Tag Archive for: BEM

“Debat ini bukan ajang saling menjatuhkan, tapi ruang membangun gagasan dan menunjukkan integritas. Inilah proses lahirnya pemimpin muda yang siap merangkul, bukan memecah.”
Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., Rektor Universitas Mulia

Humas Universitas Mulia, 26 Juni 2025 – Suasana semangat dan antusiasme mewarnai gelaran debat Calon Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia, sebuah forum yang tidak hanya menjadi bagian dari tahapan Pemira, tetapi juga menjadi cermin hidupnya budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Para pimpinan Universitas Mulia, dosen pembina kemahasiswaan, panitia Pemira, para calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, serta ratusan mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya pada seremonial pembukaan debat Presma.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., menegaskan bahwa debat ini merupakan ajang strategis dalam membentuk karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.

“Debat ini bukan sekadar formalitas, tetapi perwujudan konkret dari demokrasi kampus—tempat di mana gagasan diuji, visi diuji, dan integritas diperlihatkan,” ujarnya di hadapan para pimpinan universitas, dosen pembina kemahasiswaan, panitia Pemira, para calon presiden dan wakil presiden mahasiswa, serta ratusan mahasiswa yang hadir.

Menurut Rektor, forum debat semacam ini bukan hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur pendidikan tinggi seperti kebebasan berpendapat, penghargaan terhadap keberagaman pandangan, dan keberanian menyampaikan kebenaran secara santun. Hal ini sejalan dengan semangat Universitas Mulia yang mengusung technopreneurship dan keunggulan karakter sebagai pilar utama pembelajaran.

Ratusan mahasiswa Universitas Mulia dengan antusias mengikuti jalannya debat calon Presiden Mahasiswa di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Kepada para kandidat, Rektor menyampaikan pesan moral yang kuat agar debat dijadikan ajang membangun gagasan, bukan saling menjatuhkan.

“Gunakan kesempatan ini untuk membangun narasi kebaikan dan kolaborasi. Tunjukkan bahwa Anda siap memimpin dengan gagasan, bukan sekadar jargon,” tegasnya.

Tak kalah penting, Rektor juga mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif terlibat dalam proses demokrasi kampus ini. Ia mendorong mahasiswa menjadi pemilih cerdas yang menilai calon berdasarkan visi, integritas, dan kesiapan memimpin. “Sebab kualitas BEM ke depan adalah cerminan dari pilihan kita hari ini,” tandasnya.

Para calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa berpose bersama usai sesi debat, menunjukkan semangat sportivitas dan kolaborasi.

Debat ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan mahasiswa yang kontekstual, membumi, dan relevan dengan tantangan zaman. Bagi Universitas Mulia, setiap forum seperti ini adalah bagian dari ruang tempa—menyiapkan generasi muda yang intelektual, berintegritas, dan siap bersaing di kancah global.

Kegiatan debat ditutup dengan semangat persatuan dan harapan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya, akan menjadi pemimpin yang mampu merangkul, membangun, dan memajukan mahasiswa Universitas Mulia secara kolektif.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 26 Juni 2025 — Debat calon Presiden Mahasiswa (Presma) yang digelar di Universitas Mulia tidak hanya menjadi ajang tahunan dalam rangkaian Pemilihan Raya (Pemira), tetapi telah menjelma menjadi ruang pembelajaran demokrasi substantif. Hal ini ditegaskan oleh Bapak Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd., Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni , yang dimintai keterangan dalam rangka penguatan perspektif akademik terhadap kegiatan tersebut.

Suasana khidmat saat berlangsungnya seremonial pembukaan rangkaian kegiatan Pemilihan Raya Presiden Mahasiswa Universitas Mulia.

“Debat calon presiden mahasiswa merupakan laboratorium demokrasi yang sangat berharga di perguruan tinggi. Ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembelajaran yang mengajarkan kompetisi gagasan, transparansi, dan akuntabilitas publik,” ujarnya.

Menguji Gagasan, Melatih Kepemimpinan Intelektual

Menurut Riski, kualitas debat juga menjadi refleksi langsung dari proses pendidikan yang dijalankan universitas. Saat para kandidat mampu menyampaikan visi yang terstruktur, menawarkan solusi berbasis data, dan merespons pertanyaan dengan kedalaman analisis, saat itulah nalar kritis dan kepemimpinan intelektual mahasiswa benar-benar diuji.

Para mahasiswa menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh semangat pada pembukaan resmi debat calon Presiden Mahasiswa.

“Kepemimpinan intelektual tercermin dari kemampuan mengintegrasikan teori dengan praktik serta menghadirkan inovasi yang kontekstual,” imbuhnya.

Nilai-Nilai Demokrasi dan Ukuran Debat Berkualitas

Riski menekankan bahwa Pemira seharusnya menjadi wahana penanaman nilai-nilai utama: integritas, transparansi, inklusivitas, kolaborasi, serta orientasi terhadap kepentingan bersama. Ia juga menambahkan bahwa indikator debat berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan retorika, tetapi lebih pada kedalaman substansi, respons kritis, serta konsistensi antara visi dan program kerja.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan dalam hal penguasaan data dan pendekatan berbasis bukti (evidence-based). Meski begitu, peningkatan keberanian dalam mengambil posisi yang benar walau tidak populer tetap menjadi catatan penting.

Lagu Mars Universitas Mulia menggema di ruang acara, dinyanyikan secara serempak sebagai bentuk kebanggaan dan semangat sivitas akademika.

Menata Format, Menembus Isu Nasional

Riski juga mengusulkan penyegaran pada format debat. Selain tanya jawab antar kandidat, penting untuk melibatkan audiens dan menguji kandidat dalam simulasi kasus nyata. Ia juga mendorong agar isu-isu yang diangkat melampaui urusan internal kampus, termasuk keterlibatan BEM dalam isu nasional dan global yang relevan dengan mahasiswa.

Para pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa berpose bersama menjelang pemilihan, siap mengadu gagasan dan visi untuk kepemimpinan mahasiswa.

Presma sebagai Representasi dan Mitra Kritis

Menanggapi posisi strategis Presiden Mahasiswa, ia menyatakan bahwa pemimpin mahasiswa harus mampu memainkan dua peran sekaligus: menjadi representasi mahasiswa dan menjadi mitra kritis institusi.

“Presma adalah tangan kanan untuk kepentingan birokrasi dan tangan kiri untuk kepentingan mahasiswa. Komunikasi terbuka dan berbasis data menjadi kunci sinergi yang sehat,” jelasnya.

Sejumlah mahasiswa berfoto bersama menjelang pelaksanaan Pemira, menandai partisipasi aktif mereka dalam pesta demokrasi kampus.

Menjawab Tantangan Era Digital

Dalam menghadapi tantangan era digital, calon pemimpin mahasiswa dituntut memiliki literasi digital yang tinggi dan kemampuan membangun dialog konstruktif di ruang maya. Debat juga menjadi sarana untuk melatih sensitivitas terhadap isu disinformasi dan polarisasi opini.

BEM sebagai Katalis Akademik dan Sosial

Lebih lanjut, Riski juga menekankan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) harus menjadi katalis ekosistem akademik yang sehat. Ini mencakup mendorong budaya riset, menjembatani dunia industri, hingga melibatkan mahasiswa dalam kerja sosial yang bermakna.

“Demokrasi kampus jangan berhenti sebagai ritual administratif, tapi menjadi ruang pembelajaran sosial yang mengakar dan membangun,” katanya.

Menuju Pemira yang Substantif dan Rasional

Untuk menjauhkan Pemira dari jebakan politik identitas dan popularitas semu, pihak WR III menyiapkan mekanisme seleksi berbasis visi, rekam jejak akademik, serta kapasitas kepemimpinan nyata. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan 360 derajat.

Membentuk Pemimpin Masa Depan

Universitas Mulia tengah mengembangkan Leadership Development Pipeline, mencakup pelatihan, mentoring alumni, hingga pengiriman mahasiswa ke forum kepemimpinan nasional dan internasional. Tujuannya jelas: melahirkan pemimpin yang tidak hanya siap saat Pemira, tapi matang secara berkelanjutan.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, Senin 19 Mei 2025 – Ratusan pemuda memadati Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia, menyambut penuh semangat pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025. Suasana menjadi semakin hangat ketika Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Direktur Eksekutif Badan Pengelola Harian (BPH) Yayasan Airlangga, menyampaikan sambutan penuh energi dan refleksi mendalam tentang pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan di era digital.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Direktur Eksekutif Badan Pengelola Harian (BPH) Yayasan Airlangga, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025.

Mengawali sambutannya, Dr. Agung mengutip pidato legendaris Soekarno, “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.” Di hadapan ratusan mahasiswa, beliau menegaskan bahwa potensi pemuda Balikpapan jauh lebih besar dari sekadar sepuluh orang. “Kalau ratusan begini, Balikpapan akan jadi apa? Pasti luar biasa,” ujarnya optimis.

Apresiasi untuk Talenta Muda dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dr. Agung memberikan apresiasi khusus kepada Ketua BEM Universitas Mulia, Agung, yang telah mengharumkan nama kampus hingga ke kancah internasional dengan meraih juara I di Malaysia. Ia juga mengapresiasi peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan yang dipimpin oleh Ibu Ratih Kusuma W, atas dukungannya terhadap potensi pemuda. Menurutnya, pemerintah yang aktif mendampingi dan membuka ruang bagi generasi muda akan mempercepat lahirnya inovasi berdampak.

Ratusan pemuda peserta Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 antusias menyimak pidato pembukaan yang disampaikan Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra industri, khususnya Telkomsel, yang telah menjalin kerja sama jangka panjang dengan Universitas Mulia dan lembaga-lembaga pendahulunya, seperti STMIK-STIKOM Balikpapan. “Kerja sama kami dengan Telkom sudah dimulai sejak awal 2000-an. Alumni kami banyak berkiprah di Telkom maupun di sektor lainnya,” tuturnya.

Pendidikan Harus Berdampak, Bukan Sekadar Seremonial

Dr. Agung menekankan bahwa dalam paradigma pendidikan masa kini, terutama Kurikulum Merdeka, yang diukur bukan lagi sekadar proses atau formalitas acara, melainkan dampaknya. “Setelah acara ini, apa hasilnya? Apa manfaatnya? Itu yang harus dilaporkan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan seperti Digital Youth Summit tidak hanya menjadi panggung wacana, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Pengurus BEM Universitas Mulia berfoto bersama para keynote speaker usai sesi pembukaan Digital Youth Summit 2025.

Teknologi Ada di Genggaman, Tapi Karakter yang Menentukan

Dalam refleksi yang lebih dalam, Dr. Agung mengingatkan mahasiswa untuk tidak terlena oleh kemudahan teknologi. “Sekarang semua ada di genggaman. Tapi satu hal yang tidak berubah sejak dulu: karakter, terutama kejujuran. Tanpa kejujuran, negeri ini bisa karam,” ujarnya prihatin.

Ia mengutip pernyataan Prof. Mahfud MD tentang kondisi hukum di Indonesia yang sudah memasuki “lampu merah” sebagai peringatan serius. “Kita generasi tua merasa malu. Karena sistem rusak ini, kami yang merusaknya,” akunya jujur.

Berpikir Global, Bertindak Lokal: Mulai dari Hal Kecil seperti Sampah

Pesan terakhir yang tak kalah penting adalah ajakan untuk bertindak dari hal-hal kecil, yang sering dianggap remeh, seperti pengelolaan sampah. “Jangan remehkan masalah sampah. Di negara maju, sampah itu budaya dan ukuran peradaban. Kalau kita cuek terhadap sampah, artinya kita sedang menciptakan peradaban yang juga cuek terhadap masa depan,” pungkasnya.

Foto bersama seluruh narasumber, panitia, dan tamu undangan usai seremoni pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025.

Penutup: Momentum Kebangkitan Generasi Baru

Dengan semangat kolaboratif antara kampus, pemerintah, dan dunia industri, Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga kuat secara karakter dan kepedulian sosial.

Digitalisasi bukan semata-mata soal teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia, terutama pemuda, menggunakan teknologi untuk menciptakan perubahan nyata.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, Senin 19 Mei 2025 Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 yang digelar oleh Universitas Mulia. Dalam sambutannya, Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ibu C.I. Ratih Kusuma W., menekankan pentingnya peran pemuda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan lima domain pembangunan kepemudaan.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini karena sejalan dengan arah kebijakan nasional, khususnya poin keempat dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden: memperkuat pembangunan sumber daya manusia, termasuk sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, olahraga, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujarnya di hadapan ratusan peserta yang didominasi mahasiswa dan pelajar dari berbagai lembaga pendidikan di Balikpapan.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ibu C.I. Ratih Kusuma W., menyampaikan sambutan inspiratif pada pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 yang berlangsung di Ballroom Kampus Cheng Hoo, Universitas Mulia.

Satu dari Empat Warga Balikpapan Adalah Pemuda

Ratih menyampaikan bahwa dari total 738.000 penduduk Kota Balikpapan, sekitar seperempat di antaranya merupakan kelompok pemuda. Fakta ini menurutnya menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di daerah.

“Kalau dari empat penduduk, satu di antaranya adalah pemuda. Artinya, komunitas pemuda sangat besar. Maka pembangunan kepemudaan harus menjadi prioritas bersama,” katanya.

Evaluasi Indeks Pembangunan Kepemudaan Kota Balikpapan

Dalam paparannya, Ratih juga menyoroti lima domain penting dalam Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK): kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, kepemimpinan, dan gender.

  • Kesehatan pemuda Balikpapan tercatat cukup baik dengan capaian lebih dari 70%. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan menjauhi perilaku menyimpang seperti narkoba, kekerasan, dan pernikahan usia dini.

  • Pendidikan juga menunjukkan tren positif, namun ia menekankan pentingnya mencegah angka putus sekolah dan mendorong keberlanjutan pendidikan hingga jenjang pascasarjana.

  • Kepemimpinan pemuda menjadi perhatian serius. “Saya harapkan adik-adik semua aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di luar. Karena pemuda yang aktif dan punya jiwa kepemimpinan akan mendorong kemajuan kota,” tuturnya.

  • Lapangan kerja, menurutnya, masih menjadi tantangan besar dengan capaian di bawah 55%. Untuk itu, ia berharap kegiatan seperti Digital Youth Summit dapat melahirkan solusi dan rekomendasi nyata dalam membuka peluang kerja berbasis teknologi.

  • Kesetaraan gender juga diapresiasi, mengingat jumlah peserta laki-laki dan perempuan dalam acara ini terlihat cukup seimbang. “Semangat perempuan untuk berkolaborasi sudah sangat terlihat hari ini,” tambahnya.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, menyerahkan cinderamata kepada Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ibu C.I. Ratih Kusuma W., sebagai bentuk apresiasi dalam seremoni pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025.

Dorong Pemuda Jadi Kreator Digital

Lebih lanjut, Ratih berharap agar generasi muda Balikpapan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kreator dan inovator yang menghasilkan karya digital berdampak.

“Saya pernah mengikuti pelatihan di mana anak-anak muda bisa berwirausaha dari rumah melalui platform digital. Ini inspirasi yang nyata. Saya berharap dari acara ini muncul rekomendasi dan gagasan yang bisa mendukung UMKM dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Foto bersama tokoh penting dalam pembukaan Digital Youth Summit 2025: (dari kiri) Sumardi, S.Kom., M.Kom. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia; Muhamad Asrullah – GM Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan; Ibu C.I. Ratih Kusuma W. – Kepala Disporapar Kota Balikpapan; dan Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. – Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Kampus

Di akhir sambutannya, Kadisporapar menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan komunitas pemuda. “Kami terbuka untuk berkolaborasi lebih jauh. Kami ingin pemuda Kota Balikpapan menjadi barometer kepemudaan Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Para peserta Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 terlihat antusias dan khusyuk menyimak sambutan Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ibu C.I. Ratih Kusuma W., yang mengangkat semangat kolaborasi dan kepemudaan berbasis digital.

Digital Youth Summit 2025 yang digelar oleh Universitas Mulia Balikpapan ini menjadi wadah bertemunya pemuda, akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang inovatif dan berdampak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya pemuda-pemuda unggul yang siap menjawab tantangan era digital.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, Senin 19 Mei 2025 – Digital Youth Summit yang digelar di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia pada Senin (19/5) dibuka dengan sambutan inspiratif oleh Bapak Sumardi, S.Kom.,M.Kom, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang mewakili Rektor Universitas Mulia. Dalam pidatonya, Sumardi menyemangati para peserta yang didominasi oleh mahasiswa dan generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan menggali potensi terbaik diri mereka.

Dengan mengusung tema “Level Up Yourself to Inspire and Influence: Unlock Your Potential!”, Digital Youth Summit tahun ini menjadi momentum bagi Universitas Mulia untuk mendorong anak muda mengambil peran aktif dalam transformasi digital dan sosial.

Kata ‘level up’ bukan sekadar istilah dalam game. Ia adalah seruan untuk terus berkembang, meninggalkan zona nyaman, dan mengasah kemampuan,” tegas Sumardi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulia, Sumardi, S.Kom., M.Kom., membuka semangat kolaborasi digital dalam sambutan hangatnya pada seremoni pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 di Ballroom Kampus Cheng Hoo.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang luar biasa, namun sering kali terhalang oleh rasa takut dan keraguan.

Jangan menunggu sempurna untuk menginspirasi. Inspirasi dimulai dari ketulusan, dan pengaruh positif lahir dari konsistensi,” lanjutnya.

Selain mengajak peserta untuk terus belajar, membangun jaringan, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi, Sumardi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, perubahan besar hanya bisa dicapai jika para pemuda bersatu dan bergerak bersama.

Sumardi, S.Kom., M.Kom., mendampingi Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menyerahkan cinderamata kepada GM Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan, Muhamad Asrullah, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Telkomsel dalam Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025.

Digital Youth Summit ini adalah panggung bagi Anda untuk bertemu mentor, berbagi ide, dan menemukan peluang. Saya percaya, di ruangan ini duduk calon pemimpin, kreator, dan inovator masa depan,” ujarnya penuh keyakinan.

Ia menutup pidato dengan kutipan terkenal dari Steve Jobs:

“The people who are crazy enough to think they can change the world are the ones who do.” Seraya mengajak peserta untuk menjadi “gila” dalam arti positif—gila belajar, gila berkarya, dan gila menginspirasi.

Acara ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan inspiratif yang melibatkan kolaborasi antara dunia kampus dan industri, termasuk bersama Telkomsel sebagai mitra utama dalam Digital Youth Summit tahun ini.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 19 mei 2025 – General Manager Consumer Business Telkomsel Regional Kalimantan Timur, Muhammad Asrullah, memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Mulia atas inisiasi kolaboratif yang melibatkan pihak industri dalam kegiatan Digital Youth Summit yang digelar Senin (19/5) di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.

Dalam sambutannya, Asrullah membuka pandangan audiens dengan sebuah kisah inspiratif dari Tiongkok, tentang perusahaan rintisan BYD (Build Your Dreams) yang memulai langkahnya dari sebuah gang kecil di Shenzhen pada tahun 2000.

“Dulu hanya memproduksi baterai handphone, kini BYD mampu menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar dunia,” ungkapnya.

Kisah BYD menurut Asrullah sejalan dengan semangat yang disampaikan Ketua BEM UM, Agung, yaitu pentingnya memulai dulu, memiliki mimpi besar, dan terus bertumbuh. “Kami merasa sangat terapresiasi ketika diajak untuk berkolaborasi oleh BEM UM dan civitas akademika Universitas Mulia. Ini sejalan dengan misi Telkomsel untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pelanggan kami,” ujarnya.

Muhamad Asrullah – GM Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan memantik semangat inovasi digital dalam sambutannya pada pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025 di Ballroom Kampus Cheng Hoo.

Lebih lanjut, Telkomsel menurutnya tengah berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Salah satu langkah konkritnya adalah dengan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa, yang beberapa di antaranya bahkan telah direkrut menjadi karyawan tetap. “Ini bukan sekadar seminar. Telkomsel juga memiliki Learning Management System yang dapat dimanfaatkan untuk meng-upgrade kemampuan dan keterampilan mahasiswa,” jelasnya.

Ratusan peserta menyimak dengan antusias jalannya pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025, menunjukkan semangat kolaboratif generasi muda dalam menghadapi era digital.

Asrullah juga menyinggung pentingnya konektivitas digital yang mendukung aktivitas akademik mahasiswa. Ia menyebutkan bahwa Telkomsel telah menghadirkan solusi konektivitas di berbagai kampus di Kalimantan seperti Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin—dan membuka peluang kerja sama serupa di Universitas Mulia.

Foto bersama para keynote speakers seusai seremoni pembukaan Digital Youth Summit Universitas Mulia 2025, menandai momen kolaboratif yang penuh inspirasi di Ballroom Kampus Cheng Hoo.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa gelar sarjana saja tidak lagi cukup di era digital saat ini.

“Mahasiswa perlu dibekali karakter dan kompetensi seperti literasi digital, data analytics, problem solving, dan agile mindset untuk bisa bersaing di industri. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut melampaui seminar, demi memberikan kebermanfaatan lebih luas bagi kampus dan industri di Indonesia,” pungkasnya.

Humas UM (YMN)

Kenapa OSIS Gagal? Ini Jawaban dan Solusinya dari Pakar Psikologi Universitas Mulia

Humas Universitas Mulia, 29 April 2025 – Dalam upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan siswa, Universitas Mulia Balikpapan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi untuk pengurus OSIS SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Salah satu narasumber dalam pelatihan ini, Adjat Sudradjat, S.Psi., Psikolog, memaparkan materi penting bertajuk “Mengapa Organisasi (OSIS) Gagal Mencapai Targetnya?” sekaligus membahas konsep dasar kepemimpinan dan sumber pengaruh seorang pemimpin.

Adjat Sudradjat, S.Psi., Psikolog, Pemateri Utama Pelatihan, saat menyampaikan materi tentang konsep dasar kepemimpinan dan faktor kegagalan organisasi.

Dalam sesi wawancara, Bapak Adjat Sudradjat, S.Psi. menekankan bahwa keberadaan OSIS memiliki fungsi strategis, baik dalam pengembangan diri siswa maupun dalam membangun citra positif sekolah di masyarakat. Menurutnya, efektivitas kinerja OSIS sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan para pengurusnya.

“Kualitas organisasi sebanding lurus dengan kualitas pemimpinnya. Tanpa pemahaman yang baik tentang peran kepemimpinan, OSIS akan sulit mencapai targetnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bapak Adjat Sudradjat, S.Psi. menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab kegagalan organisasi OSIS adalah ketidakjelasan dalam menjalankan leadership roles. Tanpa kepemimpinan yang efektif, kegiatan organisasi cenderung tidak terarah, tidak terkelola dengan baik, dan akhirnya gagal mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Peserta pelatihan mempresentasikan hasil brainstorming secara berkelompok di atas panggung, memaparkan analisis tentang efektivitas organisasi.

Pelatihan ini, menurut Bapak Adjat Sudradjat, S.Psi., sangat penting untuk diberikan sejak dini. Ia menekankan bahwa energi besar yang dimiliki remaja harus diarahkan kepada aktivitas positif. Pola perilaku positif yang dibangun sejak masa remaja akan berdampak besar terhadap perilaku di masa dewasa.

Salah satu kelompok peserta saat menerangkan hasil diskusi di atas panggung, membahas strategi kepemimpinan dan manajemen organisasi.

Dalam materinya, Bapak Adjat Sudradjat, S.Psi. juga menguraikan berbagai konsep penting, mulai dari prinsip-prinsip manajemen organisasi, peran serta tanggung jawab seorang pemimpin, gaya kepemimpinan, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi dan edukasi kegiatan OSIS.

Simulasi kolaborasi tim yang interaktif dan menarik, menggambarkan pentingnya kerja sama dalam membangun team work yang sukses.

Selama sesi pelatihan, ia mengamati bahwa para peserta menunjukkan respons yang antusias. Mereka merasa senang karena mendapatkan pengetahuan yang aplikatif untuk menunjang peran mereka sebagai pemimpin muda di sekolah masing-masing. Selain itu, interaksi antar peserta dari berbagai sekolah membuka ruang tukar pikiran dan pengalaman yang memperkaya wawasan mereka.

Suasana diskusi kelompok yang penuh semangat, menunjukkan antusiasme peserta dalam mendalami konsep kepemimpinan dan manajemen organisasi.

Namun, Bapak Adjat juga mengakui bahwa dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda, salah satu tantangan terbesar adalah kreativitas dalam memilih topik dan metode penyampaian materi agar tetap relevan dan menarik bagi siswa.

Sebagai pesan penutupnya kepada para peserta, Bapak Adjat menegaskan pentingnya penerapan ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ke dalam praktik nyata.

“Pengetahuan yang sudah dipelajari di dalam kelas pelatihan harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Hanya dengan demikian mereka akan mampu menjadi pemimpin yang efektif,” tegasnya.

Program pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari misi pengabdian masyarakat Universitas Mulia, berkontribusi aktif dalam membangun generasi muda Balikpapan yang berkarakter, visioner, dan siap berperan di tengah masyarakat.

Humas UM (YMN)

Warna, Gaya, dan Tawa: Lomba Fashion Show & Mewarnai PAUD Guncang Universitas Mulia

Suasana penuh semangat para peserta lomba mewarnai dari berbagai PAUD se-Balikpapan yang memenuhi Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia.


Humas Universitas Mulia, 24 April 2025
— Suasana ceria dan penuh warna memenuhi Gedung Cheng Hoo Universitas Mulia Balikpapan dalam kegiatan lomba Fashion Show dan Mewarnai untuk anak-anak PAUD se-Balikpapan yang diselenggarakan oleh Program Studi PG PAUD Universitas Mulia bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Balikpapan, Rabu (24/4).

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifai, memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka acara “Lomba Akbar Anak PAUD Se-Kota Balikpapan: Mewarnai dan Fashion Show”.

Kegiatan yang diikuti oleh 290 peserta lomba mewarnai dan 43 peserta lomba fashion show ini merupakan bagian dari program kerja Himpunan Mahasiswa (HIMA) PG PAUD, sekaligus bentuk implementasi nyata dari kerja sama antara Prodi PG PAUD Universitas Mulia dan HIMPAUDI yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M., turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan kreatif anak usia dini.

Ketua Panitia, Nur Wahidah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Prodi PG PAUD Universitas Mulia kepada masyarakat, khususnya kepada lembaga-lembaga PAUD di Balikpapan. “Kami ingin menunjukkan bahwa Universitas Mulia memiliki komitmen terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini, serta memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan,” ujarnya.

Antusiasme tinggi terlihat dari 290 peserta lomba mewarnai yang turut memeriahkan kegiatan dengan semangat dan keceriaan.

Panitia juga memberikan perhatian penuh terhadap kenyamanan peserta. Anak-anak peserta lomba mewarnai mendapat sarapan berupa roti sosis setelah registrasi ulang, sementara peserta fashion show memperoleh sertifikat dan makan siang. “Kami ingin anak-anak merasa senang dan diperhatikan sejak mereka datang,” imbuh Nur Wahidah.

Peserta lomba mewarnai tampak tekun dan penuh konsentrasi menyelesaikan karyanya, mencurahkan kreativitas di atas kertas dengan warna-warni ceria.

Kaprodi PGPAUD, Ibu Bety Vitriana, S,Pd., M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. “Semua tahapan kegiatan ini—mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan—sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa. Ini menjadi pengalaman berharga yang sejalan dengan beberapa mata kuliah, seperti manajemen pembelajaran PAUD, media & sumber belajar, dan bermain serta permainan AUD,” jelasnya.

Lebih jauh, Ibu Bety menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk menghibur, tapi juga memiliki nilai edukatif tinggi. “Mewarnai melatih motorik halus, kesabaran, dan kreativitas anak. Fashion show menjadi media untuk meningkatkan rasa percaya diri dan ekspresi diri. Anak-anak juga belajar tentang keberanian tampil di depan umum dan kesesuaian tema dalam berpakaian,” paparnya.

Kegiatan ini juga membuka wawasan baru bagi guru-guru PAUD yang turut mendampingi anak didik mereka. Banyak guru yang tertarik mengetahui lebih dalam tentang Prodi S1 PAUD di Universitas Mulia dan fasilitas beasiswa bagi guru PAUD yang ingin melanjutkan studi.

Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa dan dosen PG PAUD. “Kegiatan ini mencerminkan bagaimana mahasiswa kami belajar secara langsung melalui praktik nyata. Ini adalah pengabdian masyarakat sekaligus pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan,” katanya.

Sebanyak 43 peserta lomba fashion show tampil percaya diri mengenakan beragam pakaian adat Indonesia, berfoto bersama setelah penampilan mereka yang memukau.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifai, hadir langsung untuk membuka acara. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan komitmen kampus dalam mendukung setiap kegiatan yang memberi kontribusi nyata terhadap pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini.

Panitia pelaksana dari Himpunan Mahasiswa PG PAUD (HIMA PGPAUD) Universitas Mulia berfoto bersama usai sukses menyelenggarakan acara dengan penuh dedikasi.

Kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan para sponsor yang turut membantu menyukseskan acara, di antaranya:

  • Borneo Tuition Centre: Kadek Jessica Ogilvy, S.S. dan Ciko Pandu Ganesa, S.S.

  • High Desert Indonesia: Ir. Dwiana Rachmadiani, Ubayanti, SIP, dan Francisca Triani Rachmadihayu, SE

  • Biznet (Sponsor Bronze): Musafirul Syahmi, Branch Supervisor

  • Tek Tek Cak Aling (Sponsor Silver): Abdus Salam, Owner

Dengan antusiasme peserta, dukungan sponsor, serta kerja keras mahasiswa dan HIMPAUDI, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin ke depannya, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kampus, masyarakat, dan dunia pendidikan anak usia dini.

Humas UM (YMN)

Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

UM – Kabar membanggakan datang mahasiswa Universitas Mulia, Agung Widiyanto. Pemuda asal Balikpapan ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025.

Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi, yaitu (1) Best Delegate International Youth Excursion Network, (2) 1st Best Presentation, dan (3) 3rd Project Innovation SDGs.

Keberhasilan ini menjadikannya salah satu pemuda Kaltim yang mampu bersaing di kancah internasional dan membawa nama baik daerahnya.

Seleksi Ketat dan Kompetisi Global

Agung tidak meraih prestasi ini dengan mudah. Ia harus melewati proses seleksi yang ketat, yang dimulai dari pemberkasan administrasi, kemudian ujian tertulis yang menguji wawasan kebangsaan, kebudayaan, matematika, psikologi, serta kepribadian.

Puji Tuhan, Alhamdulillah, saya diberikan jalan untuk lolos pada tahap awal dan lanjut ke tahapan berikutnya, yaitu Focus Group Discussion (FGD),” kenang Agung.

Dalam FGD, peserta diuji kemampuannya dalam berpikir kritis, memecahkan masalah serta memberikan solusi terkait pembangunan berkelanjutan (SDGs) sesuai dengan bidang yang mereka pilih.

Dari ratusan pendaftar se-Indonesia, Agung berhasil masuk 40 finalis terbaik, yang kemudian berkesempatan untuk mempresentasikan inovasi digital SDGs dalam forum internasional di Kuala Lumpur.

Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

Pesan Inspiratif dan Harapan ke Depan

Agung menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

Anda tidak perlu menunggu hebat untuk memulai, melainkan Anda hanya perlu memulai untuk menjadi hebat,” ujarnya, seperti yang dikutip dari media.

Ia juga menekankan bahwa prestasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus menorehkan kontribusi positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

IYEN: Forum Global Pemuda Berprestasi

International Youth Excursion Network (IYEN) merupakan ajang yang mempertemukan pemuda-pemudi inovatif dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar ide, serta mengembangkan proyek-proyek berorientasi sosial dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Tahun ini, IYEN mengangkat tema “Youth-Led Solutions for Sustainable Development Goals”, menekankan peran pemuda dalam menciptakan solusi bagi tantangan global.

Dukungan dari Pemerintah dan Akademisi

Prestasi Agung mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma.

Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Agung Widiyanto yang telah mengharumkan nama Kota Balikpapan di kancah internasional. Ini membuktikan bahwa pemuda Kaltim memiliki daya saing tinggi. Kami berharap prestasi ini menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus berinovasi dan membawa nama daerah ke tingkat global,” ujar Ratih Kusuma.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, turut bangga dengan pencapaian Agung.

Keberhasilan ini bukan hanya membanggakan bagi Agung secara pribadi, tetapi juga bagi Universitas Mulia dan Program Studi Manajemen. Ajang internasional ini memberikan wawasan luas, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun jaringan global. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Proyek Inovasi Digital SDGs dan Rencana Implementasi di Balikpapan

Dalam kompetisi IYEN, Agung mempresentasikan proyek inovasi digital berbasis pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang ekonomi. Proyek ini mendapat apresiasi dari para juri karena dinilai memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara nyata.

Sekembalinya ke Balikpapan, Agung berencana untuk mengembangkan serta menerapkan inovasi ini di daerahnya.

Rencana konkret saya adalah mengimplementasikan inovasi ini di Kota Balikpapan serta menjadi pemuda penggerak dan role model bagi generasi muda lainnya. Saya ingin membuktikan bahwa pemuda Balikpapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Agung.

Pemuda Kaltim di Kancah Internasional

Keberhasilan Agung menambah daftar panjang prestasi pemuda Kalimantan Timur di forum internasional. Sebelumnya, sejumlah pemuda Kaltim juga telah meraih penghargaan dalam berbagai ajang global, menegaskan potensi besar generasi muda daerah ini di bidang akademik, inovasi, dan kepemimpinan.

Dengan semakin banyaknya pemuda yang berprestasi di tingkat dunia, harapannya Kalimantan Timur dapat terus mencetak talenta-talenta unggul yang siap membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 13 Februari 2025 – Universitas Mulia menyelenggaraan Mulia Expose 2025, acara pembuka Pekan Olahraga dan Seni pertama yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Bertempat di Ballroom Cheng Ho pada Jumat, 24 Januari 2025, acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan mahasiswa, pelajar SMA/SMK se-Balikpapan, serta masyarakat umum.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, menyampaikan sambutan dalam pembukaan Mulia Expose 2025 di Ballroom Cheng Ho

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si. Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor 1, 2, dan 3, para dekan fakultas, serta tim marketing Universitas Mulia. Kehadiran para pemimpin akademik ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang non-akademik.

Ketua BEM Universitas Mulia, Agung Widayanto, memberikan sambutan pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni.

Ketua BEM Universitas Mulia Agung Widayanto menegaskan bahwa Mulia Expose bukan sekadar seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan mahasiswa. “Kami ingin menciptakan suasana kampus yang dinamis, di mana mahasiswa bisa menyalurkan bakat mereka di bidang olahraga dan seni serta membangun semangat kompetisi yang sehat,” ungkapnya.

Mahasiswa Universitas Mulia menampilkan atraksi seni tari yang memukau dalam pembukaan Mulia Expose 2025

Sejak awal, suasana Ballroom Cheng Ho dipenuhi antusiasme peserta. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, musik akustik, hingga teatrikal kreatif yang membius para hadirin. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai cabang olahraga dan seni yang akan dipertandingkan selama Pekan Olahraga dan Seni Universitas Mulia.

Aksi spektakuler mahasiswa Universitas Mulia dalam atraksi pencak silat yang memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengadakan kegiatan ini. “Mulia Expose adalah bukti bahwa mahasiswa Universitas Mulia tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan keterampilan luar biasa dalam bidang seni dan olahraga. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujar beliau.

Foto bersama jajaran pimpinan Universitas Mulia, panitia, dan peserta sebagai simbol dimulainya Mulia Expose 2025

Dengan adanya Mulia Expose 2025, Universitas Mulia semakin meneguhkan diri sebagai kampus yang mendukung pengembangan soft skills mahasiswa melalui berbagai aktivitas positif. Pekan Olahraga dan Seni yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.

Sebagai penutup, panitia mengajak seluruh mahasiswa Universitas Mulia untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Dengan semangat sportivitas dan kreativitas, Mulia Expose 2025 menjadi langkah awal yang luar biasa untuk membangun solidaritas dan semangat berkompetisi di lingkungan kampus.

Humas UM (YMN)