Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memimpin rapat e-Kinerja di Universitas Mulia, Selasa (2/2). Foto: Mundzir

UM – Pandemik Covid-19 terbukti membawa pengaruh dan mengubah banyak hal, terutama aktivitas ketenagakerjaan maupun kegiatan akademik di perguruan tinggi. Kondisi ini membuat manajemen perguruan tinggi melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan sivitas akademika bekerja secara efektif dan efisien. Hal inilah yang ditekankan Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. kepada seluruh staf dan karyawan, yang disampaikan secara daring lewat aplikasi Zoom Meeting, Selasa (2/2) kemarin.

“Bapak/Ibu yang saya hormati, terima kasih sudah hadir pada pertemuan daring Zoom hari ini. Saya ingin menyampaikan pentingnya pertemuan ini agar karyawan di lingkungan Yayasan Airlangga memahami pentingnya bekerja sesuai dengan jobs-desc masing-masing,” tutur Pak Agung mengawali sambutan.

Menurut Pak Agung, pertemuan daring tersebut juga merupakan bagian dari presensi agar pimpinan mengetahui keberadaan masing-masing karyawan. Sedangkan bagi karyawan yang berhalangan hadir diimbau agar memberitahukannya melalui grup Ruang Izin.

Sebagaimana yang telah diinformasikan kepada seluruh karyawan, kebijakan Work from Home atau WFH pada pekan ini sudah tidak berlaku dan diganti pengurangan atau penyesuaian jam kerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk menjaga produktivitas sumber daya manusia, terutama di lingkungan lembaga pendidikan, manajemen melakukan berbagai langkah yang ditandai dengan beberapa indikator positif setiap karyawan.

Pak Agung, yang juga Rektor Universitas Mulia, memaparkan 10 indikator yang menjadi pusat penilaian setiap karyawan. Indikator itu meliputi kejujuran, religius, humanis, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kreativitas, kerja keras, kepemimpinan, dan pencapaian target kerja.

“Untuk mencapai itu setidaknya ada lima langkah yang akan dilakukan, pertama, tahu jobs-desc masing-masing dan struktur organisasi,” tutur Pak Agung. Dengan mengenal dan memahami deskripsi pekerjaan masing-masing sesuai struktur organisasi, karyawan diharapkan melaksanakan tugas dan wewenang dengan baik.

Kedua, lanjut Pak Agung, menyusun indikator sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. Ketiga, mengisi form target pekerjaan atau kegiatan. Setiap karyawan akan memiliki target pencapaian kinerja dan memasukkannya ke dalam formulir khusus target pencapaian pekerjaan sampai berapa persen.

“Target pencapaian kerja ini ada dua, pertama bersifat normatif, maksudnya sesuai dengan jobs-desc masing-masing. Kedua, berorientasi hasil, baik secara kuantitatif maupun kualitatif,” tuturnya.

Keempat, lanjutnya, penilaian pencapaian target kerja oleh masing-masing divisi. Untuk divisi pendidikan menengah, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda menyerahkan penilaian masing-masing karyawannya pada hari Jumat di setiap akhir pekan. Sedangkan untuk Universitas Mulia laporan akhir diserahkan setiap hari Sabtu.

Selama satu bulan atau dalam kurun waktu tertentu, hasil penilaian tersebut dilakukan evaluasi untuk mengetahui capaian pekerjaan masing-masing karyawan. Untuk itu, Yayasan Airlangga akan memberikan Reward atau penghargaan bagi karyawan yang dinilai berprestasi memenuhi 10 indikator dengan nilai sangat baik, mirip seperti Kartu Hasil Studi atau KHS mahasiswa. Sebaliknya, bagi karyawan yang memiliki nilai rendah akan diberikan sanksi hukuman atau Punishment.

Sementara itu, dalam pertemuan daring tersebut, menurut pengamatan media ini tercatat 95 lebih titik peserta baik diikuti secara berkelompok maupun mandiri. Hampir seluruh karyawan Yayasan Airlangga, baik dari Balikpapan, Samarinda, maupun yang sedang dalam perjalanan di luar kota tercatat serius mengikuti dan memperhatikan dengan seksama pertemuan daring tersebut. (SA/PSI)