Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana Ballroom Cheng Ho bergemuruh oleh pekik semangat mahasiswa baru pada Jumat (22/8/2025). Yel-yel “Siapa kita? Fakultas Ilmu Komputer! Di mana kita? Universitas Mulia!” menjadi penanda dimulainya babak baru bagi ratusan generasi penerus bangsa yang resmi bergabung dengan keluarga besar Fakultas Ilmu Komputer  Universitas Mulia.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom.

Dalam pidatonya, ia tidak hanya menyambut, tetapi juga memberikan pencerahan dan bekal fundamental bagi para mahasiswa untuk menavigasi perjalanan akademis mahasiswa.

“Kalian di sini bukan hanya sekadar mengejar gelar sarjana,” tegas Djumhadi. “Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan mengisi dan mewarnai perjalanan fakultas ini. Peran kalian lebih dari itu, yaitu turut serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Pesan ini menjadi inti dari unsur edukasi yang disampaikannya. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam tiga pilar utama: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Hal ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti kerja praktik, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan kolaborasi penelitian dengan para dosen.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Tampak dari belakang Mahasiswa Baru 2025 berbaris mengikuti instruksi panitia. Foto: Media Kreatif

Tampak dari belakang Mahasiswa Baru 2025 berbaris mengikuti instruksi panitia. Foto: Media Kreatif

Empat Kunci Emas Menuju Kesuksesan

Untuk memperkuat mental dan semangat mahasiswa baru, Djumhadi membagikan empat kunci utama yang harus dipegang teguh selama menempuh studi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia:

1. Manajemen Waktu yang Baik

Mahasiswa didorong untuk pandai menyeimbangkan antara waktu belajar, berorganisasi, dan kegiatan pribadi. Kemampuan ini adalah fondasi utama untuk meraih prestasi akademis tanpa mengorbankan pengembangan diri.

2. Keaktifan dalam Berorganisasi

Bergabung dengan Himpunan Mahasiswa (Hima) atau unit kegiatan lainnya bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mengasah soft skill, kepemimpinan, dan memperluas jaringan.

3. Membangun Jaringan Belajar

Djumhadi mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi “Superman” yang belajar sendiri. “Utamakan belajar kelompok. Di dunia perkuliahan, kolaborasi adalah kunci untuk memecahkan masalah dan meraih pemahaman yang lebih dalam,” ujarnya.

4. Menjaga Akhlak dan Etika

Di atas semua kecerdasan akademis, karakter adalah yang utama. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga etika dalam berpakaian, bertutur kata, dan berinteraksi, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. “Panggil teman kalian dengan nama yang baik, bukan dengan panggilan yang merendahkan,” pesannya dengan tegas.

Peluang Karir Cemerlang di Fakultas Ilmu Komputer

Sambutan ini juga menjadi ajang promosi yang efektif bagi calon mahasiswa baru. Djumhadi memaparkan keunggulan program studi di Fakultas Ilmu Komputer yang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini, antara lain:

  1. Informatika (S1): Fokus pada Software Engineering, Kecerdasan Buatan (AI), dan Mobile Application Development.
  2. Sistem Informasi (S1): Mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan bisnis, mencetak Data Analyst dan Software Developer System.
  3. Teknologi Informasi (S1): Menjawab tantangan zaman dengan konsentrasi pada Cyber Security dan Arsitektur Jaringan.
  4. Desain Komunikasi Visual (S1): Wadah bagi talenta kreatif untuk berkembang di industri visual dan multimedia.

Dengan kurikulum yang terus diperbarui dan dosen yang kompeten, lulusan Fakultas Ilmu Komputer disiapkan untuk menjadi profesional yang siap bersaing di kancah global.

Kegiatan ditutup dengan sebuah pantun yang membangkitkan semangat, “Mari rangkai mimpi dengan semangat membara,” yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari generasi unggul di bidang teknologi dan informatika, Universitas Mulia masih membuka pendaftaran calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025.

Pendaftaran akan ditutup pada 31 Agustus 2025 mendatang. Segera daftarkan diri Anda dan raih masa depan gemilang bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 19 Agustus 2025 – Pelantikan pejabat struktural Universitas Mulia pada 15 Agustus 2025 lalu menjadi titik strategis dalam penguatan tata kelola sumber daya manusia. Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., mengatakan bahwa setiap penetapan pejabat dilakukan melalui seleksi berbasis data yang ketat, dengan menimbang rekam jejak akademik, pengalaman relevan, serta wawancara mendalam untuk menguji kapasitas kepemimpinan.

Tujuh pejabat struktural Universitas Mulia yang baru dilantik berfoto bersama usai pembacaan SK dan penyebutan nama oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya.

“Kami tidak hanya melihat prestasi akademik, tetapi juga menilai pengalaman profesional yang menunjukkan kedewasaan manajerial. Wawancara diperlukan untuk mengukur kesiapan mereka menghadapi tantangan organisasi,” jelasnya.

Wibisono menekankan bahwa ukuran keberhasilan pejabat struktural tidak dapat direduksi menjadi capaian administratif semata. Rencana kerja tahunan memang penting, tetapi substansi sesungguhnya terletak pada kemampuan seorang pemimpin membangun kohesi tim, mengarahkan energi kolektif, dan menghadirkan kepemimpinan yang visioner. “Seorang pejabat harus mampu menciptakan iklim kerja yang sehat, sekaligus memastikan arah unit tetap sejalan dengan tujuan universitas,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menolak gagasan bahwa pejabat hanya berperan sebagai pengelola administrasi. Mereka dituntut tampil sebagai penggerak utama yang menyalurkan nilai-nilai universitas sekaligus membuka ruang inovasi. “Tugas mereka bukan sekadar menjaga kelancaran administrasi, melainkan membawa perubahan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi. Karena itu, kami menyiapkan pengembangan yang mencakup kompetensi teknis, penguatan keilmuan, dan latihan manajerial,” terangnya.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. secara resmi melantik tujuh pejabat struktural baru di lingkungan UM.

Menyinggung aspek efisiensi, Wibisono menjelaskan bahwa desain organisasi Universitas Mulia telah dirumuskan untuk menghindari tumpang tindih peran antara dosen dan tenaga kependidikan. Posisi yang menuntut ketersediaan tinggi dialokasikan kepada tenaga kependidikan, sementara jabatan strategis lain diisi oleh dosen tetap. Dengan skema ini, dosen tetap dapat menjalankan kewajiban akademik tanpa mengorbankan fungsi administratif universitas.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pembinaan pejabat struktural tidak berhenti pada saat pelantikan. Universitas telah merancang evaluasi berkala yang disertai mekanisme pengembangan berkesinambungan. “Evaluasi tidak hanya menilai hasil kerja, tetapi juga memantau konsistensi kepemimpinan. Kami melengkapi pembinaan dengan rotasi, mutasi, dan promosi, agar SDM potensial memiliki jalur untuk tumbuh dan mengasah kepemimpinannya,” ungkap Wibisono.

Wawancara ini memperlihatkan bahwa Universitas Mulia menempatkan jabatan struktural sebagai arena kepemimpinan strategis. Penetapan pejabat tidak dipandang sebagai distribusi administratif, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan visi institusi. Dengan seleksi berbasis kompetensi, program pengembangan yang terarah, distribusi peran yang proporsional, dan evaluasi yang disiplin, universitas berupaya membangun ekosistem kepemimpinan yang berkarakter dan berdaya tahan.

Seluruh pimpinan Universitas Mulia bersama pimpinan Yayasan Airlangga berfoto bersama usai prosesi pelantikan pejabat struktural.

Bagi para pejabat yang baru dilantik, amanah ini bukanlah sekadar jabatan, melainkan kesempatan untuk mengukir jejak kepemimpinan yang bermakna. Di pundak mereka terletak tanggung jawab untuk menjaga kualitas, menegakkan integritas, dan menghadirkan inovasi. Universitas berharap, setiap pejabat dapat menjadikan kepercayaan ini sebagai panggilan pengabdian, bukan hanya untuk institusi, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. (YMN)

Balikpapan, 19 Agustus 2025– Sejak pukul 07.00 WITA, suasana di Ballroom Chengho dan Gedung Domein Universitas Mulia tampak berbeda. Ratusan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 berdatangan dengan wajah penuh antusias. Mereka tampil seragam mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu bawahan hitam, serta syal warna-warni—merah, kuning, biru, dan hijau—yang membedakan masing-masing jurusan. Warna-warni syal itu menambah semarak ruangan yang dipenuhi semangat generasi baru.

Suasana di Ballroom Chenghoo saat mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 memadati ruang acara pembukaan PKKMB.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa baru. Ia menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB 2025 akan berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan puncak kegiatan berupa inagurasi.

Personel Himpunan Mahasiswa membawa bendera Merah Putih dan panji fakultas masing-masing menuju panggung, menandai dimulainya prosesi pengukuhan mahasiswa baru.

“Setiap mahasiswa pasti mempunyai potensi. Inagurasi akan menjadi ajang bagi mereka untuk tampil maksimal, dan panitia telah menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba,” ungkapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), bersama Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., serta jajaran dekan, berdiri di atas panggung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan dan toleransi dalam kehidupan akademik. Ia menuturkan kepada 741 mahasiswa baru yang hadir, bahwa keberagaman adalah ciri khas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia.

Sambutan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., pada pembukaan PKKMB Universitas Mulia 2025.

“Empat puluh tahun lalu, PKKMB lebih banyak membahas wawasan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan negeri yang memiliki 7.500 pulau, 300 suku, dan 700 bahasa. Indonesia adalah negeri yang toleran karena sejak lama kita terbiasa hidup dalam keberagaman. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memasangkan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol pengukuhan MABA 2025.

Prosesi pengukuhan mahasiswa baru menjadi momen sakral yang dinanti. Dua perwakilan mahasiswa, Arya Muhammad dari Fakultas Ilmu Komputer dan Nina Hidayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maju ke panggung dengan syal warna jurusan masing-masing. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., kemudian memakaikan jas almamater secara simbolis kepada keduanya. Seluruh mahasiswa baru berdiri, mengucapkan Janji Mahasiswa Baru, dan bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini. Nuansa ruangan seketika berubah khidmat, seolah menyatukan semangat kebangsaan dengan ikrar akademik.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berfoto bersama perwakilan mahasiswa baru: Arya Muhammad (Fakultas Ilmu Komputer) dan Nina Hidayati (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) usai prosesi pengukuhan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka resmi PKKMB 2025, Rektor menyampaikan apresiasi kepada panitia serta rasa bangga karena tahun ini mahasiswa dari PSDKU Samarinda turut hadir.

Sambutan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam rangkaian acara PKKMB 2025.

“Alhamdulillah, sekitar 60 mahasiswa dari PSDKU Samarinda hadir mengikuti kegiatan PKKMB. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk pertama kalinya mereka dapat bergabung dalam kegiatan bersama di kampus utama,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa PKKMB bukan hanya agenda tahunan, melainkan pintu masuk ke dunia akademik yang berbeda dari masa SMA/SMK. Ia menjelaskan bahwa dunia kampus memiliki ekosistem tersendiri yang menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri, kritis, dan adaptif.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, bersama Rektor Universitas Mulia dan jajaran rektorat berdiri di atas panggung dengan khidmat menyanyikan Indonesia Raya.

“Di SMA atau SMK, banyak hal masih diarahkan guru. Di kampus, kalian harus berinisiatif, mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengelola waktu dengan matang. Inilah alasan mengapa PKKMB menjadi sangat penting, agar sebelum perkuliahan dimulai kalian sudah dibekali cara menghadapi dunia kampus,” jelasnya.

Beliau kemudian menyampaikan empat pesan utama:

  1. Belajar dengan integritas. Hindari segala bentuk plagiarisme sejak awal, karena itu merusak martabat akademik.
  2. Kembangkan diri melalui MBKM dan technopreneurship. Manfaatkan peluang magang di industri, proyek pembangunan di desa, atau riset kolaboratif lintas kampus untuk mengasah keterampilan nyata. Universitas Mulia menyediakan jalur-jalur ini agar mahasiswa dapat belajar langsung dari lapangan.
  3. Bangun karakter kolaboratif. Dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan memimpin dengan empati.
  4. Manfaatkan ekosistem kampus. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM, HIMA, UKM, hingga Inkubator Bisnis adalah ruang belajar kepemimpinan, kreativitas, dan technopreneurship.

Selain itu, Rektor mengingatkan bahwa kampus dilindungi Undang-Undang Kebebasan Akademik dan Mimbar Akademik. Mahasiswa bebas menyampaikan pendapat dan berdebat secara ilmiah mengenai isu-isu bangsa, termasuk politik dan ekonomi, selama tidak menimbulkan fitnah.

“Di kampus ini, kalian dilindungi oleh Undang-Undang Kebebasan Akademik. Jangan ragu berdebat secara akademis, gunakan ruang ini untuk membangun tradisi intelektual,” tegasnya.

Mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 membacakan Ikrar MABA sebagai wujud komitmen integritas dan tanggung jawab akademik.

Menutup sambutannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata.

“Kalian tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja, inovator, dan penggerak pembangunan. Mari kita jadikan Universitas Mulia sebagai rumah ilmu dan karya, membekali kalian menghadapi tantangan global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal Kalimantan Timur,” pungkasnya. (YMN)

Sebaigian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan dengan kerja nyata yang memberikan solusi konkret bagi bangsa.

Pesan kuat ini disampaikannya saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan ribuan mahasiswa baru angkatan 2025, yang digelar di lapangan Fakultas Teknik Universitas Mulia, Minggu (17/8/2025) pagi.

Dalam amanatnya, Rektor menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya gagasan, ide, inovasi, dan calon pemimpin masa depan.

“Perguruan Tinggi adalah tempat lahirnya gagasan, inovasi, dan kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan,” tegas Prof. Ahsin.

"Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa," seru Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan pada Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI, Minggu (17/8/2025). Foto: Media Kreatif

“Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa,” seru Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan pada Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI, Minggu (17/8/2025). Foto: Media Kreatif

Sebaigian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

Sebagian Mahasiswa Baru 2025 usai mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI. Foto: Media Kreatif

Secara spesifik, Prof. Ahsin memberikan tiga pesan penting yang ditujukan kepada tiga pilar utama kampus: dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Untuk para dosen, Rektor mendorong perubahan paradigma dari sekadar mengejar publikasi ilmiah menjadi pencipta solusi nyata.

“Mari kita terus menghasilkan ilmu pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk solusi nyata bagi bangsa,” serunya, menguatkan peran akademisi sebagai agen perubahan.

Selanjutnya, kepada para mahasiswa baru yang menjadi peserta utama upacara, Rektor menitipkan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa para mahasiswa adalah generasi penerus yang memegang estafet perjuangan bangsa.

“Jadilah generasi yang unggul, berintegritas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ingatlah, kalian adalah pewaris kemerdekaan sekaligus penentu masa depan,” pesannya, memberikan pencerahan sekaligus motivasi kepada para calon intelektual muda.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi dan mendorong para tenaga kependidikan untuk terus bekerja dengan tulus dalam mendukung ekosistem pendidikan yang berkualitas, efektif, dan profesional sebagai tulang punggung operasional kampus.

Di akhir pidatonya, Prof. Ahsin mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan dedikasi dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga nama baik almamater, mengobarkan semangat kolaborasi, dan berkontribusi aktif dalam membangun Indonesia yang semakin maju.

“Mari kita panjatkan doa agar para pahlawan bangsa mendapatkan tempat yang mulia, dan semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dirgahayu Republik Indonesia. Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 17 Agustus 2025 – Universitas Mulia melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Minggu, 17 Agustus 2025. Upacara ini menjadi istimewa karena seluruh petugas berasal dari mahasiswa baru (Maba), yang untuk pertama kalinya mengemban tugas penting sebagai pengibar bendera Merah Putih.

Jajaran pimpinan Universitas Mulia tampak rapi berbaris, khidmat mengikuti jalannya upacara bendera memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Ketua Panitia Upacara, Drs. Achmad Prijanto, menjelaskan bahwa persiapan kali ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah membangun kesadaran mahasiswa baru untuk bersedia menjadi petugas, meskipun mereka memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolah asal.

“Sebagian dari mereka sempat ragu terhadap kemampuannya, padahal sebenarnya mereka sudah terlatih. Selain itu, waktu persiapan relatif singkat dan Universitas Mulia juga belum memiliki fasilitas area upacara yang benar-benar memadai,” ungkapnya.

Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mulia ikut menegakkan sikap hormat, menandai semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

Meskipun demikian, pelatihan yang berlangsung hanya tiga hari tetap berjalan efektif. Para petugas dinilai memiliki kemampuan dasar baris-berbaris yang baik sehingga latihan lebih difokuskan pada kekompakan dan penyamaan gerakan.

Para pengurus BEM, HIMA, dan anggota UKM terlihat kompak berbaris, menegaskan peran aktif organisasi kemahasiswaan dalam tradisi akademik dan nasionalisme kampus.

“Nilai yang ingin ditanamkan bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan juga kebersamaan, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air,” tambah Achmad.

Ratusan mahasiswa baru memadati lapangan basket dan halaman belakang Gedung Cheng Hoo, siap mengikuti upacara bendera dengan penuh semangat dan antusiasme.

Ia menegaskan bahwa upacara bendera di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial. Ada makna edukatif yang jauh lebih mendalam, yaitu prinsip pendidikan Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Prinsip ini, menurutnya, akan membentuk mahasiswa baru sebagai calon pemimpin bangsa yang mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus motivator bagi lingkungannya.

Mahasiswa baru mempraktekkan formasi dan koreografi baris-berbaris melingkar, sebagai persiapan terakhir sebelum upacara dimulai, menunjukkan kedisiplinan dan kerja sama tim.

Lebih jauh, Achmad menekankan pentingnya momentum upacara bendera untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan sivitas akademika.

“Ini adalah wujud penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Khusus bagi mahasiswa baru, ia menyampaikan pesan agar mereka tumbuh sebagai generasi milenial yang tangguh, disiplin, rela berkorban, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap tanah air.

“Kita berharap pengalaman ini tidak hanya membekas pada saat upacara, tetapi menjadi fondasi karakter mereka selama menempuh pendidikan di Universitas Mulia,” tutupnya.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. memimpin khidmat pembacaan teks Pancasila, menjadi momen reflektif bagi seluruh civitas akademika untuk meneguhkan komitmen kebangsaan.

Saat Sang Merah Putih perlahan menguasai langit kampus, kita diingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga dengan ilmu dan pengabdian. Universitas Mulia ingin menjadikan momentum ini sebagai pengikat janji, mendidik generasi yang berpikir jernih, berhati jujur, dan berani berdiri untuk bangsanya. Dari ruang akademik inilah, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu merangkai masa depan Indonesia dengan kejernihan akal dan ketulusan jiwa. (YMN)

Suasana Pelatihan. Foto: Laporan PELATIHAN DESAIN USER INTERFACE (UI) MENGGUNAKAN FIGMA di SMP NEGERI 7 BALIKPAPAN oleh Naufal dkk.

UM – Di era digital yang serba cepat, keterampilan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Menyadari hal ini, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Mulia mengambil langkah nyata dengan terjun langsung ke masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif dan berdampak.

Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah “Pelatihan Desain User Interface (UI) Menggunakan Figma” yang sukses digelar bagi para siswa di SMP Negeri 7 Balikpapan, akhir Juni 2025 yang lalu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Naufal Afif Hisyam, Afrah Maritza, dan Dinda Tiara Handayu ini membuktikan bahwa ilmu yang didapat di bangku kuliah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bahkan sejak dini.

Para mahasiswa semester 6 ini tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga membimbing siswa SMP untuk langsung praktik merancang antarmuka aplikasi digital.

Dengan menggunakan Figma, sebuah tools desain kolaboratif yang menjadi standar industri, para siswa diajak untuk berkreasi, berpikir kritis, dan memahami bagaimana sebuah aplikasi dirancang agar menarik dan mudah digunakan.

Kurikulum yang Menjembatani Teori dan Praktik Nyata

Ketua Prodi S1 Sistem Informasi, Nasruddin, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini bukanlah inisiatif insidental. Ini adalah bagian terstruktur dari kurikulum, khususnya mata kuliah Proposal Penelitian dan Aplikasi Bisnis TI yang diampu oleh Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom.

“Mahasiswa kami diwajibkan membuat proposal kegiatan yang relevan dengan aplikasi bisnis teknologi informasi. Proposal tersebut kemudian mereka ajukan ke sekolah atau instansi untuk diimplementasikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Nasruddin.

Ia menambahkan, pendekatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa dalam manajemen proyek, komunikasi, dan penerapan ilmu secara praktis.

“Tahun ini saja, ada sekitar 20 proposal kegiatan dari mahasiswa kami yang siap dijalankan. Ini adalah bukti komitmen kami untuk tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan siap berkontribusi,” ujarnya.

Membangun Fondasi Digital untuk Generasi Muda

Kegiatan pelatihan di SMPN 7 Balikpapan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang konsep dasar UI, tetapi juga merasakan langsung serunya membuat desain prototipe aplikasi.

Pelatihan ini tampak berhasil menumbuhkan minat dan kreativitas siswa di bidang desain digital, membekali para siswa dengan literasi digital yang sangat relevan untuk masa depan.

Naufal Afif Hisyam, selaku ketua pelaksana, menyatakan dalam laporannya bahwa kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa.

“Kami melihat kreativitas mereka muncul saat praktik. Ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa SMP pun mampu menyerap konsep desain digital dan mengaplikasikannya,” tulis Naufal.

Mengapa Memilih Sistem Informasi di Universitas Mulia?

Laporan pengabdian ini adalah cerminan dari ekosistem pembelajaran di Prodi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mulia. Di sini, mahasiswa tidak hanya duduk di kelas, tetapi didorong untuk:

  • Belajar Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Mahasiswa menerapkan teori langsung ke dalam proyek nyata yang memiliki dampak.
  • Mengasah Soft Skills: Kemampuan presentasi, kerja tim, dan kepemimpinan diasah melalui kegiatan pengabdian dan implementasi proyek.
  • Membangun Portofolio: Setiap kegiatan yang berhasil diimplementasikan menjadi portofolio berharga yang siap ditunjukkan kepada industri saat lulus.
  • Menjadi Problem Solver: Mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi masalah di masyarakat dan menawarkan solusi berbasis teknologi.

Bagi Anda, calon mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman kuliah yang dinamis, relevan dengan industri, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, Prodi Sistem Informasi Universitas Mulia adalah pilihan yang tepat.

(SA/Kontributor)

Foto-foto dokumentasi.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Suasana Pelatihan.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8B.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8B.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8J.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 8J.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 7E.

Foto Bersama Siswa/i Kelas 7E.

Safii memperlihatkan Vending Machine Cerdas: Mesin penjual otomatis bertenaga surya yang dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia menjadi lebih semarak pada hari Jumat, 15 Agustus 2025. Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma’had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik.

Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk membuka wawasan para siswi terhadap dunia sains dan teknologi secara langsung.

Acara yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Ummu Sulaim dan FIKOM Universitas Mulia ini disambut hangat. Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan yang dibawakan oleh Muhammad Safii, salah seorang dosen ahli di bidang robotika.

Dalam materinya, Safii menjelaskan perkembangan teknologi robotik dari masa ke masa serta memperkenalkan platform-platform yang ramah bagi pemula seperti Scratch, RemoteXY, dan Arduino IDE.

“Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa robotika itu tidak serumit yang dibayangkan. Dengan aplikasi yang tepat, siswa-siswi di usia sekolah sudah bisa mulai membuat proyek sederhana dan memahami logikanya,” jelas Safii.

Serunya Mengendalikan Robot dengan Smartphone

Puncak antusiasme para siswi terjadi saat sesi demonstrasi. Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing.

Gelak tawa dan sorak sorai terdengar saat mereka dengan gesit menggerakkan robot-robot di arena, membuktikan bahwa belajar teknologi bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan interaktif.

Kegiatan ini sejalan dengan permintaan dari pihak Ummu Sulaim, yang salah satu alumninya dari Universitas Mulia, Niken Larasati, berharap adanya simulasi singkat agar para siswi mendapatkan gambaran nyata. FIKOM Universitas Mulia menjawabnya dengan pengalaman praktik yang jauh lebih mendalam.

Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma'had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik. Foto: Media Kreatif

Sebanyak 52 santriwati tingkat SMP dan SMA dari PKBM Ma’had Ummu Sulaim Balikpapan, didampingi oleh tiga guru, memadati ruang laboratorium untuk mengikuti kegiatan outing class bertajuk Sains Pengenalan Robotik. Foto: Media Kreatif

Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing. Foto: Media Kreatif

Tidak hanya melihat, mereka diberi kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengendalikan sebuah robot battle war menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing. Foto: Media Kreatif

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus, alah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah. Foto: Media Kreatif

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus, salah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah. Foto: Media Kreatif

Melihat Langsung Inovasi Mahasiswa, Dari Smart Farming hingga Vending Machine

Setelah sesi praktik, para siswi diajak melakukan room tour ke laboratorium robotika untuk melihat berbagai hasil karya tugas akhir (skripsi) mahasiswa FIKOM. Mereka diperlihatkan proyek-proyek inovatif seperti:

  • Smart Aquaponic: Sistem akuaponik pintar yang terintegrasi.
  • Smart Farming: Prototipe pertanian cerdas untuk mengoptimalkan hasil panen.
  • Vending Machine Cerdas: Mesin penjual otomatis bertenaga surya yang dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone.

Vending machine tersebut menjadi pusat perhatian. Salah seorang guru pendamping bahkan bertanya mengenai estimasi biaya pembuatannya.

“Untuk sebuah prototipe tugas akhir seperti ini, biayanya sekitar 5 jutaan Rupiah,” jawab Safii, memberikan gambaran bahwa inovasi canggih bisa dimulai dari skala yang terjangkau.

Kunjungan ditutup dengan tur singkat mengelilingi kampus. Para guru, terutama yang merupakan alumni Universitas Mulia, mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat kampus, salah satunya dengan adanya gedung baru Fakultas Teknik yang megah.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi para siswi Ma’had Ummu Sulaim, tetapi juga menguatkan citra FIKOM Universitas Mulia sebagai pusat pendidikan teknologi yang aplikatif, inovatif, dan terbuka.

Bagi calon mahasiswa baru, pengalaman seperti ini menjadi bukti bahwa kuliah di FIKOM Universitas Mulia bukan hanya tentang teori, melainkan tentang menciptakan, berkarya, dan menjadi bagian dari masa depan teknologi.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 16 Agustus 2025 — Pelantikan pejabat struktural Universitas Mulia pada pertengahan Agustus ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola universitas, mempercepat kinerja Tridharma, dan meneguhkan komitmen menuju kampus unggul berbasis teknologi dan karakter.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandu para pejabat baru saat mengucapkan ikrar jabatan, menandai awal kepemimpinan mereka di universitas.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menegaskan bahwa penempatan pejabat baru ini selaras dengan peta jalan (roadmap) universitas dan dipimpin oleh figur-figur visioner yang siap mendorong inovasi pada tahap pengembangan berikutnya. Menurut Prof. Ahsin, jabatan struktural tidak cukup diisi oleh mereka yang sekadar memenuhi kriteria administratif. “Pejabat struktural harus memiliki integritas dan karakter yang kuat, menguasai kompetensi akademik sekaligus manajerial, memiliki visi strategis yang sejalan dengan roadmap universitas, dan mampu memimpin secara transformasional,” ujarnya.

Rektor UM menyerahkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Hukum kepada Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D., yang didampingi Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi.

Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keluwesan beradaptasi menghadapi perubahan menjadi prasyarat mutlak. Seorang pemimpin akademik, tegasnya, mesti menjadi teladan, penggerak inovasi, sekaligus penjamin mutu yang mampu menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk bergerak ke arah yang sama.

Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng., menerima SK Dekan Fakultas Teknik dari Rektor UM, dengan pendampingan Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, menandai tonggak kepemimpinan baru di fakultas.

Rektor juga menyoroti dinamika persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat. Para pejabat baru, katanya, harus memimpin dengan strategi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Strategi tersebut mencakup penguatan keunggulan berbasis teknologi, peningkatan mutu dan reputasi akademik, perluasan jejaring strategis, pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkarakter, serta kepekaan membaca peluang dan perubahan. “Dengan pendekatan ini, kita ingin memastikan posisi Universitas Mulia semakin kokoh, baik di tingkat regional maupun nasional,” tuturnya.

Pelantikan ini merupakan bagian integral dari rencana strategis lima tahun universitas. Penempatan pejabat struktural diarahkan untuk menggerakkan peningkatan kompetensi SDM, memastikan keselarasan program dengan standar akreditasi, serta mendorong inovasi yang memberikan dampak nyata pada tercapainya akreditasi unggul.

Ekki Satria Jaya, S.E., M.Si.Ak., C.FA., menerima SK sebagai Kepala Bagian Pengembangan Pendidikan di LPMPP dari Rektor UM, disaksikan dan didampingi oleh Dr. Agung Sakti Pribadi.

Menyinggung pengembangan akademik lebih lanjut, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, memaparkan bahwa universitas menargetkan berdirinya tiga program magister baru yakni S2 Magister Ilmu Hukum, S2 Magister Manajemen, dan S2 Magister Informatika dalam waktu dekat.

Menanggapi tantangan di era disrupsi teknologi, Rektor menekankan bahwa pemimpin akademik saat ini dituntut memimpin transformasi digital tanpa mengabaikan relevansi dan mutu lulusan. Universitas Mulia telah membangun ekosistem pendukung melalui infrastruktur digital terintegrasi, kurikulum adaptif berbasis technopreneurship, kemitraan erat dengan industri, serta tata kelola berbasis data. “Dengan ini, kita ingin melahirkan lulusan yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga inovatif, berdaya saing global, dan berkarakter kuat,” pungkasnya.

Foto bersama menampilkan pimpinan Yayasan, pimpinan Universitas, dan seluruh pejabat baru yang baru saja dilantik, merekam momen kolaborasi dan semangat kepemimpinan baru di Universitas Mulia

Pelantikan pejabat struktural ini menempatkan pemimpin yang siap mendorong inovasi digital, meningkatkan mutu akademik, dan mempercepat lahirnya program-program unggulan, sebagai langkah nyata Universitas Mulia menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern. (YMN)

Balikpapan, 15 Agustus 2025 — Siang itu, langit Balikpapan terlihat cerah, seakan ikut menyambut momen penting di Universitas Mulia. Di Ballroom Cheng Hoo, suasana telah tertata rapi sejak pagi. Latar panggung yang elegan dihiasi layar megatron, menampilkan identitas acara “Pelantikan Pejabat Struktural Universitas Mulia” dengan warna dan tipografi yang tegas. Kursi-kursi disusun berderet rapi, memancarkan nuansa formal namun tetap hangat. Para tamu undangan, yang sebagian besar mengenakan batik dengan motif beragam, duduk dengan tenang sambil berbincang ringan menunggu prosesi dimulai.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyampaikan sambutan penuh motivasi kepada para pejabat baru di Ballroom Cheng Hoo.

Ketika acara dibuka, doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk, memohon ridha dan pertolongan Allah agar para pejabat yang akan dilantik senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban tugas. Lalu, hadirin berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suara yang bergema serentak menciptakan nuansa patriotik yang seakan menguatkan pesan bahwa pengabdian di dunia pendidikan juga bagian dari pengabdian kepada bangsa.

Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., membacakan Surat Keputusan beserta lampirannya dengan khidmat.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., kemudian membacakan Surat Keputusan dan lampirannya yang menetapkan nama-nama pejabat baru. Dengan intonasi yang mantap, ia menyebut satu per satu pejabat yang dilantik:

  1. Kepala LPPM: Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M.
  2. Kepala LPMPP: Jamal, S.Kom., M.Kom.
  3. Dekan Fakultas Hukum: Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D.
  4. Dekan Fakultas Teknik: Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng.
  5. Kepala Unit Pengelola RPL: Dr. Sudarmo, S.H., M.M.
  6. Kabag. Akreditasi pada LPMPP: Novi Indrayani, S.Kom., M.MT.
  7. Kabag. Pengembangan Pendidikan pada LPMPP: Ekki Satria Jaya, S.E., M.Si.Ak., C.FA.

Ketujuh pejabat tersebut kemudian maju ke panggung. Mereka mengenakan jas merah marun almamater Universitas Mulia, melangkah dengan tenang namun penuh wibawa. Di hadapan Rektor, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., mereka mengucapkan sumpah jabatan dengan suara yang mantap. Kata demi kata yang keluar bukan sekadar formalitas, tetapi sebuah ikrar moral yang mengikat diri mereka pada amanah yang akan dijalankan hingga Februari 2027.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., memimpin prosesi pelantikan pejabat baru secara resmi.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan penuh dedikasi, mengedepankan inovasi, dan memperkuat koordinasi lintas unit. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan universitas bukan hanya soal menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menginspirasi dan memberi arah bagi kemajuan bersama.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. menyerahkan Surat Keputusan kepada Kepala LPPM UM, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., disaksikan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Selesai prosesi, Direktur Eksekutif Badan Pengelola Harian Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., memberikan pernyataan yang menekankan pentingnya pelantikan ini dalam kerangka penguatan tata kelola universitas.

“Pejabat struktural memegang peran strategis dalam menjaga kesinambungan dan stabilitas tata kelola, mulai dari aspek akademik hingga pengelolaan sumber daya. Mereka bertanggung jawab memastikan kebijakan universitas berjalan efektif, sehingga keberlangsungan dan perkembangan institusi dapat terjaga,” ujarnya.

Rektor menyerahkan SK Kepala LPMPP UM, Jamal, S.Kom., M.Kom., dengan kehadiran Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga sebagai saksi.

Beliau juga menyampaikan arahan strategis kepada para pejabat baru untuk memprioritaskan peningkatan kualitas akademik melalui inovasi kurikulum dan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Transparansi dalam pengelolaan universitas menjadi fokus penting, dengan implementasi sistem manajemen yang akuntabel serta pelaporan keuangan yang terbuka kepada publik.

Penyerahan SK kepada Kepala Unit Pengelola RPL, Dr. Sudarmo, S.H., M.M., dilakukan langsung oleh Rektor dan disaksikan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga.

“Dalam menghadapi tantangan regulasi pendidikan tinggi dan persaingan antar perguruan tinggi, yayasan memastikan dukungan kebijakan dan sumber daya secara berkelanjutan. Dukungan ini meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan profesional, kebijakan yang mendorong inovasi akademik, hingga penyediaan sumber daya finansial yang memadai,” jelasnya.

Dr. Agung menekankan bahwa kepemimpinan transformatif sangat dibutuhkan agar universitas mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. “Pemimpin transformatif tidak hanya mengatur, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi staf serta mahasiswa, sekaligus membentuk visi dan misi universitas yang relevan dengan kebutuhan era ini,” tambahnya.

Rektor dan Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga memberikan ucapan selamat dan berjabat tangan dengan para pejabat yang baru dilantik.

Di akhir pesannya, ia mengingatkan pentingnya komitmen integritas dan pengabdian terhadap institusi. “Integritas dan pengabdian adalah landasan dalam menjalankan tugas. Dengan itu, universitas dapat terus dipercaya dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Acara berakhir dengan sesi ucapan selamat dari pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dan para undangan kepada pejabat yang dilantik. Senyum, jabat tangan, dan ungkapan doa mengalir, menandai awal perjalanan baru yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi mereka yang dipercaya memegang tonggak kepemimpinan struktural di Universitas Mulia.

Momen foto bersama pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dan para tamu undangan sebagai penutup acara.

Pelantikan pejabat struktural ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Universitas Mulia sebagai perguruan tinggi unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Dengan struktur kepemimpinan yang diperkuat melalui kader-kader akademik dan profesional yang mumpuni, universitas diharapkan mampu mempercepat pencapaian target mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus teguh pada nilai-nilai integritas, kolaborasi, dan keberlanjutan.

(YMN)

Balikpapan, 12 Agustus 2025 — Program Studi Farmasi Universitas Mulia memperoleh hibah PP-PTS 2025 yang dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis projek Pharmapreneur. Model pembelajaran ini terintegrasi dengan beberapa mata kuliah lainnya sebagai dasar penguatan praktik.

Ketua Program Studi Farmasi, Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa hibah tersebut juga mendukung peningkatan fasilitas penelitian. “Fasilitas yang baru memberikan peningkatan optimalisasi proses penelitian yang sebelumnya menggunakan alat yang lebih sederhana, dan interpretasi hasil dari alat-alat tersebut juga lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, Program Studi Farmasi saat ini menjalin kerja sama dengan UMKM Madsant untuk penelitian sumber daya alam berupa propolis. Penelitian ini akan dieksplorasi bersama hingga tahap pemanfaatan untuk produk-produk farmasi.

Ia menambahkan, hibah ini juga mendorong meningkatnya jumlah produk inovasi farmasi yang dirancang oleh mahasiswa dan dosen. Produk-produk tersebut direncanakan untuk diajukan hak patennya. (YMN)