Tag Archive for: Ramadan

Adjat Sudrajat, Direktur Airlangga Training Centre (ATC) saat berbagi inspirasi, Kamis (27/3/2025). Foto: SA/Kontributor

UM – Dalam acara Silaturahmi yang digelar Yayasan Airlangga, Adjat Sudrajat mendapat kesempatan berbagi inspirasi di Universitas Mulia, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Kamis (27/3). Adjat menekankan pentingnya menemukan makna hidup melalui kontribusi nyata, sekecil apapun bentuknya.

Ia mengajak para hadirin, khususnya para pendidik, untuk menyadari bahwa keberadaan dan dedikasi yang dicurahkan memiliki arti yang dalam. Tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kemajuan umat dan bangsa.

Adjat Sudrajat yang kini menjabat sebagai Direktur Airlangga Training Centre (ATC) mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Airlangga, setelah beberapa waktu pernah menjadi kepala SMP Plus Airlangga.

Menurutnya, para pendidik adalah orang-orang yang rela membaktikan waktunya, pemikirannya, dan tenaganya untuk kemakmuran dan untuk mencerdaskan bangsa.

Inti dari pesannya adalah bagaimana mencapai kehidupan yang penuh makna. Ia menegaskan bahwa perasaan berarti itu muncul ketika seseorang merasa melakukan sesuatu yang signifikan untuk orang lain.

Ketika kita ingin hidup kita ini penuh makna, salah satunya adalah kita merasa melakukan suatu hal yang berarti, kita merasa bahwa kita melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain,” ujarnya.

Ia mengkontraskan kondisi ini dengan fenomena kekosongan jiwa yang banyak dialami orang pada saat ini, yang membuat mereka merasa hampa dan mencari kebahagiaan semu. Menurutnya, solusi dari kehampaan tersebut adalah dengan berkontribusi.

Adjat Sudrajat, Direktur Airlangga Training Centre (ATC) saat berbagi inspirasi, Kamis (27/3/2025). Foto: Vio/Media Kreatif

Adjat Sudrajat, Direktur Airlangga Training Centre (ATC) saat berbagi inspirasi, Kamis (27/3/2025). Foto: Vio/Media Kreatif

Adjat memberikan contoh konkret dalam lingkup pendidikan. Ia menyatakan bahwa makna hidup tidak selalu datang dari hal-hal besar.

Meskipun kita hanya bisa mengajarkan kepada siswa kita membaca atau sekadar menunjukkan kedisiplinan kita, keramahan kita berbicara kepada siswa, hal tersebut sudah merupakan kontribusi berarti yang bisa dicontoh dan membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan program inovatif yang ia namakan “Telaga”, yakni Telaga Hikmah Airlangga. Program ini sebuah inisiatif pembangunan karakter siswa melalui value talk atau pembicaraan mengenai nilai-nilai positif.

Program ini menggunakan narasi dan kisah inspiratif yang dibacakan secara rutin, misalnya, seminggu sekali untuk menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, dan spiritualitas.

Dasar pemikiran program ini sederhana namun kuat, yakni Apa yang biasa Anda lihat, Anda baca, dan Anda dengar akan menjadi makanan bagi pikiran Anda,” terangnya.

Ia percaya bahwa paparan yang terus menerus secara konsisten terhadap pesan-pesan kebaikan akan membentuk sistem berpikir, yang pada akhirnya memengaruhi perasaan serta perilaku siswa secara positif.

Menutup pesannya, Adjat mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan peran masing-masing pendidik. Dengan kesadaran ini, ia berharap setiap individu dapat membangun kehidupan yang lebih bermakna.

Mari kita sama-sama untuk men-set dalam pemikiran kita bahwa keberadaan kita di sini merupakan sesuatu yang berarti. Kita memberikan arti bagi diri kita, bagi keluarga kita, dan bagi orang lain,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Dr. Sudarmo (tengah) bersama Dr. Agung Sakti Pribadi (kiri) dan Drs. Akhmad Priyanto sedang membuka acara, Selasa (4/3). Foto: Anshar

UM – Universitas Mulia menggelar tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Dr. Sudarmo di Ruang Eksekutif kampus pada Selasa (4/3/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga, Dr. Agung Sakti Pribadi beserta jajaran dan akademisi lainnya.

Menurut Drs. H. Akhmad Priyanto, koordinator kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari pelaksanaan program Amaliah Ramadan, yang dijadwalkan digelar setiap Senin hingga Kamis pukul 11.00 – 12.00 WITA.

Adapun pengisi amaliah Ramadan oleh 15 narasumber berdasarkan jadwal yang telah disusun, mulai Selasa (4/3) dan berakhir Kamis (27/3) mendatang. Seluruh narasumber merupakan sivitas akademika Universitas Mulia.

Pada hari pertama Amaliah Ramadan, Dr. Sudarmo membahas tentang Rukun dan Syarat Wajib Puasa Ramadan yang Penuh Makna dalam Kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Sudarmo menekankan pentingnya memahami esensi puasa. Puasa tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas spiritual dan moral.

Puasa itu Perintah Allah bagi Orang Beriman

Dr. Sudarmo mengawali tausiyah dengan mengutip Surat Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan kewajiban berpuasa bagi umat Islam:

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan spiritual yang bertujuan membentuk pribadi bertakwa.

Dengan memahami rukun dan syarat wajib puasa, seorang Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan mendapatkan manfaat maksimal dari Ramadan.

Para peserta tausiyah Ramadan yang digelar Universitas Mulia. Foto: Akhmad Priyanto

Para peserta tausiyah Ramadan yang digelar Universitas Mulia. Foto: Akhmad Priyanto

Rukun Puasa adalah Unsur Utama dalam Pelaksanaan Puasa

Dr. Sudarmo menjelaskan bahwa rukun puasa adalah elemen fundamental yang harus dipenuhi agar puasa seseorang dianggap sah. Dua rukun utama dalam ibadah puasa adalah:

1. Niat Puasa

Niat merupakan bagian esensial dalam ibadah puasa. Tanpa niat, puasa dianggap tidak sah. Niat dapat diucapkan atau cukup di dalam hati sebelum waktu fajar tiba. Berikut adalah lafal niat puasa yang dianjurkan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Niat ini dapat dibaca mulai dari malam hari hingga sebelum waktu imsak, beberapa menit sebelum azan Subuh berkumandang.

2. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Rukun kedua adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 187:

Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.

Selain menahan makan dan minum, seorang Muslim juga harus menjaga diri dari perkataan dusta, ghibah (menggunjing), perbuatan maksiat, serta emosi yang tidak terkendali, karena dapat mengurangi pahala puasa.

Syarat Wajib Puasa, Kriteria Bagi yang Wajib Berpuasa

Selain memenuhi rukun puasa, seorang Muslim harus memenuhi syarat wajib puasa agar ibadahnya sah. Dr. Sudarmo merinci beberapa syarat utama:

  1. Beragama Islam. Puasa Ramadan hanya diwajibkan bagi umat Islam.
  2. Balig (Dewasa). Puasa diwajibkan bagi mereka yang telah mencapai pubertas.
  3. Berakal Sehat. Orang yang tidak sadar (pingsan, mabuk, atau mengalami gangguan mental) tidak diwajibkan berpuasa.
  4. Mampu Berpuasa. Orang yang sakit berat, lanjut usia, ibu hamil, menyusui, atau mengalami kondisi yang membahayakan kesehatannya diperbolehkan mengganti puasanya dengan fidyah atau puasa di hari lain.
  5. Tidak dalam Perjalanan Jauh (Musafir). Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh diperbolehkan berbuka dan mengganti puasanya di lain waktu.
  6. Tidak dalam Masa Haid atau Nifas. Wanita yang sedang menstruasi atau dalam masa nifas dilarang berpuasa, tetapi wajib menggantinya di hari lain.

Puasa dan Hakikat Kehidupan

Dr. Sudarmo juga mengaitkan ibadah puasa dengan persiapan menghadapi kematian dan kehidupan di alam kubur. Ia mengutip sabda Rasulullah HR. At-Tirmidzi yang berbunyi:

Kuburan adalah salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lubang dari lubang-lubang neraka.

Dr. Sudarmo kemudian menukil dari kitab Daqoiqul Akhbar, yakni kitab yang membahas berbagai informasi gaib yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Kitab ini ditulis oleh Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi.

Dalam kitab tersebut, dijelaskan bagaimana kuburan menyeru kepada manusia sebanyak lima kali sehari untuk mengingatkan agar bersiap menghadapi kehidupan setelah mati.

Berikut lima seruan kubur dan cara menjawabnya:

  1. Saya adalah rumah kesendirian.” Maka, bawalah teman dari dunia dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
  2. Saya adalah rumah kegelapan.” Maka, bawalah cahaya dengan mendirikan sholat malam.
  3. Saya adalah rumah tanah.” Maka, bawalah alas tidur dengan memperbanyak amal saleh.
  4. Saya adalah rumah penuh binatang buas.” Maka, bawalah perisai dengan membaca Basmalah.
  5. Saya adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir.” Maka, perbanyak membaca Tahlil (Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah) agar bisa menjawab pertanyaan malaikat.

Sebagai penutup, Dr. Sudarmo menekankan bahwa puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan spiritual untuk mencapai ketakwaan. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan kesungguhan.

Semoga kita semua menjalankan ibadah puasa dengan kesadaran penuh, mengharap pahala dari Allah, dan meraih derajat takwa sebagaimana janji-Nya dalam Al-Qur’an,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Penutupan Tausiyah Ramadan 2024 oleh Dr. Agung Sakti Pribadi. Tausiyah Ramadan digelar selama bulan Ramadan oleh sivitas Universitas Mulia, 14 Maret - 5 April 2024. Foto: Kontributor

UM – Kegiatan Tausiyah Ramadan yang digelar sejak Kamis (14/3) yang lalu, secara resmi ditutup oleh Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Jumat (5/4). Dalam sambutannya, Dr. Agung mengingatkan sivitas akademika Universitas Mulia menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana untuk berlatih kebiasaan baik.

“Saya gambarkan begini. Selama bulan Ramadan, Bapak Ibu itu sedang nge-charge. Ada yang 100%, ada yang belum. Sholatnya di-charge, sholatnya jadi bagus. Ngajinya di-charge, ngajinya jadi bagus. Sedekahnya di-charge, jadi bagus juga,” tutur Dr. Agung.

Namun, tambahnya, ia mengingatkan agar perbuatan buruk tidak serta merta ikut di-charge. “Oh, jangan di-charge ya perbuatan buruknya,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang, Dr. Agung mengingatkan agar tetap menguatkan iman dan takwa serta menahan diri untuk tidak terpedaya dengan berbagai macam godaan.

“Nah, ketika sudah penuh (charging 100%) masing-masing itu, ingat, jangan seperti pecah buku tabungan atau celengan. Begitu Hari Raya Idul Fitri, sudah pecah semua itu. Drop. Sholat Subuh habis waktunya, telat bangun, yang ngaji mandek ngaji, sedekah tidak terpikir lagi. Nah itu drop-nya bisa kelihatan nanti,” ujarnya mengingatkan.

Tausiyah Ramadan digelar selama bulan Ramadan oleh sivitas Universitas Mulia, 14 Maret - 5 April 2024. Foto: Akhmad Priyanto

Tausiyah Ramadan digelar selama bulan Ramadan oleh sivitas Universitas Mulia, 14 Maret – 5 April 2024. Foto: Akhmad Priyanto

Kepada sivitas kampus yang sedang mudik atau pulang kampung pada masa Lebaran ini, Dr. Agung juga mengingatkan untuk selalu berhati-hati di jalan. Sebagian sivitas ada yang mengikuti mudik gratis yang difasilitasi pemerintah, sebagian lagi dengan biaya mandiri.

“Saya bersyukur ya, Bapak Ibu jangan lupa mendoakan pemerintahan sekarang ini yang telah memberikan gratis pulang mudik. Sudah beberapa tahun yang lalu berjalan, BUMN memfasilitasi mudik gratis,” tuturnya.

Tercatat, beberapa karyawan pulang kampung atau mudik menuju Sulawesi Selatan dan Pulau Jawa. Ia mengingatkan agar membawa bekal yang cukup, menjaga asupan makanan sehat dan menjaga kesehatan tubuh agar mampu bekerja kembali usai Lebaran.

“Tapi begitu selesai Lebaran, beberapa hari kemudian sudah banyak yang sakit. Nah, itu juga hati-hati makanan ya. Itu mudah-mudahan kita sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Agung mengingatkan agar seluruh sivitas dapat kembali bekerja pada Selasa, 16 April 2024 mendatang. “Kita langsung awali dengan acara halal-bihalal. Walaupun mungkin ada yang belum pulang ya, nambah cuti,” tuturnya.

Dengan ditutupnya Tausiyah Ramadan tahun ini, Dr. Agung mengucapkan terima kasih kepada panitia, peserta, dan pengisi tausiyah. “Terima kasih, saya bersyukur kegiatan ini berjalan dengan bagus. Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan kepada kita,” tuturnya.

Sementara itu, Drs. H. Akhmad Priyanto selaku koordinator pengarah berharap kegiatan serupa dilanjutkan pada kegiatan bulan Ramadan mendatang. “Dan tentunya mudah-mudahan kita dipertemukan kembali dengan Ramadan 1446 Hijriah,” harap Akhmad Priyanto.

“Kami atas nama pengarah kegiatan Ramadan dan juga Jumat Berkah menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan, Bapak-Ibu yang telah menunggu setiap tausiyah Bapak-Bapak. Ibu-ibu nantinya juga boleh mengisi tausiyah ya,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Dosen Farmasi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm (kiri) saat ikut membeli produk yang dijual mahasiswa, Senin (18/3). Foto: Istimewa

UM – Sejumlah mahasiswa Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia meramaikan Bazar Ramadan di parkir Mal Rapak Plaza Balikpapan, Senin (18/3) sore. Mereka menggelar aneka produk untuk kebutuhan berbuka puasa. Beberapa dosen tampak hadir ikut membeli.

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana, S.Sos. M.M mengatakan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka upaya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswanya.

“Upaya membangun jiwa Entrepreneur, kerjasama tim mahasiswa kita dan meningkatkan animo calon mahasiswa,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa akan menggunakan kesempatan ini untuk belajar mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha. Dengan memasarkan produk yang unik dan punya ciri khas, mahasiswa akan belajar bagaimana menarik minat pelanggan dan membedakan diri dari pesaing.

“Bapak ibu, rekan-rekan, tenant buka mulai jam 15:00. Silakan mampir sekiranya ada keluangan waktu,” ajak Mada kepada dosen-dosen lainnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Kegiatan Okta Novia Sari, S.H., M.H mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa FHK, sinergi antara Prodi Farmasi, Prodi Hukum dan Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD).

Kaprodi PG AUD Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd (dua dari kanan) saat mengunjungi mahasiswanya, Senin (18/3). Foto: Istimewa

Kaprodi PG AUD Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd (dua dari kanan) saat mengunjungi mahasiswanya, Senin (18/3). Foto: Istimewa

Sedang melayani pembeli di Bazar Ramadan di Mal Rapak Plaza Balikpapan, Senin (18/3). Foto: Istimewa

Sedang melayani pembeli di Bazar Ramadan di Mal Rapak Plaza Balikpapan, Senin (18/3). Foto: Istimewa

Ia berharap, dengan memfasilitasi mahasiswa terlibat langsung dalam praktik kewirausahaan ini, mahasiswa mampu mempersiapkan diri dalam persaingan untuk mengelola startup atau usaha rintisan mereka.

“Pada kesempatan ini produk yang dipasarkan dari berbagai produsen diantaranya produk dari dosen, produk dari mahasiswa, produk dari rekanan serta produk dari hasil laboratorium Farmasi,” ungkap Kaprodi Hukum ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan target konsumen yang diharapkan akan mengenal hingga tertarik membeli produk mahasiswa adalah masyarakat yang ada di sekitar lokasi, pengunjung serta antusias para sivitas dan akademika Universitas Mulia.

“Selaku pendidik, Kami berharap mampu membentuk jiwa kewirausahaan sebagaimana sejalan dengan tagline Universitas Mulia, yaitu sebagai kampus Global Technopreneur,” tutur Okta Novia Sari.

Dihubungi terpisah, Kaprodi PG AUD Sri Purwanti, S.Pd., M.Pd mengatakan sangat senang belanja aneka menu buka puasa. “Rasanya enak dengan kemasan menarik, pelayanannya baik dan support bazar berjalan lancar,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa yang piket berjaga bisa sekaligus mengenalkan kampus dan prodinya kepada para pengunjung.

“Mahasiswa tidak sekedar berjualan, tetapi bisa memetik hikmahnya untuk lebih menumbuhkembangkan jiwa entrepreneur, kreativitas dan kerjasama antar mahasiswa, juga mendapatkan income,” harapnya.

Senada, Dosen Farmasi Apt. Murtiyana Sari, S.Farm., M.Clin.Pharm, usai mengunjungi mahasiswanya, mengatakan bahwa dirinya cukup terkesan. “Mahasiswa antusias, happy, excited, walaupun panas,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, dirinya berharap mahasiswanya akan mendapatkan pengalaman dan ilmu yang nantinya bisa dimanfaatkan saat akan berwirausaha.

(SA/Kontributor)

Rektor Universitas Mulia Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1445 H. Foto: Media Kreatif

UM – Pemerintah RI lewat Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Penetapan tersebut disampaikan pada sidang isbat yang digelar di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/3). Awal Ramadan menandai umat Islam menunaikan Ibadah Puasa Ramadan.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mewakili seluruh sivitas akademika mengucapkan selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadan kepada seluruh umat Islam. Kepada sivitas akademika, Rektor mengajak untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan lebih dalam, merangkul keragaman budaya serta memperkuat jaringan keilmuan yang inklusif.

Rektor juga mendorong sivitas akademika untuk berbagi pengetahuan, memperkaya wawasan, dan memberdayakan satu sama lain dalam perjalanan intelektual.

Berikut ucapan selamat Rektor kepada seluruh umat Islam dan sivitas akademika Universitas Mulia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillahirobbil alamin,

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersama para sahabat keluarga dan pengikut beliau hingga yaumil akhir.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati,
Bulan suci Ramadan telah tiba, bulan penuh rahmat dan ampunan serta keberkahan bagi kita semua. Bulan kesempatan bagi kita untuk memperdalam nilai-nilai kebijaksanaan keteladanan dan kebersamaan.

Mari kita jadikan bulan ini sebagai waktu yang tepat untuk refleksi bermuhasabah dan bermunajat kepada Allah dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas diri kita.

Universitas Mulia memberi kesempatan kepada kita untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan lebih dalam, merangkul keragaman budaya serta memperkuat jaringan keilmuan yang inklusif.

Mari kita berbagi pengetahuan memperkaya wawasan dan memberdayakan satu sama lain dalam perjalanan intelektual kita.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Semoga Allah memberikan rahmat, ampunan, dan keberkahan senantiasa dilimpahkan kepada kita semua.

Amin ya rabbal alamin

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(SA/Kontributor)

 

Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Wisnu Hera berfoto bersama jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

UM – Sebanyak 23 orang terdiri dari pimpinan, karyawan, guru, dan dosen di bawah naungan Yayasan Airlangga berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadan. Seremoni pelepasan jamaah umrah Yayasan Airlangga digelar di Aula Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan, Selasa (28/3).

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya merasa terharu pada tahun ini Yayasan Airlangga mampu berangkat dalam jumlah peserta yang cukup besar.

“Sungguh ada rasa haru di kami ketika Yayasan Airlangga akhirnya berangkat dalam jumlah yang cukup besar, karena dulu biasanya hanya satu dua, satu dua, yang terakhir itu adalah lima orang, ada yang paling senior Pak Poniman, Pak Aris Baktiyono, Bu Eva, Pak Mundzir, dan saya,” tutur Dr. Agung.

Dirinya berharap, ke depan Yayasan Airlangga mampu berangkat lebih banyak lagi karyawan untuk menjalani ibadah umrah. “Ketika kami merancang untuk berangkat itu kadang-kadang memang bukan karena pikiran kita sendiri, itu memang Allah juga yang menggerakkan, yang berangkat itu paling senior,” tuturnya.

Meski demikian, Dr. Agung menerangkan bahwa tidak semua karyawan senior dan sudah lama bekerja bisa berangkat. Dalam pertimbangannya, sebagian di antaranya telah menjalani ibadah umrah sebelumnya.

“Akan diberikan ganti, tidak harus umrah, insya Allah akan kita bawa jalan-jalan ke luar negeri,” tuturnya, memberikan semangat. Dirinya menyadari ada sekian banyak karyawan yang juga ingin berangkat. “Itulah undangan dari Allah, rahasia ilahi,” tambahnya.

Menurutnya, dirinya terinspirasi ketika mengikuti kegiatan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Bali, 1-3 Juli 2022 yang lalu. Ketika itu, Dr. Agung bertanya tentang resep sukses mengelola perguruan tinggi kepada salah satu pengelola perguruan tinggi yang sudah besar.

“Apa rahasianya? Dia bilang begini, saya minta karyawan itu berangkat dan mendoakan juga untuk lembaganya. Jadi, bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya, tapi juga untuk lembaganya. Apa nggak luar biasa itu, berdoanya langsung di sana diijabah,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi menyematkan atribut seragam travel umrah kepada Drs. Suprijadi, M.Pd, dosen Universitas Mulia, Selasa (28/3). Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi menyematkan atribut seragam travel umrah kepada Drs. Suprijadi, M.Pd, dosen Universitas Mulia, Selasa (28/3). Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Winsu Hera Pamungkas memberikan selamat kepada seluruh jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Wakil Rektor Yusuf Wibisono dan Winsu Hera Pamungkas memberikan selamat kepada seluruh jamaah umrah Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Sumardi, S.Kom., M.Kom salah satu dosen yang berangkat umrah menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya. Foto: Puskomjar

Sumardi, S.Kom., M.Kom salah satu dosen yang berangkat umrah menerima ucapan selamat dari rekan-rekannya. Foto: Puskomjar

Mewakili Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T yang sedang berada di luar kota, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, M.T.I bersama Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Wisnu Hera Pamungkas, S.TP, M.Eng menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Yayasan Airlangga melalui Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H.

“Hal ini, karena dalam bulan ini ada sejumlah dosen dan karyawan Universitas Mulia yang juga ikut diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci. Pimpinan meyakini bahwa pemberangkatan umrah ini akan memberikan berkah baik kepada universitas,” tutur Yusuf Wibisono.

Yusuf Wibisono berharap keberangkatan umrah akan menguatkan sikap yang dibangun untuk dosen dan karyawan Universitas Mulia agar lebih profesional dalam bekerja, humanis, dan juga religius.

“Ketiga hal ini, profesional, humanis, dan religius, diharapkan akan mampu membentuk figur dosen dan karyawan yang berintegritas dan amanah dalam upaya membangun dan mengembangkan Universitas Mulia menjadi institusi yang unggul dan terdepan di bidang pendidikan,” tuturnya.

Atas nama sivitas akademika, Yusuf Wibisono turut berdoa, mulai keberangkatan, Rabu (29/3), semoga perjalanan rombongan jamaah umrah selalu dalam perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, diberikan kelancaran, keamanan, kesehatan, dan keselamatan hingga tiba kembali ke tanah air, Rabu (12/4).

Tercatat 11 orang dosen dan karyawan Universitas Mulia, di antaranya Agung Sakti Pribadi, Akhmad Priyanto, Sumardi, Supratman, Suprijadi, Djumhadi, Muhammad Yani, Miran, Suhartati, Nur Apriliani dan Siti Syorah. Selebihnya pimpinan Yayasan Airlangga, SMP Plus Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMKTI Airlangga Samarinda dan SMK Airlangga Balikpapan.

Dihubungi terpisah, beberapa peserta mengatakan tidak menyangka dan terharu mendapatkan kesempatan ibadah di tanah suci, seperti yang dituturkan Kepala Sekolah SMP Plus Airlangga Ira Hannyda, S.T dan Sekretaris Rektor Suhartati, S.E., M.Kom.

“Saya sangat senang dan bahagia, karena bisa diberangkatkan umrah oleh Yayasan Airlangga Balikpapan. Semoga semua amal baik dibalas Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tutur Ira, singkat.

Ira berharap Yayasan Airlangga terus berkembang dan terus mencetak prestasi di masa yang akan datang. “Sukses terus dan semoga menjadi Yayasan terbesar di Kaltim,” harapnya.

Suhartati, salah satu karyawati senior yang telah bekerja kurang lebih 25 tahun ini, mengatakan bahwa dirinya berharap selalu diberikan kesehatan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadan.

“Semoga dimudahkan dan dilancarkan semua urusan baik perjalanan mulai dari tanah air, selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air,” tutur Suhartati. Tak lupa dirinya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Airlangga.

“Semoga murah rezeki dan barokah, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya.

(SA/Puskomjar)

Rektor bersama Wakil Rektor dan jajaran serta seluruh sivitas Universitas Mulia mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1444 H.

UM – Menyambut datangnya Bulan Ramadan 1444 Hijriah, Rektor bersama dengan jajaran dan seluruh sivitas Universitas Mulia mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi seluruh umat Islam. Hal ini disampaikan lewat YouTube di kanal resmi Universitas Mulia, Senin (20/3).

Dalam pesannya, Rektor Dr. Muhammad Rusli, M.T mengingatkan bahwa kehadiran bulan suci Ramadan tahun ini merupakan kesempatan untuk meraih keberkahan dan ampunan. “Tentunya menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutur Rektor.

Rektor juga mengingatkan bahwa di bulan suci Ramadan, amal kebaikan akan dinilai tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Bulan Ramadan juga menjadi kesempatan bagi kita untuk saling berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama. Marilah kita berkontribusi dalam membantu orang-orang yang membutuhkan baik dalam bentuk materi maupun non materi,” ajak Rektor.

Rektor mengajak seluruh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa untuk menjaga kesehatan, kebersihan, dan tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut ucapan selamat selengkapnya.

#####

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Puji syukur kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali menyambut bulan suci Ramadhan tahun 1444 Hijriah.

Bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan ini, tentunya menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bulan Ramadan juga menjadi kesempatan bagi kita untuk saling berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Marilah kita berkontribusi dalam membantu orang-orang yang membutuhkan, baik dalam bentuk materi maupun non materi.

Tentunya, kebaikan yang kita berikan pada bulan Ramadan ini akan memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Atas nama sivitas akademika Universitas Mulia, Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1444 Hijriah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan keberkahan rahmat dan ampunan kepada kita semua.

Marilah kita menjaga kesehatan kebersihan dan tetap bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa ini yang penuh berkah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

######

(SA/Puskomjar)