Tag Archive for: Pengabdian Masyarakat

UM- LP3M Universitas Mulia kembali akan menyalurkan hibah DIPA penelitian dan pengabdian kepada masyarakat periode II tahun 2020.

Kepala LP3M Universitas Mulia melalui sekretaris LP3M Hartati menerangkan, selain berperan sebagai tenaga pengajar, para dosen juga dituntut untuk terus mengembangkan ilmunya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dimana dalam skema ini telah diatur bahwa setiap dosen harus meneliti paling tidak dalam satu semester ada satu penelitian, sehingga setahun ada dua penelitia,” kata Hartati.

Untuk itu, katanya, guna mendukung proses penelitian dan pengabdian tersebut, Universitas Mulia melalui LP3M memberikan pendanaan kepada para tenaga pengajar yang proposalnya telah dinyatakan lolos seleksi.

Dalam hibah tersebut, LP3M Universitas Mulia menyiapkan 22 kuota untuk penelitian dan 25 untuk kuota pengabdian kepada masyarakat.

“Khusus untuk kuota penelitian terbagi dalam tiga klaster, yakni 2 untuk Lektor, 5 untuk Asisten Ahli dan 15 untuk Tenaga Pengajar atau dosen,” ujarnya. “Sementara untuk pengabdian kepada masyarakat kita siapkan 25 kuota, artinya 25 dosen yang akan dibiayai oleh Universitas Mulia,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, dilakukannya pembagian klaster penelitian dikarenakan standarisasi keluaran setiap masing-masing klaster berbeda-beda. “Jadi misalnya, untuk Lektor bertanggung jawabannya atau standarisasi keluaran penelitiannya dalam bentuk prosiding internasional atau scopus. Sementara untuk Asisten Ahli harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional bereputasi. Dan Tenaga Pengajar atau dosen harus melakukan publikasi di jurnal atau prosiding nasional tidak bereputasi,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk mendapatkan hibah DIPA LP3M Universitas Mulia tersebut, ada beberapa proses yang harus dilalui. Pertama, melakukan pengajuan, setelah itu akan dilakukan review oleh reviewer dari eksternal dan internal Universitas Mulia. “Untuk pihak eksternal adalah mereka yang merupakan tenaga ahli yang sesuai dengan kompetensi dari penelitian,” tuturnya.

Setelah dilakukannya review, proses selanjutnya adalah pengumuman penerima hibah. Yang kemudian dilanjutkan dengan seminar proposal oleh mereka yang lolos. “Setelah semua itu baru proses pencairan dana,” sebutnya.

Adapun proses pencairan dana tersebut, tambah Hartati juga akan melalui beberapa tahapan. “Jadi tidak langsung dilakukan 100 persen. Karena dari setiap tahapan mereka diminta untuk melakukan pelaporan kembali,” terangnya.

Ia mencontohkan, mislnya pencairan tahap satu, dilakukan setelah mereka melakukan seminar. Sementara tahap dua akan dilakukan setelah memperoleh keluaran atau hasil penelitian mereka telah terpublikasi di jurnal atau prosiding. Dan tahap ketiga atau akhir adalah laporan penuh dalam bentuk dokumen atau buku terkait penelitian maupun pengabdian yang telah dilakukan seluruhnya.

“Semua proses yang dilalui itu, mulai dari pengusulan, tahapan diterima, kemudian diseminarkan adalah pola-pola standar yang diterapkan oleh Dikti. Jadi bila kita mendapatkan hibah dari Dikti tahapan inilah yang sama persis akan dilakukan oleh para penerima. Sehingga nantinya mereka tinggal mengikuti setiap tahapan tersebut. Yang artinya ini sekaligus sebagai media latihan mereka bila mengikuti hibah dari pemerintah,” ujarnya.

Hartati menuturkan, pemberian hibah oleh Universitas Mulia bertujuan untuk memotivasi para dosen agar mempersiapkan dirinya untuk ikut serta dalam hibah – hibah yang dibiayai oleh pemerintah misalnya dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Harapan kami dosen – dosen dapat meningkatkan publikasi penelitiannya baik di jurnal tingkat nasional maupun internasional. Karena penelitian itu bukan hanya sekedar dilakukan, dibuat laporannya dan disimpan, tetapi juga harus dipublikasikan dalam bentuk jurnal-junal atau prosiding, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan hasil – hasil penelitian yang kami lakukan,” tambahnya.

Diketahui ini menjadi hibah pertama yang dilakukan Universitas Mulia setelah berganti nama. Diharapkan dalam hibah tahap selanjutnya dapat meningkat, baik dari jumlah kapasitas kuota maupun dari sisi jumlah finansial. (mra)

Drs. Suprijadi, M.Pd. saat memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

UM – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Trainer of Trainer (ToT) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Provinsi Kalimantan Timur Drs. Suprijadi, M.Pd. memberikan penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Gedung Patiunus Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Senin (2/11).

Kegiatan penyuluhan ini dalam rangka melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut dengan melaksanakan Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla). Tugas ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan geografi, demografi, dan kondisi sosial sebagai Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan Negara di laut dalam rangka mendukung Sistem Pertahanan Semesta.

Penyuluhan diikuti Waspam Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Andri Kristianto serta perwakilan dari Menwa Kewilayahan Balikpapan, Bea Cukai, Kemenkumham, Basarnas, Kasatpol PP, KSOP, DKP, Tagana, KNPI hingga Pelindo dan Dinas Perhubungan Kota Balikpapan serta Para Saka Bahari binaan Lanal Balikpapan. Peserta merupakan komponen cadangan dan komponen pendukung di wilayah kerja Lanal Balikpapan.

“Sebelumnya, saya mendapat surat perintah tugas dari Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Bapak I Ketut Rasna, untuk menyampaikan Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila. Alhamdulillah berjalan aman dan lancar,” tutur Drs. Suprijadi.

Drs. Suprijadi merupakan dosen Universitas Mulia untuk mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini cukup aktif berkiprah dalam penyuluhan di bidang pertahanan dan keamanan pada masyarakat. Magister Pendidikan lulusan Universitas Mulawarman ini cukup berpengalaman dan berwawasan luas terkait Bela Negara dan Pancasila.

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Drs. Suprijadi, M.Pd. menjadi pemateri Penyuluhan Bela Negara dan Ideologi Pancasila di Lanal Balikpapan, Senin (2/11). Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Penyerahan plakat penghargaan dari Danlanal Balikpapan. Foto: Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Sesi tanya jawab dari Ketua KNPI Andi Achmad Mutawally. Foto; Istimewa

Pada kesempatan ini, Pak Pri, biasa media ini menyapa, menyampaikan materi perihal Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai instrumen kunci sebagai jaminan stabilitas nasional. Apabila Pancasila digoyang, maka akan berpengaruh pada stabilitas dan keamanan Negara.

Pancasila sendiri terbukti menjadi perekat kesatuan bangsa sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik dalam berkehidupan sosial di manapun berada, maupun di seluruh pelosok Indonesia.

Pasca Reformasi, nilai-nilai Pancasila disinyalir mulai makin memudar. Nilai-nilai bangsa terpengaruh menurun dan terdegradasi sehingga jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.

“Bergantinya pemerintahan Orde Baru menuju Reformasi seolah-olah meminggirkan ideologi Pancasila, masyarakat sudah tidak terlalu mengutamakan nilai nilai luhur Pancasila,” kata Pak Pri.

Kondisi tersebut kemudian dapat memicu keamanan dan mengancam stabilitas Negara.

“Dorongan People Power menjadi mendominasi, melakukan tekanan terhadap pemerintah Indonesia. Untuk itulah, diperlukan pentingnya pemahaman bahwa Pancasila merupakan ideologi yang harus dijunjung tinggi dalam bernegara dan berbangsa,” tuturnya.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta cukup antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber. Penyuluhan yang dibuka pukul 9.00 wita ini berakhir tepat pukul 11.30 wita dengan aman dan lancar. (SA/PSI)

 

 

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

UM – Setiap dosen Universitas Mulia minimal dalam satu tahun akademik memiliki kewajiban melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat, seperti yang dilakukan Muhammad Yani SKom MTI, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda, yang membimbing guru-guru SMP 3 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara dalam menerapkan pembelajaran daring, Senin (14/9).

Bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari, 14-15 September 2020, ini ditujukan untuk membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah penyampaian materi belajar kepada siswa. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk sekolah agar dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Sekolah Joko Triyanto, S.Pd, M.Pd. membuka secara resmi pelatihan yang diikuti 20 orang guru, bertempat di laboratorium komputer sekolah.

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Muhammad Yani mengatakan, pelatihan difokuskan pada bimbingan teknis penerapan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom. “Materi yang dibahas antara lain tentang pengenalan Google Classroom, merancang kelas online, mengelola tugas, membuat dan pengelolaan soal ujian, dan pengembangan kelas online,” tutur master lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Dosen yang memiliki Channel YouTube dan aktif mengelolanya ini kerap membagikan video pengalamannya menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran daring. Tidak heran, ia mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman bersama guru-guru sekolah.

Dalam pelatihan ini, ia melihat para guru antusias mengikuti kegiatan meski sebagian besar baru mengenal platform Google Classroom. “Mereka optimis dapat menerapkan Google Classroom untuk pembelajaran daring di SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang. Semoga ini membantu dan bermanfaat,” tutup Muhammad Yani. (SA/PSI)

Senin 15 Juni 2020, Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Balikpapan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat bertempat di SDIT dan SMPIT Istiqamah Balikpapan. Kegiatan yang diisi langsung oleh para Dosen Fakultas Ilmu Komputer diantaranya Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., Bapak Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Bapak Yeyen Dwi Atma, S.Kom., M.Kom., dan Bapak Nasruddin bin Idris, S.Kom., M.Kom ini akan dilaksanakan selama kurang lebih empat hari kedepan dari tanggal 15 Juni 2020 hingga 18 Juni 2020 dengan materi Implementasi Sistem dan Pelatihan Guru terkait Pembelajaran Daring SDIT dan SMPIT Istiqamah Balikpapan.

“Tentunya harapan kita seluruh guru semakin familier dengan teknologi informasi, sehingga bisa memperkaya model pembelajaran yang akan diterapkan ke siswa. Harapan lain agar sekolah-sekolah lain mulai membuka diri terkait perkembangan IT ini, bahwa kebutuhan teknologi informasi adalah keniscayaan yang harus dihadapi sekolah, guru dan murid. Kami dari institusi pendidikan tinggi siap berkolaborasi jika dibutuhkan oleh sekolah terkait dengan implementasi sistem ataupun pengembangan sdm kedepannya,” ungkap Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng.

Semangat dosen Fikom…