Universitas Mulia Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa melalui Workshop P2MW 2026
Balikpapan, 9 Maret 2026 — Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 secara daring melalui Zoom pada Kamis, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa dan dosen pendamping mengenai arah kebijakan, mekanisme seleksi, serta kerangka pengembangan usaha dalam program kewirausahaan nasional yang digagas pemerintah.
Pelaksanaan workshop menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, universitas mendorong peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas usaha produktif sekaligus memperkuat pola pembinaan kewirausahaan yang menekankan pada karakter inovatif, keberlanjutan usaha, serta keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika ekonomi.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memahami pedoman P2MW secara menyeluruh. Dalam arahannya disampaikan bahwa kualitas proposal yang diajukan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administratif, tetapi juga dari kedalaman gagasan usaha, kejelasan model bisnis, serta potensi kontribusi ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan.
Paparan utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., yang tergabung dalam tim pembina P2MW Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa P2MW 2026 disusun selaras dengan agenda “Kampus Berdampak” yang dikembangkan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Program ini diarahkan untuk memperluas jumlah mahasiswa wirausaha, memperkuat sistem pembinaan kewirausahaan di perguruan tinggi, serta membangun jejaring kolaboratif dengan dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa P2MW 2026 dibagi ke dalam dua tahap pengembangan usaha, yaitu Tahapan Awal dan Tahapan Bertumbuh. Kedua tahapan tersebut mencakup enam bidang usaha, yakni makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni dan budaya, jasa–pariwisata–perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Setiap proposal dinilai melalui sejumlah parameter utama yang meliputi kejelasan tujuan usaha (noble purpose), potensi pasar, tingkat inovasi produk, strategi pemasaran, kesiapan sumber daya, serta kelayakan aspek keuangan dan monetisasi.
Selain memaparkan kerangka program, sesi diskusi juga menyoroti pendekatan teknis dalam penyusunan proposal usaha mahasiswa. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur proposal yang sistematis, metode analisis peluang pasar, serta pemanfaatan teknologi digital—termasuk kecerdasan buatan—secara proporsional sebagai alat bantu dalam proses penyusunan dokumen akademik.
Workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mulia, didampingi oleh dosen pembimbing serta tim dari Inkubator Bisnis universitas. Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan yang mengarah pada persoalan praktis pengembangan usaha mahasiswa, seperti validasi produk, perencanaan keberlanjutan usaha, hingga strategi mempertahankan bisnis setelah program pendanaan berakhir.
Workshop ini menjadi bagian dari langkah sistematis yang ditempuh Universitas Mulia dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kerangka penilaian proposal, arah pengembangan usaha mahasiswa, serta peluang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri yang menjadi bagian dari ekosistem program. (YMN)











