Prof. Jimly Asshiddiqie, Dr. Isran Noor, H. Rizal Effendi, Dr. Agung Sakti, Prof. Ahsin, Hj. Mulia dan para undangan foto bersama usai acara. Foto: Media Kreatif

UM – Universitas Mulia menggelar gathering bersama para tokoh bangsa, bertempat di Ballroom Cheng Ho, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Balikpapan, Rabu (26/6) malam. Hadir Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2003-2008 Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H, Gubernur Kaltim 2018-2023 Dr. Ir. Isran Noor dan Wali Kota Balikpapan 2011-2021 H. Rizal Effendi, S.E.

Tampak hadir Ketua Yayasan Airlangga Hj. Mulia Hayati Deviantie bersama keluarga besar, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah XI-B Kalimantan Timur Komisariat Selatan Dr. Lukman, S.T., M.T, Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal, Ketua DPC Peradi Kota Balikpapan Dr. Piatur Pangaribuan, SH., MH serta para tokoh dan undangan lainnya.

Acara yang berlangsung petang ini dikemas sederhana, namun cukup meriah. Pentas seni Barongsai Setya Dharma Balikpapan cukup menghibur hadirin. Dr. Isran Noor terlihat turun dari duduknya memberikan angpao kepada pemain Barongsai.

Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i dalam sambutannya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh hadirin. Kepada Prof. Jimly, yang juga seorang akademisi dari Universitas Indonesia, Prof. Ahsin menyambut dengan hangat.

“Di tengah kesibukan beliau sebagai tokoh bangsa masih sempat meluangkan waktu untuk hadir dalam acara Mulia Gathering pada hari ini. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan keafiatan sehingga dapat terus memberikan pencerahan kepada anak bangsa terkait ketatanegaraan atau hukum tata negara,” tutur Prof. Ahsin.

Dari kiri ke kanan Rektor Universitas Mulia Prof. Muhammad Ahsin Rifa'i, Dr. Agung Sakti Pribadi, Dr. Isran Noor, Prof. Jimly Asshidiqie, Dr. Isradi Zainal, Dr. Lukman, dan H. Rizal Effendi. Foto: Media Kreatif

Dari kiri ke kanan Rektor Universitas Mulia Prof. Muhammad Ahsin Rifa’i, Dr. Agung Sakti Pribadi, Dr. Isran Noor, Prof. Jimly Asshidiqie, Dr. Isradi Zainal, Dr. Lukman, dan H. Rizal Effendi. Foto: Media Kreatif

Prof. Jimly Asshiddiqie menerima buku tentang IKN karangan Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal. Foto: Media Kreatif

Prof. Jimly Asshiddiqie menerima buku tentang IKN karangan Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal. Foto: Media Kreatif

Dari kiri ke kanan Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Muhammad Ahsin, Hj. Mulia Hayati dan H. Rizal Effendi. Foto: Media Kreatif

Dari kiri ke kanan Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Muhammad Ahsin, Hj. Mulia Hayati dan H. Rizal Effendi. Foto: Media Kreatif

Dr. Agung SP dan istri bersama Prof. Dr. Jimly Asshidigie. Foto: dok. pribadi

Dr. Agung SP dan istri bersama Prof. Dr. Jimly Asshidigie. Foto: dok. pribadi

Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Gubernur Kaltim 2018-2023 Dr. Isran Noor. Foto: dok. pribadi

Dr. Agung Sakti Pribadi bersama Gubernur Kaltim 2018-2023 Dr. Isran Noor. Foto: dok. pribadi

“Beliau ini adalah tokoh negara yang banyak berkiprah dalam berbagai jabatan penting di negara ini. Jabatan terakhir yang paling viral itu adalah Ketua MKMK, ini yang paling viral terakhir yang 2024. Kenapa viral? Karena ketegasan Prof. Jimly memutuskan terjadinya pelanggaran berat terhadap Ketua MK,” tambahnya.

Akibatnya, wajah Prof. Jimly selama beberapa pekan tampil di layar televisi dan media sosial. Menanggapi hal itu, Prof. Jimly pun hanya tertawa. “Ya saya tampil terus di layar TV,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Agung Sakti Pribadi mengaku senang dengan kehadiran Prof. Jimly. “Saya senang Prof Jimly mau datang. Selama ini saya melihat beliau hanya lewat TV dan medsos saja. Mudah-mudahan Jimly School mau bekerja sama dengan kita,” katanya.

Jimly School of Law and Government (JSLG) adalah sekolah kepemimpinan politik dan hukum yang didirikan Prof Jimly. Saat ini sudah memiliki kantor cabang di Surabaya. Para calon politisi dan ahli hukum banyak yang belajar di lembaga ini.

Senada, H. Rizal Effendi juga merasa senang bisa bertemu dengan Prof. Jimly. “Saya senang bisa bertemu Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie. Ahli hukum tata negara yang sekarang ini duduk sebagai anggota DPD-RI saat berkunjung ke Kota Beriman. Beliau datang ke Balikpapan atas undangan Universitas Mulia,” ujar Rizal.

Dalam kesempatan ini, Rizal Effendi bertindak sebagai moderator dalam diskusi bersama Prof. Jimly dan Dr. Isran Noor. Diskusi membahas Pulau Kalimantan dalam pembangunan dan catatan sejarah. Acara berakhir pukul 22.30 Wita diikuti foto bersama.

(SA/Kontributor)

Lokakarya Direktori dan Riset Artistik Cagar Budaya Rumah Dahor Balikpapan yang diungkap komunitas ruangrupa asal Jakarta di Ruang Domain Universitas Mulia, Rabu (26/6). Foto: SA/Kontributor

UM – Komunitas seniman ruangrupa asal Jakarta datang ke Kota Balikpapan menggelar proyek seni yang diberi nama program Lumbung Bersambung, yakni sebuah metode dalam usaha memajukan ekosistem seni-budaya alternatif.

Program ini juga termasuk dalam rangkaian ulang tahun ruangrupa ke-25 pada tahun 2025, termasuk juga akan mempresentasikan karya-karya terdahulu yang belum dipamerkan di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, media ini bertemu dengan komunitas ruangrupa yang menggelar aktivitasnya di Ruang Domain Universitas Mulia selama dua hari, 26 – 27 Juni 2024.

Greistina Kusumaningrum, salah seorang dari empat anggota ruangrupa asal Jakarta dan satu dari Makassar ini, mengatakan kegiatan ruangrupa bermula dari seni rupa.

“Tapi, lama-kelamaan akhirnya kami juga tidak hanya terfokus ke seni sebagai objek, tapi lebih ke manusianya serta aktivitas di program-program seni,” tutur wanita yang disapa Greis ini.

Greis mengatakan, pemilihan Kota Balikpapan sebagai tempat kegiatan merupakan salah satu usahanya memperluas network atau jejaring yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan, kegiatannya mendapatkan dukungan dana Indonesia dari kolaborasi Kemendikbud dengan Kementerian Keuangan dalam program LPDP.

“Jadi, sebenarnya kenapa akhirnya memilih Balikpapan untuk diadakan program Lumbung Bersambung itu, kami ingin punya koneksi dengan teman-teman yang di Kalimantan, karena sebelumnya di tahun 2020-2021 itu kami punya koneksi namanya Lumbung Indonesia,” ujarnya.

Lumbung Indonesia, lanjut Greis, merupakan jejaring yang ada di 12 kota di beberapa daerah di Indonesia. “Dan yang belum ada itu di Kalimantan,” ungkap Greis.

Oleh karena itu, pada program Lumbung Bersambung ini, Greis dan kawan-kawan menggelar di Pontianak Kalimantan Barat dan Balikpapan Kalimantan Timur.

“Kami memang memilih tempat-tempat yang ujung-ujung, tapi dengan salah satu navigasi yang sama, yaitu bagaimana kesenian berkembang di kota yang dekat dengan ke pesisir,” terang Greis.

Mengenalkan cagar budaya Rumah Dahor kepada peserta oleh komunitas ruangrupa di Ruang Domain Universitas Mulia, Rabu (26/6). Foto: SA/Kontributor

Mengenalkan cagar budaya Rumah Dahor kepada peserta oleh komunitas ruangrupa di Ruang Domain Universitas Mulia, Rabu (26/6). Foto: SA/Kontributor

Setelah melakukan riset dan melakukan kontak dengan para pemuda Balikpapan yang tergabung dengan Bpn Tempo Doeloe, Greis merasakan surprise dengan respons mereka.

“Jadi, akhirnya terus ngobrol-ngobrol dengan mereka, mereka juga sharing struggle bagaimana membuat program, akhirnya jadi bertukarlah bagaimana kondisi di Balikpapan dan bagaimana kami biasanya di ruangrupa membuat program seni,” ujarnya.

Dari diskusi tersebut, Greis melakukan riset sehingga didapat informasi penting seputar kegiatan yang akan dilaksanakan di Balikpapan.

“Banyak teman-teman yang senang berkonsentrasi dengan arsip, arsip sejarah, budaya yang ada di sini. Jadi, lahirlah program yang kemarin sudah dilaksanakan kelas praktik spasial. Terus, kalau yang hari ini itu lokakarya directory dan riset artistik, dan nanti ada bermain dengan arsip,” terangnya.

Lebih lanjut, Greis mengatakan, Balikpapan sebenarnya sangat kaya dengan arsip-arsip sejarah yang bisa diartikulasikan lebih aksesibel untuk anak muda, khususnya untuk orang-orang pada umumnya.

Misalnya, Greis mengaku cukup kaget ketika mengetahui ternyata banyak pemuda Balikpapan belum pernah datang ke Rumah Cagar Budaya Dahor. Padahal, menurutnya Rumah Dahor menyimpan banyak cerita dan sejarah kota.

“Itu akhirnya kami cari tahu kenapa ya? Kenapa ini bukan hal yang menarik? Sementara kita yang dari jauh melihat itu, jadi hal yang menarik,” ujarnya dengan rasa heran.

“Nah itu, makanya kenapa ada direktori dan riset artistik ini. Bagaimana kita bisa memancing atau membuat output yang bikin orang tertarik untuk mengetahui sebenarnya baik,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, komunitas ruangrupa berusaha mengumpulkan output berupa arsip audio, audio visual, maupun text terkait sejarah Kota Balikpapan.

Baginya, Balikpapan bukan sekadar menarik dengan sumber daya minyaknya saja, tetapi banyak hal yang bisa dipelajari dari sejarahnya.

Ketika ditanya apa yang menarik dari sejarah Rumah Dahor, misalnya, Greis menjawab dengan diplomatis.

“Maksudnya, ini kan sejarah kota dimana kita tinggal, pengetahuan itu menjadi seakan tidak penting. Dan bagi orang-orang yang berdiam di sini, lahir dan tumbuh di sini, penting untuk mengetahui di mana tempat dia ada,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama dengan Dekan FEB Universitas Mulawarman dan jajaran. Foto: Istimewa

Berkunjung Juga di FEB Universitas Widyagama Samarinda

UM – Jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia berkunjung ke FEB Universitas Mulawarman di Samarinda, Rabu (5/6) yang lalu. Rombongan dipimpin oleh Dekan Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M bertemu dengan Dekan FEB Unmul Dr. Zainal Abidin, S.E, M.M.

Pada kesempatan tersebut, kedua belah pihak melakukan kerjasama di bidang tridharma perguruan tinggi. “Kegiatan kerjasama FEB Universitas Mulia dan FEB Unmul digagas dengan tujuan untuk pengembangan sumberdaya dalam hal tridharma dan juga pemenuhan IKU universitas,” tutur Dr. Ivan Armawan.

IKU atau Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis operasional pada perguruan tinggi.

Setidaknya ada delapan IKU sebagai indikator perubahan yang akan paling berdampak terhadap kualitas lulusan, kualitas dosen, dan kualitas kurikulum.

Delapan IKU tersebut antara lain lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, dan hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat.

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan menerima cenderamat Dekan FEB Unmul Dr. Zainal Abidin. Foto: Istimewa

Dekan FEB Dr. Ivan Armawan menerima cenderamata Dekan FEB Unmul Dr. Zainal Abidin. Foto: Istimewa

Foto bersama Wakil Rektor universitas Widyagama Samarinda dan jajaran. Foto: Istimewa

Foto bersama Wakil Rektor universitas Widyagama Samarinda dan jajaran. Foto: Istimewa

Diterima Wakil Rektor Universitas Widyagama Samarinda dan jajaran. Foto: Istimewa

Diterima Wakil Rektor Universitas Widyagama Samarinda dan jajaran. Foto: Istimewa

Selain itu, termasuk program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif serta program studi berstandar internasional.

“Keberadaan Unmul patut diperhitungkan dalam tridharma perguruan tinggi, bukan hanya karena akreditasi, tapi juga banyak lulusannya yang sudah sukses bekerja di berbagai bidang,” tutur Dr. Ivan.

Hal itulah, lanjut Dr. Ivan, yang mendorong jajarannya untuk menjalin kerjasama dengan FEB Unmul.

Untuk itu, keduanya sepakat melakukan kerjasama, khususnya publikasi artikel bersama dan pertukaran dosen mengajar yang akan ditindaklanjuti dengan MoU (Nota Kesepahaman), PKS (Perjanjian Kerjasama), dan IA (Implementation Agreement).

Dalam kesempatan ini, rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB Unmul, antara lain Dekan Dr. Zainal Abidin, SE., MM, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Tetra Hidayati, SE., M.Si, Wakil Dekan Bidang Umum Keuangan dan SDM Dwi Risma Deviyanti, SE.,M.Si., Ak., CA.

Kemudian Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rian Hilmawan Ph.D, Ketua Program Studi S1 Manajemen Dr. Heni Rahayu, ST., MM dan Ketua Program Studi S1 Akuntansi Dr. Fibriyani Nur Khairin, SE., MSA.

Kunjungan di FEB Universitas Widyagama Samarinda

Selain itu, rombongan FEB Universitas Mulia juga berkunjung ke FEB Universitas Widyagama Samarinda.

Rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan, Sistim Informasi, Kerjasama, Alumni dan Humas Dr. Suyanto, SE, M. Si, Wakil Dekan FEB Erni Setiawati, SE, ME, Kepala LPPM Afdal, S.Pd, M.Pd, dan Kepala Lembaga Kerja Sama Hardiansyah, SH, MH

Turut mendampingi Ketua Program Studi S1 Manajemen Dian Irma Aprianti, S.IP, MM, Ketua Program Studi S1 Akuntansi Siti Rohmah, SE, M.Ak, Sekretaris Prodi Akuntansi Agus Riyanto, SE, M.Ak dan Kepala TU FEB Eko Ravi Pratama, SE, MM.

“Kunjungan ini juga untuk melakukan kerjasama tridharma, fokusnya pada narasumber kewirausahaan, karena beberapa kali FEB Widyagama berhasil memenangkan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), selain itu juga kegiatan publikasi artikel bersama,” pungkas Dr. Ivan.

(SA/Kontributor)

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis foto bersama usai Sharing Session. Foto: Istimewa

UM – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Mada Aditia Wardhana berhasil menerima pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2024 yang diselenggarakan Ditjen Dikti. Atas keberhasilannya ini, Dr. Mada didapuk untuk sharing memberikan tips mendapatkan pendanaan kepada sesama dosen FEB lainnya, Kamis (13/6).

Sebelumnya, setidaknya lima orang dosen Universitas Mulia berhasil mendapatkan pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2024 Ditjen Dikti. Mereka adalah Dr. Mada Aditia dari Prodi S1 Manajemen FEB dan Deddy Kurniawan dari Prodi S1 Sistem Informasi PSDKU Samarinda.

Kemudian Kana Kurnia dari Prodi S1 Hukum Fakultas Humaniora dan Kesehatan (FHK), Nishia Waya Meray dari Prodi S1 Farmasi FHK dan Tina Tri Wulansari dari Prodi S1 Sistem Informasi PSDKU Samarinda.

“Pak Mada diminta untuk Sharing Session Penulisan Artikel Ilmiah dengan teman-teman dosen lainnya, terutama Prodi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi, hari Kamis (13/6) kemarin pukul 9.00 Wita sampai dengan 16.00 Wita,” tutur Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M.

Menurutnya, Sharing Session ini membahas bagaimana menulis artikel ilmiah dengan tepat.

“Diharapkan, dosen-dosen mendapatkan tips bagaimana membuat artikel yang bermutu dan akhirnya akan bisa mendapatkan hibah yang sering diadakan oleh Ristekdikti,” ujarnya.

Dr. Mada Aditia saat Sharing Tips Lolos Pendanaan Penelitian. Foto: Istimewa

Dr. Mada Aditia saat Sharing Tips Lolos Pendanaan Penelitian. Foto: Istimewa

Peserta Sharing Session sedang menyimak. Foto: Istimewa

Peserta Sharing Session sedang menyimak. Foto: Istimewa

Proposal penelitian Dr. Mada yang berjudul Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Industri Indonesia Melalui Workplace Learning berbasis KKNI, berhasil mendapatkan pendanaan untuk ruang lingkup Penelitian Dosen Pemula (PDP) Afirmasi.

Dalam Sharing Session ini, Dr. Mada menjelaskan proses atau alur sebuah penelitian. Dalam konsep meneliti harus sudah memiliki Roadmap penelitian sehingga akan memudahkan peneliti untuk penelitian berikutnya.

Diharapkan, terang Pudjiati, dengan adanya Sharing Session ini semakin banyak penelitian dosen FEB.

“Sehingga semakin banyak peluang untuk mengikuti hibah-hibah yang diadakan oleh Ristekdikti, dan yang lebih penting daripada itu, yaitu akan memenuhi standar kriteria penelitian bagi akreditasi Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Sebagian mahasiswa S1 Manajemen yang berhasil membuat produk kerajinan tangan menggunakan kayu. Foto: Istimewa

UM – Program Studi S1 Manajemen FEB mengikutsertakan sembilan orang mahasiswanya mengikuti Pelatihan Kecakapan Hidup. Pelatihan diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan, 11-15 Juni 2024.

Pelatihan dibuka Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, H. M. Agus Hari Kesuma dan dihadiri mewakili Wali Kota Balikpapan, Staf Ahli Wali Kota Balikpapan Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan SDM Adamin Siregar, didampingi Kepala Disporapar C.I. Ratih Kusuma W, di Aula Kantor Disporapar Kota Balikpapan, Selasa (11/6).

Ketua Prodi S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M mengatakan bahwa pelatihan yang bertujuan agar mahasiswa memiliki kemampuan dalam menciptakan peluang kerja bagi dirinya dan memiliki jiwa Entrepreneurship ini sesuai dengan visi Prodi S1 Manajemen

“Yakni, menjadi program studi unggulan dalam ilmu manajemen dan bisnis berbasis Technopreneurship yang berjiwa kewirausahaan serta berperan aktif dalam pengembangan, dan pembangunan bangsa hingga tingkat global,” ungkap Pudjiati.

Peserta pelatihan kecakapan hidup berhasil membuat produk kerajinan tangan. Foto:

Peserta pelatihan kecakapan hidup berhasil membuat produk kerajinan tangan. Foto:

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin pemotong kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin pemotong kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin penghalus kayu. Foto: Istimewa

Seorang mahasiswa S1 Manajemen sedang belajar menggunakan mesin penghalus kayu. Foto: Istimewa

Selesai mengikuti pelatihan, mahasiswa diharapkan bisa menularkan apa yang sudah didapatkannya kepada mahasiswa lain dan memiliki jiwa Entrepreneurship.

“Dengan begitu, kami berharap akan terbangun inkubator bisnis di tingkat prodi dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa, sehingga mereka mampu menciptakan produk lewat karyanya sendiri,” ujarnya.

Pelatihan kecakapan hidup tersebut meliputi tata rias kecantikan, event organizer, kerajinan tangan (Handycraft), Barista (peracik kopi), Pastry, dan Content Creator.

Sembilan orang perwakilan mahasiswa yang mengikuti pelatihan seluruhnya berasal dari Prodi S1 Manajemen semester dua, antara lain Nabila Tsabitha Saptaningtyas, Nursiti Aisyah, Chinta Syafirna Ramadhani Budi, Rinda Syaharani, Najla Na’ilah Manggabarani, Nadya Putri Aulia, Najwa Divanny Dwi Shasyia, Andi Hilda Yani, dan Bintang Chairunnisa Azizah.

Tampak mahasiswa yang keseluruhannya wanita ini menggunakan alat-alat bermesin yang biasa digunakan pria untuk memotong kayu. Mereka berlatih bagaimana membuat produk kerajinan tangan dari kayu dan berhasil memamerkan karyanya.

(SA/Kontributor)

Foto bersama peserta FGD tentang Pencegahan Penanggulangan Pekerja Anak di Provinsi Kalimantan Timur, bertempat di Hall and Covention Platinum Hotel Balikpapan, Selasa (11/6). Foto: Istimewa

UM – Keberadaan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah pekerja anak dan masalah kesejahteraan sosial.

Hal inilah menjadi perhatian, terutama oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia sehingga memberikan rekomendasi pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Penanggulangan Pekerja Anak di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 mendatang.

Rekomendasi disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan Pekerja Anak di Kalimantan Timur, yang digelar Bapemperda DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Platinum Hotel and Convention Hall, Balikpapan, Selasa (11/6).

FGD dipimpin oleh Wakil Ketua Bapemperda Muhammad Samsun didampingi Wakil Ketua Salehuddin serta Anggota Bapemperda lainnya.

Turut hadir dari DKP3A Prov. Kaltim, Dinas Sosial Prov. Kaltim, Dinas Sosial Prov. Kaltim, Dinas Tenaga Kerja Prov. Kaltim, Satuan Polisi Pamong Praja Prov. Kaltim, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Balikpapan, Badan Pusat Statistik Prov. Kaltim, Komisi Perlindungan Anak Daerah Prov. Kaltim, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Prov. Kaltim.

Dari kalangan perguruan tinggi, hadir utusan dari LP2M Universitas Mulia Balikpapan, yakni Dr. Mada Aditia dan Pudjiati, S.E., MM, kemudian utusan LP2M Universitas Balikpapan dan utusan LP2M Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Dr. Mada Aditia Wardhana saat mengikuti FGD. Foto: Istimewa

Dr. Mada Aditia Wardhana saat mengikuti FGD. Foto: Istimewa

Tampak dua dari kanan dosen Prodi S1 Manajemen FEB Pudjiati, S.E., M.M menyimak diskusi. Foto: Istimewa

Tampak dua dari kanan dosen Prodi S1 Manajemen FEB Pudjiati, S.E., M.M menyimak diskusi. Foto: Istimewa

Dosen FEB Dr. Mada Aditia Wardhana dalam paparannya mengatakan, munculnya pekerja anak didasarkan pada aksioma kemewahan, yakni untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat itu sendiri.

Hal ini mendorong masyarakat mengirimkan anak-anak ke pasar tenaga kerja ketika pendapatan rumah tangga orang dewasa rendah dan tidak mencukupi kebutuhan dasar. Namun, ketika pendapatan kembali meningkat, anak-anak ini ditarik kembali.

“Kemiskinan merupakan penyebab utama munculnya pekerja anak, terutama yang terjadi di rumah tangga miskin di negara-negara berkembang dan kurang berkembang dengan tingkat upah yang rendah,” tutur Mada.

Oleh karena itu, berdasarkan pengamatannya sepanjang tahun 1990 sampai dengan 2024, Mada memperhatikan beberapa aspek yang menjadi dasar untuk rekomendasi Raperda tersebut.

Setidaknya, menurut Mada, ada delapan area yang menjadi perhatian dalam Raperda, antara lain dinamika pekerja anak, norma sosial, transfer tunai, distribusi pendapatan, dampak kesehatan, rancangan kebijakan, konteks historis dan kerangka hukum.

Pada aspek dinamika pekerja anak, misalnya, Mada menyoroti anak laki-laki seringkali mengambil peran lebih banyak tanggung jawab. Bukan hanya itu, dinamika usia juga berperan penting sesuai dengan norma budaya masyarakat yang berbeda.

Mada juga menyoroti bantuan tunai atau transfer tunai. “Bantuan tunai, baik bersyarat maupun tidak bersyarat, tidak menurunkan jumlah pekerja anak, namun secara umum mengurangi partisipasi dan jam kerja,” ujarnya.

Namun, katanya, bantuan tunai ini membantu rumah tangga memitigasi kendala ekonomi, menjadikannya instrumen kebijakan yang aman untuk meningkatkan kesejahteraan anak.

“Penting untuk memikirkan kembali kebijakan pekerja anak, mengembangkan intervensi normatif, menerapkan bantuan tunai untuk mengurangi partisipasi pekerja anak dan jam kerja, dan mengintegrasikan intervensi tambahan dengan strategi pengentasan kemiskinan,” tuturnya.

Dari diskusi ini, Mada memberikan empat rekomendasi, diantaranya tentang perlindungan anak, penghapusan pekerjaan buruk, program aksi pemerintah daerah, dan peran dan tanggung jawab pemerintah untuk meninjau kembali upaya melawan pekerja anak.

“Pemerintah daerah melakukan studi longitudinal lebih lanjut, dan menggunakan metode umum untuk menilai dampak kesehatan dan ekonomi serta menginformasikan pembuatan kebijakan yang melibatkan semua pihak terkait,” pungkasnya.

(SA/Kontributor)

Poster informasi ICSINTESA dan SEMINASTIKA 2024 di Universitas Mulia, 12-13 Juli 2024.

UM – Universitas Mulia menggelar Call for Paper ICSINTESA dan SEMINASTIKA tahun 2024, yang akan bertempat di kampus Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kel. Damai Bahagia, Kec. Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 12-13 Juli 2024 mendatang.

ICSINTESA atau International Conference of Science and Information Technology in Smart Administration adalah konferensi Internasional yang diikuti para peneliti, akademisi, dan profesional dari mancanegara.

Sedangkan SEMINASTIKA atau Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Administrasi merupakan konferensi nasional yang diikuti dosen, guru, peneliti, hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Seminar ini mendatangkan empat orang keynote speaker, antara lain Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr. Agung Sakti Pribadi, Prof. Vicente Aquino Pitogo dari Caraga State University Philipina, Prof. Shi-Jin Horng Ph.D dari National Taiwan University of Science and Technology, dan Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc dari Universitas Telkom Bandung.

Keynote dari Philipina dan Dr. Agung akan hadir secara onsite di Universitas Mulia Balikpapan, dua keynote lagi akan hadir online,” ujar Ketua Panitia Ir. Richki Hardi, S.T., M.Eng.

Di tahun 2024 ini, ICSINTESA memasuki tahun ke-4, sedangkan SEMINASTIKA tahun ke-5.

Menurutnya, sampai hari Kamis (13/6), total jumlah paper yang telah submit ICSINTESA sebanyak 408 paper. Dengan rincian 120 paper telah dinyatakan diterima (Accepted), dan sisanya 49 paper masih dalam status under review.

Sedangkan total jumlah paper SEMINASTIKA yang telah submit sebanyak 22 paper, dengan rincian 13 paper dinyatakan diterima, dan sisanya 8 paper under review dan masih akan bertambah lagi.

Richki menyebut, peserta ICSINTESA berasal dari lebih 30 negara, antara lain Indonesia, India, Irak, Philipina, Sri Lanka, Palestina, Malaysia, USA, Vietnam, United Arab Emirates, Nigeria, Maroko, Thailand, China, New Zealand, Afghanistan, Australia, Irlandia, Mesir, Belanda, Bangladesh, Kanada, Spanyol, Somalia, Rusia, Turki, Pakistan, Ethiopia, Peru, Yaman.

“Konferensi diadakan secara hybrid, onsite dan online. Diantara kedua pilihan tersebut banyak peserta dan pemakalah yang memilih online,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya, akan ada award atau penghargaan yang akan dibagi menjadi dua, yakni Best Presenter Award dan Best Paper Award yang akan diumumkan pada waktu penutupan acara tanggal 12 Juli 2024 sore.

“Semua paper yang accepted wajib dipresentasikan oleh pemakalah saat seminar. Untuk paper ICSINTESA akan di-submit dan di-publish di IEEE Xplore, Canada (Normally Scopus Indexed),” ungkap Richki.

Sedangkan paper SEMINASTIKA akan diterbitkan di Prosiding Seminastika Universitas Mulia. “Bagi paper terpilih (selected paper) akan diterbitkan di jurnal SINTA,” tambahnya.

Seminar akan dilaksanakan di Ballroom Cheng Ho, Kampus Utama Universitas Mulia, Jalan Letjen Zaini Azhar Maulani, Kel. Damai Bahagia, Kec. Balikpapan Selatan, Balikpapan Kalimantan Timur selama dua hari, 12-13 Juli 2024.

Tersedia paket City Tour yang dapat dipilih dengan tujuan wisata susur pantai Balikpapan dengan Kapal Pinisi dan wisata IKN.

Lebih lanjut, informasi pendaftaran dapat menghubungi Rizki Zulkarnaen (+6281779527250) untuk ICSINTESA dan Citta (+628524198001) untuk SEMINASTIKA atau ke website https://icsintesa.universitasmulia.ac.id dan/atau https://seminastika.universitasmulia.ac.id.

(SA/Kontributor)

Unduh Poster ICSINTESA

Unduh Poster ICSINTESA

Unduh Poster SEMINASTIKA

Unduh Poster SEMINASTIKA

Humas UM-Menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, salah satu dosen Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mulia bapak Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom Dosen Teknologi Informasi untuk menjadi Pembicara di Seminar Cybersecurity dengan tema Mengenal Cybersecurity: Lindungi Dirimu dan Organisasi dari Ancaman Online pada Selasa, 11 Juni 2024. Seminar ini dimaksudkan agar memberikan pencerahan terkait bahaya yang mengintai di dunia maya serta langkah-langkah untuk mengamakan data dari serangan siber. Seminar yang dihadiri serta dibuka langsung Pimpinan Telkom yakni GM WITEL Balikpapan Bapak Wahyu Jati, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan untuk mendukung program digitaliasi di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa perangkat beserta platform untuk SMA Negeri 1 Samboja dan MA Nuriddin Samboja. Sesi berikut pemaparan terkait dengan seminar cybersecurity.

Agus Wijayanto memaparkan beberapa jenis ancaman siber utama seperti malware, phishing, ransomware, dan serangan DDoS (Distributed Denial of Service). Ia juga menjelaskan bagaimana serangan-serangan ini dapat merusak sistem, mencuri data, dan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. “Kesadaran dan pemahaman tentang ancaman siber adalah langkah pertama yang sangat penting untuk melindungi diri dan organisasi,” tegasnya.

Seminar ini dibuka oleh GM WITEL Balikpapan, Bapak Wahyu Jati, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi digital dan keamanan siber di era modern ini. “Kami berharap melalui seminar ini, peserta dapat lebih waspada dan siap menghadapi berbagai ancaman siber yang ada,” ujar Bapak Wahyu Jati.

Pelaksanaan seminar ini diadakan pada Selasa, 11 Juni 2024, mulai pukul 08.00 hingga 12.30 di Aula SMA Negeri 1 Samboja dan dihadiri oleh guru serta siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Samboja dan MA Nuruddin Samboja sebagai peserta. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap pentingnya keamanan siber dalam lingkungan pendidikan. Para guru dan siswa-siswi mendapatkan kesempatan berharga untuk memahami lebih dalam mengenai ancaman siber serta cara-cara efektif untuk melindungi data pribadi dan institusi mereka.

Selain memberikan pencerahan tentang ancaman siber, Agus Wijayanto juga memberikan berbagai tips dan strategi untuk melindungi data dari serangan siber. Ia menekankan pentingnya penggunaan antivirus yang selalu diperbarui, menghindari mengklik tautan yang mencurigakan, menggunakan sandi yang kuat, dan rutin melakukan backup data.

Sebagai bagian dari program TJSL, Telkom Indonesia juga memberikan dukungan terhadap digitalisasi di lingkungan sekolah. Pada kesempatan ini, Telkom menyerahkan bantuan berupa perangkat dan platform digital kepada SMA Negeri 1 Samboja dan MA Nuriddin Samboja. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan aman dari ancaman siber.

 

Pentas musik mahasiswa Universitas Mulia di Baltim Creative Expo, di Pantai Manggar, Balikpapan, 1-2 Juni 2024. Foto: Istimewa

UM – Sejumlah mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis turut berpartisipasi dalam kegiatan Baltim Creative Expo (BCE). Kegiatan ini digelar oleh Kantor Kecamatan Balikpapan Timur, bertempat di Ampiek Theatre Pantai Segara Sari Manggar, 1-2 Juni 2024.

Kegiatan ini bertepatan dengan pelaksanaan Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Balikpapan sebagai tuan rumah.

“Creative Expo merupakan salah satu wujud upaya pemerintah dalam memberdayakan dan memajukan produk UMKM, dengan pendayagunaan potensi lokal untuk peningkatan kreativitas, inovasi, dan promosi di Balikpapan Timur,” tutur Camat Balikpapan Timur Mustamin, seperti dikutip dari Kaltim Post, Senin (3/6).

Mustamin berharap BCE dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, mendorong serta memfasilitasi para pelaku usaha UMKM, pelaku seni, dan masyarakat untuk bangkit dan lebih sejahtera.

Pada kesempatan ini turut hadir Dekan FEB Dr. Ivan Armawan dan Ketua Program Studi S1 Manajemen Pudjiati, S.E., M.M yang mendampingi mahasiswa.

Tampak Dekan FEB Dr. Ivan Armawan dan Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama pejabat Kecamatan Balikpapan Timur. Foto: Istimewa

Tampak Dekan FEB Dr. Ivan Armawan dan Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama pejabat Kecamatan Balikpapan Timur. Foto: Istimewa

Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama para mahasiswanya di sebuah stand UMKM mahasiswa. Foto: Istimewa

Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama para mahasiswanya di sebuah stand UMKM mahasiswa. Foto: Istimewa

Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama para mahasiswanya. Foto: Istimewa

Kaprodi S1 Manajemen Pudjiati bersama para mahasiswanya sebagai penari. Foto: Istimewa

Sementara itu, Pudjiati mengatakan dalam kegiatan ini mahasiswa berpartisipasi sebagai bentuk implementasi kerjasama yang telah terjalin sebelumnya.

“Ini bentuk implementasi Kita kerjasama dengan pemerintahan,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Pudjiati mengatakan mahasiswa ikut serta terlibat dan menjadi bagian dari Baltim Creative Expo dalam kepanitiaan.

Beberapa kegiatan mengisi BCE antara lain pertunjukan seni tari, festival musik, aksi seniman suling Sunda, atraksi bela diri karate, dan festival jajanan kuliner.

“Mahasiswa juga menjadi penari pembuka menyambut hadirin, kemudian ada band mahasiswa menghibur penonton, juga ikut meramaikan lapak stand UMKM,” ungkap Pudjiati.

Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi, terutama di bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Di sini, mahasiswa dapat menerapkan hasil pembelajaran di kampus, kemudian mengasah keterampilan berinteraksi dengan masyarakat sehingga memperoleh pengalaman bagaimana menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Selain itu, mahasiswa dapat belajar bagaimana menerapkan pola kerja Entrepreneurship atau kewirausahaan, yang digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan bisnis atau usaha.

Pola kerja ini melibatkan langkah-langkah konkret yang diambil oleh seorang wirausaha untuk menyusun perencanaan, kemudian melaksanakan, dan mengelola bisnisnya.

“Di sini, mahasiswa bukan hanya bersenang-senang, tetapi kami berharap mahasiswa juga bisa melihat, mengidentifikasi, dan mengambil peluang bisnis yang menjadi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, tren pasar, atau celah yang bisa diisi,” tutupnya.

(SA/Kontributor)

Dalam Rangka meningkatkan minat mahasiswa dalam program MBKM Kampus Meredeka telah dilaksanakan sosialisasi program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 secara online  31, Mei 2024. Acara ini dihadiri oleh sekitar 70 mahasiswa dari berbagai program studi, menunjukkan minat yang besar dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi bapak Wisnu Hera Pamungkas, S.Tp., M.Eng. sebagai Pemateri pertama, , beliau memaparkan secara komprehensif tentang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Beliau menjelaskan berbagai program yang dapat diikuti mahasiswa, termasuk magang, studi independen, dan pertukaran mahasiswa. Penjelasan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang yang tersedia untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman mereka di luar lingkungan kampus.

Kegiatan ini juga menghadirkan Koordinator PT dalam program MSIB bapak Yeyen Dwi Atma, S.Kom., M.Kom. sebagai Pemateri kedua, beliau memberikan penjelasan mendetail mengenai teknis pendaftaran dan administrasi yang perlu diproses oleh mahasiswa di kampus. Yeyen Dwi Atma menekankan pentingnya memahami setiap tahapan pendaftaran dengan baik agar tidak terjadi kendala dalam mengikuti program. Informasi yang disampaikan sangat membantu mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti MSIB dengan lancar.


selain itu pada sesi berikutnya diisi oleh Zikri Ahmad Suanda, seorang mahasiswa yang saat ini sedang mengikuti program magang. Zikri berbagi pengalaman pribadi tentang kiat-kiat sukses dalam mendaftar magang serta aktivitas dan pembelajaran yang dijalani selama program magang. Paparan Zikri memberikan gambaran nyata dan inspirasi bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti program magang.Selain Zikri Ahmad Suanda ada juga penyampaian dari saudari Saffanah Nur Fadilla tentang  tips dan trik untuk lolos program studi independen. Saffanah menjelaskan secara rinci mengenai pembuatan portofolio yang efektif dan proses yang harus dilalui dalam mengikuti program studi independen. Pengalaman dan saran praktis dari Saffanah diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam mendaftar program ini.Dari survei yang dilakukan, workshop ini menarik minat mahasiswa, dengan prosentase minat mengikuti magang mencapai 63%, studi independen 13,6%, dan pertukaran mahasiswa 16,9%. Angka-angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui berbagai program yang ditawarkan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dalam program MSIB dan berkontribusi pada pengembangan diri dan kemajuan kampus.