DR. Muhammad Rusli melihat salah seorang dosen membuat materi pembelajaran multimedia, Jumat (11/3). Foto: PSI

UM – Rektor DR. Muhammad Rusli mendorong seluruh dosen memanfaatkan teknologi multimedia untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring di Universitas Mulia. Hal ini disampaikan di sela pelatihan menyusun materi pembelajaran berbasis multimedia, Jumat (11/3) siang.

“Saya berharap seluruh dosen nantinya sudah menerapkan pembelajaran daring dengan teknologi multimedia mulai semester depan. Ini dalam rangka bagaimana mengajarkan ilmu dan pengetahuannya kepada mahasiswa secara efektif,” tutur DR. Rusli.

Dengan memiliki dan terus mengasah kemampuan menyusun materi ajar dan keterampilan menggunakan teknologi multimedia, Rektor berharap dosen dapat mengakomodasi berbagai ragam perbedaan dan kecepatan pemahaman mahasiswa dalam proses Transfer Knowledge.

“Syukur di semester ini dosen sudah mulai secara bertahap menerapkan pembelajaran multimedia sehingga ini akan mempercepat proses terwujudnya lima tahun ke depan sebagai Teaching University,” tuturnya.

Untuk itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng mengundang dua orang dosen dari program studi masing-masing di Universitas Mulia untuk mengikuti pelatihan peningkatan kualitas pembelajaran.

Suasana pelatihan penyusunan materi pembelajaran multimedia di Laboratorium Komputer D Universitas Mulia, Jumat (11/3). Foto: Media Kreatif

Suasana pelatihan penyusunan materi pembelajaran multimedia di Laboratorium Komputer D Universitas Mulia, Jumat (11/3). Foto: Media Kreatif

Pelatihan yang digelar daring dan luring ini membahas bagaimana memanfaatkan teknologi aplikasi multimedia, yakni Adobe Captivate untuk menyusun materi ajar interaktif sehingga dapat disisipkan bersama dengan aplikasi eLearning Moodle ataupun website.

Seperti diketahui, Adobe Captivate multimedia merupakan software sistem aplikasi yang tergolong dalam multimedia authoring tool, yaitu alat atau perangkat lunak penulisan yang digunakan untuk membuat konten eLearning seperti demonstrasi perangkat lunak, simulasi perangkat lunak, skenario bercabang, dan kuis acak dalam format Shockwave Flash dan format HTML5.

Di era pandemi saat ini, pemanfaatan perangkat lunak Adobe Captivate dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah dan perguruan tinggi dinilai cukup efektif. Guru dan dosen menjadi lebih mudah melakukan Transfer Knowledge sehingga mudah pula materi pembelajaran diterima oleh siswa dan mahasiswa.

Seorang dosen yang selama ini mengajar secara sinkron menggunakan Google Meet menuturkan keluhannya. Rekaman kuliah yang diunggahnya di kanal YouTube jarang diakses oleh mahasiswa lantaran dirasa sulit mengulang kembali materi dari awal.

“Saya sudah ditunjukkan Pak Rusli bagaimana materi pembelajaran multimedia ini bisa diakses mahasiswa lewat eLearning Moodle atau website dengan mudah. Ukurannya juga kecil dan ringan jika dibanding video,” tutur Subur Anugerah, salah seorang dosen yang menjadi peserta dari Program Studi Informatika.

Jika dibanding dengan video rekaman kuliah yang di-upload di YouTube, menurutnya, mahasiswa akan kesulitan mencari bagian materi yang diinginkan atau bagian materi yang belum dimengerti.

“Setelah ikut pelatihan ini, dosen diharapkan bisa langsung membuat materi pembelajaran dengan menambahkan navigasi yang lebih mudah. Ini akan membantu mahasiswa menuju pada bagian yang diinginkan atau bagian yang ingin diulanginya. Apalagi bisa langsung mengerjakan kuisnya. Tentu saja hal ini diharapkan akan mempercepat proses Transfer Knowledge tadi,” tutupnya.

(SA/PSI)

Lulusan Universitas Mulia tahun 2021. Foto: Media Kreatif

UM – Seiring dengan animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Universitas Mulia terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan. Hingga menginjak tahun ke-3 ini, Universitas Mulia melakukan survei kepada pengguna lulusan untuk mengetahui indikator perbaikan dalam peningkatan pendidikan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir S.Kom, M.T mengatakan bahwa saat ini memerlukan survei kepuasan Stakeholders pengguna lulusan terhadap lulusan Universitas Mulia. Hal ini ia ungkapkan untuk menentukan salah satu indikator evaluasi perbaikan Universitas Mulia.

Meningkatnya animo pendaftar untuk menjadi mahasiswa dan konsep layanan yang diterapkan oleh Universitas Mulia memiliki semangat menyiapkan pelayanan publik yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat serta meningkatkan kemudahan dalam akses penerimaan layanan.

Keberhasilan penyelenggaraan dan pengelolaan kelembagaan melalui layanan yang bermutu merupakan cermin dari pelaksanaan penguatan atas kinerja secara terus menerus.

“Kami sangat mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu para Stakeholders pengguna lulusan Universitas Mulia untuk meluangkan waktunya sejenak memberikan umpan balik kepada Kami perihal lulusan Universitas Mulia yang bekerja di instansi atau perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Cukup dengan cara mengisi kuesioner yang kami sediakan di sini, https://bit.ly/survey_alumni_um,” tutur Mundzir S.Kom, M.T.

Mundzir berharap, penilaian dan masukan responden dapat membantu meningkatkan kualitas lulusan Universitas Mulia ke depan. “Kami akan menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan. Atas nama Rektor Universitas Mulia, Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaannya meluangkan waktu sejenak untuk berpartisipasi dalam pengisian survei ini,” tutup Mundzir.

(SA/PSI)

Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 di PSDKU Samarinda, Senin (7/3). Foto: PSDKU Samarinda

UM – Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 telah dimulai dan berlangsung Senin (7/3). Tampak mahasiswa dan dosen PSDKU Samarinda antusias melaksanakan perkuliahan yang berlangsung daring maupun luring.

“Hari pertama kegiatan perkuliahan di Universitas Mulia Kampus Kota Samarinda dilaksanakan dengan dua sistem, yaitu Hybrid Learning dan Video Pembelajaran,” kata Muhammad Yani, S.Kom., M.T.I, Kepala PSDKU Samarinda.

Pelaksanaan Hybrid Learning berdasarkan Surat Edaran Rektor nomor 060/Int-UM/Rektorat/II/2022 tanggal 1 Maret 2022 tentang Sistem Perkuliahan. Surat edaran tersebut berpedoman pada SK Ditjen Dikti Nomor 2/E/KPT/2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap 2021/2022 di perguruan tinggi pada masa pandemi Covid-19.

Selain itu, juga berpedoman pada Surat edaran Walikota Balikpapan nomor 440/0755/Sekrt tanggal 21 Februari 2022 tentang Pemberlakuan Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh Perguruan Tinggi di Kota Balikpapan.

Dalam SE Rektor tersebut mengatur perkuliahan dilaksanakan dalam 16 kali pertemuan dengan komposisi Hybrid Learning sebanyak 10 kali, Video Pembelajaran empat kali dan Ujian dua kali.

Hybrid Learning dilakukan dengan cara dosen mengajar dalam kelas tatap muka yang dihadiri sebagian mahasiswa. Sebagian mahasiswa yang lain mengikutinya secara daring.

Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 di PSDKU Samarinda, Senin (7/3). Foto: PSDKU Samarinda

Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 di PSDKU Samarinda, Senin (7/3). Foto: PSDKU Samarinda

Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 di PSDKU Samarinda, Senin (7/3). Foto: PSDKU Samarinda

Pelaksanaan perkuliahan Semester Genap 2021/2022 di PSDKU Samarinda, Senin (7/3). Foto: PSDKU Samarinda

Kegiatan perkuliahan ini didukung oleh teknologi yang memudahkan mahasiswa mengikuti pembelajaran jarak jauh secara singkron dengan kondisi yang sama dengan mahasiswa yang hadir di kelas.

Meski demikian, menurut Muhammad Yani pendekatan model pembelajaran di PSDKU Samarinda masih belum sesuai dengan yang seharusnya dilakukan lantaran ada kendala pada sisi teknologi.

Menurutnya, pendekatan teknologi menggunakan fasilitas yang ada di Google Meet untuk konferensi. “Kita gunakan Gmeet dulu untuk Conference kepada mahasiswa yang mengikuti kuliah online,” tutur Muhammad Yani.

Sementara itu, Rektor DR. Muhammad Rusli mengatakan bahwa masing-masing dosen dapat menyesuaikan diri dengan ketersediaan teknologi saat ini. “Jika masih ada yang terkendala dengan standar Hybrid bisa menggunakan pendekatan Blended Learning, yaitu offline tatap muka atau online, baik sinkron ataupun asinkron,” tuturnya.

Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono juga mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran dosen diharapkan memberi perhatian pada proses pembelajaran, yakni penerapan transfer knowledge kepada mahasiswa dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini.

“Memang perlu kita bedakan antara konsep Hybrid Learning dan teknologi pendukung Hybrid Learning. Hybrid Learning secara prinsip adalah ketika kita berusaha menggabungkan berbagai model seperti tatap muka, pengajaran berbasis komputer, serta model online melalui web dan mobile dalam proses pengajaran. Sementara itu vendor akan terus berusaha menyediakan teknologi terbaik untuk mendukung Hybrid Learning. Tentu saja kita akan berusaha memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” pungkas Yusuf Wibisono.

(SA/PSI)

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

UM – Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Mulia Samarinda membuka Workshop Komputer untuk siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Workshop Desain Grafis digelar hari pertama dengan tema Desain Produk yang diikuti 30 orang siswa, bertempat di Laboratorium Komputer, Jalan Pahlawan 2A Samarinda, Sabtu (26/2).

Kepala PSDKU Samarinda Muhammad Yani, S.Kom, M.T.I mengatakan bahwa Workshop ini bertujuan untuk melatih para siswa untuk meningkatkan kreativitas desain produk industri dalam mendukung kegiatan berwirausaha.

“Kita sangat bersyukur kegiatan berjalan lancar dan sukses. Para peserta antusias dan semangat. Workshop akan dilanjutkan Sabtu depan dengan tema yang berbeda,” tutur Muhammad Yani.

Ia menerangkan, selain Desain Grafis, workshop juga digelar untuk tema Pemrograman (Programming) pada pekan berikutnya, Sabtu (5/3), dan Editing Video pada Sabtu (12/2) mendatang.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa Workshop Desain Grafis diikuti peserta yang berasal dari SMA dan SMK di Samarinda dan Sanga-sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Dari SMK Negeri 4 Samarinda, SMK TI Airlangga, SMK Muhammadiyah 1 Samarinda, SMK Muhammadiyah 1 Sanga-sanga, SMKN 15 Samarinda dan SMA Budi Luhur Samarinda,” sebut Yani.

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

Workshop Desain Grafis pada pekan pertama, Sabtu (26/2) yang diikuti 30 orang siswa SLTA di Samarinda dan Kutai Kartanegara. Foto: M Yani

Keterampilan dan penguasaan teknologi informasi saat ini sangat amat penting, bahkan menjadi wajib dimiliki oleh setiap pekerja profesional di setiap perusahaan, baik skala mikro seperti UMKM maupun perusahaan besar.

Seorang manajer perusahaan mengharapkan kandidat pekerja yang melek komputer. Pekerja yang memiliki keterampilan dan penguasaan literasi komputer dasar membuat pekerjaan menjadi lebih efisien, efektif, dan mudah untuk diselesaikan setiap hari. Dengan keterampilan komputer, perusahaan berharap mendorong pekerja meningkatkan produktivitas.

Literasi komputer merupakan tingkat keahlian yang dimiliki pekerja profesional untuk menggunakan komputer dan teknologi secara efisien.

Tingkat keterampilan komputer berarti memiliki pengetahuan dasar tentang cara menggunakan komputer untuk melakukan tugas-tugas seperti mengoperasikan sistem perangkat lunak umum, mengoperasikan platform sistem operasi, dan menggunakan perangkat lunak lainnya hingga memiliki pemahaman tentang pemrograman komputer.

Kemampuan literasi komputer saat ini sangat penting mengingat keberadaan komputer ada di mana-mana yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Keberadaan komputer mendorong efisiensi dan produktivitas dan dapat digunakan untuk alat komunikasi dan membina hubungan di masa depan antara perusahaan dengan pelanggan.

(SA/PSI)

Police Goes to Campus yang digelar Dikmas Lantas Polresta Balikpapan bersama HIMA Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Jumat (25/2). Foto: Istimewa

UM – Universitas Mulia bekerja sama dengan Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas (Dikmas Lantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan dalam rangka sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran tentang keselamatan berlalu lintas. Sosialisasi digelar di Ruang Eksekutif White Campus, Jumat (25/2).

Kerja sama sosialisasi ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) Universitas Mulia. Tampak Rektor DR. Muhammad Rusli, M.T didampingi Dekan FHK Vidy, S.S., M.Si dan Ketua Program Studi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H serta perwakilan Jasa Raharja bersama Satlantas Polresta Balikpapan beserta jajaran.

Sosialisasi ini mengambil tema NGOPI, Ngobrol Pintar Tertib Berlalu Lintas di Era Millennial. Pelaksanaan Dikmas Lantas ini sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan Kapolri Nomor Polisi Juklak/5/V/2003 tanggal 29 Mei 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas.

Rektor DR. Muhammad Rusli saat memberikan cinderamata kepada perwakilan PT Jasa Raharja didampingi Dekan FHK Vidy, S.S, M.Si dan Kaprodi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H, Jumat (25/2). Foto: Istimewa

Rektor DR. Muhammad Rusli saat memberikan cinderamata kepada perwakilan PT Jasa Raharja didampingi Dekan FHK Vidy, S.S, M.Si dan Kaprodi Ilmu Hukum Okta Nofia Sari, S.H., M.H, Jumat (25/2). Foto: Istimewa

Police Goes to Campus yang digelar Dikmas Lantas Polresta Balikpapan bersama HIMA Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Jumat (25/2). Foto: Istimewa

Police Goes to Campus yang digelar Dikmas Lantas Polresta Balikpapan bersama HIMA Prodi Ilmu Hukum Universitas Mulia, Jumat (25/2). Foto: Istimewa

Foto bersama Rektor DR. Muhammad Rusli bersama Jasa Raharja, Polresta Balikpapan, Dekan FHK dan Kaprodi Ilmu Hukum. Foto: Istimewa

Foto bersama Rektor DR. Muhammad Rusli bersama Jasa Raharja, Polresta Balikpapan, Dekan FHK dan Kaprodi Ilmu Hukum. Foto: Istimewa

Police Goes To Campus merupakan suatu program kegiatan pendidikan lalu lintas terhadap mahasiswa atau sivitas akademika yang dilaksanakan di kampus Universitas/Perguruan Tinggi melalui metode ceramah, sosialisasi, seminar dan metode lainnya.

Ceramah lalu Lintas adalah penyampaian pendidikan lalu lintas oleh petugas lalu Lintas dalam suatu ruangan kepada sekelompok orang tentang peraturan lalu lintas, tata cara berlalu lintas, dan keamanan keselamatan ketertiban serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Sedangkan Sosialisasi lalu lintas adalah penyampaian pendidikan lalu lintas tentang peraturan lalu lintas, tata cara berlalu lintas yang baik dan benar, kebijakan pemerintah atau Polri dan informasi lalu lintas yang sedang berkembang

Polri bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan dalam mewujudkan dan memelihara Keamanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan untuk mewujudkannya dilaksanakan kegiatan di antaranya adalah pelaksanaan pendidikan, pelatihan, bimbingan, penyuluhan, dan penerangan berlalu lintas dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum dan etika masyarakat dalam berlalu lintas.

Sementara itu, peran dan tanggung jawab PT. Jasa Raharja (Persero) sangat penting dalam memberikan jaminan dan perlindungan terhadap korban atau ahli waris korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya, baik yang meninggal dunia, luka berat ataupun ringan akan tetap mendapatkan santunan.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu kecelakaan lalu lintas telah terjadi di simpang perempatan Traffic Light Muara Rapak Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pukul 06.30 WITA. Salah satu korban meninggal merupakan istri dari karyawan Universitas Mulia, Irwansyah, dan telah mendapat santunan dari Jasa Raharja. Santunan juga diberikan oleh Yayasan Airlangga melalui Universitas Mulia.

Dalam sosialisasinya, PT. Jasa Raharja menjamin seluruh warga yang mengalami kecelakaan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dilaksanakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1965 tentang Ketentuan-ketentuan Pelaksanaan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Jaminan ini merupakan bentuk implementasi Program Perlindungan Dasar Pemerintah terhadap warga negara yang mengalami kecelakaan.

(SA/PSI)

Rektor yang baru DR. Muhammad Rusli, M.T di ruang kerjanya, Selasa (22/2). Foto: PSI

UM – Universitas Mulia awal Februari 2022 ini tengah mengalami pergantian kepemimpinan yang baru. Rektor sebelumnya DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H digantikan oleh DR. Muhammad Rusli, M.T, akademisi dari Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali. Ingin tahu rencana kerja rektor yang baru?

Sebelumnya, pada Rapat Kerja di Bali, Senin (7/2), yang lalu Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie telah mengumumkan bahwa per tanggal 1 Februari 2022 melakukan rotasi jabatan untuk jabatan Rektor.

“Pak Rusli sebenarnya pulang kampung, dulunya dosen STIKOM Balikpapan yang kemudian pindah ke STIKOM Bali. Sekarang STIKOM Balikpapan menjadi Universitas Mulia. Sedangkan STIKOM Bali menjadi Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Bali. Kedua perguruan tinggi tersebut telah berkembang jauh lebih baik,” tutur Ibu Mulia.

Dalam lima tahun ke depan, sesuai dengan peta jalan atau roadmap pengembangan perguruan tinggi, Universitas Mulia diharapkan akan menjadi perguruan tinggi pembelajaran atau Teaching University, yakni perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan kualitas pendidikan. Hingga pada 25 tahun ke depan Universitas Mulia diharapkan menjadi Global Technopreneurship Campus.

“Suatu visi yang jelas dan terukur dengan rencana capaian yang sangat tinggi. Sebagai Ketua Yayasan, saya akan mendukung seoptimal mungkin agar cita-cita kampus Universitas Mulia menjadi Global Technopreneur Campus terwujud di periode kelima, tahun 2037-2043,” tutur Ibu Mulia.

Rektor yang baru DR. Muhammad Rusli, M.T di ruang kerjanya, Selasa (22/2). Foto: PSI

Rektor yang baru DR. Muhammad Rusli, M.T di ruang kerjanya, Selasa (22/2). Foto: PSI

Untuk mewujudkan hal itu, pada lima tahun ke depan agar menjadi Teaching University, DR. Muhammad Rusli, M.T Rektor yang baru mengungkapkan akan mengembangkan pendidikan lewat beberapa hal, antara lain dengan menerapkan Transfer Knowledge, konten-konten pembelajaran berbasis ICT (Information Communication and Technology) dan teknologi multimedia.

Ketika ditemui media ini, DR. Rusli mengatakan bahwa menjadi dosen tidak sekadar mengajar kepada mahasiswa. “Kita (dosen) itu mengajar, menyampaikan materi pembelajaran kepada mahasiswa, tetapi juga harus mampu memotivasi mahasiswa untuk mau belajar lebih lanjut,” tuturnya di ruang kerjanya, Selasa (22/2).

Oleh karena itu, menurut DR. Rusli, kemampuan dosen dalam mendukung kegiatan belajar mengajarnya juga harus diimbangi dengan kemampuannya untuk bagaimana mengajarkan ilmu dan pengetahuannya kepada mahasiswa secara efektif. Dosen tidak hanya sekedar berpengalaman memiliki pengalaman mengajar sebagaimana yang lain, tetapi juga diharapkan memiliki kompetensi pedagogi dan secara bertahap mampu membangun modul-modul pembelajaran berbasis video atau multimedia interaktif.

“Itulah mengapa dosen-dosen mengikuti pelatihan Pekerti, Applied Approach, itu kan sarana untuk dosen-dosen meningkatkan kemampuan mengajarnya, meningkatkan pengetahuan di dalam pembelajaran,” tuturnya.

Dengan telah terbangunnya modul-modul pembelajaran tersebut, dan berjalan di platform LMS Moodle atau pembelajaran daring diharapkan dapat mengakomodasi berbagai ragam perbedaan, kecepatan pemahaman dalam proses Transfer Knowledge.

Dalam pembelajaran daring sering kali dosen lepas kontrol terhadap mahasiswa, apakah mereka benar-benar belajar atau tidak. “Tahu-tahu diberi tes, ada yang dapat 50, 60, 100. Apakah yang mendapat nilai 50 bisa dikatakan tidak berhasil? Belum tentu,” tuturnya.

Untuk itu, menurutnya, perlu penerapan salah satu metodologi seperti Active Mastery Learning kepada mahasiswa yang memiliki kekurangan tersebut dengan cara pendampingan. Meski demikian, hal ini dirasa menyulitkan apabila diterapkan di sebuah kelas pembelajaran yang cukup banyak mahasiswanya.

“Oleh karena itulah kita perlu pembelajaran dengan menggunakan Multimedia, dengan membuat konten-konten yang menarik sehingga mahasiswa bisa belajar di rumah sesuai dengan kesempatan dan waktu yang dimilikinya,” tuturnya DR. Rusli.

Ke depan, menurut DR. Rusli, pengembangan pembelajaran di Universitas Mulia secara bertahap akan mulai diterapkan, diawali dari pembekalan pelatihan dosen terkait dengan teknologi multimedia dan pembelajaran yang efektif.

Ketika ditanya kapan waktu penerapannya, DR. Rusli memperkirakan mulai diterapkan pada Semester Ganjil 2022/2023 mendatang. “Diperkirakan paling lama dua tahun sudah selesai,” tuturnya. Pada Semester Genap 2021/2022 ini masih memerlukan waktu pendataan dan persiapan atas kebutuhan dan ketersediaan sarana dan prasarana.

(SA/PSI)

Kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Universitas Mulia dengan Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, berlangsung di Kampus Jalan Raya Puputan No.86, Dangin Puri Klod, Denpasar Bali. Selasa (8/2). Foto: Media Kreatif

UM – Dalam rangkaian Rapat Kerja 2022 di Bali 7-11 Februari 2022, Universitas Mulia melakukan kunjungan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, bertempat di Kampus Jalan Raya Puputan 86, Dangin Puri Klod Denpasar Bali, Selasa (8/2).

Rektor Universitas Mulia DR. Muhammad Rusli, M.T bersama dengan Rektor ITB STIKOM Bali DR. Dadang Hermawan selaku kedua belah pihak menandatangani Nota Kesepahaman dengan nomor 013/Mou/Rektorat-UM/I/2022 dan nomor 024/ITBSTIKOM/WDS/I/2022.

Turut juga hadir menyaksikan pendiri ITB STIKOM Bali lainnya, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. dan Drs. Satria Dharma yang juga pendiri Universitas Mulia. Tampak hadir Prof. DR. Christina Whidya Utami, S.E., M.M., CLC., CPM (Asia) dari Universitas Ciputra Surabaya, juga Wakil Rektor dan jajaran dari kedua perguruan tinggi.

Perjanjian kerja sama ini dimaksudkan untuk mensinergikan potensi masing-masing pihak guna memperoleh hasil maksimal dalam kegiatan pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Universitas Mulia dengan Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, berlangsung di Kampus Jalan Raya Puputan No.86, Dangin Puri Klod, Denpasar Bali. Selasa (8/2). Foto: Media Kreatif

Kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara Universitas Mulia dengan Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, berlangsung di Kampus Jalan Raya Puputan No.86, Dangin Puri Klod, Denpasar Bali. Selasa (8/2). Foto: Media Kreatif

Kerja sama Universitas Mulia dengan Politeknik Negeri Bali yang diwakili oleh Wakil Direktur IV  Ir. I Wayan Arya, M.T bertempat di Kampus Bukit, Jimbaran, South Kuta, Badung Regency, Bali, Selasa (8/2). Foto: Istimewa

Kerja sama Universitas Mulia dengan Politeknik Negeri Bali yang diwakili oleh Wakil Direktur IV Ir. I Wayan Arya, M.T bertempat di Kampus Bukit, Jimbaran, South Kuta, Badung Regency, Bali, Selasa (8/2). Foto: Istimewa

Adapun tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan pelaksanaan program-program nasional dan internasional di tingkat Sarjana, baik di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bentuk kuliah tamu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, seminar ilmiah, kajian/kegiatan penelitian dan pelaksanaan pengabdian masyarakat.

“Guna melengkapi, sinergi, dan mendukung potensi yang ada di masing-masing perguruan tinggi, apa yang dimiliki Universitas Mulia tapi tidak dimiliki ITB STIKOM Bali, begitu juga apa yang dimiliki ITB STIKOM Bali tetapi tidak dimiliki Universitas Mulia,” tutur DR. Muhammad Rusli di ruang kerjanya, Selasa (22/2).

Pada kesempatan kunjungan tersebut, para pendiri ITB STIKOM Bali berbagi pengalaman dan cerita terkait dengan pengembangan pendidikan di perguruan tinggi.

DR. Dadang Hermawan mengisahkan, diawali saat pendirian di tahun 2002, empat orang pendiri bertemu dan saling berkenalan dan mendirikan STIKOM Bali.

Dalam perjalanannya, saat ini sekolah tinggi tersebut telah berkembang pesat dan menjadi sebuah perguruan tinggi berbentuk institut. Kini ITB Bali merupakan perguruan tinggi besar di Bali dan Nusa Tenggara.

Kerja Sama dengan Politeknik Negeri Bali

Usai dari Kampus ITB STIKOM Bali, hari itu juga Rektor DR. Muhammad Rusli beserta jajaran menuju ke Politeknik Negeri Bali, di Kampus Bukit Jimbaran Kuta Selatan Badung Regency Bali. Kedatangan rombongan disambut hangat Wakil Direktur IV Ir. I Wayan Arya, M.T beserta jajaran.

Secara khusus kunjungan ini dalam rangka menjalin hubungan dan silaturahmi. Kedua belah pihak juga melakukan tandatangan Nota Kesepahaman dengan nomor 041/Mou/Rektorat-UM/II/2022 dan nomor 25/PL8/KS/2022 yang ditandatangani kedua pimpinan perguruan tinggi.

Salah satu ruang lingkup kerja sama antara lain penyelenggaraan bersama kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar nasional dan Internasional yang direncanakan tahun 2022 ini. Kerja sama berlaku untuk jangka waktu lima tahun sejak ditandatangani.

Ke depan, Universitas Mulia juga berencana untuk menjalin kerja sama yang sama dengan Universitas Udayana Bali. Kedatangan rombongan saat itu bertepatan dengan kegiatan yang berlangsung di Universitas Udayana.

(SA/PSI)

Foto bersama pimpinan Yayasan Airlangga, pimpinan Universitas Mulia, dan narasumber pada pembukaan Rapat Kerja 2022 bertempat di Balangan Room Grand Inna Hotel Kuta Bali, Senin (7/2). Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia mengikuti Rapat Kerja 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Airlangga di Bali, 7-11 Februari 2022. Rapat kerja juga diikuti seluruh perwakilan divisi antara lain PSDKU UM Samarinda, SMKTI Samarinda, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan, dan SMP Plus Airlangga Balikpapan.

Ketua Panitia Raker 2022 Mundzir, S.Kom., M.T mengatakan bahwa Raker 2022 di Bali ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dijalankan sebelumnya. Mulai Rapat Koordinasi (Rakor) bulan Desember 2021 lalu dan Pra Raker bulan Januari 2022 di Balikpapan. Adapun Raker berlangsung di Balangan Room, Hotel Grand Inna Kuta Bali selama dua hari, 7-8 Februari 2022.

Raker 2022 masih mengusung tema yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni dalam rangka meningkatkan SDM berkualitas dan Sistem dan Teknologi Informasi (IT) yang terintegrasi. Menurut Mundzir, tema yang sama ini memiliki harapan untuk benar-benar mewujudkan visi dan misi institusi yang inovatif dan unggul.

Dalam laporannya, Mundzir menerangkan Raker kali ini diikuti langsung peserta dari beberapa kota, antara lain dari Yogyakarta, Surabaya, Malang, Balikpapan, Samarinda, dan dari Denpasar Bali. Di antaranya hadir Ketua Yayasan Airlangga Ibu Mulia Hayati Deviantie, Drs. Satria Dharma beserta istri, DR. Muhammad Rusli, M.T, Prof. DR. Christina Whidya Utami, S.E., M.M., CLC., CPM (Asia), dan DR. Edi Rachmat. Jumlah seluruhnya 77 orang peserta.

Foto bersama pimpinan Yayasan Airlangga, pimpinan Universitas Mulia, dan narasumber pada pembukaan Rapat Kerja 2022 bertempat di Balangan Room Grand Inna Hotel Kuta Bali, Senin (7/2). Foto: Media Kreatif

Foto bersama pimpinan Yayasan Airlangga, pimpinan Universitas Mulia, dan narasumber pada pembukaan Rapat Kerja 2022 bertempat di Balangan Room Grand Inna Hotel Kuta Bali, Senin (7/2). Foto: Media Kreatif

Ibu Mulia Hayati Deviantie Ketua Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Ibu Mulia Hayati Deviantie Ketua Yayasan Airlangga. Foto: Media Kreatif

Drs. Satria Dharma saat memberikan sambutan pada Raker 2022 Yayasan Airlangga, Senin (7/2). Foto: PSI

Drs. Satria Dharma saat memberikan sambutan pada Raker 2022 Yayasan Airlangga, Senin (7/2). Foto: PSI

Rektor Universitas Mulia DR. Muhammad Rusli, MT. Foto: Media Kreatif

Rektor Universitas Mulia DR. Muhammad Rusli, MT. Foto: Media Kreatif

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H, M.H mengatakan bahwa Raker ini bermaksud untuk meletakkan Blue Print atau cetak biru pengembangan institusi masing-masing divisi di bawah Yayasan Airlangga.

“Pada akhirnya kita akan maju ke depan, baru merasa tertatih. Kita lupa menggambar sampai detik ke atas. Kemudian Universitas Mulia ini baru membuat Roadmap 25 tahun ke depan,” tutur DR. Agung.

Menurut DR. Agung, institusi di Yayasan Airlangga memiliki dua karakter, yakni profesionalisme dan humanisme. “Sejak awal (yayasan berdiri) humanisme itu begitu kuat, walaupun profesional itu juga berjalan. Tentu saja kita tidak bisa seperti (sekarang) ini (yang banyak kemajuan) jika tidak ada profesionalisme,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya menyadari saat ini institusi semakin berkembang besar sehingga saat ini dikhawatirkan profesionalisme dan humanisme tidak berjalan seimbang. “Maka yang hadir pada Raker saat ini terjadi kebimbangan, dua hari rapat, tapi kita juga dua hari rekreasi,” tuturnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie menyebutkan DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mulai tanggal 1 Februari 2022 digantikan oleh DR. Muhammad Rusli, M.T. sebagai Rektor Universitas Mulia. Sedangkan DR. Agung saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga.

Menurut Ibu Mulia, pengangkatan Direktur Eksekutif untuk mendampingi jalannya Yayasan. Dengan dibantu oleh para pembantunya di bawah dalam menyusun keuangan, mengembangkan pendidikan serta membangun HRD. Adapun pergantian Rektor seiring dengan rencana ke depan sesuai dengan Roadmap 25 tahun. Dalam 5 tahun ke depan Universitas Mulia diharapkan dapat mewujudkan cita-citanya sebagai Teaching University.

“Saya merasa bangga, tantangan Universitas Mulia dalam 25 tahun ke depan disusun secara sistematis dan terstruktur. Dengan mengawali 5 tahun pertama, semoga Universitas Mulia menjadi Teaching University,” tutur Ibu Mulia.

Senada dengan DR. Agung Sakti, Pembina Yayasan Airlangga Drs. Satria Dharma mengatakan bahwa zaman dulu seseorang yang bekerja harus serius dan tidak boleh bersenang-senang. “Makanya kita gak sesukses sampai sekarang,” tutur Satria Dharma.

Menurutnya, saat ini sudah memasuki zaman millennial. Banyak orang yang kerjanya ringan, tapi berpenghasilan tinggi. “Kita itu kerja susah, duitnya sedikit. Nah, sekarang itu kerja sedikit, (tapi) duitnya banyak. Kenapa? Karena mereka sambil bersenang-senang. Ini yang kita pilih. Ini zaman millennial,” tuturnya.

Dirinya berharap, mulai saat ini jika bekerja dengan hati yang senang. “Jadi, mulai sekarang, kalau bekerja ya bersenang-senang lah, jangan bekerja sampai stress. Sudah stress, gak ada untungnya, waduh…” ujarnya.

Ia melihat hal ini seperti yang dilakukan oleh perusahaan Google yang menyediakan fasilitas untuk menghibur pekerja sambil bekerja serius. “Google itu menyediakan apa saja, mau ngapain saja boleh, yang penting target kerja tercapai, produktivitas meningkat, itu yang penting. Jangan terbalik, sudah stress, tapi target tidak pernah tercapai,” ungkap Satria Dharma.

Ia mengingatkan bahwa mencari untung bukanlah tujuan akhir. Meski demikian, memperoleh keuntungan adalah sebuah cara untuk mencapai tujuan. “Jika tidak untung, berarti cara kita salah. Jangan mencari cara yang salah, ya,” tuturnya memberi pesan kepada seluruh peserta.

(SA/PSI)

eBook Pembelajaran Daring yang Efektif Karya DR. Muhammad Rusli, Dadang Hermawan, I Gusti Agung Vony Purnama. Foto: PSI

UM – DR. Muhammad Rusli, M.T. menerbitkan buku yang sangat bermanfaat untuk dijadikan pegangan guru dan dosen dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran saat ini. Dengan mempelajari ilmu di dalam buku ini, guru dan dosen diharapkan mampu memiliki wawasan dan menerapkan pembelajaran daring yang lebih efektif. Seperti apa?

Menurut DR. Rusli, berbicara tentang keefektifan sebuah pembelajaran daring secara umum terdapat dua hal penting yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu eksistensi pembelajar atau peserta didik dan hasil capaian belajar yang diinginkan.

“Yang pertama, eksistensi peserta didik itu berhubungan dengan ketersediaan portal pengguna yang mencakup delivery Kurikulum lewat Learning Management Systems (LMS), layanan konsultasi, pendaftaran, Help Desk, ujian, server yang aman, sistem informasi pengguna, perpustakaan digital, repository obyek-obyek belajar, dan proses assessment kualitas atau mutu,” tulis DR. Rusli.

“Yang kedua, capaian belajar berhubungan dengan pedagogi dan konten atau materi belajar yang meliputi tim pengembang pembelajaran, desainer pembelajaran, ahli atau teknisi TIK dan multimedia, dan petugas penanganan Hak Cipta,” tulis Doktor di bidang Teknologi Pendidikan ini.

Menurutnya, untuk menilai tingkat keefektifan pembelajaran daring apakah sudah tercapai atau belum, tergantung pada tingkat pemahaman pendidik, dukungan yang diberikan, dan komitmen dalam memenuhi kriteria, tahapan, dan proses yang diprasyaratkan dalam rangka memenuhi gol dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

“Nah, semua itu dijabarkan atau dideskripsikan dalam buku ini,” tuturnya. Menurutnya, tujuan pembelajaran yang efektif tidak hanya mempresentasikan informasi, tetapi juga menganjurkan pembelajar menggunakan proses kognitif yang tepat selama pembelajaran.

Proses kognitif itu sendiri didefinisikan sebagai perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa pembelajar. Perubahan terjadi karena adanya proses belajar.

eBook Pembelajaran Daring yang Efektif Karya DR. Muhammad Rusli, Dadang Hermawan, I Gusti Agung Vony Purnama. Foto: PSI

eBook Pembelajaran Daring yang Efektif Karya DR. Muhammad Rusli, Dadang Hermawan, I Gusti Agung Vony Purnama. Foto: PSI

Menurut DR. Rusli, ada tiga proses kognitif yang penting. Pertama, pemilihan kata (words) dan gambar (pictures) guna memberikan perhatian pada kata dan gambar yang relevan dari konten/materi yang dipresentasikan dalam memori jangka-pendek yang berhubungan dengan pancaindra.

Kedua, mengorganisasikan materi terpilih, baik berupa kata dan gambar, secara mental dalam representasi verbal dan pektoral yang koheren dalam kerja memori (working memory).

Dan yang ketiga, mengintegrasikan representasi verbal dan pektoral satu dengan yang lainnya dan dengan pengetahuan sebelumnya (prior knowledge) dalam memori jangka-panjang (long-term memory).

Problem daring sekarang adalah ‘how to transfer knowledge effectively‘ sebagaimana yang ada di buku saya tersebut,” pungkas DR. Rusli.

Lebih lanjut, silakan pesan buku ini dalam bentuk eBook, gratis. eBook akan dikirimkan lewat email yang terdaftar pada formulir di bawah ini atau link berikut ini. Semoga bermanfaat.

(SA/PSI)

DR. M Rusli, M.T. saat memaparkan metode Active Mastery Learning kepada dosen Universitas Mulia yang digelar daring, Senin (24/1). Foto: PSI

UM – Mengawali tahun 2022 ini, pimpinan Universitas Mulia terus berbenah dengan mengajak seluruh dosen dan pengajar untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Hal ini disampaikan DR. Muhammad Rusli, M.T. dalam pertemuan daring bersama dosen Universitas Mulia yang digelar Senin (24/1).

“Ini adalah model pembelajaran penguasaan aktif atau Active Mastery Learning, saya kira Bapak Ibu sudah memahami dan menerapkan metode pembelajaran ini,” tutur DR. Muhammad Rusli dari Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali ketika memaparkan presentasinya.

Menurut DR. Rusli, Active Mastery Learning (AML) menggabungkan tiga kegiatan atau aktivitas, di antaranya adalah Penguasaan Konten, Penerapan Aktif, dan Interaksi.

Penguasaan Konten menghendaki pembelajar atau mahasiswa menguasai konten melalui aktivitas yang menarik, menyenangkan, dan kumulatif. “Aktivitas mulai dari menyimak dulu, mendengarkan, kemudian menjawab pertanyaan dari dosen, mengerjakan tugas, jadi yang sifatnya menyenangkan melalui aktivitas yang tidak memberatkan mereka,” tuturnya.

Kegiatan berikutnya adalah Penerapan Aktif, yakni pembelajar atau mahasiswa secara aktif menerapkan konten melalui aktivitas-aktivitas kolaborasi dan berbasis masalah yang relevan dan bermakna.

Dan kegiatan ketiga adalah Interaksi, yakni pembelajar atau mahasiswa berinteraksi dengan pengajar atau dosen, mahasiswa berinteraksi dengan mahasiswa yang lain, juga dengan konten melalui aktivitas pembelajaran, diskusi, proyek kelompok dan masukan dari dosen.

DR. M Rusli, M.T. saat memaparkan metode Active Mastery Learning kepada dosen Universitas Mulia yang digelar daring, Senin (24/1). Foto: PSI

DR. M Rusli, M.T. saat memaparkan metode Active Mastery Learning kepada dosen Universitas Mulia yang digelar daring, Senin (24/1). Foto: PSI

“Jadi bagaimana kita berinteraksi dengan mahasiswa, Bapak Ibu, dan ini umum yang dipakai dan banyak model pembelajaran yang lain. Jadi, itu yang juga dipakai di daring (kuliah online),” tuturnya.

Dirinya mengakui dalam pembelajaran daring harus dirancang dengan baik agar tujuan penguasaan pembelajaran tercapai. “Kalau di pembelajaran daring bukan agak susah ya, tapi memang harus dirancang dengan baik, kalau di kelas (tatap muka) tentu lebih mudah,” ungkapnya.

AML atau sering juga disebut pembelajaran berbasis penguasaan merupakan salah satu metode pembelajaran strategi instruksional yang diusulkan oleh Benjamin S. Bloom, Profesor Pendidikan dari Universitas Chicago AS pada tahun 1968 silam. AML menghendaki agar pembelajar, baik siswa maupun mahasiswa, harus mencapai tingkat penguasaan, misalnya, 90% menguasai materi belajar yang dibuktikan dari tes pengetahuan atau ujian.

Tes penguasaan biasa digunakan dalam pembelajaran di kelas saat ini sebagai prasyarat sebelum melangkah maju pada jenjang berikutnya atau naik kelas. Jika siswa tidak mencapai ketuntasan penguasaan, mereka diberikan dukungan tambahan belajar, menelaah kembali materi belajar, kemudian diuji lagi. Siklus ini berlanjut sampai pembelajar dinilai memenuhi syarat penguasaan sehingga dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Metode pembelajaran penguasaan menyarankan pembelajar fokus pada pengajaran. Tiap pembelajar memiliki waktu yang berbeda untuk mempelajari materi yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Adakalanya seorang mahasiswa cepat menerima materi pembelajaran, namun disisi lain ada juga mahasiswa yang sangat lambat dalam menerima dan memahami materi pembelajaran.

Hal ini sangat kontras dengan model pengajaran klasik yang lebih fokus pada perbedaan kemampuan mahasiswa. Semua mahasiswa diberikan waktu yang sama untuk belajar dan serangkaian instruksi yang sama.

Dalam ketuntasan belajar (Mastery of Learning) terjadi pergeseran tanggung jawab. Kegagalan mahasiswa lebih disebabkan oleh instruksi dan belum tentu kurangnya kemampuan. Oleh karena itu, dalam lingkungan pembelajaran berbasis penguasaan ini tantangannya adalah menyediakan waktu yang cukup dan menerapkan strategi pembelajaran sehingga semua mahasiswa dapat mencapai tingkat pembelajaran yang sama.

(SA/PSI)