IKN, 29 Desember 2025 — Universitas Mulia melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik mengikuti kegiatan Nusantara TechnoFest: Festival AI, Coding, dan Robotik Nusantara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Multifunction Hall Gedung Kemenko 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, pada Kamis (18/12/2025). Dalam kegiatan ini, UKM Robotik Universitas Mulia berpartisipasi sebagai exhibitor dengan menampilkan hasil pengembangan mahasiswa di bidang robotika.

Pada ajang yang sama, kegiatan pameran juga diikuti oleh tim robotik dari sejumlah perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Indonesia (TRUI), Politeknik Negeri Samarinda, dan Universitas Mulawarman. Kehadiran Universitas Mulia pada forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan teknologi yang melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi.

UKM Robotik Universitas Mulia, di bawah pembimbingan Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., menampilkan beberapa karya mahasiswa, di antaranya robot soccer, robot line follower analog, serta robot pemadam api berkaki. Karya-karya tersebut ditampilkan sebagai hasil aktivitas pengembangan keterampilan dan praktik teknologi yang dilakukan mahasiswa melalui kegiatan kemahasiswaan.

Selain pameran, Nusantara TechnoFest juga diisi dengan sesi talkshow dan workshop yang mengangkat tema “Masa Depan Teknologi dan Perannya untuk Generasi Nusantara” serta “Mencetak Generasi Inovator melalui Sinergi Coding dan Robotik dengan Pendampingan Guru Inspiratif.” Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari keseluruhan kegiatan festival yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Muhamad Safi’i, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing UKM Robotik Universitas Mulia, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan karya yang dikembangkan dalam aktivitas UKM kepada khalayak yang lebih luas.

“Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa Universitas Mulia dapat memperlihatkan hasil pengembangan yang telah dilakukan sekaligus menjalin komunikasi dengan peserta dan pengunjung kegiatan,” ujarnya.

Partisipasi Universitas Mulia dalam Nusantara TechnoFest 2025 menunjukkan keterlibatan kampus dalam kegiatan pameran teknologi yang diselenggarakan di lingkungan Ibu Kota Nusantara, khususnya melalui aktivitas kemahasiswaan di bidang AI, coding, dan robotika. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025— Universitas Mulia mendampingi Kelurahan Prapatan dalam penerapan administrasi digital untuk pengelolaan rumah maggot. Program ini dirancang sebagai bagian dari pengabdian masyarakat untuk merapikan alur data produksi, stok, dan penjualan, yang sebelumnya ditulis manual di kertas.

Inisiatif ini berawal dari evaluasi bersama pihak Kecamatan Balikpapan Kota mengenai sulitnya memantau aktivitas produksi secara cepat. Sistem berbasis digital dipandang lebih tepat karena memungkinkan informasi dibuka dari mana saja, tanpa menunggu bundel laporan fisik. Keputusan dapat diambil saat data masuk, bukan setelah menelusuri arsip.

Pendamping kegiatan dari Universitas Mulia, Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemetaan kebutuhan dilakukan melalui komunikasi teknis dengan kelurahan. Materi yang disusun berangkat dari temuan lapangan: format laporan yang tersebar, waktu rekap yang panjang, dan risiko hilangnya dokumen. “Digitalisasi memberi struktur yang rapi. Data terkumpul, mudah diakses, dan bisa diverifikasi,” kata Syafii.

Muhammad Syafii, S.Kom., M.Kom., dari Universitas Mulia menjelaskan alur pencatatan administrasi digital pada sesi pelatihan di Kelurahan Prapatan.

Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada alur pencatatan produksi, distribusi, dan rangkuman penjualan harian melalui sistem aplikasi. Akses dibuat sederhana agar perangkat kelurahan dapat menggunakannya tanpa proses adaptasi yang panjang. Prinsipnya, teknologi disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sebaliknya.

Bagi Universitas Mulia, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan perangkat. Tujuan utamanya adalah membangun tata kelola layanan publik berbasis data. Hal ini sejalan dengan mandat Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana pengabdian dilakukan melalui keahlian akademik yang dimiliki dosen dan mahasiswa.

Konteks pengabdian tampak jelas: kelurahan memerlukan alat kerja yang terukur, sementara kampus memiliki kapasitas untuk merancang dan mendampingi implementasi. Kolaborasi ini menempatkan Universitas Mulia sebagai mitra teknis yang memastikan sistem berjalan dan dimengerti oleh pengguna.

Program di Kelurahan Prapatan melanjutkan pendampingan yang telah dilakukan pada kelurahan lain di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota. Tahapannya berulang: memetakan kebutuhan, menyusun materi, menguji pemahaman, lalu memberi tindak lanjut. Dengan cara ini, setiap kelurahan mendapatkan intervensi yang sama, namun kontennya menyesuaikan realitas lapangan.

Pendampingan digital menghasilkan perubahan cara kerja: laporan tidak lagi menumpuk di map, penghitungan stok tidak bergantung pada ingatan, dan pembacaan data menjadi cepat. Langkah ini sederhana, tetapi memengaruhi banyak aspek: distribusi tanggung jawab, akurasi catatan, hingga transparansi.

Di sisi akademik, Universitas Mulia memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Setiap evaluasi dan temuan menjadi bahan refleksi untuk pengembangan model pengabdian berikutnya. Kampus memperoleh pengalaman langsung, kelurahan mendapatkan alat kerja yang lebih efisien. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025 – Program Studi Manajemen Universitas Mulia mendukung penuh pelaksanaan Mulia Fun Run 5K yang digagas Himpunan Mahasiswa Manajemen. Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas olahraga, tetapi sebagai bagian dari strategi prodi dalam membangun kualitas ekosistem akademik.

Kaprodi Manajemen, Dr. Pudjiati, S.E., M.M., menegaskan bahwa dukungan prodi bertumpu pada dua pertimbangan: akademik dan non-akademik. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan pengalaman belajar yang tidak semata terjadi di ruang kuliah.

“Fun Run kami arahkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa. Dari sisi pembelajaran, kegiatan ini membantu mahasiswa mengelola waktu, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat kemampuan kerja sama dalam tim,” ujarnya.

Bagi Prodi Manajemen, olahraga tidak berdiri di luar ranah pendidikan tinggi. Dr. Pudjiati menyebut bahwa kegiatan fisik yang terstruktur memberi dampak langsung terhadap kualitas hidup mahasiswa, termasuk stamina, fokus belajar, dan produktivitas.

“Kami memaknainya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Fun Run membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan, serta menciptakan hubungan yang lebih cair antara dosen, karyawan, dan mahasiswa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang perjumpaan dengan komunitas luar kampus, karena pendaftaran dibuka pula untuk masyarakat umum. Menurutnya, dampak semacam ini relevan dalam konteks promosi prodi yang bersifat organik.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., bersama Ketua Yayasan Airlangga, Mulia Hayati Devianty, S.E., melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai penanda pembukaan kegiatan.

Nilai Organisasi yang Disasar

Dalam pelaksanaannya, Fun Run bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi medan pembelajaran kepemimpinan. Prodi ingin mahasiswa mengalami langsung dinamika kerja tim, koordinasi lintas unit, dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.

“Nilai yang kami tekankan adalah kemampuan bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda,” kata Dr. Pudjiati.

Evaluasi dan monitoring menjadi instrumen agar kegiatan tidak berakhir sebatas seremoni. Mahasiswa dilibatkan dalam perencanaan, logistik, hingga evaluasi pasca-acara.

“Kami memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan. Ada evaluasi berkelanjutan yang kami lakukan untuk melihat dampaknya, sekaligus membangun pengalaman mahasiswa dalam mengelola kegiatan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi membuka Mulia Fun Run.

Pembeda yang Signifikan

Salah satu hal yang menurutnya patut dicatat adalah keterlibatan seluruh unsur kampus. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan.

“Fun Run menjadi ruang kebersamaan semua civitas akademika. Dari sana tumbuh kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah bagian dari budaya kampus,” ungkapnya.

Keterbukaan pendaftaran bagi masyarakat umum, menurutnya, memberi nilai tambah tersendiri. Prodi Manajemen hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan entitas yang bekerja secara tertutup.

Peserta Mulia Fun Run memulai lari dari garis start di area kampus Universitas Mulia.

Harapan ke Depan

Dr. Pudjiati berharap Fun Run berkembang menjadi agenda unggulan yang menegaskan karakter prodi sebagai program studi yang inovatif dan dekat dengan komunitas.

“Kami ingin kegiatan ini terus tumbuh dan menjadi identitas Prodi Manajemen. Selain menyehatkan, ia membangun citra prodi sebagai prodi yang aktif, kreatif, dan mampu hadir di tengah masyarakat,” tutupnya. (YMN)

 

 

Balikpapan, 26 November 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Mulia Accounting Event (MAE) Volume 2, Dothy Amelia Saragih, S.E., M.M., dosen Universitas Mulia sekaligus praktisi di bidang akuntansi dan keuangan, membedah perubahan signifikan profesi akuntan di era digital dan implikasinya bagi kompetensi mahasiswa.

Dothy menjelaskan, digitalisasi telah menggeser banyak fungsi entry level akuntansi. “Proses pencatatan dan data entry yang dulunya membutuhkan tenaga manusia kini banyak digantikan oleh sistem dan AI. Akibatnya, kebutuhan perusahaan terhadap akuntan di level dasar menurun, sementara kemampuan yang paling mendesak dikuasai mahasiswa adalah data analyst dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.

Pemateri kedua, Dothy Amelia Saragih, S.E., M.M., menyampaikan materi “Peran Akuntansi di Era Digital dan Dunia Kerja” dalam rangkaian MAE Vol. 2 FEB Universitas Mulia.

Meski AI dan digitalisasi mengubah lanskap profesi, Dothy menegaskan bahwa peran akuntan tradisional tidak akan hilang sepenuhnya. Peran yang berkembang adalah sebagai business partner, di mana akuntan menjadi penasihat strategis bagi pemangku kepentingan agar operasional perusahaan tetap berjalan optimal. “Akuntan modern bukan lagi sekadar pencatat transaksi; mereka memberikan insight finansial yang menentukan keputusan bisnis,” jelasnya.

Ia memberi contoh konkret: akuntan dapat menilai kemampuan finansial perusahaan dalam proses perekrutan karyawan, pengambilan keputusan ekspansi bisnis, atau pembelian aset. Dengan perspektif ini, akuntansi menjadi fungsi strategis yang memengaruhi arah bisnis secara nyata, tidak terbatas pada siklus pencatatan semata.

Salah seorang siswi peserta undangan mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab, menunjukkan antusiasme pelajar dalam memahami praktik akuntansi digital dan pasar modal.

Dari pengalamannya di dunia kerja dan akademik, Dothy menyoroti kesalahan umum mahasiswa dan lulusan baru. “Masalah terbesar biasanya terkait attitude dan komunikasi. Banyak fresh graduate enggan bertanya atau mengambil inisiatif saat menghadapi tugas baru. Selain itu, kemampuan menyampaikan pendapat dan menangani konflik dengan rekan kerja juga sering menjadi kendala,” paparnya.

Mengenai kesiapan perguruan tinggi, Dothy menilai adopsi teknologi digital di kurikulum masih perlu ditingkatkan. “Beberapa universitas, termasuk UM, sedang bergerak ke arah itu. Misalnya, mata kuliah komputer akuntansi yang saya ampu semester lalu mulai memanfaatkan software terbaru, meski masih ada ruang untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.”

Dalam mendesain kompetensi wajib bagi calon akuntan masa depan, Dothy menekankan tiga keterampilan utama: pemahaman mendalam atas ilmu akuntansi, literasi digital, serta critical thinking dan kemampuan analisis. “Ketiga hal ini menjadi fondasi agar mahasiswa mampu bersaing di dunia profesional yang terus berubah,” tambahnya.

Kaprodi Akuntansi, Eko Edy Susanto, S.E., M.AK., menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pemateri perwakilan BEI sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam MAE Vol. 2.

Sebagai pesan penutup bagi mahasiswa, Dothy menekankan mindset karier yang proaktif: tetap ingin tahu, berani bertanya, tidak takut mencoba hal baru, dan senantiasa rendah hati. Dengan sikap tersebut, mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus, tetapi menjadi individu yang benar-benar dibutuhkan oleh industri.

MAE Volume 2 FEB Universitas Mulia, melalui materi Dothy Amelia, menegaskan bahwa akuntansi modern menuntut kemampuan berpikir strategis, adaptasi teknologi, dan keberanian untuk berinovasi—kompetensi yang membedakan lulusan unggul dari sekadar pencatat transaksi. (YMN)

Balikpapan, 10 November 2025 – Dalam refleksi Hari Pahlawan tahun ini, Dosen Program Studi Hukum Universitas Mulia, Shafyra Amalia Fitriany, S.Sosio., M.HP., menyoroti bentuk perjuangan hukum masa kini yang menurutnya tidak lagi berhadapan dengan penjajahan fisik, melainkan menghadapi tantangan baru seperti ketimpangan akses terhadap keadilan, bias gender, dan pengaruh kekuasaan yang kerap memengaruhi proses hukum.

Ia menyebut semangat para pahlawan hukum masa lalu perlu diterjemahkan ulang menjadi komitmen terhadap keadilan substantif, bukan sekadar kepatuhan pada prosedur formal. “Perjuangan hari ini adalah memastikan hukum tidak berhenti pada teks, tetapi hidup dalam keadilan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam wawancara.

Menurut Shafyra, tantangan kepercayaan publik terhadap hukum menuntut keberanian moral dari para insan hukum, terutama pendidik dan mahasiswa. “Kepahlawanan di tengah dinamika hukum berarti berani bersikap kritis dan konstruktif dalam sistem yang terus berproses menuju keadilan ideal,” tuturnya. Ia menambahkan, tugas utama akademisi hukum adalah menanamkan kesadaran etis bahwa hukum seharusnya menjadi alat koreksi sosial, bukan sekadar perangkat formal negara.

Mengenai penegakan hukum di Indonesia, Shafyra menilai kondisi saat ini masih berada dalam fase pembenahan. Nilai-nilai dasar seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat yang telah dirumuskan para pendiri bangsa tetap relevan dan harus terus diperjuangkan agar semakin tercermin dalam praktik hukum.

“Masih ada tantangan dalam penerapan hukum yang menunjukkan perlunya pembenahan sistemik agar hukum benar-benar berpihak pada kebenaran dan keadilan,” ungkapnya. Ia menilai penegakan hukum baru dapat dikatakan sejalan dengan semangat pendiri bangsa ketika hukum menjadi sarana pembebasan dan perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk perempuan, masyarakat adat, dan komunitas marginal.

Shafyra juga menyoroti peran mahasiswa hukum dalam melanjutkan semangat kepahlawanan tanpa harus terlibat dalam politik praktis. Menurutnya, peran itu justru bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. “Mahasiswa hukum bisa menjadi pahlawan dengan berpikir kritis, berani bersuara atas ketidakadilan, dan mengadvokasi isu sosial di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Baginya, kepahlawanan mahasiswa terletak pada kemampuan menjembatani antara teori dan realitas sosial — antara hukum yang tertulis dan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam konteks dunia digital, Shafyra mencatat fenomena baru dalam persepsi publik terhadap hukum yang sering disederhanakan dengan istilah “no viral, no justice.” Ia menjelaskan, fenomena ini menjadi cermin tantangan bagi sistem hukum untuk tetap menjamin keadilan tanpa bergantung pada sorotan publik.

“Idealnya, keadilan tidak semestinya menunggu menjadi viral,” tegasnya. “Sistem hukum yang adil, cepat, dan berpihak pada kebenaran seharusnya mampu berdiri dengan integritasnya sendiri — tanpa tekanan dari opini publik.” (YMN)

Subur Anugerah saat mempresentasikan makalah dalam sesi Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (16/10). Foto: Istimewa

UM – Inovasi garapan dosen dan mahasiswa berupa prototipe Sistem Informasi Holistik untuk manajemen terapi jangka panjang pasien pasca-stroke, sukses mengantarkan Subur Anugerah, S.T., M.Eng meraih Best Presenter Award, dalam Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025, yang diselenggarakan Program Studi Farmasi Universitas Mulia, Kamis (16/10).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc. “Sertifikatnya menyusul, Pak. Dapat bingkisan sebagai presenter terbaik,” ujarnya seraya tersenyum.

Ia berharap, SAFANA akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Pada kegiatan yang akan datang diharapkan akan semakin banyak yang terlibat, baik para peneliti, dosen, praktisi kesehatan hingga mahasiswa untuk submit makalah, poster, maupun sebagai partisipan.

Selain itu, ia berharap ke depan akan ada lebih banyak kolaborasi, baik dari pemerintahan, lembaga kesehatan, perguruan tinggi, perusahaan farmasi dan kesehatan serta lebih banyak sponsor pendukung lainnya.

Dua orang pakar berbicara di SAFANA 2025 sebagai narasumber, antara lain Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D dari Universitas Padjajaran dan Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, S.Si., M.Si. dari Universitas Islam Indonesia sebagai pakar Nanoteknologi Farmasi.

Dalam kesempatan ini, tercatat 13 pemakalah presentasi luring di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia, 12 pemakalah presentasi daring lewat aplikasi Zoom, dan tiga orang penyusun poster. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Presenter makalah terbaik diraih oleh Subur Anugerah dari Universitas Mulia dengan judul Implementasi Sistem Informasi Holistik Berbasis Community-Based Rehabilitation (CBR) untuk Manajemen Terapi Jangka Panjang Pasien Pasca-Stroke di Balikpapan.

Sedangkan poster terbaik diraih oleh Apt. Dian Parwati, S.Farm., M.Farm dari Universitas Sam Ratulangi dengan judul Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran dan Implementasi Pharmaceutical Care Terhadap Kepuasan Pasien di Apotek Pelengkap RSUP Prof. DR. R.D. Kandou Manado.

Foto bersama undangan dan peserta Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 yang diselenggarakana Prodi S1 Farmasi Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Kamis (16/10). Foto: Media Kreatif

Foto bersama undangan dan peserta Seminar Farmasi Nasional (SAFANA) 2025 yang diselenggarakana Prodi S1 Farmasi Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Kamis (16/10). Foto: Media Kreatif

Subur Anugerah menerima bingkisan dari sponsor sebagai presenter terbaik dari Ketua Panitia SAFANA 2025 Sapri, S.Si., M.Farm. Foto: Media Kreatif

Subur Anugerah menerima bingkisan dari sponsor sebagai presenter terbaik dari Ketua Panitia SAFANA 2025 Sapri, S.Si., M.Farm. Foto: Media Kreatif

Berangkat dari Kebutuhan Nyata di Komunitas

Sementara itu, Subur Anugerah mengatakan, pencapaiannya merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin dan generasi, yang mampu menghasilkan solusi nyata untuk tantangan kompleks di bidang kesehatan, khususnya bagi para pejuang pasca-stroke di Balikpapan.

Dalam presentasinya, ia memaparkan, ide pengembangan sistem berawal dari masalah riil di lapangan. Pasien pasca-stroke memerlukan perawatan jangka panjang yang melibatkan dokter, terapis, psikolog, ahli gizi, dan keluarga. Hal ini menyebabkan data klinis sering tersebar (terfragmentasi).

“Manajemen terapi jangka panjang untuk pasien pasca-stroke membutuhkan perawatan yang kontinu. Namun, seringkali terjadi kesulitan komunikasi antardokter, terapis, dan keluarga serta data yang tidak terpusat. Hal ini dikhawatirkan akan berisiko menurunkan efektivitas terapi,” jelasnya saat presentasi.

Menjawab tantangan tersebut, sistem informasi ini dirancang berbasis CBR, dengan mengambil studi kasus pada komunitas Persatuan Penyintas Stroke Indonesia (PPSI) di Kota Balikpapan.

Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan jadwal terapi, memusatkan rekam jejak perawatan, dan memfasilitasi komunikasi yang dapat diakses oleh pasien, keluarga, dan tim medis interdisipliner.

Kolaborasi Lintas Disiplin dan Generasi Kunci Keberhasilan

Subur Anugerah, selaku ketua tim mengatakan, penghargaan Best Presenter ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Proyek ini sulit terwujud tanpa kolaborasi berbagai pihak, termasuk praktisi kesehatan seperti dokter, komunitas, dan keterlibatan dosen dan mahasiswa.

“Keberhasilan ini bukan karya satu orang, melainkan buah kerja tim yang solid. Kami berkolaborasi dengan Bapak Ridwansyah dari PPSI Balikpapan untuk mendapatkan data dan wawasan di lapangan, memfasilitasi komunikasi dengan dokter Fajar Qimindra serta dukungan rekan dosen, Bapak Istia Budi dan Bapak Suprijadi,” ungkapnya.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap peran mahasiswa Informatika dalam tim, yaitu Serlina Kombong, yang ia ajak untuk membantunya.

“Saya sangat mengapresiasi peran vital mahasiswa kami, Serlina Kombong. Keterlibatannya dalam proses pengumpulan data, sosialisasi, dokumentasi, hingga merancang visualisasi presentasi yang komunikatif, sangat krusial,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap, pengalaman ini menjadikan pelajaran bagaimana mengajak mahasiswa untuk belajar berperan dan dapat berkontribusi langsung dalam proyek yang berdampak bagi masyarakat.

Inovasi Informatika yang Menjawab Tantangan Farmasi Klinis

Meski berasal dari ranah informatika, inovasi ini dinilai sangat relevan dengan dunia farmasi. Salah satu fitur utama sistem adalah modul penjadwalan terintegrasi yang membantu memastikan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi dan berobat, sebagai sebuah aspek krusial dalam farmasi klinis.

Sistem ini juga dirancang untuk mendukung standarisasi dokumen medis menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan), yang memungkinkan seluruh tim terapis, mulai dari fisioterapis, terapis wicara, hingga psikolog, dapat memahami kondisi pasien secara komprehensif.

Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap prototipe dan diharapkan dapat terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan oleh PPSI, baik di Balikpapan maupun di kota lainnya.

“Harapan kami, prototipe ini bisa menjadi fondasi digital yang kuat untuk mendukung tim medis dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup para pejuang pasca-stroke,” tutup Subur Anugerah.

(SA/Kontributor)

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Bekal Awal Bagi Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Digital

UM – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia resmi mengumumkan pelaksanaan Matrikulasi Tahun Akademik 2025/2026 sebagai langkah awal pembekalan mahasiswa baru sebelum memulai perkuliahan reguler.

Matrikulasi mulai dilaksanakan Senin (8/9) hari ini sampai dengan Rabu (10/9) secara luring, dan akan ditutup dengan Kuliah Keilmuan Program Studi, Kamis (11/9). Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer dan Ruang Kelas Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia.

Dalam pengumuman resmi, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa matrikulasi bukan sekadar kegiatan pengantar, melainkan fondasi penting bagi mahasiswa baru.

“Matrikulasi ini adalah pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenal dasar-dasar keilmuan komputer,” ujar Djumhadi.

Menurutnya, ia ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki bekal algoritma, logika matematika, multimedia, hingga IT Essential, sebelum terjun lebih jauh ke bidang sistem informasi, teknologi informasi, informatika, maupun desain komunikasi visual.

“Dari sini, kita ingin membangun generasi digital yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era teknologi,” tambahnya.

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Pelaksanaan matrikulasi bagi mahasiswa baru 2025 yang berlangsung di Lab Komputer Fakultas Ilmu Komputer, Senin (8/9/2025). Foto: Ibeni/dok. Labkom

Peserta dan Struktur Kegiatan

Matrikulasi tahun ini diikuti oleh ratusan mahasiswa baru yang terbagi dalam beberapa kelas, mulai dari kelas pagi (enam kelas) hingga kelas malam (dua kelas).

Berdasarkan data yang diterima redaksi, jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini mencapai lebih dari 250 orang, yang berasal dari empat program studi di bawah Fakultas Ilmu Komputer, antara lain S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Teknologi Informasi, S1 Desain Komunikasi Visual (DKV).

Dosen dan Mata Kuliah

Dekan menugaskan lebih dari 10 dosen pengampu dari berbagai bidang untuk mengajar mata kuliah matrikulasi. Setiap kelas akan mendapatkan tiga materi dasar yang dilaksanakan dalam skema dua kali pemaparan teori dan satu kali ujian pemahaman.

Adapun mata kuliah yang diajarkan meliputi:

  1. Algoritma dan Logika Matematika, membahas tentang dasar berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah.
  2. Pengantar Multimedia, memberikan pengenalan dasar kreativitas visual dan teknologi media.
  3. IT Essential, memberikan pemahaman fundamental perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan komputer.

Mata Kuliah Kritis untuk Kesuksesan Akademik

Dekan menekankan bahwa Algoritma dan Logika Matematika adalah mata kuliah yang krusial, karena menjadi pondasi utama mahasiswa di bidang informatika dan sistem informasi.

Sementara itu, IT Essential sangat penting untuk mahasiswa teknologi informasi agar memahami infrastruktur digital. Sedangkan Pengantar Multimedia memberikan dasar kreativitas yang kuat bagi mahasiswa desain komunikasi visual.

“Dengan matrikulasi ini, kami ingin mahasiswa baru tidak hanya siap belajar, tetapi juga siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kesiapan sejak awal inilah yang membedakan antara mahasiswa yang sukses dan yang mudah tertinggal,” tambah Dekan.

Kegiatan matrikulasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia ini menjadi ajang penyamaan persepsi dan kompetensi awal bagi mahasiswa baru.

Dengan bekal yang matang, mahasiswa diharapkan dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan dinamika perkuliahan serta siap menjadi bagian dari generasi digital unggul yang membawa perubahan di masa depan.

(SA/Kontributor)

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

UM – Hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia menyajikan sesi yang menggugah semangat kebangsaan dan intelektual, Kamis (21/8).

Dekan FHK, Dr. Mada Aditia Wardhana, M.M., tampil dengan pendekatan unik untuk membekali para mahasiswa baru dengan pola pikir kritis yang akan menjadi fondasi kesuksesan studi mereka.

Tidak hanya sebatas memberikan informasi teknis, Dr. Mada justru membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka mengenali kembali jati diri sebagai bangsa besar dan memahami esensi menjadi seorang “maha-siswa”.

Membangkitkan Gen Penguasa Dunia: Dari Nusantara hingga Panggung Global

Dr. Mada memulai paparannya dengan pertanyaan tak terduga: “Bangsa besar apa yang pernah menguasai dunia?” Jawaban yang muncul menyebut Romawi, Mongol, hingga Persia. Namun, ia mengingatkan para mahasiswa tentang satu kekuatan besar yang sering terlupakan.

“Kalian melupakan satu, yaitu Nusantara,” tegasnya. “Genetik bangsa kita adalah genetik penguasa besar dunia. Dari Jengis Khan hingga Kekaisaran Cina, tidak ada yang pernah berhasil menaklukkan Nusantara. Gen itu ada di dalam darah kita masing-masing.”

Menurutnya, kesadaran tentang sejarah kebesaran ini penting bagi mahasiswa baru untuk membangun kepercayaan diri.

Ia mengaitkan dinamika geopolitik global saat ini dengan warisan sejarah bangsa-bangsa besar tersebut. Di tengah persaingan global, Indonesia, sebagai pewaris Nusantara, memiliki potensi luar biasa yang harus dibangkitkan kembali oleh generasi muda.

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Esensi Seorang Mahasiswa: Menangkap Pola dan Memaknai Informasi

Untuk mengilustrasikan cara berpikir yang harus dimiliki seorang akademisi, Dr. Mada menyajikan dua analogi cerdas. Pertama, melalui teka-teki “Mengapa beruang kutub tidak makan pinguin?”. Jawabannya sederhana: karena habitat mereka berbeda, satu di kutub utara dan satu lagi di kutub selatan.

“Ini bukan sekadar guyonan. Ini tentang knowledge. Jangan pernah berargumen atau menyampaikan sesuatu tanpa referensi, data, dan pengetahuan. Itulah yang membedakan seorang mahasiswa,” jelasnya.

Analogi kedua adalah tentang menangkap pola. Ia menyajikan deretan angka “2, 4, 6, 8, 10” dan bertanya angka ketujuh dalam deret tersebut. Mahasiswa dengan cepat menjawab “14”, meski angka tersebut tidak disebutkan.

“Kalian bisa menjawab karena menangkap polanya. Inilah esensi kecerdasan. Kita tidak selalu mendapatkan informasi lengkap, tapi kita harus mampu memprediksi masa depan dengan membaca pola yang ada. Itulah yang dilakukan bangsa-bangsa besar,” papar Dr. Mada.

Kunci Sukses di Bangku Kuliah: Antusias dan Serius

Sebagai penutup, Dr. Mada membagikan kunci utama untuk berhasil dalam studi melalui sebuah perumpamaan tentang dua anak yang menemukan pasir berkilau di pantai.

Anak pertama, si A, penuh rasa ingin tahu, membawa pasir itu pulang, menelitinya, dan akhirnya menemukan bahwa itu adalah berlian. Sementara anak kedua, si B, menganggapnya tak berharga dan meninggalkannya begitu saja.

“Kalian tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi yang bisa kalian kendalikan adalah hari ini. Jadilah seperti si A. Hadapi setiap mata kuliah dan tugas dengan antusias dan keseriusan. Itulah yang membedakan antara mereka yang menemukan ‘berlian’ dan mereka yang tidak,” pesannya kepada mahasiswa baru.

Sesi yang penuh makna ini diharapkan tidak hanya menjadi pengantar formal, tetapi juga pemicu semangat bagi mahasiswa FHK Universitas Mulia untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan kesadaran penuh akan potensi diri dan tanggung jawab intelektual sebagai generasi penerus bangsa.

(SA/Kontributor)

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

UM – Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti Kampus Universitas Mulia pada hari Jumat (22/8/2025). Ratusan wajah baru yang antusias resmi memulai perjalanan akademik mereka dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

Momen ini menjadi sangat bersejarah, terutama bagi Fakultas Teknik yang untuk pertama kalinya menyambut angkatan perdananya.

Kegiatan yang dirancang untuk memberikan edukasi, pencerahan, dan penguatan ini menjadi gerbang awal bagi para calon insinyur masa depan.

Fakultas Teknik Universitas Mulia, yang resmi dibuka tahun ini, langsung menawarkan tiga program studi unggulan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, yaitu S1 Teknik Industri, S1 Teknik Sipil, dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Tantangan Belajar Teknik Dihadapi Bersama

Dalam sambutan hangatnya, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng., memberikan pencerahan yang mendalam bagi para mahasiswa baru. Ia tidak menampik bahwa dunia teknik dipenuhi dengan tantangan.

“Menjadi mahasiswa teknik memang penuh tantangan: tugas dan banyaknya laporan lab yang panjang, proyek yang rumit, dan ujian yang sulit. Namun, perlu diingat, Anda tidak sendirian. Semua mahasiswa di sini sedang berjuang bersama,” ujar Doktor lulusan Universitas Ryukyus, Okinawa, Japan.

Dr. Pascarianto menekankan bahwa keberagaman latar belakang, keahlian, dan cara pandang mahasiswa justru menjadi kekuatan terbesar.

“Justru dari keberagaman ini, kita bisa saling melengkapi, membantu, dan tumbuh bersama. Jangan ragu untuk saling membantu, belajar bersama, dan saling menyemangati. Karena di Fakultas Teknik, kebersamaan bukanlah pilihan, itu adalah kebutuhan,” tegasnya.

Pesan ini menjadi penguatan mental bagi mahasiswa baru, bahwa kolaborasi dan solidaritas adalah fondasi utama untuk meraih kesuksesan di dunia teknik.

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi TPHP Rafika Dyah Maharani, S.Pi., M.T.P, Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan ruang kelas di gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan Dr. Pascarianto bersama Kaprodi dan Mahasiswa Baru 2025 mengawali penggunaan gedung baru Fakultas Teknik, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik menjalani PKKMB di Ruang Eksekutif, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik menjalani PKKMB di Ruang Eksekutif, Jumat (22/8/2025). Foto: Media Kreatif

Dekan FT Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng. (tengah) bersama Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan mahasiswa baru Teknik Sipil. Foto: Media Kreatif

Dekan FT Dr. Pascarianto Putra Bura, S.T., M.Eng. (tengah) bersama Kaprodi Teknik Sipil Rahman Satrio Prasojo, S.T., M.T. dan mahasiswa baru Teknik Sipil. Foto: Media Kreatif

Bukan Sekadar Gelar, Tapi Pembentukan Karakter Tangguh

Lebih dari sekadar mengejar kelulusan tepat waktu, Dr. Pascarianto mengajak mahasiswa untuk memaknai masa kuliah sebagai proses pembentukan diri. Menurutnya, komitmen, manajemen waktu yang baik, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah kunci untuk menyelesaikan studi dengan baik.

“Ingat, semakin cepat selesai, semakin cepat juga kita bisa melangkah ke tahap hidup berikutnya,” pesannya.

“Jadikan masa kuliah ini sebagai proses untuk membentuk diri. Bukan hanya untuk menjadi sarjana teknik, tetapi juga pribadi yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi dunia nyata,” imbuhnya.

Pesan edukatif ini diharapkan dapat membangun pola pikir mahasiswa baru agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter yang siap bersaing dan berkontribusi secara nyata setelah lulus.

Antusiasme angkatan pertama Fakultas Teknik ini mendorong Universitas Mulia terus berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas yang menjawab tantangan zaman. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar akan menempati gedung baru yang megah.

Untuk itu, bagi para calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang teknik dan inovasi, kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi perintis ini masih terbuka.

Universitas Mulia masih membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru dan akan ditutup pada tanggal 31 Agustus 2025 mendatang.

Tentu saja, ini adalah panggilan bagi para lulusan SMA/SMK sederajat untuk segera mendaftarkan diri dan bergabung dengan program studi S1 Teknik Industri, S1 Teknik Sipil, atau S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, atau program studi pilihan lain di Universitas Mulia.

Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menimba ilmu di lingkungan akademik yang suportif, kolaboratif, dan inovatif. Segera daftarkan diri Anda sebelum terlambat dan jadilah bagian dari sejarah angkatan pertama Fakultas Teknik Universitas Mulia!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, kunjungi situs web resmi Universitas Mulia atau hubungi bagian penerimaan mahasiswa baru.

(SA/Kontributor)

Balikpapan, 19 Agustus 2025– Sejak pukul 07.00 WITA, suasana di Ballroom Chengho dan Gedung Domein Universitas Mulia tampak berbeda. Ratusan mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 berdatangan dengan wajah penuh antusias. Mereka tampil seragam mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu bawahan hitam, serta syal warna-warni—merah, kuning, biru, dan hijau—yang membedakan masing-masing jurusan. Warna-warni syal itu menambah semarak ruangan yang dipenuhi semangat generasi baru.

Suasana di Ballroom Chenghoo saat mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 memadati ruang acara pembukaan PKKMB.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom., yang menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa baru. Ia menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB 2025 akan berlangsung hingga Sabtu, 23 Agustus 2025, dengan puncak kegiatan berupa inagurasi.

Personel Himpunan Mahasiswa membawa bendera Merah Putih dan panji fakultas masing-masing menuju panggung, menandai dimulainya prosesi pengukuhan mahasiswa baru.

“Setiap mahasiswa pasti mempunyai potensi. Inagurasi akan menjadi ajang bagi mereka untuk tampil maksimal, dan panitia telah menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba,” ungkapnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), bersama Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., serta jajaran dekan, berdiri di atas panggung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan dan toleransi dalam kehidupan akademik. Ia menuturkan kepada 741 mahasiswa baru yang hadir, bahwa keberagaman adalah ciri khas sekaligus kekuatan bangsa Indonesia.

Sambutan oleh Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., pada pembukaan PKKMB Universitas Mulia 2025.

“Empat puluh tahun lalu, PKKMB lebih banyak membahas wawasan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, menyatukan negeri yang memiliki 7.500 pulau, 300 suku, dan 700 bahasa. Indonesia adalah negeri yang toleran karena sejak lama kita terbiasa hidup dalam keberagaman. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., memasangkan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai simbol pengukuhan MABA 2025.

Prosesi pengukuhan mahasiswa baru menjadi momen sakral yang dinanti. Dua perwakilan mahasiswa, Arya Muhammad dari Fakultas Ilmu Komputer dan Nina Hidayati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, maju ke panggung dengan syal warna jurusan masing-masing. Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., kemudian memakaikan jas almamater secara simbolis kepada keduanya. Seluruh mahasiswa baru berdiri, mengucapkan Janji Mahasiswa Baru, dan bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri ciptaan Kusbini. Nuansa ruangan seketika berubah khidmat, seolah menyatukan semangat kebangsaan dengan ikrar akademik.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., berfoto bersama perwakilan mahasiswa baru: Arya Muhammad (Fakultas Ilmu Komputer) dan Nina Hidayati (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) usai prosesi pengukuhan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka resmi PKKMB 2025, Rektor menyampaikan apresiasi kepada panitia serta rasa bangga karena tahun ini mahasiswa dari PSDKU Samarinda turut hadir.

Sambutan Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si., dalam rangkaian acara PKKMB 2025.

“Alhamdulillah, sekitar 60 mahasiswa dari PSDKU Samarinda hadir mengikuti kegiatan PKKMB. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena untuk pertama kalinya mereka dapat bergabung dalam kegiatan bersama di kampus utama,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa PKKMB bukan hanya agenda tahunan, melainkan pintu masuk ke dunia akademik yang berbeda dari masa SMA/SMK. Ia menjelaskan bahwa dunia kampus memiliki ekosistem tersendiri yang menuntut mahasiswa untuk lebih mandiri, kritis, dan adaptif.

Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. (berbatik biru), Direktur Eksekutif BPH Yayasan Airlangga, bersama Rektor Universitas Mulia dan jajaran rektorat berdiri di atas panggung dengan khidmat menyanyikan Indonesia Raya.

“Di SMA atau SMK, banyak hal masih diarahkan guru. Di kampus, kalian harus berinisiatif, mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengelola waktu dengan matang. Inilah alasan mengapa PKKMB menjadi sangat penting, agar sebelum perkuliahan dimulai kalian sudah dibekali cara menghadapi dunia kampus,” jelasnya.

Beliau kemudian menyampaikan empat pesan utama:

  1. Belajar dengan integritas. Hindari segala bentuk plagiarisme sejak awal, karena itu merusak martabat akademik.
  2. Kembangkan diri melalui MBKM dan technopreneurship. Manfaatkan peluang magang di industri, proyek pembangunan di desa, atau riset kolaboratif lintas kampus untuk mengasah keterampilan nyata. Universitas Mulia menyediakan jalur-jalur ini agar mahasiswa dapat belajar langsung dari lapangan.
  3. Bangun karakter kolaboratif. Dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan memimpin dengan empati.
  4. Manfaatkan ekosistem kampus. Organisasi kemahasiswaan seperti BEM, HIMA, UKM, hingga Inkubator Bisnis adalah ruang belajar kepemimpinan, kreativitas, dan technopreneurship.

Selain itu, Rektor mengingatkan bahwa kampus dilindungi Undang-Undang Kebebasan Akademik dan Mimbar Akademik. Mahasiswa bebas menyampaikan pendapat dan berdebat secara ilmiah mengenai isu-isu bangsa, termasuk politik dan ekonomi, selama tidak menimbulkan fitnah.

“Di kampus ini, kalian dilindungi oleh Undang-Undang Kebebasan Akademik. Jangan ragu berdebat secara akademis, gunakan ruang ini untuk membangun tradisi intelektual,” tegasnya.

Mahasiswa baru Universitas Mulia 2025 membacakan Ikrar MABA sebagai wujud komitmen integritas dan tanggung jawab akademik.

Menutup sambutannya, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata.

“Kalian tidak hanya dituntut menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja, inovator, dan penggerak pembangunan. Mari kita jadikan Universitas Mulia sebagai rumah ilmu dan karya, membekali kalian menghadapi tantangan global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal Kalimantan Timur,” pungkasnya. (YMN)