Pos

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Tepat tanggal 18 Desember 2018 yang lalu Universitas Mulia mendapatkan Surat Izin Operasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 1149/KPT/I/2018. Tepat hari ini, civitas academica mengucapkan syukur secara bersama di Aula Kampus Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Bahagia, Jumat (18/12).

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. secara singkat mengucapkan selamat dan sukses atas usianya yang masih muda ini. “Pada hari ini kita bersyukur bersama untuk merayakan dan patut berbangga bahwa dalam usianya yang masih muda ini Universitas Mulia sudah mempunyai nama,” tutur Ibu Mulia.

Ia berharap, capaian perkembangan Universitas Mulia di usianya yang masih muda ini terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman. “Memang seperti aglonema, meski masih berdaun dua, namun sangat berharga,” terang Ibu Mulia.

Sementara itu, Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa saat gagasan pertama pendirian universitas muncul bermula sejak tahun 2003. “Kurang lebih satu minggu yang lalu ketika saya mencari kertas, saya menemukan satu lembar kertas yang ternyata lahirnya itu 2003. Saya sudah ada rencana membuka universitas dan namanya sama, Universitas Mulia, jurusannya yang berbeda,” ungkap Pak Agung.

Ia mengatakan bahwa saat itu STIKOM Balikpapan masih berusia tiga tahun. Ia berencana membuka universitas dengan jurusan teknik. Hingga waktu berjalan 10 tahun kemudian, 2013, ia kembali berkeinginan untuk membuka kembali universitas. Hingga tiga tahun kemudian Universitas Mulia mulai dirancang kembali di Balikpapan.

Selaku penggagas sekaligus pendiri, Pak Agung mengisahkan bagaimana perjuangan mendirikan Universitas Mulia dari bawah. Diinisiasi berawal dari ide dan gagasan, kesiapan lahan dan perizinan lokasi kampus baru, pembangunan gedung, sarana dan prasarana hingga permohonan izin operasional di Kementerian Ristek Dikti yang penuh tantangan dan jalan berliku.

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie kepada Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. disaksikan penjabat UM. Foto: Biro Media Kreatif

Pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie kepada Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. disaksikan penjabat UM. Foto: Biro Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. bersama Wakil Rektor dan Dekan tengah bergaya bebas. Foto: Biro Media Kreatif

Pelepasan balon oleh Rektor dan Ketua Yayasan Airlangga di halaman Kampus Cheng Ho UM, Jumat (18/12). Foto: Biro Media Kreatif

Pelepasan balon oleh Rektor dan Ketua Yayasan Airlangga di halaman Kampus Cheng Ho UM, Jumat (18/12). Foto: Biro Media Kreatif

Walikota Rizal Effendi mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 UM melalui pesan daring. Foto: Tangkapan layar

Walikota Rizal Effendi mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 UM melalui pesan daring. Foto: Tangkapan layar

Kepala LLDIKTI XI Kalimantan Prof. Udiansyah mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 melalui pesan daring, Jumat (18/12). Foto: Tangkapan layar

Kepala LLDIKTI XI Kalimantan Prof. Udiansyah mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 melalui pesan daring, Jumat (18/12). Foto: Tangkapan layar

Ia menceritakan pengalamannya sebagai pendiri lembaga pendidikan di Surabaya menjadikannya pelajaran yang sangat berharga. Pengalaman itu ia gunakan untuk mengembangkan sayap di Balikpapan dan Samarinda dengan mendirikan lembaga pendidikan formal.

“Memang, pendirian perguruan tinggi ini bermula dari lembaga pendidikan belajar, kemudian lembaga kursus setara diploma satu saat itu,” ungkapnya. Namun seiring dengan perkembangan dan peningkatan lembaga, ia bertekad untuk terus mengembangkan pendidikan di Kota Balikpapan.

Ketika muncul gagasan mendirikan Universitas Mulia, ia mendapat tantangan banyak orang. “Jangan dipikir dulu tidak sempat, tidak bisa, karena pikiran itu jika hasilnya baik (husnudzan), maka semua akan ikut mengarah kepada yang baik,” ungkapnya. Ia bersyukur bahwa cara berpikirnya itu tidak ada kata menyerah.

“Ya kalau gagal ya sudah, tidak diteruskan. Maka Universitas Mulia ini saya teruskan, kadang orang tidak realistis,” ungkapnya.

Hingga saat izin operasional tersebut turun di tahun pertama, ia langsung bertekad meningkatkan Sumber Daya Manusia atau SDM dengan memberikan tugas belajar kepada beberapa dosen muda setiap tahun, baik tugas belajar jenjang Sarjana, Magister, maupun program Doktor.

“Tiap tahun harus ada yang ditugaskan program Doktor, jangan kosong, karena kualitas kita ini bagus,” tegasnya. Ia bertekad agar SDM yang ada di Universitas Mulia semakin meningkat dan semakin berkualitas.

Sementara itu, ucapan selamat Dies Natalis datang dari orang nomor satu di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi. Secara singkat Walikota mengucapkan selamat dan sukses kepada civitas academica yang merayakan Dies Natalis ke-2.

Walikota juga berharap Universitas Mulia terus memberikan kontribusi yang terbaik sebagai sumbangsih nyata kepada Kota Balikpapan dalam mewujudkan visinya menjadi global technopreneurship campus, menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter untuk mendukung pembangunan di Era Industri 4.0.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI XI Wilayah Kalimantan Prof. Udiansyah, mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-2 Universitas Mulia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan mengucapkan selamat Dies Natalis ke-2 Universitas Mulia Balikpapan. Semoga bertambah maju dan jaya! Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” tutur Prof. Udiansyah.

Ucapan selamat juga datang baik dari penjabat maupun kepala divisi di lingkungan Yayasan Airlangga dengan memberikan semangat untuk terus berkarya. (SA/PSI)

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

UM – Dalam rangka Evaluasi Rencana Program Kerja tahun 2021, Yayasan Airlangga Group menggelar Pra Rapat Kerja atau Pra Raker selama tiga hari, 17-19 Desember 2020. Pra Raker berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Damai Sejahtera Balikpapan.

Pra Raker yang memiliki tema Dengan Sistem IT Terintegrasi serta tersedianya SDM Berkualitas, Kita Wujudkan Percepatan Institusi Berbasis Digital yang Tangguh dan Kompetetif ini, diikuti seluruh Divisi, baik Divisi Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMKTI Airlangga Samarinda, maupun Divisi Pendidikan Tinggi yakni Universitas Mulia.

“Kita akan gunakan Pra Raker ini untuk mendalami agar apa yang kita putuskan dalam Raker nanti siap untuk satu tahun ke depan,” tutur Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Ia berharap, satu tahun ke depan akan menjadi batu loncatan atau Milestone rencana jangka panjang lima tahunan atau sepuluh tahunan.

Ia menambahkan, setiap divisi pendidikan di Yayasan Airlangga memiliki rencana pengembangan pendidikan masing-masing. “Misalnya, jika sebelumnya murid menerima nilai kemudian lulus itu sudah cukup, tapi sekarang tidak cukup, setelah lulus mereka ditanya akan kemana, akan ditanyakan sesuai kompetensinya atau tidak, sesuai dengan kuliahnya atau tidak,” tuturnya.

Pak Agung mengingatkan kepada seluruh pendidik yang diberi amanah di lingkungan Yayasan Airlangga untuk juga memikirkan lebih dalam luaran lulusan atau Outcome pendidikan, yakni dampak jangka panjang dari pendidikan, misalnya, lulusan melanjutkan pendidikan lebih lanjut, lulusan memiliki prestasi dan pelatihan berikutnya, kesempatan kerja, penghasilan serta prestise lebih lanjut.

“Jadi, bukan sekadar lulus berarti kemudian sudah selesai, tapi juga harus ditelusuri. Itu yang akan menjadi rekomendasi ke depan Pra Raker,” ungkapnya. Ia menambahkan, hal itu perlu dilakukan mengingat pendidikan itu sepanjang hayat.

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Pengurus Yayasan Airlangga. Foto; Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Tinggi Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta dari Divisi Pendidikan Menengah. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Pra Rapat Kerja Yayasan Airlangga, 17-19 Desember 2020, di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Foto bersama Panitia Raker 2020 dengan Pengurus Yayasan Airlangga. Foto: Biro Media Kreatif

Dalam Pra Raker ini, ia berharap pada Divisi Pendidikan Menengah atau Dikmen agar berani merombak kurikulum. “Saya misalkan Matematika, ke depan sudah tidak ada Ujian Nasional, maka jika menggunakan kurikulum yang sama, maka tidak akan pernah bisa,” tuturnya.

Pak Agung mengimbau kurikulum saat ini tidak lagi menjadi acuan formalitas mengingat saat ini dunia sudah banyak berubah. “Apa solusinya? Ada tiga yang diharapkan pada pendidikan, yaitu Knowledge, Skills, dan Attitude,” ungkapnya.

“Pengetahuan Bapak/Ibu yang akan diberikan kepada siswa itu sudah ada di Internet, 80% pengetahuan mereka bisa dipenuhi melalui Internet,” tuturnya.

Ia menuturkan, sejarah negara-negara maju seperti Rusia dan Amerika berawal dari dimulainya era informasi dan kemajuan teknologi telekomunikasi.

Begitu juga dengan Skills, menurutnya, kurang lebih 50% kemampuan atau Skill seseorang bisa diperoleh dan dipelajari melalui Internet. “Ibu-ibu yang tidak bisa masak, misalnya, membedakan kencur dengan kunyit saja barangkali tidak bisa, tapi dengan Internet, mereka bisa belajar dengan cepat,” ujarnya.

Khusus untuk Attitude, menurutnya, ketersediaannya hanya 20% di Internet, itupun jika peserta didik berinisiatif mencarinya dengan sungguh-sungguh di Internet. “Melalui ceramah-ceramah, misalnya, hal-hal yang mencerahkan, cerita inspirasi,” ungkapnya.

Menurut Pak Agung, peserta didik akan mencari sisa 80% Attitude itu di sekolah. “Maka Bapak Ibu, untuk sekolah mulai SMP dan SMK, mencoba mengalihkan perhatian menuju ke arah sana, mengembangkan Attitude, bagaimana Attitude peserta didik bisa lebih bagus,” harapnya.

Untuk memenuhi materi terkait Attitude, ia berharap guru mengkombinasikan dengan pelajaran agama, budaya, etika, dan tata krama yang mengasah pada kemampuan Softskill. “Sederhananya begini, kita tidak menuntut anak harus hafidz Al-Quran 30 juz, tidak. Cukup juz 30 saja, tapi lebih esensi,” tuturnya.

Bagi siswa yang tidak mampu menghafal juz 30, misalnya, juga diperbolehkan kurang dari itu. “Itu untuk modal kehidupan mereka, maksudnya meski ia mampu belajar sedikit, tapi jangan melupakan esensi, begitu juga dengan mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran yang lain,” harapnya.

Selain itu, Pak Agung juga berharap pada Divisi Pendidikan Tinggi untuk mengoptimalkan produk intelektualnya dan dikembangkan secara berkelanjutan. Diperkuat dengan memiliki basis data yang lengkap dan mampu menciptakan inovasi.

“Universitas Mulia itu ada inkubator bisnis, di bawahnya itu ada Smart RT, ada Coding School, kemudian ada Airlangga Training Center, Entrepreneur, untuk membuka kembali semua produk intelektual perguruan tinggi agar bisa didaur ulang dan dioptimalkan, mana yang bagus untuk bisa dikembangkan lagi, jadi bukan sekadar membuat dan selesai begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker Yusuf Wibisono, S.E.,M.T.I mengatakan hari pertama Pra Raker mendengarkan paparan Road Map atau Peta Jalan Pengembangan Universitas Mulia, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kemudian diikuti paparan Dekan masing-masing, mulai dari Fakultas Humaniora dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, PSDKU Samarinda, LP3M, LSP, BPM, Inkubator Bisnis dan Marketing. (SA/PSI)

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Universitas Mulia memiliki penjabat baru dan melakukan pengangkatan dosen tetap maupun pegawai tetap. Acara seremoni penyerahan Surat Keputusan ini digelar sederhana, bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (12/12).

Sehari sebelumnya, Universitas Mulia juga melakukan pengangkatan Kepala Kantor PSDKU Samarinda yang baru, dari Ir. Riyayatsyah, M.P. digantikan Muhammad Yani, S.Kom., M.TI.

Menurut Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa tujuan pengangkatan ini untuk menguatkan sinergi antara PSDKU Samarinda bersama dengan Divisi SMK TI Samarinda untuk meningkatkan pengembangan kelembagaan.

“Diharapkan dengan pimpinan yang sama, dalam satu tahun ini saya berharap bisa bersinergi. SDM-nya bisa bersinergi,” tuturnya. Dengan begitu, ia berharap secara kelembagaan Kantor Samarinda semakin maju dan berkembang.

Sementara itu, di Kampus Utama Balikpapan, Rektor mengangkat penjabat sementara atau Pjs Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Ketenagaan kepada Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P, M.Eng. menggantikan (alm) Ir Sigit Sigalayan, M.P yang wafat pada Mei yang lalu. Sedangkan Pjs Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional diamanatkan kepada Richki Hardi, S.T., M.Eng. menggantikan Ir. Mohamad Adriyanto, M.Sc.

“Kita berharap orang-orang yang mengisi tempat itu bisa mengoptimalkan, tentu tidak mudah dalam keadaan (wabah Covid-19) seperti ini mengoptimalkan (kerja) tanpa tatap muka,” ungkapnya.

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dari kiri kekanan,Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Penelitian Inovasi dan Kerjasama Internasional Richki Hardi, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Mundzir, S.Kom., M.T., Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H, Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, S.E., M.TI, dan Penjabat sementara Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Ketenagaan Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng. usai acara, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dosen Dan Pegawai Tetap bersama Rektor, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Dosen Dan Pegawai Tetap bersama Rektor, Sabtu (12/12). Foto: Biro Media Kreatif

Penjabat baru Kepala Kantor Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.TI bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, SE., M.TI di Samarinda, Jumat (11/12). Foto: Istimewa

Penjabat Kepala Kantor Samarinda Muhammad Yani, S.Kom., M.TI bersama Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. dan Wakil Rektor Bidang Akademik Yusuf Wibisono, SE., M.TI di Samarinda, Jumat (11/12). Foto: Istimewa

Menurutnya, tugas Wakil Rektor II akan mengelola keuangan dan meningkatkan pengembangan SDM atau ketenagaan. “Keuangan nanti akan di-handle Ibu Elsa, tapi untuk Ketenagaan fokus membuat strategi agar SDM kita makin berkualitas,” tuturnya.

Ia berharap SDM yang dimiliki Universitas Mulia memiliki karir yang makin meningkat seiring dengan pertumbuhan lembaga. “SDM kita harus ditingkatkan, bahkan sampai kepada (pegawai) security,” ungkap Rektor.

Ia menerangkan, selama ini pendekatan yang dilakukan dalam pembinaan pegawai adalah dengan pendekatan humanis. “Sebenarnya mudah saja menggunakan outsourcing, tapi ini tentu berbeda dengan pendekatan kita selama ini yaitu humanis,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui perekrutan pegawai profesional juga diperlukan untuk mendorong pegawai lainnya meningkatkan profesionalisme. Pegawai didorong untuk mengembangkan keterampilan maupun keahlian melalui pelatihan maupun training pengembangan karir.

Selain peningkatan profesional pegawai, Rektor juga berharap pengembangan SDM juga untuk mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM. “Saya berharap mahasiswa itu aktif memanfaatkan fasilitas yang ada di sini,” tuturnya.

“Baru beberapa waktu yang lalu saya masih berkeinginan fokus hanya pada SDM saja. Tapi kalau hanya SDM saja itu masih tidak murah. Kita masih kekurangan lahan, gedung yang ada ini masih kurang laboratorium, kurang yang lain, maka Insyaallah kita akan tambah lagi,” tutur Rektor.

Pada kesempatan ini, Rektor menyerahkan SK Kepegawaian kepada satu orang Dosen Tetap dan empat orang Pegawai Tetap. Kepada pegawai yang diberikan amanat, Rektor berpesan agar membuat nyaman bekerja. “Ingat, tempat ini pekerjaan yang paling mulia. Posisi paling mulia itu pekerjaan di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, itu hal-hal yang bagus,” pungkasnya. (SA/PSI)

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

UM – Rapat Koordinasi Yayasan Airlangga pada hari ketiga pagi ini diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta, baik dari pimpinan Divisi Pendidikan Menengah (Dikmen) maupun Divisi Pendidikan Tinggi (Dikti) di lingkungan Yayasan Airlangga. Senam bersama berlangsung di lapangan basket, tepatnya di belakang Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Sabtu (5/12).

Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. sekaligus Rektor Universitas Mulia tampak antusias mengikuti senam bersama yang dipimpin instruktur. Dalam sambutannya, Pak Agung, begitu media ini menyapa, senang sekaligus mengapresiasi jalannya senam pagi yang berlangsung kurang lebih 30 menit.

“Bapak Ibu, terima kasih hari ini tidak biasanya kita melaksanakan senam pagi bersama-sama. Biasanya kita kalau ketemu berkumpul bersama ini di dalam rapat atau rakor. Mudah-mudahan kegiatan kita pagi ini mendapat kesehatan dan berkah,” tutur Pak Agung.

Sementara itu, meski gerakan instruktur pemandu yang cukup bebas dan sulit diikuti oleh peserta, tetapi justru inilah yang membangkitkan semangat peserta untuk tetap mengikuti senam bersama dengan riang gembira. Gelak tawa, teriakan, dan canda sering terdengar apabila peserta salah atau keliru dalam mengikuti gerakan pemandu.

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Tampak atas senam bersama yang diikuti pimpinan seluruh divisi di lingkungan Yayasan Airlangga, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Pemandu senam cukup lincah memandu gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Ir. Herman Widjajanto tampak tertawa kesulitan mengikuti gerakan senam, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

Peserta mengikuti gerakan bebas senam bersama, Sabtu (5/12). Foto: PSI

“Hah, senang dan capek, cukup berkeringat basah,” ujar salah satu peserta.

Usai senam bersama yang berakhir pukul 8.30 Wita, seluruh peserta mengikuti foto bersama dan rehat. Acara selanjutnya seluruh peserta berganti pakaian olah raga dengan seragam merah untuk mengikuti hari terakhir Rapat Koordinasi.

Materi hari ketiga berisi dialog umum bersama Divisi Pendidikan Menengah yang akan dipandu oleh Ir. Herman Widjajanto di ruang Executive White Campus Universitas Mulia, sedangkan Divisi Pendidikan Tinggi dipandu Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I. di Aula Kampus Cheng Ho.

Pada sesi terakhir evaluasi dan arahan persiapan Pra Raker dan Raker 2021 yang akan datang disampaikan Direktur Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H,. M.H (SA/PSI)

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

UM – Rektor Universitas Mulia bersama jajaran pada hari kedua melaksanakan Rapat Koordinasi membahas mengenai Evaluasi Kerja tahun 2020. Masih di tempat yang sama, Rakor bertempat di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Jumat (4/12).

Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa evaluasi adalah bagian yang harus dilakukan perguruan tinggi. 

“Apakah kegiatan kita selama ini sesuai yang dirancang, atau justru ada yang tidak dirancang tapi kita lakukan,” tuturnya.

Menurutnya, evaluasi juga digunakan sebagai intropeksi bahwa perguruan tinggi telah membuat rancangan kerja di awal tahun dan telah dilaksanakan dalam satu tahun ini.

“Jadi awal Januari 2020, kita telah merancang beberapa unggulan, bisa jadi tidak tertangani secara penuh karena sejak Maret sampai sekarang ada Covid-19 sehingga kita tidak mampu mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki,” ungkapnya.

Akibatnya, ia menambahkan, beberapa target program unggulan tersebut tidak mampu dicapai secara optimal melalui Laporan Pertanggungan Jawab atau LPJ.

Untuk itulah, dalam Rakor kali ini akan dipaparkan oleh masing-masing penanggung jawab terkait program unggulan yang sukses dijalankan maupun mengalami kendala. Setidaknya dalam satu hari ini, sesi pagi pertama paparan LPJ diawali penanggung jawab PSDKU Samarinda, Ir. Riyayatsyah, M.P.

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Peserta Rakor Universitas Mulia berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho, Jumat (4/12). Foto: Biro Media Kreatif

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Ir. Riyayatsyah, M.P. saat memaparkan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) PSDKU Samarinda, Jumat (4/12). Foto: PSI

Kemudian diikuti LPJ oleh Dekan Fakultas Hukum Vidy, S.S., M.Si. disusul Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ivan Armawan, S.E., M.M. 

Memasuki siang hari, laporan LPJ disampaikan Kepala Badan Penjaminan Mutu Institusi (BPMI) sekaligus Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lidia Silitonga, S.E., M.Ak. dan terakhir LPJ Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Richki Hardi, S.T., M.Eng.

Meski demikian, Rektor mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan refleksi dan memastikan apakah program yang dijalankan sudah sesuai atau tidak. “Menurut saya, kita semua juga harus berani introspeksi bahwa kita belum optimal memberikan pelayanan kepada mahasiswa,” tuturnya.

“Walaupun mungkin saja perguruan tinggi kita ini sudah lebih bagus daripada perguruan tinggi yang lain, tapi kita juga bisa lebih bagus lagi,” ungkapnya optimis.

Rasa optimis ini bukan alasan mengingat Universitas Mulia sejak awal bertekad sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi informasi terdepan. “Karena kita ini orang IT, yang penelitiannya itu sebagian besar bisa dilakukan oleh orang-orang IT,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi informasi di Universitas Mulia terlihat dalam proses kegiatan belajar mengajar. “Kita berani melakukan kuliah tatap muka, berani Blended Learning, kita juga sudah melakukan penelitian, angket kepada mahasiswa, kita juga mendengarkan kesulitan mahasiswa. Artinya kita berusaha untuk lebih bagus,” tutur Rektor.

Rektor memuji Program Studi Farmasi yang lebih berani dan melakukan tanggung jawab penuh. “Saya bersyukur bahwa kita tetap sehat,” tuturnya. Rektor berharap di masa pandemik Covid-19 ini, seluruh keluarga besar Universitas Mulia selalu mendapat perlindungan, kesehatan, dan keberkahan. (SA/PSI)

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Kerja Tahun 2020 dan Rencana Program Kerja 2021 selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2020. Pelaksanaan Rakor berlangsung di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani Balikpapan.

Ketua Yayasan Airlangga Ibu Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ditujukan untuk memudahkan evaluasi dengan memberi kesempatan pada setiap devisi mengumpulkan data dan mengevaluasi kinerja tahun 2020. “Dan juga untuk membuat rencana kerja tahun ke depan,” tutur Ibu Mulia.

Ibu Mulia mengatakan, di awal masa pandemik Covid-19 saat ini, tantangan bekerja dengan tatap muka menjadi sangat penting mengingat karyawan bekerja dari rumah (Work from Home) yang sulit untuk dipantau.

“Tapi Yayasan tidak melihat bahwa hal ini mengurangi kinerja masing-masing karyawan, dan Yayasan tetap memberi appreciated atas kinerja masing-masing, di situ akan diberikan hasil evaluasi kinerja masing-masing,” tuturnya.

Selama memasuki masa pandemik, menurut Ibu Mulia banyak perusahaan yang justru mengurangi karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Tetapi di Yayasan, (PHK) itu tidak berlaku. Kita tetap mendukung seperti semula dengan memberi semangat kepada setiap karyawan yang bekerja di bawah naungan Yayasan Airlangga. Tak sedikit pun pemotongan (gaji) yang dilakukan oleh Yayasan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

Foto bersama peserta Rapat Koordinasi Devisi Pendidikan Menengah bersama Pengurus Yayasan Airlangga di Aula Kampus Cheng Ho Universitas Mulia, Kamis (3/12). Foto: Media Kreatif

“Ya, meskipun banyak juga 10% karyawan yang mengalami kekurangan gairah sehingga membuat mereka tidak bersemangat,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kadang ditemukan karyawan yang tidak hadir. Terhadap karyawan tersebut, Ibu Mulia menuturkan Yayasan tetap memberikan semangat agar karyawan terus meningkatkan diri.

“Yayasan terus memberi semangat bahwa itu adalah manusiawi,” tuturnya. Meski demikian, ia berharap tindakan karyawan tersebut tidak berlangsung terus menerus. “Karena kita adalah Yayasan (yang bergerak di bidang) pendidikan, maka kegiatan kita adalah layanan,” tegasnya.

Menurut Ibu Mulia, karyawan Yayasan Airlangga memiliki tanggung jawab terhadap anak didik, peserta didik, siswa-siswi maupun mahasiswa. Karyawan didorong untuk selalu mentaati dan mengindahkan peraturan yang telah ditentukan, berusaha untuk terus disiplin dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi meskipun tidak mengindahkan, tidak disiplin, tidak loyal, tetapi Yayasan akan tetap memaafkan, semoga menjadi pembelajaran bagi diri pribadi masing-masing,” tuturnya.

“Mungkin ke depan Yayasan tidak dipimpin Ibu lagi, tetapi Yayasan akan terus mendukung karyawannya untuk bekerja lebih giat dan lebih loyal,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Yayasan memiliki motto humanis yang berarti tetap akan memperhatikan karyawannya. “Dan Ibu akan sedih kalau ada karyawannya yang tidak lagi bisa bergabung dengan kami dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Ia mengatakan, Yayasan merasa bersyukur dengan tidak mengurangi penghargaan dan berterima kasih kepada karyawan yang pernah bergabung mengembangkan Yayasan.

Sementara itu, di hari pertama pelaksanaan Rakor diikuti oleh Devisi Pendidikan Menengah di lingkungan Yayasan Airlangga, yakni SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, dan SMKTI Airlangga Samarinda.

Rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti pada Praraker yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Desember 2020 mendatang.

“Nah, pada tanggal 18 Desember nanti adalah Dies Natalis Universitas Mulia, jadi meskipun masih berusia muda, istilahnya masih berdaun satu atau dua, tapi bagaikan aglonema yang berharga. Untuk itu, marilah kita sama-sama saling menjaga, menumpahkan segala kemampuan kita, semua itu diniatkan untuk ibadah agar menjadi barokah,” pungkasnya.(SA/PSI)

Cover Sidang Terbuka dan Wisuda Sarjana dan Diploma ke-II Universitas Mulia, Sabtu (31/10). Foto: YouTube

UM – Universitas Mulia sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana dan Diploma III yang dilaksanakan daring dan luring di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (31/10) hari ini.

Tampak hadir di tempat Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Rektor Dr. H. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., Wakil Rektor Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I dan Mundzir, S.Kom., M.Kom, serta Dekan Fakultas, Keluarga Besar Yayasan Airlangga beserta sebagian dosen dan undangan.

Adapun sebagian dosen, undangan beserta orang tua wisudawan mengikuti kegiatan secara daring yang disiarkan live streaming YouTube. Termasuk Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XI Kalimantan Prof. Dr. H. Udiansyah, M.S. yang mengikuti kegiatan di kediamannya di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa dari 283 wisudawan kali ini, lebih dari 50% telah mendapatkan pekerjaan. Dari tracer study diperoleh data hampir 70% telah bekerja sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari di kampus.

Berdasarkan tingkat keselarasan diperoleh angka 85,5% bekerja sesuai atau lebih tinggi dari jenjang pendidikan. Sisanya 14,5% bekerja belum sesuai dengan jenjang pendidikan. “Tentu ini merupakan data yang menggembirakan kita semua,” tutur Rektor.

Rektor Dr. H. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., saat memberikan sambutan dalam Sidang Terbuka dan Wisuda Sarjana dan Diploma ke-II Universitas Mulia, Sabtu (31/10). Foto: YouTube

Rektor Dr. H. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Diploma ke-II Universitas Mulia, Sabtu (31/10). Foto: YouTube

Prosesi Sidang Terbuka dan Wisuda Sarjana dan Diploma ke-II Universitas Mulia dengan protokol kesehatan dan peserta wajib test rapid, Sabtu (31/10). Foto: YouTube

Prosesi Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Diploma ke-II Universitas Mulia dengan protokol kesehatan dan peserta wajib test rapid, Sabtu (31/10). Foto: YouTube

“Wisuda tahun ini terdapat 34% lulusan dengan predikat Cum Laude atau dengan pujian, 64% sangat memuaskan, dan 2% memuaskan,” ungkapnya.

Dari data tersebut, lulusan tepat waktu Diploma-3 sebanyak 91% dan 64% lulusan S1.

“Masa studi paling cepat dicapai adik kita Saudari Arifah Syafira dari Program Studi Informatika dalam waktu 3 tahun 5 bulan. Sedangkan IPK tertinggi 3,86 dari Prodi Informatika,” ungkap Pak Agung.

Secara keseluruhan rata-rata IPK lulusan tahun ini sebesar 3,42.

Menghadapi tantangan global ke depan, Rektor berpesan kepada para wisudawan agar terus belajar dan berkarya. “Peluang untuk berkarya di ibukota baru sangat terbuka, akan muncul kebutuhan besar untuk berkontribusi pikiran dan tenaga,” tuturnya.

Untuk itu, Rektor berharap agar lulusan mampu berkomitmen dalam bekerja, cerdas secara sosial, berani melakukan inovasi, produktif dalam bekerja, jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban.

“Pesan saya, jangan lupa kalian bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berterima kasih kepada orang tua, keluarga, dan kepada seluruh dosen, tenaga administrasi, dan semua orang yang pernah terlibat dalam pembelajaran,” tuturnya.

Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie, S.E. mengatakan bersyukur kepada seluruh pihak atas terselenggaranya pendidikan tinggi di lingkungan Yayasan Airlangga, khususnya di Universitas Mulia.

“Dalam beberapa bulan ini kita dipaksa untuk menerima kondisi normal baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya,” tutur Ibu Muli, panggilan akrab Ibu Mulia Hayati.

Kondisi normal baru ini dipicu adanya pandemi Covid-19 yang merubah kegiatan belajar tatap muka menjadi daring. “Tapi kita patut bersyukur hal ini bisa kita lakukan meski harus mengikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan saat ini Kota Balikpapan dan di seluruh dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Untuk itu,  pemerintah kota tidak main-main menanggulangi bencana non-alam ini.

Untuk itu, ia berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan selalu menjaga protokol kesehatan dengan baik. (SA/PSI)

Seremoni penyerahan SK Pegawai oleh Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti kepada pegawai, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

UM – Yayasan Airlangga menyelenggarakan seremoni penyerahan Surat Keputusan tentang perubahan status kepegawaian kepada pegawai masing-masing. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kampus Cheng Hoo Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani BDS Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (23/10) pekan lalu.

Acara dibuka Ketua Yayasan Airlangga Mulia, Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti. Dalam sambutannya menyebut bahwa saat ini banyak perusahaan di dunia melakukan pemangkasan pegawai untuk beradaptasi melakukan penyesuaian di musim pandemi.

“Dalam masa pandemi ini banyak perusahaan besar maupun kecil yang berhenti, kita patut bersyukur di sini semua masih bisa beraktivitas, bekerja, berolahraga menjaga kesehatan,” tutur Ibu Muli, sapaan akrab Ibu Mulia.

Meski demikian, Ibu Muli mengingatkan agar para pegawai di lingkungan Yayasan Airlangga untuk selalu berhati-hati dalam bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika beraktivitas di kampus maupun sekolah.

Menurut informasi yang diterima media ini, tercatat sebanyak 15 orang telah diangkat sebagai guru, dosen, karyawan, baik berstatus tetap maupun kontrak. Sedangkan karyawan harian atau magang sebanyak 12 orang. Seluruh pegawai maupun karyawan harian berasal dari Universitas Mulia, SMK Airlangga, SMK Kesehatan Airlangga, dan SMP Plus Airlangga Balikpapan.

Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti Ketua Yayasan Airlangga memberikan sambutan penyerahan SK pegawai, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti Ketua Yayasan Airlangga memberikan sambutan penyerahan SK pegawai, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Seremoni penyerahan SK Pegawai oleh Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti kepada pegawai, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Seremoni penyerahan SK Pegawai oleh Ibu Hj. Mulia Hayati Devianti kepada pegawai, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Foto bersama Karyawan Harian dan Magang Yayasan Airlangga, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Foto bersama Karyawan Harian dan Magang Yayasan Airlangga, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Peserta seremoni penyerahan SK pegawai di lingkungan Yayasan Airlangga, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Peserta seremoni penyerahan SK pegawai di lingkungan Yayasan Airlangga, Jumat (23/10). Foto: Nadya, Biro Media Kreatif

Sementara itu, Manager Pendidikan Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa pandemi Covid-19 awal masuk ke Indonesia membuat masyarakat cemas dan takut.

“Pada bulan Maret April saat itu banyak yang merasa cemas dan ketakutan, padahal waktu itu masih sedikit. Tapi sekarang orang sudah ramai bekerja, padahal wabah meningkat. Artinya manusia itu cepat beradaptasi,” tuturnya.

Rektor Universitas Mulia ini mengatakan bersyukur pada masa pandemi ini tidak ada pengurangan pegawai atau karyawan. “Selama pandemi ini tidak akan mengurangi karyawan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini karena kondisi dan keadaan sudah mulai membaik, terlebih Kota Balikpapan akan menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 pada bulan Desember mendatang.

Ia berharap karyawan, guru, dan dosen dapat terus meningkatkan karya dan kontribusinya untuk membangun Kota Balikpapan. Saat ini, Universitas Mulia memiliki beberapa program yang akan dan sedang dikembangkan.

“Apa yang akan dilakukan? smartRT, terus kemudian APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta), entrepreneurship, kemudian UM-TV terus dikembangkan sehingga semakin berkualitas,” tuturnya.

Ia berharap, seluruh pegawai tidak berhenti pada karya yang dihasilkan sekadar untuk memenuhi kewajiban saja, tetapi juga terus dikembangkan secara berkelanjutan agar lebih bermanfaat lebih luas. (SA/PSI)

UM–  Berbagai terobosan kini sedang dipersiapkan Universitas Mulia (UM) guna melahirkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Melalui RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) Universitas Mulia akan menciptakan banyak program guna mendukung mahasiswa agar dapat mengekspresikan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki.

Direktur RubiX Irfan Ananda Pratama S.A M.A menuturkan, RubiX hadir sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk menuangkan semua ide kreatif yang dimiliki. “Kami akan membantu seluruh mahasiswa yang memiliki ide bisnis apapun. Kami akan berikan mentoring, pelatihan hingga workshop untuk mereka, hingga mereka nanti dapat berkembang dengan sendirinya,” tutur Irfan.

Bahkan melalui RubiX, pihaknya siap mencarikan investor sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa. “Hingga mereka punya mental untuk berkembang dengan timnya sendiri,” ujarnya.

“Ini juga agar para mahasiswa memiliki mental bisnis. Karena kita sebagai teknopreneur kampus, sebagai entrepreneur, bukan waktunya berpikir sebagai karyawan, melainkan memiliki pemikiran untuk berbisnis,” tambahnya.

Dalam RubiX nantinya, kata Irfan, ada lima program yang akan dijalankan. Mulai dari Smart RT yang saat ini sudah dibangun oleh Universitas Mulia, kemudian Airlangga Training Center, lalu ada UM TV, teknopreneur and entrepreneur dan terakhir yakni Coding School.

Untuk yang pertama, Irfan menjelaskan, terkait Smart RT saat ini sudah berjalan, dimana telah memiliki tim khusus dan sudah dalam tahapan lanjut, tinggal mengaplikasikan ke masyarakat. “Dalam waktu dekat, kami harapkan Smart RT ini segera dirilis, dan dapat dialokasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Kemudian terkait ATC, kata Irfan, juga sudah memiliki tim sendiri dimana dirinya sebagai pengawas akan membantu terkait pembuatan kurikulumnya. “Di ATC ini, pada tahapan awal ini kami menargetkan dosen-dosen UM serta guru-guru yang ada di Yayasan Airlangga untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris-nya. Jadi bagi yang merasa masih kurang akan kita berikan platihan,” kata Irfan.

Dia menuturkan penting bagi internal Universitas Mulia maupun Yayasan Airlangga untuk memiliki kemampuan bahasa Inggris, ini agar selain mahasiswa serta para pelajar, seluruh yang ada di lingkungan yayasan dapat memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa asing. “Setelah itu baru kita akan menargetkan umum yakni mahasiswa harus bisa berbahasa Inggris. Dan kedepannya target saya, agar mahasiswa UM saat akan lulus harus disertai dengan nilai toefl-nya. Dan itu akan kami yang keluarkan,” terangnya.

Pemaparan RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) dihadiri oleh Dosen Universitas Mulia (13/10/20200

Pemaparan RubiX (Ruang Bisnis dan Ekspresi) dihadiri oleh Dosen Universitas Mulia (13/10/2020)

Sementara terkait UM TV, Irfan menyebut program ini memang sudah berjalan dan cukup lama, dimana sudah dilengkapi dengan youtube channel. Namun terkait konten untuk saat ini masih standar, karena baru berfokus pada lingkungan Yayasan Airlangga. Itu sebabnya konten yang dihadirkan lebih berkaitan dengan edukasi. “Untuk itu, kedepan kita akan buat dengan menghadirkan suasana baru yakni menghadirkan entertainment atau hiburannya. Edukasi akan tetap ada namun akan kita balut dengan cara yang lebih menghibur dan kekinian,” bebernya.

“Untuk awal, kita akan mencoba dari mahasiswa, agar mahasiswa dapat ikut tertarik dengan konten yang kita hadirkan. Intinya kita akan mencoba menghadirkan konten yang lebih banyak dan lebih menarik. Mungkin seperti podcast, dimana kita nanti bisa menghadirkan influencer untuk ngobrol santai. Atau untuk edukasi kita undang para ahli atau semacamnya untuk berbagi informasi dibidang tertentu,” sebutnya.

Kemudian berkaitan dengan program Teknopreneur and Entrepreneur, tambah Irfan, ini yang sebenarnya menjadi pusat dari inkubator bisnis. “Disini kedepannya akan kita buatkan program bagi mahasiswa yang memiliki ide-ide startup atau bisnis apapun itu yang bisa membangun kota Balikpapan. Kita akan membantu mahasiswa, mulai dari tahap awal seperti menghadirkan orang-orang berpengalaman untuk membantu mengembangkan bisnis hingga akan kita perkenalkan pula dengan pihak-pihak dari industri yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Untuk Teknopreneur and Entrepreneur ini lanjut Irfan, saat ini programnya sedang dalam tahap perancangan. “Kami harapkan mahasiswa nanti akan antusias menyambut ini. Selama tiga bulan awal ini, kami sedang membangun program hingga kurikulumnya,” terang Irfan.

Nantinya bagi mahasiswa yang tertarik bisa bergabung bersama RubiX dan pihaknya juga akan libatkan para dosen. “Disini akan kita lihat seberapa besar kemauan para mahasiswa untuk berbisnis. Dan setelah itu kami akan latih mereka, mentoring mereka, hingga mendatangkan orang-orang berpengalaman untuk bisa mengarahkan mereka ke dunia bisnis,” pungkasnya. (mra)

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Civitas Akademika Universitas Mulia Berduka. Kamis (21/5) pukul 10.10 wita Ir. H. Sigit Sigalayan, M.P. Wakil Rektor II Universitas Mulia telah berpulang Rahmatullah.

Beliau adalah sosok seorang pria yang bijaksana, mandiri, penuh semangat dan bersahabat.

Segenap keluarga besar Universitas Mulia sangat kehilangan sosok almarhum, dan mendoakan semoga diampuni segala dosanya dan amal ibadahnya diterima Allah SWT, serta keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Aamiin.

Selamat jalan Pak Sigit Sigalayan..