Drs. H. Akhmad Priyanto saat melihat hewan Kurban dosen dan karyawan Universitas Mulia, Sabtu (17/6). Foto: Istimewa

UM – Menyambut datangnya Hari Raya Iduladha 1444 H yang jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023 mendatang, panitia Kurban Dosen dan Karyawan Universitas Mulia mulai mempersiapkan diri. Usaha persiapan itu di antaranya adalah menabung selama setahun dan memilih hewan Kurban. Seperti apa?

Drs. H. Akhmad Priyanto selaku Koordinator Panitia Pelaksana pemotongan hewan Kurban di Universitas Mulia mengabarkannya, Senin (19/6).

“Hewan Kurban yang siap dipotong di Universitas Mulia, tanggal 29 Juni 2023,” tutur Akhmad Priyanto singkat sembari menunjukkan empat ekor sapi.

Menurutnya, sebanyak 21 orang, terdiri atas dosen maupun karyawan telah menabung selama 1 tahun ini. “Selama satu tahun, setiap bulan karyawan dan dosen menyisihkan penghasilannya untuk ibadah Kurban,” tuturnya.

Drs. H. Akhmad Priyanto saat menunjukkan hewan Kurban dosen dan karyawan Universitas Mulia, Sabtu (17/6). Foto: Istimewa

Drs. H. Akhmad Priyanto saat menunjukkan hewan Kurban dosen dan karyawan Universitas Mulia, Sabtu (17/6). Foto: Istimewa

Ia berharap, dengan berkurban akan menghidupkan sunah Nabi Ibrahim alaihissalam, menambah rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Taala atas segala nikmat yang telah diberikan, dan menjadi perantara melapangkan rizki baik kepada diri sendiri, keluarga, tetangga, teman, dan fakir miskin.

Saat ini, lanjutnya, sebanyak empat ekor sapi telah dipersiapkan. Meski demikian, panitia masih menerima titipan hewan Kurban bagi Dosen dan Karyawan yang ingin berkurban. “Bagi Bapak/ibu Dosen dan Karyawan Universitas Mulia, panitia masih menerima hewan kurban, baik sapi atau kambing untuk dipotong,” tuturnya.

Adapun petugas pemotongan hewan, Panitia memberikan kepercayaan kepada petugas pemotongan hewan yang telah berpengalaman dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Dari penjual sapi tersebut sudah ada petugas yang sudah ahli memotong dan menguliti kulitnya dengan cepat. Diharapkan setelah Dhuhur daging kurban sudah dapat dibagikan,” tuturnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia akan membagikan kupon terlebih dahulu kurang lebih sebanyak 150 kupon untuk dibagikan kepada yang berhak menerima.

“Kupon akan dibagikan kepada dosen dan karyawan Universitas Mulia, masyarakat yang tinggal sekitar kampus, Dhuafa, petugas dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), dan empat panti asuhan,” tutupnya.

(SA/Puskomjar)

Subur Anugerah bersama anggota komunitas relawan bersih-bersih pantai di lokasi. Foto: Istimewa

UM – PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan bersama komunitas dan masyarakat menggelar Coastal Clean Up sepanjang 10.000 meter, Sabtu (10/6). Kegiatan ini diikuti dosen Universitas Mulia dalam rangka penugasan pengabdian masyarakat.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar membuka secara resmi kegiatan bersih-bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2023, yang dipusatkan di Balikpapan Kalimantan Timur.

“Kegiatan bersih pantai ini serentak di 135 titik di 37 Provinsi seluruh Indonesia dengan jumlah peserta kurang lebih 21.324. Lokasi utama di Pantai Banua Patra Balikpapan,” tutur Siti Nurbaya.

Kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat, Menteri Siti Nurbaya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi bahwa masyarakat siap memerangi pencemaran sampah plastik.

Kegiatan ini, menurut Menteri Siti Nurbaya, sejalan dengan Program Lingkungan PBB (UN Environment Programme) dengan tema Beat Plastic Pollution, yakni seruan kepada masyarakat dan komunitas untuk bersama-sama bertindak menangani sampah plastik dan mencari solusi terkait polusi plastik.

Subur Anugerah menyaksikan relawan bersih-bersih pantai. Foto: Istimewa

Subur Anugerah menyaksikan relawan bersih-bersih pantai. Foto: Istimewa

Anak-anak antusias ikut membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. Foto: Subur Anugerah

Anak-anak antusias ikut membersihkan sampah plastik di pesisir pantai. Foto: Subur Anugerah

Sementara itu, Subur Anugerah, S.T., M.Eng, dosen Program Studi Informatika Universitas Mulia turut bergabung bersama dengan komunitas bersih-bersih pantai di bawah koordinasi PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V dan DLH Kota Balikpapan.

Dirinya membulatkan tekad bersama masyarakat dan komunitas untuk terjun langsung memungut sampah, baik sampah anorganik maupun organik. Ia tertarik untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan sampah.

“Saya tertarik momen yang bagus ini, mulai persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Apalagi, Balikpapan menjadi salah satu kota penyangga IKN. Tentu akan banyak pendatang yang berharap melihat kota ini bersih indah aman dan nyaman, seperti kota-kota maju di luar negeri,” tuturnya.

Tepat pukul 6.30 Wita, ia tiba di lokasi penjemputan di Kantor Besar Pertamina Refinery Unit V bersama peserta dari berbagai komunitas dan elemen masyarakat lainnya. Setelah itu, rombongan peserta diantar truk TNI menuju lokasi.

“Rasanya seru ya, bisa naik truk TNI kembali seperti ini. Mirip dulu pernah diantar truk TNI menuju bumi perkemahan di kaki Gunung Semeru,” katanya sambil mengenang awal-awal kuliah Sarjana.

Setiba di lokasi, tepat di Area 6B di pantai dekat Pelabuhan PT. ITCI Jalan Letjen Suprapto Kel. Baru Tengah, ia menemui sejumlah narasumber. Di antaranya adalah H. Syamsudin, petugas DLH Kel. Baru Tengah, Kec. Balikpapan Barat.

Menurut H. Syamsyudin, selama dirinya bertugas di DLH, Area 6B belum pernah dijamah petugas kebersihan. Sedangkan jumlah personil petugas kebersihan sangat terbatas.

Dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya merasa bersyukur tugas-tugas melakukan kebersihan menjadi lebih ringan. “Kami mengucapkan terima kasih karena kami secara tidak langsung turut dibantu membersihkan,” ungkapnya.

Baginya, persoalan sampah merupakan masalah klasik. “Walaupun pemerintah menyampaikan aturan, tapi kalau kesadaran warga itu kurang, ya tetap saja seperti ini,” tuturnya.

Di sisi lain, Subur menjumpai beberapa anggota komunitas yang masuk dalam golongan lanjut usia atau lansia. “Saya melihat beliau ini semangat menjadi relawan bersih-bersih, padahal termasuk lansia. Apa beliau kuat?” tanya Subur.

Untuk itu, ia tertarik apa motivasinya mengikuti kegiatan bersih-bersih, yang tentu saja membutuhkan kondisi fisik yang prima. “Saya Kusnanto, umur 78 tahun. Alhamdulillah, sehat (tidak ada penyakit penyerta). Insya Allah kuat,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Kusnanto termotivasi ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat dengan apa yang dilakukannya, khususnya di bidang lingkungan. “Dengan kebersihan itu akan menjaga kesehatan di sekelilingnya khususnya, dan sehat di seluruh Kota Balikpapan,” harapnya.

Bukan hanya itu, peserta lainnya juga berharap kegiatan bersih-bersih tidak saja dilakukan dalam seremonial saja, tetapi dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat sekitar agar sampah tidak menggunung. “Setiap tiga bulan sekali,” tutur mereka.

Bahkan, lanjut Subur, anak-anak juga ternyata tergerak ikut memungut sampah plastik yang mengambang di pantai. “Ini artinya apa ya, anak-anak itu ternyata juga mengerti kebersihan. Mereka meniru orang-orang di sekitarnya, meski sambil bermain,” tutur Subur.

Selanjutnya, dirinya berharap hal ini menjadi data atau informasi yang bisa digunakan para peneliti, dosen, maupun mahasiswa untuk melakukan penelitian, riset, maupun pengabdian masyarakat terkait permasalahan lingkungan dan solusinya.

“Sepertinya, masyarakat tidak bisa begitu saja menjadi biang dari permasalahan lingkungan seperti sampah ini ya. Tampaknya ada beberapa faktor lainnya juga,” pungkasnya sembari mempersilakan mahasiswanya yang tertarik untuk menjadikan obyek penelitian.

(SA/Puskomjar)

Dr. Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd bersama sebagian mahasiswanya usai mengikuti sosialisasi dan mendapatkan sertfikat dari DPOP Kota Balikpapan, Kamis (25/5). Foto: Istimewa

UM – Sejumlah mahasiswa Universitas Mulia mengikuti Sosialisasi Kewirausahaan Pemuda Kota Balikpapan tahun 2023 yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan, bertempat di Hotel Grand Tjokro, Kamis (25/5) lalu. Dr. Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd selaku dosen turut mendampingi mereka.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPOP CI Ratih Kusuma. Dalam sambutannya, Ratih mengatakan bahwa hadirnya perubahan zaman dan teknologi saat ini mengharuskan masyarakat, terutama pemuda agar beradaptasi cepat terhadap perubahan zaman.

Ratih berharap, sosialisasi ini dapat memberikan penyadaran kepada pemuda terkait perubahan zaman dan pelaku usaha perlu mendapatkan pencerahan dan motivasi tentang wirausaha dan regulasinya.

Kegiatan ini diikuti sekira 250 peserta dan diisi oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Dr. Ir. Hendra Wicaksono, M.Sc., Eng selaku Asisten Deputi Kewirausahaan Kemenpora RI dan Rasman Rading, S.E., MSi dari Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda Olahraga Kalimantan Timur.

Selain itu, dibahas pula terkait dengan Perizinan Usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan oleh Revi.

Sosialisasi Kewirausahaan Pemuda Kota Balikpapan tahun 2023 digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan di Hotel Grand Tjokro, Kamis (25/5). Foto: Linda F

Sosialisasi Kewirausahaan Pemuda Kota Balikpapan tahun 2023 digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan di Hotel Grand Tjokro, Kamis (25/5). Foto: Linda F

Sejumlah mahasiswa tampak mengikuti Sosialisasi Kewirausahaan yang diselenggarakan Disporapar Kota Balikpapan, Kamis (25/5). Foto: Linda F

Sejumlah mahasiswa tampak mengikuti Sosialisasi Kewirausahaan yang diselenggarakan Disporapar Kota Balikpapan, Kamis (25/5). Foto: Linda F

Menurut Linda, dirinya menjadi dosen pendamping bagi 19 orang mahasiswa yang telah memiliki usaha dan sedang mempersiapkan usaha, berkesempatan mengikuti sosialisasi untuk mendorong mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung dalam dunia usaha di Kota Balikpapan.

“Materinya bagus-bagus, membahas bagaimana menjadi wirausaha yang kreatif, mandiri dan berkelanjutan, juga dibahas bagaimana mengurus perizinan usaha. Ini penting sekali bagi mahasiswa yang juga menjadi pengusaha,” tutur Linda.

Usai mengikuti kegiatan, Linda memberikan laporan kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T. “Saya berharap Beliau mendukung program Wirausaha Muda yang digagas oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bagi para mahasiswa Universitas Mulia,” pungkas Linda.

(SA/Puskomjar)

Workshop Jabatan Fungsional dosen Universitas Mulia dengan narasumber Dr. Sudarmo, bertempat di Aula Cheng Ho, Kamis (25/5).

UM – Universitas Mulia kembali menggelar Workshop Jabatan Fungsional (Jabfung) bagi dosen bertempat di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kel. Damai Bahagia Balikpapan, Kamis (25/5). Sebagai narasumber, Assoc. Prof. Dr. H. Sudarmo, S.H., M.H.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan bahwa Yayasan akan terus mendukung para dosen untuk meraih pencapaian tertingginya jabatan fungsional dosen.

“Kita mulai dengan cara meningkatkan pendidikan dosen jenjang doktor sehingga kelak Universitas Mulia akan mencetak profesor muda,” tutur Dr. Agung.

Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T menambahkan, selain pendidikan doktor, dosen wajib mengurus jabatan fungsional sehingga dapat berkontribusi pada universitas.

Rektor mengatakan bahwa untuk mencapai peringkat akreditasi minimal Baik Sekali, Program Studi Sarjana harus memiliki dosen yang berkualifikasi doktor dengan bidang keahlian yang selaras dengan kompetensi Program Studi.

Menurut Rektor, kualifikasi dosen berdasarkan jabatan fungsional 40% Dosen Tetap memiliki jabatan fungsional Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar. Rektor juga mendorong dosen meningkatkan publikasi, baik lewat seminar Internasional, seminar Nasional terindeks dan jurnal terakreditasi dalam tiga tahun terakhir.

Selain dosen, mahasiswa jenjang Sarjana juga didorong agar mengikuti seminar Nasional terindeks ataupun tidak terindeks sekitar 1% dari jumlah mahasiswa.

Dengan peningkatan jumlah publikasi, dalam rentang tiga tahun diharapkan jumlah sitasi rata-rata setiap dosen di atas 8 sitasi, baik publikasi Internasional maupun Nasional bereputasi.

Dari kiri ke kanan narasumber workshop, Dr. Sudarmo, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Dari kiri ke kanan narasumber workshop, Dr. Sudarmo, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Dr. Sudarmo mengatakan bahwa jabatan fungsional yang dimiliki dosen saat ini, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar merupakan jabatan keahlian.

Pasalnya, menurut Dr. Sudarmo, untuk mendapatkan jabatan fungsional tersebut seorang dosen harus mengumpulkan angka kredit dari seluruh kegiatan tridarma di setiap semester.

“Meliputi kegiatan Pendidikan, pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan unsur Penunjang yang berisi beberapa kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas pokok,” tutur Dr. Sudarmo.

Dr. Sudarmo mengingatkan, setiap dosen pengusul harus memperhatikan bidang ilmu maupun mata kuliah yang diajukan serta karya ilmiah yang sesuai dengan Pendidikan terakhirnya. Bidang ilmu maupun mata kuliah yang diajukan tertuang dalam Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat.

Adapun pengusulan jabatan fungsional, tambah Dr. Sudarmo, dosen pengusul bisa mengajukan lewat aplikasi Singkron 2 milik Lembaga Layanan Dikti Wilayah 11 Kalimantan atau LLDIKTI 11.

“Jika dosen belum memiliki akun, silakan mengajukan melalui persuratan online sesuai surat LLDIKTI 11 No. 003/LL11/PT/2022 tanggal 3 Januari 2022 bahwa terhitung mulai 10 Januari 2022 di https://singkron2.lldikti11.or.id,” tutur Dr. Sudarmo.

Apabila telah mendapatkan akun aplikasi Singkron 2, dosen diharapkan segera menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk diunggah ke dalam aplikasi.

“Jika SK dan PAK telah selesai akan ditambahkan riwayat jabatan fungsional di akun dosen masing-masing oleh Tim LLDIKTI 11 serta diunggah SK dan PAK. SK dan PAK asli akan dikirimkan oleh LLDIKTI11 ke perguruan tinggi masing-masing,” tutur Sudarmo.

Sudarmo berharap, dosen aktif dan kreatif dalam mendokumentasikan seluruh kegiatan tridarma yang dilakukannya.

“Dengan keaktifan dan kreatifnya para dosen dalam melaksanakan kegiatan, maka dosen mudah memenuhi persyaratan dalam aplikasi Singkron 2 untuk kenaikan jabatan fungsional dosen sesuai jenjangnya, baik untuk promosi atau naik ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Salah seorang peserta MTQ ke-44 Kaltim yang tampil di Aula Cheng Ho, Universitas Mulia, Rabu (17/5/2023). Foto: Nadya

UM – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023 resmi dibuka Gubernur, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Timur, HM. Syirajudin. Seremoni pembukaan berlangsung di Gedung Dome Balikpapan, Selasa (16/5) malam.

Dalam sambutannya, HM Syirajudin mengatakan bahwa MTQ diharapkan dapat mendorong semangat dan menumbuhkan motivasi untuk membaca, menghafal, mempelajari serta mengamalkan Al Quran sebagai pedoman keselamatan hidup di dunia dan di akhirat

“Kita bangga dan bersyukur karena gairah membaca dan mempelajari Al Qur’an di dalam masyarakat semakin meningkat yang ditandai dengan bertumbuhnya tempat-tempat pengajian Al Qur’an (TPA) yang diikuti oleh Anak-anak Usia Dini, Remaja hingga Dewasa,” tutur Syirajudin.

Untuk mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan MTQ, dalam laporannya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ berlokasi di 10 venue, meliputi halaman BSSC Dome sebagai venue utama.

Selain itu, beberapa venue di antaranya adalah Aula Kodim 0905, Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Aula Kelurahan Sepinggan Raya, Gedung Kesenian Balikpapan, Universitas Balikpapan, dan Universitas Mulia.

Adapun jumlah kafilah dari masing-masing kabupaten/kota se-Kaltim, di antaranya adalah Kutai Kartanegara dengan 144 kafilah, Samarinda 92 kafilah, Bontang 92 kafilah, Kutai Timur 55 kafilah, Berau 44 kafilah, Paser 53 kafilah, PPU 88 kafilah, Kutai Barat 42 kafilah, Mahakam Ulu 18 kafilah, dan Balikpapan 97 kafilah.

Pelaksanaan MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

Pelaksanaan MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

10 orang Dewan Hakim MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

10 orang Dewan Hakim MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

Dua orang panitera MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

Dua orang panitera MTQ ke-44 Kaltim di Universitas Mulia, Rabu (17/5). Foto: Nadya

Salah seorang anggota Dewan Hakim. Foto: Nadya

Salah seorang anggota Dewan Hakim. Foto: Nadya

Sebagian kafilah dari kabupaten/kota se-Kaltim. Foto: Nadya

Sebagian kafilah dari kabupaten/kota se-Kaltim. Foto: Nadya

Sementara itu, pelaksanaan di venue Universitas Mulia berlangsung di Aula Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia Balikpapan, Rabu (17/5), untuk Cabang Lomba Hifzh Al Quran Golongan Tartil 1 Juz, 5 Juz, dan Tilawah yang diikuti 19 peserta, 10 orang hakim, dan 2 orang panitera.

Wakil Koordinator Lomba Abdul Halim mengatakan bahwa lomba di Universitas Mulia berlangsung 17 – 21 Mei 2023. “Kegiatan (berlangsung) setiap hari, mulai jam 08.00 wita hingga jalam 20.00 wita, namun kami berharap bisa lebih awal selesainya, siang ada ishoma,” tutur Abdul Halim, seperti dikutip dari balikpapan.go.id.

Dengan pelaksanaan kegiatan MTQ tingkat provinsi di Universitas Mulia, melalui Sekretaris Rektor Suhartati, S.E., M.Kom mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Untuk kesekian kalinya kampus Universitas Mulia dipercaya sebagai venue pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan beberapa pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Tentu kami menyambut hangat dan melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya,” tutur Suhartati.

Meski demikian, dirinya menyadari beberapa kekurangan bisa saja ditemui di sana-sini. “Kami mohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan ada banyak kekurangan, baik kepada para peserta, dewan hakim, maupun panitera. Mudah-mudahan pada pelaksanaan berikutnya dapat kami perbaiki dan tingkatkan sehingga semakin lebih baik,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Keseruan mahasiswa menikmati Pizza. Foto: UMTV

UM – Seru! Kunjungan industri mahasiswa Program Studi S1 Manajemen kali ini di Pizza Hut, Jalan MT Haryono Balikpapan, Sabtu (18/3). Pasalnya, sembari menikmati suguhan Pizza yang lezat, mahasiswa menyimak paparan Restaurant Manager Ahmad Muhammad yang berbagi tentang bagaimana mengelola gerai cabang selama 28 tahun.

Kunjungan industri kali ini di bawah bimbingan dosen Dr. Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa diajak untuk membuka wawasan dengan belajar di luar kampus melihat secara langsung bagaimana kondisi dunia kerja sesuai dengan Program Studi Manajemen.

Linda mengatakan, dirinya memilih kunjungan di Pizza Hut mengingat jangkauannya yang dikenal masyarakat luas. “Saat ini sudah ternama, cabangnya ada di mana-mana dan ini bukan produk asli Indonesia. Jadi, saya ingin mahasiswa lebih memahami bagaimana sih me-manage sebuah bisnis dan menjaga kualitasnya,” tutur Linda.

Linda berharap, usai mengikuti kunjungan industri, mahasiswa semakin memahami tentang Quality Management sehingga mendorong mahasiswa semakin rajin belajar. “Kalau nilainya bagus, nanti kita jalan-jalan lagi,” tantang Linda kepada mahasiswanya.

Sementara itu, Ahmad Muhammad menyambut hangat kedatangan mahasiswa dan dosen memenuhi ruangan yang disediakan. “Terima kasih kepada Bu Linda. Saya bergabung di Pizza sejak 11 Oktober 1993, jadi 28 tahun. Ini ada Pak Jerry, asisten saya,” tutur Ahmad Muhammad memperkenalkan diri didamping para stafnya.

Dosen Prodi S1 Manajemen Dr. Linda Fauziyah bersama dengan Restaurant Manager Pizza Hut MT Haryono Balikpapan Ahmad Muhammad saat kunjungan industri, Sabtu (18/3). Foto: UM TV

Dosen Prodi S1 Manajemen Dr. Linda Fauziyah bersama dengan Restaurant Manager Pizza Hut MT Haryono Balikpapan Ahmad Muhammad saat kunjungan industri, Sabtu (18/3). Foto: UM TV

Restaurant Manager Ahmad Muhammad menunjukkan integritas perusahaan yang harus dijaga seluruh karyawan. Foto: UMTV

Restaurant Manager Ahmad Muhammad menunjukkan integritas perusahaan yang harus dijaga seluruh karyawan. Foto: UMTV

Produk Pizza Hut yang sudah dikenal masyarakat luas.

Produk Pizza Hut yang sudah dikenal masyarakat luas.

Menurut Ahmad, strategi mengelola restoran cabang hingga puluhan tahun tak lepas dari upayanya mengenal perusahaan. “Jadi, sukses bukan hanya sekadar (mengelola) restoran saja, jadi kita punya Company Profile,” tutur Ahmad.

Menurutnya, kesuksesan Pizza Hut berawal dari tahun 1958 ketika dua saudara kakak adik mulai membuka bisnis. “Dia meminjam uang kepada ibunya untuk membuka gerai di Amerika, di Kota Kansas, dan dia berhasil. Kemudian merambah dengan membuka strore-store lainnya sehingga sampai ke Indonesia,” tutur Ahmad mengawali kisah.

Di Indonesia, menurut Ahmad, Pizza Hut dibuka pertama kali di Jakarta Theatre pada tahun 1984. “Sekarang Sarinah namanya, dekat Thamrin,” ujarnya.

Baginya, ilmu manajemen luar biasa manfaatnya bagi perkembangan industri Pizza Hut. “Manajemen memilih orang itu yang paling susah,” ungkapnya. Pasalnya, ia mengakui memilih orang membutuhkan kemampuan sendiri lantaran setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda dan sering terjadi tarik ulur.

Meski demikian, dirinya dibekali dengan budaya kerja yang disebutnya 3H, yakni Heart, Head, dan Hand. “Ya, Alhamdulillah, saya selama 28 tahun bekerja ya sangat senang sekali bisa. Kita bukan hanya Pizza Hut saja. Saya sudah 5 kali jadi The Best Manager, tingkat Manager se-Indonesia,” tuturnya disambut tepuk tangan.

Usai mengikuti kunjungan industri, mahasiswa bercerita bagaimana pengalamannya selama menyimak paparan. Salah satu mahasiswa ketika ditanya apa yang diperolehnya selama kunjungan industri mengatakan cukup terkesan.

“Mungkin, bagaimana sih penerapan SOP-nya tentang menjaga kualitasnya benar-benar diperhatikan, mulai dari datangnya produk, kemudian bagaimana cara pemakaiannya, penyajiannya cepat waktunya, juga banyak yang bisa dipelajari buat nanti ke depannya,” tutur mahasiswa.

Dari berbagai komentar yang ada, mahasiswa senang dengan kegiatan tersebut dan berharap terus dilanjutkan di lain waktu. “Jarang-jarang kita kayak gini. Harus ada lagi, Bu Linda,” ajak mahasiswa lainnya.

(SA/Puskomjar)

Pendaftaran IKD oleh Disdukcapil Balikpapan di Aula Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (9/5) malam. Foto: Wahyu Nur

UM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan menggelar Layanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Aula Cheng Ho Universitas Mulia Balikpapan, Senin (8/5) dan Selasa (9/5). Sejumlah mahasiswa, dosen, dan karyawan beserta keluarganya mengaktifkan aplikasi IKD pada telepon selulernya masing-masing.

Hadir pegawai Disdukcapil Moch. Ichwan selaku Kepala Bidang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Devi Safitri selaku Kepala Seksi SIAK, M. Sapidin Administrator Database, Ahmad Muhrani Administrator Database dan Imam Saputra selaku Operator SIAK dan didampingi Wahyu Nuralimyaningtyas, S.Kom., M.Kom selaku Humas Universitas Mulia.

Menurut Moch. Ichwan, IKD merupakan program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk mewujudkan Satu Data Nasional. Penerapan IKD bertujuan untuk meminimalkan penggunaan berkas fisik dalam mengurus layanan publik.

Ke depan, IKD diharapkan terintegrasi dengan sistem layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, layanan bantuan sosial dari pemerintah, layanan Kartu Indonesia Pintar hingga keperluan check-in di bandara maupun stasiun kereta api.

“Targetnya sekitar 20-25% jumlah penduduk Indonesia yang teraktivasi IKD. Di Balikpapan saat ini baru aktivasi IKD 6.000 jiwa dari sekitar 600 ribu jiwa. Tahap pertama, aktivasi IKD dilakukan oleh PNS/ASN lebih dulu tahun lalu, baru kemudian sekolah dan perguruan tinggi,” tutur Moch. Ichwan.

Dari jumlah tersebut, Ichwan menambahkan terbanyak aktivasi IKD dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yakni 4.000 orang.

Persyaratan untuk memiliki IKD sangat mudah. Pertama, unduh aplikasi IKD pada Google Play Store. Kemudian lengkapi pendaftaran sesuai identitas KTP elektronik lewat aplikasi IKD. Selanjutnya unggah foto diri dan serahkan kepada petugas Disdukcapil untuk diaktivasi dengan cara memindai QRCode.

Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtyas, S.Kom., M.Kom mendampingi petugas Disdukcapil Balikpapan, Senin (8/5). Foto: Wahyu Nur

Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtyas, S.Kom., M.Kom mendampingi petugas Disdukcapil Balikpapan, Senin (8/5). Foto: Wahyu Nur

Pendaftaran IKD oleh Disdukcapil Balikpapan di Aula Cheng Ho Universitas Mulia, Senin (8/5). Foto: Wahyu Nur

Pendaftaran IKD oleh Disdukcapil Balikpapan di Aula Cheng Ho Universitas Mulia, Senin (8/5). Foto: Wahyu Nur

Sementara itu, Wahyu Nuralimyaningtyas mengatakan bahwa selama dua hari pendaftaran aktivasi IKD yang dilakukan oleh pegawai Disdukcapil, tercatat baru mencapai 200 orang lebih.

“Hari pertama yang mengisi 130 orang, hari kedua pendaftaran digelar hanya malam hari, pukul 19.00 Wita sampai 21.00 Wita, tercatat 94 orang,” tutur Wahyu. Dari jumlah tersebut, termasuk yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar Balikpapan.

Untuk selanjutnya, mahasiswa maupun dosen yang belum melakukan aktiviasi IKD dapat mengikuti pelayanan Disdukcapil di tempat berikutnya. Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik apabila telah memiliki KTP elektronik sebelumnya.

“Yang penting ada KTP elektronik,” tambah M. Sapidin, ASN Disdukcapil Balikpapan. Menurutnya, KTP elektronik jangan sampai hilang. Apabila hilang, segera lapor kehilangan kepolisian untuk dibuatkan yang baru di Kantor Disdukcapil.

(SA/Puskomjar)

Dr. rer. nat. I Made Wiryana dosen Universitas Gunadarma saat memaparkan materi tentang Kecerdasan Artifisial sebagai Pengungkit Industri Nasional, Kamis (14/4/2023). Foto: Tangkapan layar

UM – Universitas Mulia bekerja sama dengan Universitas Gunadarma menyelenggarakan gelar wicara atau Talk Show tentang Artificial Intelligence (AI) sebagai Pengungkit Industri Nasional. Acara ini digelar dari Zoom Meeting dan dibuka oleh Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T dan Rektor Universitas Gunadarma Prof. ES Margianti, Kamis (14/4).

Tampil sebagai narasumber Dr.-Ing. Muhammad Fauzan Amir dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), Arrent Ong dari PT. Epsindo NVidia Partner, dan Dr. rer. nat. I Made Wiryana selaku dosen Universitas Gunadarma serta Dr. Astie Darmayanti sebagai moderator.

Dr. Rusli dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara Universitas Gunadarma dengan Universitas Mulia tahun 2022 yang lalu.

“Jadi, acara ini memang hasil tindak lanjut komunikasi sebelumnya sehingga pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kembali dan salam hormat. Jadi, acara ini memang saya harapkan,” tutur Dr. Rusli.

Dr. Rusli menuturkan, dalam pembicaraan sebelumnya akan ada pelatihan tetang Super Komputer untuk tenaga dosen Universitas Mulia. “Tapi tampaknya perlu semacam kenalan dulu tentang teori-teori yang berhubungan yang bisa diaplikasikan dengan super komputer,” ungkap Dr. Rusli.

Dari pembicaraan dengan Prof. Budi, lanjut Dr. Rusli, beberapa topik yang mungkin akan disampaikan adalah topik pertama tentang gelar wicara terkait AI dan diikuti mahasiswa dan dosen.

“Taruhlah ini adalah sebagai acara awal atau Trigger yang akan ada lagi topik-topik berikutnya, paling tidak memberikan bekal bagi kami Universitas Mulia sebelum bisa menerima pelatihan tentang super komputer,” tutur Dr. Rusli.

Sementara itu, Prof. ES Margianti secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Universitas Mulia beserta jajaran dan civitas akademika atas kesediaannya menerima Universitas Gunadarma sebagai Mitra. “Dan (kerja sama) ini juga harus kita isi dengan hal-hal lain yang ke depannya bisa bermanfaat,” tutur Prof. Margianti.

Menurut Prof. Margianti, saat ini berbagai keterbatasan di berbagai bidang dapat diatasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kehadiran teknologi AI yang bervariasi dan digunakan untuk membantu manusia meningkatkan produktivitas. “Marilah kita bersama-sama melihat sisi positif dari implementasi AI,” ajak Prof. Margianti.

“Para narasumber nanti akan dapat memberikan informasi ataupun mencerahkan kita semua mengenai seberapa jauh AI dapat digunakan sebagai pengungkit ataupun mendorong ataupun mengembangkan industri nasional,” tutur Prof. Margianti.

Prof. Margianti juga mengucapkan terima kasih atas semua partisipasi yang ada atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Acara kemudian diikuti dengan paparan narasumber bincang-bincang dan tanya jawab yang berjalan penuh hingga dua jam.

(SA/Puskomjar)

Kepala LPPM Universitas Mulia Richki Hardi, S.T., M.Eng saat memaparkan program LPPM di Ruang SmartClassroom Lantai 3, Rabu (5/4/2023). Foto: Nariza

UM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Mulia membuka usulan penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2023. Program ini disosialisasikan oleh Kepala LPPM Richki Hardi, S.T., M.Eng di Ruang SmartClassroom Lantai 3 White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia Balikpapan, Rabu (5/4).

“Proposal sifatnya kompetitif ya Bapak Ibu, untuk penelitian kategori nasional disediakan kuota 25 proposal dengan dana masing-masing sebesar Rp 3.5 juta. Luaran wajib berupa laporan penelitian, publikasi nasional terindeks SINTA, dan penerbitan HKI (Hak Kekayaan Intelektual),” tutur Richki.

Menurut Richki, yang dimaksud kategori nasional adalah penelitian yang masuk dalam publikasi nasional. Meski tidak terbatas apabila di kemudian hari melakukan publikasi internasional.

Sedangkan untuk kategori internasional disediakan kuota lima proposal dengan besaran dana hibah masing-masing sebesar Rp 5.5 juta. “Luaran wajib sama, yang membedakan publikasi internasional terindeks Scopus,” tutur Richki.

Beberapa syarat agar dosen bisa mendapatkan hibah internal tersebut di antaranya adalah telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), memiliki akun SINTA, dan tidak memiliki tanggungan laporan penelitian sebelumnya.

Selain hibah penelitian internal, Richki juga mendorong dosen untuk mengajukan proposal hibah pengabdian pada masyarakat. “Ini lebih banyak kuota 30 proposal dengan pendanaan masing-masing Rp 1.5 juta,” ungkap Richki.

Richki juga mendorong dosen untuk menerbitkan buku ajar sebagai hasil dari pelatihan yang telah diikuti pada tahun 2022 yang lalu. “Kuotanya tahun ini hanya 6 proposal, dengan nilai hibah masing-masing sebesar Rp 3 juta. Penerbit Universitas Mulia Press,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM Nariza Wanti Wulan Sari, S.Si., M.Si mengatakan pembukaan pengajuan proposal penelitian maupun pengabdian masyarakat mulai 10 April 2023. Pengumuman hasil seleksi proposal 9 Mei 2023. Penandatanganan kontrak hibah 31 Mei 2023. Sedangkan monitoring evaluasi dilakukan September 2023 mendatang.

“Kemungkinan seperti biasa pengajuan proposal ada perpanjangan waktu yang akan diumumkan kemudian,” tutur Nariza Wanti.

Di luar program hibah tersebut, dosen juga diharapkan dapat mendaftarkan inovasi atau produk kekayaan intelektual atas berbagai karya yang telah dibuatnya untuk mendapatkan HKI.

“Untuk prosedur pengajuan HKI di luar hibah penelitian, dosen dapat mendaftarkannya kepada program studinya masing-masing. Nanti program studi yang akan mendaftarkannya kepada LPPM. Lebih lengkap akan diinformasikan di website LPPM,” pungkas Nariza Wanti.

(SA/Puskomjar)

Sosoalisasi LPPM 2023
Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Wisnu Hera berfoto bersama jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

UM – Sebanyak 23 orang terdiri dari pimpinan, karyawan, guru, dan dosen di bawah naungan Yayasan Airlangga berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadan. Seremoni pelepasan jamaah umrah Yayasan Airlangga digelar di Aula Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Selasa (28/3).

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya merasa terharu pada tahun ini Yayasan Airlangga mampu berangkat dalam jumlah peserta yang cukup besar.

“Sungguh ada rasa haru di kami ketika Yayasan Airlangga akhirnya berangkat dalam jumlah yang cukup besar, karena dulu biasanya hanya satu dua, satu dua, yang terakhir itu adalah lima orang, ada yang paling senior Pak Poniman, Pak Aris Baktiyono, Bu Eva, Pak Mundzir, dan saya,” tutur Dr. Agung.

Dirinya berharap, ke depan Yayasan Airlangga mampu berangkat lebih banyak lagi karyawan untuk menjalani ibadah umrah. “Ketika kami merancang untuk berangkat itu kadang-kadang memang bukan karena pikiran kita sendiri, itu memang Allah juga yang menggerakkan, yang berangkat itu paling senior,” tuturnya.

Meski demikian, Dr. Agung menerangkan bahwa tidak semua karyawan senior dan sudah lama bekerja bisa berangkat. Dalam pertimbangannya, sebagian di antaranya telah menjalani ibadah umrah sebelumnya.

“Akan diberikan ganti, tidak harus umrah, insya Allah akan kita bawa jalan-jalan ke luar negeri,” tuturnya, memberikan semangat. Dirinya menyadari ada sekian banyak karyawan yang juga ingin berangkat. “Itulah undangan dari Allah, rahasia ilahi,” tambahnya.

Menurutnya, dirinya terinspirasi ketika mengikuti kegiatan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Bali, 1-3 Juli 2022 yang lalu. Ketika itu, Dr. Agung bertanya tentang resep sukses mengelola perguruan tinggi kepada salah satu pengelola perguruan tinggi yang sudah besar.

“Apa rahasianya? Dia bilang begini, saya minta karyawan itu berangkat dan mendoakan juga untuk lembaganya. Jadi, bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya, tapi juga untuk lembaganya. Apa nggak luar biasa itu, berdoanya langsung di sana diijabah,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi menyematkan atribut seragam travel umrah kepada Drs. Suprijadi, M.Pd, dosen Universitas Mulia, Selasa (28/3). Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi menyematkan atribut seragam travel umrah kepada Drs. Suprijadi, M.Pd, dosen Universitas Mulia, Selasa (28/3). Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Winsu Hera Pamungkas memberikan selamat kepada seluruh jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Winsu Hera Pamungkas memberikan selamat kepada seluruh jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Sumardi, S.Kom., M.Kom salah satu dosen yang berangkat umrah menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya. Foto: Puskomjar

Sumardi, S.Kom., M.Kom salah satu dosen yang berangkat umrah menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya. Foto: Puskomjar

Mewakili Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T yang sedang berada di luar kota, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Wisnu Hera Pamungkas, S.TP, M.Eng menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Yayasan Airlangga melalui Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

“Hal ini, karena dalam bulan ini ada sejumlah dosen dan karyawan Universitas Mulia yang juga ikut diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci. Pimpinan meyakini bahwa pemberangkatan umrah ini akan memberikan berkah baik kepada universitas,” tutur Yusuf Wibisono.

Yusuf Wibisono berharap keberangkatan umrah akan menguatkan sikap yang dibangun untuk dosen dan karyawan Universitas Mulia agar lebih profesional dalam bekerja, humanis, dan juga religius.

“Ketiga hal ini, profesional, humanis, dan religius, diharapkan akan mampu membentuk figur dosen dan karyawan yang berintegritas dan amanah dalam upaya membangun dan mengembangkan Universitas Mulia menjadi institusi yang unggul dan terdepan di bidang pendidikan,” tuturnya.

Atas nama sivitas akademika, Yusuf Wibisono turut berdoa, mulai keberangkatan, Rabu (29/3), semoga perjalanan rombongan jamaah umrah selalu dalam perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diberikan kelancaran, keamanan, kesehatan, dan keselamatan hingga tiba kembali ke tanah air, Rabu (12/4).

Tercatat 11 orang dosen dan karyawan Universitas Mulia, di antaranya Agung Sakti Pribadi, Akhmad Priyanto, Sumardi, Supratman, Suprijadi, Djumhadi, Muhammad Yani, Miran, Suhartati, Nur Apriliani dan Siti Syorah. Selebihnya pimpinan Yayasan Airlangga, SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMKTI Airlangga Samarinda dan SMK Airlangga Balikpapan.

Dihubungi terpisah, beberapa peserta mengatakan tidak menyangka dan terharu mendapatkan kesempatan ibadah di tanah suci, seperti yang dituturkan Kepala Sekolah SMP Plus Airlangga Ira Hannyda, S.T dan Sekretaris Rektor Suhartati, S.E., M.Kom.

“Saya sangat senang dan bahagia, karena bisa diberangkatkan umrah oleh Yayasan Airlangga Balikpapan. Semoga semua amal baik dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutur Ira, singkat.

Ira berharap Yayasan Airlangga terus berkembang dan terus mencetak prestasi di masa yang akan datang. “Sukses terus dan semoga menjadi Yayasan terbesar di Kaltim,” harapnya.

Suhartati, salah satu karyawati senior yang telah bekerja kurang lebih 25 tahun ini, mengatakan bahwa dirinya berharap selalu diberikan kesehatan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadan.

“Semoga dimudahkan dan dilancarkan semua urusan baik perjalanan mulai dari tanah air, selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air,” tutur Suhartati. Tak lupa dirinya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Airlangga.

“Semoga murah rezeki dan barokah, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)