Anggota DPR RI Ny. Hetifah Syaifudian menerima cenderamata dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan inkubator Bisnis Mundzir, Ketua Panitia PKKMB 2023 Riski Zulkarnaen dan humas. Foto:

UM, Humas – Pada hari kedua PKKMB universitas Mulia tanggal 30 Agustus 2023 , Universitas Mulia kedatangan tamu anggota DPR RI Ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP dalam kesempatan ini beliau hadir guna menyampaikan bebrapa ilmu tentang Pemantapan NKRI dan BHINEKA TUNGGAL IKA . Dalam materinya  beliau mengutip penyampaian pak Ir. Sukarno bahwa “ Negara ini , Republik Indonesia bukan milik kelompok maupun juga agama atau kelompok etnis manapun, atau kelompok adat dan tradisi apapun, milik kita semua dari sabang sampai Merauke.”

Kehadiran ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP didampingi Wakil Rektor I Bpk, Yusuf Wibisono, S.E., M.TI dan Wakil Rektor III , Bapak Mundzir S.Kom., M.T dan kepala Kemahasiswaan, Bapak  Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd serta disambut hangat oleh mahasiswa dan segenap civitas Universitas Mulia Balikpapan, beliau sangat antusias terhadap perkembangan Kaltim khususnya calon Ibu kota baru yang akan ada di Kalimantan timur, beliau menyampaikan satu hal penting, Ketika Ibu kota akan dipindahkan bukan berarti Jakarta akan dipindahkan ke Kalimantan namu ibu kota baru akan menunjukan potensi kebudayaan nya sendiri dengan beragam keistimewaan adat dan Masyarakat nya sendiri.Mahasiswa Balikpapan harus mampu menjadi pelopor dalam Pembangunan ibu kota baru serta menjadi salah satu yang turut serta dalam pengembangan ibu kota baru.

Tantangan Indonesia kedepan dalam mengawal NKRI agar tetap utuh dan Bersatu akan semakin menantang terhadap ancaman kedaulatan terutaman yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, olehkarena itu perlu adanya kesadaran Masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .salah satu kesadaran Masyarakat terhadap ancaman persatuan adalah menumbuhkan jiwa bela negara dan memahami hukum-hukum bela negara.serta menerapkan ke bhinekaan untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan Bangsa dan Negara. Keberagaman Masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam Pembangunan bangsa .

Ibu Hetifah berharap bahwa mahasiswa dapat Bersama – sama dalam menciptakan persatuan bangsa dan menjaga keselarasan dalam berbangsa dan bernegara.

(WN/Humas UM)

Budiono Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan bersama dengan panitia PKKMB 2023 Universitas Mulia. Foto: Humas

UM, HUMAS – Dalam rangka kegiatan PKKB 2023 mahasiswa Baru Universitas Mulia Balikpapan, dirasakan sangat penting memananmkan jiwa kebangsaan agar tercipta lingkungan Pendidikan yang menjadi pelopor dalam ideologi kebangsaan dan NKRI yang baik, oleh karena itu pada pelaksanaan nya telah hadir bapak Budiono selaku Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan yang menyampaikan beberapa pemahaman serta materi tentang “ Ideologi Pancasila Dalam Menghadapi Tantangan Global Di Era Abad 21 .”

Pada kesempatan ini bapak Budiono didampingi oleh Pak Mundzir, S.Kmom., M.T  selaku Wakil Rektor  III  Universitas Mulia dan panitia dalam PKKMB 2023 Universitas Mulia ,menyampaikan betapa pentingnya Ideologi Pancasila dalam implementasi Pendidikan di mahasiswa agar dapat menghadapi tantangan global yang semakin besar pengaruhnya terhadap kamu muda Indonesia terutama pemuda di Balikpapan , Kaltim. Besar harapan beliau agar didalam era modern . para mahasiswa tetap memiliki sifat kebangsaan yang baik serta berinteraksi dengan sesama dan saling menghormati antara satu dengan yang lain nya.

Dalam perumusan nya Pancasila sebagai ideologi negara adalah sebuah penafsiran filosofis sehingga ideologis tersebut dapat dilakukan guna mencapai nilai-nilai yang dikenal saat ini serta menjadi nilai-nilai luhur budaya sekaligus religious bangsa Indonesia. Ideologi ini juga dapat diartikan  sebagai Kumpulan nilai-nilai dan norma berdasarkan sila Pancasila.

Pentingnya sebuah Ideologi dalam suatu negara  menjadi sebuah makna dalam pandangan , nilai , cita-cita dan keyakinan yang ingin diwujudkan Bersama dalam kehidupan serta dapat membangkitkan kesadaran Masyarakat setempat di negara Republik Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan.

Dalam hal ini maka Pak Budiono mengharapkan agar setiap mahasiswa memiliki kesadaran dan memiliki ideologi agar dapat mengembangkan Pendidikan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

(WN/Humas UM)

Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi saat memberikan motivasi kepada Mahasiswa Baru 2023 pada malam Inagurasi di Kampus Universitas Mulia, Kamis (31/8). Foto: YouTube

UM – PKKMB 2023 resmi ditutup, Kamis (31/8) dan diakhiri dengan malam inagurasi. Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi turut hadir sore hari dan memberikan motivasi kepada mahasiswa baru 2023 agar menjadi mahasiswa kuat dan tangguh meraih cita-cita.

Kepada mahasiswa baru, Rizal bercerita tentang pengalamannya menjadi mahasiswa. “Dulu, saya juga mahasiswa, bahkan saya pernah 12 hari ditahan di Kodam di samping Rumah Sakit Tentara yang sekarang di Prapatan itu,” tuturnya mengawali cerita.

Berdasarkan penelusuran, di tahun 1978, Rizal aktif menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sebagai pengurus Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa. Kala itu dirinya memimpin demonstrasi menolak KNPI masuk GBHN dan menolak rencana pembangunan TMII di Jakarta.

“Kalau tidak karena reformasi, tidak mungkin saya jadi Walikota. Jadi pegawai negeri mungkin tidak bisa, karena saya termasuk yang dicatat sebagai daftar hitam,” ungkapnya.

Meski demikian, Rizal mengatakan tantangan menjadi mahasiswa pada zaman dulu sangat berbeda dengan saat ini. “Cuma kan, dulu untungnya jadi mahasiswa tidak dikejar dengan waktu. Jadi, kita biar kuliah 7-8 tahun nggak DO (Drop Out),” tutur Rizal mengingatkan.

Rizal juga mengaku pernah tidak lulus mata kuliah Ekonomi Industri gegara berselisih dengan dosen.

“Suatu hari, beliau mengumumkan hasil ujian itu tengah malam. Jadi, kita ngantuk. Jadi, saya bilang sama beberapa teman, kita kempesin saja sepeda motornya. Kita dipanggil bertiga, saya, adiknya pak Imdad sama ada orang India, sekarang jualan di Kebun Sayur itu, Nasir, kita kempesin sepeda motornya Pak Kaharuddin,” tuturnya.

Akibatnya, ia bertiga dipanggil oleh dosennya. “Beliau bilang begini, pokoknya selama saya mengajar, Anda bertiga tidak akan pernah lulus dengan saya,” kata Rizal.

“Ah, kiamat, saya bilang,” kata Rizal.

Setelah berjalan selama dua tahun tetap tidak lulus mata kuliah tersebut, Rizal mengatakan dosennya mendapatkan beasiswa studi lanjut S2 di Universitas Gadjah Mada.

“Kita selamatan, Alhamdulillah,” kata Rizal, sembari tertawa.

Setelah dosennya pindah ke Jogjakarta, Rizal dan teman-temannya baru bisa lulus. “Tapi, dulu kita berani, kalau sekarang kita berani dengan dosen, ya alamat… kiamatnya tidak berhenti di situ,” tuturnya, mewanti-wanti mahasiswa agar tidak bermasalah dengan dosen.

Kepada mahasiswa baru, Rizal mendorong agar memiliki semangat dan keberanian untuk berpikir kritis. “Tadi sudah disampaikan oleh temanmu (Nabila Tsabita), tidak mungkin kita bisa maju kalau tidak kiritis. Kritis itu membuat kita beranalisis,” tuturnya.

Rizal teringat pesan Dahlan Iskan, pimpinannya semasa menjadi wartawan. “Saya teringat Pak Dahlan ketika memberikan orasi ilmiah di Universitas Mulia, di Dies Natalis pertama. Pak Dahlan itu guru saya. Kalau dulu kita bekerja sebagai wartawan, beliau jagonya,” tutur Rizal.

“Pak Dahlan bilang begini, ada tiga hal yang bisa membuat mahasiswa itu sukses. Kata beliau, punya kapasitas yang bagus, punya cara berpikir yang tajam dan kritis, dan yang ketiga mempunyai metode atau sistematika yang baik,” tuturnya.

Dengan menguasai tiga hal tersebut, Rizal yakin mahasiswa akan sukses menjalani perannya sebagai intelektual.

Untuk mahasiswa baru yang saat ini masuk Generasi Z, Rizal mengutip pesan-pesan Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya Strawberry Generation.

“Generasi Strawberry itu orangnya sangat kuat dengan ide dan sangat kuat mengadaptasi dengan teknologi, tapi penyakitnya mudah patah arang, mudah menyerah, dan mudah putus asa,” ungkapnya.

Untuk itu, agar menjadi mahasiswa yang tangguh dan kuat, menurutnya, selama menempuh pendidikan di kampus, mahasiswa diharapkan berusaha dengan baik mengikuti pelajaran, terus belajar membentuk watak atau karakter yang baik, mengembangkan kapasitas diri serta selalu berusaha menjadi manusia kritis.

“Selamat mengikuti kuliah bagi yang baru, ya semuanya sukses, jaga kekompakan, jaga tali silaturahmi, jangan ngobat ya, jangan merokok kalau bisa,” tutupnya.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama Rizal Effendi dan Wakil Rektor Mundzir bersama ketua panitia Riski Zulkarnaen serta mahasiswa baru 2023. Foto: YouTube

UM – Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2023 resmi ditutup, Kamis (31/8). Penutupan digelar Inagurasi dengan tema Mulia Inauguration 2023, yang diisi dengan berbagai kegiatan musik, kuliner, aksi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan dihadiri Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi serta Band Teras Kaca.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini diisi oleh mahasiswa baru 2023.

“Rekan-rekan mahasiswa, yang hadir pada hari ini lebih dari 600-an. Para tenant yang mengisi kegiatan ini mahasiswa baru sambil belajar entrepreneurship,” kata Mundzir, di parkir timur White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

Menurutnya, kegiatan PKKMB 2023 telah berakhir dan ditutup resmi siang hari itu, kemudian dilanjutkan inagurasi sampai malam. Ketua panitia Riski Zulkarnaen, S.Pd., M.Pd menambahkan, malam inagurasi diperuntukkan bagi mahasiswa baru maupun lama.

“Gratis, Free Tiket khusus mahasiswa baru dan mahasiswa seminar hasil telah selesai,” tulis Riski pada edaran pengumuman.

Riski mengatakan, kegiatan menyambut mahasiswa baru digelar sejak bulan Juli 2023 dengan Ajang Kreativitas Mahasiswa Baru, kemudian Lomba dan Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 RI.

Kegiatan terakhir adalah PKKMB 2023 yang dilaksanakan tanggal 29, 30, 31 Agustus 2023 dan diikuti 626 peserta, terdiri atas 591 mahasiswa baru 2023 dan 35 orang mahasiswa tahun 2022 yang belum mengikuti PKKMB.

Menurut Riski, kegiatan ini mendapatkan dukungan sponsor dari Yayasan Airlangga, Biznet, Berl Cosmetics, Teh Botol Sosro, Kopi Kapal Api, UM TV, dan sponsor lainnya.

Malam Inagurasi 2023 diakhiri dengan aksi bersama Band Teras Kaca, Kamis (31/8). Foto: YouTube

Malam Inagurasi 2023 diakhiri dengan aksi bersama Band Teras Kaca, Kamis (31/8). Foto: YouTube

Sementara itu, Rizal Effendi turut hadir menyaksikan inagurasi pada sore hari dan didaulat oleh panitia memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar sukses dalam menjalani perannya sebagai mahasiswa.

“Pertama, kita mengucapkan doa dukacita yang mendalam atas meninggalnya Bapak Haji Hasjim Mahmud, pendiri dari Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia. Kita doakan Beliau mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutur Rizal Effendi

Rizal mengenal almarhum HM Hasjim Mahmud sebagai tokoh perintis pendidikan di Kota Balikpapan. Almarhum meninggal di usia 91 tahun di Surabaya dan dikebumikan di Balikpapan, Kamis (31/8) siang.

Malam inagurasi diisi dengan beberapa aksi pentas mahasiswa baru yang memukau. Di antaranya adalah pidato yang dibawakan oleh Nabila Tsabita, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Di depan Rizal Effendi, pidato Nabila tentang Peran Pemuda sebagai Mahasiswa dalam Kontribusinya terhadap Bangsa ini dinilai bagus.

Kepada mahasiswa baru, Rizal mendorong agar memiliki semangat dan keberanian untuk berpikir kritis. “Tadi sudah disampaikan oleh temanmu (Nabila Tsabita), tidak mungkin kita bisa maju kalau tidak kiritis. Kritis itu membuat kita beranalisis,” tutur Rizal Effendi.

Selain pidato, beberapa mahasiswa tampil percaya diri beraksi di atas panggung. Ada yang menampilkan drama teatrikal, seni bela diri pencak silat, bernyanyi, band musik, tarian modern, hingga aksi jingkrak-jingkrak bersama Band Teras Kaca sebagai penutup.

(SA/Puskomjar)

Narasumber BRIN Raden Cecep Erwan Andriansyah, S.T., M.Si memberikan pelatihan bagaimana megnolah Ikan Tuna menjadi Nugget yang siap dijual. Foto: Nadya/Media Kreatif

Kesan Peserta Pelaku UMKM Mengikuti Pelatihan

UM – FEB Universitas Mulia dan Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L Masyarakat dan UMKM BRIN menggelar pelatihan Pengolahan Ikan Laut untuk UMKM Balikpapan, Jumat (11/8). Narasumber BRIN Raden Cecep Erwan Andriansyah, S.T., M.Si memberikan pelatihan bagaimana mengolah Ikan Tuna menjadi Nugget Ikan yang siap dijual.

“Bawang putih dihaluskan dagingnya dicampur maizena ada wortel dicampur. Kemudian ditambahkan bumbu sampai pemotongan, tapi kita tidak melakukan proses pemanggangan. Pemanggangan hanya dilakukan untuk di pabrik, biasanya di pabrik tertentu dilakukan proses pemanggangan,” kata Cecep kepada para peserta.

Hal ini disampaikan mengingat keterbatasan waktu dan kelengkapan sarana sehingga tidak semua materi yang dipresentasikan dapat dipraktekkan pengolahannya.

“Kalau kita kan nanti maunya langsung dimakan ya, langsung dicicipin. Jadi, setelah itu digoreng dan jadilah nugget ikan,” terangnya.

Nugget merupakan produk olahan daging berbentuk emulsi minyak di dalam air, seperti sosis dan bakso. Nugget dibuat dari daging giling yang diberi bumbu, dicampur bahan pengikat, dicetak menjadi bentuk tertentu, dikukus, dipotong, diselimuti putih telur dan dilumuri tepung roti.

Tampak di meja tersedia bahan-bahan seperti daging ikan, tepung maizena, tepung terigu, bawang putih, bawang bombay, garam, lada atau merica, pala, air es, wortel, putih telur dan tepung roti.

Proses pengolahan Ikan Tuna menjadi Nugget pun dimulai. Langkah-langkahnya mengikuti tahapan seperti yang dijelaskan pada layar slide. Pada tahap pengukusan, Cecep mengatakan waktu yang dibutuhkan cukup 40 menit. Hingga proses penggorengan dan siap untuk disantap.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mendapat kesempatan mencicip Nugget Ikan. “Kegiatan ini dapat melahirkan berbagai ide menarik dalam pengolahan ikan laut. Seperti nugget tuna ini. Niatnya tadi saya mau incip saja, tapi ternyata habis 5 nugget,” tuturnya seraya tertawa.

Bahan-bahan untuk membuat Nugget Ikan Tuna. Foto: Nadya/Media Kreatif

Bahan-bahan untuk membuat Nugget Ikan Tuna. Foto: Nadya/Media Kreatif

Proses membuat Nugget Ikan Tuna. Foto: Tangkapan layar slide

Proses membuat Nugget Ikan Tuna. Foto: Tangkapan layar slide

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mendapat kesempatan mencicip Nugget Ikan. "Saya cuma incip, tapi habis lima Nugget," tuturnya seraya tertawa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono mendapat kesempatan mencicip Nugget Ikan. “… Niatnya tadi saya mau incip saja, tapi ternyata habis 5 nugget,,” tuturnya seraya tertawa.

Suryanti, salah seorang peserta pelaku usaha UMKM Fambi yang bergerak di bidang perikanan dan obat herbal di Kel. Sepinggan Balikpapan. Foto: Nadya/Media Kreatif

Suryanti, salah seorang peserta pelaku usaha UMKM Fambi yang bergerak di bidang perikanan dan obat herbal di Kel. Sepinggan Balikpapan. Foto: Nadya/Media Kreatif

Sementara itu, Suryanti, salah seorang peserta pelaku usaha UMKM yang bergerak di bidang perikanan dan olahan herbal sangat senang mengikuti pelatihan.

“Nama UMKM saya Fambi, berdiri sejak tahun 2017 yang lalu,” tuturnya kepada media ini. Ia sendiri mengaku memiliki akun media sosial di Instagram dan WhatsApp yang digunakannya untuk pemasaran.

“Jadi, kalau ada pelanggan yang order lewat online, ya saya layani, tapi sebelumnya harus sehari atau dua hari pesan lebih dulu, kalau kalau kapasitas pembeliannya banyak, ya itu saya harus pesan lebih dulu,” kata Suryanti.

Ia sendiri memutar modal sekitar 250 ribu per hari dengan keuntungan antara 200 ribu sampai dengan 300 ribu. “Sejak ada pandemi kemarin tuh memang agak berkurang, tapi tetep saja istiqomah, saya berapa saja saya terima,” tuturnya.

Dengan mengikuti pelatihan di Universitas Mulia, dirinya sangat bersyukur bisa ikut belajar mengembangkan minat dan ketertarikannya pada produk olahan ikan.

“Alhamdulillah, saya senang sekali, karena saya suka dengan olahan ikan. Kesan saya itu memang masyarakat ini memang harus banyak-banyak tahu tentang pengelolaan ikan, karena banyak ikan ya di sini, di pinggir laut,” tutur Ibu yang bekerja seorang diri ini.

“Jadi pintar-pintar kita mengolahnya bagaimana biar menambah omset ke kita sendiri gitu,” tambahnya.

“Harapan saya setelah ikut pelatihan ini, saya ingin menambah omset saya dengan olahan berbagai macam ikan seperti nugget, pengasapan, bakso ikan, seperti itu ke depan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Rektor Prof. Rusli didampingi Dr. Hj. Sri Ayu Astuti, S.H., M.Hum dan Drs. Akhmad Priyanto saat menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-78 Ri yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan di Lapangan Merdeka, Kamis (17/8). Foto: Istimewa

UM – Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T hadir dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 RI yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan, Kamis (17/8). Upacara pengibaran bendera merah putih berlangsung di Lapangan Merdeka Balikpapan.

“Atas undangan Pemerintah Kota Balikpapan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI, Rektor Universitas Mulia juga turut hadir,” tutur Prof. Rusli. Turut mendampingi, Kepala Kepegawaian Drs. Akhmad Priyanto dan Dr. Hj. Sri Ayu Astuti, S.H., M.Hum.

“Karena Bu Ayu posisinya sedang di Balikpapan, sebagai PNS ingin mengikuti upacara 17 Agustus di Balikpapan. Melalui Pak Suprijadi, Bu Ayu diarahkan untuk mengikuti upacara dengan Pemkot Balikpapan di Lapangan Merdeka,” ungkap Prof. Rusli.

Kepada media ini, Prof. Rusli memperkenalkan bahwa Dr. Ayu merupakan dosen PNS DPK yang bertugas di LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, juga sebagai Tutor Pusat Wawasan Kebangsaan Lemhanas. Saat ini akan berpindah tugas di Kota Balikpapan mengikuti suaminya.

“Beliau dulu mantan wartawan, jurnalis TVRI,” tambahnya. Salah satu buku karya Dr. Ayu yang menjadi pegangan jurnalis saat ini adalah buku Kebebasan Pers dan Etika Pers dalam Perspektif Hukum Islam.

Pada upacara tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud bertindak sebagai inspektur upacara. Anggota TNI AU dari Lanud Dhomber, Mayor Sus M. Redhagima bertindak sebagai komandan upacara. Sedangkan Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh membacakan naskah proklamasi.

Sementara itu, Drs. Ahkmad Priyanto mengatakan bahwa pelaksanaan upacara secara keseluruhan di Pemkot Balikpapan berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.

Sebelum upacara dibuka, hadirin dan undangan dihibur dengan berbagai tarian kolosal oleh siswa-siswi sekolah menengah pertama dan menengah atas dari beberapa sekolah di Balikpapan. Tampil juga hiburan paralayang dan paduan suara.

Pada saat yang sama, Akhmad Priyanto juga bertugas mempersiapkan kelancaran pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih di Universitas Mulia, yang dimulai lebih awal sejak pagi pukul 8.00 Wita sampai selesai.

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023 pada pelaksanaan upacara di Universitas Mulia. Foto: Puskomjar

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023 pada pelaksanaan upacara di Universitas Mulia. Foto: Puskomjar

Pasukan pengibar bendera juga berasal dari Mahasiswa Baru 2023. “Ya, tentunya mereka yang bertugas sebagai Paskib sudah berpengalaman di SMA/SMK sebelumnya sebagai Paskib demi kelancaran pelaksanaan upacara,” tutur Akhmad Priyanto.

Di antara nama-nama petugas upacara antara lain Edi Raditya Wardana, mahasiswa baru Prodi S1 Informatika, asal sekolah SMK Kertanegara Kuaro Kutai Kartanegara. Bertugas sebagai pasukan pengibar bendera antara lain Sukmawati, mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen, asal sekolah SMK Negeri 4 Balikpapan.

Kemudian Intan Fadillah, mahasiswa baru Prodi D3 Administrasi Perkantoran, asal sekolah SMA Negeri 5 Balikpapan, dan Imariana Nur Mutiara, mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen, asal sekolah SMK Negeri 3 Balikpapan.

(SA/Puskomjar)

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

UM – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 RI, sivitas akademika Universitas Mulia melaksanakan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di halaman White Campus, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan (17/8).

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis Mundzir, S.Kom., M.T menjadi pembina upacara. Bertindak pemimpin upacara Edi Raditya Wardana, Mahasiswa Baru 2023 Program Studi S1 Informatika Fakultas Ilmu Komputer. Edi berasal dari SMK Kertanegara Kuaro. Pembacaan naskah proklamasi oleh Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom dan Pembukaan UUD 45 oleh Mahasiswa Baru 2023.

Dalam sambutannya, Mundzir membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) RI Nadiem Anwar Makarim, yang menyebutkan bahwa Kemerdekaan RI tidak dihadiahkan oleh bangsa asing, melainkan dipertaruhkan dengan seluruh jiwa dan raga.

“Perjuangan itu masih kita teruskan sampai hari ini dengan Merdeka Belajar yang telah kita gerakkan selama empat tahun terakhir,” tutur Mundzir, membacakan pesan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Hal ini, lanjutnya, mengingat Merdeka Belajar digerakkan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan semangat gotong royong dan kolaborasi.

Dengan implementasi Kurikulum Merdeka, Menteri Nadiem mengajak para pendidik dan orangtua untuk memahami keberhasilan belajar seorang anak tidak terbatas pada kegiatan membaca, menulis, dan berhitung saja, tetapi juga kemampuan literasi dan numerasi, keteramplan berkomunikasi dan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pasukan pengibar bendera merah putih HUT ke-78 Ri dari mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembina upacara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bsinis Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembina upacara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bsinis Mundzir, S.Kom., M.T. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Yustian Servanda. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Yustian Servanda. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Pembukaan UUD45 oleh mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Pembacaan Pembukaan UUD45 oleh mahasiswa baru 2023. Foto: Nadya/Media Kreatif

Komandan upacara Edi Raditya W, mahasiswa baru 2023 Prodi S1 Informatika. Foto: Nadya/Media Kreatif

Komandan upacara Edi Raditya W, mahasiswa baru 2023 Prodi S1 Informatika. Foto: Nadya/Media Kreatif

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

Barisan Mahasiswa Baru 2023 peserta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan HUT ke-78 RI di Universitas Mulia, Kamis (17/8). Foto: Puskomjar

Didukung Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, Nadiem mendorong agar warga sekolah saling bekerja sama untuk menjamin haknya dalam belajar, berkarya, dan bekerja secara aman dan nyaman.

“Gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, warga satuan pendidikan, sampai keluarga merupakan kunci penghapusan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” tutur Mundzir, membacakan pesan Mendikbud Ristek Nadiem.

Untuk jenjang penddikan tinggi, menurut Nadiem, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama empat tahun terakhir telah berhasil dirasakan 760 ribu mahasiswa. “Kesempatan belajar di luar kampus, baik di industri, di sekolah, sampai lingkungan masyakarat memberikan pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.

“Mari melanjutkan semangat para pendahulu kita untuk senantiasa bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” pungkasnya. Usai pelaksanaan upacara, peserta Mahasiswa Baru mengikuti kegiatan selanjutnya menggelar Papermob.

(SA/Puskomjar)

Foto bersama Wakil Rektor dan Instruktur BRIN serta peserta pelaku UMKM Balikpapan. Foto: Nadya/Media Kreatif

UM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia bersama dengan Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada K/L Masyarakat dan UMKM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan untuk UMKM Balikpapan, Jumat (11/8). Pelatihan tentang Pengolahan Ikan Laut ini berlangsung sehari diikuti 30 peserta pelaku usaha UMKM.

Pada kesempatan ini, turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I dan perwakilan dosen FEB Nanda Narendra Muvano, S.E., M.M. Hadir perwakilan BRIN yakni Raden Cecep Erwan Andriansyah, S.T., M.Si yang juga menjadi Instruktur Pelatihan, Ananda Prakoso, S.Kom dan Uci Sri Sundari, S.E., M.M.

“Jadi kita itu kan punya payung besarnya, punya MoU dengan BRIN. Kemudian MoU yang dijalankan lebih dulu saat ini adalah MoA (Memorandum of Agreement) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi di BRIN dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, fokusnya adalah pengabdian masyarakat,” tutur Yusuf Wibisono.

Menurutnya, Universitas Mulia seperti menjadi kepanjangan tangan BRIN untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, khususnya untuk pembinaan atau pemberdayaan UMKM. Dengan kerja sama tersebut, lanjutnya, Universitas Mulia menjadi jembatan untuk mempertemukan BRIN dengan UMKM.

“Berikutnya, kita akan bergeser ke fakultas lain, misalkan, tadi sudah ada diskusi untuk kerjasama antara pusat riset di BRIN dengan Farmasi dan Teknologi Informasi. Itu porgram kita berikutnya,” tutur Yusuf Wibisono.

Sementara itu, Raden Cecep Erwan Andriansyah atau yang biasa dipanggil Pak Cecep, dalam sambutannya mengatakan bahwa hasil-hasil riset dam inovasi BRIN diupayakan tidak berhenti di laboratorium dan publikasi saja.

Serah terima cenderamata Universitas Mulia oleh Wakil Rektor Yusuf Wibisono, Wakil Dekan FEB Nandha Narendra Muvano, dan perwakilan BRIN Raden Cecep Erwan Andriansyah dan Ananda Prakoso. Foto: Nadya/Media Kreatif

Serah terima cenderamata Universitas Mulia oleh Wakil Rektor Yusuf Wibisono, Wakil Dosen FEB Nandha Narendra Muvano, dan perwakilan BRIN Raden Cecep Erwan Andriansyah dan Ananda Prakoso. Foto: Nadya/Media Kreatif

Raden Cecep Erwan Andriansyah, S.T., M.Si dari BRIN saat memberikan pelatihan Pengolahan Ikan Laut untuk para pelaku usaha UMKM Balikpapan di Universitas Mulia, Jumat (11/8). Foto: Nadya/Media Kreatif

Raden Cecep Erwan Andriansyah, S.T., M.Si dari BRIN saat memberikan pelatihan Pengolahan Ikan Laut untuk para pelaku usaha UMKM Balikpapan di Universitas Mulia, Jumat (11/8). Foto: Nadya/Media Kreatif

“Hasil-hasil tersebut perlu dilanjutkan dengan pemanfaatannya di ranah industri, masyarakat, UMKM, untuk menjawab tantangan Connecting Research and Industry, menjadi jembatan kesenjangan atau Bridging the Gap,” tutur Cecep.

Menurutnya, riset dan dan inovasi harus mampu memberikan solusi melalui identifikasi celah kesenjangan (gap), co-creating, dan sharing bagi permasalahan yang dihadapi industri maupun UMKM.

Pada kesempatan ini, Cepep memberikan pelatihan terkait Pengolahan Ikan Laut untuk 30 peserta pelaku usaha UMKM. Menurutnya, berdasarkan statistik, 75% hasil perikanan di Indonesia berasal dari perikanan laut. Sisanya, 25% dari perikanan air tawar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 53% hasil perikanan dipasarkan dalam bentuk ikan segar. 9,8% diolah dalam bentuk beku dan kaleng, 27,2% diolah kering atau ikan asin.

“Nah, sisanya diolah dalam bentuk pindang, asap, dendeng, abon, dan lain-lain. 3,6% produk olahan untuk diekspor. Sisanya untuk pasar dalam negeri,” tutur Cepep.

Artinya, selain terkait teknologi pangan dan untuk meningkatkan nilai ekonomis, ada potensi lokal hasil perikanan untuk menjadi Diversifikasi Produk.

Diversifikasi produk hasil perikanan tersebut antara lain olahan ikan bisa menjadi abon ikan, dendeng ikan, bakso ikan, nugget, kerupuk, dan lain-lain selain pindang, ikan asap, dan ikan asin.

(SA/Puskomjar)

Drs. Suprijadi, M.Pd dalam suatu kesempatan bersama dengan mahasiswanya. Foto: Istimewa

UM – Sekian lama kekosongan Wakil Wali Kota Balikpapan menarik perhatian Akademisi Universitas Mulia, Drs. Suprijadi, M.Pd. Pasalnya, hingga 26 bulan berlalu, belum juga ada perubahan dan/atau tanda-tanda bakal ada salah satu warga yang akan mengisi kekosongan Wakil Wali Kota Balikpapan.

“Warga Balikpapan patut berterima kasih kepada Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam memimpin kota ini selama 26 bulan tetap kondusif. Tidak ada permasalahan yang cukup berarti yang berakibat timbulnya demonstrasi,” tutur Suprijadi, seperti yang disampaikan pada media massa lokal.

Pasalnya, menurutnya, Wali kota dinilai telah melaksanakan perannya sebagaimana tugas dan wewenangnya yang diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Tugas, Wewenang, Kewajiban dan Hak Kepala Daerah. “Itu sudah dijalankan dengan baik oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud meski belum sempurna,” tuturnya.

Dengan begitu, lanjutnya, Wali Kota akan lebih sempurna apabila kepemimpinannya dibantu oleh seorang Wakil Wali Kota (Wawali). “Namun, apa daya situasi yang mengharapkan kekosongan Wawali harus terjadi. Walaupun pada kenyataannya tanpa Wawali, Rahmad Mas’ud mampu memimpin Balikpapan mendapatkan penghargaan dengan baik,” ujarnya.

Menurut catatannya, Balikpapan telah mendapatkan penghargaan dan apresiasi seperti Penghargaan Adipura Kencana sebagai lambang kota terbersih yang paling paripurna. “Masih banyak prestasi lain yang tidak dapat kami sebutkan semua,” ungkapnya.

Meski tampak beberapa keberhasilan yang diterima Wali Kota, juga ada kekurangan atau permasalahan-permasalahan yang cukup berarti. “Antara lain kebijakan mutasi aparatur sipil negara, pembangunan pelebaran jalan, sekolah terpadu dan kebijakan yang bernuansa kolusi, nepotisme masih dirasakan serta permasalahan lain yang dihadapi Wali Kota,” urai Suprijadi.

Ia menilai, permasalahan tersebut dapat diminimalkan apabila DPRD dapat menempatkan Wawali sebagai mitra kerja Wali Kota dalam memimpin Balikpapan.

“Jadi, kekosongan Wawali merupakan produk dari DPRD sekarang ini. Mengapa hal itu terjadi? Karena DPRD dengan santainya tidak memerankan dirinya dalam melahirkan Wawali,” tukasnya.

Dirinya mengaku tak habis pikir mengapa fungsi kontrol dan pengawasan dari anggota DPRD kurang dapat berfungsi sebagaimana mestinya. “Padahal, secara substansial, kualitas anggota DPRD tidak diragukan,” ujarnya.

Melihat kenyataan bahwa kinerja anggota DPRD seperti demikian, maka dirinya merasa patut mempertanyakannya. “Fungsi pengawasan DPRD mandul, karena terkontaminasi dengan julukan Partai Pengusung Wali Kota, kecuali dua partai lainnya. Seharusnya anggota DPRD mampu bercermin diri, untuk all-out secara maksimal di akhir masa jabatannya,” ujarnya memberi saran.

Lebih lanjut, dirinya menilai sudah waktunya partai pengusung mampu menunjukkan jati dirinya sebagai partai yang memiliki kredibilitas dan profesionalisme dalam mengawasi kebijakan Wali Kota. “Bukan berarti partai pengusung selalu sami’na wa atho’na, patuh dan taat pada Wali Kota atau partainya Wali Kota,” ujarnya.

Dirinya pun mengingatkan peran dan fungsi partai pengusung hanya sebatas mengantarkan Rahmad Mas’ud dan Thohari Azis (almarhum) untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Setelah itu, gugurlah hak dan kewajiban, karena partai pengusung kembali kepada jati diri sebagai wakil rakyat, anggota DPRD,” ujarnya.

Untuk itu, tibalah saatnya partai pengusung harus berani bercerai dengan partai pengusung utama. Partai pengusung harus mampu dan berani mengkritik kebijakan walikota yang kurang populis.

Apabila kondisi partai pengusung tetap adem ayem, mencari titik aman, tanpa menunjukkan dan memperbaiki kredibilitas, jangan disalahkan apabila pada Pemilu Legislatif 2024 rakyat lebih condong menjatuhkan pilihan pada calon anggota legislatif baru.

Oleh karena itu, tidak lama lagi warga masyarakat Kota Balikpapan akan menyongsong pemilihan umum serentak tepatnya 14 Februari 2024. “Kurang 198 hari, tentu bukanlah waktu yang lama,” ujarnya.

Rakyat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pemilihan umum serentak, termasuk di Kota Balikpapan. “Notabene masyarakat Balikpapan akan menentukan nasibnya dalam memilih wakil rakyat yang benar-benar kredibel, amanah, bertanggung impian masa depan, sebagai kota yang layak huni dan bermartabat,” ujarnya.

Masyarakat saat ini dinilainya memiliki kecerdasan yang tinggi dalam menggunakan hak pilihnya dan akan menjatuhkan pilihan kepada calon anggota legislatif yang sangat dibutuhkan.

“Untuk itu, mari menyongsong masa depan Kota Balikpapan yang bermartabat dan berdaulat dengan memelihara moto Kota Balikpapan sebagai Kota Beriman, Bersih, Indah, Aman dan Nyaman, dengan semangat juang Balikpapan Kubangun, Kujaga dan Kubela sebagai kota yang layak huni, patut kiranya untuk kita pertahankan,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Selamat Atas Diraihnya Gelar Profesor Guru Besar Bidang Informatika, Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T, 12 juni 2023.

,UM – Segenap sivitas akademika Universitas Mulia mengucapkan selamat kepada Rektor Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.T atas diraihnya gelar Profesor dalam bidang Informatika. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 29410/M/2023 tanggal 12 Juni 2023.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H mengucapkan selamat untuk yang pertama kalinya sembari mengirimkan SK Kenaikan Jabatan Akademik Dosen atas nama Prof. Muhammad Rusli, dari Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim.

“Alhamdulillah, akhirnya Rektor UM Bapak M Rusli telah mendapatkan gelar Profesor (Guru Besar). Kini UM punya Profesor pertama di kampus. Selamat Prof Rusli. Kami turut bangga dan bahagia,” tutur Dr. Agung, yang diikuti ucapan selamat seluruh koleganya.

“Alhamdulillah wa syukurillah. Universitas Mulia telah mempunyai Profesor pertama yakni Prof. Dr. Drs. Muhammad Rusli, M.T. Selamat Pak Rektor moga berguna dan bermanfaat untuk Universitas Mulia pada umumnya dan keluarga khususnya. Amin x3 Ya Rabbal ‘Alamin,” tutur Dr. Sudarmo, S.H., M.M.

“Alhamdulillah. Selamat untuk Pak Rektor atas raihan Guru Besarnya. Semoga semakin berkah dan amanah dalam menyebarkan keilmuan dan meningkatkan keunggulan Universitas Mulia,” tutur Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I.

Atas ucapan selamat tersebut, Prof. Muhammad Rusli mengucapkan terima kasih dan berharap menjadi keberkahan bagi Universitas Mulia. “Terimakasih atas perhatian, harapan dan doanya. Semoga menjadi keberkahan bagi kita semua. Amiin ya rabbal alamin,” ucap Prof. Rusli.

Ketika berbincang dengan media ini di ruang kerjanya, Prof. Rusli menceritakan perjalanannya meraih gelar Profesor. Menurut Prof. Rusli, meski memiliki latar belakang pendidikan Teknik Informatika (S2) dan Teknologi Pembelajaran (S3), namun karyanya lebih banyak di bidang pengembangan Ilmu Informatika di bidang e-Learning, khususnya yang terkait dengan efektivitas pengembangan e-modul, modul-modul pembelajaran, baik yang interaktif ataupun video, baik yang bisa dipelajari secara mandiri ataupun daring.

Selanjutnya, sebagai Guru Besar, Prof. Rusli terus mendorong para dosen untuk meraih jenjang pendidikan tertinggi dan bergelar Doktor. “Untuk para dosen yang telah menerima tunjangan sertifikasi dosen, mulai semester depan kita akan wajibkan untuk publikasi pada jurnal minimal terindeks Sinta 4 dan juga Scopus,” tutur Prof. Rusli.

Prof. Rusli juga mendorong agar dosen menerbitkan buku, baik buku ajar maupun buku referensi yang diterbitkan oleh penerbit. Apabila kewajiban tersebut tidak ditunaikan, tunjangan sertifikasi dosen yang selama ini didapatkan setiap bulan terancam dihentikan.

“Ini saya tekankan agar para dosen terus meningkatkan kapasitas keilmuannya, tidak berhenti sampai di sini. Terus berusaha meningkatkan kemampuan sebagai orang yang memiliki privilege mendidik mahasiswa,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)