Pos

Foto bersama Thafidz Qur'an Putra Masjid Istiqamah

UM – Masih dalam rangkaian program Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melaksanakan Pengabdian Masyarakat di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah dan PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan, Sabtu, (21/11).

Foto bersama Thafidz Qur'an Putri Masjid Istiqamah

Foto bersama Thafidz Qur’an Putri Masjid Istiqamah

Dipusatkan di aula Masjid Istiqomah, kegiatan yang mengusung tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE itu, diisi oleh para dosen dengan beberapa materi.

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Kana Kurnia memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Okta Nofia Sari memberikan materi dari sisi hukum

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

Lisda Hani sebagai moderator pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai pemateri dari sisi Hukum disampaikan oleh Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Okta Nofia Sari S.H.,M.H dan Dosen Hukum Universitas Mulia Balikpapan Kana Kurnia, S.H., M.H. Sementara materi dari sisi Enterpreneur disampaikan oleh Plt Dekan FEB Ivan Armawan S.E., M.M. Dan terkait sisi IT disampaikan oleh Dekan FHK Vidy, S,S.M.Si. Juga hadir sebagai moderator dosen serta Sekretaris Prodi PG-PAUD Lisda Hani, S.Ag., M.Pd.

Okta Nofia Sari mengatakan, usai melakukan pengabdian masyarakat dengan menyasar UMKM, kali ini kegiatan dilanjutkan dengan menyasar peserta didik Tahfidz Al Qur’an. “Jadi ini merupakan kelanjutan dari program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimana kali ini kita menggabungkan dua Fakultas, yakni FHK dan FEB,” katanya.

Okta menjelaskan, diangkatnya tema Aspek Hukum Terhadap Pembelajaran Daring dan Peningkatan Entrepreneur Berdasarkan Undang-Undang ITE, karena di situasi pandemi saat ini, banyak anak-anak sekolah menggunakan media pembelajaran melalui media informasi dan elektronik. “Namun disini kita mengemasnya ialah dengan cara bagaimana mengarahkan mereka untuk jauh lebih berhati-hati dalam menggunakan platform yang ada,” jelasnya.

Adapun materi-materi yang diberikan katanya, untuk sisi hukum, pihaknya menekankan tentang apa saja kegiatan yang boleh dilakukan di ruang cyber speed, lalu sanksi pidana dan pelanggaran yang dilakukan. “Terkait pengamanan data kami juga sempat menyampikan. Kemudian dikaitan pula dengan materi entrepreneur. Disini kita mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi mandiri, mempersiapkan mereka untuk membuka peluang usaha melalu media sosial ataupun media informasi dan transaksi elektronik lainnya,” terangnya.

Okta menyebut kegiatan yang menyasar peserta didik ini telah menjadi agenda yang kedua, dimana sebelumnya pihaknya sudah melakukan pengabdian masyarakat di SMK Setia Budi pada Februari lalu. “Saat itu kami mengusung tema Stop Bullying Lawan dengan Prestasi,” sebutnya.

Terkait pemberian materi kepada peserta didik di lingkungan Ma’had Tahfidz Istiqamah, Okta menambahkan, para peserta yang berusia 14-16 tahun itu terlihat tampak begitu antusias. Mereka, katanya begitu antusias saat mendengarkan materi yang dipaparkan mulai dari aspek hukum hingga enterpreneurnya.

“Apalagi diselipkan pula materi terkait cyber bullying. Disitu mereka antusias mendengarkan dan bertanya terkait tindakan apa saja yang dimasukan dalam kategori cyber bullying. Bahkan ada yang bertanya terkait maraknya sosial media yang tidak suka salah satu konten hingga konten itu ingin diretas. Kemudian pertanyaan dari sisi enterpreneur juga diajukan para peserta didik terkait bagaimana pengembangan tentang pemasaran produk di masyarakat,” tuturnya.

Okta melanjutkan, nantinya program ini akan terus berlanjut, dimana pihaknya saat ini sudah merencanakan penelitian di salah satu tahfis quran lainnya. “Karena saat ini yang bisa dijangkau hanya thafis quran, jadi untuk sementara target kita ke sini, sementara sekolah akan kita lakukan setelah kegiatan di sekolah kembali normal dan dibuka,” katanya.

Dirinya pun berharap dengan adanya pemberian materi ini dapat menambah ilmu mereka. “Karena selain mereka belajar agama, mereka juga bisa tetap paham terkait penggunaan IT. Mungkin saja mereka kedepannya akan melanjutkan program itu melalui media sosial, dimana itu harus digunakan dengan bijak dan cermat,” harapnya. (mra)

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

UM – Tidak terasa saat ini dunia memasuki babak baru Era Industri 4 dan Masyarakat 5. Munculnya Pandemi Covid-19 memaksa umat manusia berubah dan beradaptasi dengan cepat. Imbasnya, model pembelajaran yang dulunya konvensional, kini disrupsi dan harus menyesuaikan. Bagaimana lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren merespon perubahan ini?

“Ya, kita harus hadir untuk membantu lembaga pendidikan konvensional seperti pesantren ini agar tidak tertinggal kemajuan zaman dan teknologi,” tutur Subur Anugerah, S.T., M.Eng. dosen Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia.

Menurutnya, pesantren selalu serius dan fokus dalam pendidikan agama Islam dan pengembangan karakter. Namun, di zaman yang penuh perubahan dan ketidakpastian ini, pesantren diharapkan tetap berdiri dan mampu melaksanakan misi dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan agama dan pengembangan karakter.

“Bagaimana model pembelajaran pesantren yang sejak dulu sangat unggul dalam memberikan pendidikan, melalui uswatun hasanah, teladan guru dan kyai secara langsung, kini harus tetap bisa mengikuti perkembangan zaman di tengah wabah Covid-19,” tuturnya.

Ia mengatakan, misi dan fungsi pesantren untuk melakukan transfer atau transmisi ilmu-ilmu pengetahuan keislaman (transmission of Islamic knowledge) harus tetap berjalan. 

“Pesantren juga harus menjaga dan memelihara tradisi Islam, mencetak calon ulama, hingga pemberdayaan umat,” tuturnya.

Salah satu yang juga tetap penting di era saat ini, menurutnya, adalah tetap melaksanakan penyebaran risalah Islam. 

“Nah, penyebaran risalah atau dakwah di zaman sekarang inilah, pesantren sebagai pusat pengetahuan keislaman diharapkan lebih menyentuh di tengah masyarakat. Saya rasa, masyarakat saat ini butuh referensi yang valid atau sahih, yang lebih diterima dan sejuk membumi,” tuturnya.

Menurutnya, sama seperti perguruan tinggi, pesantren saat ini perlu melakukan revitalisasi dalam menghadapi era disrupsi yang saat ini sudah terlihat nyata di depan mata. “Salah satu caranya adalah dengan memperkuat literasi religius dan literasi digital,” ungkapnya.

“Soal literasi religius, Insya Allah pesantren sudah tidak diragukan lagi keahlian dan kemampuannya, tinggal di bidang literasi digital inilah yang perlu diperkuat,” ujarnya.

Oleh karena itu, ketika datang surat dari Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan yang ingin belajar bagaimana mengelola website kepada Universitas Mulia, ia menyambut hangat dan bersedia dengan senang hati diberikan tugas memberikan pelatihan. 

Pelaksanaan pelatihan itu sendiri digelar di Ruang Multimedia SMA/SMP IT TSG, Jalan Guntur Damai RT 38 Gunung Sari Ulu Balikpapan Tengah, Selasa (17/11). Pelatihan diikuti 22 orang peserta terdiri dari guru dan ustaz.

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesnatren Bairuha saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ustadz Suwondo Ketua Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan saat memberikan sambutan pada pelatihan Mengelola Website, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Foto bersama usai pelatihan mengelola website bagi pesantren di Balikpapan, Selasa (17/11). Foto: Istimewa

Ketua Pondok Pesantren Bairuha Ustaz Suwondo mengatakan saat ini banyak pesantren yang fasilitasnya jauh lebih kecil tetapi mampu mengembangkan diri di tengah era informasi.

“Tetapi karena rajin di dunia maya, terus meng-update perkembangan sekolahnya, perkembangan pesantren, ya alhamdulillah trennya selalu naik, mendapat apresiasi dari masyarakat, bahkan perusahaan memberikan dukungan, dampaknya kemitraan dengan pesantren semakin naik,” tutur Ustaz Suwondo.

Ustaz Suwondo berharap dengan pelatihan mengelola website ini, pemberdayaan guru maupun ustaz di media sosial maupun website membawa dampak positif untuk perkembangan pesantren di masa yang akan datang.

Dalam pelatihan ini, materi yang disajikan antara lain menentukan arah atau tujuan website berdasarkan visi misi pesantren dan bagaimana membuat konten yang mendukung visi dan misi, baik berupa teks, foto, video, sulih suara, maupun gabungan antara teks dan konten lainnya.

“Dari sini kita bisa mengetahui apa saja konten yang nantinya harus tersedia di dalam sebuah website pesantren, setelah itu menentukan siapa yang akan bertugas mengisi konten tersebut, siapa juga yang akan bertugas mengelola seluruh konten,” ujar Subur Anugerah saat memberikan pelatihan.

Meski demikian, lanjutnya, waktu yang tersedia untuk pelatihan sangat terbatas, sedangkan materi pelatihan yang bersifat teknis membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika dilaksanakan penuh, ia khawatir pelatihan akan berlangsung beberapa hari. 

“Untuk mengejar waktu, pelatihan ini bersifat praktis, beberapa peserta yang didominasi guru dan ustaz ini sudah ada yang mahir membuat konten berita foto dan video. Bahkan salah satu peserta membuat berita video dengan cepat, berisi kegiatan pelatihan meski tanpa keterangan dan sulih suara,” ujarnya.

“Artinya, secara teknis sebenarnya peserta sudah mampu memanfaatkan tools dan perangkat videografi, juga termasuk fotografi menggunakan DSLR yang digunakan peserta. Ini modal awal yang bagus sekali,” ujarnya.

Untuk itulah, di akhir pelatihan, ia akan memberikan sertifikat sebagai penghargaan bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan mengerjakan tugas pekerjaan rumah membuat konten. 

“Ya, tentunya konten pendidikan, ada muatan edukasinya, bukan konten berita kegiatan seperti biasa pada umumnya. Peserta boleh memilih apakah membuat naskah berita teks, berita foto, berita video, atau gabungan keduanya, boleh dengan gaya straight news yang sudah diberikan contoh dan template-nya, boleh juga features, sesuai dengan minatnya,” tutupnya. (SA/PSI)

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

UM – Dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda Muhammad Yani, S.Kom. M.T.I kembali memberikan bimbingan teknis atau pelatihan pembelajaran dalam jaringan (daring) untuk Guru-guru Sekolah Dasar Negeri 003 Tenggarong Kutai Kartanegara selama dua hari, Senin (2/11) dan Selasa (3/11) pekan lalu.

Di hadapan 23 orang guru yang didominasi Ibu-ibu ini, Muhammad Yani menjelaskan bagaimana memanfaatkan Google Classroom secara efektif untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring Internet. Metode ini dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Seperti diketahui, saat ini di beberapa daerah di Indonesia tengah dilanda Pandemik Covid-19. Proses KBM tatap muka di kelas lebih banyak dialihkan secara daring.

Beberapa sekolah, baik di pelosok maupun di daerah, tampak belum memiliki kesiapan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

Meski pada umumnya infrastruktur jaringan Internet saat ini dinilai cukup memadai, namun beberapa pengguna mencari cara bagaimana teknologi informasi ini dapat dimanfaatkan secara efektif di dalam mendukung PJJ.

Hal inilah yang mendorong Muhammad Yani dengan sukarela terus berupaya membimbing guru, pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik, utamanya yang berada di daerah, diberikan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi.

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Foto bersama peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Guru peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Guru peserta Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Aktivitas Muhammad Yani memberikan Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Aktivitas Muhammad Yani memberikan Bimbingan Teknis menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran Daring di SDN 003 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara., Senin (2-3/11). Foto: Istimewa

Pelatihan ini merupakan bagian dari penerapan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian pada Masyarakat. Pada pelatihan ini, Muhammad Yani mengatakan ia memberikan pelatihan kepada guru bagaimana membuat kelas Virtual dengan Google Classroom.

“Materi yang disampaikan yaitu tentang membuat Kelas Virtual dengan Google Classroom, membuat Soal Penilaian Tengah Semester dan Akhir Semester menggunakan Google Formulir, dan Video Conference menggunakan Google Meet,” tutur Muhammad Yani.

Pasca pelatihan ini Muhammad Yani bersedia membantu apabila guru maupun peserta lainnya masih kesulitan dalam pelaksanaan KBM dengan Google Classroom.

Sementara itu, Kepala SDN 003 Tenggarong Seberang Nordiana, S.Pd. berharap bimbingan teknis ini dapat mengenalkan pada pengetahuan dan mengasah keterampilan baru bagi guru-gurunya. “Apalagi kondisi seperti saat ini, penerapan teknologi untuk kegiatan pembelajaran sangat diperlukan,” tuturnya.

Ia berharap, setelah pelatihan ini dapat langsung diterapkan oleh seluruh tenaga pendidik untuk membantu penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara daring.(SA/PSI)

Mahasiswa Fikom Ikut Pelatihan Uji Kompetensi

UM– Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas dan daya saing para lulusan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Mulia menggelar kegiatan Pelatihan Uji Kompetensi untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian tugas akhir.

Pelatihan uji kompetensi tersebut diikuti 22 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom)  dari Kampus Utama Balikpapan dan Kampus PSDKU Samarinda, digelar dua hari sejak Rabu, (16/9) dan Kamis (17/9).

Kepala UPT. Laboratorium Komputer Universitas Mulia, bapak Nasruddin Bin Idris., M.Kom mengatakan para mahasiswa mengikuti uji kompetensi dengan topik perancangan basis data untuk web. Tujuannya agar sebelum mengikuti uji kompetensi mahasiswa dapat memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nantinya.

“Jadi sebelum ujian kompetensi sesungguhnya dilaksanakan mereka mengikuti training terlebih dahulu, agar saat uji kompetensi sesungguhnya sudah siap dan paham,” katanya.

Bapak Nasruddin menuturkan, pelatihan ini baru pertama kali dilaksanakan untuk mahasiswa. “Karena berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya, dimana kami sudah melakukan tiga kali tahapan uji kompetensi. Ternyata hasilnya mahasiswa itu sulit menjawab karena tidak memiliki gambaran terkait soal yang akan diujikan. Untuk itu pihak kampus memutuskan untuk menghadirkan training untuk membantu mahasiswa memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nanti,” tuturnya.

“Disini kita berikan gambaran bagaimana mereka menjawab, kemudian soalnya seperti apa, dan untuk melihat apakah mereka dapat menyelesaikan soal dengan waktu yang ditetapkan,” tambahnya.

Selama dua hari, mahasiswa mendapatkan materi berupa teori dan praktik. “Teori kita berita secara daring dan diikuti mahasiswa Balikpapan dan Samarinda, materinya berupa gambaran umum soal yang akan diujikan, sementara praktiknya yang dilakukan di laboratorium komputer UM dan baru diikuti oleh mahasiswa di Balikpapan dan langsung dibimbing oleh saya sendiri sebagai trainer,” terangnya.

Saat praktik dilakukan, Bapak Nasruddin menyebut pihaknya melaksanakan dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Dimulai dari pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, penggunaan masker atau face shield, hingga pengaturan jarak meja juga dilakukan.

Nantinya, tambah Bapak Nasruddin, pelatihan ini akan diikuti semua mahasiwa yang telah mengikuti skripsi dan ujian sidang, sebagai bekal kompetensi mereka yang nantinya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Karena sertifkat akan dikeluarkan oleh BNSP sebagai bukti mereka telah memiliki kompetensi

“Ini batch pertama, karena masih ada yang belum menyelesaikan ujian dan skripsi. Dan untuk saat ini baru diikuti oleh mahasiwa Fikom, kedepan akan dilakukan oleh semua fakultas,” lanjutnya.

Usai mengikuti pelatihan, dijadwalkan mahasiswa akan segera mengikuti uji kompetensi yang sesungguhnya. “Saya berharap setelah pelatihan ini mereka dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan sangat baik, karena untuk mendapatkan sertifikat harus melalui tahapan penilaian yang sangat ketat,” ujarnya.

Dia menekankan, karena dalam penilian sebuah uji kompetensi ada beberapa kriteria penilian yang harus dipenuhi. “Bila salah satu kriteria penilaiann itu tidak terpenuhi, maka mereka dianggap gagal. Harapan saya mereka semua lulus, dan mendapatan sertifikat yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan,” harapnya.

Bapak Nasruddin juga melanjutkan, dari training ini pihaknya sebenarnya bukan untuk memudahkan mahasiswa, tetapi membantu mahasiswa agar bisa lulus. “Intinya kita tidak memudahkan mahasiswa untuk menjawab soal, karena uji kompetensi itu adalah usaha mereka dan untuk mereka sendiri. Dan bila ada yang tetap dinyatakan tidak lulus, mereka bisa mengulang kembali hingga mereka bisa dan layak mendapatkan sertifikat dari BNSP,” pungkasnya. (mra)

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

UM – Setiap dosen Universitas Mulia minimal dalam satu tahun akademik memiliki kewajiban melaksanakan tri darma perguruan tinggi. Salah satunya adalah pengabdian pada masyarakat, seperti yang dilakukan Muhammad Yani SKom MTI, dosen Universitas Mulia PSDKU Samarinda, yang membimbing guru-guru SMP 3 Tenggarong Seberang Kutai Kartanegara dalam menerapkan pembelajaran daring, Senin (14/9).

Bimbingan teknis yang berlangsung selama dua hari, 14-15 September 2020, ini ditujukan untuk membantu para guru dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah penyampaian materi belajar kepada siswa. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk sekolah agar dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Sekolah Joko Triyanto, S.Pd, M.Pd. membuka secara resmi pelatihan yang diikuti 20 orang guru, bertempat di laboratorium komputer sekolah.

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Guru-guru SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara peserta Bimbingan Teknis Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan (daring) menggunakan Google Classroom., Senin (14/9). Foto: Istimewa

Muhammad Yani mengatakan, pelatihan difokuskan pada bimbingan teknis penerapan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom. “Materi yang dibahas antara lain tentang pengenalan Google Classroom, merancang kelas online, mengelola tugas, membuat dan pengelolaan soal ujian, dan pengembangan kelas online,” tutur master lulusan Universitas Bina Nusantara ini.

Dosen yang memiliki Channel YouTube dan aktif mengelolanya ini kerap membagikan video pengalamannya menggunakan Google Classroom untuk pembelajaran daring. Tidak heran, ia mendapat kepercayaan untuk berbagi pengalaman bersama guru-guru sekolah.

Dalam pelatihan ini, ia melihat para guru antusias mengikuti kegiatan meski sebagian besar baru mengenal platform Google Classroom. “Mereka optimis dapat menerapkan Google Classroom untuk pembelajaran daring di SMP Negeri 3 Tenggarong Seberang. Semoga ini membantu dan bermanfaat,” tutup Muhammad Yani. (SA/PSI)

 

 

Peserta yang telah mengikuti agenda tersebut mendapatkan sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dalam Pembentukan Relawan Anti Narkoba.

Peserta yang telah mengikuti agenda tersebut mendapatkan sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dalam Pembentukan Relawan Anti Narkoba

Sebagai upaya pencegahan peredaran narkotika di Kota Beriman, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan menggelar Assistensi Penguatan dalam rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba selama dua hari sejak tanggal 29-30 Juli 2020.

Diikuti beberapa perguruan tinggi di Balikpapan, Universitas Mulia menjadi salah satu peserta dalam kegiatan tersebut. Mewakili kampus, empat mahasiswa terpilih yakni Nayaka Ariya, Sahrun, Yasmin Najibah dan Mailinda hadir, mereka didampingi dosen sekaligus Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Mulia Ibu Okta Nofia Sari S.H., M.H.

Relawan Anti Narkoba merupakan penghubung BNN ke masyarakat. Mereka akan menjadi agen perubahan dalam melakukan pencegahan khususnya di lingkungan Pendidikan masing-masing.

Sebelum dilantik para peserta menerima berbagai materi pembekalan terkait narkoba. Diawali dengan pengenalan kegiatan relawan anti narkoba dan pembentukan karakter yang diberikan pada hari pertama. Selanjutnya di hari kedua, diberikan pemahaman aspek hukum dari UU No 35/2009 tentang narkoba dan public speaking. Dalam kegiatan itu pun, kelompok relawan diberikan kesempatan untuk membuat program kerja kedepan, dimana tim Universitas Mulia membentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan pembentukan desa binaan anti narkoba.

Diharapkan dengan keterlibatan mahasiswa Universitas Mulia, mereka semakin siap melakukan gerakan penanggulangan masalah narkoba, meminimalis bahkan memutus peredaran narkoba di Balikpapan khususnys di lingkup universitas. (mra)

Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan leadership bagi Civitas Akademika dalam menghadapi tatanan hidup baru atau new normal, Universitas Mulia telah menggelar Workshop Reinforcement Leadership, pada Selasa, 7 Juli 2020. Menghadirkan motivator Dr. H. Sartono, M.M, pada Selasa, 7 Juli 2020.

Kegiatan ini diikuti para pimpinan di Universitas Mulia, mulai dari Rektor, Dekan hingga Kaprodi. Dengan mengangkat tema Kerjaku Ibadahku, banyak informasi spiritual yang beliau dibagikan. Dimulai pada niat. Bekerja haruslah diawali dengan niat ibadah. Bila telah meniatkan untuk ibadah dengan melayani, Insyallah semua pekerjaan tidak akan terasa terbebani. Tidak ada kata lelah ataupun mengeluh, karena semua telah didasari dengan niat ibadah.

Apapun profesi baik karyawan maupun dosen, bila dilakukan hanya dengan tujuan mencari uang, maka waktu yang kita jalankan setiap hari hanyalah sia-sia, karena waktu begitu terbatas dan telah banyak kita gunakan untuk hal lainnya. Namun bila sebelum berangkat bekerja, mengawali dengan niat ibadah, niat untuk melayani membantu sesama, maka niscaya Allah akan membantu hambanya.

Dirinya juga mengajak untuk menghindari perilaku tercela, terutama dalam bekerja. Seperti sombong, tamak, iri dengki serta Munafik. Karena induk dari segala kejahatan adalah keempat hal tersebut.

Ia pun mengajak untuk tidak mencinta dunia secara berlebihan atau hubbud dunya. Karena pencinta dunia tidak akan lepas dari tiga hal, yakni kesedihan atau kegelisahan, keletihan yang berkelanjutan serta penyesalan yang tidak pernah berhenti. Dunia yang kita tinggali saat ini sesungguhnya hanya bersifat fana atau sementara, sebaliknya dengan kehidupan dunia, kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati.

Selanjutnya bersungguh-sungguh atau profesional. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”.

Agenda ini juga, sebagai upaya penyegaran kepada seluruh pimpinan, untuk mengingatkan kembali bahwa apa yang dilakukan itu tujuannya adalah ibadah. Karena bila kita sudah niatkan dengan ibadah, maka bekerja akan secara ikhlas. Berbeda bila kita bekerja hanya dengan niat mencari uang, maka pasti memiliki hitung-hitungan dan selalu berkeluh kesah. Nantinya agenda ini akan dibuat secara rutin, selain itu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, setiap Jumat pagi, juga dilakukan agenda Jumat berkah yang diisi dengan kultum dan pengajian.

Kuliah, Kerja atau Kursus di masa pandemi covid 19? Bagaimana peluang dan perkembangan terkininya?

Untuk menjawabnya, Universitas Mulia menyelenggarakan Online Webinar dengan tema
“Kuliah, Kerja, atau Kursus di Masa Pandemi Covid 19”
yang akan diselenggarakan pada:
🗓️ Hari, Tanggal : Kamis, 2 Juli 2020
🕘 Waktu : 10.00 – 12.00 WITA
🎥 Live Streaming Youtube & Facebook Mulia University

Pendaftaran FREE
BENEFIT : Voucher Pendidikan Gratis 150K, E-Sertifikat, E-Modul, Doorprize.

Untuk pendaftaran klik link berikut ini : https://bit.ly/webinarUM

Ayo daftar segera!

Siang ini, Rabu 17 Juni 2020, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia mengadakan Webinar Nasional “Tantangan Pembelajaran Daring: Cerita dari Sudut Indonesia” yang dipelopori oleh Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Mulia dan didukung oleh Universitas Mulia TV (UM TV)

Sesuai dengan temanya, webinar ini menghadirkan narasumber dari beberapa dosen di seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia diantaranya Ibu Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd., Dosen dari Universitas Mulia Balikpapan, Bapak Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.Pd., Dosen dari Universitas Negeri Padang, Ibu Rizki Putri Ramadhani, S.S., M.Pd., Dosen dari Politeknik Negeri Malang dan Bapak Iwan, S.Si, M.Pd., Dosen dari Universitas Papua dan Bapak Ivan Armawan, S.E., M.M sebagai moderator dalam webinar tersebut.

Narasumber dan moderator terhubung melalui video conference Zoom dan dengan dukungan dari UM TV, para peserta dapat menyaksikan webinar secara langsung melalui kanal Youtube Mulia University hingga acara selesai. Di akhir webinar, para peserta mendapatkan free e-certificate setelah mengisi link feedback yang dibagikan oleh Panitia Webinar Nasional.

 

Senin 15 Juni 2020, Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia Balikpapan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat bertempat di SDIT dan SMPIT Istiqamah Balikpapan. Kegiatan yang diisi langsung oleh para Dosen Fakultas Ilmu Komputer diantaranya Bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng., Bapak Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Bapak Yeyen Dwi Atma, S.Kom., M.Kom., dan Bapak Nasruddin bin Idris, S.Kom., M.Kom ini akan dilaksanakan selama kurang lebih empat hari kedepan dari tanggal 15 Juni 2020 hingga 18 Juni 2020 dengan materi Implementasi Sistem dan Pelatihan Guru terkait Pembelajaran Daring SDIT dan SMPIT Istiqamah Balikpapan.

“Tentunya harapan kita seluruh guru semakin familier dengan teknologi informasi, sehingga bisa memperkaya model pembelajaran yang akan diterapkan ke siswa. Harapan lain agar sekolah-sekolah lain mulai membuka diri terkait perkembangan IT ini, bahwa kebutuhan teknologi informasi adalah keniscayaan yang harus dihadapi sekolah, guru dan murid. Kami dari institusi pendidikan tinggi siap berkolaborasi jika dibutuhkan oleh sekolah terkait dengan implementasi sistem ataupun pengembangan sdm kedepannya,” ungkap Wisnu Hera Pamungkas, S.T.P., M.Eng.

Semangat dosen Fikom…