Tag Archive for: Skripsi

Balikpapan, 27 Oktober 2025 – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan mutu akademik dan mendorong lahirnya karya ilmiah berkualitas, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Skripsi dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir bertema “Menulis Skripsi dengan Efektif, Ilmiah, dan Sesuai Pedoman”, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 109 mahasiswa Program Studi Manajemen yang akan memasuki tahap penyusunan skripsi pada semester berjalan. Melalui kegiatan ini, program studi berupaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme dan ketentuan akademik yang berlaku, sekaligus memberikan panduan praktis agar mahasiswa mampu menulis skripsi dengan sistematis, efektif, dan sesuai kaidah ilmiah universitas.

Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., saat memaparkan materi Sosialisasi Pedoman Skripsi dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam memastikan kesiapan mahasiswa menempuh tahap akhir studi. Ia menekankan, penulisan skripsi bukan semata kewajiban administratif untuk meraih gelar sarjana, melainkan bentuk kontribusi ilmiah mahasiswa dalam memperkaya khasanah pengetahuan di bidang manajemen dan memperkuat reputasi akademik Universitas Mulia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa skripsi adalah bentuk ekspresi ilmiah yang mencerminkan kualitas berpikir dan integritas akademik mahasiswa Universitas Mulia,” ujar Dr. Pudjiati.

Suasana pelatihan, para mahasiswa Program Studi Manajemen dengan antusias menyimak pemaparan narasumber mengenai pedoman penulisan skripsi.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber yang merupakan dosen pembimbing senior memaparkan sejumlah materi penting mengenai pedoman terbaru penulisan skripsi, mulai dari struktur karya ilmiah, teknik sitasi, metodologi penelitian, hingga prosedur pengajuan proposal dan pelaksanaan sidang akhir. Selain sosialisasi pedoman, mahasiswa juga mendapatkan pelatihan penulisan tugas akhir, dengan fokus pada penyusunan latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tinjauan pustaka.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengonsultasikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan skripsi dan menerima arahan langsung dari para dosen narasumber.

Kegiatan ini mencerminkan kesungguhan Universitas Mulia dalam membangun tradisi akademik yang menumbuhkan ketelitian ilmiah, etos riset, dan tanggung jawab intelektual di kalangan mahasiswa. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan akademik, universitas berupaya menanamkan budaya menulis ilmiah sebagai ciri keunggulan lulusan yang berpikir kritis, metodologis, dan berintegritas.

Foto bersama Ketua Program Studi, dosen, dan peserta usai kegiatan Sosialisasi Pedoman Skripsi dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir di Universitas Mulia.

Diharapkan, mahasiswa Program Studi Manajemen mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat. (YMN)

Pengarahan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama Kaprodi Teknologi Informasi Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. Foto: Istimewa

UM – Program Studi S1 Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia (UM), menggelar kegiatan Monitoring Progres Skripsi pada Senin (26/5) di Ruang Eksekutif, White Campus.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa aktif angkatan 2019–2021 sebagai upaya mempercepat penyelesaian tugas akhir dan meningkatkan kualitas lulusan.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi pembimbingan terstruktur yang bertujuan menjaga ritme kerja mahasiswa dalam menuntaskan skripsi.

“Kami memantau progres secara langsung dan memberikan arahan teknis agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri. Harapannya, setidaknya 30 mahasiswa dapat lulus tepat waktu pada periode ini,” ujarnya.

Kegiatan meliputi evaluasi progres penulisan, penjadwalan mingguan, identifikasi hambatan, dan penyusunan strategi penyelesaian tugas akhir. Mahasiswa juga diberikan kesempatan berdiskusi dua arah untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses bimbingan.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan pentingnya skripsi sebagai tolok ukur kesiapan mahasiswa dalam menyandang gelar sarjana.

“Skripsi bukan hanya syarat akademik, tetapi juga cerminan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir sistematis. Kami ingin membangun budaya akademik yang disiplin dan terarah,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi budaya evaluasi berkala di lingkungan Prodi Teknologi Informasi. Sejak diterapkan pada 2023, program monitoring serupa tercatat berhasil meningkatkan persentase kelulusan tepat waktu.

Berdasarkan presentase kehadiran pada pertemuan ini menunjukkan mahasiswa menyambut baik dan antusiasme serta merasa lebih termotivasi.

“Dengan monitoring seperti ini, saya berharap mahasiswa lebih disiplin dan punya target mingguan. Dosen tahu progres kami dan siap membantu kalau ada kendala,” kata Agus.

Selain sesi evaluasi, Prodi juga akan mengembangkan sistem digital pelaporan progres yang terintegrasi dengan sistem akademik kampus. Sistem ini dirancang untuk memudahkan dosen pembimbing memantau perkembangan mahasiswa serta memberikan notifikasi otomatis terkait jadwal dan capaian.

Melalui kegiatan ini, Prodi TI Universitas Mulia menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia digital dengan karakter yang mandiri dan bertanggung jawab.

(SA/Kontributor)

Dekan Dr. Ivan Armawan saat memberikan sambutan di ruang S1 Manajemen FEB. Foto: Istimewa

UM – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berkomitmen meningkatkan mutu kelulusan mahasiswa dengan menyelenggarakan sosialisasi pedoman penulisan tugas akhir (skripsi) dan bimbingan teknis penulisan tugas akhir. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 4- 5 Oktober 2024.

Bimbingan teknis ini diikuti 101 orang mahasiswa, yang tercatat aktif pada Semester Ganjil tahun akademik 2024/2025 sebagai peserta. Panitia kemudian membagi seluruh peserta menjadi dua kelompok dengan tujuan untuk memaksimalkan efektivitas kegiatan.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk segera menyelesaikan studinya tepat waktu. “Semoga kegiatan ini membangkitkan semangat mahasiswa untuk menuntaskan skripsi dan lulus tepat waktu,” ujarnya.

Perwakilan Prodi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah agar mahasiswa memahami alur dan sistematika penulisan skripsi. Dengan adanya pedoman skripsi yang jelas, diharapkan mereka tidak mengalami kendala berarti dalam penyusunan tugas akhir.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama Kaprodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati bersama dosen pemateri dan mahasiswa foto bersama di Ruang Eksekutif Gedung Putih. Foto: Istimewa

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama Kaprodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati bersama dosen pemateri dan mahasiswa foto bersama di Ruang Eksekutif Gedung Putih. Foto: Istimewa

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama Kaprodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati bersama dosen pemateri dan mahasiswa. Foto: Istimewa

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan bersama Kaprodi S1 Manajemen Dr. Pudjiati bersama dosen pemateri dan mahasiswa. Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani, S.E., M.M salah seorang pemateri bimbingan penulisan skripsi. Foto: Istimewa

Made Ayu Lestariani, S.E., M.M salah seorang pemateri bimbingan penulisan skripsi. Foto: Istimewa

Sosialisasi ini juga dirangkai dengan bimbingan teknis oleh dosen Prodi Manajemen yang menjelaskan penginputan data statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Aplikasi ini umum digunakan oleh mahasiswa Manajemen dalam menyusun analisis data pada skripsi mereka.

Usai kegiatan, salah seorang peserta mengucapkan rasa terima kasih atas materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. “Kami sangat terbantu dengan penjelasan ibu tentang tips dan trik menyusun skripsi secara efektif,” katanya mewakili rekan-rekannya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal yang kuat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi mereka dengan baik, tepat waktu, dan sesuai standar akademik yang ditetapkan Prodi Manajemen FEB.

(SA/Kontributor)

Prof. Rusli tampak menyimak salah seorang mahasiswa Program Studi S1 Informatika yang sedang menjalankan Seminar Hasil Skripsi, (7/8/2023). Foto: Puskomjar

UM – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Di dalamnya terdapat aturan baru terkait syarat kelulusan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

Melalui aturan tersebut, skripsi tidak lagi wajib diambil oleh mahasiswa strata satu. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan syarat kelulusan tidak saja lewat skripsi, tetapi juga dalam bentuk project base, prototype, atau lainnya.

Rektor Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T mengatakan bahwa mahasiswa program sarjana Universitas Mulia tidak lagi wajib mengerjakan skripsi, tetapi diberikan pilihan menulis buku atau menulis karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal.

“Skripsi tetap, tapi tidak wajib. Mahasiswa diberikan alternatif selain skripsi, yakni menulis buku atau menulis jurnal,” tutur Prof. Rusli.

Meski demikian, jurnal yang dimaksud harus terindeks SINTA. “Tergantung dosen pembimbingnya. Jadi nanti pembimbing yang bertanggung jawab pada mahasiswa. Memilih menulis buku juga ada dosen pembimbingnya. Nama dosennya ikut juga di situ,” tutur Prof. Rusli.

Selesai melakukan pembimbingan, lanjut Prof. Rusli, makalah yang akan masuk di jurnal dilakukan pengujian terlebih dahulu. Begitu pula buku yang akan diterbitkan oleh penerbit dilakukan pengujian terlebih dahulu.

“Ini untuk meringankan beban mahasiswa,” tutur Prof. Rusli. Menurutnya, aturan Rektor yang mengatur tentang alternatif skripsi sudah dibuat dan akan diberlakukan pada Semester Ganjil 2023/2024 mendatang.

Senada dengan Prof. Rusli, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mengatakan bahwa skripsi tidak dihapus, tetapi diberikan alternatif pilihan untuk mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan studi.

“Peraturan menteri itu sebenarnya memberi keleluasaan dan alternatif menyelesaikan studi. Sama sekali bukan menghapus skripsi,” tutur Yusuf Wibisono.

Menurut Yusuf Wibisono, ada dua alasan yang digunakan mahasiswa untuk tidak menyusun skripsi.

“Pertama adalah dari diri mahasiswa sendiri yang merasa lebih bisa menunjukkan kompetensinya dalam bentuk karya tertentu, walaupun di prodi itu umumnya adalah menyusun skripsi,” tuturnya.

Ia mencontohkan, misal, mahasiswa menciptakan karya atau produk tertentu yang bisa dikembangkan untuk manfaat yang lebih luas.

“Alasan yang kedua, bisa juga ada prodi yang memang kurang cocok untuk membuat skripsi, misalnya prodi seni tertentu,” tuturnya.

“Mahasiswa menciptakan karya seni baru, kemudian menjelaskan karya seni tersebut dalam sebuah naskah akademik yang tidak lagi menggunakan format skripsi, begitu,” tambahnya.

Meski demikian, Yusuf Wibisono berpendapat bahwa menyusun skripsi dengan baik memiliki beberapa kelebihan.

“Karena, dunia kerja itu juga memerlukan pola pikir ilmiah. Bagi fresh graduate atau lulusan baru, pola pikir ilmiah itu terbentuk salah satunya dari pengalaman dalam menyelesaikan skripsi,” ungkapnya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana pengalamannya ketika bekerja di industri. Menurutnya, perusahaan ketika melakukan perekrutan karyawan baru, biasanya akan disiapkan dengan menjalani Management Training lebih dulu.

“Nah, yang lebih disukai dari calon karyawan adalah yang memiliki cara berpikir runtut dan ilmiah dalam mengidentifikasn permasalahan, lalu memperkuatnya dengan fakta dan data, serta teori yang melandasinya,” tutur Yusuf Wibisono.

Kesiapan para karyawan yang fresh graduate dalam menyelesaikan sebuah tantangan pekerjaan baru, akan terbantu dengan kemampuan dalam membuat perencanaan yang baik. Ini di kampus dilatih dengan menyusun Metodologi Penelitian dalam skripsi.

“Harus diselesaikan dengan metode apa, bagaimana implementasinya, cara mengujinya seperti apa. Pola-pola ini apabila diterapkan pada pekerjaan di perusahaan akan meningkatkan kualitas proses dan hasilnya juga akan lebih bagus,” terangnya.

Ia menambahkan, tentu saja perlu penyesuaian dalam setiap jenis pekerjaan. Tapi seiring dengan jam terbang, maka seorang sarjana akan tahu bagaimana implementasi pola pikir yang runtut dan ilmiah itu dalam menyelesaikan pekerjaan yang berbeda-beda.

Jadi, skripsi melatih untuk menyelesaikan permasalahan secara ilmiah, tidak berarti semua permasalahan harus dibuat seperti naskah skripsi.

Untuk itulah, ia menyayangkan adanya pemikiran keliru yang menganggap bahwa perusahaan tidak membutuhkan kemampuan menyusun skripsi. “Itu salah. Perusahaan menyukai orang yang profesional yang terlihat dari pola pikir yang runtut dan ilmiah. Tentu harus ditunjang hal lain yang juga penting yaitu attitude orang tersebut,” tambahnya.

Bagaimanapun, peraturan baru ini memberikan manfaat baik yang memberi keleluasaan bagi Program Studi dalam menentukan bentuk Tugas Akhir mahasiswa, dengan skripsi sebagai salah satu pilihannya.

Jika ditemukan bentuk baru yang memungkinkan mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya, tentu layak untuk menjadi salah satu pilihan tambahan. “Yang penting, tidak disimpulkan bahwa skripsi dihapus dari pendidikan sarjana. Ini yang harus kita luruskan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Dari kiri Nur Arfiani, S.H.,M.Si, Okta Nofia Sari, S.H., M.H dan Dekan FHK Mada Aditia Wardana, S.Sos., M.M. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Ilmu Hukum menggelar sosialisasi Penulisan Tugas Akhir/Skripsi untuk mahasiswa tahun masuk 2019 dan 2020. Sosialisasi dibuka sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I yang berlangsung di Ruang Eksekutif Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Kamis (2/2/2023).

Ketua Program Studi Hukum Okta Nofia Sari, S.H.,M.H., melalui pesan yang diterima media ini mengatakan bahwa sosialisasi digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan perkuliahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Semester Genap 2022/2023 mendatang.

Dalam kesempatan ini, tutur Okta Nofia Sari, Wakil Rektor memberikan arahan bahwa Skripsi merupakan penelitian yang dibuat oleh mahasiswa dan wajib diselesaikan dalam studi tingkat Sarjana.

Untuk itu, Wakil Rektor berharap mahasiswa didorong agar memiliki kemampuan untuk memahami bagaimana menyusun penulisan Skripsi yang sistematis sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil penelitian yang baik.

Sebagian penulisan Tugas Akhir/Skripsi Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian penulisan Tugas Akhir/Skripsi Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian dosen Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian dosen Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa Prodi Hukum mengikuti paparan sosialisasi MBKM dan penyusunan Skripsi. Foto: Media Kreatif

Okta menambahkan, Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Mada Aditia Wardhana, S.Sos.,M.M turut mendorong masing-masing Program Studi di lingkungan FHK untuk mempersiapkan dengan baik guna mengukur kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan di semester depan.

“Setiap mahasiswa nanti juga harus bersinergi untuk memenuhi kewajibannya dalam menyelesaikan pelaksanaan perkuliahan,” tutur Okta Nofia Sari.

Menurutnya, mulai semester depan mahasiswanya dapat mengikuti MBKM, yakni Program Magang bersertifikat dan program perkuliahan lintas Program Studi di lingkungan Universitas Mulia.

Dengan program tersebut, mahasiswa Prodi Hukum dapat mengambil mata kuliah di Prodi lain, misalnya, di Prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia. “Hal ini merupakan implementasi dari Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,” tuturnya kepada media ini.

Dirinya menerangkan, pada Pasal 18 disebutkan bahwa pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan dapat dilaksanakan dengan cara mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi.

“Melalui MBKM nanti, mahasiswa memiliki kesempatan selama satu semester atau setara dengan 20 SKS menempuh pembelajaran di luar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang sama,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, mahasiswa diberi kesempatan paling lama dua semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada Program Studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda, atau pembelajaran pada Program Studi yang berbeda di Perguruan Tinggi yang berbeda dan/atau pembelajaran di luar Perguruan Tinggi.

Sosialisasi ini juga turut dihadiri dosen Prodi Ilmu Hukum Nur Arfiani, S.H.,M.Si (Han) dan M. Asyharuddin, S.H.,M.H serta dosen-dosen lainnya.

(SA/Puskomjar)

Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc didampingi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm, salah satu dosen Farmasi yang aktif berbicara di forum Apotek Q24 serta seorang Laboran Farmasi Sapri, S.Si. Foto: Media Kreatif

UM – Program Studi Farmasi Fakultas Humaniora dan Kesehatan menggelar sosialisasi Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Jumat (20/1/2023). Sosialisasi diikuti 42 orang mahasiswa, berlangsung di Ruang Eksekutif White Campus Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc. mengatakan bahwa sosialisasi ditujukan kepada mahasiswa tahun masuk 2019 dan 2020. “Agar topik Skripsi dan rencana PKM (Program Kreativitas Mahasiswa Dikti mendatang) lebih terarah,” tutur Citta.

Menurutnya, dalam waktu dekat mahasiswanya pada tahun ini memasuki semester akhir dan harus menyusun tugas akhir. “Mereka harus fokus pada penyelesaian studi. Untuk itu, harus memiliki landasan penelitian dan penulisan tugas akhir agar terarah dan selaras dengan peminatan dan bidang keahlian yang diinginkan,” tuturnya.

Begitu juga dengan dosen yang akan memberikan bimbingan kepada mahasiswanya maupun akan melakukan tridarma, Citta berharap dosen bisa saling bersinergi satu sama lain, baik dengan sesama dosen maupun dengan mahasiswa untuk menghasilkan tujuan akhir yang bermanfaat bagi masyarakat. “Lebih terarah,” tuturnya.

Pada sosialisasi Roadmap ini, Citta didampingi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm, salah satu dosen Farmasi yang aktif berbicara di forum Apotek Q24 serta seorang Laboran Farmasi Sapri, S.Si.

Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc didampingi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm, Foto: Media Kreatif

Ketua Program Studi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, M.Sc didampingi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm, Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Prodi Farmasi menyimak sosialisasi Roadmap Penelitian. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Prodi Farmasi menyimak sosialisasi Roadmap Penelitian. Foto: Media Kreatif

Roadmap Penelitian Prodi Farmasi Universitas Mulia. Foto: tangkapan layar

Roadmap Penelitian Prodi Farmasi Universitas Mulia. Foto: tangkapan layar

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini disusun oleh Tim Riset dan PKM FHK (perwakilan program studi farmasi) yang dibentuk oleh Dekan FHK, antara lain Rencana Pengembangan Prodi Farmasi, Roadmap Penelitian, dan Roadmap Pengabdian pada Masyarakat.

Citta mengamati beberapa permasalahan yang muncul khususnya di Kalimantan Timur. Di bidang kesehatan, menurutnya, distribusi tenaga kesehatan tampak belum merata dan kurangnya sarana prasarana serta layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Di bidang kebudayaan, ia mengatakan belum meratanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian dan pengamalan budaya lokal. Permasalahan juga muncul pada Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), masih minim kompetensi kewirausahaan, rendahnya minat berwirausaha serta belum tumbuhnya inkubasi bisnis.

“Nah, bagaimana Prodi Farmasi dapat berkontribusi dalam pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat? Bagaimana dapat berkontribusi dalam pelestarian dan pengamalan budaya lokal, dalam hal ini keanekaragaman hayati di Kaltim? Bagaimana berkontribusi agar terbentuk UMKM baru?” tuturnya.

Dengan mengetahui permasalahan dan bagaimana solusinya, Citta berharap dalam waktu yang tidak lama Prodi Farmasi memiliki Riset Unggulan pengembangan obat-obatan terstandar berbasis keanekaragaman hayati Kaltim.

Paparan Roadmap Penelitian yang dimulai tahun 2023 hingga 2027 mendatang dibagi tiga bidang keahlian, yakni Penelitian Bidang Keahlian Bahan Alam, Bidang Keahlian Analisis Farmasi, dan Bidang Keahlian Klinis.

Di tahun ini, misalnya, fokus penelitian bidang bahan alam meliputi, pertama eksplorasi tumbuhan khas Kaltim yang memiliki aktivitas farmakologi ethnomedicine dan kajian literatur. Tujuannya adalah inventarisasi tanaman berkhasiat obat khas Kaltim.

Kedua, fokus penelitian tentang eksplorasi senyawa dari ekstrak tumbuhan yang memiliki aktivitas biologi dan farmakologi melalui uji bioaktivitas dan uji farmakologi. Tujuannya, agar didapatkan tumbuhan yang memiliki potensi berkhasiat sebagai obat.

Dan yang ketiga, fokus penelitian tentang standarisasi simplisis dan ekstrak dari tumbuhan berkhasiat obat. Ada dua tujuan yang diharapkan, yakni agar dihasilkan bahan baku obat bahan alam yang terstandar. Dan menemukan formula jamu dan obat herbal terstandar.

(SA/Puskomjar)