Rektor universitas mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. memberikan arahan pada Pelepasan KKN Universitas Mulia tahun ajaran 2023-2024. (24/01/2024)

Pelepasan ini dihadiri oleh kecamatan Sesumpu , penajam Paser Utara dan 12 kelurahan dari 4 kecamatan balikpapan , Kecamatan Balikpapan Barat, kecamatan Balikpapan selatan , Kecamatan balikpapan Timur, Kecamatan Balikpapan Utara.

200 lebih mahasiswa hadir dalam rangka pelepasan ini dengan penuh hiporia dan semangat dalam melaksanakan kegiatan yang sdh masuk dalam program kerja masing-masing. Pada Kesempatan ini Prof Ahsin menekan kan kepada mahasiswa agar dapat menjaga perilaku saat melaksanakan kegiatan KKN dan dengan senang hati membantu masyarakat disekitar dan menumpuhkan sikap empati terhadap lingkungan. Prof Ahsin juga berharap mahasiswa dapat menjalakan tugas KKN dengan baik dan menjadi manfaat buat lingkungan tempat mereka melakukan KKN.

 

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan program kerja kepada masing-masing kelurahan oleh kepala LPPM ir. Richki Hardi, S.T., M.Eng. dan dilanjutkan dengan pembagian spanduk yang digunakan dalam kegiatan KKN 2024. Ketua Panitia KKN , ibu Warrantia Citta Citti Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sampai dengan akhir Febuari 2024 dan dilanjutkan dengan pengumpulan nilai KKN yang akan dikumpulkan oleh tim panitia KKN .

WN-Humas UM

Humas-Rektor universitas mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. mengundang Seluruh camat di Kota balikpapan dalam rangka menjalin kerjasama dibidang tridharma.14/12/2023

kegiatan ini sekaligus menjadi ajang dalam berdiskusi untuk membahas program kerja KKN 2024 dan membahas kebutuhan terhadap tema yang akan diambil pada setiap wilayah penempatan KKN.

Dalam hal ini Rektor Universitas Mulia, Prof. Ahsin berharap kedepan nya kerjasama ini akan menjadi kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi universitas Mulia dan pemerintah setempat. Masing-masing camat memberikan gagasan mereka terhadap pelaksanaan KKN yang diharapkan akan melihat kebutuhan disekitar penempetan KKN dan didiskusikan lebih lanjut ke dinas terkait agar tepat sasaran.

Masing-masing wilayah memiliki keunggulan masing-masing dan diharapkan dapat saling berkolaborasi menyesuaikan dengan program kecamatan atau kelurahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh camat Balikpapan Kota, Camat Balikpapan Tengah,Camat Balikpapan Utara, Camat Balikpapan Selatan, dan Sekertaris Camat Balikpapan Barat. seluruh pejabat Universitas Mulia menyambut baik kehadiran seluruh camat se Kota Balikpapan dengan Harapan bisa terus menjalin kerja sama diberbagai bidang khususnya Tri dharma perguruan tinggi.

WN-Humas UM

Humas UM- Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si membuka kegiatan pelatihan BKD terhadap seluruh Dosen Universitas Mulia. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan 3 Fakultas yakni, Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer. Kegiatan diawali oleh pelatihan terhadap fakultas Humaniora dan Kesehatan. 23/01/2024.

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini yakni , Wakil Rektor I bidang Akademik Wisnu Hera Pamungkas, S.Tp., M.Eng, Nasruddin Bin Idris, S.Kom., M.Kom, Yeyen Dwi Putra, S.Kom., M.Kom. kegiatan ini dilaksanakan mulai dari pukul 8.00 pagi sampai dengan 15.00 yang dihadiri oleh seluruh Dosen Humaniora dan kesehatan yang sedang mengurus kepangkatan mulai dari Asisten Ahli sampai dengan Lektor.

Rektor Universitas Mulia berharap Minimal Setiap Dosen memiliki 1 buku ajar dalam tempo 3 tahun sekali dan setiap tahun menulis karya ilmiah atau penelitian yang masuk pada jurnal nasional terakreditasi atau prosiding.Prof Ahsin juga berharap Dosen LB atau luar biasa dapat juga mengambil kesempatan untuk mengikuti hibah internal yang diadakan oleh LPPM setiap tahun nya untuk menambah nilai kepangkatan.” saya berharap Dosen UM wajib bagi yang sudah ber NIDN untuk mengisi Sister dan BKD secara Berkala.” harap beliau.

Dengan Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memeudahkan Dosen dalam melakukan pengisian BKD sekaligus menjadi ajang silahturahmi dan kolaborasi seluruh Dosen yang ada di Fakultas Humaniora dan Kesehatan.

WN /Humas-UM

Humas UM-Universitas Mulia melakukan sosialisasi terhadap implementasi SMART RT terhadap pendataan warga yang ada di kelurahan Margo Mulyo Balikpapan Barat 12/01/2024. kegiatan ini melibatkan wakil rektor III Mundzir, S.Kom., M.T selaku founder dan Rizki Zulkarnain S.Pd., M.Pd selaku pembimbing mahasiswa lapangan dan 16 mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri pula oleh seluruh kepala RT sekelurahan margo mulyo dan  Lurah  Margomulyo Balikpapan barat.

dalam kesempatan ini Mundzir menyampaikan pentingnya data warga pada masing-masing RT . Diharapkan data nanti dapat diintegrasikan dan menjadi pelaporan kepemerintah terkait termasuk tentang semua keluhan warga di tempat tinggal nya. Pendataan ini dilakukan bersamaan dengan berjalan nya kegiatan KKN Universitas Mulia 2024 sehingga mahasiswa dapat membantu berjalan nya sosialisasi Smart RT namun mahasiswa harus tetap fokus terhadap program kerja masing2 sesuai kesepakatan dengan masyarakat sekitar.

diharapkan SMART RT dapat menjadi wadah dalam menampung aspirasi masyarakat dan menghubungkannya dengan pihak-pihak terkait.selain itu juga menjadi acuan terhadap pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat dosen dalam Tridharma perguruan tinggi.

WN Humas-UM

Rizal Effendi calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem dapil Kaltim saat memaparkan gagasannya mengatasi persoalan pendidikan di Kaltim. Foto: SA/Puskomjar

UM – Persoalan Pendidikan dan Infrastruktur di Kaltim tidak kalah menarik dengan topik lainnya pada Debat Kandidat Wakil Rakyat yang digelar APTISI Wil. XI-B Komisariat Selatan dan Forsiladi Kaltim, Jumat (19/1). Dengan dimoderatori Dr. Agung Sakti Pribadi, para kandidat tampak semakin panas.

Hal ini lantaran pertanyaan panelis kedua, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i yang memantik para kandidat tentang bagaimana para kandidat membantu strategi perguruan tinggi di Kaltim dalam menghadapi hadirnya perguruan tinggi unggul dari Jawa maupun perguruan tinggi asing.

Hetifah Sjaifudian yang telah lama menyoroti persoalan pendidikan Kaltim di DPR RI, mengatakan bahwa hadirnya perguruan tinggi yang berinvestasi di Kaltim tidaklah masalah selama diyakini ke depan, baik pengelola, dosen, mahasiswa di Kaltim bisa memanfaatkannya.

“Tetapi kalau kita sudah punya perguruan tinggi lokal yang juga tidak kalah, mengapa Unmul tidak segera dijadikan perguruan tinggi unggul?” tanya Hetifah.

Menurutnya, apabila Unmul menjadi perguruan tinggi unggul, maka akan memiliki kesempatan yang sama seperti universitas unggul lainnya yang saat ini membuka kelas jauh di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dan bagi perguruan tinggi swasta, sekarang semua dosen wajib hukumnya S2, S3. Tetapi beasiswa yang diberikan untuk dosen-dosen itu sangat sedikit,” ungkapnya.

Untuk itulah, di DPR, ia berusaha memperjuangkannya dengan mendorong bagaimana sumber daya manusia, terutama tenaga pendidik di perguruan tinggi yang ada di Kaltim bisa seluruhnya menikmati pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri lewat beasiswa LPDP maupun BPI.

“Kita ingin dosen-dosen di Kaltim ini yang menjadi penyangga utama untuk membangun IKN yang bermartabat,” tuturnya.

Sementara Ustadz Naspi Arsyad memiliki pandangan lain. Menurutnya, perguruan tinggi didorong untuk bersahabat dengan sumber daya yang dimiliki secara riil.

Ia menilai, berdasarkan pengalamannya di APTISI, perguruan tinggi di Kaltim cukup tertinggal jika dibanding perguruan tinggi di Jawa.

“Perguruan tinggi di Balikpapan secara khusus atau di Kaltim secara umum menerima sisa-sisa mahasiswa yang tidak mampu menembus perguruan tinggi di Jawa. Itu sangat kita maklumi,” ungkapnya.

Untuk itulah, Naspi mengusulkan agar perguruan tinggi di Kaltim memiliki program unggulan sebagaimana perguruan tinggi di Jawa seperti Universitas Indonesia, Gunadarma, ITB dan UGM.

Dengan memiliki program unggulan, perguruan tinggi di Kaltim diharapkan akan mudah dikenal oleh calon mahasiswa baru sesuai dengan minat dan bakat masing-masing calon mahasiswa.

“Perguruan tinggi dari Jawa, dari Jakarta, kadang menciptakan kompetisi persaingan yang sehat. Kita ini kalau tidak ada saingan, itu masuk zona nyaman, keinginan untuk bersaing itu lemah,” tuturnya.

Dengan demikian, ia meminta perguruan tinggi lokal untuk bekerja lebih keras lagi bersaing dengan perguruan tinggi unggul tersebut. “Setidaknya bisa menyaingi perguruan tinggi-perguruan tinggi tersebut,” tuturnya.

Rizal Effendi calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem dapil Kaltim saat memaparkan gagasannya mengatasi persoalan pendidikan di Kaltim. Foto: SA/Puskomjar

Rizal Effendi calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem dapil Kaltim saat memaparkan gagasannya mengatasi persoalan pendidikan di Kaltim. Foto: SA/Puskomjar

Penolakan hadirnya perguruan tinggi luar justru diungkapkan Rizal Effendi. Wali Kota Balikpapan periode 2011-2021 ini sangat keras menolak jika tidak memperhatikan perguruan tinggi lokal daerah.

“Saudara-saudara sekalian, saya termasuk orang yang tidak setuju kalau pemerintah membuka lebar-lebar universitas besar di lokasi IKN, kalau tidak memajukan universitas atau perguruan tinggi di daerah,” tegas Rizal.

Rizal mengaku telah meminta kepada pemerintah agar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi proyek strategis nasional.

“Kalau ITK tidak dimajukan, tidak mungkin lulusannya bersaing dengan lulusan ITB, ITS dan sebagainya,” tandas Rizal.

Rizal mengingatkan sejarah berdirinya ITK saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah agar sejajar dengan ITB maupun ITS.

“Karena itu, ada IKN, maka harus menjadi proyek strategis nasional,” ujarnya.

Rizal mengungkapkan dirinya pernah meminta kepada pemerintah agar Unmul diberikan kesempatan mengingat proyek IKN seharusnya yang menjadi leader adalah Universitas Mulawarman.

“Fakultas Kehutanan Unmul itu adalah fakultas terbaik hutan tropika basah di dunia,” ujarnya.

Rizal menceritakan, ketika Presiden Joko Widodo meresmikan Groundbreaking pembangunan 5-6 Sekolah Dasar (SD) di lokasi IKN beberapa waktu yang lalu, dirinya sangat tidak setuju.

“Saya tidak setuju kalau hanya 6 SD saja, harusnya 1.000 SD di Kalimantan Timur harus diperbaiki. Itu yang kita kritisi,” tandasnya.

Rizal juga mengkritisi Undang-undang IKN yang tidak memberikan ruang yang banyak kepada daerah penyangga.

“Jadi, ini kita harus hati-hati. Kalau kita tidak majukan pendidikan kita, (maka) kita akan menjadi penonton,” ujar Rizal mengingatkan.

“Jadi, sekali lagi, keberpihakan kita terhadap perguruan tinggi di daerah harus sama dengan universitas dari luar,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Dua orang panelis Prof. Dr. Suhartono dan Prof. Dr. Muhamad Muhdar bersama para kandidat. Foto: SA/Puskomjar

UM – Ketahanan pangan dan ekonomi Kaltim menjadi topik yang menarik pada Debat Kandidat Wakil Rakyat yang diselenggarakan APTISI Wilayah XI-B Kaltim Komisariat Selatan dan Forsiladi Kaltim. Debat berlangsung di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Jumat (19/1).

Panelis pertama Prof. Dr. Suhartono, S.E., M.M merupakan pakar di bidang ilmu manajemen. Ia merumuskan pertanyaan seputar IKN dan Potensi Ekonomi Kaltim kepada para kandidat.

Prof. Suhartono bertanya tentang bagaimana strategi para kandidat dalam mengurangi ketergantungan bahan pangan di Kaltim dari daerah lain. Ketergantungan ini disinyalir menjadi pemicu terjadinya inflasi daerah.

Kandidat pertama Rizal Effendi mengakui posisi Kaltim dilematis mengalami ketergantungan bahan pangan dari daerah lain.

“Membangun pertanian di Kaltim itu tidak gampang. Kemarin Universitas Mulia melakukan diskusi tentang membangun pertanian, akan tetapi kita memang harus melakukan perekonomian Kalimantan Timur dilakukan reformasi dan diversifikasi,” tutur Rizal Effendi.

Rizal sepakat daerah seperti Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, dan Kutai Kartanegara di Kaltim memiliki potensi di sektor pertanian. Namun, ia melihat beberapa daerah lain di sektor pangan seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan tidak terlalu jauh sehingga diharapkan membantu menekan inflasi daerah.

“Karena itu dukungan sektor pangan pertanian kita bisa bekerja sama, jangan hanya tergantung dengan Kalimantan Timur,” tuturnya.

Rizal Effendi calon anggota legislatif DPR RI dai Partai Nasdem dapil Kaltim saat memaparkan gagasan. Foto: SA/Puskomjar

Rizal Effendi calon anggota legislatif DPR RI dai Partai Nasdem dapil Kaltim saat memaparkan gagasan. Foto: SA/Puskomjar

Calon anggota legislatif yang juga anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memaparkan gagasannya. Foto: SA/Puskomjar

Calon anggota legislatif yang juga anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memaparkan gagasannya. Foto: SA/Puskomjar

Naspi Arsyad calon anggota legislatif DPD RI dapil Kaltim saat memaparkan gagasan. Foto: SA/Puskomjar

Naspi Arsyad calon anggota legislatif DPD RI dapil Kaltim saat memaparkan gagasan. Foto: SA/Puskomjar

Berbeda dengan Hetifah Sjaifudian. Menurutnya, tugasnya sebagai anggota DPR salah satunya adalah membuat peraturan perundang-undangan. Ia akan berusaha memastikan peraturan legislasi atau perundang-undangan di tingkat nasional tidak merugikan Kalimantan Timur.

Ia kemudian merujuk pada peraturan perundang-undangan tentang hubungan keuangan pusat dan daerah yang mengubah undang-undang sebelumnya tentang perimbangan keuangan.

“Ada banyak sebenarnya satu situasi yang menguntungkan Kaltim atau kemampuan fiskal kota kabupaten itu jauh melebihi provinsi maupun kabupaten kota lainnya,” ungkapnya. Ia kemudian menyebut salah satunya adalah Kab. Kutai Kartanegara.

Menurutnya, persoalan kedaulatan pangan atau ketahanan pangan di Kaltim bukan hanya pada ada tanah atau tidak, atau mendorong para petani lebih produktif atau tidak. Terlebih jumlah petani di Kaltim terus berkurang lantaran generasi mudanya tidak tertarik untuk masuk ke sektor pertanian.

“Asalkan kita mampu membangun infrastruktur. Jadi, apa yang terjadi di IKN ini, menurut pendapat saya, bukan hanya pergeseran geopolitik, tetapi juga membawa implikasi signifikan kepada potensi sektor ekonomi yang lain di luar sektor pertambangan dan migas,” tutur Hetifah.

Sementara itu, Naspi Arsyad lebih memilih fokus memberikan perhatian besar pada para pelaku di bidang pangan. Ia sependapat dengan salah satu pendapat calon presiden agar memberikan perhatian lebih besar kepada sektor pertanian.

(SA/Puskomjar)

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Komisariat Selatan dan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kaltim menggelar Debat Kandidat Wakil Rakyat Kalimantan Timur, berlangsung di Universitas Mulia, Jumat (19/1). Foto: SA/Puskomjar

Tema Pilpres 2024 dan Suara Kaltim

UM – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Komisariat Selatan dan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kaltim menggelar Debat Kandidat Wakil Rakyat Kalimantan Timur. Debat dengan tema Pilpres 2024 dan Suara Kaltim ini berlangsung di Hall Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Jumat (19/1).

Dalam sambutannya, Ketua APTISI XI-B Komisariat Selatan Dr. Agung Sakti Pribadi menerangkan bahwa lingkup kerja Komisariat Selatan meliputi Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser atau Tanah Grogot.

“Kami sering mengadakan kegiatan dan hari ini adalah kegiatan yang sesuai dengan tema kita akan mengadakan Pileg (pemilihan anggota legislatif) dan Pilpres (pemilihan presiden),” tutur Dr, Agung.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan realisasi dari keinginan pemerintah untuk mensosialisasikan kandidat agar lebih dikenal oleh rakyat. “Akan terbuka bagaimana visi misi beliau, dan Alhamdulillah, hari ini tiga kandidat kita undang itu mewakili, insya Allah, akan menjadi kandidat di DPR RI dan dan DPD RI,” ujarnya.

Tiga kandidat tersebut antara lain Rizal Effendi, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) Kaltim, kemudian Hetifah Sjaifudian, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Golkar dapil Kaltim, dan Naspi Arsyad, calon anggota legislatif DPD RI dapil Kaltim.

Sebelumnya, disebutkan bahwa panitia telah mengundang Rendi Ismail caleg DPD RI dapil Kaltim, dan Andhika Hasan caleg DPR RI dari PDI Perjuangan dapil Kaltim. Namun, diperoleh informasi, baik Rendi Ismail maupun Andhika Hasan berhalangan hadir.

Dalam debat ini, tiga orang panelis memberikan pertanyaan kepada masing-masing kandidat, antara lain Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, Rektor Universitas Mulia yang hadir secara daring sembari menguji sidang doktoral di Universitas Mulawarman Banjarmasin.

Panelis berikutnya Ketua STIE Balikpapan Prof. Dr. Suhartono, S.E., M.M, kemudian Prof. Dr. Muhamad Muhdar, S.H., M.Hum dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Panitia juga mengundang sekira 300 peserta perwakilan partai politik kandidat masing-masing, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Balikpapan serta dosen dan undangan lainnya.

Tiga kandidat tersebut antara lain Rizal Effendi, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) Kaltim, kemudian Hetifah Sjaifudian, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Golkar dapil Kaltim, dan Naspi Arsyad, calon anggota legislatif DPD RI dapil Kaltim. Tampak panelis, Prof. Dr. Suhartono dan Prof. Dr. Muhamad Muhdar serta Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: SA/Puskomjar

Tiga kandidat tersebut antara lain Rizal Effendi, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) Kaltim, kemudian Hetifah Sjaifudian, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Golkar dapil Kaltim, dan Naspi Arsyad, calon anggota legislatif DPD RI dapil Kaltim. Tampak panelis, Prof. Dr. Suhartono dan Prof. Dr. Muhamad Muhdar serta Dr. Agung Sakti Pribadi. Foto: SA/Puskomjar

Panelis Rpf. Dr. Suhartono saat diperkenalkan kepada publik sebelum acara dimulai. Foto: SA/Puskomjar

Panelis Prof. Dr. Suhartono saat diperkenalkan kepada publik. Tampak Prof. Dr. Muhamad Muhdar di sebelahnya, sebelum acara dimulai. Foto: SA/Puskomjar

Tanpak Ketua Panitia Dientia Dieniear, S.H.,M.H., M.Med.Kom duduk bersama dosen dan mahasiswa. Foto: SA/Puskomjar

Tampak Ketua Panitia Dientia Dieniear, S.H.,M.H., M.Med.Kom duduk bersama dosen, mahasiswa, dan undangan. Foto: SA/Puskomjar

Sementara itu, Ketua Panitia Dientia Dieniear, S.H.,M.H., M.Med.Kom mengatakan bahwa ia berharap para kandidat tidak saja memperkenalkan visi dan misi saja, tetapi juga memberikan pembelajaran bagi peserta tentang pentingnya mewujudkan Pemilu Damai.

“Terima kasih sudah hadir di sini dalam acara debat, di mana acara debat ini tidak sekadar untuk visi dan misi saja, tapi juga memberikan pelajaran kepada kita bahwasannya Pemilu Damai itu memang nyata adanya, dan bisa kita kontribusikan dan implementasikan dalam hari ini,” kata Dieniear.

Berdasarkan data KPU dan Bappenas, Pemilu 2024 diperkirakan akan diikuti kurang lebih 190,5 juta pemilih. Dari jumlah tersebut, pemilih Gen Z (usia 17-23 tahun) mencapai 15,82 persen, Gen Y (24-39 tahun) 35,59 persen, Gen X (40-55 tahun) 30,10 persen, Baby Boomer (57-74 tahun) 15,91 persen, dan pre-boomer (di atas 75 tahun) 2,57 persen.

Dari data tersebut diperoleh jumlah Gen Y dan dan Gen Z pada Pemilu 2024 sebesar 51,41 persen atau lebih separuh dari total pemilih. Gen Y maupun Gen Z didominasi usia para mahasiswa peserta debat kandidat wakil rakyat saat ini.

Salah seorang anggota Forsiladi, Dr. Sudarmo, ditemui usai acara, mengatakan bahwa debat wakil rakyat ini sangat bagus untuk Transfer Knowledge kaitannya antara praktisi dengan institusi pendidikan tentang partisipasi politik.

“Paling tidak memberikan pencerahan kepada publik, terutama kepada dosen dan mahasiswa supaya berani untuk menyampaikan ide-idenya ke depan,” tutur Dr. Sudarmo.

Menurutnya, hal ini menjadi pendidikan politik kepada mahasiswa dan dosen sehingga mampu ke depan belajar untuk mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik.

Ketika ditanya terkait para kandidat yang berbicara, Dr. Sudarmo menilai masing-masing memiliki kekuatan sendiri.

“Sebenarnya tiga-tiganya berpengalaman, cuma yang satu duduk di pemerintahan, yang satu duduk di DPR, yang satu duduk di pendidikan tinggi, sebagai dosen, ya kan dia kepala sekolah tinggi, ilmu tarbiah, kan? Itu kan juga sama saja dengan seperti kita-kita ini juga,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap mahasiswa maupun dosen dapat mengambil pelajaran tentang pengalaman yang luas dari masing-masing kandidat yang akan mewakili rakyat yang lebih luas dalam menyalurkan aspirasinya.

“Jadi, dia punya experience yang bagus, kan? Bagaimana mengelola orang, bagaimana menyampaikan pendapat orang kepada orang lain, kan? Mudah-mudahan bisa dikembangkan lagi bagaimana mengaplikasikan di masyarakat dan bisa menyerap aspirasi dari masyarakat,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Humas UM- Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Dr. Mada Aditya, S.Sos., M.M beserta Ka. Prodi Hukum Okta Novia Sari, S.H., M.H melakukan kegiatan Kerjasama dibidang Tridharma perguruan Tinggi antara Fakultas Hukum UNIBA dengan Prodi Hukum Universitas Mulia yang disambut oleh dekan Fakultas Hukum Uniba Dr. Bruce Anzwar, S.H., M.H beserta jajaran nya di gedung Uniba pada Selasa (16/01/2024).

Pada kegiatan ini Dr. Bruce Anzwar, S.H., M.H menyambut baik kedatangan Dekan FHK Universitas mulia, beliau berharap dari kerjasama ini akan terbentuk sebuah ikatan silahturahmi dan dapat saling berkolaborasi dalam kegiatan tridharma . Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga akan menghasilkan banyak kegiatan yang saling berkaitan dengan bidang studi hukum antara kedua belah pihak.

Dr. Mada Aditya, S.Sos., M.M juga menyampaikan bahwa sangat tertarik untuk melakukan kolaborasi didalam banyak hal mulai dari pengajaran , penelitian dan pengabdian masyarakat. beliau menyampaikan “Prodi Hukum Universitas Mulia sedang mengupayakan penciri prodi yang akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa yang akan mendaftar masuk ke Prodi Hukum dan dalam kegiatan ini mengajak Universitas Mulia menjadi Mitra dalam pengembangan Prodi Hukum Universitas Mulia kedepan nya. ”

kegiatan ini dihadiri oleh hampir seluruh jajaran Fakultas Hukum UNIBA dan seluruh jajaran Prodi Hukum  Universitas Mulia.selain memaparkan  prodi masing-masing, Dosen Fakultas Hukum juga mengajak jajaran Universitas Mulia untuk melihat ruang praktik peradilan semu yang ada di UNIBA . harapan Ka. Prodi Hukum Universitas Mulia dapat saling berkolaborasi dalam

Humas UM-Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si beserta Wakil Rektor I bidang Akademik Wisnu Hera Pamungkas, S.Tp., M.Eng dan Kepala bidang Kerjasama  Sumardi S.Kom., M.Kom melakukan kunjungan audiensi kerjasama dengan Universitas Muslim Indinesia yang disambut oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf; Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar dan Rektor; Prof. Dr. H. Sufirman Rahman, S.H., M.H. beserta jajaran nya.(Senin, 8/01/2024)

Kegiatan ini sehubungan dengan rencana universitas mulia dalam pengembangan Universitas  dalam membuka prodi dan fakultas baru dalam perencanaan kedepan. Dalan kegiatan ini Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyampaikan maksud beliau  terkait kesediaan UMI untuk menjadi pembimbing/pendamping bagi UM dalam menyiapkan prodi kedokteran serta berkoordinasi dalam pembangungan Prodi baru lain nya.beliau ingin berkordinasi mengenai “apa saja yg perlu disiapkan serta apa saja syarat-syaratnya, seperti terkait kebutuhan spesifikasi gedung, jumlah dosen, dan jenis laboratorium yang harus disediakan”.unggah beliau.

Rektor Universitas muslim Indonesia Prof. Dr. H. Sufirman Rahman, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kerjasama ini dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak, karena sehebat apapun institusi pasti ada titik tertentu dimana membutuhkan kontribusi pihak lain. Ada suatu keunggulan yg dimiliki institusi, namun akan lebih sempurna kalau dilakukan dengan bersama bergandengan tangan dengan pihak lain.Rektor UMI menegaskan bahwa “UMI menyambut baik kerjasama ini dan berharap agar segera ditindaklanjuti untuk MoU serta PKS antara kedua belah pihak”.

Selain itu Universitas Mulia juga disambut oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf; Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar yang menyampaikan dalam sambutan beliau menekankan bahwa  “kerjasama harus dilakukan secara profesional, mengesampingkan ego masing-masing dan bertujuan saling ingin membesarkan institusi. Institusi tidak mungkin besar sendiri, masing-masing punya keunggulan yg bisa saling melengkapi dan saling membesarkan, bukan hanya membesarkan satu pihak saja. Semoga jika niatnya benar-benar tulus maka Allah SWT memberikan serta membukakan jalan.” Lanjut beliau.

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si  Berharap bahwa kedepan nya dapat melakukan penandatanganan kerjasama dengan tim yang lengkap dan dapat merambah pada kerjasama lain dengan cakupan lebih luas di bidang tridharma perguruan tinggi.

WN- HUMAS UM

Humas UM-Dekan Fakultas Humaniora Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos., M.M. dan Kesehatan dan Direktur eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi S.H., M.H. menyambut kedatangan bapak Selamet Riyanto, S.H., M.H. selaku kepala kejaksaan Negeri Balikpapan. Kegiatan dilaksanakan di gedung white campus lt 2 Ruang executive Universitas Mulia. (Rabu, 10/1/2024)

Kesempatan ini bertujuan untuk melakukan penandatanganan kesepakatan Kerjasama antara Universitas Mulia Balikpapan dan kejaksaan Negri Balikpapan khususnya kepada Program studi S1-Hukum Universitas Mulia.Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga memberi beberapa pemaparan dalam sambutan nya salah satu nya adalah keprihatinan beliau terhadap tindak penyalahan penggunaan NARKOTIKA di Balikpapan yang semakin meningkat. Beliau juga berharap bahwa dengan adanya kerjasama maka akan dapat memberikan pelajaran kepada mahasiswa Program studi hokum tentang kesadaran Hukum dilingkungan kejaksaan negeri Balikpapan dan dapat terus bekerjasama dalam meningkatkan pengetahuan terhadap implementasi kegiatan yang ada di lingkungan kejaksaan Negri Balikpapan.

 

Dalam sambutan nya Kepala Kejaksaan Negeri bapak Selamet Riyanto, S.H., M.H menyampaikan akan mendukung kegiatan yang berhubungan dengan kurikulum merdeka melalui kerjasama ini, selain itu juga akan mendukung semua kegiatan Tridharma perguruan tinggi yang berkaitan dengan kejaksaan negri Balikpapan . Kejaksaan negri Balikpapan juga membuka peluang dalam praktik peradilan semu kepada mahasiswa Universitas Mulia untuk dapat berkolaborasi dan berkompetisi pada kegiatan peradilan semu tingkat nasional / internasional.

WN-HUMAS UM