UM–  Berbagai terobosan kini sedang dipersiapkan Universitas Mulia (UM) guna melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Melalui RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) Universitas Mulia akan menciptakan banyak program guna mendukung mahasiswa agar dapat mengekspresikan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki.

Direktur RubiX Irfan Ananda Pratama S.A M.A menuturkan, RubiX hadir sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menuangkan semua ide kreatif yang dimiliki. “Kami akan membantu seluruh mahasiswa yang memiliki ide bisnis apapun. Kami akan berikan mentoring, pelatihan hingga workshop untuk mereka, hingga mereka nanti dapat berkembang dengan sendirinya,” tutur Irfan.

Bahkan melalui RubiX, pihaknya siap mencarikan investor sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa. “Hingga mereka punya mental untuk berkembang dengan timnya sendiri,” ujarnya.

“Ini juga agar para mahasiswa memiliki mental bisnis. Karena kita sebagai teknopreneur kampus, sebagai entrepreneur, bukan waktunya berpikir sebagai karyawan, melainkan memiliki pemikiran untuk berbisnis,” tambahnya.

Dalam RubiX nantinya, kata Irfan, ada lima program yang akan dijalankan. Mulai dari Smart RT yang saat ini sudah dibangun oleh Universitas Mulia, kemudian Airlangga Training Center, lalu ada UM TV, teknopreneur and entrepreneur dan terakhir yakni Coding School.

Untuk yang pertama, Irfan menjelaskan, terkait Smart RT saat ini sudah berjalan, dimana telah memiliki tim khusus dan sudah dalam tahapan lanjut, tinggal mengaplikasikan ke masyarakat. “Dalam waktu dekat, kami harapkan Smart RT ini segera dirilis, dan dapat dialokasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Kemudian terkait ATC, kata Irfan, juga sudah memiliki tim sendiri dimana dirinya sebagai pengawas akan membantu terkait pembuatan kurikulumnya. “Di ATC ini, pada tahapan awal ini kami menargetkan dosen-dosen UM serta guru-guru yang ada di Yayasan Airlangga untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris-nya. Jadi bagi yang merasa masih kurang akan kita berikan platihan,” kata Irfan.

Dia menuturkan penting bagi internal Universitas Mulia maupun Yayasan Airlangga untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris, ini agar selain mahasiswa serta para pelajar, seluruh yang ada di lingkungan yayasan dapat memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa asing. “Setelah itu baru kita akan menargetkan umum yakni mahasiswa harus bisa berbahasa Inggris. Dan kedepannya target saya, agar mahasiswa UM saat akan lulus harus disertai dengan nilai toefl-nya. Dan itu akan kami yang keluarkan,” terangnya.

Pemaparan RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) dihadiri oleh Dosen Universitas Mulia (13/10/20200

Pemaparan RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) dihadiri oleh Dosen Universitas Mulia (13/10/2020)

Sementara terkait UM TV, Irfan menyebut program ini memang sudah berjalan dan cukup lama, dimana sudah dilengkapi dengan youtube channel. Namun terkait konten untuk saat ini masih standar, karena baru berfokus pada lingkungan Yayasan Airlangga. Itu sebabnya konten yang dihadirkan lebih berkaitan dengan edukasi. “Untuk itu, kedepan kita akan buat dengan menghadirkan suasana baru yakni menghadirkan entertainment atau hiburannya. Edukasi akan tetap ada namun akan kita balut dengan cara yang lebih menghibur dan kekinian,” bebernya.

“Untuk awal, kita akan mencoba dari mahasiswa, agar mahasiswa dapat ikut tertarik dengan konten yang kita hadirkan. Intinya kita akan mencoba menghadirkan konten yang lebih banyak dan lebih menarik. Mungkin seperti podcast, dimana kita nanti bisa menghadirkan influencer untuk ngobrol santai. Atau untuk edukasi kita undang para ahli atau semacamnya untuk berbagi informasi dibidang tertentu,” sebutnya.

Kemudian berkaitan dengan program Teknopreneur and Entrepreneur, tambah Irfan, ini yang sebenarnya menjadi pusat dari inkubator bisnis. “Disini kedepannya akan kita buatkan program bagi mahasiswa yang memiliki ide-ide startup atau bisnis apapun itu yang bisa membangun kota Balikpapan. Kita akan membantu mahasiswa, mulai dari tahap awal seperti menghadirkan orang-orang berpengalaman untuk membantu mengembangkan bisnis hingga akan kita perkenalkan pula dengan pihak-pihak dari industri yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Untuk Teknopreneur and Entrepreneur ini lanjut Irfan, saat ini programnya sedang dalam tahap perancangan. “Kami harapkan mahasiswa nanti akan antusias menyambut ini. Selama tiga bulan awal ini, kami sedang membangun program hingga kurikulumnya,” terang Irfan.

Nantinya bagi mahasiswa yang tertarik bisa bergabung bersama RubiX dan pihaknya juga akan libatkan para dosen. “Disini akan kita lihat seberapa besar kemauan para mahasiswa untuk berbisnis. Dan setelah itu kami akan latih mereka, mentoring mereka, hingga mendatangkan orang-orang berpengalaman untuk bisa mengarahkan mereka ke dunia bisnis,” pungkasnya. (mra)