Tag Archive for: Mahasiswa UM

Balikpapan, 7 Mei 2026 – Di tengah derasnya wacana inovasi yang kerap berhenti sebagai istilah akademik di ruang kuliah, Universitas Mulia memilih membawa mahasiswanya langsung ke titik di mana inovasi bekerja sebagai budaya: lantai industri. Melalui visit industry mata kuliah Manajemen Inovasi ke Toyota AUTO2000 MT Haryono Balikpapan, mahasiswa diajak menelusuri bagaimana prinsip perbaikan berkelanjutan dijalankan bukan sebagai slogan perusahaan, melainkan sebagai disiplin kerja yang menjaga relevansi bisnis selama puluhan tahun.

Langkah ini memperlihatkan cara Universitas Mulia memaknai pendidikan bukan sebatas transfer teori, tetapi sebagai proses mempertemukan mahasiswa dengan praktik, sistem, dan pola pikir yang bekerja nyata di dunia profesional. Di ruang industri, mahasiswa tidak sekadar mendengar konsep inovasi, melainkan menyaksikan bagaimana perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membentuk kekuatan organisasi berskala global.

Mahasiswa Universitas Mulia tiba di Toyota AUTO2000 MT Haryono Balikpapan untuk memulai pembelajaran lapangan tentang budaya inovasi dan praktik industri otomotif.

Toyota dipilih karena reputasinya tidak dibangun hanya melalui produk, tetapi melalui kemampuan merawat budaya Kaizen sebagai mesin pembaruan yang bekerja dari level operasional hingga strategi bisnis. Bagi mahasiswa, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk membaca langsung bagaimana sebuah perusahaan besar mempertahankan daya hidupnya melalui kebiasaan memperbaiki proses secara konsisten.

Kepala Career Development Center Universitas Mulia sekaligus dosen pengampu mata kuliah Manajemen Inovasi, Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., menilai pengalaman lapangan semacam ini penting agar mahasiswa memahami inovasi dalam bentuk yang lebih utuh.

“Toyota adalah salah satu perusahaan otomotif terkemuka di dunia yang memiliki budaya organisasi kuat melalui Kaizen. Mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi fondasi besar bagi keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.

Pihak Toyota AUTO2000 MT Haryono Balikpapan memberikan pemaparan langsung mengenai budaya Kaizen, operasional perusahaan, dan strategi inovasi berkelanjutan.

Melalui pengamatan langsung, mahasiswa diajak membongkar satu pemahaman penting: inovasi bukan selalu soal menciptakan sesuatu yang baru, melainkan tentang keberanian membaca masalah, menemukan celah perbaikan, lalu menjaga solusi itu tetap relevan. Perspektif ini penting di tengah kecenderungan memahami inovasi sebatas teknologi atau produk baru.

Bagi Universitas Mulia, pembelajaran semacam ini menjadi ruang untuk menggeser cara pandang mahasiswa dari sekadar penghafal teori menuju pembaca persoalan. Inovasi yang bertahan, sebagaimana ditekankan dalam pembelajaran lapangan tersebut, lahir dari kebutuhan nyata dan kemampuan menjawabnya secara berkelanjutan.

Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa menyigi bagaimana Toyota mempertahankan eksistensinya bukan melalui perubahan besar yang sesekali, tetapi lewat pembaruan yang berlangsung terus-menerus. Dari sana, teori manajemen inovasi yang dipelajari di kelas menemukan bentuk konkretnya: keberlanjutan bisnis bertumpu pada budaya adaptif, bukan sekadar pada ide besar.

“Mahasiswa menjadi lebih memahami bahwa inovasi berkelanjutan lahir dari upaya perbaikan terus-menerus. Ini penting agar mereka melihat hubungan nyata antara teori yang dipelajari dengan praktik industri,” jelasnya.

Mahasiswa Universitas Mulia menyimak secara serius pemaparan industri sebagai bagian dari proses memahami implementasi nyata manajemen inovasi di dunia kerja

Bacaan paling penting dari kunjungan ini terletak pada satu hal mendasar: perusahaan yang mampu bertahan dalam perubahan eksternal adalah perusahaan yang menjadikan inovasi sebagai kebiasaan, bukan proyek sesaat. Dalam konteks itu, eksistensi menjadi indikator paling jujur dari kuat atau lemahnya budaya inovasi.

Perubahan lanskap industri yang bergerak ke arah digitalisasi juga menuntut mahasiswa membangun kelincahan berpikir sejak masa kuliah. Karena itu, proses belajar di Universitas Mulia diarahkan agar mahasiswa terbiasa menguji gagasan, membaca kebutuhan, dan beradaptasi dengan perubahan, bukan menunggu realitas kerja mengubah mereka secara mendadak.

Bagi kampus, membawa mahasiswa ke lapangan berarti memperluas ruang belajar ke situasi yang tidak selalu ideal, tempat teori diuji oleh kompleksitas nyata. Di ruang seperti inilah kemampuan problem solving, observasi, dan nalar kritis lebih mungkin tumbuh dibanding hanya dari simulasi akademik.

“Belajar di Universitas Mulia tidak sekadar mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang membentuk daya saing mahasiswa,” ungkapnya.

Mahasiswa juga memperoleh pemaparan langsung dari Kepala Bengkel Toyota AUTO2000 MT Haryono Balikpapan, Jaka Mulyana, mengenai budaya perbaikan berkelanjutan, serta wawasan strategi pemasaran dari Supervisor Sales, Nur Kholis. Paparan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi bekerja lintas lini—dari pelayanan teknis hingga strategi membaca pasar.

Dalam lanskap bisnis modern, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen muncul sebagai fondasi penting. Inovasi yang lahir dari kebutuhan pasar memberi kemungkinan hidup lebih panjang dibanding sekadar meluncurkan sesuatu yang baru tanpa relevansi yang jelas.

Suasana dialog berlangsung hangat saat mahasiswa Universitas Mulia dan pihak Toyota AUTO2000 berdiskusi dalam sesi tanya jawab seputar inovasi, pelayanan, dan dinamika industri.

Melalui pola pembelajaran semacam ini, Universitas Mulia sedang menanamkan satu kebiasaan intelektual penting: melihat perubahan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai ruang untuk merumuskan solusi. Visit industry ini pada akhirnya bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan proses menautkan pengetahuan dengan realitas, sekaligus mengajak mahasiswa memahami bahwa inovasi terbesar sering kali dimulai dari keberanian memperbaiki hal-hal kecil secara konsisten. (YMN)

 

Balikpapan, 8 Desember 2025 — Mahasiswa Universitas Mulia melalui UKM LDK Al-Izzah mengadakan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang di Sumatra. Kegiatan dilaksanakan pada 4–5 Desember 2025 di lingkungan Kampus Universitas Mulia dan mendapat dukungan dari dosen serta mahasiswa.

Pembina UKM LDK Al-Izzah, Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan bantuan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran kritis mengenai bencana.
“Mahasiswa memiliki peran sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Kepedulian tidak hanya berhenti pada empati, tetapi juga tindakan nyata dan pemikiran intelektual,” ujarnya.

Wahyu Nur Alimyaningtias, S.Kom., M.Kom., Pembina UKM LDK Al-Izzah UM, berfoto bersama para aktivis akhwat usai aksi solidaritas kampus.

Dalam penggalangan dana selama dua hari, relawan menyisir kelas-kelas pada waktu kuliah pagi dan malam. Dana yang terkumpul melalui QRIS berjumlah Rp2.707.000 dan disalurkan melalui Human Initiative. Selain itu, donasi sebesar dari Rp5.032.000 yang didapat melalui sumbagan langsung (kotak ifaq) disalurkan melalui Nurul Hayat sebagai mitra kampus dalam kegiatan filantropi.

Menurut Wahyu, penggalangan dana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus. Ia menilai bencana tidak hanya isu alamiah, tetapi juga terkait tata kelola lingkungan, mitigasi, dan kepedulian masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat, mendorong inovasi kebencanaan, dan hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat,” katanya.

Respons civitas akademika dinilai sangat positif. Banyak dosen memberikan kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan maksud kegiatan, dan mahasiswa menyambut antusias, termasuk melalui pembayaran nontunai melalui QRIS.

Wahyu menambahkan bahwa kesadaran ekologis dan solidaritas kemanusiaan perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Gerakan ini adalah momentum untuk membangun kepedulian bersama. Bencana tidak boleh hanya menjadi berita yang lewat, tetapi panggilan untuk melindungi alam dan sesama,” tandasnya. (YMN)

Balikpapan, 14 Oktober 2025 – Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, MNC Sekuritas menilai pentingnya membangun kebiasaan investasi yang berbasis pengetahuan dan bukan sekadar mengikuti tren sesaat. Hal itu disampaikan oleh Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, dalam wawancara usai kegiatan Kuliah Umum Pasar Modal 2025 di Universitas Mulia, Selasa (14/10).

Surya menuturkan, profil investor muda di Balikpapan dan sekitarnya menunjukkan perkembangan positif. Antusiasme tinggi terlihat tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga pelajar SMA dan SMK yang mulai tertarik menjadikan saham sebagai sarana belajar bisnis dengan modal kecil. “Anak muda sekarang tidak lagi melihat investasi sebagai sesuatu yang eksklusif. Mereka ingin terlibat, belajar, dan mencoba sejak dini,” ujarnya.

Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, saat memberikan pemaparan materi dalam Kuliah Umum Pasar Modal 2025 di Universitas Mulia.

Namun, ia mengingatkan bahwa di balik semangat itu terdapat kesalahan umum yang kerap dilakukan investor pemula, terutama mahasiswa. Banyak yang terjun ke pasar modal tanpa memahami risiko, hanya karena ikut-ikutan atau tergoda tren media sosial. “Ada yang trading hanya karena ramai. Padahal tanpa bekal ilmu, risiko kehilangan modal sangat besar,” tegasnya.

Untuk menekan perilaku spekulatif semacam itu, MNC Sekuritas bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltim aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, termasuk melalui kegiatan di kampus. Surya menekankan bahwa edukasi pasar modal harus dilakukan bertahap agar mahasiswa memahami perbedaan antara trading dan investing serta mampu mengelola risiko dengan rasional.

Menurutnya, kebiasaan investasi tidak bisa dibangun secara instan. “Kalau mau investasi jadi budaya, lakukan terus menerus. Konsisten. Dari hal kecil,” katanya. Melalui program GEMESIN (Gemar Menabung Saham Indonesia), MNC Sekuritas mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi dari nominal kecil — bahkan Rp100 ribu per bulan — sebagai langkah awal menuju kebebasan finansial yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menilai kampus memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir investasi yang cerdas. Kurikulum yang memuat materi pasar modal, ditambah peran Galeri Investasi BEI, dapat menjadi ruang praktik langsung bagi mahasiswa. “Mahasiswa bisa belajar teori sekaligus praktik. Dari situ mereka terbiasa berpikir rasional, bukan emosional, dalam mengambil keputusan investasi,” jelasnya.

Tantangan terbesar, lanjutnya, justru datang dari pola pikir “cepat kaya” yang tumbuh subur di kalangan muda. Surya menyebut fenomena FOMO (fear of missing out) sebagai hambatan utama dalam membangun disiplin investasi jangka panjang. “Banyak yang ingin hasil besar dalam waktu singkat. Ini yang perlu diluruskan melalui edukasi berulang. Aset besar itu dibangun sedikit demi sedikit, bukan dari spekulasi,” tuturnya.

Dalam menjalankan perannya, MNC Sekuritas tidak hanya menjadi perantara transaksi saham, tetapi juga pelindung bagi investor muda agar terhindar dari risiko dan penipuan digital. Edukasi diberikan secara berkelanjutan, baik melalui Galeri Investasi BEI, kunjungan ke kampus, maupun berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya. “Kami ingin investor belajar secara mandiri, tumbuh menjadi investor yang bijak, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Suasana antusias peserta saat Surya Darma Hakim, PIC MNC Sekuritas Cabang Balikpapan, menyampaikan materi tentang investasi cerdas dan pengenalan pasar modal.

Surya juga mengungkapkan bahwa MNC Sekuritas tengah menyiapkan kerja sama tiga pihak dengan Universitas Mulia dan BEI Kaltim untuk membentuk Galeri Investasi Kampus Universitas Mulia. Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan, pendampingan praktikum pasar modal, serta kesempatan membangun jejaring dengan pelaku industri keuangan.

Ia mengaku optimistis dengan potensi mahasiswa Akuntansi Universitas Mulia yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti Sekolah Pasar Modal tahap awal. “Saya melihat semangatnya luar biasa. Mereka cepat menangkap konsep dan punya keinginan kuat untuk maju. Kalau ini dijaga, saya yakin mereka akan jadi investor muda yang sukses,” ucapnya.

Di akhir wawancara, Surya menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada mahasiswa. “Mahasiswa hari ini adalah investor dan pemimpin ekonomi masa depan. Jangan tunggu lulus untuk mulai cerdas finansial. Mulailah sekarang, sekecil apa pun langkahnya. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” katanya menutup perbincangan. (YMN)