Balikpapan, 6 Januari 2015—Universitas Mulia menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai penerima arah kinerja nasional tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam agenda penandatanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia yang berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (5/1).

Kegiatan ini dihadiri ratusan pimpinan perguruan tinggi, termasuk rektor dan wakil rektor dari PTN dan PTS, yang secara kolektif menandatangani dokumen kebijakan kinerja sebagai dasar pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan tinggi tahun 2026. Dari Kalimantan Timur, hanya tiga PTS yang ditetapkan dalam forum tersebut, yakni Universitas Mulia, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Balikpapan (Uniba). Secara keseluruhan, terdapat sepuluh PTS terpilih di wilayah LLDIKTI XI.

Penandatanganan IKU ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak, yang menempatkan kinerja dan akuntabilitas institusi sebagai elemen utama dalam pembangunan pendidikan tinggi. Bagi PTN, kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk kontrak kinerja, sementara bagi PTS ditetapkan dalam bentuk arah kinerja sebagai rujukan strategis pengelolaan institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., berada di barisan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta terpilih pada agenda Penandatanganan IKU Nasional 2026 di Jakarta.

Dalam pidato kebijakannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya penguatan kemandirian perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan tetap berada dalam kerangka kebijakan nasional. Kontrak kinerja dan arah kinerja diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membantu perguruan tinggi mengelola perubahan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Menteri juga menyampaikan visi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi periode 2025–2029, yaitu terwujudnya sistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mendukung transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi serta indikator kinerja yang menjadi panduan bersama bagi pimpinan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan, program, dan tata kelola institusi secara berkelanjutan.

Perguruan tinggi dipandang sebagai kekuatan strategis bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat kapasitas riset nasional. Dalam konteks ini, kemajuan pendidikan tinggi dinilai tidak dapat dicapai secara terpisah, melainkan memerlukan orkestrasi yang baik serta kolaborasi antarlembaga, baik antara PTN dan PTS, pemerintah, maupun sektor industri, sesuai dengan kapasitas dan karakter masing-masing institusi.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., bersiap menandatangani dokumen Indikator Kinerja Utama (IKU) bersama pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia.

Perhatian juga diberikan pada peran hampir sepuluh juta mahasiswa sebagai kekuatan strategis melalui agenda kampus berdampak. Aktivitas akademik dan nonakademik perguruan tinggi dinilai telah memberikan kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang ke depan diarahkan untuk menghasilkan dampak yang lebih terukur melalui penguatan industri berbasis sains dan teknologi, hilirisasi riset, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain mahasiswa, dosen ditempatkan sebagai aktor kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi nasional. Isu kesejahteraan dosen serta berbagai terobosan yang dilakukan pimpinan perguruan tinggi dipandang sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi. Perbedaan tingkat kemajuan antarinstitusi tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk saling belajar dan mendorong peningkatan mutu secara kolektif.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., menilai awal tahun 2026 sebagai momentum strategis bagi institusi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah capaian penting telah mengawali fase baru pengembangan universitas.

Pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Penandatanganan IKU Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Awal tahun 2026 adalah momentum penting bagi Universitas Mulia. Diawali dengan dicapainya status akreditasi institusi Baik Sekali pada Desember 2025, memasuki fase Research & Innovation University 2026–2030, serta terpilihnya Universitas Mulia sebagai salah satu PTS di wilayah LLDIKTI XI yang ikut dalam penandatanganan IKU nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun bagi PTS kebijakan tersebut masih bersifat arah kinerja, namun dampaknya cukup signifikan dalam memfokuskan program kerja institusi.

“Universitas Mulia telah menetapkan enam IKU Wajib, dua IKU Pilihan, dan satu IKU Partisipatif. Dengan pencapaian akreditasi Baik Sekali, pergeseran ke fase Research & Innovation University, serta penandatanganan IKU bersama Menteri, tahun 2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Universitas Mulia untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memandang penetapan arah kinerja nasional sebagai penegasan posisi strategis PTS dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Penetapan arah kinerja ini kami pahami sebagai penegasan peran perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi nasional. Bagi Universitas Mulia, arah kinerja tersebut menjadi rujukan untuk memastikan pengelolaan institusi tetap otonom, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional,” ungkapnya.

Pada agenda tersebut, Universitas Mulia diwakili langsung oleh Rektor yang hadir bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya. Kehadiran pimpinan universitas secara langsung mencerminkan keterlibatan aktif Universitas Mulia dalam perumusan serta pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi di tingkat nasional. (YMN)

Balikpapan, 6 Januari 2026—Program Studi Manajemen Universitas Mulia menempatkan pembaharuan kepengurusan Himpunan Mahasiswa (HIMA) sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkelanjutan. Pembaharuan ini diarahkan untuk memperkuat fungsi HIMA sebagai ruang pengembangan kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta soft skills mahasiswa Manajemen, sejalan dengan dinamika kegiatan akademik dan nonakademik.

Pengibaran bendera pataka Program Studi Manajemen Universitas Mulia sebagai penanda pengukuhan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen periode baru.

Kaprodi Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa melalui proses regenerasi kepengurusan, Prodi Manajemen berupaya menguatkan nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Selain itu, regenerasi kepengurusan juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi, pengambilan keputusan, serta jiwa kewirausahaan mahasiswa sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja dan kontribusi di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Menurutnya, HIMA memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran di luar kelas. Melalui aktivitas organisasi, mahasiswa memperoleh ruang praktik nyata dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, kolaborasi, serta keterampilan berpikir kritis yang mendukung capaian pembelajaran lulusan Program Studi Manajemen.

Foto bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia dengan Kaprodi Manajemen seusai prosesi pelantikan pengurus.

Pembaharuan kepengurusan HIMA Manajemen dipadukan dengan aksi bersih pantai sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Dr. Pudjiati menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan organisasi, tetapi juga mengandung tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif keilmuan manajemen, kegiatan sosial dan lingkungan dipandang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menerapkan nilai tanggung jawab sosial, keberlanjutan, serta kepemimpinan beretika.

Pelantikan kepengurusan Himpunan Mahasiswa Manajemen dilaksanakan pada 30 November 2025 sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan yang baru. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada 4 Januari 2026 di Pantai Soraya. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang terdiri dari pengurus lama dan pengurus baru HIMA Manajemen.

Aksi bersih Pantai Soraya yang dilaksanakan sebagai agenda perdana kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia.

Panitia kegiatan menjelaskan bahwa penggabungan agenda organisasi dengan aksi bersih pantai bertujuan menanamkan orientasi kepemimpinan yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal masa kepengurusan. Melalui kegiatan ini, pengurus HIMA Manajemen diharapkan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap program kerja yang dijalankan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah di sepanjang area Pantai Soraya, khususnya sampah plastik dan limbah non-organik. Selain membersihkan area publik pantai, mahasiswa juga saling mengedukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan pembaharuan kepengurusan yang dipadukan dengan aksi bersih pantai memberikan pembelajaran langsung mengenai kepemimpinan dan kerja tim, serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga lingkungan agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.

Sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Mulia bersama warga sekitar mengumpulkan sampah di kawasan Pantai Soraya.

Dr. Pudjiati menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Mulia dalam pengembangan karakter mahasiswa yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui proses regenerasi kepengurusan yang dipadukan dengan kegiatan sosial dan lingkungan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan beretika, serta komitmen terhadap keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat. (YMN)

Pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Mulia melaksanakan operasi bersih Pantai Soraya dengan menggunakan kantong plastik (polybag) sebagai bagian dari kegiatan kepedulian lingkungan.

 

Universitas Mulia mengucapkan selamat ulang tahun ke-38 Kaltim Post.
Dalam momentum tersebut, jajaran Universitas Mulia diterima langsung oleh Direktur Kaltim Post, Erwin D. Nugraha, dan Wakil Direktur Kaltim Post, Supriyono.
Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan relasi strategis antara perguruan tinggi dan media dalam mendukung ekosistem informasi yang kredibel, berimbang, dan mencerdaskan publik di Kalimantan Timur.

Balikpapan, 19 Desember 2025 — Direktur Eksekutif Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menempatkan perguruan tinggi sebagai instrumen kebijakan publik yang berperan langsung dalam memperluas partisipasi pendidikan tinggi dan memperkuat kapasitas pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Dr. Agung memberikan perhatian khusus pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratis Pol, yang menyediakan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur. Program tersebut mencakup bantuan biaya pendidikan hingga Rp5.000.000 per semester selama empat tahun, sebuah skema yang dinilainya memiliki implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia daerah.

Ketua Senat Universitas Mulia bersama para anggota Senat berfoto bersama sebelum memasuki ruang Sidang Senat Terbuka di Ballroom Cheng Hoo, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, keputusan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan pada skala tersebut merupakan langkah kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan akses pendidikan tinggi. Dampak tersebut, lanjutnya, telah dirasakan Universitas Mulia melalui peningkatan jumlah mahasiswa baru, terutama dari kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi hambatan ekonomi dalam melanjutkan studi.

“Mahasiswa yang sebelumnya berada di luar jangkauan pendidikan tinggi kini memiliki ruang untuk masuk dan bertahan di perguruan tinggi. Dalam konteks daerah, ini merupakan investasi sumber daya manusia, bukan sekadar bantuan biaya,” ujarnya.

Dr. Agung juga menegaskan bahwa Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis perlu diposisikan sebagai forum refleksi institusional. Menurutnya, peringatan Dies Natalis menjadi sarana untuk menilai perjalanan universitas secara kritis, membaca capaian yang telah diraih, serta merumuskan arah pengembangan Universitas Mulia secara terukur.

Dalam kerangka visi jangka panjang, ia menyampaikan bahwa Universitas Mulia diarahkan untuk berkembang sebagai global technopreneur campus pada tahun 2045. Orientasi tersebut mencakup penguatan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi yang mampu berkompetisi pada skala internasional, sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga menyerahkan cendera mata kepada Kepala BRIDA Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan.

Meninjau perjalanan tujuh tahun Universitas Mulia, Dr. Agung mengakui bahwa institusi ini menghadapi dinamika dan tantangan kelembagaan. Namun demikian, melalui koordinasi antara Yayasan, Senat Universitas, pimpinan universitas, dan sivitas akademika, Universitas Mulia dinilai terus mengalami penguatan kapasitas dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ia juga menekankan fungsi Senat Universitas sebagai otoritas normatif-akademik yang berperan menjaga integritas, mutu akademik, dan konsistensi penyelenggaraan Tridarma agar tetap selaras dengan visi dan misi universitas.

Lebih lanjut, Dr. Agung menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memastikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan memiliki relevansi sosial. Dalam konteks Kalimantan Timur sebagai wilayah kaya sumber daya alam, riset dan pengabdian masyarakat dipandang memiliki peran penting dalam mendorong praktik pembangunan yang berbasis pengetahuan dan pencegahan risiko bencana.

Ia menilai bahwa pengalaman sejumlah daerah lain menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya tanpa basis keilmuan dan partisipasi publik dapat menimbulkan persoalan struktural. Oleh karena itu, kontribusi universitas melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Para tamu undangan berpose bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satri Darma, pada rangkaian acara Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Menutup sambutannya, Dr. Agung menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia. Ia berharap Universitas Mulia terus memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaannya agar mampu berperan secara relevan dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. (YMN)

Pagi yang Tertata, Sidang Senat Terbuka Dimulai dengan Persiapan Matang

Balikpapan, 18 Desember 2025 — Kamis pagi, 18 Desember 2025, Balikpapan menyambut hari dengan suasana yang tenang dan bersahabat. Cahaya matahari telah meninggi, namun belum menyengat, seolah memberi ruang bagi sebuah peristiwa akademik yang tak hanya dirancang rapi, tetapi juga dimaknai dengan kesungguhan. Di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, denyut persiapan telah terasa sejak pagi.

Alih-alih hiruk-pikuk, yang tampak adalah keteraturan. Panitia bergerak dalam ritme yang senyap namun pasti—menyelaraskan tata ruang, memastikan setiap kursi dan meja berada pada posisi yang semestinya, merapikan detail-detail kecil yang kerap luput dari perhatian, namun menentukan wibawa sebuah sidang senat terbuka. Sentuhan estetika sederhana, seperti vas bunga dan penataan ruang penerima tamu, memperkuat kesan bahwa perhelatan ini diperlakukan sebagai ruang kehormatan akademik.

Seluruh tamu undangan berdiri menyambut masuknya Senat Universitas Mulia ke ruang Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025 di Ballroom Cheng Hoo.

Perlahan, ruang ballroom terisi. Dosen dan tenaga kependidikan Universitas Mulia hadir dengan sikap tenang, saling menyapa dalam percakapan singkat yang mencerminkan kebersamaan institusional. Kehadiran para tamu dari berbagai instansi eksternal—pemerintahan, lembaga negara, mitra industri, hingga perguruan tinggi—menambah bobot peristiwa ini sebagai momentum bersama, melampaui batas internal kampus.

Ketika waktu menunjukkan pukul 09.00 WITA, Ballroom Cheng Hoo telah terisi penuh. Suasana yang tercipta bukan semata formalitas, melainkan pertemuan antara disiplin akademik dan kegembiraan kolektif dalam memperingati Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia Tahun 2025.

Master of Ceremony membuka rangkaian acara dengan menyapa para tamu kehormatan, di antaranya Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si.; jajaran Senat; pimpinan Yayasan Airlangga; perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur; Badan Otorita IKN; unsur TNI–Polri; lembaga peradilan; perbankan; DPR RI; mitra industri; serta sivitas akademika Universitas Mulia. Dengan khidmat, Sidang Senat Terbuka pun dinyatakan resmi dimulai.

Tari Nondoi, tarian selamat datang khas Dayak Bahau Paser Kalimantan Timur, dipersembahkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Gayatri Universitas Mulia sebagai simbol penghormatan dan keterbukaan kepada para tamu.

Tradisi Akademik, Budaya Lokal, dan Spirit Penyambutan

Prosesi masuk Senat Universitas Mulia, Rektor, dan jajaran pimpinan diiringi lantunan Gaudeamus Igitur. Lagu klasik akademik tersebut menghadirkan suasana reflektif—mengikat tradisi intelektual global dengan konteks lokal perguruan tinggi yang tengah bertumbuh. Ia menjadi penanda bahwa perayaan ini berakar pada nilai-nilai keilmuan yang dijaga lintas generasi.

Pandangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur disampaikan melalui sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, drh. Arif Murdiatno.

Nuansa penyambutan kemudian diperkaya melalui penampilan Tari Nondoi, tarian selamat datang khas Dayak Bahau Paser Kalimantan Timur yang dipersembahkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Gayatri Universitas Mulia. Gerakannya yang lembut dan terukur menyiratkan penghormatan, keterbukaan, serta filosofi harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan—sebuah pesan simbolik tentang posisi perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Sidang Senat Terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. Achmad Prijanto. Ruang ballroom sejenak hening, menandai bahwa rangkaian akademik ini tidak hanya dimulai dengan ketertiban prosedural, tetapi juga kesadaran spiritual.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur dengan sejumlah fakultas dan unit di Universitas Mulia sebagai penguatan kolaborasi riset terapan dan pengabdian masyarakat.

Momen kebangsaan kemudian hadir melalui lagu Indonesia Raya, disusul Hymne Balikpapan dan Mars Universitas Mulia. Tiga identitas—nasional, kedaerahan, dan institusional—bertemu dalam satu tarikan nafas, menegaskan posisi Universitas Mulia sebagai bagian dari denyut pembangunan daerah dan negara.

Pemutaran video profil Universitas Mulia menghadirkan kilas balik perjalanan institusi, capaian tridarma perguruan tinggi, serta arah pengembangan kampus technopreneur yang berpijak pada kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan regional.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. menegaskan bahwa usia tujuh tahun merupakan fase konsolidasi strategis. Pada titik ini, penguatan mutu akademik, perluasan kolaborasi, dan kesiapan institusi dalam merespons dinamika Kalimantan Timur—termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara—menjadi agenda yang tidak terpisahkan.

Orasi ilmiah disampaikan oleh perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., yang mengulas pengembangan infrastruktur kota cerdas menuju Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan digital.

Arah Institusi, Kebijakan Pendidikan, dan Kerja Sama Strategis

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. menempatkan Universitas Mulia dalam dua bingkai besar. Pertama, sebagai instrumen kebijakan publik yang memperluas akses pendidikan tinggi melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, sebagai institusi yang tengah diarahkan menuju global technopreneur campus 2045—sebuah visi yang menautkan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianti, S.E. menekankan bahwa tujuh tahun perjalanan Universitas Mulia adalah fase krusial dalam memperkokoh fondasi kelembagaan. Yayasan, menurutnya, berkomitmen mendorong transformasi pendidikan yang adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan pembelajaran virtual sebagai keniscayaan masa depan.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan plakat Universitas Mulia kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur sebagai simbol penguatan sinergi kelembagaan.

Pandangan pemerintah daerah disampaikan melalui sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, drh. Arif Murdiatno. Ia menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia—tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan inovator dan technopreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satria Darma, menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi strategis.

Komitmen tersebut dipertegas melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur dengan sejumlah fakultas dan unit di Universitas Mulia. Kerja sama ini menjadi pijakan penguatan riset terapan dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Dari Riset Terapan hingga Peneguhan Arah Institusi

Dimensi keilmuan Universitas Mulia tercermin dalam paparan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. Ia mempresentasikan hasil riset pengolahan limbah pesisir menjadi bahan baku farmasi melalui pendekatan green farmakoekonomi. Limbah sisik dan tulang ikan yang sebelumnya terabaikan berhasil diolah menjadi kolagen, kitosan, dan albumin—produk bernilai ekonomi tinggi yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., memaparkan hasil riset pengolahan limbah pesisir menjadi bahan baku farmasi melalui pendekatan green farmakoekonomi dalam rangkaian Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan cendera mata kepada para tamu kehormatan serta pembagian buku Kelangkaan Air Bersih di Balikpapan, hasil kajian Balikpapan Water Forum. Publikasi ini mencerminkan komitmen Universitas Mulia dalam mendorong diskursus publik berbasis riset dan kebijakan.

H. Rizal Effendy menyerahkan buku Kelangkaan Air Bersih di Balikpapan, hasil kajian Balikpapan Water Forum, kepada Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh drh. Arif Murdiatno sebagai kontribusi akademik dalam diskursus kebijakan publik.

Orasi ilmiah disampaikan oleh perwakilan Badan Otorita IKN, Rafli Muzadi, S.T., M.T., yang mengulas pengembangan infrastruktur kota cerdas menuju Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan digital. Paparannya menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kota cerdas berbasis teknologi dan data.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga menyerahkan potongan pertama tumpeng kepada Ketua Dewan Pembina Yayasan Airlangga, Drs. Satria Darma, sebagai simbol rasa syukur atas Dies Natalis ke-7 Universitas Mulia.

Sidang Senat Terbuka ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan dengan penganugerahan Penghargaan Universitas Mulia 2025. Apresiasi ini diberikan kepada sivitas akademika berprestasi sebagai pengakuan atas dedikasi dan kinerja institusional. Fakultas Humaniora dan Kesehatan meraih penghargaan Fakultas dengan Kerja Sama Terbaik dengan delapan kerja sama sepanjang 2025. Program Studi PGPAUD S1 dinobatkan sebagai Program Studi dengan Audit Mutu Internal Terbaik dengan capaian 83,54 persen. Program Studi Sistem Informasi PSDKU Samarinda menerima penghargaan atas pemanfaatan Lentera terbaik. Penghargaan Dosen Terbaik dianugerahkan kepada Agus Widianto, S.Kom., M.Kom., sementara penghargaan Tenaga Kependidikan Terbaik diberikan kepada Aslina Dua Beda, S.Ak.

Ketua Program Studi PGPAUD Universitas Mulia, Bety Vitriana, M.Pd., berpose bersama dosen dan tenaga kependidikan PGPAUD usai menerima Penghargaan Universitas Mulia 2025 sebagai Program Studi dengan Audit Mutu Internal Terbaik, dengan capaian 83,54 persen.

Pada usia tujuh tahun, Universitas Mulia menandai perjalanannya bukan sekadar melalui seremoni, melainkan melalui refleksi akademik, penguatan kolaborasi, dan peneguhan peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dan nasional. (YMN)

Balikpapan, 17 Desember 2025—Universitas Mulia (UM) resmi meraih peringkat akreditasi institusi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bagi Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, capaian ini tidak dimaknai sekadar sebagai pemenuhan standar administratif, melainkan sebagai pengakuan atas mulai matangnya sistem tata kelola dan budaya mutu institusi.

Baik Sekali adalah pengakuan bahwa sistem kita tidak hanya patuh, tetapi sudah melampaui standar pada sejumlah aspek,” ujar Prof. Ahsin. Ia menegaskan bahwa hasil asesmen ini menjadi landasan kebijakan akademik ke depan, terutama dalam penguatan outcome pembelajaran, relevansi kurikulum, produktivitas riset, serta layanan mahasiswa yang terukur.

Menurutnya, proses akreditasi justru menghadirkan refleksi paling jujur terhadap kondisi internal universitas. Tantangan utama yang dihadapi UM terletak pada konsistensi antara data, narasi, dan bukti kinerja. Asesmen BAN-PT, kata Prof. Ahsin, menuntut setiap klaim capaian benar-benar terdokumentasi, terukur, dan dapat ditelusuri secara sistematis.

Para asesor BAN-PT—Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, M.T. (Universitas Hasanuddin), Prof. Dr. Pupung Purnamasari, S.E., M.Si., Ak., CA. (Universitas Islam Bandung), dan Dr. Aan Listiana, S.Pd., M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia)—menggali konsistensi data, narasi, dan bukti kinerja Universitas Mulia dalam sesi asesmen lapangan (visitasi) di Ballroom Cheng Hoo, 21 November 2025.

Dari sisi tata kelola, capaian ini menunjukkan mulai terhubungnya siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut di berbagai unit. Budaya mutu tidak lagi berhenti pada dokumen formal, tetapi mulai hadir dalam ritme kerja harian.

Budaya mutu mulai hidup, bukan hanya di level dokumen, tetapi dalam ritme kerja unit,” jelasnya.

Prof. Ahsin menekankan bahwa hasil akreditasi ini merupakan buah kerja kolektif. Dosen menjaga kualitas akademik, tenaga kependidikan memastikan layanan dan validitas data, sementara unit pendukung menutup celah sistem yang ada. Dari proses tersebut, UM memetik satu pelajaran penting: mutu hanya dapat dibangun melalui koordinasi lintas unit yang disiplin dan berkelanjutan.

Ke depan, rekomendasi hasil asesmen BAN-PT akan diterjemahkan menjadi rencana aksi yang konkret. UM menargetkan perbaikan proses pembelajaran berbasis evidence, peningkatan kapasitas riset dan kolaborasi, serta penguatan standar layanan mahasiswa dengan indikator kinerja yang dipantau secara berkala.

Dalam peta jalan jangka menengah, UM menetapkan prioritas pada penguatan sumber daya manusia dan ekosistem riset, peningkatan mutu program studi, perluasan kemitraan strategis, serta konsistensi luaran publikasi, inovasi, dan dampak pengabdian kepada masyarakat. Prof. Ahsin menegaskan target institusi: paling lambat tahun 2030, Universitas Mulia telah meraih akreditasi Unggul.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., didampingi para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan, memaparkan penjelasan strategis sekaligus merespons secara komprehensif setiap pertanyaan asesor dalam proses asesmen lapangan BAN-PT.

Untuk memastikan mutu berjalan secara berkelanjutan, UM memperkuat pendekatan sistemik melalui kalender mutu tahunan, dashboard kinerja, rapat tinjauan manajemen rutin, serta mekanisme tindak lanjut yang diaudit. Dengan cara ini, mutu tidak lagi bersifat musiman, tetapi menjadi cara kerja sehari-hari.

Terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI), Prof. Ahsin menilai keduanya telah berjalan, namun masih perlu dipertajam. Fokus penguatan diarahkan pada ketajaman analisis akar masalah dan kecepatan tindak lanjut.

AMI harus makin adaptif, fokus pada perbaikan proses, bukan hanya kepatuhan,” tegasnya.

Bagi mahasiswa dan masyarakat, peringkat Baik Sekali menandai penguatan kualitas tata kelola dan layanan UM. Rektor menekankan bahwa capaian ini merupakan komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan proses belajar, layanan, dan kualitas lulusan—bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk menjawab tantangan masa depan.

Di tengah dinamika regulasi, kompetisi antarperguruan tinggi, meningkatnya ekspektasi publik, serta tuntutan transformasi digital, UM dihadapkan pada tantangan menjaga kecepatan perubahan tanpa mengorbankan kualitas dan integritas akademik. Karena itu, Prof. Ahsin menutup dengan penegasan bahwa capaian ini bukan titik akhir.

Baik Sekali bukan garis akhir. Ini awal lompatan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Mulia menjadikan mutu sebagai karakter institusi: disiplin, kolaboratif, berbasis bukti, dan berorientasi pada dampak nyata. (YMN)

 

 

 

Balikpapan, 16 Desember 2025— Pelaksanaan Airlangga Saptalomba Internal Championship (ASIC) Vol. 1 dalam rangka Dies Natalis Yayasan Airlangga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga dan rekreasi internal tidak semata berfungsi sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sosial dan kelembagaan. Hingga pertengahan Desember 2025, empat cabang lomba telah rampung dilaksanakan, yakni futsal, badminton, catur, dan tenis meja, sementara tiga agenda lain—Tumpeng Competition, Jalan Santai, dan Fun Quiz—dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom., menilai pelaksanaan lomba sejauh ini berjalan dalam koridor yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten dari seluruh unit. Menurutnya, keberhasilan panitia bukan hanya terletak pada kelancaran teknis, tetapi pada tumbuhnya iklim kompetisi yang sehat dan partisipatif.

Ketua Panitia Dies Natalis Yayasan Airlangga, Dicky Satrio Ikhsan Utomo, S.Kom., M.Kom.

“Tahun ini, dinamika pertandingan terasa lebih hidup. Beberapa cabang bahkan menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Dicky.

Kompetisi yang Menguji Strategi, Bukan Sekadar Keterampilan

Dari sejumlah cabang yang telah dipertandingkan, futsal dan badminton menjadi dua nomor yang paling menyita perhatian. Kedua cabang ini dinilai paling kompetitif, terutama dengan munculnya divisi Tendik Universitas Mulia sebagai penantang baru yang mampu mengubah peta persaingan.

Pada cabang catur, Universitas Mulia keluar sebagai juara setelah memimpin klasemen akhir dengan 9 poin, hasil dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Keunggulan Universitas Mulia tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga oleh efektivitas strategi permainan, tercermin dari selisih poin papan yang lebih baik dibandingkan pesaing terdekatnya, Tendik UM Airlangga, yang juga mengoleksi 9 poin namun memiliki selisih nol. Sementara SMK Airlangga menempati posisi ketiga, disusul Yayasan Airlangga dan SMP Airlangga.

Di badminton, dominasi Tendik UM terlihat lebih tegas. Menyapu bersih seluruh pertandingan, Tendik UM meraih medali emas dengan catatan empat kemenangan, 12 poin, dan selisih angka +12. Konsistensi permainan dan kedalaman tim menjadi faktor kunci, sementara SMK Airlangga dan Universitas Mulia masing-masing mengamankan perak dan perunggu.

Adapun di futsal, Universitas Mulia tampil sebagai juara dengan performa ofensif yang mencolok. Dari empat pertandingan, tim ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali, menghasilkan selisih gol +14. Capaian ini menegaskan bahwa keunggulan tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi dari koordinasi tim dan pengelolaan strategi pertandingan. Tendik UM menyusul di posisi kedua, diikuti BPH Yayasan dan SMK Airlangga yang bersaing ketat di papan tengah.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., berhadapan dengan H. M. Rizal Effendi, S.E., dalam salah satu pertandingan cabang olahraga pada rangkaian ASIC Vol. 1.

Sistem Beregu dan Pembentukan Kohesi Antarunit

Salah satu pendekatan yang secara sadar diterapkan panitia pada ASIC Vol. 1 adalah penekanan pada sistem beregu. Bagi Dicky, pilihan ini bukan tanpa alasan. Sistem beregu mendorong setiap unit untuk membangun komunikasi internal, membagi peran, serta merumuskan strategi secara kolektif.

“Pemenang tahun ini bukan hasil kerja individual. Setiap tim dipaksa untuk duduk bersama, menyusun strategi, dan saling menutupi kekurangan,” jelasnya.

Pendekatan ini berdampak langsung pada interaksi lintas unit pendidikan di bawah Yayasan Airlangga. Guru, tenaga kependidikan, dan civitas akademika dari berbagai jenjang tidak lagi bertemu dalam konteks struktural formal, tetapi dalam ruang sosial yang setara dan kolaboratif.

Kaprodi Hukum Universitas Mulia, Ashar, melepaskan tendangan (shoot) ke arah gawang lawan pada pertandingan futsal ASIC Vol. 1.

Partisipasi sebagai Pernyataan Komitmen

Di tengah persaingan yang ketat, terdapat pula cerita-cerita kecil yang justru merepresentasikan makna Dies Natalis secara lebih substantif. Salah satunya datang dari SMP Airlangga, yang hanya berbekal empat orang peserta, namun tetap mengikuti seluruh cabang lomba hingga tuntas.

Bagi panitia, partisipasi tersebut tidak dapat diukur dengan medali atau peringkat.

“Ini soal komitmen dan semangat kebersamaan. Dengan keterbatasan personel, mereka tetap hadir dan menyelesaikan semua lomba,” ungkap Dicky.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Mulia, Wibisono bersiap menangkis serangan lawan dalam pertandingan bulu tangkis ASIC Vol. 1.

Klasemen Medali dan Dinamika yang Masih Terbuka

Secara agregat, klasemen sementara perolehan medali menunjukkan persaingan yang masih terbuka. Universitas Mulia dan Tendik UM sama-sama mengoleksi tiga medali, dengan komposisi yang berbeda—Universitas Mulia unggul pada emas, sementara Tendik UM kuat di perak. SMK Airlangga menyusul dengan tiga medali, sedangkan BPH Yayasan dan SMP Airlangga masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada cabang yang belum dipertandingkan.

Dengan masih tersisanya beberapa agenda utama, ASIC Vol. 1 belum mencapai klimaksnya. Namun satu hal yang sudah terbaca jelas: Dies Natalis Yayasan Airlangga tahun ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi ruang aktualisasi nilai kerja sama, strategi kolektif, dan kohesi kelembagaan—nilai-nilai yang relevan dengan denyut kehidupan akademik itu sendiri. (YMN)

Lisda, dosen PGPAUD Universitas Mulia, melakukan smash untuk menyambut bola dari tim lawan pada pertandingan tenis meja dalam rangkaian ASIC Vol. 1.

 

Balikpapan 15 Desember 2025—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) penyusunan proposal Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2026 sebagai respons atas dibukanya Call for Proposal pada 3–29 Desember 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis LPPM dalam menindaklanjuti evaluasi internal terhadap performa proposal dosen Universitas Mulia dalam beberapa tahun terakhir.

Suasana pelaksanaan BIMTEK penyusunan proposal BIMA 2026 yang diselenggarakan LPPM Universitas Mulia.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan LPPM, tantangan utama proposal dosen tidak terletak pada gagasan riset maupun pengabdian, melainkan pada kedalaman substansi dan ketepatan metodologi, serta kepatuhan terhadap panduan teknis BIMA. Sejumlah proposal masih menunjukkan rumusan masalah dan tujuan yang belum terformulasi secara presisi, metode yang bersifat umum, alur keterkaitan antara kegiatan dan luaran yang belum sepenuhnya runtut, serta kelengkapan berkas pendukung yang belum konsisten dengan ketentuan. Di tengah kompetisi nasional yang semakin selektif, aspek-aspek tersebut menjadi penentu penting kelolosan proposal.

Sejumlah dosen melakukan konsultasi substansi proposal dengan Kepala LPPM Universitas Mulia, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., dalam rangka penguatan kualitas usulan BIMA 2026.

Melalui BIMTEK BIMA 2026, LPPM merancang pendekatan yang bersifat aplikatif dan berbasis kebutuhan riil dosen. Materi meliputi pembacaan kritis panduan BIMA per skema, penyajian template dan contoh struktur proposal dengan penilaian substansi yang kuat, simulasi penilaian menggunakan rubrik reviewer, hingga klinik khusus penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan perumusan luaran. Pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat daya saing proposal dosen Universitas Mulia agar mampu bersaing secara objektif dengan perguruan tinggi lain di tingkat nasional.

Dengan mempertimbangkan rentang waktu unggah yang relatif terbatas, LPPM juga menetapkan tenggat internal lebih awal serta membuka layanan klinik lanjutan pasca-BIMTEK. Pendampingan dilakukan secara intensif melalui pertemuan tatap muka maupun kanal komunikasi daring, sehingga proses penyusunan proposal tidak berhenti pada pemahaman teknis semata, tetapi berlanjut pada pematangan substansi dan penyempurnaan dokumen secara menyeluruh.

Sekretaris LPPM Universitas Mulia, Henny Okta Piyani, S.E., M.Ak., berdiskusi dengan beberapa dosen terkait penyempurnaan substansi dan kelengkapan teknis proposal BIMA 2026.

Ke depan, LPPM menargetkan peningkatan baik dari sisi jumlah maupun kualitas proposal yang diajukan dan berhasil memperoleh pendanaan, disertai dengan perluasan kolaborasi eksternal serta penguatan luaran berupa publikasi bereputasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Secara tren, jumlah proposal yang diajukan dosen Universitas Mulia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan, namun tingkat kelolosannya masih memerlukan penguatan. Melalui rangkaian BIMTEK dan pendampingan berkelanjutan, LPPM menempatkan periode pengusulan BIMA 2026 sebagai momentum konsolidasi kualitas dan peningkatan daya saing proposal dosen Universitas Mulia di tingkat nasional. (YMN)

 

Balikpapan, 15 Desember 2025 — Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menghadiri acara pisah sambut Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman yang digelar di Aula Makodam VI/Mulawarman, Senin (15/12/2025) pukul 10.00 WITA.

Acara tersebut menandai serah terima kepemimpinan dari Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc. kepada Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. yang selanjutnya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Kodam VI/Mulawarman, wilayah strategis yang mencakup Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyampaikan sambutan pada acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman di Aula Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Senin (15/12/2025).

Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha atas amanah barunya sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Republik Indonesia. Kepada Pangdam yang baru, Gubernur mengucapkan selamat datang sekaligus menegaskan posisi strategis Kodam VI/Mulawarman sebagai satu-satunya komando daerah militer yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memerlukan kewaspadaan, sinergi, dan kepemimpinan yang kuat.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur H. Yono Suherman, S.T., Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Nur Asiah, S.H., M.Hum., Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur Kolonel Inf. Aldrin Ali Bahasoan, Komandan Kopassus di IKN, jajaran Forkopimda Balikpapan, serta Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., perwakilan DPRD Kaltara, dan para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., menyampaikan sambutan perdana sekaligus menegaskan komitmen melanjutkan program strategis dan memperkuat sinergi Forkopimda di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dalam sambutan perdananya, Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan bahwa momentum pisah sambut ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan ajang silaturahmi dan kesinambungan kepemimpinan. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha atas berbagai capaian dan fondasi strategis yang telah dibangun selama memimpin Kodam VI/Mulawarman, termasuk peran serta keluarga, khususnya istri Pangdam lama, dalam mendukung tugas negara.

Pangdam baru juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menguatkan program-program yang telah dirintis, serta menjaga sinergi erat bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak lagi semata-mata berbentuk konflik bersenjata, melainkan ancaman multidimensi yang menuntut koordinasi lintas sektor, kewaspadaan sosial, dan ketangguhan wilayah.

Secara khusus, Pangdam VI/Mulawarman menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan IKN Nusantara sebagai ibu kota negara, serta kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi potensi bencana di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan hanya pada persenjataan, melainkan pada kehormatan dalam menjaga Merah Putih, kedaulatan negara, dan ketahanan wilayah.

Menutup sambutannya, Mayjen TNI Krido Pramono memohon doa dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara agar amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan baik, profesional, dan penuh tanggung jawab.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., tampak menghadiri acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman bersama para pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kota Balikpapan.

Kehadiran Rektor Universitas Mulia dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen institusi pendidikan tinggi untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan unsur TNI, pemerintah daerah, dan Forkopimda, khususnya dalam mendukung stabilitas wilayah dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025— Di tengah situasi kebencanaan di Sumatra, keterlibatan mahasiswa Universitas Mulia melalui UKM LDK Al-Izzah kembali menunjukkan peran kampus sebagai ruang filantropi yang aktif. Selama dua hari penggalangan dana, tim mahasiswa menyisir kelas pagi dan kelas malam dengan pola kerja terorganisasi: koordinasi izin dosen, pembagian tim dokumentasi, dan pemanfaatan QRIS untuk memudahkan partisipasi.

Hasilnya, kontribusi warga kampus terkumpul dalam bentuk donasi tunai sebesar Rp5.032.000 dan transaksi QRIS sebesar Rp2.707.000. Total dana Rp7.739.000 kemudian disalurkan melalui Human Initiative. Sepanjang kegiatan, mahasiswa melaporkan dukungan yang konsisten dari dosen, karyawan, mahasiswa, hingga pedagang kantin. Pada beberapa kesempatan, penyumbang secara spontan memberikan uang dalam jumlah besar, sedangkan yang tidak membawa uang tunai memanfaatkan QRIS dengan ekspresi lega karena tetap dapat berkontribusi.

Rektor UM, Prof. Ahsin, bersama Kabag Kerjasama Wahyu Nur Alimyaningtias dan Aktivis UKM LDK Al-Izzah menerima kunjungan Fadhilur Rohim, Kepala Divisi Retail & Digital Partnership Human Initiative.

Pada Senin pagi, 8 Desember 2025, ruang Rektor di gedung White Campus menjadi titik temu antara Universitas Mulia dan Human Initiative. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menyerahkan secara langsung dana hasil penggalangan mahasiswa untuk korban bencana di Sumatra. Penyerahan dilakukan tanpa seremoni berlebihan, namun menunjukkan adanya kepahaman bersama bahwa dukungan nyata seringkali dimulai dari ruang-ruang kecil di dalam kampus. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., Kabag Kerjasama Universitas Mulia, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom. dan Sejumlah Aktivis Dakwah UKM LDK Al-Izzah UM serta  perwakilan lembaga kemanusiaan Human Initiative. Pada kesempatan yang sama, Rektor UM menerima sertifikat penghargaan dari Human Initiative.

Dari pihak Human Initiative, Kepala Divisi Retail & Digital Partnership Fadhilur Rohim menjelaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai penggalangan dana sesaat, tetapi sebagai bagian dari ekosistem respons kebencanaan yang lebih luas. Kampus disebut sebagai pusat energi anak muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi, mampu menggerakkan relawan dan mempercepat penyebaran informasi di saat krisis.

Rektor Universitas Mulia menyerahkan dana hasil penggalangan mahasiswa untuk korban bencana Sumatra kepada perwakilan Human Initiative.

Dalam pandangan Human Initiative, strategi bersama kampus berjalan pada beberapa bidang: kapasitas intelektual untuk edukasi kebencanaan, penggunaan jaringan digital seperti grup WhatsApp dan poster QRIS, serta kecepatan respons ketika bencana berskala besar terjadi. Kolaborasi ini dianggap investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang siap siaga dan berdaya dalam kerja kemanusiaan.

Indikator keberhasilan penyaluran bantuan dirumuskan dalam tiga aspek prioritas: ketepatan sasaran kepada kelompok rentan, kecepatan distribusi kebutuhan dasar, serta dampak jangka menengah melalui pemulihan fasilitas umum dan bantuan psikososial. Dana yang dihimpun dari Universitas Mulia dialokasikan untuk penyediaan kebutuhan dasar, layanan darurat lapangan, dan dukungan pemulihan awal.

Aktivis dakwah UKM LDK Al-Izzah menerima piagam penghargaan atas kontribusi penggalangan dana kemanusiaan.

Ketua LDK Al-Izzah sekaligus koordinator aksi, Qolby Zakin, mencatat bahwa kegiatan di lapangan berlangsung dengan disiplin. Tim masuk kelas hanya ketika suasana memungkinkan, meminta izin secara sopan, dan menyampaikan maksud dengan singkat. Pada beberapa momen, mahasiswa yang tidak membawa uang tunai tampak kecewa, tetapi berubah gembira ketika diberi opsi QRIS. “Ada teriakan syukur hanya karena bisa ikut sedekah,” ujarnya.

Bagi Qolby, solidaritas kemanusiaan dalam konteks ini memiliki dimensi spiritual. Ia mengutip hadis tentang perumpamaan kaum mukmin sebagai satu tubuh; ketika satu bagian tersakiti, bagian lain ikut merasakannya. Penggalangan dana di kampus, menurutnya, bukan sekadar aktivitas sosial tetapi bagian dari pendidikan karakter berlandaskan keimanan dan persaudaraan sebangsa.

Setelah dana diserahkan, Human Initiative akan mengawal proses distribusi di lokasi bencana. Dokumentasi penyaluran akan disampaikan melalui kanal publik, termasuk media sosial, untuk memastikan transparansi. Di internal kampus, relawan tetap dipertahankan melalui kegiatan evaluasi dan kebersamaan, dengan pesan yang berulang: meluruskan niat, bekerja lillahita’ala, dan menjaga semangat. (YMN)