Redaksi dan Daftar Isi UM Magazine Edisi Perdana Covid-19. Foto: Tangkapan layar

UM – UM Magazine Edisi II direncanakan akan terbit akhir tahun 2020 ini. Jika pada edisi perdana terkait pandemik Covid-19 dan penanganannya, maka pada edisi kedua ini civitas academica diajak untuk berkontribusi menuliskan gagasan, ide, ataupun buah karya inovasi yang sudah pernah dikembangkannya agar lebih dikenal masyarakat.

“Kami sampaikan kepada seluruh dosen dan karyawan untuk berkontribusi dalam bentuk tulisan yang terkait dengan program-program kegiatan seputar Inkubator Bisnis, Smart RT, Coding, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Technopreneurship, Entrepreneur, dan lainnya,” ajak Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. seperti tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor 280/Int-Um/Rektorat/XI/2020 tanggal 20 November 2020.

Rektor berharap tulisan dapat dikirimkan langsung kepada editor UM Magazine, yakni kepada Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. di email wibisono@universitasmulia.ac.id atau juga kepada Subur Anugerah, S.T., M.Eng. email subur.anugerah@universitasmulia.ac.id paling lambat 10 Desember 2020.

Seperti halnya pada edisi perdana, meski UM Magazine terbit di lingkungan kampus dan menjadi konsumsi civitas academica, tetapi keberadaannya menjadi kebanggaan dan nilai tersendiri, terutama bagi penulis maupun kampus.

Keta Pengantar UM Magazine Edisi Perdana oleh Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Tangkapan layar

Kata Pengantar UM Magazine Edisi Perdana oleh Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Tangkapan layar

 

“Edisi perdana itu dicetak dalam jumlah terbatas sehingga tidak banyak yang memperoleh versi cetaknya. Untuk itu, Biro Media Kreatif telah berinisiatif menjadi publisher atas nama muliauniversity press di issuu.com kemudian mengunggahnya agar dapat diakses publik, gratis. Isinya sama persis dengan versi cetak,” tutur Subur Anugerah, anggota tim editor UM Magazine.

Ia berharap pada edisi kedua ini dosen maupun karyawan dapat menuliskan karyanya sebagai kontribusi untuk memajukan perguruan tinggi terutama perihal literasi di segala bidang.

“Selama dalam satu semester ini kan bapak ibu dosen telah banyak melakukan kegiatan tri dharma, tentu di dalamnya ada banyak pengalaman terkait, misalnya, menuliskan pengalaman di bidang pendidikan, bagaimana dosen menerapkan model pembelajaran flipped learning di masa pandemik ini,” ungkapnya.

Begitu juga di bidang pengabdian pada masyarakat, bagaimana dosen terlibat dalam pengembangan smartRT, mulai dari pengumpulan data melalui survey, wawancara, observasi di lapangan, mempelajari literature, analisis dan perancangan, sampai implementasi dan pengujian misalnya. “Ada hal baru apa yang bisa dipelajari dan dapat dibagikan khalayak di sana,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman masing-masing dosen tersebut, tambahnya, ia berharap para dosen dapat menuangkannya ke dalam bentuk artikel populer dan atau feature sesuai lingkup yang diharapkan Rektor.

“Karena dengan feature, tulisan ilmiah dengan bahasa yang kaku itu akan menjadi mudah dipahami pembaca awam, bahkan untuk segala usia,” tuturnya.

Saat ini, menurut pengamatannya di beberapa website kampus ternama di Indonesia ada yang konsisten setiap bulan menerbitkan majalah kampus, baik dicetak maupun digital dan diterbitkan lembaga universitas ataupun pers kampus.

“Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu perguruan tinggi tersebut cukup konsisten menerbitkan majalah kampus, sampai sekarang saya lihat sudah masuk edisi 209, tentu saja itu capaian luar biasa. Tidak heran jika perguruan tinggi tersebut diganjar sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia,” ungkapnya tanpa menyebut nama perguruan tinggi yang dimaksud. Yuk, mari menulis. (SA/PSI)