Tag Archive for: yayasan airlangga

Rektor Dr. Muhammad Rusli (dua dari kiri) bersama Pendiri Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, Agung Sakti Pribadi, dan Satria Dharma. Foto: Media Kreatif

UM – Sivitas Universitas Mulia turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Yayasan Airlangga. Puncak peringatan yang diisi dengan berbagai lomba ini dipusatkan di dua tempat, yakni di Pantai Kilang dan Kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan. Kegiatan digelar selama dua hari, 17-18 Februari 2023.

Yayasan Airlangga lahir pada 1 Januari 1993 di Kota Balikpapan. “Awal 1990, jumlah penduduk masih sekitar 344 ribu. Balikpapan masih tergolong sepi dan belum ada kepadatan atau kemacetan,” tutur Dr. Agung Sakti Pribadi, seperti yang dituturkan pada Buku Profil Lembaga Pendidikan Yayasan Airlangga.

Yayasan Airlangga didirikan oleh lima orang. Agung Sakti Pribadi wartawan Manuntung (Kaltim Post), Bachrun Ismail pegawai swasta, Dra. Hj. Bachriah Wahab, M.Si yang kala itu berprofesi sebagai dosen Universitas Mulawarman, Drs. Satria Dharma yang saat itu bekerja sebagai guru di International School PT. Badak LNG Bontang Kaltim, dan Mulia Hayati Deviantie yang karyawan PT. Pupuk Kaltim Cabang Balikpapan.

Dr. Agung mengisahkan, selama setahun berjalan, Yayasan Airlangga menunjukkan perkembangan. Masyarakat Kota Balikpapan antusias. “Semua program kursus yang kami buka diminati, baik bimbingan belajar tingkat SMP dan SMA maupun kursus singkat lainnya,” tutur Dr. Agung. Lima tahun berikutnya, lanjutnya, berkembang sangat pesat.

Hingga saat ini, 30 tahun berikutnya, Yayasan Airlangga telah berhasil melewati berbagai macam tantangan dan hambatan dalam rangka turut mengembangkan pendidikan dan pembangunan Sumber Daya Manusia di Kota Balikpapan. Saat ini, populasi penduduk Kota Balikpapan mencapai lebih dari 700 ribu jiwa. Tantangan ke depan, Kota Balikpapan menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli mengatakan bahwa dalam memperingati HUT ke-30 Yayasan Airlangga, dirinya mengajak seluruh sivitas Universitas Mulia, yang lahir di bawah naungan Yayasan Airlangga, untuk introspeksi diri melihat kembali apa yang sudah dilakukan dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mari kita introspeksi diri, Yayasan Airlangga sampai saat ini berusaha terus meningkatkan sumber daya dan semangat dalam meraih cita-cita masa depan, ikut serta mencerdaskan dan menyejahterakan kehidupan bangsa dan negara,” tuturnya.

Dengan introspeksi diri, Dr. Rusli berharap sivitas Universitas Mulia akan memiliki perspektif atau pandangan yang berbeda dalam interaksi sosial, meningkatkan respons sosial dan empati serta hubungan antar manusia.

“Introspeksi diri akan mampu melihat diri sendiri, memiliki kebanggaan dan dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungannya. Pada akhirnya, pengaruh positif akan mendorong seseorang memahami tanggung jawabnya untuk bekerja menuju kesuksesan,” tutur Rektor.

Kegiatan HUT ke-30 Yayasan Airlangga

Ketua Panitia Riski Zulkarnain mengatakan kegiatan ini memiliki tagline Mengabdi Tiada Henti. Panitia mengundang seluruh guru, dosen, dan karyawan beserta keluarganya. Mereka berasal dari Yayasan Airlangga, Universitas Mulia, PSDKU Samarinda, SMK TI Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, SMP Plus Airlangga, TK/PAUD Yayasan Hafsah Hasyim Balikpapan dan warga yang tinggal di sekitar Kampus Universitas Mulia.

“Untuk meramaikan kegiatan dalam rangka menyambut 30 tahun Yayasan Airlangga, panitia sudah menggelar berbagai lomba awal Februari lalu lomba bulu tangkis dan futsal. Dan hari Sabtu (18/2) bersamaan dengan kegiatan jalan sehat adalah puncak dari seluruh kegiatan. Ada banyak hadiah door prize untuk peserta yang beruntung,” tutur Riski Zulkarnain.

Tampak beberapa hadiah utama yang disediakan untuk peserta antara lain kompor gas, sepeda gunung, kulkas, mesin cuci, hingga hadiah hiburan. “Sebenarnya ada banyak hadiah yang disediakan Yayasan Airlangga, terutama khusus untuk karyawan, guru, dan dosen. ada 23 orang yang mendapat hadiah umrah, insya Allah berangkat dalam waktu dekat ini,” tutur Riski.

Selain berbagai lomba untuk orang dewasa, panitia juga bekerja ekstra memfasilitasi peserta anak-anak. “Lomba untuk anak kategori TK/PAUD seperti Puzzle dan Mewarnai. Kategori SD-SMP lomba menyanyi, jalan cepat di atas matras, tebak kata, memasukkan pensil ke dalam botol, dan menggambar,” tuturnya.

30 Tokoh Pelopor

Perkembangan Yayasan Airlangga hingga saat ini tak lepas dari jasa orang-orang yang ada di dalamnya. Panitia kegiatan Drs. Suprijadi, M.Pd menyusunnya ke dalam daftar nama 30 tokoh pelopor Yayasan Airlangga. Masing-masing nama disimbolkan dengan sebuah balon untuk dilepas ke angkasa.

Di antaranya adalah pendiri yayasan, yakni Agung Sakti Pribadi, Satria Dharma, Mulia Hayati Deviantie, Bachrun Ismail (alm), dan Hj. Bachriah Wahab (almh). Pelaksana yayasan antara lain HM. Hasjim Mahmud, Hj. Hafsah Hasjim (almh), Ny. Elly Nur Amalia Safitri, Ny. Ririn Kusdyawati, dan Ny. R.Wahyuni Triana (ASMI Airlangga).

Pelaksana Pendidikan Menengah antara lain Kuswari (pendiri SMEA Airlangga), Ronni Hasyim (SMEA,SMP,SMK-TI ), Kusnadi (SMEA,SMP,SMK-TI), Supandiono (Bimbingan Belajar Airlangga College -Samarinda), Subroto (Bimbingan Belajar Airlangga College – Samarinda), Suprijadi (SMK Kesehatan Airlangga), Bambang Sri Wahyono (SMK Kesehatan Airlangga), Eva (SMK Airlangga), dan Poniman (SMK Airlangga).

Pelaksana Terbaik Samarinda antara lain Alim Akbar Jaya (alm) Direktur Cabang Samarinda, Ir. M Adrianto (Bimjar, SMKTI, STMIK SPB), Sigit Sigalayan (alm) (Bimjar, SMKTI, STMIK SPB), Heri Cahyono, Rosmawati, Mestiko (Airlangga College), Wahyu Hartono (Airlangga College), dan Hj. Andi Nurtiah (Direktur ASMI Airlangga dan Pelopor Cabang Sinjai Sulawesi Selatan).

Dan Penggawa Devisi yang saat ini tengah menjalankan, antara lain Dr. Muhammad Rusli (Universitas Mulia), Muhammad Yani (PSDKU Universitas Mulia dan SMKTI Airlangga Samarinda), dan Saeful, Firmansyah, Ira Hanida (SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMP Plus Airlangga Balikpapan).

(SA/Puskomjar)

Foto Dokumentasi

Tagline Mengabdi Tiada Henti. Foto: Media Kreatif

Tagline Mengabdi Tiada Henti. Foto: Media Kreatif

Lomba tarik tambang di Pantai Kilang Balikpapan, Jumat (17/2/2023). Foto: Media Kreatif

Lomba tarik tambang di Pantai Kilang Balikpapan, Jumat (17/2/2023). Foto: Media Kreatif

Pelepasan balon 30 tokoh pelopor Yayasan Airlangga, Sabtu (18/2/2023). Foto: MEdia Kreatif

Pelepasan balon 30 tokoh pelopor Yayasan Airlangga, Sabtu (18/2/2023). Foto: MEdia Kreatif

Jalan sehat bersama warga sekitar Universitas Mulia, Sabtu (18/2/2023)

Jalan sehat bersama warga sekitar Universitas Mulia, Sabtu (18/2/2023)

Sebagian pemenang lomba mendapatkan hadiah hiburan.

Sebagian pemenang lomba mendapatkan hadiah hiburan.

Lomba menggambar kategori anak-anak TK/SD.

Lomba menggambar kategori anak-anak TK/SD.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono dan moderator Gunawan, Senin (6/6). Foto: Nadya

UM – Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi bersama Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga dan hingga Kepala Biro Universitas Mulia menggelar Coffee Morning di Ruang Eksekutif Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Senin (6/6).

Kegiatan yang berlangsung semi formal ini digunakan untuk berdiskusi menjaring masukan dan kendala yang dihadapi, maupun untuk mengetahui sejauh mana kemajuan capaian program kerja masing-masing. Hal ini sejalan dengan Rapat Kerja di awal tahun yang lalu yang telah berhasil disusun dan diputuskan bersama.

“Saya ingin selalu ada catatan untuk melaporkan apa yang telah dikerjakan, melaporkan kendala yang ada, misalnya, banyak dosen yang belum lengkap persyaratan karier dosen, jabatan fungsional dan sertifikasi,” ungkap DR. Agung.

Dengan mengetahui kendala yang ada, maka akan dapat ditemukan solusi penyelesaian masing-masing. Dirinya berharap adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi sehingga mendorong pencapaian visi dan misi.

Evaluasi kemajuan program kerja direncanakan akan berlangsung pada bulan Juli mendatang. Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Mulia Dr. Muhammad Rusli, M.T masih berada di luar kota sehingga berhalangan hadir.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono MTI mengatakan bahwa di awal tahun beberapa program studi telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Di antaranya adalah Program Studi Manajemen dengan Akreditasi Baik, Program Studi Akuntansi dengan Akreditasi Baik, Program Studi Hukum dengan Akreditasi Baik, Program Studi Farmasi dengan Akreditasi Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kesehatan dan akan menyusul program studi lainnya.

“Kita juga telah melakukan Kerja Sama Riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Untuk keperluan tersebut kita juga akan siapkan UMKM, kemudian tim riset universitas serta dari program doktoral,” ungkap Yusuf Wibisono.

Ke depan, lanjutnya, akan terbuka kesempatan dosen yang berasal dari BRIN akan menjadi dosen pembimbing Skripsi untuk mahasiswa Universitas Mulia.

Selain itu, Universitas Mulia juga telah melakukan kerja sama dengan Universitas Gunadarma Jakarta dengan beberapa program yang akan dilaksanakan. Pada saat ini, dirinya mengingatkan pelaksanaan Semester Genap 2021/2022 dalam beberapa pekan akan berakhir.

“Kita tentu juga akan ada persiapan pelaksanaan Ujian Akhir Semester nanti, kemudian persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru dan Lokakarya Kurikulum,” tuturnya.

Coffee Morning yang dibuka pukul 10.00 Wita hingga pukul 11.30 Wita ini diikuti sekitar 25 orang peserta.

(SA/PSI)

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

UM – Sivitas Universitas Mulia mengikuti Refleksi Akhir Tahun 2021 yang digelar oleh Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Refleksi diikuti peserta baik daring maupun luring, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Zaini Azhar Maulani, Damai Bahagia, Balikpapan.

“Setiap tahun kita diberikan waktu untuk refleksi Bapak Ibu sekalian, biasanya itu untuk umat Muslim refleksi di bulan Ramadhan, di situlah kita melakukan kontemplasi, refleksi, mencoba mengembalikan jati diri kita seperti apa kita dan akan ke mana kita,” tutur Manajer Pendidikan Yayasan Airlangga DR. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengawali sambutan.

Terkait dengan refleksi institusi, menurut DR. Agung, apa yang sudah dilakukan dan apa rencana yang akan dilakukan ke depan sesuai dengan jalurnya atau tidak.

Ia berharap, dengan refleksi dapat membangun kesadaran, baik secara personal maupun institusional. “Bahwa kita ini sebenarnya sedang diberikan amanah, bukan amanah kecil, tapi amanah yang luar biasa, yaitu amanah mengelola universitas,” ungkap Rektor Universitas Mulia ini mengingatkan seluruh sivitas.

Mengelola universitas bukan perkara mudah. Menurutnya, suatu entitas tertinggi di dunia bentuknya adalah universitas. “Dan kita baru memulai di tahun 2018, tepatnya tahun akademik 2019, sekarang baru memasuki tahun ketiga,” tuturnya.

Rektor mengingatkan kepada seluruh sivitas untuk memahami bahwa kemampuan mengelola universitas untuk memandang, melihat, memprediksi, merancang harus memiliki fondasi yang kuat. “Tanpa (fondasi) itu semua, maka Kita hanya berjalan di tempat,” tuturnya.

Sebagai salah satu pendiri Yayasan Airlangga, DR. Agung kemudian mengajak kembali melihat sejarah pendirian yayasan yang lahir di tahun 1992. “Resminya tahun 1993, itu artinya sekarang sudah menginjak usia 28 tahun. Jadi dua tahun lagi kita akan merayakan 30 tahun,” ungkap DR. Agung.

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Universitas Mulia, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Perwakilan peserta Refleksi yang hadir dari Pendidikan Menengah, Yayasan Airlangga, Kamis (30/12). Foto: Fian

Tentu saja, hal ini mengingatkan Dr. Agung terhadap ucapan seseorang terkait perjalanan sebuah institusi, berapa lama kuat bertahan atau tumbang. “Tahun pertama sampai tahun kelima itu tahun-tahun yang sulit, kalau bertahan sampai tahun kelima, maka akan cukup untuk berkembang. Biasanya 20% sampai 40% tumbang,” tuturnya mengutip seseorang.

Apabila institusi tersebut mampu bertahan hingga 20 tahun kemudian, maka dinilai 5% makin kuat. “Hanya 5%, silakan Bapak Ibu memperhatikan institusi yang ada saat ini,” tutur DR. Agung.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya mengajar di sebuah lembaga pendidikan di Surabaya tahun 1985. Lembaga pendidikan tersebut adalah Airlangga Student Group atau ASG. “Miliknya Pak Satria (Satria Dharma) dan teman-temannya bertiga,” ungkapnya.

“Nah, itu yang membuat kuliah saya terganggu, yang harusnya empat tahun, tapi menjadi tujuh tahun,” ungkapnya.

Saat itu, dirinya sedang menempuh studi di Program Studi Hukum Universitas Airlangga di Surabaya. Ia mengakui, saat itu kesibukannya mengajar membuatnya sempat tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester pada semester pertama.

“Absensi kuliah terlalu banyak, kalau tidak sesuai dengan syarat jumlah kehadiran 80%, maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Dari 12 kali pertemuan, tidak masuk empat kali, habis,” ungkapnya.

Dari sinilah, DR. Agung merasakan mengenal pilihan hidup, antara bekerja atau kuliah. Meski demikian, ia menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran sehingga membuat strategi agar tetap bisa menyelesaikan kuliah mengingat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki persyaratan yang sangat ketat.

“Dua tahun tidak selesai, tidak memenuhi IPK minimal, itu bisa di-DO (dikeluarkan universitas), walaupun pintar,” tuturnya.

Oleh karena itu, ketika pada saatnya memiliki kesempatan untuk menyelesaikan studi, ia berusaha belajar lebih keras. “Saya membeli buku, saya belajar keras sehingga mendapat nilai yang cukup, jadi itu strategi saya untuk kemudian bergerak (beraktivitas) lagi di luar,” ungkapnya.

Dengan strategi tersebut, syarat untuk menyelesaikan studi dalam dua tahun, empat tahun, hingga sarjana yang diberlakukan Universitas Airlangga saat itu berhasil dilewatinya.

“Saya merasakan kasihan pada teman-teman saya yang pintar, tapi tidak mempunyai strategi sehingga di-DO,” tuturnya.

Cerita tersebut mengingatkan kepada seluruh sivitas Universitas Mulia apabila kesulitan menyelesaikan suatu target program kerja, maka yang dilakukannya adalah menyediakan waktu yang cukup untuk belajar dan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan dalam meraih visi personal maupun institusional, meski dalam kondisi terpepet.

“Jangan menunggu, fokus gunakan satu semester, jangan sampai waktunya tidak cukup untuk dikejar,” ingatnya.

Pengalaman dalam perjalanan hidup, baik saat menempuh studi maupun dalam pekerjaan mempengaruhi pola kepemimpinan DR. Agung dalam membawa Yayasan Airlangga dan Universitas Mulia hingga saat ini. “Setiap kepemimpinan itu mempengaruhi apa yang dipimpinnya,” tuturnya.

Meski demikian, DR. Agung mengakui keberhasilan dalam kepemimpinan mengelola institusi merupakan berkah dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Kuncinya cuma satu, bahwa ini berkah, ini rida, tentu bukan kerja satu orang, ini kerja tangan-tangan kita bersama,” tuturnya.

DR. Agung juga mengingatkan bahwa berkaca pada perjalanan tersebut, ia berharap institusi menjalankan profesionalisme dan humanis. “Mengapa saya ingin institusi kita itu dilakukan dengan dua sisi, satu profesional, satunya lagi humanis?” tuturnya.

Diakuinya, sisi humanis baginya terasa lebih kuat ketika menjalankan kepemimpinan dibanding dengan profesionalisme. “Tapi ke depan yang saya inginkan adalah ada garis tengah antara profesionalisme dan humanisme, keduanya berjalan bersama-sama menuju satu tujuan,” tuturnya sembari menggambar garis-garis yang disebutnya tujuan, arah, dan cita-cita.

Seperti diketahui, yang dimaksud profesional adalah ahli dalam bidangnya. Seorang yang profesional dalam bidang pekerjaannya, maka dia adalah ahli dalam bidangnya, yang dibuktikan dengan kecepatannya dalam menghasilkan luaran yang diharapkan.

Sedangkan profesionalisme adalah suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang dan tingkatan masing-masing.

Humanisme atau humanistis menyebutkan bahwa apa pun kegiatan manusia (human) harus dapat dimanfaatkan selama bertujuan untuk memanusiakan manusia, yaitu untuk mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri serta realisasi diri secara optimal.

Humanis mempunyai konsep bahwa manusia sebagai subyek yang memiliki kemampuan menghadapi dunia dan lingkungan hidupnya serta kemampuan untuk mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan mengancam manusia itu sendiri.

Refleksi Akhir Tahun 2021 ini diikuti peserta baik dari Kota Balikpapan, Samarinda, hingga sampai Kota Malang Jawa Timur melalui aplikasi Zoom Meeting.

Selamat menyambut Tahun Baru 2022, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan semangat bekerja lebih baik lagi, dilimpahi kesehatan, keceriaan, dan kebahagiaan serta berkah dan anugerah untuk kita semua. Amin.

(SA/PSI)

Suasana Rakor 2021 hari pertama, Selasa (28/12). Foto: Media Kreatif

UM – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. mendorong dosen meningkatkan Kompetensi dan Keahlian selama 2021. Hal ini diungkapkan melalui Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) pada Rakor yang bertempat di Aula Cheng Ho, Selasa (28/12).

“Selain pendidikan formal kami juga mendorong dosen-dosen mengikuti pelatihan. Tahun lalu Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) membuka kesempatan pelatihan bagi tenaga yang mengambil jalur profesional,” ungkap Wisnu.

Menurutnya, tercatat 13 orang dosen telah mengikuti setidaknya satu sampai dua kali jenis pelatihan yang berbeda. “Beberapa mengikuti dua pelatihan. Bagi kami semua itu untuk mendorong seluruh dosen agar meningkatkan skills dalam menunjang pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kompetensinya,” tuturnya.

Dari data tersebut, jenis pelatihan yang paling banyak diikuti dosen adalah pelatihan daring terkait Teknologi Informasi, di antaranya Cisco Cyber Operation, HTML CSS dan JavaScript, Data Scientist Artificial Intelligence untuk Dosen dan Instruktur, Machine Learning, Data Science Fundamental, Pemrograman Python, UI/UX, dan Alibaba Cloud.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. Foto: Media Kreatif

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. Foto: Media Kreatif

Salah satu dosen ketika ditanya terkait pelatihan yang diikutinya mengatakan bahwa meski pelatihan tersebut daring, namun cara belajar dan materi yang diberikan dinilainya sangat baik. Apabila memperoleh capaian pembelajaran dengan skor minimal lebih dari 88, maka dapat diperlukan untuk syarat mengikuti Sertifikasi Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Ya, sama seperti kuliah dan praktikum di Universitas Mulia. Bagi peserta yang rata-rata dosen dari seluruh Indonesia, bahkan banyak peserta yang sudah bergelar Doktor, memiliki kesibukan mengajar dan riset di sana-sini, belum lagi urusan rumah tangga, mengikuti pelatihan seperti ini tantangannya tidak mudah, tapi ternyata bisa kok,” tutur Subur Anugerah, saat menceritakan pengalamannya mengikuti pelatihan Data Scientist: Artificial Intelligence untuk Dosen dan Instruktur yang diselenggarakan Kominfo RI.

Menurutnya, semangat mengikuti pelatihan berpulang pada diri peserta masing-masing. “Ada yang motivasinya hanya ingin mendapatkan sertifikat untuk menunjang karier dosen, ada yang sungguh-sungguh ingin meningkatkan skills , ada yang ingin menambah wawasan saja, ada yang ingin tahu keahlian apa yang dibutuhkan saat ini sehingga bisa mendapatkan Sertifikat Kompetensi, tapi ada juga loh yang hanya sekadar ingin tahu materi pelatihannya saja, mendapatkan sertifikat dan uang pengganti paket Internet, pokoknya macam-macam kepentingannya,” tuturnya sambil tersenyum.

Dirinya mengakui setelah mengikuti pelatihan merasakan wawasan dan keterampilannya bertambah. “Ya, akhirnya bisa tahu ya kan. Oh, begini caranya pengembangan AI menggunakan data dengan Python, oh ternyata harus mengerti Data Understanding lebih dulu ya, oh nanti ada Data Preparation, Feature Engineerinng, Deployment Model, pokoknya keren,” ujarnya.

Dengan mengikuti pelatihan, Wisnu berharap, selain dosen-dosen telah menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang S1, S2, sampai S3, tetapi juga memiliki kompetensi dari keahlian yang ditekuninya.

Selain itu, selama tahun 2020 dan 2021, FIKOM berhasil melaksanakan percepatan jabatan fungsional bagi dosen-dosen yang belum memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Pada tahun tersebut sedikitnya tercatat enam orang yang sedang proses pengajuan.

Begitu pula terkait dengan Sertifikasi Dosen. “Yang terbaru, Alhamdulillah, yang lulus Sertifikasi Dosen tahun ini sebanyak tiga orang, Pak Vidy, Pak Riovan, dan Pak Safii,” ungkapnya disambut applause hadirin.

Atas keberhasilan tersebut, Ia berharap dosen yang telah lolos sertfikasi agar membantu dan menularkan tips dan trik mendapatkan Sertifikasi Dosen bagi dosen lainnya.

(SA/PSI)

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Tepat tanggal 18 Desember 2018 yang lalu Universitas Mulia mendapatkan Surat Izin Operasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 1149/KPT/I/2018. Tepat hari ini, civitas academica mengucapkan syukur secara bersama di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Jumat (18/12).

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. secara singkat mengucapkan selamat dan sukses atas usianya yang masih muda ini. “Pada hari ini kita bersyukur bersama untuk merayakan dan patut berbangga bahwa dalam usianya yang masih muda ini Universitas Mulia sudah mempunyai nama,” tutur Ibu Mulia.

Ia berharap, capaian perkembangan Universitas Mulia di usianya yang masih muda ini terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman. “Memang seperti aglonema, meski masih berdaun dua, namun sangat berharga,” terang Ibu Mulia.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa saat gagasan pertama pendirian universitas muncul bermula sejak tahun 2003. “Kurang lebih satu minggu yang lalu ketika saya mencari kertas, saya menemukan satu lembar kertas yang ternyata lahirnya itu 2003. Saya sudah ada rencana membuka universitas dan namanya sama, Universitas Mulia, jurusannya yang berbeda,” ungkap Pak Agung.

Ia mengatakan bahwa saat itu STIKOM Balikpapan masih berusia tiga tahun. Ia berencana membuka universitas dengan jurusan teknik. Hingga waktu berjalan 10 tahun kemudian, 2013, ia kembali berkeinginan untuk membuka kembali universitas. Hingga tiga tahun kemudian Universitas Mulia mulai dirancang kembali di Balikpapan.

Selaku penggagas sekaligus pendiri, Pak Agung mengisahkan bagaimana perjuangan mendirikan Universitas Mulia dari bawah. Diinisiasi berawal dari ide dan gagasan, kesiapan lahan dan perizinan lokasi kampus baru, pembangunan gedung, sarana dan prasarana hingga permohonan izin operasional di Kementerian Ristek Dikti yang penuh tantangan dan jalan berliku.

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie kepada Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. disaksikan penjabat UM. Foto: Biro Media Kreatif

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie kepada Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. disaksikan penjabat UM. Foto: Biro Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

Pelepasan balon oleh Rektor dan Ketua Yayasan Airlangga di halaman Kampus Cheng Ho UM, Jumat (18/12). Foto: Biro Media Kreatif

Pelepasan balon oleh Rektor dan Ketua Yayasan Airlangga di halaman Kampus Cheng Ho UM, Jumat (18/12). Foto: Biro Media Kreatif

Walikota Rizal Effendi mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 UM melalui pesan daring. Foto: Tangkapan layar

Walikota Rizal Effendi mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 UM melalui pesan daring. Foto: Tangkapan layar

Kepala LLDIKTI XI Kalimantan Prof. Udiansyah mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 melalui pesan daring, Jumat (18/12). Foto: Tangkapan layar

Kepala LLDIKTI XI Kalimantan Prof. Udiansyah mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 melalui pesan daring, Jumat (18/12). Foto: Tangkapan layar

Ia menceritakan pengalamannya sebagai pendiri lembaga pendidikan di Surabaya menjadikannya pelajaran yang sangat berharga. Pengalaman itu ia gunakan untuk mengembangkan sayap di Balikpapan dan Samarinda dengan mendirikan lembaga pendidikan formal.

“Memang, pendirian perguruan tinggi ini bermula dari lembaga pendidikan belajar, kemudian lembaga kursus setara diploma satu saat itu,” ungkapnya. Namun seiring dengan perkembangan dan peningkatan lembaga, ia bertekad untuk terus mengembangkan pendidikan di Kota Balikpapan.

Ketika muncul gagasan mendirikan Universitas Mulia, ia mendapat tantangan banyak orang. “Jangan dipikir dulu tidak sempat, tidak bisa, karena pikiran itu jika hasilnya baik (husnudzan), maka semua akan ikut mengarah kepada yang baik,” ungkapnya. Ia bersyukur bahwa cara berpikirnya itu tidak ada kata menyerah.

“Ya kalau gagal ya sudah, tidak diteruskan. Maka Universitas Mulia ini saya teruskan, kadang orang tidak realistis,” ungkapnya.

Hingga saat izin operasional tersebut turun di tahun pertama, ia langsung bertekad meningkatkan Sumber Daya Manusia atau SDM dengan memberikan tugas belajar kepada beberapa dosen muda setiap tahun, baik tugas belajar jenjang Sarjana, Magister, maupun program Doktor.

“Tiap tahun harus ada yang ditugaskan program Doktor, jangan kosong, karena kualitas kita ini bagus,” tegasnya. Ia bertekad agar SDM yang ada di Universitas Mulia semakin meningkat dan semakin berkualitas.

Sementara itu, ucapan selamat Dies Natalis datang dari orang nomor satu di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi. Secara singkat Walikota mengucapkan selamat dan sukses kepada civitas academica yang merayakan Dies Natalis ke-2.

Walikota juga berharap Universitas Mulia terus memberikan kontribusi yang terbaik sebagai sumbangsih nyata kepada Kota Balikpapan dalam mewujudkan visinya menjadi global technopreneurship campus, menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter untuk mendukung pembangunan di Era Industri 4.0.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI XI Wilayah Kalimantan Prof. Udiansyah, mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-2 Universitas Mulia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 Universitas Mulia Balikpapan. Semoga bertambah maju dan jaya! Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” tutur Prof. Udiansyah.

Ucapan selamat juga datang baik dari penjabat maupun kepala divisi di lingkungan Yayasan Airlangga dengan memberikan semangat untuk terus berkarya. (SA/PSI)

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Dalam rangka Evaluasi Rencana Program Kerja tahun 2021, Yayasan Airlangga Group menggelar Pra Rapat Kerja atau Pra Raker selama tiga hari, 17-19 Desember 2020. Pra Raker berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Sejahtera Balikpapan.

Pra Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif ini, diikuti seluruh Divisi, baik Divisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Divisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

“Kita akan gunakan Pra Raker ini untuk mendalami agar apa yang kita putuskan dalam Raker nanti siap untuk satu tahun ke depan,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Ia berharap, satu tahun ke depan akan menjadi batu loncatan atau Milestone rencana jangka panjang lima tahunan atau sepuluh tahunan.

Ia menambahkan, setiap divisi pendidikan di Yayasan Airlangga memiliki rencana pengembangan pendidikan masing-masing. “Misalnya, jika sebelumnya murid menerima nilai kemudian lulus itu sudah cukup, tapi sekarang tidak cukup, setelah lulus mereka ditanya akan kemana, akan ditanyakan sesuai kompetensinya atau tidak, sesuai dengan kuliahnya atau tidak,” tuturnya.

Pak Agung mengingatkan kepada seluruh pendidik yang diberi amanah di lingkungan Yayasan Airlangga untuk juga memikirkan lebih dalam luaran lulusan atau Outcome pendidikan, yakni dampak jangka panjang dari pendidikan, misalnya, lulusan melanjutkan pendidikan lebih lanjut, lulusan memiliki prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.

“Jadi, bukan sekadar lulus berarti kemudian sudah selesai, tapi juga harus ditelusuri. Itu yang akan menjadi rekomendasi ke depan Pra Raker,” ungkapnya. Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan mengingat pendidikan itu sepanjang hayat.

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Dalam Pra Raker ini, ia berharap pada Divisi Pendidikan Menengah atau Dikmen agar berani merombak kurikulum. “Saya misalkan Matematika, ke depan sudah tidak ada Ujian Nasional, maka jika menggunakan kurikulum yang sama, maka tidak akan pernah bisa,” tuturnya.

Pak Agung mengimbau kurikulum saat ini tidak lagi menjadi acuan formalitas mengingat saat ini dunia sudah banyak berubah. “Apa solusinya? Ada tiga yang diharapkan pada pendidikan, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude,” ungkapnya.

“Pengetahuan Bapak/Ibu yang akan diberikan kepada siswa itu sudah ada di Internet, 80% pengetahuan mereka bisa dipenuhi melalui Internet,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejarah negara-negara maju seperti Rusia dan Amerika berawal dari dimulainya era informasi dan kemajuan teknologi telekomunikasi.

Begitu juga dengan Skills, menurutnya, kurang lebih 50% kemampuan atau Skill seseorang bisa diperoleh dan dipelajari melalui Internet. “Ibu-ibu yang tidak bisa masak, misalnya, membedakan kencur dengan kunyit saja barangkali tidak bisa, tapi dengan Internet, mereka bisa belajar dengan cepat,” ujarnya.

Khusus untuk Attitude, menurutnya, ketersediaannya hanya 20% di Internet, itupun jika peserta didik berinisiatif mencarinya dengan sungguh-sungguh di Internet. “Melalui ceramah-ceramah, misalnya, hal-hal yang mencerahkan, cerita inspirasi,” ungkapnya.

Menurut Pak Agung, peserta didik akan mencari sisa 80% Attitude itu di sekolah. “Maka Bapak Ibu, untuk sekolah mulai SMP dan SMK, mencoba mengalihkan perhatian menuju ke arah sana, mengembangkan Attitude, bagaimana Attitude peserta didik bisa lebih bagus,” harapnya.

Untuk memenuhi materi terkait Attitude, ia berharap guru mengkombinasikan dengan pelajaran agama, budaya, etika, dan tata krama yang mengasah pada kemampuan Softskill. “Sederhananya begini, kita tidak menuntut anak harus hafidz Al-Quran 30 juz, tidak. Cukup juz 30 saja, tapi lebih esensi,” tuturnya.

Bagi siswa yang tidak mampu menghafal juz 30, misalnya, juga diperbolehkan kurang dari itu. “Itu untuk modal kehidupan mereka, maksudnya meski ia mampu belajar sedikit, tapi jangan melupakan esensi, begitu juga dengan mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran yang lain,” harapnya.

Selain itu, Pak Agung juga berharap pada Divisi Pendidikan Tinggi untuk mengoptimalkan produk intelektualnya dan dikembangkan secara berkelanjutan. Diperkuat dengan memiliki basis data yang lengkap dan mampu menciptakan inovasi.

“Universitas Mulia itu ada inkubator bisnis, di bawahnya itu ada Smart RT, ada Coding School, kemudian ada Airlangga Training Center, Entrepreneur, untuk membuka kembali semua produk intelektual perguruan tinggi agar bisa didaur ulang dan dioptimalkan, mana yang bagus untuk bisa dikembangkan lagi, jadi bukan sekadar membuat dan selesai begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker Yusuf Wibisono, S.E.,M.T.I mengatakan hari pertama Pra Raker mendengarkan paparan Road Map atau Peta Jalan Pengembangan Universitas Mulia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian diikuti paparan Dekan masing-masing, mulai dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, PSDKU Samarinda, LP3M, LSP, BPM, Inkubator Bisnis dan Marketing. (SA/PSI)

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Universitas Mulia memiliki penjabat baru dan melakukan pengangkatan dosen tetap maupun pegawai tetap. Acara seremoni penyerahan Surat Keputusan ini digelar sederhana, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (12/12).

Sehari sebelumnya, Universitas Mulia juga melakukan pengangkatan Kepala Kantor PSDKU Samarinda yang baru, dari Ir. Riyayatsyah, M.P. digantikan Muhammad Yani, S.Kom., M.TI.

Menurut Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa tujuan pengangkatan ini untuk menguatkan sinergi antara PSDKU Samarinda bersama dengan Divisi SMK TI Samarinda untuk meningkatkan pengembangan kelembagaan.

“Diharapkan dengan pimpinan yang sama, dalam satu tahun ini saya berharap bisa bersinergi. SDM-nya bisa bersinergi,” tuturnya. Dengan begitu, ia berharap secara kelembagaan Kantor Samarinda semakin maju dan berkembang.

Sementara itu, di Kampus Utama Balikpapan, Rektor mengangkat penjabat sementara atau Pjs Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Ketenagaan kepada Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P, M.Eng. menggantikan (alm) Ir Sigit Sigalayan, M.P yang wafat pada Mei yang lalu. Sedangkan Pjs Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional diamanatkan kepada Richki Hardi, S.T., M.Eng. menggantikan Ir. Mohamad Adriyanto, M.Sc.

“Kita berharap orang-orang yang mengisi tempat itu bisa mengoptimalkan, tentu tidak mudah dalam keadaan (wabah Covid-19) seperti ini mengoptimalkan (kerja) tanpa tatap muka,” ungkapnya.

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dosen Dan Pegawai Tetap bersama Rektor, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dosen Dan Pegawai Tetap bersama Rektor, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Penjabat baru Kepala Kantor Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.TI bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, SE., M.TI di Samarinda, Jumat (11/12). Foto: Istimewa

Penjabat Kepala Kantor Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.TI bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, SE., M.TI di Samarinda, Jumat (11/12). Foto: Istimewa

Menurutnya, tugas Wakil Rektor II akan mengelola keuangan dan meningkatkan pengembangan SDM atau ketenagaan. “Keuangan nanti akan di-handle Ibu Elsa, tapi untuk Ketenagaan fokus membuat strategi agar SDM kita makin berkualitas,” tuturnya.

Ia berharap SDM yang dimiliki Universitas Mulia memiliki karir yang makin meningkat seiring dengan pertumbuhan lembaga. “SDM kita harus ditingkatkan, bahkan sampai kepada (pegawai) security,” ungkap Rektor.

Ia menerangkan, selama ini pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan pegawai adalah dengan pendekatan humanis. “Sebenarnya mudah saja menggunakan outsourcing, tapi ini tentu berbeda dengan pendekatan kita selama ini yaitu humanis,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui perekrutan pegawai profesional juga diperlukan untuk mendorong pegawai lainnya meningkatkan profesionalisme. Pegawai didorong untuk mengembangkan keterampilan maupun keahlian melalui pelatihan maupun training pengembangan karir.

Selain peningkatan profesional pegawai, Rektor juga berharap pengembangan SDM juga untuk mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM. “Saya berharap mahasiswa itu aktif memanfaatkan fasilitas yang ada di sini,” tuturnya.

“Baru beberapa waktu yang lalu saya masih berkeinginan fokus hanya pada SDM saja. Tapi kalau hanya SDM saja itu masih tidak murah. Kita masih kekurangan lahan, gedung yang ada ini masih kurang laboratorium, kurang yang lain, maka Insyaallah kita akan tambah lagi,” tutur Rektor.

Pada kesempatan ini, Rektor menyerahkan SK Kepegawaian kepada satu orang Dosen Tetap dan empat orang Pegawai Tetap. Kepada pegawai yang diberikan amanat, Rektor berpesan agar membuat nyaman bekerja. “Ingat, tempat ini pekerjaan yang paling mulia. Posisi paling mulia itu pekerjaan di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, itu hal-hal yang bagus,” pungkasnya. (SA/PSI)

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

UM – Rapat Koordinasi Yayasan Airlangga pada hari ketiga pagi ini diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta, baik dari pimpinan Divisi Pendidikan Menengah (Dikmen) maupun Divisi Pendidikan Tinggi (Dikti) di lingkungan Yayasan Airlangga. Senam bersama berlangsung di lapangan basket, tepatnya di belakang Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (5/12).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sekaligus Rektor Universitas Mulia tampak antusias mengikuti senam bersama yang dipimpin instruktur. Dalam sambutannya, Pak Agung, begitu media ini menyapa, senang sekaligus mengapresiasi jalannya senam pagi yang berlangsung kurang lebih 30 menit.

“Bapak Ibu, terima kasih hari ini tidak biasanya kita melaksanakan senam pagi bersama-sama. Biasanya kita kalau ketemu berkumpul bersama ini di dalam rapat atau rakor. Mudah-mudahan kegiatan kita pagi ini mendapat kesehatan dan berkah,” tutur Pak Agung.

Sementara itu, meski gerakan instruktur pemandu yang cukup bebas dan sulit diikuti oleh peserta, tetapi justru inilah yang membangkitkan semangat peserta untuk tetap mengikuti senam bersama dengan riang gembira. Gelak tawa, teriakan, dan canda sering terdengar apabila peserta salah atau keliru dalam mengikuti gerakan pemandu.

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

“Hah, senang dan capek, cukup berkeringat basah,” ujar salah satu peserta.

Usai senam bersama yang berakhir pukul 8.30 Wita, seluruh peserta mengikuti foto bersama dan rehat. Acara selanjutnya seluruh peserta berganti pakaian olah raga dengan seragam merah untuk mengikuti hari terakhir Rapat Koordinasi.

Materi hari ketiga berisi dialog umum bersama Divisi Pendidikan Menengah yang akan dipandu oleh Ir. Herman Widjajanto di ruang Executive White Campus Universitas Mulia, sedangkan Divisi Pendidikan Tinggi dipandu Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. di Aula Kampus Cheng Ho.

Pada sesi terakhir evaluasi dan arahan persiapan Pra Raker dan Raker 2021 yang akan datang disampaikan Direktur Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H,. M.H (SA/PSI)

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia bersama jajaran pada hari kedua melaksanakan Rapat Koordinasi membahas mengenai Evaluasi Kerja tahun 2020. Masih di tempat yang sama, Rakor bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Jumat (4/12).

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa evaluasi adalah bagian yang harus dilakukan perguruan tinggi. 

“Apakah kegiatan kita selama ini sesuai yang dirancang, atau justru ada yang tidak dirancang tapi kita lakukan,” tuturnya.

Menurutnya, evaluasi juga digunakan sebagai intropeksi bahwa perguruan tinggi telah membuat rancangan kerja di awal tahun dan telah dilaksanakan dalam satu tahun ini.

“Jadi awal Januari 2020, kita telah merancang beberapa unggulan, bisa jadi tidak tertangani secara penuh karena sejak Maret sampai sekarang ada Covid-19 sehingga kita tidak mampu mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki,” ungkapnya.

Akibatnya, ia menambahkan, beberapa target program unggulan tersebut tidak mampu dicapai secara optimal melalui Laporan Pertanggungan Jawab atau LPJ.

Untuk itulah, dalam Rakor kali ini akan dipaparkan oleh masing-masing penanggung jawab terkait program unggulan yang sukses dijalankan maupun mengalami kendala. Setidaknya dalam satu hari ini, sesi pagi pertama paparan LPJ diawali penanggung jawab PSDKU Samarinda, Ir. Riyayatsyah, M.P.

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Kemudian diikuti LPJ oleh Dekan Fakultas Hukum Vidy, S.S., M.Si. disusul Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ivan Armawan, S.E., M.M. 

Memasuki siang hari, laporan LPJ disampaikan Kepala Badan Penjaminan Mutu Institusi (BPMI) sekaligus Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lidia Silitonga, S.E., M.Ak. dan terakhir LPJ Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Richki Hardi, S.T., M.Eng.

Meski demikian, Rektor mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan refleksi dan memastikan apakah program yang dijalankan sudah sesuai atau tidak. “Menurut saya, kita semua juga harus berani introspeksi bahwa kita belum optimal memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” tuturnya.

“Walaupun mungkin saja perguruan tinggi kita ini sudah lebih bagus daripada perguruan tinggi yang lain, tapi kita juga bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya optimis.

Rasa optimis ini bukan alasan mengingat Universitas Mulia sejak awal bertekad sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi informasi terdepan. “Karena kita ini orang IT, yang penelitiannya itu sebagian besar bisa dilakukan oleh orang-orang IT,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi informasi di Universitas Mulia terlihat dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Kita berani melakukan kuliah tatap muka, berani Blended Learning, kita juga sudah melakukan penelitian, angket kepada mahasiswa, kita juga mendengarkan kesulitan mahasiswa. Artinya kita berusaha untuk lebih bagus,” tutur Rektor.

Rektor memuji Program Studi Farmasi yang lebih berani dan melakukan tanggung jawab penuh. “Saya bersyukur bahwa kita tetap sehat,” tuturnya. Rektor berharap di masa pandemik Covid-19 ini, seluruh keluarga besar Universitas Mulia selalu mendapat perlindungan, kesehatan, dan keberkahan. (SA/PSI)

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2020. Pelaksanaan Rakor berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ditujukan untuk memudahkan evaluasi dengan memberi kesempatan pada setiap devisi mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerja tahun 2020. “Dan juga untuk membuat rencana kerja tahun ke depan,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia mengatakan, di awal masa pandemik Covid-19 saat ini, tantangan bekerja dengan tatap muka menjadi sangat penting mengingat karyawan bekerja dari rumah (Work from Home) yang sulit untuk dipantau.

“Tapi Yayasan tidak melihat bahwa hal ini mengurangi kinerja masing-masing karyawan, dan Yayasan tetap memberi appreciated atas kinerja masing-masing, di situ akan diberikan hasil evaluasi kinerja masing-masing,” tuturnya.

Selama memasuki masa pandemik, menurut Ibu Mulia banyak perusahaan yang justru mengurangi karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Tetapi di Yayasan, (PHK) itu tidak berlaku. Kita tetap mendukung seperti semula dengan memberi semangat kepada setiap karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Airlangga. Tak sedikit pun pemotongan (gaji) yang dilakukan oleh Yayasan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

“Ya, meskipun banyak juga 10% karyawan yang mengalami kekurangan gairah sehingga membuat mereka tidak bersemangat,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadang ditemukan karyawan yang tidak hadir. Terhadap karyawan tersebut, Ibu Mulia menuturkan Yayasan tetap memberikan semangat agar karyawan terus meningkatkan diri.

“Yayasan terus memberi semangat bahwa itu adalah manusiawi,” tuturnya. Meski demikian, ia berharap tindakan karyawan tersebut tidak berlangsung terus menerus. “Karena kita adalah Yayasan (yang bergerak di bidang) pendidikan, maka kegiatan kita adalah layanan,” tegasnya.

Menurut Ibu Mulia, karyawan Yayasan Airlangga memiliki tanggung jawab terhadap anak didik, peserta didik, siswa-siswi maupun mahasiswa. Karyawan didorong untuk selalu mentaati dan mengindahkan peraturan yang telah ditentukan, berusaha untuk terus disiplin dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi meskipun tidak mengindahkan, tidak disiplin, tidak loyal, tetapi Yayasan akan tetap memaafkan, semoga menjadi pembelajaran bagi diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

“Mungkin ke depan Yayasan tidak dipimpin Ibu lagi, tetapi Yayasan akan terus mendukung karyawannya untuk bekerja lebih giat dan lebih loyal,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Yayasan memiliki motto humanis yang berarti tetap akan memperhatikan karyawannya. “Dan Ibu akan sedih kalau ada karyawannya yang tidak lagi bisa bergabung dengan kami dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Yayasan merasa bersyukur dengan tidak mengurangi penghargaan dan berterima kasih kepada karyawan yang pernah bergabung mengembangkan Yayasan.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan Rakor diikuti oleh Devisi Pendidikan Menengah di lingkungan Yayasan Airlangga, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, dan SMKTI Airlangga Samarinda.

Rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti pada Praraker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2020 mendatang.

“Nah, pada tanggal 18 Desember nanti adalah Dies Natalis Universitas Mulia, jadi meskipun masih berusia muda, istilahnya masih berdaun satu atau dua, tapi bagaikan aglonema yang berharga. Untuk itu, marilah kita sama-sama saling menjaga, menumpahkan segala kemampuan kita, semua itu diniatkan untuk ibadah agar menjadi barokah,” pungkasnya.(SA/PSI)