Dari Organisasi Konvensional ke Laboratorium Bisnis Modern, Prodi Manajemen UM Dorong Kopma Jadi Ruang Tumbuh Mahasiswa
Balikpapan, 26 Mei 2026 – Di tengah dominasi tren startup dan bisnis digital di kalangan generasi muda, koperasi mahasiswa sering kali dipandang sebagai organisasi lama yang kehilangan daya tarik. Namun, pandangan itu justru ingin dipatahkan oleh Program Studi Manajemen Universitas Mulia melalui pengembangan koperasi mahasiswa (Kopma) sebagai ruang belajar bisnis modern yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah tersebut diperkuat melalui program pemerintah yang digagas oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Balikpapan dengan menunjuk tiga perguruan tinggi sebagai kampus percontohan pendirian koperasi mahasiswa, yakni Universitas Mulia, Universitas Balikpapan, dan STIE PAN Balikpapan.
Kepala Program Studi Manajemen Dr. Pudjiati menilai, keterlibatan Universitas Mulia dalam program tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, Prodi Manajemen memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kewirausahaan, kepemimpinan, dan praktik manajemen bagi mahasiswa.
\
“Program ini menjadi sarana pembelajaran nyata agar mahasiswa mampu mengelola organisasi dan usaha secara profesional serta mandiri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar koperasi saat ini bukan terletak pada sistemnya, melainkan pada cara generasi muda memandang koperasi itu sendiri. Selama ini koperasi kerap diasosiasikan sebagai organisasi konvensional yang kurang menarik dan hanya berfokus pada simpan pinjam.
Padahal, menurutnya, koperasi memiliki potensi besar sebagai wadah kreativitas, pengembangan bisnis, dan pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa. Karena itu, koperasi mahasiswa harus bertransformasi menjadi lebih modern, inovatif, dan dekat dengan dunia anak muda.
“Melalui digitalisasi layanan, pengelolaan profesional, dan program usaha yang relevan, koperasi bisa menjadi ruang belajar, berjejaring, sekaligus berwirausaha bagi mahasiswa,” jelasnya.
Dalam pandangannya, koperasi mahasiswa yang hanya sekadar formalitas organisasi kampus tidak akan memberikan dampak signifikan. Perbedaan mendasar terletak pada orientasi dan pengelolaannya. Kopma yang berkembang, kata dia, harus aktif menjalankan usaha nyata sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola bisnis, membangun kepemimpinan, hingga menyelesaikan persoalan organisasi.

“Koperasi mahasiswa harus menjadi laboratorium praktik, bukan hanya organisasi administratif,” tegasnya.
Pandangan tersebut semakin diperkuat melalui kehadiran narasumber dari dua koperasi mahasiswa besar di Indonesia, yakni Ketua Umum Kopma Universitas Negeri Yogyakarta Sesa Nugroho Sativa dan Ketua Umum Kopma Universitas Gadjah Mada Faisal Agymnastiar Rahmad. Kehadiran keduanya menjadi bukti bahwa koperasi mahasiswa mampu berkembang menjadi unit usaha profesional dan mandiri.
Prodi Manajemen Universitas Mulia pun memiliki visi agar Kopma tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bisnis dan kewirausahaan yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, koperasi mahasiswa diyakini dapat menjadi wadah pengembangan kompetensi, kreativitas, sekaligus membangun kemandirian ekonomi mahasiswa.
Lebih jauh, Dr. Pudjiati melihat koperasi mahasiswa memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding sekadar aktivitas ekonomi kampus. Di tengah budaya instan dan individualisme yang semakin kuat, koperasi dinilai mampu menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa.

“Mahasiswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, disiplin, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang profesional dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Menurutnya, pembelajaran teori di ruang kelas saja tidak cukup untuk membentuk lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dan dunia usaha. Karena itu, koperasi mahasiswa dipandang sebagai laboratorium praktik yang memungkinkan mahasiswa menerapkan langsung ilmu manajemen, pemasaran, keuangan, pelayanan, hingga pengambilan keputusan organisasi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Balikpapan dengan Program Studi Manajemen Universitas Mulia. Kerja sama itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut pada pendampingan koperasi, pelatihan manajemen, seminar, praktik lapangan, hingga pengembangan usaha berbasis mahasiswa.
Ke depan, Prodi Manajemen berharap koperasi mahasiswa mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Jadikan koperasi mahasiswa sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh bersama. Jika dikelola dengan baik dan penuh komitmen, koperasi mahasiswa dapat menjadi kebanggaan kampus sekaligus bekal berharga bagi masa depan mahasiswa,” pungkasnya. (YMN)










