Tag Archive for: PKKMB UM

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

UM – Hari ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia menyajikan sesi yang menggugah semangat kebangsaan dan intelektual, Kamis (21/8).

Dekan FHK, Dr. Mada Aditia Wardhana, M.M., tampil dengan pendekatan unik untuk membekali para mahasiswa baru dengan pola pikir kritis yang akan menjadi fondasi kesuksesan studi mereka.

Tidak hanya sebatas memberikan informasi teknis, Dr. Mada justru membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka mengenali kembali jati diri sebagai bangsa besar dan memahami esensi menjadi seorang “maha-siswa”.

Membangkitkan Gen Penguasa Dunia: Dari Nusantara hingga Panggung Global

Dr. Mada memulai paparannya dengan pertanyaan tak terduga: “Bangsa besar apa yang pernah menguasai dunia?” Jawaban yang muncul menyebut Romawi, Mongol, hingga Persia. Namun, ia mengingatkan para mahasiswa tentang satu kekuatan besar yang sering terlupakan.

“Kalian melupakan satu, yaitu Nusantara,” tegasnya. “Genetik bangsa kita adalah genetik penguasa besar dunia. Dari Jengis Khan hingga Kekaisaran Cina, tidak ada yang pernah berhasil menaklukkan Nusantara. Gen itu ada di dalam darah kita masing-masing.”

Menurutnya, kesadaran tentang sejarah kebesaran ini penting bagi mahasiswa baru untuk membangun kepercayaan diri.

Ia mengaitkan dinamika geopolitik global saat ini dengan warisan sejarah bangsa-bangsa besar tersebut. Di tengah persaingan global, Indonesia, sebagai pewaris Nusantara, memiliki potensi luar biasa yang harus dibangkitkan kembali oleh generasi muda.

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Dekan FHK Dr. Mada Aditia Wardhana bersama Kaprodi Hukum M Asyharudin, S.H., M.H., Kaprodi PG AUD Betty Fitriana, S.Pd., M.Pd., dan mewakili Kaprodi Farmasi Eka Kumala Retno, M.Si. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kaka tingkat bersama mahasiswa baru FHK 2025 foto bersama. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur mahasiswa baru 2025. Foto: Media Kreatif

Esensi Seorang Mahasiswa: Menangkap Pola dan Memaknai Informasi

Untuk mengilustrasikan cara berpikir yang harus dimiliki seorang akademisi, Dr. Mada menyajikan dua analogi cerdas. Pertama, melalui teka-teki “Mengapa beruang kutub tidak makan pinguin?”. Jawabannya sederhana: karena habitat mereka berbeda, satu di kutub utara dan satu lagi di kutub selatan.

“Ini bukan sekadar guyonan. Ini tentang knowledge. Jangan pernah berargumen atau menyampaikan sesuatu tanpa referensi, data, dan pengetahuan. Itulah yang membedakan seorang mahasiswa,” jelasnya.

Analogi kedua adalah tentang menangkap pola. Ia menyajikan deretan angka “2, 4, 6, 8, 10” dan bertanya angka ketujuh dalam deret tersebut. Mahasiswa dengan cepat menjawab “14”, meski angka tersebut tidak disebutkan.

“Kalian bisa menjawab karena menangkap polanya. Inilah esensi kecerdasan. Kita tidak selalu mendapatkan informasi lengkap, tapi kita harus mampu memprediksi masa depan dengan membaca pola yang ada. Itulah yang dilakukan bangsa-bangsa besar,” papar Dr. Mada.

Kunci Sukses di Bangku Kuliah: Antusias dan Serius

Sebagai penutup, Dr. Mada membagikan kunci utama untuk berhasil dalam studi melalui sebuah perumpamaan tentang dua anak yang menemukan pasir berkilau di pantai.

Anak pertama, si A, penuh rasa ingin tahu, membawa pasir itu pulang, menelitinya, dan akhirnya menemukan bahwa itu adalah berlian. Sementara anak kedua, si B, menganggapnya tak berharga dan meninggalkannya begitu saja.

“Kalian tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi yang bisa kalian kendalikan adalah hari ini. Jadilah seperti si A. Hadapi setiap mata kuliah dan tugas dengan antusias dan keseriusan. Itulah yang membedakan antara mereka yang menemukan ‘berlian’ dan mereka yang tidak,” pesannya kepada mahasiswa baru.

Sesi yang penuh makna ini diharapkan tidak hanya menjadi pengantar formal, tetapi juga pemicu semangat bagi mahasiswa FHK Universitas Mulia untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan kesadaran penuh akan potensi diri dan tanggung jawab intelektual sebagai generasi penerus bangsa.

(SA/Kontributor)

Dekan Dr. Ivan Armawan mengajak mahasiswa untuk bermain "sulap" prediksi angka yang berhasil memukau dan membuat seluruh audiens penasaran. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana orientasi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia di Ballroom Cheng Ho, Rabu (20/8), menjadi lebih dari sekadar penyambutan formal.

Dekan FEB, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., mengubah panggung menjadi arena interaktif yang penuh makna, membekali para mahasiswa baru dengan filosofi mendalam untuk meraih kesuksesan, tidak hanya di bangku kuliah tetapi juga di masa depan.

Dalam paparannya, Dr. Ivan Armawan tidak hanya menyajikan visi dan misi fakultas secara konvensional. Ia justru mengajak mahasiswa untuk bermain “sulap” prediksi angka yang berhasil memukau dan membuat seluruh audiens penasaran. Melalui permainan ini, ia membuktikan sebuah pesan kuat yang menjadi inti dari bekalnya untuk para mahasiswa.

Filosofi di Balik Permainan Angka: Pahami Caranya, Bukan Hafalkan Jawabannya

Setelah dua kali berhasil menebak dengan tepat hasil penjumlahan deretan angka acak yang dipilih oleh mahasiswa, Dr. Ivan Armawan mengungkapkan rahasia di baliknya. Ini bukanlah sihir, melainkan logika dan pemahaman terhadap sebuah metode atau rumus.

“Belajar itu yang penting tahu caranya. Mau di berapa pun angkanya, pasti bisa,” ungkap Dr. Ivan.

“Inilah kunci sukses kalian selama menempuh studi. Jangan hanya menghafalkan jawaban untuk ujian, tetapi pahamilah konsep, logika, dan rumusnya. Jika kalian menguasai itu, tantangan atau soal seperti apa pun yang datang pasti bisa kalian selesaikan,” tambahnya.

Pesan ini menjadi pencerahan bagi para mahasiswa baru. Analogi permainan angka tersebut secara langsung relevan dengan perjalanan akademik mereka.

Kuliah bukanlah tentang menghafal materi, melainkan tentang membangun kerangka berpikir yang logis dan kritis untuk memecahkan masalah.

Mahasiswa Baru 2025 FEB yang didominasi wanita ini serius menyimak materi PKKMB. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2025 FEB yang didominasi wanita ini serius menyimak materi PKKMB. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa baru membentangkan tulisan semangat dan motivasi. Foto: Media Kreatif

Salah seorang mahasiswa baru membentangkan tulisan semangat dan motivasi. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menggelar foto bersama dengan Kaprodi S1 Akuntansi Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menggelar foto bersama dengan Kaprodi S1 Akuntansi Eko Edy Susanto, S.E., M.Ak. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur adik-adik mahasiswa baru dengan tarian adat Kalimantan. Foto: Media Kreatif

Kakak tingkat menghibur adik-adik mahasiswa baru dengan tarian adat Kalimantan. Foto: Media Kreatif

Visi Technopreneurship: Menjawab Tantangan Masa Depan

Selain memberikan motivasi melalui permainan interaktif, Dr. Ivan Armawan juga memaparkan visi besar yang diusung oleh FEB Universitas Mulia, yaitu menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berbasis technopreneurship yang mampu bersaing secara nasional.

“Basis kita adalah technopreneurship. Dunia terus berubah, dan kami mempersiapkan kalian untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pencipta peluang yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam dunia bisnis,” jelasnya.

Visi ini didukung oleh Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi misi utama fakultas, mencakup:

  1. Pembelajaran Berkualitas: Menyelenggarakan proses belajar yang relevan dengan industri.
  2. Penelitian Inovatif: Mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan riset yang bermanfaat.
  3. Pengabdian Masyarakat: Menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Dengan berbekal pengalaman di perusahaan besar seperti Astra Internasional dan Hino Motors, serta keahlian yang tersertifikasi di bidang digital marketing, Dr. Ivan Armawan menegaskan bahwa kurikulum FEB dirancang untuk mencetak lulusan yang siap tempur, kreatif, kompetitif, dan berakhlak mulia.

Pesan untuk Mahasiswa Baru

Di akhir sesinya, Dekan FEB mengajak para mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mereka dengan semangat yang tepat.

Ia menekankan pentingnya membangun fondasi pemahaman yang kuat sejak awal, aktif dalam setiap proses pembelajaran, dan tidak takut menghadapi tantangan.

“Selamat datang di keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia. Ingatlah, kunci keberhasilan ada di tangan kalian. Kuasai logikanya, pahami metodenya, dan kalian akan siap menaklukkan dunia,” tutupnya diiringi tepuk tangan meriah dari para mahasiswa.

Sesi yang dibawakan dengan cara yang unik dan penuh inspirasi ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menanamkan pola pikir seorang pembelajar sejati kepada para mahasiswa baru FEB Universitas Mulia.

(SA/Kontributor)

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

UM – Suasana Ballroom Cheng Ho bergemuruh oleh pekik semangat mahasiswa baru pada Jumat (22/8/2025). Yel-yel “Siapa kita? Fakultas Ilmu Komputer! Di mana kita? Universitas Mulia!” menjadi penanda dimulainya babak baru bagi ratusan generasi penerus bangsa yang resmi bergabung dengan keluarga besar Fakultas Ilmu Komputer  Universitas Mulia.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom.

Dalam pidatonya, ia tidak hanya menyambut, tetapi juga memberikan pencerahan dan bekal fundamental bagi para mahasiswa untuk menavigasi perjalanan akademis mahasiswa.

“Kalian di sini bukan hanya sekadar mengejar gelar sarjana,” tegas Djumhadi. “Kalian adalah generasi penerus bangsa yang akan mengisi dan mewarnai perjalanan fakultas ini. Peran kalian lebih dari itu, yaitu turut serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Pesan ini menjadi inti dari unsur edukasi yang disampaikannya. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam tiga pilar utama: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Hal ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti kerja praktik, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan kolaborasi penelitian dengan para dosen.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom. berfoto bersama Kaprodi dan staf serta undangan dan Mahasiswa Baru 2025. Foto: Media Kreatif

Tampak dari belakang Mahasiswa Baru 2025 berbaris mengikuti instruksi panitia. Foto: Media Kreatif

Tampak dari belakang Mahasiswa Baru 2025 berbaris mengikuti instruksi panitia. Foto: Media Kreatif

Empat Kunci Emas Menuju Kesuksesan

Untuk memperkuat mental dan semangat mahasiswa baru, Djumhadi membagikan empat kunci utama yang harus dipegang teguh selama menempuh studi di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia:

1. Manajemen Waktu yang Baik

Mahasiswa didorong untuk pandai menyeimbangkan antara waktu belajar, berorganisasi, dan kegiatan pribadi. Kemampuan ini adalah fondasi utama untuk meraih prestasi akademis tanpa mengorbankan pengembangan diri.

2. Keaktifan dalam Berorganisasi

Bergabung dengan Himpunan Mahasiswa (Hima) atau unit kegiatan lainnya bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mengasah soft skill, kepemimpinan, dan memperluas jaringan.

3. Membangun Jaringan Belajar

Djumhadi mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi “Superman” yang belajar sendiri. “Utamakan belajar kelompok. Di dunia perkuliahan, kolaborasi adalah kunci untuk memecahkan masalah dan meraih pemahaman yang lebih dalam,” ujarnya.

4. Menjaga Akhlak dan Etika

Di atas semua kecerdasan akademis, karakter adalah yang utama. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga etika dalam berpakaian, bertutur kata, dan berinteraksi, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. “Panggil teman kalian dengan nama yang baik, bukan dengan panggilan yang merendahkan,” pesannya dengan tegas.

Peluang Karir Cemerlang di Fakultas Ilmu Komputer

Sambutan ini juga menjadi ajang promosi yang efektif bagi calon mahasiswa baru. Djumhadi memaparkan keunggulan program studi di Fakultas Ilmu Komputer yang sangat relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini, antara lain:

  1. Informatika (S1): Fokus pada Software Engineering, Kecerdasan Buatan (AI), dan Mobile Application Development.
  2. Sistem Informasi (S1): Mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan bisnis, mencetak Data Analyst dan Software Developer System.
  3. Teknologi Informasi (S1): Menjawab tantangan zaman dengan konsentrasi pada Cyber Security dan Arsitektur Jaringan.
  4. Desain Komunikasi Visual (S1): Wadah bagi talenta kreatif untuk berkembang di industri visual dan multimedia.

Dengan kurikulum yang terus diperbarui dan dosen yang kompeten, lulusan Fakultas Ilmu Komputer disiapkan untuk menjadi profesional yang siap bersaing di kancah global.

Kegiatan ditutup dengan sebuah pantun yang membangkitkan semangat, “Mari rangkai mimpi dengan semangat membara,” yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari generasi unggul di bidang teknologi dan informatika, Universitas Mulia masih membuka pendaftaran calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025.

Pendaftaran akan ditutup pada 31 Agustus 2025 mendatang. Segera daftarkan diri Anda dan raih masa depan gemilang bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia

(SA/Kontributor)

Seorang mahasiswa baru 2024 beraksi ketika kamera menyorot. Foto: Media Kreatif

Dari Dinasti Politik, Banjir, Macet, Air Bersih, Flyover Rapak hingga Beasiswa Kaltim Tuntas

UM – Rangkaian kegiatan PKKMB Paduka Mulia tahun 2024 resmi ditutup, Jumat (30/8). Pada kesempatan ini, mahasiswa baru ditantang kritis dan berani bersuara, baik soal pengalaman pribadi, ketimpangan sosial, hingga sejumlah permasalahan di daerah kepada Calon Gubernur Kaltim Dr. Isran Noor.

Turut hadir Rektor Prof.Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i bersama Wakil Rektor Mundzir, S.Kom.,M.T, Ketua Panitia Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd, Yustian Servanda, S.Kom., M.Kom, Gunawan, S.T., M.T, dosen serta undangan lainnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi mengatakan, mengundang mantan Bupati Kutai Timur dan Gubernur Kaltim periode 2018-2023 tersebut untuk berdiskusi dengan mahasiswa.

“Saya rasa pemimpin yang tepat itu akan membuat negeri ini jadi lebih bagus,” ujarnya.

Pasalnya, lanjut Dr Agung, seorang mahasiswa baru tampak ragu dengan upaya yang dilakukan para pemimpin agar negeri ini menjadi lebih bagus, sedangkan biaya pendidikan sangat mahal.

“Padahal, untuk mencapai tingkat lebih tinggi itu harus melalui pendidikan,” ujar Dr. Agung.

Dalam acara ini, Dr. Isran Noor diajak untuk berdiskusi bersama mahasiswa baru, yang dikoordinasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulia Agung Widiyanto.

Agung Widiyanto berharap, melalui diskusi ini, para mahasiswa baru ke depan dapat melanjutkan tangga perjuangan dan pergerakan mahasiswa di Universitas Mulia.

“Harapannya, kepada teman-teman semua, mahasiswa baru, lebih aktif lagi nanti ketika menjadi mahasiswa, lebih kritis dan bisa menjadi motor pergerakan mahasiswa untuk generasi masa depan dan untuk negara kita, yaitu Indonesia,” ujar Agung Widiyanto.

Tampil sebagai moderator H Rizal Effendi, Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021. “Ya, adik-adik sekalian, ini hari Jumat yang berkah untuk kita semua. Kita kedatangan tamu istimewa, Pak Dr Isran Noor. Kita beri tepuk tangan untuk beliau,” tutur Rizal Effendi.

Hal ini istimewa lantaran Isran Noor baru saja datang dari Rumah Sakit A Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian menuju Kota Balikpapan.

“Karena janji dengan Pak Agung, beliau datang akan berbicara di depan kalian, begitu. Jadi, Pak Isran sejak kemarin menjalani pemeriksaan kesehatan, begitu, untuk syarat mengikuti pemilihan gubernur,” tambahnya.

Rizal mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agung yang telah memfasilitasi bersama para mahasiswa baru. Rizal berharap, ke depan para mahasiswa bisa menjadi orang-orang pilihan di Ibu Kota Nusantara.

Sementara itu, dalam diskusi ini, Isran Noor berbicara di depan lebih dari 500 orang mahasiswa baru. Isran mengatakan merasa terhormat diundang berdiskusi untuk yang kedua kalinya.

“Sebelumnya saya pernah diundang ke sini, pada tempat yang sama bersama dengan Prof. Jimly Asshiddiqie, seorang tokoh nasional yang ahli di bidang hukum tata negara. Dan beliau sekarang menjadi ketua MKMK,” tuturnya.

Calon Gubernur Kaltim periode 2024-2029 Dr. Isran Noor, M.Si saat tampil di depan mahasiswa baru 2024 di Ballroom Cheng Ho, Jumat (30/8). Foto: Media Kreatif

Calon Gubernur Kaltim periode 2024-2029 Dr. Isran Noor, M.Si saat tampil di depan mahasiswa baru 2024 di Ballroom Cheng Ho, Jumat (30/8). Foto: Media Kreatif

Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021, H Rizal Effendi saat menjadi moderator diskusi. Foto: Media Kreatif

Walikota Balikpapan dua periode, 2011-2021, H Rizal Effendi saat menjadi moderator diskusi. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi dan Ketua BEM Agung Widiyanto. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung Sakti Pribadi dan Ketua BEM Agung Widiyanto. Foto: Media Kreatif

Miftahul Jannah, mahasiswa baru S1 Akuntansi yang aktif bertanya. Foto: Media Kreatif

Miftahul Jannah, mahasiswa baru S1 Akuntansi yang aktif bertanya. Foto: Media Kreatif

Seorang mahasiswa baru mengeluh selalu membeli air bersih meski musim hujan. Keluhannya mendapat repons positif Dr. Isran Noor. Foto: Media Kreatif

Seorang mahasiswa baru mengeluh selalu membeli air bersih meski musim hujan. Keluhannya mendapat repons positif Dr. Isran Noor. Foto: Media Kreatif

Dalam diskusi ini, Isran Noor mengajak para mahasiswa untuk menerapkan praktek ketatanegaraan jika dibanding dengan membahas wawasan kebangsaan.

“Sekarang ini, negara kita baru-baru ini hampir mengalami sebuah krisis ketatanegaraan, hampir, hampir apa itu? Ada putusan Mahkamah Konstitusi nomor 60 dan 70, yang oleh kalangan DPR RI sebagian besar fraksi-fraksi ingin menganulir,” ujarnya.

“Untung mahasiswa sebagai penggerak di seluruh tanah air, cepat bereaksi. Bisa dibayangkan. Kalau saya bisa membayangkan. Kalau kemarin itu sempat disahkan, revisi undang-undang Pilkada, apa yang terjadi?” tambahnya.

Menurutnya, peristiwa tersebut akan memicu demonstrasi yang lebih besar di seluruh Indonesia, seperti yang terjadi pada tahun 1998 yang berujung menurunkan pemerintahan orde baru Presiden Soeharto.

Oleh karena itu, Isran Noor berterima kasih atas peran besar mahasiswa dalam menerapkan sebuah demokrasi yang ideal, demokrasi yang sesuai dengan marwahnya.

“Terima kasih sekali lagi. Itu harus kita jaga. Dimanapun kalian harus mengawasi yang namanya jalannya demokrasi di Republik Indonesia ini. Kenapa? Kalian ini adalah calon-calon pemimpin ke depan. Kalau saya ini sudah tua, tapi muda perasaan saya,” ujarnya.

Isran juga memberi perhatian atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 65/PUU-XXI/2023 tentang kampanye di tempat pendidikan.

Dengan putusan tersebut, kampanye di kampus pun diperbolehkan, dengan syarat harus berdasarkan undangan atau izin rektor atau penyelenggara dan tidak membawa atribut kampanye atau alat peraga kampanye.

“Kita boleh bicara politik. Kenapa boleh? Karena para mahasiswa lah yang akan menjalani, mau memilih pemimpinnya itu hebat,” ujar Isran Noor.

Memasuki sesi tanya jawab, Isran mempersilakan mahasiswa baru untuk berani bersuara, baik soal ketimpangan yang terjadi di masyarakat hingga permasalahan umum di daerah.

Pertanyaan pertama diajukan oleh Miftahul Jannah, mahasiswi S1 Akuntansi. Miftahul bertanya tentang masalah flyover yang tidak kunjung dibangun di daerah Rapak Balikpapan.

Miftahul juga bertanya anggaran pembangunan untuk Kota Balikpapan apabila Isran Noor kembali terpilih menjadi Gubernur Kaltim.

Menurut Isran Noor, di masa kepemimpinannya sebagai Gubernur sebelumnya, ia mengakui sudah menyetujui anggaran flyover, hanya saja DPRD Provinsi disebutnya tidak setuju.

“Saya sudah setuju. Tapi mohon maaf Anggota DPRD tidak setuju. Anggota DPRD Provinsi tidak setuju. Saya sudah ajak permohonannya untuk dianggarkan, mereka tidak setuju. Nggak tahu alasannya apa jadi tidak setuju. Itulah,” ujar Isran.

“Kemudian, program yang saya laksanakan nanti 5 tahun lagi, saya akan melanjutkan program saya yang belum selesai. Apa itu? Peningkatan pendapatan penerimaan daerah,” tambahnya.

Dengan meningkatnya penerimaan daerah, maka diharapkan pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur juga akan meningkat. Hal ini diungkapkan Isran Noor selama lima tahun menjadi Gubernur Kaltim.

Menurutnya, di tahun 2018 akhir, pendapatan Kalimantan Timur total tidak melebihi 36 triliun. Sampai dengan berakhir jabatannya di tahun 2023, pendapatan Kalimantan Timur melonjak menjadi 76,6 triliun.

Dengan peningkatan tersebut, Isran berencana melanjutkan program pendidikan, yakni Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Menurutnya, BKT diberikan kepada sekira 236 ribu pelajar dan mahasiswa se-Kaltim. BKT disebutnya beasiswa terbesar kedua setelah LPDP.

Beberapa pertanyaan pun mengemuka susul menyusul datang dari mahasiswa baru. Mulai dari polemik dinasti politik, ketimpangan BKT yang dinilai kurang tepat sasaran, masalah Bus Balikpapan City Trans, banjir dan macet hingga kebutuhan air bersih.

Khusus terhadap masalah kebutuhan air bersih, Isran Noor berjanji apabila kembali terpilih kembali sebagai Gubernur Kaltim periode selanjutnya, ia akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan.

“Insya Allah saya akan memprioritaskan kebutuhan air bersih di Balikpapan. Just my words,” ujar Isran Noor.

Terhadap pertanyaan kritis mahasiswa baru, Isran Noor mengatakan suka dan tidak keberatan. “Saya suka dengan kritikan-kritikan seperti itu, saya suka. Itu adalah real,” ujarnya. Isran berharap dapat berdiskusi kembali di Universitas Mulia di masa berikutnya.

(SA/Kontributor)

Mahasiswa baru 2024 Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK). Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Sesi Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) di Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Kamis (29/8). Dekan FHK Dr Mada Aditia Wardhana mengajak mahasiswa baru mengenal dosen sebagai partner diskusi di perguruan tinggi.

Sebelumnya, Dr Mada menerangkan nama Fakultas Humaniora dan Kesehatan yang unik. “Secara unik memang ada tiga rumpun besar keilmuan di sini,” tuturnya.

Sejarah pendirian FHK, lanjutnya, bermula dari keberadaan beberapa prodi yang masuk rumpun yang berbeda, yakni Hukum, Farmasi, dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG AUD).

“Yang perlu kalian ketahui dan kalian perlu optimis, tiga rumpun keilmuan ini, baik Hukum, Farmasi, PG AUD, itu adalah rumpun yang nanti prospek keilmuan dan pekerjaannya itu spesifik. Profesinya tidak bisa di-handle oleh keprofesian lain,” terangnya.

Misalnya, Farmasi, di beberapa industri memerlukan persyaratan dan peraturan yang tidak boleh diisi oleh keilmuan lain. Begitu pula Ilmu Hukum dan PG AUD. “Seperti profesi guru, tapi yang lebih spesifik itu ada peraturannya. Bahkan segmen PG AUD nanti akan melebar,” ujarnya.

Meski demikian, terangnya, ketiga-tiganya, baik Hukum, Farmasi, dan PG AUD memiliki orientasi bisnis yang bisa dikembangkan sendiri. Jalur profesinya pun tidak hanya berdasar pada bidang keilmuannya saja, tetapi kewirausahaan atau Entrepreneurship juga bisa.

“Konsultan-konsultan hukum, jasa-jasa konsultasi, bidang hukum banyak, bisa juga masuk di HRD. Farmasi banyak juga. Kosmetik itu tidak lain yang buat itu adalah apoteker, penanggung jawabnya. Dan PG AUD sama, daycare itu bisnis yang besar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak perlu merisaukan masa depan. Selama mengenal lebih jauh program studinya masing-masing.

Lebih lanjut, ke depan, kemungkinan nama fakultas FHK akan berdasarkan nama program studi atau keilmuan masing-masing.

“Mungkin Fakultas Kesehatan namanya Farmasi sebagai induknya, kemudian Fakultas Hukum sendiri, yang nantinya Fakultas Ilmu Pendidikan atau Keguruan, PAUD akan menjadi induknya,” terangnya.

Dengan demikian, mahasiswa baru yang ada saat ini akan masuk dalam historis sejarah, bagian sejarah awal dari Universitas Mulia tentang perkembangan fakultasnya.

Kaprodi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Kaprodi Farmasi Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Plt. Kaprodi Hukum Kana Kurnia, S.H., M.H berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Plt. Kaprodi Hukum Kana Kurnia, S.H., M.H berbicara di depan mahasiswa baru FHK. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa baru 2024 FHK. Foto: Media Kreatif

Sebagian mahasiswa baru 2024 FHK. Foto: Media Kreatif

Dosen adalah Partner Diskusi

Pada Paduka Mulia 2024 ini, Dr Mada mengatakan akan berbagi tentang bagaimana dan seharusnya seperti apa sih pola pikir sebagai mahasiswa. Ia berharap akan menjadi bekal mahasiswa baru menjalani pembelajaran di perguruan tinggi.

“Ada yang tahu Ki Hajar Dewantara?” tanya Dr Mada kepada mahasiswa baru.

Ki Hajar Dewantara adalah salah seorang Pahlawan Nasional dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.

Ia mendirikan lembaga pendidikan bernama Taman Siswa pada tahun 1922, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan bagi rakyat Indonesia tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial atau ekonomi.

Salah satu prinsip pendidikan yang terkenal dari Ki Hajar Dewantara adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan).

Prinsip ini mencerminkan filosofi pendidikan yang mengedepankan peran seorang pendidik sebagai pemimpin, motivator, dan pendukung bagi murid-muridnya.

“Kalian harus kenali ini, pertama, guru itu kadang harus di depan, manakala siswanya muridnya itu tidak tahu apa-apa. Maka dia ada di depan supaya dicontoh dan diikuti oleh murid,” ujar Mada.

“Terminologi kedua, guru itu terkadang juga ada di samping, menjadi pendamping, menjadi partner, menjadi teman sharing, diskusi. Kenapa? Bahwa muridnya itu sebenarnya sudah tahu dia butuh hal yang pengayaan-pengayaan lain,” jelasnya.

“Terminologi yang ketiga, pada kondisinya yang lain guru itu ada juga nanti di belakang, murid yang di depan. Artinya apa? Bahwa murid ini sudah bisa menjalankan ini, guru itu tinggal mendorong, memotivasi, menjaga, mendorong,” imbuhnya.

Namun, menurutnya, terminologi tersebut sedikit berbeda jika diterapkan oleh mahasiswa di perguruan tinggi.

“Kalian sudah melewati dari PAUD, TK, SD, SMA, SMK, SLTA sampai ke perguruan tinggi. Dalam filosofi itu, mahasiswa ada di mana?” tanya Dr Mada.

Menurutnya, secara ideal disinilah seharusnya mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri dan menempatkan guru, dalam hal ini dosen, ada di samping dan di belakang. Bukan lagi di depan.

“Apa maksudnya ini? Kalian sudah dianggap mahasiswa, artinya sudah tahu membawa diri dan tahu kemana sebenarnya. Dosen itu adalah partner, partner sharing, partner diskusi, partner bertanya, partner membimbing, bahkan memotivasi manakala kalian memang sudah siap untuk itu,” ujarnya.

“Jadi, cara belajar di perguruan tinggi itu murid atau mahasiswa itu sebenarnya menempatkan dosen tidak lagi di depan, tapi di samping dan di belakang. Artinya apa? Mahasiswa itu harus aktif, tahu apa yang dia cari. Inilah dunia pendidikan tinggi,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Sebagian Mahasiswa Baru 2024 FEB. Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) pada hari ke-3 diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Paduka Mulia yang merupakan brand PKKMB ini masih berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Rabu (28/8).

Pada sesi tanya jawab, terungkap salah seorang mahasiswa khawatir kalah bersaing dengan pengguna jalur orang dalam. Pertanyaan ini mengemuka setelah Dekan FEB Dr Ivan Armawan memaparkan visi dan misi FEB, yang mengajak mahasiswa mengubah mindset.

“Yang pertama adalah yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semua termasuk panitia. Biasakan kita on time, itu nomor satu. Disiplin adalah kunci. Ketika Anda ingin sukses, maka disiplin adalah sesuatu yang menjadi poin penting. Maka jangan sia-siakan waktu,” ujar Dr Ivan.

Ivan kemudian menerangkan tentang visi dan misi FEB kepada mahasiswa baru yang didominasi wanita.

“Visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berbasis Technopreneur. Kita garis bawahi adalah Technopreneur-nya. Itu yang pertama. Yang kedua adalah mampu bersaing secara nasional berdasarkan nilai kreativitas, ada kompetitif, ada kearifan,” terangnya.

Kenapa berbasis Technopreneur? Menurut Ivan, sebagai mahasiswa FEB diharapkan harus memiliki pemikiran bukan hanya sesaat untuk bisa menghasilkan suatu bisnis.

“Maka di situ ada Entrepreneur-nya, di depannya ada teknologi, maka memanfaatkan semua teknologi yang ada, yang lebih baik. Ini menjadi poin yang penting,” terangnya.

Ivan kemudian menerangkan bagaimana mencapai visi dengan misi yang dimiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis, salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.

Menurutnya, ketika mahasiswa datang kuliah untuk belajar, maka yang diharapkan adalah apa yang didapatkan pada hari itu. Jadi, tambahnya, jika berbicara tentang kualitas, maka apa yang mahasiswa dapatkan pada hari itu adalah sangat penting.

“Kalau pembelajaran datang, kemudian kalian duduk, kalian diam, kalian pulang, apa yang kalian dapatkan? Maka misinya tidak akan tercapai. Supaya misinya tercapai, maka teman-teman harus melakukan yang namanya pembelajaran berkualitas,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan yang dimaksud dengan penelitian inovatif pada bidang ekonomi dan bisnis, apalagi ada teknologinya?

Menurutnya, jika melaksanakan penelitian inovatif, maka mahasiswa harus melakukan sesuatu yang kreativitasnya cukup tinggi.

“Boleh dong donut itu bentuknya kotak, tapi bahan bakunya sama, rasanya mirip, tapi bentuknya berbeda. Itu yang sebetulnya inovasi. Nah, itu yang harus teman-teman pahami konteksnya,” terangnya.

Ivan kemudian memaparkan sejumlah data statistik yang diperolehnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menunjukkan tingkat pengangguran tertinggi masih dipegang oleh lulusan SMK.

“Artinya, langkah yang teman-teman lakukan pada hari ini masuk ke perguruan tinggi, itu akan mengurangi teman-teman untuk terjadi proses pengangguran,” tegas Ivan.

Disisi lain, masih menurut data tersebut, untuk mendapatkan pekerjaan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Cukup di Kota Balikpapan yang menunjukkan prosentasenya 34%, lebih tinggi dibanding kota-kota lain di Kalimantan Timur.

“Tapi ingat saya bilang tadi, kalian harus meng-upgrade pendidikannya. Makanya teman-teman berada di sini,” ujar Ivan.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan saat memaparkan FEB di hadapan Mahasiswa Baru 2024. Foto: Media Kreatif

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan saat memaparkan FEB di hadapan Mahasiswa Baru 2024. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama panitia Paduka Mulia. Foto: Media Kreatif

Mahasiswa Baru 2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama panitia Paduka Mulia. Foto: Media Kreatif

Fenomena Orang Dalam (Ordal)

Memasuki sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa baru dari Program Studi S1 Akuntansi, Miftahul Jannah, bertanya tentang fenomena orang dalam.

“Kata Bapak tadi itu kan harus meng-upgrade skill supaya kita meng-upgrade-nya itu lebih ber-value. Tapi biasanya itu kan kalau kita sudah cari pekerjaan nih, kita sudah, misalkan, ikut sertifikasi, lumayan banyak lah. Tapi ternyata kalah sama yang namanya orang dalam. Nah itu seperti apa ya menurut Bapak?” tanya dia.

Ivan mengajak mahasiswa kembali melihat visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berbasis Technopreneur. Ia mendorong mahasiswa mengubah cara berpikir untuk tidak mencari pekerjaan.

“Bayangkan begini, kalau semua orang berpikir mencari pekerjaan, sedangkan kuota pekerjaannya hanya 20, lulusannya 1000, maka teman-temen bisa bayangkan ordal pun akan terjadi,” imbuhnya.

Ketika mengikuti perkuliahan nanti, Ivan menyebut ada matakuliah yang relevan dengan hal itu. Salah satunya adalah Business Plan yang membahas tentang perancangan pengembangan bisnis hingga inovasi bisnis.

Apalagi, menurutnya, didukung adanya teknologi Internet dan media sosial yang secara masif digunakan masyarakat luas.

“Artinya apa? Bagaimana dengan kreativitas, inovasi bisa kita ciptakan dengan otak kita. Kita pakai bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tapi bagaimana kita menciptakan pekerjaan. Prinsipnya seperti itu,” terangnya.

“Ketika Anda mau usaha, jangan cari untung atau rugi dulu, tapi jalankan dulu. Ketika Anda sudah jalan, Anda akan tahu di depan ada lubang, di sana ada hujan. Itu yang harus Anda antisipasi,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Sebagian Mahasiswa baru 2024 Fakultas Ilmu Komputer mengikuti PKKMB. Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia 2024 Tingkat Fakultas

UM – Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia (Paduka Mulia) pada hari kedua khusus diikuti mahasiswa baru yang ada di Fakultas Ilmu Komputer. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Cheng Ho, Selasa (27/8). Pada kesempatan ini, Panca Budi Setiono, alumnus Teknik Informatika hadir berbagi inspirasi dengan mahasiswa baru.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal, S.Kom., M.Kom dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru. Kehadiran mahasiswa baru selalu membawa semangat baru.

“Anda telah memilih sebuah langkah penting dalam perjalanan hidup Anda dengan bergabung di sini. Dan kami merasa bangga menjadi bagian dari perjalanan tersebut, dan mengembangkan potensi yang terbaik yang Anda miliki,” ucap Jamal.

Kepada mahasiswa baru, Jamal mengingatkan mahasiswa akan berhadapan dengan dunia teknologi yang terus berkembang dengan sangat cepat.

Untuk itu, selain mengikuti pembelajaran di dalam kelas, mahasiswa juga diharapkan tertib mencari ilmu di luar, terlibat di dalam penelitian dosen, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, dan membangun jaringan yang luas.

“Kita semua tahu bahwa di era digital ini, kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk sukses,” kata Jamal.

“Saya juga ingin menekankan pentingnya sikap disiplin, tanggung jawab dan integritas dalam menjalani kehidupan kampus,” tambahnya.

Universitas Mulia, lanjutnya, tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pendidikan akademik yang berkualitas, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Jamal berharap para mahasiswa dapat menjalani masa-masa kuliah dengan penuh semangat, selalu antusias dan tekad yang kuat.

“Jadikanlah setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Kami seluruh Civitas Akademika Fakultas Ilmu Komputer siap mendukung dan membimbing kalian untuk meraih sukses,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal berfoto bersama Kaprodi, narasumber, panitia dan peserta PKKMB. Foto Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Jamal berfoto bersama Kaprodi, narasumber, panitia dan peserta PKKMB. Foto Media Kreatif

Dua orang alumni Informatika Panca Budi Setiono dan Wahyu Nur Alimyaningtyas. Foto: Media Kreatif

Dua orang alumni Informatika Panca Budi Setiono dan Wahyu Nur Alimyaningtyas. Foto: Media Kreatif

Panca Budi Setiono bersama salah seorang peserta PKKMB. Foto: Media Kreatif

Panca Budi Setiono bersama salah seorang peserta PKKMB. Foto: Media Kreatif

Sementara itu, Panca Budi Setiono yang kini bekerja di PT Infomedia Nusantara, Business Service PT Telkom Indonesia, memberikan materi kuliah umum tentang Perkembangan Teknologi Terkini.

“Ngeri ya, kembali ke kampus saya dulu. Tapi, for your information dulu gak semegah ini, dulu… Wah, pokoknya luar biasa,” ujar Panca.

Bagi Panca, momen ini adalah kesempatan untuk pertama kali dirinya berbicara di kampus Universitas Mulia. Seingatnya, dulunya masih berupa kampus kecil dan menumpang bersama sekolah Airlangga.

“Dulu di Gunung Guntur dan di Gunung Pasir. Jadi, kita give applause dulu untuk Universitas Mulia. Keren banget ya,” ujarnya.

Menurutnya, ia mengaku ketinggalan informasi jika dibandingkan generasi mahasiswa saat ini perihal perkembangan teknologi terkini.

I’m quite sure kalau teman-teman masih lebih update daripada kita semua. Karena sekarang sudah masuk ke dalam era digital yang tinggal satu kali klik, kita semua bisa tahu apa yang FYP hari ini. Coba. Siapa yang punya TikTok?” tanya dia.

FYP atau For Your Page adalah laman TikTok yang berisi video hasil dari kurasi algoritma yang sesuai dengan tingkat ketertarikan dan minat pengguna. Fitur FYP memudahkan pengguna menemukan konten maupun kreator yang paling disuka.

Apa itu Fenomena Tech Winter?

Memasuki sesi tanya jawab, ada pertanyaan menarik yang membuat semua orang mungkin tidak banyak tahu. Pasalnya, pertanyaan ini sulit dimengerti oleh banyak mahasiswa baru, bahkan dosen sekalipun.

Pertanyaan ini diajukan oleh Indra Putra Kelana, seorang mahasiswa baru Informatika.

“Pertanyaan saya, kan tadi Ibu Wahyu bilang semakin berkembang industri dan teknologi, maka tenaga IT makin dibutuhkan ya. Nah, terus kalau, misalnya, kejadian seperti itu, tolong jelaskan kenapa belakangan ini malah terjadi fenomena Tech Winter?” tanya Indra.

Winter atau musim dingin, dalam hal ini identik dengan perlambatan semua aktivitas untuk efisiensi sumber daya.

Fenomena Tech Winter adalah fenomena musim dingin dalam dunia teknologi yang ditandai dengan menurunnya nilai investasi, melambatnya pendapatan, dan melakukan sejumlah langkah efisiensi.

Tech Winter juga dikenal sebagai kondisi terjadinya penurunan minat dan investasi dalam sektor teknologi.

Tech Winter inilah yang disebut dengan waktu atau masa ketika banyak perusahaan teknologi gagal dalam mendapatkan investasi sehingga harus melakukan PHK massal dan hiring freeze.

Perusahaan besar seperti Amazon, Google, dan Microsoft telah melakukan PHK massal beberapa waktu yang lalu.

Di Indonesia, perusahaan startup berbasis teknologi seperti Zenius, JD.id, dan Pegi-pegi, dan yang terbaru unicorn eFishery juga melakukan hal yang sama pada Juli bulan lalu.

Meski demikian, Tech Winter bukanlah tanpa kepastian solusi. Faktanya, dengan menerapkan strategi yang tepat, masih banyak perusahaan yang mampu bertahan, bahkan berkembang di masa seperti ini.

Dengan menggabungkan strategi investasi bijak, evaluasi bisnis model, penghematan cerdas, dan rekrutmen selektif, perusahaan mampu melewati masa-masa sulit dan menjadi perusahaan yang lebih kuat dan berkembang.

(SA/Kontributor)

Sebagian mahasiswa baru 2024 dari 563 peserta yang mengikuti PKKMB Paduka Mulia di halaman White Campus, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Dalam Paduka Mulia, Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia 2024

UM – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 telah dibuka Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si bertempat di Ballroom Cheng Ho, Senin (26/8). Dalam sambutannya, Rektor memberikan pesan-pesan bagaimana meraih sukses mengikuti kuliah. Apakah lulus tepat waktu empat tahun, atau bisa jadi tujuh tahun?

“Adik-adik mahasiswa yang saya hormati, selamat datang di kampus Universitas Mulia, Balikpapan. Mulai hari ini kalian menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Mulia. Sebelum saya lanjutkan, saya ingin bertanya, apakah ada mahasiswa yang di luar Balikpapan?” tanya Prof. Ahsin mengawali sambutan

Beberapa mahasiswa baru pun mengangkat tangan. Ternyata ada banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota maupun luar provinsi. Rektor kemudian memperkenalkan Universitas Mulia yang baru berdiri sejak enam tahun yang lalu dari gabungan (merger) tiga perguruan tinggi.

Meski baru berdiri, beberapa mahasiswa Universitas Mulia telah berhasil tercatat memiliki prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Dan mudah-mudahan ke depan, dengan kehadiran adik-adik, kita akan terus mencoba meningkatkan prestasi ini tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” harap Rektor.

“Ini menunjukkan kepada adik-adik mahasiswa, Universitas Mulia ini adalah universitas yang sedang tumbuh dan berkembang. Untuk mencapai visinya menjadi universitas yang terkemuka dan unggul berbasis Technopreneur,” ujar Rektor.

“Jadi banggalah kalian menjadi mahasiswa Universitas Mulia,” tambahnya.

Rektor pun menjelaskan mengenai pesan-pesan yang termuat dalam logo Universitas Mulia. Logo yang menunjukkan semangat dan nilai luhur yang ada di dalam Universitas Mulia.

Logo tersebut memuat api yang menyala berwarna merah dan kuning. Kemudian buku dan kumparan yang berwarna biru. Lalu di bawahnya ada pesan yang harus dipahami maknanya oleh mahasiswa baru, yaitu inovatif, mandiri, dan humanis.

Logo tersebut menunjukkan cita-cita pendiri Universitas Mulia dengan semangat yang berkobar, dengan api yang membara, ada buku yang menjadi sumber ilmu, jendela dan kumparan yang menjadi pusat pendidikan, pengembangan, dan pengetahuan.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa'i, M.Si mengetuk palu tanda dimulainya Paduka Mulia selama lima hari, 26-30 Agustus 2024. Foto: Media Kreatif

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si mengetuk palu tanda dimulainya Paduka Mulia selama lima hari, 26-30 Agustus 2024. Foto: Media Kreatif

Sebanyak 563 orang mahasiswa baru 2024 mengikuti Paduka Mulia, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Sebanyak 563 orang mahasiswa baru 2024 mengikuti Paduka Mulia, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Agung Widiyanto saat mengkoordinasikan mahasiswa baru 2024, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Agung Widiyanto saat mengkoordinasikan panitia mahasiswa baru 2024, Senin (26/8). Foto: Media Kreatif

Rektor menerangkan, inovatif yang dimasukkan adalah ketika terjadi perubahan, mahasiswa diharapkan mampu melakukan adaptasi dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jangan sampai nanti kalian berkata ketika lulus menjadi sarjana, ketika dihadapkan dengan pekerjaan, ‘oh, ini kemarin saya tidak pernah menerima mata kuliah ini’,” ujar Prof. Ahsin mengingatkan.

Memang, lanjutnya, tidak semua mata kuliah itu sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan digeluti di masa depan.

“Tetapi dengan kemampuan inovasi, kreatif, akan mampu bertahan dengan perubahan-perubahan dan menerima segala apa yang kita hadapi, itu tidak ada masalah,” ujarnya.

“Oleh karena itu, maka dilanjutkan dengan mandiri. Kita harus mandiri,” tegasnya.

Menurutnya, diharapkan ke depan Universitas Mulia akan menghasilkan karya-karya teknologi yang inovatif yang berasal dari Universitas Mulia secara mandiri.

“Yang terakhir adalah humanis. Bagaimanapun kita memiliki pengetahuan teknologi yang baik yang kita kuasai. Bagaimanapun kita sudah mandiri mampu menghasilkan karya-karya yang berguna bagi masyarakat, tetapi kalau etika kita tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, bekerja sama membangun bangsa ini, bersifat individualis, maka akan sulit juga kita terapkan. Itulah yang dimaksudkan dengan humanis,” terang Prof. Ahsin.

Rektor kemudian bertanya kepada mahasiswa baru apakah ada yang menjalani kuliah sembari menekuni pekerjaan sebagai pegawai atau karyawan. Ternyata juga ada.

Untuk itu, Rektor mengingatkan bahwa model pembelajaran di perguruan tinggi sangat berbeda dengan pembelajaran di pendidikan tingkat dasar maupun menengah.

Agar sukses menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa memerlukan strategi dan perencanaan yang baik. Mulai dari bagaimana menyusun kemandirian, manajemen waktu, pertemanan, kerjasama yang baik, hingga komunikasi dengan dosen maupun sesama mahasiswa.

“Jadi, waktu kalian (menyelesaikan kuliah) sebenarnya pilihan kalian sendiri, empat sampai tujuh tahun. Kalau mau cepat, ya empat tahun. Itu standar nasional. Tetapi ada batasnya, maksimal adalah tujuh tahun. Kalau lebih dari tujuh tahun, maka akan di-drop-out,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan, perguruan tinggi memiliki misi tridharma, yang menjadi kewajiban bagi sivitas akademika. Tridharma itu adalah pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, tugas kalian adalah menjalankan, hak kalian adalah mendapatkan pendidikan dan pengajaran selama kuliah. Tetapi, pendidikan dan pengajaran itu tidak akan bermakna baik, kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tri yang kedua, yaitu penelitian,” ujarnya.

Rektor mengatakan, mahasiswa juga diwajibkan melakukan penelitian atau riset sebelum selesai menjadi sarjana.

“Dan yang ketiga, kita tidak boleh menjadi menara api. Perguruan tinggi itu tidak boleh menjadi menara api yang hanya enak dipandang, enak dilihat, tetapi tidak bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya,

Oleh karena itu, sebagai kaum intelektual, mahasiswa juga diharapkan menjadi menara air yang bisa dibuka krannya, kemudian airnya mengalir dan bisa dirasakan oleh umat manusia di muka bumi ini.

“Nah, inilah pentingnya pengabdian. Jadi, kalian juga harus melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kapan itu waktunya?” tanya Prof. Ahsin.

Menurutnya, mahasiswa juga diharapkan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau melalui program-program kemahasiswaan yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat.

Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa memiliki jati diri dan nilai-nilai etika yang kuat selama belajar di perguruan tinggi. Hal ini untuk menjaga kecerdasan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, hingga aspek kognitif lain yang telah dikuasai selama duduk di perguruan tinggi.

Pendidikan di Universitas Mulia tidak hanya berfokus kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga diharapkan mahasiswa menempa dirinya sehingga memiliki karakter yang kuat dan baik.

Terkait dengan keterampilan psikomotorik, Rektor menerangkan pembelajaran di Universitas Mulia ke depan menggunakan kurikulum berbasis OBE atau Outcome Based Education atau Pendidikan Berbasis Luaran.

OBE adalah metode pembelajaran yang fokus pada luaran atau capaian pembelajaran. Menekankan pada proses pendidikan yang mencapai hasil yang ditentukan, baik dalam sisi pengetahuan, kemampuan, maupun perilaku peserta didik atau mahasiswa dan berorientasi pada hasil.

“Bisa saja nanti dosen kuliahnya itu dibawa jalan-jalan. Bisa saja kuliahnya nanti diskusi saja. Bisa saja nonton film di bioskop. Bisa saja sambil lari-lari. Itu adalah model-model pembelajaran. Yang penting nanti kompetensi itu akan kita capai,” ujarnya.

Rektor juga mengenalkan kepada mahasiswa baru tentang organisasi kemahasiswaan (ormawa) seperti BEM dan UKM, untuk menempa diri dengan belajar berorganisasi dan berprestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik.

“Kalian jangan hanya mendapatkan pendidikan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga membentuk kemampuan untuk berorganisasi, kemudian berkomunikasi dengan baik dengan nanti masuk ke dalam organisasi itu,” ujarnya.

Selama beraktivitas di kampus, Rektor menyebut keberadaan Satgas PPKS, yakni satuan tugas yang bekerja melakukan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Satgas PPKS menjamin keamanan sivitas akademika dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual.

Sementara itu, Ketua Panitia Riski Zulkarnain mengatakan, tahun ini PKKMB memiliki nama Branding yang sangat menarik, yakni Paduka Mulia, sinonim dari Pengenalan Dunia Kampus Universitas Mulia.

Adapun pelaksanaan Paduka selama lima hari, yakni mulai Senin (26/8) sampai dengan Jumat (30/8). Selama kegiatan, mahasiswa baru diharapkan akan memahami pengenalan tentang dunia kampus dari beberapa narasumber yang telah diundang panitia.

“Untuk pemateri kita pada kegiatan PKKMB ini, kami mengundang beberapa narasumber yang sudah terkonfirmasi. Alhamdulillah. Insya Allah nanti dari provinsi ada dua orang. Ada hari ini anggota DPRD Kota Provinsi, kemudian calon Gubernur Provinsi Kalimantan Timur,” tutur Riski.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB, mahasiswa baru diharapkan siap menjalani perkuliahan dengan baik dan sukses meraih sarjana.

(SA/Kontributor)

Nabila Tsabita, mahasiswa baru 2023 prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis saat berpidato di malam inagurasi, Kamis (31/8). Foto YouTube.

UM – Mulia Inauguration 2023 telah ditutup pekan lalu, Kamis (31/8). Namun, ada beberapa aksi yang dibawakan mahasiswa baru yang sangat menarik dan perlu dipahami banyak mahasiswa. Bukan saja hanya untuk mahasiswa baru, tetapi juga untuk mahasiswa lama dan dosen. Apa itu?

Yup, pidato Nabila Tsabita, mahasiswa baru Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pidato yang langsung disimak Wali Kota Balikpapan 2011-2021 Rizal Effendi ini berhasil mencuri perhatian dan mendapat Applause hadirin.

Pasalnya, di atas panggung sore itu, Nabila tampak cukup menguasai keadaan. Dirinya tampak lancar dan tidak terbata-bata dalam mengungkapkan pendapat tanpa teks.

“Yang terhormat Bapak Rektor, yang Kami hormati Bapak Rizal Effendi, yang Kami hormati pula Bapak dan Ibu Dosen beserta teman-teman yang saya banggakan,” sapa Nabila di awal pidato.

Sebagaimana dalam setiap pidato, Nabila cukup lancar mengawalinya dengan kata pembuka, mengucapkan salam, menyapa hadirin, mengucapkan syukur, dan mendoakan seluruh hadirin agar selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa.

Tak lupa, Nabila juga memperkenalkan diri sebelum berpidato tentang Peran Pemuda sebagai Mahasiswa dalam Kontribusinya Terhadap Bangsa.

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak atas Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

Suasana tampak depan Nabila berpidato. Foto: Puskomjar

“Ini bukan soal kenaikan atau sok kepedulian, tetapi ini tentang kesadaran. Kesadaran yang hanya akan tumbuh subur jika pemiliknya mau menyuburkannya,” kata Nabila.

“Apa peran kita sebagai seorang mahasiswa?” tanya Nabila.

Menurutnya, ada tiga peran utama penting mahasiswa sebagai pemuda dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

“Yang pertama sebagai Agent of Change, yang kedua sebagai Iron Stock, dan yang terakhir sebagai Social Control,” ungkap Nabila.

Ia mengatakan, mahasiswa sebagai Agent of Change dipersiapkan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, namun tidak melupakan nilai-nilai luhur bangsa, dan jiwa Pancasila sebagai dasar fundamental.

Sedangkan mahasiswa sebagai Iron stock, lanjutnya, mahasiswa dipersiapkan untuk menggantikan ke pemerintahan dalam menjalankan roda kepemimpinan ke depan.

“Jadi, seharusnya kecerdasan dan juga kepemimpinan akan jatuh kepada mahasiswa,” kata Nabila.

Sebagai Social Control, Nabila mendorong mahasiswa harus bisa membawa diri dalam mengawasi kebijakan publik dan turut membantu menyuarakan kesejahteraan.

“Demi terciptanya kehidupan kebangsaan dan bernegara yang adil, tertib, bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Nabila.

Nabila juga mengajak mahasiswa untuk tahu tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Menurutnya, ada dua tugas yang perlu mahasiswa lakukan.

“Yang pertama sebagai pejuang intelektual dan moral,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pejuang intelektual, mahasiswa harus belajar mengejar ketertinggalan. “Mencari 1000 alasan untuk memikirkan hal yang ke depan, kemudian mencari jawaban di setiap permasalahan,” ajak Nabila.

Dan yang kedua, Nabila mengajak mahasiswa memberikan solusi sebagai penyelesaian untuk pembuka jalan.

“Tidak perlu kita melangkah terlalu jauh untuk memikirkan bagaimana negara kita, cukup kita melakukan dari diri sendiri seperti apa kita membawa negara kita,” kata Nabila.

‘Jangan pernah tanya kepada negara apa yang negara berikan kepada kita, tetapi tanyakan kepada diri sendiri apa yang telah kita lakukan untuk negara kita,” pungkas Nabila di akhir pidatonya.

(SA/Puskomjar)

Anggota DPR RI Ny. Hetifah Syaifudian menerima cenderamata dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Yusuf Wibisono, disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan inkubator Bisnis Mundzir, Ketua Panitia PKKMB 2023 Riski Zulkarnaen dan humas. Foto:

UM, Humas – Pada hari kedua PKKMB universitas Mulia tanggal 30 Agustus 2023 , Universitas Mulia kedatangan tamu anggota DPR RI Ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP dalam kesempatan ini beliau hadir guna menyampaikan bebrapa ilmu tentang Pemantapan NKRI dan BHINEKA TUNGGAL IKA . Dalam materinya  beliau mengutip penyampaian pak Ir. Sukarno bahwa “ Negara ini , Republik Indonesia bukan milik kelompok maupun juga agama atau kelompok etnis manapun, atau kelompok adat dan tradisi apapun, milik kita semua dari sabang sampai Merauke.”

Kehadiran ibu Dr. Ir. Hetifah, MPP didampingi Wakil Rektor I Bpk, Yusuf Wibisono, S.E., M.TI dan Wakil Rektor III , Bapak Mundzir S.Kom., M.T dan kepala Kemahasiswaan, Bapak  Riski Zulkarnain, S.Pd., M.Pd serta disambut hangat oleh mahasiswa dan segenap civitas Universitas Mulia Balikpapan, beliau sangat antusias terhadap perkembangan Kaltim khususnya calon Ibu kota baru yang akan ada di Kalimantan timur, beliau menyampaikan satu hal penting, Ketika Ibu kota akan dipindahkan bukan berarti Jakarta akan dipindahkan ke Kalimantan namu ibu kota baru akan menunjukan potensi kebudayaan nya sendiri dengan beragam keistimewaan adat dan Masyarakat nya sendiri.Mahasiswa Balikpapan harus mampu menjadi pelopor dalam Pembangunan ibu kota baru serta menjadi salah satu yang turut serta dalam pengembangan ibu kota baru.

Tantangan Indonesia kedepan dalam mengawal NKRI agar tetap utuh dan Bersatu akan semakin menantang terhadap ancaman kedaulatan terutaman yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, olehkarena itu perlu adanya kesadaran Masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia .salah satu kesadaran Masyarakat terhadap ancaman persatuan adalah menumbuhkan jiwa bela negara dan memahami hukum-hukum bela negara.serta menerapkan ke bhinekaan untuk mendorong terciptanya perdamaian dalam kehidupan Bangsa dan Negara. Keberagaman Masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam Pembangunan bangsa .

Ibu Hetifah berharap bahwa mahasiswa dapat Bersama – sama dalam menciptakan persatuan bangsa dan menjaga keselarasan dalam berbangsa dan bernegara.

(WN/Humas UM)