Universitas Mulia sukses menggelar Webinar Smart RT dengan tema “Peran RT di Masa Pandemi Covid-19” pada Kamis (9/7) kemarin. Berbagai informasi yang berkaitan tentang persoalan pandemi saat ini hingga keterlibatan RT, masyarakat dan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi dipaparkan dengan begitu mendetail.

Dipandu oleh moderator Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia, Yusuf Wibisono, webinar itu menghadirkan empat narasumber yakni Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi, Kabagops Polresta Balikpapan Kompol Nur Kholis mewakili Kapolresta Balikpapan, serta Application Development Smart RT Mundzir.

Diikuti ratusan peserta dari berbagai profesi baik, seperti Ketua RT, dosen, mahasiswa serta masyarakat umum, konsep webinar tersebut menggunakan tiga model komunikasi, para pembicara dan moderator menggunakan Google Meet, kemudian disiarkan secara live melalui Youtube dan Facebook Universitas Mulia.

Diawali dengan pemaparan Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang membahas mengenai update situasi pandemi Covid-19 saat ini, dimana Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Kaltim. Ia pun menyebut saat ini RT memang menjadi pilar yang sangat penting di masyarakat. Terutama dalam hal pendataan khususnya terkait bantuan sosial. “Program pemerintah dengan Ketua RT sebagai salah satu tugas dari tim gugus tugas Covid-19 adalah program Jaring Pengaman Sosial untuk masyarakat terpapar Covid-19. Selama ini ada 4 program bantuan, dan ini belum dilakukan koordinasi yang baik. Karena ini kembali lagi pada persoalan data dan koordinasi,” ujarnya.

Bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah katanya, dapat disalurkan dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih, bila data yang disampaikan di setiap wilayah dapat valid dan update. “Jadi saat ini baru kita rasakan bahwa peran RT sangat penting dalam menyodorkan data-data ini,” ujarnya.

Melalui program Smart RT yang dijalankan oleh Universitas Mulia kata Rizal, tentu akan sangat mendukung pemerintah. “Dengan Smart RT ini maka sistem data akan semakin baik. Kita dapat membenahi sistem data kita saat ini, apalagi nantinya informasi masyarakat penerima bantuan bisa terkontrol melalui aplikasi ini. Apalagi mendekati Pilkada, update data begitu diperlukan untuk pendataan masyarakat yang akan menyalurkan suaranya,” jelas Rizal.

Sementara itu, Agung Sakti Pribadi menjelaskan, setelah kegiatan ini, pihaknya akan langsung melakukan dengan RT agar aplikasi Smart RT dapat segera dijalankan. “Dan dengan digelarnya webinar ini maka kami secara resmi meresmikan program aplikasi Smart RT. Program ini sudah dirancang sejak tahun lalu oleh Universitas Mulia dan kedepan akan dibangun tiap tahun dan terus-menerus dengan melibatkan mahasiswa, baik pembuatan aplikasi, penelitian hingga pengabdian masyarakat,” beber Agung.

Ia menyebut, peran RT sangat penting khsusnya di masa pandemi ini, karena sebagai forum komunikasi atau komunitas paling kecil yang dikenal oleh masyarakat. “Smart RT sesungguhnya adalah program yang dapat mendukung kesuksesan Smart City yang saat ini sudah dijalankan dibeberapa daerah di Indonesia. Karena melalui Smart RT dapat hadir data-data penting yang ada di wilayah terkecil. Mulai dari data kependudukan, pendidikan, kesehatan, pengaduan, pemberdayaan masyarakat hingga ketertiban dan keamanan,” katanya.

Seluruh data itu nantinya kata dia, akan terlapor secara update dan valid, karena akan dikerjakan terus menerus oleh SDM yang memang telah dipersiapkan. “Intinya Universitas Mulia akan berupaya terlibat secara langsung terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Kami memiliki banyak SDM yakni mahasiswa. Mereka dapat membuat aplikasi pendukung Smart RT. Dan bila nanti aplikasi ini sudah diterapkan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan pula di kota dan kabupaten di Indonesia,” jelas Agung.

Dan terkait penerapan aplikasi Smart RT, Mundzir menyebut saat ini pihaknya sudah menyiapkan modul-modul yang akan masuk dalam Smart RT. “Ada sekitar 100 modul yang sudah kita list. Dan untuk tahap pertama akan kita rilis 10 modul dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Smart RT merupakan sebuah aplikasi terpadu yang mengsinergikan peran masyarakat, RT dan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien. “Sebelum menghadirkan aplikasi ini, kami sudah terlebih dahulu membuat berbagai macam aplikasi yang digunakan bukan hanya untuk internal Universitas Mulia, tetapi juga pemerintah dan perusahaan swasta,” terangnya.

Mundzir juga menyebut, banyaknya startup atau aplikasi yang ada saat ini tentu membuat kebingungan di masyarakat, namun dengan adanya Smart RT ini, diharapkan dapat menggabungkan seluruh startup agar terhubung menjadi satu atau terintegrasi. “Dan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan media sosial di masyarakat, aplikasi ini akan kita buat secara real time, jadi bisa cepat dan tepat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait program yang juga dijalankan oleh pihak kepolisian dalam mengatasi dampak pandemi saat ini, Kompol Nur Kholis menyebut, Polri membantu dalam pengamanan penanganan kasus Covid-19 yang bersinergi dengan ketua RT dan Bhabinkamtibmas, dan babinsa diberbagai RT. “Dan saat ini operasi kemanusiaan Covid-19 yang kami jalankan, atau disebut Operasi Aman Nusa Covid-19 diperpanjang hingga 31 Agustus. Dan akan terus dilakukan eveluasi, bila nantinya akan diperpanjang maka akan dilakukan perpanjangan dua bulan kembali. Operasi ini terpusat seluruh Indonesia,” kata Kompol Nur Kholis.

Selain itu program yang juga sudah dilakukan adalah ketahanan pangan untuk masyarakat. “Untuk kami di Polresta memberikan dukungan dengan membuat pembudidayaan ikan lele yang diatasnya ada kolam kangkung, terletak di Polresta Balikpapan.  Kemudian ada program posko dapur umum, gabungan anggota anggota Polri, TNI, kodim, dinas sosial dan relawan yang juga ada di Polresta Balikpapan. Kami mengajak untuk menyiapkan makanan yang akan dibagikan kepada masyarakat luas,” bebernya.

Melalui program ketahanan pangan dan dapur umum kini sudah dapat dirasakan masyarakat. “Ternyata dengan adanya Covid-19 ini juga rasa empati masyarakat terlihat begitu tinggi. Hampir setiap hari masyarakat membantu menyerahkan dukungan untuk membantu dapur umum juga. Karena dengan adanya ketahanan pangan dan dapur umum yang dihadirnya menunjukkan bahwa kita bisa lebih kuat untuk tetap menjaga wilayah kita bersama,” ujarnya.