Dosen S1 Informatika M. Safi'i saat memberikan materi tentang Robotika. FOto: Ilyas/Tim Lab Fikom

UM – Antusiasme tinggi mewarnai perhelatan ROBOFUN Universitas Mulia 2025 yang diselenggarakan di Lab Robotika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Mulia, Selasa (3/6/2025). Acara yang berfokus pada pengenalan dan praktik langsung teknologi robotika ini berhasil menarik minat besar siswa-siswi SMA/SMK Balikpapan.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom mengatakan, RoboFun 2025 ini terselenggara atas inisiatif Himpunan Mahasiswa Informatika (Himatika) di bawah bimbingan Kaprodi Isa Rosita S.Kom., M.Cs.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa SMA/SMK untuk berkreasi dan berinovasi dengan belajar robotika dasar, sekaligus mengenalkan Prodi S1 Informatika,” ujar Djumhadi.

Dosen Informatika Muhammad Safi’i S.Kom., M.Kom ditugaskan sebagai instruktur. “Beliau diharapkan dapat memberikan wawasan kepada para peserta, karena sering membawa mahasiswa untuk mengikuti lomba TTG, Krenova, atau yang sejenis dengan berbagai prestasi,” tutur Dekan.

Berdasarkan kuesioner yang dibagikan panitia, sebanyak 85% peserta menyatakan sangat puas dan puas terhadap keseluruhan kegiatan. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Mulia dalam menyediakan platform pembelajaran teknologi terkini yang mudah diakses dan bahkan gratis bagi para mahasiswanya.

Tampak para siswa mengikuti ROBOFUN 2025 bersama para mahasiswa panitia HIMATIKA. Foto: Ilyas/Tim Lab Fikom

Tampak para siswa mengikuti ROBOFUN 2025 bersama para mahasiswa panitia HIMATIKA. Foto: Ilyas/Tim Lab Fikom

Para peserta ROBOFUN 2025 mendapatkan pengalaman langsung yang berharga, mulai dari pembelajaran coding dasar hingga mengontrol robot secara nyata. Sesi praktik seperti membuat program simulasi lampu lalu lintas dan mengendalikan robot menggunakan aplikasi remote XY menjadi favorit dan paling banyak disukai.

“Bagian bisa kontrol robot itu seru banget!” ujar salah satu peserta dengan antusias. Pengalaman pembelajaran code dan coding robotic juga disebut sebagai hal yang paling berkesan.

Meskipun terdapat beberapa catatan terkait durasi dan pendampingan yang menjadi masukan berharga bagi panitia, mayoritas peserta (90%) merasa acara ini sangat bermanfaat.

Lebih lanjut, 80% peserta menyatakan akan merekomendasikan acara serupa kepada orang lain, dan 75% menyatakan kesediaan untuk ikut kembali jika acara serupa diadakan.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi saya, menambah wawasan baru tentang Arduino dan fungsi-fungsi dasar robotika,” ungkap seorang peserta. “Saya jadi lebih tertarik untuk belajar lebih dalam lagi.”

Menariknya, usulan tema untuk acara berikutnya didominasi oleh topik-topik yang sedang hangat di dunia industri teknologi, seperti Kecerdasan Artifisial (AI) dan Internet of Things (IoT).

Hal ini menunjukkan tingginya keingintahuan dan minat peserta yang didominasi siswa SMA/SMK untuk mendalami teknologi masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Universitas Mulia secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk menyediakan pendidikan berkualitas yang tidak hanya teoritis namun juga kaya akan praktik langsung.

ROBOFUN menjadi salah satu cara bagaimana Universitas Mulia memfasilitasi mahasiswanya untuk belajar teknologi canggih dengan cara yang menyenangkan dan seringkali tanpa membebani biaya, alias gratis melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan dan workshop.

Bagi calon mahasiswa baru yang memiliki passion di bidang teknologi, khususnya robotika, AI, dan IoT, Universitas Mulia menawarkan lingkungan belajar yang suportif, fasilitas memadai, dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek inovatif.

Keberhasilan ROBOFUN 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Universitas Mulia adalah pilihan tepat untuk mereka yang ingin belajar lebih dalam, mendapatkan pengalaman praktis, dan mempersiapkan diri menjadi talenta digital unggul di masa depan, dengan biaya yang terjangkau, bahkan peluang belajar gratis dengan Gratispol, program pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

(SA/Kontributor)

Rektor: Dari “Aku Sudah Belajar Apa?” ke “Aku Bisa Apa?” Fokus pada Kompetensi dan Relevansi Kerja

Humas Universitas Mulia, 3 Juni 2025 – Universitas Mulia kembali menegaskan komitmennya dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 melalui reformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam wawancara bersama Rektor UM, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, terungkap bahwa pendekatan ini bukan sekadar pembaruan dokumen, melainkan transformasi mendasar dalam cara mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja dan perubahan sosial global.

“Selama ini, kita masih menggunakan kurikulum model lama yang bersifat tradisional, di mana proses belajar lebih menekankan pada pemenuhan silabus dan penguasaan materi, tanpa jaminan bahwa mahasiswa benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja,” ungkap Prof. Ahsin.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, saat memberikan keterangan kepada humas kampus terkait urgensi reformasi kurikulum berbasis OBE.

Ia menilai bahwa kurikulum lama cenderung menghasilkan lulusan yang hanya dibekali transkrip nilai, namun belum tentu mampu menjawab kebutuhan industri. Penilaian pun cenderung bersifat umum dan tidak berbasis pada CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) dan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan).

“Kita harus bergeser dari paradigma ‘aku sudah belajar apa?’ menjadi ‘aku bisa apa?’,” tegasnya.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, Rektor Universitas Mulia, memberikan arahan strategis dalam pembukaan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education.

Integrasi OBE, KKNI, dan SKKNI: Membangun Lulusan Kompeten dan Siap Kerja

Lebih lanjut, Prof. Ahsin menekankan bahwa pendekatan OBE bukanlah konsep baru yang berdiri sendiri, melainkan integrasi dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Dengan mengacu pada KKNI dan SKKNI, kurikulum kita akan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menciptakan pasar kerja melalui kompetensi yang relevan dan terstandar,” tuturnya.

Suasana khidmat dan antusias mewarnai pembukaan Workshop Penyusunan Kurikulum OBE di lingkungan Universitas Mulia.

OBE dirancang untuk menjawab empat pertanyaan mendasar:

  1. Kemampuan apa yang harus dikuasai mahasiswa?
  2. Bagaimana cara terbaik membantu mahasiswa mencapai kemampuan tersebut?
  3. Bagaimana kita mengetahui capaian itu telah tercapai?
  4. Bagaimana melakukan perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement)?

Sinergi Akademik dalam Workshop Penyusunan Kurikulum

Melalui pelatihan intensif selama empat hari yang melibatkan para dekan, ketua program studi, dan unit-unit pendukung, UM berupaya menyusun ulang seluruh dokumen kurikulum berbasis OBE. Dalam kegiatan ini, narasumber berperan aktif memandu proses penyusunan agar setiap program studi memiliki dokumen kurikulum yang terukur, relevan, dan implementatif.

Para dekan dan ketua program studi Universitas Mulia dengan saksama mengikuti materi workshop sebagai langkah konkret menuju kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

Rektor menegaskan bahwa keberhasilan reformasi kurikulum ini sangat bergantung pada kepemimpinan para dekan dalam mengkoordinasikan timnya. “Setiap prodi harus serius menyusun dokumennya. Dekan harus aktif memberikan masukan, arahan, dan memastikan seluruh proses berjalan optimal,” tandasnya.

Menjawab Tantangan Industri 4.0 dan Society 5.0

Prof. Ahsin juga menyampaikan bahwa reformasi kurikulum ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan menghadapi ekosistem kerja yang semakin kompleks. Dalam era Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, kompetensi seperti AI, Big Data, IoT, literasi digital, pemikiran kritis, kolaborasi, kreativitas, dan etika menjadi sangat krusial.

“OBE memungkinkan kita mengintegrasikan kompetensi berbasis teknologi dan kemanusiaan ke dalam CPL. Dengan begitu, lulusan UM bukan hanya sarjana, tetapi juga problem solver dan innovator yang mampu menjawab tantangan global,” pungkasnya.

 

Humas UM (YMN)

 

Dekan FIKOM, “Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing Global!”

Humas Universitas Mulia, 2 Juni 2025 Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia secara aktif menyusun dan merancang kurikulum terbaru berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Langkah strategis ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan dunia kerja digital yang terus berkembang pesat, sekaligus memperkuat posisi lulusan FIKOM sebagai talenta yang adaptif dan kompeten secara profesional.

Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan penyusunan kurikulum berbasis OBE, KKNI, dan SKKNI di lingkungan Universitas Mulia.

Dekan FIKOM, Bapak Djumhadi, S.T., M.Kom., dalam wawancaranya menjelaskan bahwa pendekatan kurikulum terbaru ini memiliki perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan kurikulum sebelumnya.

“Kurikulum yang lama lebih fokus pada apa yang diajarkan oleh dosen. Selama dosen sudah menyampaikan materi dan mahasiswa mengikuti ujian, itu dianggap cukup. Namun, tidak selalu apa yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Sebaliknya, pendekatan OBE menitikberatkan pada hasil akhir pembelajaran, yaitu kompetensi nyata yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus.

“Bukan sekadar paham teori pemrograman, tetapi juga mampu mengembangkan aplikasi, bekerja dalam tim, melakukan presentasi, dan beradaptasi dengan teknologi baru. Semua proses pembelajaran didesain untuk mendukung pencapaian tersebut,” ujarnya.

Integrasi SKKNI dalam kurikulum juga menjadi pijakan penting dalam menjamin relevansi lulusan terhadap kebutuhan industri nasional. SKKNI, sebagai panduan resmi dari pemerintah mengenai kompetensi kerja di setiap sektor, digunakan sebagai acuan dalam merancang capaian pembelajaran.

Para Dekan dan Ketua Program Studi Universitas Mulia dengan khidmat menyimak pemaparan dari narasumber dalam sesi materi penyusunan kurikulum terpadu.

“Kami merujuk pada SKKNI untuk menentukan kemampuan-kemampuan apa saja yang wajib dimiliki lulusan. Misalnya, jika disebut bahwa seorang programmer harus mampu mengembangkan aplikasi web, maka kami pastikan mahasiswa benar-benar belajar dan praktik membangun aplikasi web secara nyata,” jelas Djumhadi.

Dampak dari pergeseran paradigma kurikulum ini diproyeksikan akan memberikan keuntungan signifikan bagi mahasiswa FIKOM. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dan portofolio karya digital seperti aplikasi, video, desain, hingga konten kreatif lainnya. Lebih jauh lagi, kurikulum ini membuka peluang integrasi dengan sertifikasi profesi nasional maupun internasional, seperti Microsoft, Cisco, atau Adobe, sebagai bukti pengakuan atas keahlian mahasiswa.

Ketua Program Studi Farmasi, Ibu Apt. Warrantia Citta Citti Putri, S.Farm., M.Sc., menyampaikan pendapat dan pertanyaan kritis dalam sesi diskusi penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran.

“Dengan kurikulum baru ini, mahasiswa FIKOM tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan karya, pengalaman kerja tim, kemampuan komunikasi, dan pemikiran kritis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” tambahnya.

Transformasi kurikulum ini merupakan bagian dari upaya besar Universitas Mulia dalam menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri digital, memperkuat kualitas lulusan, serta mendukung agenda nasional dalam penguatan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

Humas UM (YMN)

Humas Universitas Mulia, 30 Mei 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulia terus memperluas jaringan kerja sama dengan dunia industri dalam rangka memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Terbaru, FEB resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Hotel Platinum Balikpapan.

Dekan FEB Universitas Mulia, Dr. Ivan Armawan, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara Universitas Mulia dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). “Kemitraan dengan PHRI menjadi langkah implementatif dari kerja sama strategis dengan APINDO, khususnya pada sektor pariwisata dan perhotelan yang kini tengah bertumbuh pesat di Kalimantan Timur,” ujarnya melalui wawancara daring bersama tim Humas Universitas Mulia, Rabu (29/5/2025).

Dr. Ivan menambahkan, kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolik, melainkan diarahkan pada program-program konkret seperti pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan kompetensi, program magang mahasiswa, hingga penyaluran alumni ke dunia kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa lulusan FEB tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap pakai di lapangan,” tegasnya.

Kerja sama ini juga membuka peluang pembentukan Program Studi Bisnis Pariwisata di masa depan. Menurut Dr. Ivan, kebutuhan akan SDM unggul di bidang ini akan semakin meningkat seiring dengan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur.

“Sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kawasan penyangga IKN. FEB Universitas Mulia harus mengambil peran strategis dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan adaptif,” jelasnya.

Di sisi lain, kerja sama ini juga akan memperkuat jejaring profesional dosen melalui pelatihan dan kolaborasi bersama pelaku industri. “Kami sedang merancang skema kolaboratif yang memungkinkan dosen untuk mendapatkan pengalaman praktis dan insight langsung dari industri, sekaligus memperkaya proses pembelajaran di kelas,” kata Dr. Ivan.

Dalam jangka pendek, mahasiswa FEB berpeluang untuk magang sesuai kebutuhan dan syarat yang ditentukan.

“Kami ingin mahasiswa merasakan atmosfer kerja profesional sejak dini, sekaligus membangun jejaring yang bermanfaat untuk karier mereka setelah lulus,” tambahnya.

Lebih jauh, Dr. Ivan menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dan berbasis pada kebutuhan nyata.

“FEB tidak hanya ingin menjadi lembaga akademik yang unggul, tetapi juga menjadi mitra industri yang relevan dan responsif terhadap dinamika dunia usaha,” pungkasnya.

Kerja sama dengan PHRI Balikpapan menjadi tonggak penting bagi FEB Universitas Mulia dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan dunia industri. Dengan semangat kolaboratif dan orientasi pada masa depan, FEB terus berupaya menjadikan kampus sebagai pusat keunggulan dalam pendidikan ekonomi dan bisnis yang berbasis kebutuhan riil masyarakat dan dunia kerja.

Humas UM (YMN)

Spanduk Selamat Datang di Pasar Pagi Mulia yang dipotret pada Sabtu (31/5). Foto: SA/Kontributor

UM – Suasana akhir pekan di Universitas Mulia berubah jadi lebih semarak. Selama tiga hari berturut-turut, Pasar Pagi Mulia (Papamul) edisi Mei 2025 hadir memanjakan pengunjung dengan aneka kuliner, hiburan, dan kreativitas komunitas lokal.

Kegiatan ini digelar di halaman parkir timur Gedung Putih Kampus Universitas Mulia, mulai Jumat (30/5) hingga Minggu (1/6).

Papamul bukan sekadar bazar, tetapi ruang bertemunya pelaku usaha lokal, mahasiswa, dosen, komunitas seni, dan masyarakat umum dalam satu atmosfer yang hangat dan penuh semangat.

Setidaknya 20 tenant ikut meramaikan event ini, mulai dari stand food and beverage (F&B), produk fashion, kerajinan tangan, hingga layanan perbankan.

“Kamu suka ngopi? Tukang nyanyi? Tukang ngonten? Tukang jualan printilan lucu? Atau cuma tukang cuci mata? Semuanya boleh!” tulis panitia Papamul dalam unggahan media sosialnya yang mengundang senyum para warganet.

Surga Kuliner dan Hiburan Akhir Pekan di Kampus

Pada kunjungan Sabtu (31/5), media ini menemukan beragam sajian kuliner yang menarik. Ada Pecel, Rawon, dan Kare Ayam lengkap dengan kerupuk dan sambal dari lapak Pecel Bu Kus seharga Rp25.000–Rp30.000 per porsi.

Di sampingnya, lapak Mbak Sur alias Mbak Suryani yang ditemani suaminya, seorang pemborong bangunan, menjual jasuke (jagung susu keju) seharga Rp15.000 per cup.

Beragam tenant kuliner lainnya juga ikut serta, seperti Brownies Amanda, Drink and Drank, Kohffie, Rumah Dimsum, Donburi, Paramarasa, Fontana Juice Bar, Black Culture Coffee, Gama, Delicate Sannin, Warung Makan, Dendy Steak, Ayam Crispy, Susu Sehat, dan Siggu Lab.

Tak hanya kuliner, pengunjung juga bisa menikmati berbagai kegiatan seru, seperti pentas musik, workshop DIY, stand-up comedy, yoga zumba, knitting, body painting, dan photobooth yang diadakan sepanjang acara.

 

Panggung Musik “Berisik Berisi” dan Komunitas Kreatif Lokal

Sabtu malam, suasana diharapkan semakin hidup dengan digelarnya pentas musik “Berisik Berisi”, hasil kolaborasi panitia dengan komunitas Oasenada Ent dan Soundsreal. Tiga grup band lokal, yakni Misery, Outclass Band, dan Sleeper Waves, tampil memeriahkan malam akhir pekan.

“Tak hanya sebagai ruang ekspresi, Berisik Berisi juga menjadi wadah pertemuan antara musisi, pendengar, dan pelaku kreatif lintas komunitas,” tulis panitia.

Kegiatan Papamul akan ditutup dengan Fun Run dan senam Zumba pada Minggu pagi (1/6), sekaligus menjadi ajang relaksasi dan gaya hidup sehat bersama komunitas kampus dan masyarakat sekitar.

Bagi para calon mahasiswa baru, Papamul menjadi kesempatan istimewa untuk melihat langsung dinamika dan atmosfer kampus Universitas Mulia yang aktif, kreatif, dan ramah komunitas.

Papamul bukan cuma pasar, tapi diharapkan menjadi wadah silaturahmi, promosi UMKM, ajang ekspresi seni serta sarana membangun relasi sosial antar civitas akademika dan masyarakat.

Dengan kegiatan rutin seperti Papamul, Universitas Mulia tak hanya fokus pada pendidikan akademik, tapi juga mendorong pengembangan soft skill, kewirausahaan, dan semangat kolaborasi mahasiswa lintas jurusan.

(SA/Kontributor)

Murtasiyah bersama para mahasiswa UWGM Samarinda dalam program pertukaran dosen mengajar kerjasama FEB Universitas Mulia dengan FEB UWGM. Foto: Istimewa

Ukir Kisah Sukses Akademik dan Keluarga Mendunia

UM – Senyum hangat tak lepas dari wajah Murtasiyah (50) saat berbagi pengalamannya. Dosen tetap Program Studi S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia, ini baru saja menuntaskan menjadi dosen tamu dalam program pertukaran mengajar dengan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Kamis, 22 Mei lalu.

Sebuah misi akademik yang berkesan, perjalanan singkat yang tak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menebar inspirasi.

Pagi itu, Murtasiyah bersama rombongan dosen Universitas Mulia lainnya memulai perjalanan darat dari Balikpapan menuju Samarinda.

“Kami berangkat sekitar pukul 7.30 WITA naik mobil. Seru sekali, karena bisa berbagi cerita dan antusiasme sepanjang perjalanan,” kenangnya. Tanpa menginap, semangat untuk berbagi ilmu menjadi bahan bakar utama.

Setibanya di kampus UWGM Samarinda, Ia langsung menuju ruang kelas Prodi S1 Manajemen. Di sana, mahasiswa semester empat telah menantinya, siap menyerap ilmu mata kuliah Perilaku Organisasi.

Dengan mengenakan jas almamater merah marun kebanggaan Universitas Mulia, ia berhadapan dengan para mahasiswa yang gagah dan cantik berbalut jas almamater biru khas UWGM. Selama kurang lebih 1 hingga 1,5 jam, suasana kelas terasa begitu hidup.

Murtasiyah bersama para mahasiswa perempuan. Foto: Istimewa

Murtasiyah bersama para mahasiswa perempuan. Foto: Istimewa

Murtasiyah bersama para mahasiswa. Foto: Istimewa

Murtasiyah bersama para mahasiswa. Foto: Istimewa

“Sungguh pengalaman yang luar biasa mengajar di UWGM Samarinda. Respon mahasiswa terhadap perkuliahan saya sangat bagus,” ujar Murtasiyah.

Menurutnya, mereka interaktif, ceria, dan begitu antusias menjawab setiap pertanyaan. Kesantunan mereka juga sangat menyentuh hati. Murtasiyah seolah kembali merasakan energi positif di kelas tersebut.

Dalam pertemuan kelas itu, materi yang ia sampaikan adalah materi yang biasa ia ajarkan di Universitas Mulia, menunjukkan standar kualitas yang terjaga. Lebih dari sekadar transfer ilmu, pengalamannya ini memberikan perspektif baru.

“Bagi saya pribadi, ini menambah khazanah pengalaman mengajar. Saya bisa melihat langsung atmosfer akademik dan lingkungan di universitas lain,” ujarnya.

Hal ini menjadi masukan berharga. Bukan saja untuk dirinya, tetapi juga untuk Kaprodi yang turut mendampinginya.

“Sangat bagus untuk pengembangan lingkungan kampus kita ke depannya, belajar dari suasana positif di universitas tersebut,” tambahnya, dengan semangat.

Di balik dedikasinya sebagai seorang pendidik, Murtasiyah adalah sosok perempuan tangguh dengan perjalanan hidup yang menginspirasi.

Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur pada tahun 1997 ini tidak pernah berhenti belajar. Ia melanjutkan studinya dan meraih gelar Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang pada tahun 2013.

Bersama sang suami, Muslimin Sanafi, yang menjabat sebagai General Manager Bukaka di Balikpapan, Murtasiyah membangun rumah tangga harmonis dan berhasil mendidik kedua putra mereka hingga meraih prestasi gemilang di kancah internasional.

“Putra pertama kami adalah lulusan S1 Teknik dari HTW Berlin (Hochschule für Technik und Wirtschaft Berlin), salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Jerman. Sebelumnya bekerja di Schneider. Alhamdulillah, saat ini ia berkarir di Sucofindo, Jakarta,” ungkapnya.

“Anak kedua lulusan S1 Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan sidang skripsi, dia diterima bekerja di Petronas Jakarta. Awal karirnya di bagian Development, dan sekarang sudah menjabat sebagai Eksekutif Marketing di Petronas,” terangnya.

Perjalanan karier Murtasiyah sendiri adalah cerminan kegigihan dan semangat belajar yang tak pernah padam. Ia mengawalinya sebagai guru SD di sebuah sekolah swasta ternama di Kota Balikpapan. Kemudian, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai guru SMA di lembaga swasta lainnya, hingga akhirnya dipercaya memegang amanah sebagai kepala sekolah.

“Setelah dua periode menjabat sebagai kepala sekolah, saya memutuskan untuk lebih fokus di Universitas Mulia dan tentu saja mengurus keluarga. Ya, ada juga bisnis kecil-kecilan untuk mengisi waktu,” pungkasnya sembari tertawa renyah, menunjukkan sisi dinamis dan semangat wirausahanya.

Kisah ibu dosen, Murtasiyah, adalah potret lengkap seorang pendidik yang tak hanya mumpuni di bidangnya, tetapi juga sukses dalam membangun keluarga dan terus bersemangat menebar inspirasi, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Perjalanannya ke Samarinda mungkin hanya sehari, namun jejak semangat dan inspirasinya akan terus terasa.

(SA/Kontributor)

Humas Universitas Mulia, 29 Mei 2025 Universitas Mulia menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam upaya penyelamatan lingkungan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kampus. Gagasan ini pertama kali disampaikan oleh Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, sebagai bentuk tanggung jawab kampus dalam merespons isu krisis lingkungan yang semakin mendesak, baik secara lokal maupun nasional.

Dalam keterangannya, Prof. Ahsin menyampaikan bahwa persoalan sampah, khususnya sampah plastik, telah menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), timbunan sampah nasional mencapai 64 juta ton per tahun, dengan sekitar 12 persen atau 7,68 juta ton merupakan sampah plastik.

“Khusus di Kota Balikpapan, volume sampah mencapai sekitar 500 ton per hari, dan 380 hingga 400 ton di antaranya dibuang ke TPA Manggar. Tidak sedikit sampah plastik yang akhirnya masuk ke sungai, pantai, bahkan lautan,” ungkap Prof. Ahsin.

Sampah plastik di laut tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem laut dan biota yang hidup di dalamnya, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor ekonomi seperti perikanan dan pariwisata. Dalam konteks ini, Universitas Mulia menilai perlu ada langkah konkret dari institusi pendidikan tinggi untuk ikut ambil bagian dalam pengurangan timbulan sampah plastik.

“Kampus kita sangat potensial menghasilkan sampah plastik dari berbagai kegiatan akademik dan non-akademik seperti seminar, ujian, workshop, wisuda, hingga diskusi ilmiah. Kita tidak bisa tinggal diam,” ujar Prof. Ahsin.

Ia menambahkan bahwa banyak sektor industri seperti perhotelan dan ritel modern telah lebih dulu mengambil langkah nyata, misalnya dengan mengganti air kemasan dan kantong plastik dengan alternatif ramah lingkungan. Oleh karena itu, sudah saatnya kampus juga melakukan langkah serupa dan menjadi teladan.

Dari Green Campus hingga Digitalisasi Akademik

Rektor Universitas Mulia menyampaikan bahwa gagasan pengurangan plastik ini merupakan bagian dari mimpi jangka panjang menjadikan UM sebagai “Green Campus”, sejalan dengan visinya sebagai kampus technopreneur yang unggul dan adaptif terhadap tantangan zaman.

“Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah menerapkan kebijakan paperless dalam berbagai aspek akademik, mulai dari administrasi hingga tugas akhir mahasiswa,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa dokumen akademik seperti skripsi, tesis, maupun disertasi ke depan sebaiknya tidak lagi dicetak fisik, melainkan diserahkan dan diakses secara elektronik. Transformasi ini tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga selaras dengan arah kebijakan nasional dalam digitalisasi pendidikan tinggi.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk pembelajaran dan pengelolaan data akademik.

Implementasi Bertahap dan Kolaboratif

Meski saat ini masih dalam tahap wacana, Prof. Ahsin menegaskan bahwa semua unit di Universitas Mulia nantinya akan terlibat secara aktif apabila kebijakan ini mulai diimplementasikan. Langkah awal akan dimulai dari perumusan kebijakan internal di tingkat pimpinan universitas dan yayasan, kemudian disosialisasikan secara menyeluruh ke semua unit, termasuk kepada pihak ketiga yang bermitra dengan kampus.

Selain aspek kebijakan, penguatan infrastruktur juga menjadi perhatian. Prof. Ahsin mendorong pemanfaatan lahan kampus sebagai ruang hijau produktif, seperti penanaman pohon untuk meningkatkan suplai oksigen serta pembuatan biopori di berbagai sudut kampus sebagai sistem resapan air hujan.

Mahasiswa sebagai Ujung Tombak Gerakan

Dalam implementasinya, Rektor menekankan bahwa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam gerakan kampus hijau ini. Melalui pelibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan berorientasi lingkungan, diharapkan tumbuh kesadaran dan budaya cinta lingkungan yang tidak hanya berhenti di bangku kuliah, tetapi dibawa ke dunia kerja dan masyarakat.

“Transformasi budaya akademik adalah bagian penting. Kita tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tapi juga agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

Kontribusi untuk Kota dan Provinsi

Lebih jauh, Rektor berharap bahwa Universitas Mulia dapat memberi kontribusi nyata dalam mendukung kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya pengurangan sampah plastik.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, inisiatif dari kampus seperti Universitas Mulia akan menjadi bagian penting dalam membentuk ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan.

Penutup

Gagasan ini memang masih dalam tahap wacana. Namun demikian, semangat dan arah visi yang ditunjukkan Rektor Universitas Mulia menandai langkah penting dalam menjadikan kampus sebagai benteng moral dan penyelamat lingkungan. Dari pengurangan plastik, digitalisasi akademik, hingga penghijauan lingkungan, Universitas Mulia tengah merintis jalan menuju kampus masa depan yang cerdas, bersih, dan berkelanjutan.

Humas UM (YMN)

Pengarahan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Djumhadi, S.T., M.Kom bersama Kaprodi Teknologi Informasi Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom. Foto: Istimewa

UM – Program Studi S1 Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia (UM), menggelar kegiatan Monitoring Progres Skripsi pada Senin (26/5) di Ruang Eksekutif, White Campus.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa aktif angkatan 2019–2021 sebagai upaya mempercepat penyelesaian tugas akhir dan meningkatkan kualitas lulusan.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi pembimbingan terstruktur yang bertujuan menjaga ritme kerja mahasiswa dalam menuntaskan skripsi.

“Kami memantau progres secara langsung dan memberikan arahan teknis agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri. Harapannya, setidaknya 30 mahasiswa dapat lulus tepat waktu pada periode ini,” ujarnya.

Kegiatan meliputi evaluasi progres penulisan, penjadwalan mingguan, identifikasi hambatan, dan penyusunan strategi penyelesaian tugas akhir. Mahasiswa juga diberikan kesempatan berdiskusi dua arah untuk menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses bimbingan.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., menegaskan pentingnya skripsi sebagai tolok ukur kesiapan mahasiswa dalam menyandang gelar sarjana.

“Skripsi bukan hanya syarat akademik, tetapi juga cerminan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir sistematis. Kami ingin membangun budaya akademik yang disiplin dan terarah,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi budaya evaluasi berkala di lingkungan Prodi Teknologi Informasi. Sejak diterapkan pada 2023, program monitoring serupa tercatat berhasil meningkatkan persentase kelulusan tepat waktu.

Berdasarkan presentase kehadiran pada pertemuan ini menunjukkan mahasiswa menyambut baik dan antusiasme serta merasa lebih termotivasi.

“Dengan monitoring seperti ini, saya berharap mahasiswa lebih disiplin dan punya target mingguan. Dosen tahu progres kami dan siap membantu kalau ada kendala,” kata Agus.

Selain sesi evaluasi, Prodi juga akan mengembangkan sistem digital pelaporan progres yang terintegrasi dengan sistem akademik kampus. Sistem ini dirancang untuk memudahkan dosen pembimbing memantau perkembangan mahasiswa serta memberikan notifikasi otomatis terkait jadwal dan capaian.

Melalui kegiatan ini, Prodi TI Universitas Mulia menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia digital dengan karakter yang mandiri dan bertanggung jawab.

(SA/Kontributor)

Muhammad Faridan Sutariya (tengah), Abdul Rivai (kiri), dan Danang Wahyu Wicaksono (kanan), dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM). Foto: Istimewa

UM – Mahasiswa Program Studi S1 Informatika Universitas Mulia kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga mahasiswa angkatan 2021 berhasil meraih Juara 2 Kategori Mahasiswa dalam ajang bergengsi Krenova (Kreativitas dan Inovasi) 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan di Hotel Grand Tjokro, Rabu (28/5).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Faridan Sutariya, Abdul Rivai, dan Danang Wahyu Wicaksono, dengan karya inovatif bertajuk Aplikasi LeafCare: Sistem Deteksi dan Pencegahan Penyakit Tanaman Berbasis Computer Vision dan Large Language Model (LLM).

Dibimbing oleh dosen Muhammad Safi’i, S.Kom., M.Kom., aplikasi LeafCare mampu mendeteksi penyakit tanaman melalui citra daun (baik foto langsung maupun dari galeri) dan memberikan rekomendasi penanganan secara real-time.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu para petani maupun penghobi tanaman dalam mencegah dan menangani penyakit tanaman sejak dini.

LeafCare mendapat nilai 430,25 dari dewan juri nasional yang terdiri dari pakar Kemendagri, BRIN, Universitas Mulawarman, BRIDA Kaltim, dan LAN RI.

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Krenova 2025 Kategori Mahasiswa juara I diraih dari ITK, juara II dari Universitas Mulia, dan juara III dari Politeknik Negeri Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama para juara Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Foto bersama seluruh peserta Krenova 2025 bersama dewan juri, panitia, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi'i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Faridan dkk foto bersama dosen pembimbing M Safi’i dan mewakili Dekan Subur Anugerah. Foto: SA/Kontributor

Kualitas Mahasiswa dan Dosen Informatika

Faridan, sebagai ketua tim, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, Krenova Balikpapan menjadi ajang yang inspiratif untuk menumbuhkan semangat inovasi di kalangan generasi muda.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari lomba ini. Banyak sekali ide-ide hebat dari peserta lain yang menginspirasi kami,” ujarnya.

“Semoga Krenova terus dilanjutkan tiap tahun agar semakin banyak inovasi berdampak bagi masyarakat.”

M. Safi’i, menyebut bahwa karya tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa sejak tahun lalu.

“Saya hanya memberi judul saat masih menjabat kaprodi. Selebihnya, mereka yang kembangkan ide dan aplikasinya. Bahkan, satu aplikasi lain buatan mereka juga meraih juara 3 di lomba Teknologi Tepat Guna (TTG),” jelasnya.

Menindaklanjuti saran dewan juri, ia berencana mendaftarkan karya tersebut untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar dapat dikembangkan secara lebih luas.

“Kami berharap karya ini mendapat dukungan internal dan eksternal, agar bisa dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat,” harapnya.

Dukungan Penuh Prodi dan Fakultas

Ketua Program Studi S1 Informatika, Isa Rosita, S.Kom., M.Cs., menyatakan rasa bangganya terhadap mahasiswa bimbingannya.

“Terima kasih atas keberanian kalian mengikuti lomba dan mengharumkan nama kampus. Prestasi ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa lain agar berani berkarya dan berkompetisi,” ujarnya.

Isa menambahkan, budaya berkompetisi di kalangan mahasiswa akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas akademik dan keilmuan di Universitas Mulia.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Djumhadi, S.T., M.Kom., yang membawahi empat prodi unggulan: S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual.

“Kompetisi seperti Krenova ini bukan hanya wadah untuk unjuk gigi, tetapi juga ruang belajar, kolaborasi, dan eksplorasi gagasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, solutif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

“Jangan takut gagal. Teruslah berinovasi, karena setiap karya adalah langkah menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa Universitas Mulia, khususnya Prodi S1 Informatika, adalah pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarir di dunia teknologi.

Dukungan penuh dari dosen berpengalaman, lingkungan akademik yang kompetitif serta kesempatan mengikuti berbagai lomba bergengsi menjadi daya tarik tersendiri.

Yuk, daftarkan dirimu di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mulia sekarang juga! Jadilah bagian dari generasi inovator masa depan.

(SA/Kontributor)

Humas UM, 28 Mei 2025-Fakultas Humaniora dan Kesehatan Universitas  Mulia Balikpapan terus memperluas jejaring kerja sama dalam penguatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Selasa (27/05/2025), Tim Akademisi dari Universitas Mulia melakukan kunjungan resmi ke Balai Perhutanan Sosial (Balai PS) Kukar di Samboja untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih strategis.

Tim akademisi yang hadir dalam kunjungan ini antara lain Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Dr. Mada Aditia Wardhana, Kaprodi Farmasi Warrantia Citta Citti Putri, serta dosen Farmasi Eka Kumala Retno dan Sapri. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Balai PS Kukar, Mochlis, di ruang rapat Balai PS Kukar.

Kaprodi Farmasi Universitas Mulia, Warrantia Citta Citti Putri, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang telah berlangsung sejak tahun 2021.

“Mahasiswa kami telah melakukan eksplorasi hasil hutan dan menghasilkan berbagai produk. Ke depannya, kegiatan ini akan ditingkatkan ke tahap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Transformasi kelembagaan yang menjadikan Balai PS Kukar fokus pada perhutanan sosial justru membuka peluang yang lebih luas. “Area kegiatan mahasiswa dapat diperluas karena sejalan dengan tugas dan fungsi baru Balai PS,” ujarnya.

Citta juga mengungkapkan bahwa sebelumnya belum ada nota kesepahaman (MoU) yang secara resmi mendasari kegiatan ini. Oleh karena itu, pada kunjungan ini pihak Universitas Mulia kembali mengajukan MoU dan telah mendapat persetujuan untuk ditindaklanjuti.

“Ke depan, pembelajaran mahasiswa tidak hanya sebatas eksplorasi, tapi akan diperluas hingga menyentuh langsung masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peluang kolaborasi ini terbuka untuk program studi lain di Universitas Mulia.

Dalam konteks kebijakan Merdeka Belajar dan arah baru Diktisaintek Berdampak, Universitas Mulia memaknai kerja sama ini sebagai upaya untuk mengintegrasikan proses belajar dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Kami ingin turut serta dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan agar lebih produktif, misalnya dalam pengembangan UMKM berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, pihaknya berencana melakukan eksplorasi terarah terhadap potensi hutan yang kemudian akan ditindaklanjuti melalui penelitian di laboratorium Farmasi Universitas Mulia.

Humas UM (YMN)