya jiwa kewirausahaan dan bagaimana cara membangkitkannya dalam diri mereka.

Selain itu, para pelajar diajak untuk mendengar langsung testimoni para mahasiswa yang telah memulai usaha dan belajar tentang inkubator bisnis yang ada di Universitas Mulia.

“Saya juga beritahukan bahwa kami di sini punya yang namanya inkubator bisnis. Jadi, inkubator bisnis ini wadah tempatnya teman-teman mahasiswa ini berkumpul menjadi satu komunitas di situ untuk berkegiatan terkait dengan kewirausahaan, dan ada kegiatan-kegiatan, ketika ada event-event,” ujar Pudjiati.

Menurutnya, kewirausahaan atau Entrepreneurship didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan nilai tambah melalui keterbatasan serta melalui peluang usaha yang kreatif, inovatif, dan adaptif dalam mengelola sumber daya.

“Selain itu, kewirausahaan juga melibatkan keberanian untuk mengambil risiko, di mana setiap usaha pasti memiliki risiko yang harus dihadapi, baik itu keuntungan maupun kerugian,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurutnya, untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan dalam diri seseorang, beberapa langkah yang dapat diambil. Simak paparannya berikut ini.

Pertama, membangun Mindset Kewirausahaan, yakni dengan mengubah pola pikir untuk melihat diri sebagai bos dan bukan hanya sebagai pekerja. Ini melibatkan pemikiran tentang bagaimana menciptakan peluang dan bukan hanya mencari pekerjaan.

Kedua, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan. Menurut Pudjiati, mengikuti pelatihan kewirausahaan dan program inkubator bisnis yang disediakan oleh institusi pendidikan dapat memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memulai usaha.

Ketiga, Pengelolaan dan Manajemen. Memiliki pengetahuan tentang manajemen, katanya, sangat penting. Ini mencakup pengelolaan keuangan, pemasaran, dan produksi. Pelatihan dalam manajemen dapat membantu seseorang untuk lebih siap dalam menjalankan usaha.

Keempat, memiliki kemampuan melihat peluang pasar. Bagi Pudjiati, penting untuk menganalisis kebutuhan pasar dan prospek usaha. Memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen dapat membantu dalam menentukan jenis usaha yang akan dijalankan.

Kelima, menciptakan Inovasi. Menurutnya, untuk bersaing dengan kompetitor, seseorang harus berinovasi. Ini berarti menciptakan sesuatu yang baru atau memberikan nilai tambah pada produk atau layanan yang ada.

Dan keenam, menyenangkan diri sendiri. Pudjiati mengatakan, pilih usaha yang sesuai dengan hobi dan minat pribadi. “Jika seseorang menikmati apa yang mereka lakukan, mereka akan lebih termotivasi untuk berusaha,” ujarnya.

Meski demikian, bagi pelajar yang ingin belajar Entrepreneurship ketika menjadi mahasiswa, di Universitas Mulia disediakan Inkubator Bisnis.

Pudjiati menerangkan, Inkubator Bisnis adalah sebuah wadah atau program yang dirancang untuk mendukung pengembangan usaha baru, terutama bagi para mahasiswa atau pengusaha pemula.

“Inkubator Bisnis berfungsi sebagai komunitas di mana mahasiswa dapat berkumpul untuk berkolaborasi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan,” ujarnya.

Dr. Pudjiati. Foto: YouTube

Dr. Pudjiati. Foto: Media Kreatif

Made Ayu Lestariani, S.E., M.M pemateri Digital Marketing. Foto: YouTube

Made Ayu Lestariani, S.E., M.M pemateri Digital Marketing. Foto: Media Kreatif

Rinda Syaharani, salah seorang mahasiswa yang memberikan pengalaman menjalankan usaha. Foto: YouTube

Rinda Syaharani, salah seorang mahasiswa yang membagikan pengalaman menjalankan usaha. Foto: Media Kreatif

Ia kemudian memberikan kiat agar para mahasiswa menggunakan Inkubator Bisnis untuk membantunya menjadi Entrepreneur pemula yang sukses.

Pertama, dengan bergabung dalam inkubator bisnis, mahasiswa dapat membangun jaringan dengan sesama pengusaha, berbagi pengalaman, dan saling mendukung dalam perjalanan kewirausahaan mereka.

Kedua, Inkubator bisnis sering mengadakan event-event yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempresentasikan ide-ide bisnisnya, mendapatkan umpan balik, dan berinteraksi dengan calon investor atau pelanggan.

Ketiga, mahasiswa yang terlibat dalam inkubator bisnis dapat mengakses berbagai sumber daya, termasuk mentor, jaringan profesional, dan fasilitas yang mendukung pengembangan usahanya.

Keempat, Inkubator Bisnis menyediakan pelatihan-pelatihan yang membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha mereka. Ini termasuk pelatihan dalam manajemen, pemasaran, dan aspek-aspek lain dari kewirausahaan.

“Jadi, inkubator bisnis berfungsi sebagai platform yang membantu mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dalam dunia usaha,” terangnya.

Testimoni Mahasiswa Entrepreneur

Beberapa mahasiswa memberikan testimoni mengenai pengalaman mereka dalam kewirausahaan. Salah seorang di antaranya adalah Rinda Syaharani, seorang mahasiswa dari Prodi S1 Manajemen semester tiga.

Rinda berbagi tentang produk yang ia buat, yaitu keripik pisang coklat dan keripik pangsit. Ia menceritakan bagaimana ia memulai usaha tersebut setelah menyadari bahwa seorang temannya tidak lagi menjual produk yang sama. Ia kemudian memutuskan untuk membuat dan menjual produknya sendiri.

Selain Rinda, beberapa mahasiswa lainnya memberikan testimoni telah mempraktekkan apa yang diajarkan dalam perkuliahan di Program Studi S1 Manajemen dan berhasil memiliki pelanggan tetap.

Pemaparan tentang Digital Marketing

Memasuki sesi tentang Digital Marketing, dipaparkan oleh Made Ayu Lestariani, S.E., M.M, salah seorang dosen Prodi S1 Manajemen.

Menurut Made Ayu, Digital Marketing merupakan alat yang sangat penting dalam dunia kewirausahaan modern saat ini. Mahasiswa diajarkan untuk memanfaatkan berbagai platform digital untuk mempromosikan usaha.

Dengan mempraktekkan secara langsung Digital Marketing, mahasiswa diharapkan akan memahami bagaimana cara menarik pelanggan dan membangun basis konsumen yang loyal.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya packaging atau pengemasan yang menarik untuk produk. Dengan pengemasan menarik akan membantu dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan.

Menurut Made Ayu, dalam sesi pembelajaran, mahasiswa diajarkan tentang bagaimana cara berjualan dalam jaringan online, termasuk teknik-teknik pemasaran yang efektif.

“Contoh-contoh penggunaan platform digital seperti TikTok dan marketplace juga diberikan untuk menunjukkan bagaimana produk dapat dipasarkan secara efektif,” ujarnya.

Baginya, Digital Marketing tidak hanya terbatas pada promosi, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas pemasaran yang bertujuan untuk mengkomunikasikan produk kepada konsumen.

“Hal ini termasuk penggunaan media sosial, iklan online, dan strategi pemasaran lainnya untuk menarik perhatian pelanggan,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Seorang mahasiswa baru 2024 beraksi ketika kamera menyorot. Foto: Media Kreatif

Dari Dinasti Politik, Banjir, Macet, Air Bersih, Flyover Rapak hingga Beasiswa Kaltim Tuntas

UM – Rangkaian kegiatan PKKMB Paduka Mulia tahun 2024 resmi ditutup, Jumat (30/8). Pada kesempatan ini, mahasiswa baru ditantang kritis dan berani bersuara, baik soal pengalaman pribadi, ketimpangan sosial, hingga sejumlah permasalahan di daerah kepada Calon Gubernur Kaltim Dr. Isran Noor.

Turut hadir Rektor Prof.Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Wakil Rektor Mundzir, S.Kom.,M.T, Ketua Panitia Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom, Gunawan, S.T., M.T, dosen serta undangan lainnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan, mengundang mantan Bupati Kutai Timur dan Gubernur Kaltim periode 2018-2023 tersebut untuk berdiskusi dengan mahasiswa.

“Saya rasa pemimpin yang tepat itu akan membuat negeri ini jadi lebih bagus,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut Dr Agung, seorang mahasiswa baru tampak ragu dengan upaya yang dilakukan para pemimpin agar negeri ini menjadi lebih bagus, sedangkan biaya pendidikan sangat mahal.

“Padahal, untuk mencapai tingkat lebih tinggi itu harus melalui pendidikan,” ujar Dr. Agung.

Dalam acara ini, Dr. Isran Noor diajak untuk berdiskusi bersama mahasiswa baru, yang dikoordinasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia Agung Widiyanto.

Agung Widiyanto berharap, melalui diskusi ini, para mahasiswa baru ke depan dapat melanjutkan tangga perjuangan dan pergerakan mahasiswa di Universitas Mulia.

“Harapannya, kepada teman-teman semua, mahasiswa baru, lebih aktif lagi nanti ketika menjadi mahasiswa, lebih kritis dan bisa menjadi motor pergerakan mahasiswa untuk generasi masa depan dan untuk negara kita, yaitu Indonesia,” ujar Agung Widiyanto.

Tampil sebagai moderator H Rizal Effendi, Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021. “Ya, adik-adik sekalian, ini hari Jumat yang berkah untuk kita semua. Kita kedatangan tamu istimewa, Pak Dr Isran Noor. Kita beri tepuk tangan untuk beliau,” tutur Rizal Effendi.

Hal ini istimewa lantaran Isran Noor baru saja datang dari Rumah Sakit A Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian menuju Kota Balikpapan.

“Karena janji dengan Pak Agung, beliau datang akan berbicara di depan kalian, begitu. Jadi, Pak Isran sejak kemarin menjalani pemeriksaan kesehatan, begitu, untuk syarat mengikuti pemilihan gubernur,” tambahnya.

Rizal mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agung yang telah memfasilitasi bersama para mahasiswa baru. Rizal berharap, ke depan para mahasiswa bisa menjadi orang-orang pilihan di Ibu Kota Nusantara.

Sementara itu, dalam diskusi ini, Isran Noor berbicara di depan lebih dari 500 orang mahasiswa baru. Isran mengatakan merasa terhormat diundang berdiskusi untuk yang kedua kalinya.

“Sebelumnya saya pernah diundang ke sini, pada tempat yang sama bersama dengan Prof. Jimly Asshiddiqie, seorang tokoh nasional yang ahli di bidang hukum tata negara. Dan beliau sekarang menjadi ketua MKMK,” tuturnya.

Calon Gubernur Kaltim periode 2024-2029 Dr. Isran Noor, M.Si saat tampil di depan mahasiswa baru 2024 di Ballroom Cheng Ho, Jumat (30/8). Foto: Media Kreatif

Calon Gubernur Kaltim periode 2024-2029 Dr. Isran Noor, M.Si saat tampil di depan mahasiswa baru 2024 di Ballroom Cheng Ho, Jumat (30/8). Foto: Media Kreatif

Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021, H Rizal Effendi saat menjadi moderator diskusi. Foto: Media Kreatif

Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021, H Rizal Effendi saat menjadi moderator diskusi. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi dan Ketua BEM Agung Widiyanto. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi dan Ketua BEM Agung Widiyanto. Foto: Media Kreatif

Miftahul Jannah, mahasiswa baru S1 Akuntansi yang aktif bertanya. Foto: Media Kreatif

Miftahul Jannah, mahasiswa baru S1 Akuntansi yang aktif bertanya. Foto: Media Kreatif

Seorang mahasiswa baru mengeluh selalu membeli air bersih meski musim hujan. Keluhannya mendapat repons positif Dr. Isran Noor. Foto: Media Kreatif

Seorang mahasiswa baru mengeluh selalu membeli air bersih meski musim hujan. Keluhannya mendapat repons positif Dr. Isran Noor. Foto: Media Kreatif

Dalam diskusi ini, Isran Noor mengajak para mahasiswa untuk menerapkan praktek ketatanegaraan jika dibanding dengan membahas wawasan kebangsaan.

“Sekarang ini, negara kita baru-baru ini hampir mengalami sebuah krisis ketatanegaraan, hampir, hampir apa itu? Ada putusan Mahkamah Konstitusi nomor 60 dan 70, yang oleh kalangan DPR RI sebagian besar fraksi-fraksi ingin menganulir,” ujarnya.

“Untung mahasiswa sebagai penggerak di seluruh tanah air, cepat bereaksi. Bisa dibayangkan. Kalau saya bisa membayangkan. Kalau kemarin itu sempat disahkan, revisi undang-undang Pilkada, apa yang terjadi?” tambahnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut akan memicu demonstrasi yang lebih besar di seluruh Indonesia, seperti yang terjadi pada tahun 1998 yang berujung menurunkan pemerintahan orde baru Presiden Soeharto.

Oleh karena itu, Isran Noor berterima kasih atas peran besar mahasiswa dalam menerapkan sebuah demokrasi yang ideal, demokrasi yang sesuai dengan marwahnya.

“Terima kasih sekali lagi. Itu harus kita jaga. Dimanapun kalian harus mengawasi yang namanya jalannya demokrasi di Republik Indonesia ini. Kenapa? Kalian ini adalah calon-calon pemimpin ke depan. Kalau saya ini sudah tua, tapi muda perasaan saya,” ujarnya.

Isran juga memberi perhatian atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 65/PUU-XXI/2023 tentang kampanye di tempat pendidikan.

Dengan putusan tersebut, kampanye di kampus pun diperbolehkan, dengan syarat harus berdasarkan undangan atau izin rektor atau penyelenggara dan tidak membawa atribut kampanye atau alat peraga kampanye.

“Kita boleh bicara politik. Kenapa boleh? Karena para mahasiswa lah yang akan menjalani, mau memilih pemimpinnya itu hebat,” ujar Isran Noor.

Memasuki sesi tanya jawab, Isran mempersilakan mahasiswa baru untuk berani bersuara, baik soal ketimpangan yang terjadi di masyarakat hingga permasalahan umum di daerah.

Pertanyaan pertama diajukan oleh Miftahul Jannah, mahasiswi S1 Akuntansi. Miftahul bertanya tentang masalah flyover yang tidak kunjung dibangun di daerah Rapak Balikpapan.

Miftahul juga bertanya anggaran pembangunan untuk Kota Balikpapan apabila Isran Noor kembali terpilih menjadi Gubernur Kaltim.

Menurut Isran Noor, di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur sebelumnya, ia mengakui sudah menyetujui anggaran flyover, hanya saja DPRD Provinsi disebutnya tidak setuju.

“Saya sudah setuju. Tapi mohon maaf Anggota DPRD tidak setuju. Anggota DPRD Provinsi tidak setuju. Saya sudah ajak permohonannya untuk dianggarkan, mereka tidak setuju. Nggak tahu alasannya apa jadi tidak setuju. Itulah,” ujar Isran.

“Kemudian, program yang saya laksanakan nanti 5 tahun lagi, saya akan melanjutkan program saya yang belum selesai. Apa itu? Peningkatan pendapatan penerimaan daerah,” tambahnya.

Dengan meningkatnya penerimaan daerah, maka diharapkan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur juga akan meningkat. Hal ini diungkapkan Isran Noor selama lima tahun menjadi Gubernur Kaltim.

Menurutnya, di tahun 2018 akhir, pendapatan Kalimantan Timur total tidak melebihi 36 triliun. Sampai dengan berakhir jabatannya di tahun 2023, pendapatan Kalimantan Timur melonjak menjadi 76,6 triliun.

Dengan peningkatan tersebut, Isran berencana melanjutkan program pendidikan, yakni Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Menurutnya, BKT diberikan kepada sekira 236 ribu pelajar dan mahasiswa se-Kaltim. BKT disebutnya beasiswa terbesar kedua setelah LPDP.

Beberapa pertanyaan pun mengemuka susul menyusul datang dari mahasiswa baru. Mulai dari polemik dinasti politik, ketimpangan BKT yang dinilai kurang tepat sasaran, masalah Bus Balikpapan City Trans, banjir dan macet hingga kebutuhan air bersih.

Khusus terhadap masalah kebutuhan air bersih, Isran Noor berjanji apabila kembali terpilih kembali sebagai Gubernur Kaltim periode selanjutnya, ia akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan.

“Insya Allah saya akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Balikpapan. Just my words,” ujar Isran Noor.

Terhadap pertanyaan kritis mahasiswa baru, Isran Noor mengatakan suka dan tidak keberatan. “Saya suka dengan kritikan-kritikan seperti itu, saya suka. Itu adalah real,” ujarnya. Isran berharap dapat berdiskusi kembali di Universitas Mulia di masa berikutnya.

(SA/Kontributor)

Mahasiswa baru 2024 Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK). Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Sesi Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) di Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Kamis (29/8). Dekan FHK Dr Mada Aditia Wardhana mengajak mahasiswa baru mengenal dosen sebagai partner diskusi di perguruan tinggi.

Sebelumnya, Dr Mada menerangkan nama Fakultas Humaniora dan Kesehatan yang unik. “Secara unik memang ada tiga rumpun besar keilmuan di sini,” tuturnya.

Sejarah pendirian FHK, lanjutnya, bermula dari keberadaan beberapa prodi yang masuk rumpun yang berbeda, yakni Hukum, Farmasi, dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD).

“Yang perlu kalian ketahui dan kalian perlu optimis, tiga rumpun keilmuan ini, baik Hukum, Farmasi, PG AUD, itu adalah rumpun yang nanti prospek keilmuan dan pekerjaannya itu spesifik. Profesinya tidak bisa di-handle oleh keprofesian lain,” terangnya.

Misalnya, Farmasi, di beberapa industri memerlukan persyaratan dan peraturan yang tidak boleh diisi oleh keilmuan lain. Begitu pula Ilmu Hukum dan PG AUD. “Seperti profesi guru, tapi yang lebih spesifik itu ada peraturannya. Bahkan segmen PG AUD nanti akan melebar,” ujarnya.

Meski demikian, terangnya, ketiga-tiganya, baik Hukum, Farmasi, dan PG AUD memiliki orientasi bisnis yang bisa dikembangkan sendiri. Jalur profesinya pun tidak hanya berdasar pada bidang keilmuannya saja, tetapi kewirausahaan atau Entrepreneurship juga bisa.

“Konsultan-konsultan hukum, jasa-jasa konsultasi, bidang hukum banyak, bisa juga masuk di HRD. Farmasi banyak juga. Kosmetik itu tidak lain yang buat itu adalah apoteker, penanggung jawabnya. Dan PG AUD sama, daycare itu bisnis yang besar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak perlu merisaukan masa depan. Selama mengenal lebih jauh program studinya masing-masing.

Lebih lanjut, ke depan, kemungkinan nama fakultas FHK akan berdasarkan nama program studi atau keilmuan masing-masing.

“Mungkin Fakultas Kesehatan namanya Farmasi sebagai induknya, kemudian Fakultas Hukum sendiri, yang nantinya Fakultas Ilmu Pendidikan atau Keguruan, PAUD akan menjadi induknya,” terangnya.

Dengan demikian, mahasiswa baru yang ada saat ini akan masuk dalam historis sejarah, bagian sejarah awal dari Universitas Mulia tentang perkembangan fakultasnya.

Kaprodi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Kaprodi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Plt. Kaprodi Hukum Kana Kurnia, S.H., M.H berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Plt. Kaprodi Hukum Kana Kurnia, S.H., M.H berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa baru 2024 FHK. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa baru 2024 FHK. Foto: Media Kreatif

Dosen adalah Partner Diskusi

Pada Paduka Mulia 2024 ini, Dr Mada mengatakan akan berbagi tentang bagaimana dan seharusnya seperti apa sih pola pikir sebagai mahasiswa. Ia berharap akan menjadi bekal mahasiswa baru menjalani pembelajaran di perguruan tinggi.

“Ada yang tahu Ki Hajar Dewantara?” tanya Dr Mada kepada mahasiswa baru.

Ki Hajar Dewantara adalah salah seorang Pahlawan Nasional dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.

Ia mendirikan lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada tahun 1922, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi rakyat Indonesia tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial atau ekonomi.

Salah satu prinsip pendidikan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan).

Prinsip ini mencerminkan filosofi pendidikan yang mengedepankan peran seorang pendidik sebagai pemimpin, motivator, dan pendukung bagi murid-muridnya.

“Kalian harus kenali ini, pertama, guru itu kadang harus di depan, manakala siswanya muridnya itu tidak tahu apa-apa. Maka dia ada di depan supaya dicontoh dan diikuti oleh murid,” ujar Mada.

“Terminologi kedua, guru itu terkadang juga ada di samping, menjadi pendamping, menjadi partner, menjadi teman sharing, diskusi. Kenapa? Bahwa muridnya itu sebenarnya sudah tahu dia butuh hal yang pengayaan-pengayaan lain,” jelasnya.

“Terminologi yang ketiga, pada kondisinya yang lain guru itu ada juga nanti di belakang, murid yang di depan. Artinya apa? Bahwa murid ini sudah bisa menjalankan ini, guru itu tinggal mendorong, memotivasi, menjaga, mendorong,” imbuhnya.

Namun, menurutnya, terminologi tersebut sedikit berbeda jika diterapkan oleh mahasiswa di perguruan tinggi.

“Kalian sudah melewati dari PAUD, TK, SD, SMA, SMK, SLTA sampai ke perguruan tinggi. Dalam filosofi itu, mahasiswa ada di mana?” tanya Dr Mada.

Menurutnya, secara ideal disinilah seharusnya mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri dan menempatkan guru, dalam hal ini dosen, ada di samping dan di belakang. Bukan lagi di depan.

“Apa maksudnya ini? Kalian sudah dianggap mahasiswa, artinya sudah tahu membawa diri dan tahu kemana sebenarnya. Dosen itu adalah partner, partner sharing, partner diskusi, partner bertanya, partner membimbing, bahkan memotivasi manakala kalian memang sudah siap untuk itu,” ujarnya.

“Jadi, cara belajar di perguruan tinggi itu murid atau mahasiswa itu sebenarnya menempatkan dosen tidak lagi di depan, tapi di samping dan di belakang. Artinya apa? Mahasiswa itu harus aktif, tahu apa yang dia cari. Inilah dunia pendidikan tinggi,” tutupnya.

(SA/Kontributor)