Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

UM – Kabar membanggakan datang mahasiswa Universitas Mulia, Agung Widiyanto. Pemuda asal Balikpapan ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025.

Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi, yaitu (1) Best Delegate International Youth Excursion Network, (2) 1st Best Presentation, dan (3) 3rd Project Innovation SDGs.

Keberhasilan ini menjadikannya salah satu pemuda Kaltim yang mampu bersaing di kancah internasional dan membawa nama baik daerahnya.

Seleksi Ketat dan Kompetisi Global

Agung tidak meraih prestasi ini dengan mudah. Ia harus melewati proses seleksi yang ketat, yang dimulai dari pemberkasan administrasi, kemudian ujian tertulis yang menguji wawasan kebangsaan, kebudayaan, matematika, psikologi, serta kepribadian.

Puji Tuhan, Alhamdulillah, saya diberikan jalan untuk lolos pada tahap awal dan lanjut ke tahapan berikutnya, yaitu Focus Group Discussion (FGD),” kenang Agung.

Dalam FGD, peserta diuji kemampuannya dalam berpikir kritis, memecahkan masalah serta memberikan solusi terkait pembangunan berkelanjutan (SDGs) sesuai dengan bidang yang mereka pilih.

Dari ratusan pendaftar se-Indonesia, Agung berhasil masuk 40 finalis terbaik, yang kemudian berkesempatan untuk mempresentasikan inovasi digital SDGs dalam forum internasional di Kuala Lumpur.

Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

Agung Widiyanto. mahasiswa Prodi S1 Manajemen Universitas Mulia ini sukses mengukir prestasi gemilang di International Youth Excursion Network (IYEN) 2025 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4-7 Maret 2025. Foto: Istimewa

Pesan Inspiratif dan Harapan ke Depan

Agung menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

Anda tidak perlu menunggu hebat untuk memulai, melainkan Anda hanya perlu memulai untuk menjadi hebat,” ujarnya, seperti yang dikutip dari media.

Ia juga menekankan bahwa prestasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus menorehkan kontribusi positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

IYEN: Forum Global Pemuda Berprestasi

International Youth Excursion Network (IYEN) merupakan ajang yang mempertemukan pemuda-pemudi inovatif dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar ide, serta mengembangkan proyek-proyek berorientasi sosial dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Tahun ini, IYEN mengangkat tema “Youth-Led Solutions for Sustainable Development Goals”, menekankan peran pemuda dalam menciptakan solusi bagi tantangan global.

Dukungan dari Pemerintah dan Akademisi

Prestasi Agung mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma.

Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Agung Widiyanto yang telah mengharumkan nama Kota Balikpapan di kancah internasional. Ini membuktikan bahwa pemuda Kaltim memiliki daya saing tinggi. Kami berharap prestasi ini menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terus berinovasi dan membawa nama daerah ke tingkat global,” ujar Ratih Kusuma.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Manajemen Universitas Mulia, Dr. Pudjiati, turut bangga dengan pencapaian Agung.

Keberhasilan ini bukan hanya membanggakan bagi Agung secara pribadi, tetapi juga bagi Universitas Mulia dan Program Studi Manajemen. Ajang internasional ini memberikan wawasan luas, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun jaringan global. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.

Proyek Inovasi Digital SDGs dan Rencana Implementasi di Balikpapan

Dalam kompetisi IYEN, Agung mempresentasikan proyek inovasi digital berbasis pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang ekonomi. Proyek ini mendapat apresiasi dari para juri karena dinilai memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara nyata.

Sekembalinya ke Balikpapan, Agung berencana untuk mengembangkan serta menerapkan inovasi ini di daerahnya.

Rencana konkret saya adalah mengimplementasikan inovasi ini di Kota Balikpapan serta menjadi pemuda penggerak dan role model bagi generasi muda lainnya. Saya ingin membuktikan bahwa pemuda Balikpapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Agung.

Pemuda Kaltim di Kancah Internasional

Keberhasilan Agung menambah daftar panjang prestasi pemuda Kalimantan Timur di forum internasional. Sebelumnya, sejumlah pemuda Kaltim juga telah meraih penghargaan dalam berbagai ajang global, menegaskan potensi besar generasi muda daerah ini di bidang akademik, inovasi, dan kepemimpinan.

Dengan semakin banyaknya pemuda yang berprestasi di tingkat dunia, harapannya Kalimantan Timur dapat terus mencetak talenta-talenta unggul yang siap membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia.

(SA/Kontributor)

Para pemenang lomba dalam event Technofest 2025 yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia, Selasa (4/2). Foto: Media Kreatif

Lomba Ranking 1, UI/UX Design, Software Engineering, Computer Networking, dan Speed Typing

UM – Usai sudah lomba adu ketangkasan di bidang Teknologi Informasi, dalam Technofest 2025 yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia, Selasa (4/2). Hasilnya, berikut ini nama-nama para pemenang yang berhasil mendapatkan penghargaan.

Koordinator Panitia Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom mengatakan, lomba dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, yang didahului sambutan Dekan FIKOM Djumhadi, S.T., M.Kom dan Ketua Pelaksana mulai pukul 08.30 WITA di Ballroom Cheng Ho.

“Setelah itu, bagi peserta Lomba Jaringan dan Pemrograman diarahkan menuju Laboratorium Pemrograman dan Laboratorium Jaringan Universitas Mulia. Lomba ini dilaksanakan secara serentak dan hasil akhir dari kedua lomba akan dinilai oleh dewan juri,” ujarnya.

Sedangkan di Ballroom Cheng Ho, digelar lomba mengetik cepat (Speed Typing) yang diikuti oleh perwakilan dari beberapa sekolah. Para peserta bersaing kecepatan mengetik dengan teks yang telah disediakan.

“Lomba Mengetik Cepat ini menggunakan sistem gugur, setiap dua peserta diadu hingga tersisa pemenang yang kemudian akan diadu kembali hingga diperoleh juara 1 dan 2,” terangnya.

Setelah lomba mengetik cepat, acara dilanjutkan dengan lomba Ranking 1 yang mengusung konsep seperti kuis Ranking 1. “Seluruh peserta diuji kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dengan sistem gugur hingga terpilih satu orang sebagai juara,” terangnya.

Setelah itu, masih di tempat yang sama digelar lomba UI/UX Design. Peserta diwajibkan untuk mengumpulkan proposal ide karya terlebih dahulu saat pendaftaran.

“Di sini, karya-karya Desain UI/UX tersebut dipresentasikan di hadapan dewan juri. Sesi presentasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dari dewan juri untuk menilai orisinalitas, kreativitas serta kesesuaian desain dengan tema yang telah ditentukan,” terangnya.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i bersama Wakil Rektor dan jajaran Fakultas Ilmu Komputer. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Wakil Rektor dan jajaran Fakultas Ilmu Komputer. Foto: Media Kreatif

Pemenang kedua lomba Ranking 1 Qolbi Zakin dari Prodi S1 Informatika tersenyum lebar. Foto: Media Kreatif

Pemenang kedua lomba Ranking 1 Qolbi Zakin dari Prodi S1 Informatika tersenyum lebar. Foto: Media Kreatif

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing) sedang bersiap-siap. Foto: Media Kreatif

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing) sedang bersiap-siap. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba pemrograman (Software Engineering) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba pemrograman (Software Engineering) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba jaringan komputer (Computer Networking) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Seorang peserta lomba jaringan komputer (Computer Networking) tingkat SMK. Foto: Media Kreatif

Presentasi peserta lomba UI/UX Design dari ITK. Foto: Panitia Mahasiswa

Presentasi peserta lomba UI/UX Design dari ITK. Foto: Panitia Mahasiswa

Berikut nama-nama para pemenang masing-masing lomba dan asal sekolahnya.

Lomba Ranking 1

  1. Syakira Haningtyas, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Informatika tahun 2022
  2. Qolby Zakin Sephiana, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Informatika tahun 2023

Lomba UI/UX Design

  1. Alessandro Benaya Pinem, asal Institut Teknologi Kalimantan, Prodi S1 Informatika tahun 2021
  2. Muhamad Nico Arifin, asal Institut Teknologi Kalimantan, Prodi S1 Informatika tahun 2023

Lomba Mengetik Cepat (Speed Typing)

  1. Muhammad Fahmi Hanif, asal SMKTI Airlangga Samarinda – PPLG
  2. Muhammad Rafiluth Putraku Danatmaja, asal Universitas Mulia, Prodi S1 Sistem Informasi tahun 2023

Lomba Jaringan (Computer Networking)

  1. Anugerah Fakhriza Reswara, asal SMKTI Airlangga Samarinda Jurusan TJKT
  2. Adji Kurniawan Abdillah, asal SMK Kartika V-l Balikpapan Jurusan TKJ

Lomba Pemrograman (Software Engineering)

  1. Alfian Ramadani, asal SMK Negeri 2 Balikpapan Jurusan RPL
  2. Razi Maulana, asal SMKN 6 Balikpapan Jurusan RPL

Komentar Sebagian Pemenang

Ternyata, sebagian para pemenang telah mempersiapkan diri beberapa pekan sebelum pelaksanaan lomba digelar. Ini terungkap ketika peraih juara pertama lomba UI/UX Design Alessandro Benaya Pinem dari ITK mengaku telah mempersiapkan diri sebelumnya.

“Yang pasti aku cek dulu studi kasus yang relevan sekarang, karena studi kasus itu penting untuk kita nanti presentasi. Habis itu, kita rancang lagi ide dari solusi masalah yang ada di lapangan, terus kita buat solusinya dan itu langsung kita buatkan desain aplikasinya,” ujarnya.

Alessandro menambahkan, dirinya mengerjakan proposal Desain UI/UX tersebut dengan mempelajari langsung di lapangan selama satu pekan. Sedangkan untuk mengerjakan desain membutuhkan waktu dua hari.

“Eh, kalau kami sih awal-awal rapat dulu ya, brainstorming storming dulu, menyatukan ide dulu. Habis itu, kita bikin page list-nya, terus habis itu desain-desainnya begitu,” tambah Reno, satu kelompok dengan Nico Arifin dari ITK.

Nico dan kawan-kawan hanya membutuhkan waktu empat hari menyusun proposal. Mereka mengaku dibantu para seniornya dalam menyusun proposal.

Sementara itu, Adji Kurniawan Abdillah, pemenang kedua lomba Jaringan Komputer mengatakan dirinya tidak mengira akan menjadi salah satu pemenang.

“Saya tidak menyangka bisa menang dapat juara dua di kontes jaringan dan juga saya senang mengikuti acara ini sampai selesai,” kata Adji.

Adji yang datang bersama dua orang temannya, Nur Aisyah Kiranti dan Aura Syifa itu sejak awal cukup menyadari bahwa tidak mungkin semua peserta akan memenangkan lomba.

“Ya, nggak mungkin semua orang menang, tapi yang kalah juga hebat kok. Kalau kesan saya sih acaranya sudah bagus banget, asik. Acaranya asik banget, banyak kegiatan yang menghibur juga walaupun nggak menang tetap ada hadiah doorprize dari kakak-kakak,” kata Aisyah Kiranti.

Ketika ditanya apa rencana setelah lulus SMK, mereka menjawab dengan berbeda-beda. Adji menyebut dirinya sejak awal sekolah ingin bekerja sesuai bidangnya, Aisyah ingin melanjutkan ke perguruan tinggi ITK dan Universitas Mulia, sedangkan Aura ingin kuliah sambil bekerja.

Oke deh. Hebat-hebat. Selamat ya! Semoga sukses semua!

(SA/Kontributor)

Foto bersama Rektor bersama Wakil Rektor dan jajaran pejabat Universitas Mulia dan seluruh peserta dan panitia Technofest 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Rangkaian Technofest 2025, Ada Lomba UI/UX Design, Jaringan Komputer, dan Ranking 1

UM – Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia menggelar Festival Technologi Technofest yang diisi dengan berbagai lomba untuk siswa SMA dan SMK se-Kota Balikpapan, Selasa (4/2). Lomba antara lain UI/UX Design, Jaringan Komputer, Ranking 1, Mengetik Cepat, dan Software Engineering atau pemrograman yang diikuti oleh 50 orang peserta.

Dekan FIKOM Djumhadi, S.T., M.Kom dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini diharapkan akan menjadi wadah bagi anak-anak para generasi muda untuk berinovasi, belajar, dan berkontribusi dalam memajukan teknologi di masa depan.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang cukup berharga serta meningkatkan semangat untuk terus belajar dan berkarya,” tuturnya, seraya tersenyum.

Menurutnya, lomba yang digelar dalam sehari ini menekankan para peserta tidak perlu risau, baik menang maupun kalah. Di dalam setiap kompetisi, tambahnya, yang terpenting adalah proses belajar dan semangat untuk berkembang.

“Kalah menang itu sudah biasa. Jadi, bagi siapa yang menang, saya ucapkan selamat. Yang kalah, jangan putus asa, belajar lebih giat lagi,” ujarnya.

Djumhadi berharap, Festival Teknologi atau Technofest FIKOM akan terus dilanjutkan penyelenggaraannya di tahun depan dan tahun yang akan datang.

Senada, Rektor Universitas Mulia Balikpapan Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyambut hangat para peserta lomba yang terlihat antusias.

“Selamat datang di Kampus Universitas Mulia. Kampus kita adalah kampus berbasis teknologi dengan visi akan menghasilkan wirausahawan baru berbasis technopreneur. Jadi, itu adalah visi kita,” tutur Rektor, menyapa peserta.

Rektor menyebut beberapa nama sekolah yang mengirimkan pesertanya untuk mengikuti lomba yang didominasi dari Kota Balikpapan. Di antaranya adalah SMK Negeri 6, SMK Negeri 3, SMK Negeri 1, SMA Integral Luqman Al Hakim, SMK Kartika, SMAIT Al-Aulia, SMK Negeri 5, dan yang terjauh SMKTI Airlangga Samarinda.

“SMK TI Airlangga Samarinda. Oke, selamat datang, ya. Sangat jauh perjalanan, jam berapa dari Samarinda ini baru nyampai ke sini? Oke, jam 06.00, ya. Terima kasih, ya, telah hadir walaupun jauh dari Samarinda,” sapa Rektor.

Selain itu, turut hadir peserta mahasiswa dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Universitas Mulia, yang didominasi dari program studi yang ada di bawah naungan Fakultas Ilmu Komputer.

“Saya selaku pimpinan Universitas Mulia mengucapkan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi kepada Dekan Fakultas Komputer yang telah melaksanakan kegiatan ini, yaitu dengan nama FIKOM Techno Fest 2025,” tutur Rektor.

Rektor setuju kegiatan ini digelar secara berkelanjutan, karena dinilai memberikan manfaat bagi generasi muda di Kota Balikpapan, agar termotivasi dan memiliki wadah yang rutin untuk mengasah kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Technofest 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Technofest 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Djumhadi, S.T., M.Kom saat memberikan sambutan Technofest 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Djumhadi, S.T., M.Kom saat memberikan sambutan Technofest 2025. Foto: Vio/Media Kreatif

Tampak sebagian peserta dari SMA/SMK di Kota Balikpapan dan Samarinda. Foto: Vio/Media Kreatif

Tampak sebagian peserta dari SMA/SMK di Kota Balikpapan dan Samarinda. Foto: Vio/Media Kreatif

“Jadi, ini suatu kegiatan yang saya kira sangat memberikan manfaat kepada pencerdasan, kepada mengasah kemampuan dari para siswa, siswa yang ada di Kota Balikpapan untuk mencoba berkompetisi, menjadi siswa-siswa yang berprestasi di bidang teknologi dan informasi,” tutur Rektor.

Pasalnya, menurut Rektor, di era disrupsi 4.0 mengharuskan manusia untuk melakukan perubahan secara masif dalam sistem dan tatanan kehidupan, terutama bisnis akibat inovasi teknologi.

Bagi generasi saat ini, lanjutnya, perubahan tersebut tidak begitu terasa dirasakan, jika dibanding generasi para pendahulu yang lebih dulu mengenal tidak adanya teknologi informasi dan komunikasi.

“Tetapi, kami-kami yang sudah tua ini merasakan era itu. Ketika dulu kita kuliah, kalau ingin kita melakukan kumpul-kumpul begini, nggak ada handphone pada saat itu, yang ada saat itu wartel, warung telkom namanya,” tutur Rektor.

Namun, tambahnya, era saat itu kini telah menjadi kenangan, berganti dengan kemajuan teknologi informasi, media sosial, yang bagi generasi saat ini, kapanpun bisa berkomunikasi setiap saat.

“Saya itu sampai S1, karena saya selesai S1 tahun 89, saya masih menggunakan mesin tik. Jadi, skripsi kita itu kalau misalkan konsultasi satu halaman itu ada salah, misalkan dua kata dicoret sama dosen pembimbing, harus satu halaman kita ganti dan itu harus diketik,” kisahnya.

“Jadi, mengetik itu harus pintar lagi, harus rata kanan. Bagaimana caranya bisa rata kanan? Itu harus pintar-pintar, naluri spasi. Jadi misalnya mengetik satu kata, ada spasi, kira-kira kanan itu bisa rata. Coba repotnya pada saat itu,” tambahnya.

Saat ini, perubahan perilaku juga banyak dirasakan para generasi sebelumnya. Salah satu contohnya, kehadiran stop-kontak atau colokan listrik.

“Kalau dulu kita pergi ke suatu tempat, yang kita cari itu adalah apa, ya? Cari minum, cari makan. Kalau sekarang sampai ke satu tempat, yang dicari itu colokan. Benar, nggak?” ujarnya.

Perubahan perilaku masyarakat yang cenderung ringkas dan cepat dalam memenuhi kebutuhan teknologi, diikuti oleh berbagai industri lainnya, mulai dari rumah sakit, perhotelan, pendidikan, dan lainnya.

“Dan adik-adik mahasiswa dan para pelajar semua, hidup di era ini dan 30 tahun kemudian itu adalah masa di mana para mahasiswa yang sekarang yang menjadi pemilik dan berkontribusi dari pembangunan di Indonesia, apalagi menjelang yang namanya Indonesia Emas tahun 2045,” tuturnya.

Untuk itulah, Rektor menekankan pentingnya upaya mengasah kemampuan, mengasah inovasi yang harus dilakukan sedini mungkin.

“Kegiatan ini perlu kita berikan apresiasi,” tutur Rektor.

Rektor berharap Fakultas Ilmu Komputer secara reguler dan berkelanjutan menggelar Festival Teknologi sehingga akan lahir siswa-siswa di Kota Balikpapan yang berprestasi yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

Rektor juga mengenalkan tiga program studi di bawah Fakultas Ilmu Komputer, antara lain S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, dan S1 Sistem Informasi. Ketiga program studi ini sangat cocok untuk mengembangkan talenta di bidang teknologi informasi.

Selain itu, Rektor juga berharap lima program studi baru mulai dibuka untuk tahun 2026 mendatang dan sudah keluar SK-nya. Di antaranya adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Industri, S1 Teknologi Pangan.

Rektor menutup sambutan dengan mengutip pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, “Change will not come if we wait for some other person or some other time. We are the ones we’ve been waiting for, we are the change that we seek.

“Perubahan itu tidak akan datang jika kita menunggu orang, jika kita menunggu orang lain atau waktu lain. Kita adalah orang-orang yang kita tunggu-tunggu, kita adalah perubahan yang akan kita cari,” pungkasnya, sekaligus secara resmi membuka lomba.

(SA/Kontributor)

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu kelompok mahasiswa juara stand terbaik Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan Disporapar, 23-25-Februari 2024. Foto: SA/Kontributor

UM – Apel Senin pagi (4/3) kali ini istimewa karena diikuti para mahasiswa berprestasi. Mereka mendapatkan apresiasi dan piagam penghargaan dari Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T

“Jadi, hari ini spesial. Karena memang hari ini khusus kita akan memberikan apresiasi kepada mahasiswa,” tutur Rektor mengawali sambutan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengingatkan bahwa hari Senin (4/3) ini adalah hari pertama kuliah Semester Genap 2023/2024 mengawali pertemuan pertama dengan para mahasiswa.

“Silakan mahasiswa eksplor ilmu pengetahuan yang diberikan oleh dosen. Mudah-mudahan semua proses pembelajaran berjalan dengan lancar,” tutur Rektor Prof. Ahsin.

Prof. Ahsin mengatakan dirinya sangat senang beberapa mahasiswa sudah menunjukkan prestasinya, seperti di bidang voli yang juara dua turnamen Paguyuban Balikpapan beberapa waktu yang lalu serta bidang lomba yang lain.

Pada apel pagi tersebut, Rektor memberikan penghargaan kepada kelompok mahasiswa yang berprestasi. Di antaranya mahasiswa Juara II Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024.

Kemudian Juara I Stand Terbaik Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), 23-25 Februari 2024. Dan Juara II Social Media Video Challenge yang diselenggarakan BPOM, 4 Februari 2024.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai dan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T bersama dosen dan mahasiswa berprestasi Juara II Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai dan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T bersama dosen dan mahasiswa berprestasi Juara II Turnamen Bola Voli Piala Paguyuban Balikpapan, 4-10 Februari 2024. Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai dan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T bersama dosen dan mahasiswa berprestasi  Juara II Social Media Video Challenge yang diselenggarakan BPOM, 4 Februari 2024. Foto: SA/Kontributor

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai dan Wakil Rektor Mundzir, S.Kom., M.T bersama dosen dan mahasiswa berprestasi Juara II Social Media Video Challenge yang diselenggarakan BPOM, 4 Februari 2024. Foto: SA/Kontributor

Kepada para juara, Rektor berpesan agar prestasi tersebut bukan sekadar untuk mendapatkan juara atau piala saja, melainkan sebagai salah satu sarana latihan untuk melunakkan karakter, keberanian berbicara di hadapan umum, kemampuan berkolaborasi, dan bekerjasama dengan yang lain.

“(Prestasi) Itu didapatkan dengan berorganisasi. Mendapatkan juara voli, misalnya, itu tidak bisa kalau tidak ada kesungguhan, tidak bisa kalau tidak ada kerjasama yang baik, persiapan yang baik. Itu adalah karakter yang dibangun, dibentuk di diri kita selama kita jadi mahasiswa,” pesan Rektor.

Lebih lanjut, Rektor berharap para mahasiswa semakin nyaman dan mendapatkan haknya sebagai mahasiswa serta mendapatkan pendidikan dengan baik. Rektor akan memperbaiki segala kelemahan-kelemahan yang ada saat ini.

“Nah, jadi saya berharap mahasiswa mulai semester ini, mulai tahun ini. Ayo kita sama-sama beraktivitas. Karena keberhasilan mahasiswa, mengharumkan nama baik Universitas Mulia,” tuturnya.

Rektor berharap para mahasiswa dapat meningkatkan prestasinya, tidak saja di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan demikian, prestasi tersebut dapat memberikan keuntungan di sisi akademik, seperti bebas skripsi.

“Tapi ini belum ya, ini jadi keuntungan akademik. Itu akan kita matangkan lagi. Karena ada prestasi-prestasi, tapi ini harus betul-betul didetailkan perencanaan ini. Jadi, itulah bentuk apresiasi kita, Universitas Mulia, kepada kalian semua,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Tim Universitas Mulia dengan suka cita beraksi dengan Piagam Penghargaan Juara I Stand Terbaik Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan Tahun 2024. Foto: Istimewa

UM – Stand Universitas Mulia pada Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) akhirnya meraih Juara I. Piagam Penghargaan langsung diberikan oleh Kepala Disporapar Ratih Kusuma saat penutupan di Gedung Tenis, Minggu (25/2) malam.

Dalam pernyataannya, Ratih mendorong para pemuda untuk mandiri dengan memfasilitasi para wirausahawan pemula ruang untuk mengekspresikan produk dan usaha mereka. Dengan kegiatan tersebut, ia berharap capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kota Balikpapan juga meningkat.

IPP adalah sebuah instrumen untuk memberikan gambaran kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. IPP Indonesia dapat menjadi rujukan bagi kebijakan dan strategi pembangunan pemuda di Indonesia.

Kepala Disporapar C.I Ratih Kusuma W menyerahkan Piagam Penghargaan kepada perwakilan mahasiswa Universitas Mulia sebagai Juara I Stand Terbaik Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan tahun 2024, Minggu (25/2). Foto: Istimewa

Kepala Disporapar C.I Ratih Kusuma W menyerahkan Piagam Penghargaan kepada perwakilan mahasiswa Universitas Mulia sebagai Juara I Stand Terbaik Pameran Kewirausahaan Pemuda Pemula Kota Balikpapan tahun 2024, Minggu (25/2). Foto: Istimewa

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T bersama dengan dosen, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd dan Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm dan para mahasiswa. Foto: Istimewa

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T bersama dengan dosen, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd dan Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm dan para mahasiswa. Foto: Istimewa

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T bersama dengan dosen, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd dan Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm terus mendampingi para mahasiswa selama pameran berlangsung.

“Kebetulan hari ini masih dalam rangka libur semester, belum ada aktivitas perkuliahan di kampus. Tapi para dosen dan mahasiswa ada yang sudah memiliki produk yang siap untuk dipromosikan dan dipasarkan, karena mereka memang sudah berwirausaha,” tutur Mundzir, seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (23/2).

Ia kemudian menugaskan kepada tiga orang dosen untuk menjadi pembimbing mahasiswa mengisi stand atau tenda tenant.

Tiga orang dosen pendamping antara lain Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd, Wuri Damayanti, S.Farm., M.Farm, dan Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd. Para dosen bertugas mendampingi secara bergantian selama pameran berlangsung, mulai pukul 8.00 sampai dengan pukul 22.00 Wita.

Mundzir menerangkan setidaknya terdapat 20-30 macam produk yang siap dipasarkan para mahasiswa. Pameran kewirausahaan sebanyak 30 tenant ini diikuti perguruan tinggi, OPD, organisasi olahraga dan kepemudaan serta organisasi disabilitas.

Tampak tenda Universitas Mulia, yang bersanding dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), menyediakan ragam produk kuliner seperti jajanan, minuman herbal karya Prodi Farmasi, produk permainan karya Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGAUD).

Atas capaian tersebut, Mundzir mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang terlibat, terutama kepada para dosen yang tidak kenal lelah terus mendorong para mahasiswa untuk selalu berbuat yang terbaik.

Apa kata dosen pendamping selama mendampingi mahasiswa?

Ketika ditanya apa resepnya bisa terpilih menjadi juara, Dr. Linda mengatakan ia tidak menyangka jika kegiatan tersebut dilombakan oleh panitia. Padahal, keikutsertaan mereka dalam pameran tersebut adalah turut meramaikan rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka HUT ke-127.

“Jadi, pameran kemarin itu dilombakan. Kita Juara 1 stand dengan desain terbaik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada empat kategori yang digunakan panitia untuk menentukan para juara. “Kategori paling banyak pengunjung, paling banyak omset, paling bagus desainnya, dan satunya lupa saya,” sembari tertawa.

Tetapi yang lebih penting, menurutnya, pelajaran yang didapat dari mengikuti kegiatan tersebut adalah semuanya berlangsung dengan aman, selamat, dan lancar tanpa kendala yang berarti. Seluruh tim mahasiswa bisa rukun kompak dan bekerjasama dengan baik.

Baginya, apapun tugas dan amanah yang diberikan, hal itu merupakan kepercayaan yang sangat berharga untuk dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan senang hati.

“Bener-bener capek sih ya… kalau gak juara, rugi dong?” mungkin itu kata para mahasiswa juara. Selamat ya! Tetap jaga semangat!

(SA/Kontributor)

Nabila Tsabita, mahasiswa baru 2023 prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis saat berpidato di malam inagurasi, Kamis (31/8). Foto YouTube.

UM – Mulia Inauguration 2023 telah ditutup pekan lalu, Kamis (31/8). Namun, ada beberapa aksi yang dibawakan mahasiswa baru yang sangat menarik dan perlu dipahami banyak mahasiswa. Bukan saja hanya untuk mahasiswa baru, tetapi juga untuk mahasiswa lama dan dosen. Apa itu?

Yup, pidato Nabila Tsabita, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pidato yang langsung disimak Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi ini berhasil mencuri perhatian dan mendapat Applause hadirin.

Pasalnya, di atas panggung sore itu, Nabila tampak cukup menguasai keadaan. Dirinya tampak lancar dan tidak terbata-bata dalam mengungkapkan pendapat tanpa teks.

“Yang terhormat Bapak Rektor, yang Kami hormati Bapak Rizal Effendi, yang Kami hormati pula Bapak dan Ibu Dosen beserta teman-teman yang saya banggakan,” sapa Nabila di awal pidato.

Sebagaimana dalam setiap pidato, Nabila cukup lancar mengawalinya dengan kata pembuka, mengucapkan salam, menyapa hadirin, mengucapkan syukur, dan mendoakan seluruh hadirin agar selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa.

Tak lupa, Nabila juga memperkenalkan diri sebelum berpidato tentang Peran Pemuda sebagai Mahasiswa dalam Kontribusinya Terhadap Bangsa.

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

“Ini bukan soal kenaikan atau sok kepedulian, tetapi ini tentang kesadaran. Kesadaran yang hanya akan tumbuh subur jika pemiliknya mau menyuburkannya,” kata Nabila.

“Apa peran kita sebagai seorang mahasiswa?” tanya Nabila.

Menurutnya, ada tiga peran utama penting mahasiswa sebagai pemuda dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

“Yang pertama sebagai Agent of Change, yang kedua sebagai Iron Stock, dan yang terakhir sebagai Social Control,” ungkap Nabila.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai Agent of Change dipersiapkan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, namun tidak melupakan nilai-nilai luhur bangsa, dan jiwa Pancasila sebagai dasar fundamental.

Sedangkan mahasiswa sebagai Iron stock, lanjutnya, mahasiswa dipersiapkan untuk menggantikan ke pemerintahan dalam menjalankan roda kepemimpinan ke depan.

“Jadi, seharusnya kecerdasan dan juga kepemimpinan akan jatuh kepada mahasiswa,” kata Nabila.

Sebagai Social Control, Nabila mendorong mahasiswa harus bisa membawa diri dalam mengawasi kebijakan publik dan turut membantu menyuarakan kesejahteraan.

“Demi terciptanya kehidupan kebangsaan dan bernegara yang adil, tertib, bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nabila.

Nabila juga mengajak mahasiswa untuk tahu tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Menurutnya, ada dua tugas yang perlu mahasiswa lakukan.

“Yang pertama sebagai pejuang intelektual dan moral,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pejuang intelektual, mahasiswa harus belajar mengejar ketertinggalan. “Mencari 1000 alasan untuk memikirkan hal yang ke depan, kemudian mencari jawaban di setiap permasalahan,” ajak Nabila.

Dan yang kedua, Nabila mengajak mahasiswa memberikan solusi sebagai penyelesaian untuk pembuka jalan.

“Tidak perlu kita melangkah terlalu jauh untuk memikirkan bagaimana negara kita, cukup kita melakukan dari diri sendiri seperti apa kita membawa negara kita,” kata Nabila.

‘Jangan pernah tanya kepada negara apa yang negara berikan kepada kita, tetapi tanyakan kepada diri sendiri apa yang telah kita lakukan untuk negara kita,” pungkas Nabila di akhir pidatonya.

(SA/Puskomjar)

Bagus Indrayana (paling kiri) bersama pengelola PSDKU Samarinda dan Lurah Dadi Mulya Syamsu Alam (tengah). Foto: PSKDU Samarinda

UM – Sejumlah mahasiswa dan dosen Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Samarinda menggelar seremoni penandatanganan kerja sama tridarma perguruan tinggi dengan pihak Kelurahan Dadi Mulya, Jumat (28/7). Kegiatan tersebut sekaligus peluncuran Aplikasi SiapSama yang dikembangkan mahasiswa.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan silaturahmi antara pengelola PSDKU Samarinda dengan pihak kelurahan bersama PKK dan darma wanita serta sosialisasi beasiswa Universitas Mulia bagi warga Kelurahan Dadi Mulya,

“Awalnya memang kami bersilaturahmi dengan Pak Lurah. Kami sampaikan ingin membantu peningkatan kinerja pegawai kelurahan dalam bentuk sumbangan aplikasi dan pelatihan,” tutur Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I, selaku dosen pembimbing

Setelah melakukan pengumpulan data kebutuhan, Tina memperoleh informasi bahwa saat ini kebutuhan yang mendesak adalah mengatasi persoalan disposisi surat.

“Menurut Sekretaris Lurah, persoalan yang paling penting saat ini adalah mengenai disposisi surat. Karena Pak Lurah sering di luar kantor sehingga memerlukan aplikasi disposisi berbasis Cloud untuk memudahkan memberikan disposisi meskipun sedang berada di luar kantor,” tutur Tina.

Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I bersama Lurah Dadi Mulya Syamsu Alam, S.IP, M.Si. Foto: PSDKU Samarinda

Tina Tri Wulansari, S.Kom., M.T.I bersama Lurah Dadi Mulya Syamsu Alam, S.IP, M.Si. Foto: PSDKU Samarinda

Ibu-ibu PKK dan Darma Wanita Kelurahan Dadi Mulya Samarinda. Foto: PSDKU Samarinda

Ibu-ibu PKK dan Darma Wanita Kelurahan Dadi Mulya Samarinda. Foto: PSDKU Samarinda

Dengan begitu, tambah Tina, kelurahan berharap dengan penerapan aplikasi tersebut, pengarsipan surat juga menjadi lebih mudah dan lebih cepat digunakan kembali dengan baik.

Untuk kebutuhan tersebut, Tina selanjutnya berkomunikasi dengan pengelola PSDKU. Kemudian disepakati untuk membentuk tim yang terdiri dari dirinya bersama dengan seorang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, yakni Bagus Indrayana.

“Kami kemudian mencoba membuat solusi atas permasalahan tersebut, dengan pembuatan Aplikasi SiapSama. Alhamdulillah sudah uji coba dan mendapat respons sangat baik dari pihak kelurahan,” ungkap Tina, senang.

Atas keberhasilan pengujian tersebut, Lurah Dadi Mulya Syamsu Alam, S.IP., M.Si menggelar seremoni peluncuran Aplikasi SiapSama bersama warga sekitar.

Syamsu Alam menyambut positif atas kontribusi PSDKU Universitas Mulia Samarinda dan berharap tidak berhenti sampai di sini, terutama bagaimana pengembang aplikasi ke depan dapat terus memberikan dukungan keberlanjutan pemanfaatan aplikasi di masa yang akan datang.

“Kontribusi untuk kelurahan insya Allah tidak berhenti di sini. Universitas Mulia bisa membantu memberikan pelatihan-pelatihan teknologi informasi bagi aparat kelurahan maupun warganya,” tutup Tina.

(SA/Puskomjar)

Mahasiswa D3 Sistem Informasi Universitas Mulia Muhammad Ansuri Zidan meraih Juara I Lomba Bidang IT Software Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (PKPI) Tingkat Kota Balikpapan, 14-16 Maret 2023 di Atrium Plaza Balikpapan. Foto: Istimewa

UM – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Lomba Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia Tingkat Kota Balikpapan di Atrium Plaza Balikpapan, 14-16 Maret 2023. Mahasiswa Program Studi D3 Sistem Informasi Muhammad Ansuri Zidan berhasil menyabet Juara I Bidang IT Software lewat karyanya solusimassa.com.

Lomba yang diselenggarakan bersamaan dengan Gebyar Produk Wirausaha Muda di tempat yang sama ini cukup meriah. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan, dr C.I Ratih Kusuma mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Balikpapan mendorong para pelaku usaha.

“Kegiatan ini nantinya kita gabung dengan program Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kaltim,” tutur Ratih.

Sementara itu, M Safii selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa pada lomba tahun ini mahasiswanya mengikuti dua kategori lomba, yaitu IT Hardware dan IT Software. “Alhamdulillah, untuk kategori IT Software, Muhammad Ansuri Zidan meraih juara pertama,” tuturnya senang.

Muhammad Ansuri Zidan saat mempresentasikan karyanya di hdapan dewan juri PKPI Tingkat Kota Balikpapan Tahun 2023. Foto: Istimewa

Muhammad Ansuri Zidan saat mempresentasikan karyanya di hdapan dewan juri PKPI Tingkat Kota Balikpapan Tahun 2023. Foto: Istimewa

Informasi Lomba PKPI Tahun 2023 Tingkat Kota Balikpapan.

Informasi Lomba PKPI Tahun 2023 Tingkat Kota Balikpapan.

Sertifikat Penghargaan Juara I IT Software PKPI Tingkat Kota Balikpapan 2023. Foto: Istimewa

Sertifikat Penghargaan Juara I IT Software PKPI Tingkat Kota Balikpapan 2023. Foto: Istimewa

Atas prestasi tersebut, Zidan diganjar sertifikat penghargaan dan uang pembinaan sebesar tiga juta rupiah. Selanjutnya, kategori IT Software akan berlanjut dilombakan di tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus atau September 2023 mendatang.

“Semoga di tingkat provinsi masih dan bisa menjadi juara dan mewakili Provinsi Kalimantan Timur di tingkat Nasional,” harapnya.

Terkait karya yang berhasil dipilih dewan juri sebagai pilihan juara pertama, Safii mengatakan aplikasi tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur.

“Aplikasi yang dibuat Zidan ini telah digunakan pelaku usaha UMKM Kota Balikpapan untuk mempromosikan produk dan jasanya secara online. Bisa diakses di solusimassa.com,” ungkap Safii.

Safii mengatakan solusimassa.com telah dikembangkan mahasiswanya jauh hari sebelum pelaksanaan lomba. Ia menilai aplikasi tersebut sangat bermanfaat untuk pelaku UMKM dalam membantu mempromosikan produknya, gratis.

Selaku Ketua Program Studi D3 Sistem Informasi, Safii mengungkapkan dirinya cukup puas dan mengapresiasi mahasiswanya yang telah berhasil mempertahankan prestasinya, meski di kategori yang berbeda dibanding tahun sebelumnya.

(SA/Puskomjar)

Sosialisasi dan Pembekalan Lolos PKM 2023 oleh Dr. Heny Kusdiyanti dari Universitas Negeri Malang, Jumat (24/2). Foto: Screenshot

UM – Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi akan menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2023. Untuk itu, Universitas Mulia menyelenggarakan Sosialisasi dan Pembekalan yang disampaikan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Malang Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M, Jumat (24/2).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T mengatakan bahwa ia berharap setiap tahun mahasiswa selalu lolos PKM. “Memang betul selalu ada perwakilan (lolos PKM), kecuali tahun kemarin. Untuk itu, kami berpikir harus ada pembekalan dan pencerahan dari mentor-mentor yang terbukti sering meloloskan mahasiswanya di PKM,” tutur Mundzir.

Mundzir menceritakan, dirinya mencari beberapa mentor berpengalaman yang berasal dari kampus ternama di Malang. Dua di antaranya adalah Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

Dengan adanya sosialisasi dan pembekalan bagi mahasiswa dan dosen, ia berharap akan ada peningkatan jumlah proposal yang masuk dan lolos PKM dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, sembari memperkenalkan diri, Dr. Heny mengatakan dirinya pernah berkunjung ke kampus Universitas Mulia. “Saya pernah sanjang ke sana dan melihat sendiri kampus memang cantik, orang-orangnya juga lulusan dari kampus luar biasa di Jawa. Artinya, kompetensi dosennya sudah imbang dengan di Jawa,” tutur Dr. Heny.

Dr. Heny mengaku dirinya menyukai memaparkan tentang PKM. “Sampai detik ini saya tidak bisa dilepaskan dari PKM,” ungkapnya. Bahkan, meski berkeinginan untuk ke bidang lain, namun ia diberikan tugas menjadi Direktur Kemahasiswaan. “Ini yang menjadikan saya tetap harus di PKM,” tuturnya.

Menurutnya, PKM adalah pembuktian dalam hal keilmuan yang sudah dipelajari selama di bangku kuliah untuk diujikan secara nasional atau diujikan dengan kreativitas. “Semakin kita berkreativitas, semakin kita meng-unit-kan ke dalam satu tema, itu dihargai oleh tim reviewer,” tuturnya membuka rahasia.

Dari pengalamannya tahun lalu, tema-tema PKM mengarah di bidang kesehatan. “Mengapa? Karena ternyata dua tahun terakhir kita Covid-19. Itu menjadi sasaran tema untuk Pimnas, yaitu tentang bidang kesehatan,” tuturnya.

Pimnas atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional merupakan kegiatan resmi tahunan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pimnas dalam bidang penalaran berupa lomba karya ilmiah mahasiswa tingkat nasional.

Menurut Dr. Heny, Pimnas menjadi ajang alat ukur perihal keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa dan bersaing secara nasional bahkan internasional.

“Kenapa sih harus ikut PKM?” tanya Dr. Heny kepada peserta sosialisasi.

Menurutnya, selain akan mendapatkan hadiah, mengikuti PKM merupakan salah satu bentuk kontribusi dan prestise bagi universitas, dosen, maupun bagi mahasiswa itu sendiri.

“Saya pernah punya mahasiswa yang lolos dalam Pimnas, itu sudah menjadi Entertain dimana-mana. Tidak hanya dosennya sih, tapi mahasiswanya juga menjadi Entertain dimana-mana, menjadi pembicara dimana-mana,” tuturnya.

Menurut Dr. Heny, agar judul PKM menjadi perhatian tim reviewer, setidaknya harus memiliki tiga hal, yakni Inovasi, Bermanfaat, dan memiliki potensi komersial.

“Tips lolos pendanaan, adik-adik harus cari anggota yang satu misi satu keinginan. Tidak boleh dalam satu kelompok itu satu keilmuan, misalnya, di situ ada jurusan sekretaris, ya sudah kelompoknya sekretaris saja 3-5 orang. Itu salah,” tuturnya.

“Yang benar adalah lintas keilmuan sesuai dengan kebutuhan dari judul, misalnya, judulnya berkaitan dengan teknologi, berarti kita bekerja sama dengan lintas departemen, lintas jurusan (program studi),” ungkapnya.

Dari paparannya tersebut, Dr. Heny menyarankan kepada seluruh mahasiswa yang akan mengikuti PKM 2023 agar selalu semangat membawa proposalnya berdampingan dengan dosen pembimbing.

“Boleh payung penelitian dosen bisa di-drop ke adik-adik mahasiswa, lebih peka lagi (berdampak) terhadap lingkungannya. Itu saja bisa menjadi catatan penting dalam perjalanan PKM,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Pedoman PKM Tahun 2023 – Diktiristek

Muhamad Abda Yurid (kanan) dan Nanda Puspita Sari dari Program Studi Informatika menerima penghargaan Juara Lomba TTG Balikpapan Selatan, Rabu (22/2/2023). Foto: Istimewa

UM – Dosen Program Studi Sistem Informasi Mohammad Safii, S.Kom., M.Kom kembali dipercaya membimbing mahasiswanya mengikuti lomba teknologi. Di awal tahun ini, dua orang mahasiswanya berhasil meraih juara dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diselenggarakan Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (22/2/2023).

“Alhamdulillah, juara dua,” kata M Safii, singkat. Ia mengatakan, awalnya kurang percaya diri membimbing mahasiswanya mengikuti lomba. Pasalnya, dari tujuh tim peserta kategori pelajar dan mahasiswa, hanya timnya yang berasal dari perguruan tinggi.

“Saya tidak tahu kenapa perguruan tinggi yang lain tidak ikut mengirimkan mahasiswanya,” tutur Safii. Hal itulah yang menyebabkan Safii dan mahasiswanya kurang percaya diri ketika berhadapan dengan adik-adik tingkat SLTA.

Meski demikian, Safii tidak mempersoalkannya. Baginya, keikutsertaan Universitas Mulia merupakan penghormatan dan kesempatan dirinya untuk terus bersikap profesional sebagai pendidik dan mendorong mahasiswanya untuk berani berkompetisi, baik dimulai dari tingkat lokal sampai menuju tingkat provinsi nantinya.

“Saya dapat Surat Penugasan untuk melaksanakan ini dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, mahasiswanya juga senang dan menang dapat juara dua,” tuturnya dengan tersenyum, senang.

Dua orang mahasiswanya itu adalah Muhamad Abda Yurid dan Nanda Puspita Sari dari Program Studi Informatika Semester Empat. Keduanya menampilkan Teknologi Tepat Guna berjudul Prototype Mesin Pembayaran Cash PPOB yang digunakan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Muhamad Abda Yurid (dua dari kanan) beserta para pemenang menerima penghargaan Juara Lomba TTG Balikpapan Selatan, Rabu (22/2/2023). Foto: Istimewa

Muhamad Abda Yurid (dua dari kanan) beserta para pemenang menerima penghargaan Juara Lomba TTG Balikpapan Selatan, Rabu (22/2/2023). Foto: Istimewa

Ketua Prodi D3 Sistem Informasi M Safii, S.Kom., M.Kom saat mengenalkan diri. Foto: Nadya

Ketua Prodi D3 Sistem Informasi M Safii, S.Kom., M.Kom saat mengenalkan diri. Foto: Nadya

PPOB adalah Payment Point Online Banking, yakni sistem yang cara kerjanya berupa tagihan pembayaran. Mesin PPOB biasanya bekerja sama dengan bank yang terhubung online Internet sehingga terjadi sinkronisasi data atau pertukaran data yang sangat cepat dan akurat.

Namun, dalam lomba ini, teknologi yang digunakan Abda dan Nanda tidak terhubung dengan bank dan Internet, melainkan terhubung dengan komputer lokal untuk menangani pembayaran tunai atau cash. “Masih Prototype, belum terhubung bank,” kata Safii.

Menurutnya, sistem ini diharapkan bekerja untuk memudahkan pelanggan atau pembeli melakukan transaksi pembayaran tunai PPOB secara mandiri dan mempermudah pegawai UMKM melayani pelanggan secara mandiri.

Safii mengatakan, berdasarkan pengalamannya menjadi dosen pembimbing dan beberapa kali meraih juara, untuk mempersiapkan keikutsertaan mahasiswanya membutuhkan effort dan waktu persiapan yang tidak sedikit.

“Masih ada lomba Krenova yang diadakan Pemerintah Kota Balikpapan. Ini sudah ada daftarnya, mahasiswa kita akan bersaing dengan lawan yang sepadan dari beberapa perguruan tinggi, ada ITK, Uniba, STT Migas, Politeknik Balikpapan. Mohon doanya semoga juara,” harap Safii.

(SA/Puskomjar)