UM – Fakultas Ilmu Komputer bekerja sama dengan PT. Media Kreasi Abadi dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek. Kerja sama ini untuk memfasilitasi mahasiswa mengikuti program MBKM bidang Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) mendatang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulia Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. saat memberikan paparan sosialisasi tentang Program MSIB yang digelar lewat Zoom Meeting diikuti mahasiswa calon peserta MBKM, Sabtu (8/1) mengatakan bahwa program ini berdasarkan Permendikbud nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Disebutkan, perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester atau setara dengan 40 sks.

Definisi sks pun berubah. Setiap sks diartikan sebagai jam kegiatan, bukan jam belajar. Yang dimaksud jam kegiatan adalah belajar di kelas, praktik kerja atau magang, pertukaran pelajar, proyek di desa, wirausaha, riset, studi independen, dan kegiatan mengajar di daerah terpencil. Semua jenis kegiatan tersebut harus dibimbing oleh seorang dosen.

Peserta sosialisasi Magang Bersertifikat Program MBKM dengan PT MKA, Sabtu (8/1). Foto: Nadya Media Kreatif

Peserta sosialisasi Magang Bersertifikat Program MBKM dengan PT MKA, Sabtu (8/1). Foto: Nadya Media Kreatif

Direktur PT MKA Istia Budi, S.T., M.M. saat memaparkan program Magang Bersertifikat kepada mahasiswa Universitas Mulia, Sabtu (8/1). Foto: PSI

Direktur PT MKA Istia Budi, S.T., M.M. saat memaparkan program Magang Bersertifikat kepada mahasiswa Universitas Mulia, Sabtu (8/1). Foto: PSI

MSIB merupakan bagian dari program Internship yang dijalankan perguruan tinggi selain Research ship dan Entrepreneurship. Internship bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi profesional dengan memberikan pengalaman kerja nyata di perusahaan. Mahasiswa diberikan kemerdekaan untuk memilih, apakah Internship, Research ship, atau Entrepreneurship setelah lulus nantinya.

Magang Bersertifikat adalah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar. Sedangkan Studi Independen adalah pembelajaran di kelas yang dirancang dan dibuat khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh industri/mitra.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. berharap program MBKM ini dapat dijalankan dan diikuti bukan saja di program studi Informatika dan Teknologi Informasi saja, melainkan seluruh program studi yang ada di Universitas Mulia.

“Silakan mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi program magang ini, pendaftarannya masih satu minggu lagi. Bisa diinformasikan pada yang lain bahwa program MBKM ini terbuka luas bagi seluruh program studi,” tutur Wisnu Hera.

Sementara itu, Direktur PT. Media Kreasi Abadi (PT MKA) Istia Budi, S.T., M.M. mengatakan bahwa PT MKA sudah melaksanakan Magang Bersertifikat mulai 2 Agustus 2021 dan berakhir 31 Januari 2022. Diikuti 30 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari Universitas Mulia. Mahasiswa diwajibkan mengikuti 760 jam pelajaran atau setara 20 sks untuk 1 semester.

“Manfaat mahasiswa mengikuti magang ini sebagai pengalaman bekerja dan diakui penuh 1-2 semester. Dapat uang saku dan biaya hidup selama magang dari Kemendikbudristek dan mendapat sertifikat kompetensi dari PT MKA. Ini luar biasa banget,” tutur Istia Budi.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu ragu pada PT MKA mengingat sudah diakui Kemendikbudristek. “Dari 10 kriteria mitra IDUKA Kemendikbudristek, PT MKA masuk kriterianya, yaitu sebagai perusahaan lokal, teknologi global, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi,” tutur Istia Budi.

“Sebenarnya program magang ini memudahkan kami untuk meng-hire lebih mudah, tidak perlu mencari lagi dari luar, magang selama enam bulan bagus, langsung kami kontrak kerja,” imbuhnya.

Salah satu mahasiswa Program Studi Informatika Viody Alfaridzi mengikuti program Magang Bersertifikat di PT MKA, mengatakan bahwa selama mengikutinya, dirinya merasakan mendapat pengalaman dan manfaat belajar dari mengerjakan proyek pengerjaan aplikasi.

Ketika ditanya soal membagi waktu kuliah, Viody mengatakan cukup mampu menyediakan waktu. “Sebenarnya gak semuanya kayak kerja-kerja (normal) gitu, jadi kita ada waktu untuk mengerjakannya gitu, berkumpul di waktu terakhir itu lumayan banyak, jadi kayak ada catatan sendiri, misalnya kita sudah selesai mengerjakan submit, kita bisa istirahat duluan. jadi ada waktu kosong yang bisa kita gunakan untuk tim building,” tutur Viody panjang lebar.

Gimana? Kamu mahasiswa tertarik ikutan MBKM? Segera deh daftar aja di Program Studi masing-masing. Asyik kok, seru!

(SA/PSI)

Dokumentasi

Direktur RS Pertamina dr. Khairuddin S.Pb, M.PH. menerima cinderamata Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, Selasa (4/1). Foto: Fian Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T. menerima kunjungan Direktur Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr. M.N. Khairuddin, Sp.B., M.PH. bersama pejabat terkait dalam rangka penjajakan kerja sama di bidang layanan kesehatan, Selasa (4/1).

Menurut Sekretaris Rektor Suhartati, S.E., M.Kom. mengatakan bahwa kunjungan ini masih dalam tahap penjajakan atau pembicaraan dalam rangka memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Universitas Mulia.

“Belum, belum ada, masih dalam pembicaraan. Tapi tentu saja Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan penghargaan Bapak dr. Khairuddin selaku Direktur RS Pertamina Balikpapan. Beliau sangat concern dan mengungkapkan dukungan pada pendidikan di bidang layanan kesehatan di Universitas Mulia,” tutur Suhartati.

Direktur RS Pertamina dr. Khairuddin S.Pb, M.PH. menerima cinderamata Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, Selasa (4/1). Foto: Fian Media Kreatif

Direktur RS Pertamina dr. Khairuddin S.Pb, M.PH. menerima cinderamata Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, Selasa (4/1). Foto: Fian Media Kreatif

Salah satu kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan yang tengah dijajaki ke depan adalah keinginan RSPB memberikan fasilitas pemagangan bagi mahasiswa Universitas Mulia.

RSPB juga berkeinginan memberikan pelatihan atau edukasi khususnya seputar kesehatan bagi mahasiswa maupun dosen Universitas Mulia.

“Ya, ada beberapa keinginan RSPB maupun Universitas Mulia yang belum bisa diungkap ke publik saat ini, yang jelas Universitas Mulia menyambut hangat kerja sama nantinya sehingga memberikan manfaat untuk kedua belah pihak,” pungkasnya.

(SA/PSI)

Mahasiswa mendapatkan bingkisan usai sosialisasi pajak. Foto: Fian Media Kreatif

UM – Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia menggelar sosialisasi Pajak bersama Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara, Selasa (4/1/2022). Sosialisasi yang bertema Tax Goes to Campus ini digelar di Ruang Eksekutif White Campus, Jalan Zaini Azhar Maulani.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. pada kesempatan ini turut hadir dan memberikan dukungan serta apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan Program Studi Ilmu Hukum.

Perihal pajak, menurut Rektor sejak zaman dahulu sudah berlaku di masyarakat, bahkan saat ini masih berlangsung di lingkungan sekitar di tingkat RT (Rukun Tetangga), seperti penerapan retribusi sampah atau iuran RT untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu sarana edukasi kesadaran pajak dan pengenalan tugas serta fungsi DJP kepada para mahasiswa sebagai bekal mereka nanti menjadi pembayar pajak di masa depan.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi memberikan cinderamata kepada petugas pajak. Foto: Fian Media Kreatif

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi memberikan cinderamata kepada petugas pajak. Foto: Fian Media Kreatif

Mahasiswa antusias mengikuti sosialisasi pajak di Universitas Mulia, Selasa (4/1). Foto: Media Kreatif

Mahasiswa antusias mengikuti sosialisasi pajak di Universitas Mulia, Selasa (4/1). Foto: Media Kreatif

Foto bersama dengan panitia. Foto: Fian Media Kreatif

Foto bersama dengan panitia. Foto: Fian Media Kreatif

Mahasiswa mendapatkan bingkisan usai sosialisasi pajak. Foto: Fian Media Kreatif

Mahasiswa mendapatkan bingkisan usai sosialisasi pajak. Foto: Fian Media Kreatif


Tampil sebagai narasumber dari DJP Kalimantan Timur dan Utara Edwin Widiatmoko dan Agus Sugianto. Edwin menyampaikan materi tentang pengantar kesadaran pajak. Menurutnya, mahasiswa merupakan mitra bagi DJP dalam rangka memberikan informasi tentang seluk beluk pajak kepada masyarakat.

“Ketika masyarakat semakin sadar pajak, maka pendapatan negara akan meningkat,” tutur Edwin.

Edwin berpesan kepada mahasiswa agar tidak menjadi seorang free-trader yang menikmati fasilitas publik, tetapi tidak mau berkontribusi pada negara dengan membayar pajak.

Agus Sugianto menambahkan, bagi warga negara Indonesia yang telah menjadi Wajib Pajak (WP) yang telah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) wajib melaporkan SPT Pajak Tahunan. WP tersebut terdiri dari wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.

Kewajiban WP adalah melapor, membayar, atau memungut pajak bagi WP Badan atau perusahaan. Laporan SPT Pajak Masa PPN dan SPT Pajak Tahunan saat ini menggunakan sistem elektronik yang sangat mempermudah masing-masing wajib pajak melaporkan pajak.

Kegiatan sosialisasi pajak ini diikuti 35 orang mahasiswa dan dosen pendamping dari Program Studi Ilmu Hukum. Pelaksanaan sosialisasi berlangsung mulai pukul 10.00 Wita dan berakhir pukul 12.00 Wita. Acara ditutup dengan permainan dan pemberian hadiah bagi yang beruntung.

(SA/PSI)

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

UM – Sivitas Universitas Mulia mengikuti Refleksi Akhir Tahun 2021 yang digelar oleh Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Refleksi diikuti peserta baik daring maupun luring, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

“Setiap tahun kita diberikan waktu untuk refleksi Bapak Ibu sekalian, biasanya itu untuk umat Muslim refleksi di bulan Ramadhan, di situlah kita melakukan kontemplasi, refleksi, mencoba mengembalikan jati diri kita seperti apa kita dan akan ke mana kita,” tutur Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengawali sambutan.

Terkait dengan refleksi institusi, menurut DR. Agung, apa yang sudah dilakukan dan apa rencana yang akan dilakukan ke depan sesuai dengan jalurnya atau tidak.

Ia berharap, dengan refleksi dapat membangun kesadaran, baik secara personal maupun institusional. “Bahwa kita ini sebenarnya sedang diberikan amanah, bukan amanah kecil, tapi amanah yang luar biasa, yaitu amanah mengelola universitas,” ungkap Rektor Universitas Mulia ini mengingatkan seluruh sivitas.

Mengelola universitas bukan perkara mudah. Menurutnya, suatu entitas tertinggi di dunia bentuknya adalah universitas. “Dan kita baru memulai di tahun 2018, tepatnya tahun akademik 2019, sekarang baru memasuki tahun ketiga,” tuturnya.

Rektor mengingatkan kepada seluruh sivitas untuk memahami bahwa kemampuan mengelola universitas untuk memandang, melihat, memprediksi, merancang harus memiliki fondasi yang kuat. “Tanpa (fondasi) itu semua, maka Kita hanya berjalan di tempat,” tuturnya.

Sebagai salah satu pendiri Yayasan Airlangga, DR. Agung kemudian mengajak kembali melihat sejarah pendirian yayasan yang lahir di tahun 1992. “Resminya tahun 1993, itu artinya sekarang sudah menginjak usia 28 tahun. Jadi dua tahun lagi kita akan merayakan 30 tahun,” ungkap DR. Agung.

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Tentu saja, hal ini mengingatkan Dr. Agung terhadap ucapan seseorang terkait perjalanan sebuah institusi, berapa lama kuat bertahan atau tumbang. “Tahun pertama sampai tahun kelima itu tahun-tahun yang sulit, kalau bertahan sampai tahun kelima, maka akan cukup untuk berkembang. Biasanya 20% sampai 40% tumbang,” tuturnya mengutip seseorang.

Apabila institusi tersebut mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian, maka dinilai 5% makin kuat. “Hanya 5%, silakan Bapak Ibu memperhatikan institusi yang ada saat ini,” tutur DR. Agung.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya mengajar di sebuah lembaga pendidikan di Surabaya tahun 1985. Lembaga pendidikan tersebut adalah Airlangga Student Group atau ASG. “Miliknya Pak Satria (Satria Dharma) dan teman-temannya bertiga,” ungkapnya.

“Nah, itu yang membuat kuliah saya terganggu, yang harusnya empat tahun, tapi menjadi tujuh tahun,” ungkapnya.

Saat itu, dirinya sedang menempuh studi di Program Studi Hukum Universitas Airlangga di Surabaya. Ia mengakui, saat itu kesibukannya mengajar membuatnya sempat tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester pada semester pertama.

“Absensi kuliah terlalu banyak, kalau tidak sesuai dengan syarat jumlah kehadiran 80%, maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Dari 12 kali pertemuan, tidak masuk empat kali, habis,” ungkapnya.

Dari sinilah, DR. Agung merasakan mengenal pilihan hidup, antara bekerja atau kuliah. Meski demikian, ia menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran sehingga membuat strategi agar tetap bisa menyelesaikan kuliah mengingat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki persyaratan yang sangat ketat.

“Dua tahun tidak selesai, tidak memenuhi IPK minimal, itu bisa di-DO (dikeluarkan universitas), walaupun pintar,” tuturnya.

Oleh karena itu, ketika pada saatnya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan studi, ia berusaha belajar lebih keras. “Saya membeli buku, saya belajar keras sehingga mendapat nilai yang cukup, jadi itu strategi saya untuk kemudian bergerak (beraktivitas) lagi di luar,” ungkapnya.

Dengan strategi tersebut, syarat untuk menyelesaikan studi dalam dua tahun, empat tahun, hingga sarjana yang diberlakukan Universitas Airlangga saat itu berhasil dilewatinya.

“Saya merasakan kasihan pada teman-teman saya yang pintar, tapi tidak mempunyai strategi sehingga di-DO,” tuturnya.

Cerita tersebut mengingatkan kepada seluruh sivitas Universitas Mulia apabila kesulitan menyelesaikan suatu target program kerja, maka yang dilakukannya adalah menyediakan waktu yang cukup untuk belajar dan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan dalam meraih visi personal maupun institusional, meski dalam kondisi terpepet.

“Jangan menunggu, fokus gunakan satu semester, jangan sampai waktunya tidak cukup untuk dikejar,” ingatnya.

Pengalaman dalam perjalanan hidup, baik saat menempuh studi maupun dalam pekerjaan mempengaruhi pola kepemimpinan DR. Agung dalam membawa Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia hingga saat ini. “Setiap kepemimpinan itu mempengaruhi apa yang dipimpinnya,” tuturnya.

Meski demikian, DR. Agung mengakui keberhasilan dalam kepemimpinan mengelola institusi merupakan berkah dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Kuncinya cuma satu, bahwa ini berkah, ini rida, tentu bukan kerja satu orang, ini kerja tangan-tangan kita bersama,” tuturnya.

DR. Agung juga mengingatkan bahwa berkaca pada perjalanan tersebut, ia berharap institusi menjalankan profesionalisme dan humanis. “Mengapa saya ingin institusi kita itu dilakukan dengan dua sisi, satu profesional, satunya lagi humanis?” tuturnya.

Diakuinya, sisi humanis baginya terasa lebih kuat ketika menjalankan kepemimpinan dibanding dengan profesionalisme. “Tapi ke depan yang saya inginkan adalah ada garis tengah antara profesionalisme dan humanisme, keduanya berjalan bersama-sama menuju satu tujuan,” tuturnya sembari menggambar garis-garis yang disebutnya tujuan, arah, dan cita-cita.

Seperti diketahui, yang dimaksud profesional adalah ahli dalam bidangnya. Seorang yang profesional dalam bidang pekerjaannya, maka dia adalah ahli dalam bidangnya, yang dibuktikan dengan kecepatannya dalam menghasilkan luaran yang diharapkan.

Sedangkan profesionalisme adalah suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang dan tingkatan masing-masing.

Humanisme atau humanistis menyebutkan bahwa apa pun kegiatan manusia (human) harus dapat dimanfaatkan selama bertujuan untuk memanusiakan manusia, yaitu untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri serta realisasi diri secara optimal.

Humanis mempunyai konsep bahwa manusia sebagai subyek yang memiliki kemampuan menghadapi dunia dan lingkungan hidupnya serta kemampuan untuk mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan mengancam manusia itu sendiri.

Refleksi Akhir Tahun 2021 ini diikuti peserta baik dari Kota Balikpapan, Samarinda, hingga sampai Kota Malang Jawa Timur melalui aplikasi Zoom Meeting.

Selamat menyambut Tahun Baru 2022, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan semangat bekerja lebih baik lagi, dilimpahi kesehatan, keceriaan, dan kebahagiaan serta berkah dan anugerah untuk kita semua. Amin.

(SA/PSI)

Suasana Rakor 2021 hari pertama, Selasa (28/12). Foto: Media Kreatif

UM – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. mendorong dosen meningkatkan Kompetensi dan Keahlian selama 2021. Hal ini diungkapkan melalui Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) pada Rakor yang bertempat di Aula Cheng Ho, Selasa (28/12).

“Selain pendidikan formal kami juga mendorong dosen-dosen mengikuti pelatihan. Tahun lalu Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) membuka kesempatan pelatihan bagi tenaga yang mengambil jalur profesional,” ungkap Wisnu.

Menurutnya, tercatat 13 orang dosen telah mengikuti setidaknya satu sampai dua kali jenis pelatihan yang berbeda. “Beberapa mengikuti dua pelatihan. Bagi kami semua itu untuk mendorong seluruh dosen agar meningkatkan skills dalam menunjang pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kompetensinya,” tuturnya.

Dari data tersebut, jenis pelatihan yang paling banyak diikuti dosen adalah pelatihan daring terkait Teknologi Informasi, di antaranya Cisco Cyber Operation, HTML CSS dan JavaScript, Data Scientist Artificial Intelligence untuk Dosen dan Instruktur, Machine Learning, Data Science Fundamental, Pemrograman Python, UI/UX, dan Alibaba Cloud.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. Foto: Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. Foto: Media Kreatif

Salah satu dosen ketika ditanya terkait pelatihan yang diikutinya mengatakan bahwa meski pelatihan tersebut daring, namun cara belajar dan materi yang diberikan dinilainya sangat baik. Apabila memperoleh capaian pembelajaran dengan skor minimal lebih dari 88, maka dapat diperlukan untuk syarat mengikuti Sertifikasi Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Ya, sama seperti kuliah dan praktikum di Universitas Mulia. Bagi peserta yang rata-rata dosen dari seluruh Indonesia, bahkan banyak peserta yang sudah bergelar Doktor, memiliki kesibukan mengajar dan riset di sana-sini, belum lagi urusan rumah tangga, mengikuti pelatihan seperti ini tantangannya tidak mudah, tapi ternyata bisa kok,” tutur Subur Anugerah, saat menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan Data Scientist: Artificial Intelligence untuk Dosen dan Instruktur yang diselenggarakan Kominfo RI.

Menurutnya, semangat mengikuti pelatihan berpulang pada diri peserta masing-masing. “Ada yang motivasinya hanya ingin mendapatkan sertifikat untuk menunjang karier dosen, ada yang sungguh-sungguh ingin meningkatkan skills , ada yang ingin menambah wawasan saja, ada yang ingin tahu keahlian apa yang dibutuhkan saat ini sehingga bisa mendapatkan Sertifikat Kompetensi, tapi ada juga loh yang hanya sekadar ingin tahu materi pelatihannya saja, mendapatkan sertifikat dan uang pengganti paket Internet, pokoknya macam-macam kepentingannya,” tuturnya sambil tersenyum.

Dirinya mengakui setelah mengikuti pelatihan merasakan wawasan dan keterampilannya bertambah. “Ya, akhirnya bisa tahu ya kan. Oh, begini caranya pengembangan AI menggunakan data dengan Python, oh ternyata harus mengerti Data Understanding lebih dulu ya, oh nanti ada Data Preparation, Feature Engineerinng, Deployment Model, pokoknya keren,” ujarnya.

Dengan mengikuti pelatihan, Wisnu berharap, selain dosen-dosen telah menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang S1, S2, sampai S3, tetapi juga memiliki kompetensi dari keahlian yang ditekuninya.

Selain itu, selama tahun 2020 dan 2021, FIKOM berhasil melaksanakan percepatan jabatan fungsional bagi dosen-dosen yang belum memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Pada tahun tersebut sedikitnya tercatat enam orang yang sedang proses pengajuan.

Begitu pula terkait dengan Sertifikasi Dosen. “Yang terbaru, Alhamdulillah, yang lulus Sertifikasi Dosen tahun ini sebanyak tiga orang, Pak Vidy, Pak Riovan, dan Pak Safii,” ungkapnya disambut applause hadirin.

Atas keberhasilan tersebut, Ia berharap dosen yang telah lolos sertfikasi agar membantu dan menularkan tips dan trik mendapatkan Sertifikasi Dosen bagi dosen lainnya.

(SA/PSI)

Final Piala AFF 2020: Indonesia dihajar Thailand 0-4 di leg I final Piala AFF 2020. (Foto: AFP/Roslan Rahman)

UM – Di penghujung tahun 2021 sivitas Universitas Mulia menggelar nonton bareng Final Piala AFF atau ASEAN Football Federation Championship 2020 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Aula Kampus Cheng Ho, Rabu (29/12) malam.

Bermain di National Stadium Singapura, di babak pertama Timnas Indonesia tampak terus menyerang. Meski demikian, Indonesia kebobolan gol lebih cepat pada menit kedua. Umpan dari Philip Poller diselesaikan dengan baik oleh Chanathip Songkrasin.

Rektor Universitas Mulia DR. Agung Sakti Pribadi mengapresiasi langkah dosen, mahasiswa dan karyawan menggelar nonton bareng ini.

“Saya mengapresiasi inisiatif dosen untuk nonton bareng di kampus bersama mahasiswa. Ini wujud semangat nasionalisme dan patriotisme dengan mendukung Timnas Indonesia berlaga di final melawan Thailand,” tutur Rektor memberikan semangat kepada penonton.

Meski baru kebobolan pertama kali, namun Rektor berharap dan optimis Indonesia menjadi juara Piala AFF 2020. “Semoga kali ini Indonesia bisa juara,” harapnya.

Suasana nonton bareng Kejuaraan Piala AFF 2020 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Aula Kampus Cheng Ho, Rabu (29/12) malam. Foto: Tri Sudinugraha

Suasana nonton bareng Kejuaraan Piala AFF 2020 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Aula Kampus Cheng Ho, Rabu (29/12) malam. Foto: Tri Sudinugraha

Indonesia tampak kesulitan melakukan serangan di babak pertama. Terhitung dua kali tembakan ke arah gawang Thailand tetapi gagal menemui sasaran.

Pelatih Shin Tae-yong yang asal Korea ini melakukan pergantian pada menit ke-46. Elkan Baggott menggantikan Fachruddin Ariyanto, dan Evan Dimas Darmono digantikan Edo Febriansyah.

Pergantian tampaknya belum membuahkan hasil. Timnas Indonesia terus mendapat serangan dan tampak sulit mengimbangi lawan. Gol demi gol pun masuk menjebol gawang Timnas Indonesia yang dijaga ketat Nadeo Argawinata.

Dari sinilah, terlihat sekali mental para penonton di Aula Kampus Cheng Ho pun jatuh. Thailand semakin tak terkejar pada menit ke-83.

Pada menit terakhir, Timnas Indonesia tak bisa memperkecil selisih gol. Skor 4-0 putaran pertama untuk kemenangan Thailand bertahan sampai peluit wasit berbunyi.

Masih tersisa satu kali putaran lagi esok hari. Semoga Timnas Indonesia menang dan juara satu Piala AFF 2020! Aamiin.

Susunan Pemain

Indonesia: 1 Nadeo Argawinata; 14 Asnawi Mangkualam, 19 Fachruddin Aryanto (Elkan Baggott 46), 28 Alfeandra Dewangga, 5 Rizky Ridho, 3 Edo Febriansyah (Evan Dimas 46); 19 Rachmat Irianto (Kadek Agung 46), 15 Ricky Kambuaya, 8 Witan Sulaeman, 27 Dedik Setiawan; 25 Irfan Jaya (Ramai Rumakiek 73)

Thailand: 23 Sirawak Tedsungnoen (Kawin Thamsatchanan 74), 5 Yusef Elias Dolah (Pokklaw Anan 39), 13 Philip Poller, 19 Tristan Do, 16 Phitiwat Sookkjtthmmakul (Thitipan Puangchan 61), 11 Bordin Phala, 7 Supachok Saracat, 18 Chanathip Songkrasin, 26 Kritsana Kaman, 27 Weerathep Pomphun, 10 Teerasil Dangda (Supachai Chaided 61)

(SA/PSI)

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Airlangga, mulai Selasa (28/12) dan Rabu (29/12). Rakor diselenggarakan di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa setiap satu tahun sekali melakukan evaluasi program kerja. Selama tahun 2021 ini, temanya adalah dengan SDM Berkualitas dan Sistem IT Terintegrasi Kita Wujudkan Institusi Inovatif dan Unggul.

“Kalau kita berbicara kualitas SDM, maka tentu saja tidak akan pernah berhenti sampai meninggal, maka belajar terus sepanjang hayat,” tutur Rektor Universitas Mulia ini.

Terkait dengan sistem IT Terintegrasi, DR. Agung mengatakan bahwa perkembangan teknologi bukan hanya berbicara persoalan terintegrasi, tetapi ia melihat perguruan tinggi lain kesulitan mengintegrasikan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk memudahkan atau mencapai tujuan institusi.

“Nah, tentu saja, karena mengintegrasikan beberapa jenis sistem, membutuhkan kesabaran dan keahlian. Maka saya berharap tema ini akan terus kita bawa, karena jika kita berharap SDM berkualitas, maka tidak pernah berhenti belajar,” ungkap DR. Agung Sakti.

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Rapat Koordinasi Tahun 2021 Yayasan Airlangga bertempat di Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Selasa (28/12). Foto: PSI

Beberapa yang sudah dilakukan oleh Universitas Mulia untuk meningkatkan kualitas SDM adalah menugaskan kepada beberapa dosen untuk studi S3 di bidang yang ditekuninya.

DR. Agung kemudian menyebutkan beberapa dosen yang lanjut studi S3 di antaranya Richki Hardi, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng., Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I., Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Riovan Styx Roring, S.Kom., M.Kom, dan Sumardi, S.Kom., M.Kom.

Selain itu beberapa dosen yang sedang menyelesaikan S3 atas biaya sendiri di antaranya Linda Fauziyah, S.Pd., M.Pd., Ivan Armawan, S.E., M.M., Mada Aditya serta dosen lainnya.

“Maka ke depan harus dirancang kembali siapa yang harus sekolah S3, tidak boleh berhenti, karena SDM kita juga harus meningkat,” tuturnya.

Meski demikian, Rektor Universitas Mulia ini berharap peningkatan kualitas SDM bukan hanya melanjutkan pendidikan formal saja, tetapi juga bisa melalui pendidikan non-formal seperti pelatihan dan peningkatan kompetensi lainnya.

Terkait dengan IT terintegrasi, Rektor berharap dapat memberikan dampak baik pada peningkatan kinerja maupun akreditasi perguruan tinggi.

“Kita berharap sebelum atau setelah meluluskan mahasiswa, akreditasi setidaknya Baik Sekali. Kita dorong ke sana,” harap Rektor.

Terkait dengan Inovatif, Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai berani untuk mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim beberapa waktu yang lalu.

“Saya sepakat dengan konsep (MBKM) tersebut yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi yang lain,” tutur Rektor.

Oleh karena itu, Rektor mendorong sivitas akademika untuk mempersiapkan diri menghadapi MBKM dengan belajar pada perguruan tinggi swasta lain yang sudah mapan. “Seperti Binus, kita bersyukur mendapatkan informasi beberapa waktu yang lalu bahwa mereka sudah menerapkan MBKM sejak lama, misalnya, tiga semester itu magang di luar,” tuturnya.

Dengan demikian, secara bertahap Rektor berharap Universitas Mulia belajar untuk menerapkan MBKM. Rektor berharap Universitas Mulia sudah mulai memiliki mindset visi yang lebih luas jika dibanding sebelumnya yang hanya tingkat Indonesia Timur.

“Pola berpikir kita sudah harus sampai Nasional dan Internasional,” ujarnya. Menurutnya, saat ini banyak orang pintar di berbagai bidang ditunjang dengan teknologi yang canggih. “Tetapi pengalaman dan mindset-nya lokal, maka yang didapatkan ya hanya lokal saja,” tutur Rektor.

Hingga saat ini, Rektor melihat rancangan yang telah disusun Universitas Mulia ke depan dapat bersaing dengan perguruan tinggi yang lain.

“Kita berharap, setiap Rakor dan Raker itu lima tahun ke depan akan menjadi lebih baik, tata pamong, SDM dalam persoalan administrasi. Maka saya minta karyawan, SDM kita biasakan menulis mencatat lewat buku,” ungkap Manager Pendidikan Yayasan Airlangga ini.

Dengan menulis, mencatat, dan rajin mendokumentasikan setiap kegiatan sehari-hari, maka akan mempermudah kegiatan dan aktivitas ke depan. DR. Agung mengingatkan kepada seluruh karyawan maupun sivitas akademika agar memiliki sikap peduli, aktif, kreatif, inovatif dan menjadi petarung yang terbaik dalam meningkatkan lembaga.

Rakor berlangsung mulai pukul 8.00 Wita dan dijadwalkan berakhir pukul 16.00 Wita. Rakor diikuti pimpinan SMP Plus Airlangga, SMK TI Airlangga Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Balikpapan, PSDKU Samarinda, dan Universitas Mulia.

(SA/PSI)

Dari kiri, Wisnu Hera Pamungkas, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., Mundzir, S.Kom., M.T., DR. Rachmie Sari Baso, DR. Agung Sakti Pribadi, M. Adenuddin Alwy, dan M. Rochman. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menjalin kerja sama dengan Akademi Bahasa Asing Balikpapan atau ABA dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama berlangsung di White Campus, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Jumat (24/12).

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bertindak atas nama Universitas Mulia bersama dengan Direktur ABA DR. Rachmie Sari Baso, S.S., M.Educ Stds., M.Ed. menandatangani Nota Kesepahaman nomor 441/MOU-UM/Rektorat/XII/2021 dan nomor 205A/MOU/ABA/XII/2021.

Dari kiri, Wisnu Hera Pamungkas, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., Mundzir, S.Kom., M.T., DR. Rachmie Sari Baso, DR. Agung Sakti Pribadi, M. Adenuddin Alwy, dan M. Rochman. Foto: Media Kreatif

Dari kiri, Wisnu Hera Pamungkas, S.T., M.Eng., Yusuf Wibisono, S.E., Mundzir, S.Kom., M.T., DR. Rachmie Sari Baso, DR. Agung Sakti Pribadi, M. Adenuddin Alwy, dan M. Rochman. Foto: Media Kreatif

Pada kesempatan ini, turut mendampingi Wakil Rektor Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Ketenagaan dan Keuangan Wisnu Hera Pamungkas, S.T., M.Eng. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom., M.T. Dari ABA turut mendampingi pula Muhammad Adenuddin Alwy dan Muhammad Rochman.

Disebutkan bahwa kerja sama didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan/pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat.

Kedua perguruan tinggi sepakat untuk saling membantu dalam memajukan kerja sama berdasarkan Nota Kesepahaman sesuai dengan sumber daya yang tersedia tanpa mengganggu pelaksanaan fungsi kelembagaan masing-masing selama tiga tahun.

Akademi Bahasa Asing Balikpapan adalah lembaga pendidikan formal perguruan tinggi satu-satunya di Balikpapan yang menawarkan program Diploma III Bahasa Inggris. Mahasiswa dibimbing sehingga memiliki keahlian berbahasa Inggris. Keahlian bahasa Inggris saat ini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan ketika terjun langsung di lapangan.

(SA/PSI)

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

UM – Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia menggandeng Penerbit Andi Yogyakarta menggelar Workshop Penulisan Buku Ajar untuk dosen. Workshop berlangsung daring Zoom Meeting diikuti 50 orang dosen, Rabu (22/12).

Ketua LP3M Richki Hardi, S.T., M.Eng. mengatakan bahwa workshop atau pelatihan Buku Ajar ini merupakan yang kedua setelah tahun 2020 lalu digelar dengan narasumber yang sama, Edi S Mulyanta dari Penerbit Andi.

“Ini adalah yang kedua lanjutan tahun kemarin karena permintaan cukup banyak berasal dari para Ibu Bapak dosen. Dengan pelatihan ini, Bapak Ibu memiliki kesempatan menulis Buku Ajar dengan penerbit yang baik,” tutur Richki Hardi.

Richki berharap, pelatihan ini memberikan tips dan trik serta strategi menyusun Buku Ajar sehingga diharapkan tahun 2022 mendatang sudah ada buku yang diterbitkan yang dibuat oleh para dosen Universitas Mulia.

“Kalau di organisasi guru itu ada satu guru satu buku. Nah, mudah-mudahan di sini juga ada satu dosen satu Buku Ajar,” tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Edi Mulyanta mengatakan bahwa adanya perubahan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendorong mahasiswa benar-benar merdeka untuk belajar. Merdeka Belajar memungkinkan mahasiswa memiliki banyak pilihan media belajar maupun guru.

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

Edi S. Mulyanta dari Penerbit Andi Yogyakarta saat memaparkan presentasinya. Foto: Tangkapan layar

Sebagian Peserta Workshop Penulisan Buku Ajar yang digelar LP3M Universitas Mulia, Rabu (22/12). Foto: Tangkapan layar

Sebagian Peserta Workshop Penulisan Buku Ajar yang digelar LP3M Universitas Mulia, Rabu (22/12). Foto: Tangkapan layar

“Konsep pendidikan saat ini berubah dengan adanya kebijakan MBKM yang mengatur 80% pendidikan berasal dari internal kampus, sedangkan 20% sisanya berasal dari luar kampus. Nah, inilah peluang kesempatan kita sebagai dosen untuk mengambil peran profesional,” tutur Edi Mulyanta.

Pasalnya, menurut Edi, berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2021 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Disebutkan pula, dosen secara perseorangan atau berkelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi Sivitas Akademika.

Atas dasar itulah, Edi mengingatkan luaran Perguruan Tinggi salah satunya adalah berupa Buku seperti Buku Ajar, Buku Praktikum atau Buku Panduan selain produk lain seperti jurnal dan hasil Iptek.

“Tugas kami adalah tugas industri, tugas Bapak Ibu dosen adalah menyiapkan materi sebaik mungkin,” ungkap Edi.

Menurutnya, untuk mendorong daya ungkit kepangkatan dosen muda yang masih Asisten Ahli 150, misalnya, menulis buku mampu mengangkat nilai Kum sampai 60 apabila memiliki paten. Apabila hasil karya buku dosen makin banyak, maka mampu membawa jenjang kepangkatan Lektor Kepala.

Untuk memotivasi dosen menulis buku, Edi memberikan sedikit tips dan trik menulis Buku Ajar pada Perguruan Tinggi berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 75 tahun 2019 pelaksanaan UU no. 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan.

Bagi penerbit, Buku Ajar termasuk yang paling laku di pasar. “Buku Ajar market-nya besar. Jangan lupa Bapak Ibu singgung juga persoalan softskill, misalnya, bagaimana pada saat guru mengajar daring siswa bisa fokus memperhatikan guru,” ungkapnya.

Edi juga mendorong dosen untuk menulis yang ringan saja lebih dulu. “Tulislah buku yang simple saja supaya ada kepercayaan diri, tulis kulit-kulitnya saja,” ungkapnya.

Menurutnya, menyusun Buku Ajar lebih mudah menggunakan alur sesuai dengan urutan kurikulum pengambilan mata kuliah.

Untuk itu, dalam MBKM, penerbit akan mencari topik atau trend terkait digitalisasi dan luaran yang diharapkan dari MBKM.

Ia menerangkan bahwa MBKM terkait 6 C for HOTS, yaitu Communication, Collaboration, Compassion, Critical Thinking, Creative Thinking, Computation Logic, Adaptive, Flexible, Leadership, Reading Skill, Writing Skill, kemampuan bahasa Inggris dan Teknologi Informasi,”

Lalu, bagaimana memulainya membuat Buku Ajar? Edi memberikan langkah-langkah antara lain, pertama mengikuti Standar Penulisan berdasarkan PP no. 75 tahun 2019.

Kedua, terapkan lima tahapan untuk meningkatkan produktivitas dalam menulis dengan menggunakan rumus S-P-E-E-D, yaitu S berarti Select Topic, pilih topik yang hendak ditulis.

P berarti Prepare your facts atau menyiapkan fakta dan data. E pertama berarti Establish a Structure atau tentukan strukturnya. E kedua adalah Eliminate Distraction, yaitu menghilangkan gangguan. Dan D adalah Dash, Dash to the finish, segera diselesaikan.

“Tahun depan dari seluruh peserta ini diharapkan sudah terbit, minimal 2-3 buku. Trend-nya tentang digitalisasi,” pungkas Edi Mulyanta menantang peserta.

(SA/PSI)

Pelepasan balon sebagai simbol awal pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendatang. Semakin tinggi Universitas Mulia, semakin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Disaksikan para undangan dari perusahaan di Balikpapan, Sabtu (18/12). Foto: Nadya Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menggelar syukuran Dies Natalis III di Aula Kampus Cheng Ho, Sabtu (18/12). Sebagian sivitas akademika ikut merayakan syukuran dengan hikmat mulai pembukaan, pembacaan doa, pelepasan balon, pesan Rektor, tausiah, potong tumpeng, hingga pembagian hadiah undian.

“Hari ini adalah hari yang berbahagia Universitas Mulia ulang tahun ke-3. Tapi jangan dibayangkan usia orang ya, karena ini usia awal Universitas Mulia yang berasal dari gabungan tiga perguruan tinggi, STIKOM Balikpapan 21 tahun, ASMI Airlangga 18 tahun, dan STMIK SPB Samarinda kurang lebih 8 tahun,” tutur Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengawali sambutan.

“Hari ini kita bersyukur, salah satunya adalah memperingati hari jadinya. Kalau saya ingat ini perjalanannya cukup panjang,” ungkapnya kepada seluruh hadirin. Tampak perwakilan sivitas Universitas Mulia dari PSDKU Samarinda.

Rektor mengucapkan terima kasih kepada panitia maupun undangan yang terbatas mengingat masih dalam suasana pandemi. Turut hadir DR. Sartono dari Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan. Tampak pula perwakilan Bank Mandiri, Bank Muamalat, BPD Syariah, maupun perusahaan yang lain.

Acara kemudian diikuti pelepasan balon sebagai simbol awal pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendatang. “Semakin tinggi Universitas Mulia, semakin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Mulia dan Jaya!” pekik Rektor.

Pelepasan balon sebagai simbol awal pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendatang. Semakin tinggi Universitas Mulia, semakin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Disaksikan para undangan dari perusahaan di Balikpapan, Sabtu (18/12). Foto: Nadya Media Kreatif

Pelepasan balon sebagai simbol awal pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mendatang. Semakin tinggi Universitas Mulia, semakin memberikan yang terbaik untuk bangsa. Disaksikan para undangan dan kolega dari perusahaan di Balikpapan, Sabtu (18/12). Foto: Nadya Media Kreatif

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memotong tumpeng syukuran Dies Natalis III Universitas Mulia, Sabtu (18/12). Foto: Nadya Media Kreatif

Rektor DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. saat memotong tumpeng syukuran Dies Natalis III Universitas Mulia, Sabtu (18/12). Foto: Nadya Media Kreatif

Pada kesempatan ini, Rektor mengatakan beberapa rencana ke depan pengembangan infrastruktur kampus terpadu di Jalan Raya Soekarno Hatta di Kilometer 6. “Sekarang ini sedang proses (pendirian),” ungkap Rektor.

Rektor mengatakan bahwa rencana pembangunan gedung baru akan mulai dikerjakan pada tahun 2022 sampai dengan 2025. “Kita akan fokus pada pembangunan di sana, tempatnya juga luas,” tuturnya.

Menurutnya, perkembangan ke depan cukup baik dengan meningkatnya jumlah mahasiswa dan kebutuhan layanan pendidikan. “Januari 2022 ini akan Kita bangun laboratorium khusus untuk Program Studi Farmasi,” tuturnya.

Untuk itu, Rektor juga sangat memperhatikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur ke depan, baik pembangunan Universitas Mulia maupun Kota Balikpapan.

“Kebutuhan SDM ke depan sangat tinggi, pasti prioritas lulusan Universitas Mulia untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain akan menjadi prioritas perhatian,” ungkap Rektor. Hal ini diungkapkan mengingat ke depan peradaban digital juga semakin kompleks.

“Kita ingin Universitas Mulia memberikan manfaat untuk Kota Balikpapan, apakah melalui mahasiswa ataupun lulusannya yang bagus, ataukah melalui pemikiran dan karya Kita yang bermanfaat dan diterima untuk mendukung dan memperbaiki pembangunan ke depan,” harap Rektor panjang lebar.

Meski demikian, Rektor mengakui bahwa di usianya yang ketiga ini, dalam perjalanan usahanya menjadi yang terbaik, ada beberapa hal belum tercapai. “Pasti Kita akan mencari yang terbaik dan tidak akan pernah berhenti untuk menjadi yang terbaik,” pungkas Rektor.

(SA/PSI)