Universitas Mulia Gelar Workshop PPK Ormawa 2026 untuk Penguatan Kualitas Proposal Organisasi Mahasiswa
Balikpapan, 24 Februari 2026—Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia menyelenggarakan Workshop PPK Ormawa 2026 secara daring melalui Zoom, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menyusun proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Tahun 2026 secara sistematis, terukur, dan sesuai dengan ketentuan program.
Workshop dibuka oleh Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom. Pembukaan kegiatan menandai komitmen institusi dalam menempatkan PPK Ormawa sebagai bagian dari pembelajaran terapan yang menyeimbangkan capaian akademik dan penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa.
Pelaksanaan workshop dikoordinasikan oleh Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dengan melibatkan unsur pengelola layanan kemahasiswaan lintas unit. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA), serta para pembina organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Mulia. Keterlibatan unsur pimpinan dan pengelola tersebut memperkuat fungsi workshop sebagai ruang penyamaan pemahaman dan standar perencanaan program.
Sebagai penguatan substansi, Universitas Mulia menghadirkan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Universitas Gadjah Mada. Materi difokuskan pada strategi penyusunan proposal PPK Ormawa, pemetaan isu desa dan kelurahan, serta perancangan program yang memiliki keterkaitan logis antara permasalahan, tujuan, indikator capaian, dan luaran kegiatan. Paparan juga menyoroti kesalahan konseptual yang kerap muncul dalam proposal dan berdampak pada kegagalan seleksi.
Dalam konteks kebijakan internal, Universitas Mulia menyiapkan skema dukungan dan rekognisi akademik bagi mahasiswa yang berhasil meloloskan proposal dan memperoleh pendanaan PPK Ormawa. Skema tersebut dirancang untuk mendorong organisasi kemahasiswaan menyusun proposal secara serius dengan perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan wilayah dampingan.
PPK Ormawa merupakan program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang berfokus pada pengembangan soft skills mahasiswa melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2026, program ini membuka delapan tema, meliputi Desa Konservasi dan Tangguh Bencana, Desa/Kelurahan Wirausaha, Desa Smart Farming, Desa/Kelurahan Sehat, Desa/Kelurahan Cerdas, Desa/Kelurahan Maritim, Desa Hutan, serta Desa/Kelurahan Wisata.
Melalui workshop ini, Universitas Mulia memperkuat standardisasi penyusunan proposal PPK Ormawa di tingkat organisasi kemahasiswaan. Penekanan diarahkan pada ketepatan perumusan masalah, kejelasan indikator capaian, serta kesesuaian program dengan tema dan skema pendanaan PPK Ormawa 2026. (YMN)


