Belajar Inovasi dari Lantai Layanan Daihatsu, Mahasiswa Universitas Mulia Membaca Perubahan Industri dari Dekat
Balikpapan, 7 Mei 2026—Deretan kendaraan yang keluar masuk area layanan Daihatsu Balikpapan pada 7 Mei 2026 menjadi pemandangan yang berbeda bagi mahasiswa kelas MAN4C Universitas Mulia. Di tempat itu, mereka tidak hanya melihat aktivitas bengkel otomotif, tetapi juga menyaksikan bagaimana sebuah industri membangun ritme pelayanan, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang terus bergerak.
Kunjungan industri yang difasilitasi Career Development Center (CDC) Universitas Mulia tersebut membawa mahasiswa berkeliling ke berbagai area layanan Daihatsu Balikpapan. Dari ruang operasional hingga pelayanan pelanggan, mahasiswa diperlihatkan bahwa industri otomotif modern tidak lagi semata berbicara tentang kendaraan, melainkan tentang bagaimana teknologi, manajemen layanan, dan pengalaman konsumen saling terhubung dalam satu sistem bisnis.
Bagi Universitas Mulia, kunjungan ke industri otomotif memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar observasi lapangan. Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari basis ilmu teknologi di Balikpapan, kampus dinilai perlu menjaga lingkungan pembelajaran yang terus peka terhadap perubahan teknologi dan perkembangan industri.
Dr. Linda Fauziah, Kepala Career Development Center Universitas Mulia, menjelaskan bahwa Daihatsu dipilih karena dipandang sebagai perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara konsisten. Menurutnya, keberadaan perusahaan otomotif asal Jepang yang telah bertahan lebih dari enam dekade di Indonesia menjadi contoh penting tentang bagaimana industri menjaga relevansi di tengah perubahan zaman.
Di hadapan mahasiswa, konsep inovasi juga diperlihatkan dalam bentuk yang lebih luas. Selama ini, inovasi sering dipahami sebatas penciptaan produk baru. Padahal, di dunia industri modern, inovasi justru banyak hadir melalui sistem pelayanan, pengelolaan operasional, hingga bagaimana perusahaan membangun pengalaman pelanggan.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya diajak melihat kendaraan atau proses teknis bengkel, tetapi juga mempelajari bagaimana layanan dibangun sebagai bagian dari strategi bisnis. Dari pola komunikasi dengan konsumen hingga pengelolaan area layanan, mahasiswa diperlihatkan bahwa pengalaman pelanggan menjadi bagian penting dari daya saing industri.
Menurut Dr. Linda, pembelajaran seperti ini penting karena mahasiswa perlu memahami aplikasi nyata dari teori yang dipelajari di ruang kuliah. Dunia kerja modern tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan membaca perubahan dan memahami budaya profesional yang berkembang di lingkungan industri.
“Pembelajaran mendalam dan kontekstual perlu terus dihadirkan untuk meningkatkan mutu lulusan,” ujarnya.

Mahasiswa Universitas Mulia bersama Dr. Linda Fauziah selaku Kepala Career Development Center Universitas Mulia dan pimpinan Daihatsu Balikpapan usai kegiatan kunjungan industri yang membahas inovasi layanan, budaya kerja profesional, dan dinamika industri otomotif modern.
Pandangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Perusahaan tidak lagi hanya mencari individu yang menguasai teori, tetapi juga mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, ritme operasional, dan pola pelayanan yang terus berkembang.
Bagi CDC Universitas Mulia, kunjungan industri menjadi salah satu cara untuk mempertemukan proses akademik dengan realitas profesional secara lebih langsung. Melalui interaksi di lapangan, kampus dapat membaca kebutuhan industri secara lebih konkret, termasuk kompetensi seperti apa yang dibutuhkan perusahaan terhadap calon tenaga kerja di masa mendatang.
Di titik inilah kunjungan ke Daihatsu Balikpapan memperoleh maknanya yang lebih mendalam. Mahasiswa tidak sekadar datang melihat industri otomotif, tetapi belajar memahami bagaimana sebuah perusahaan bertahan melalui kemampuan beradaptasi, menjaga kualitas layanan, dan terus membaca perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi Universitas Mulia, pengalaman lapangan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap dunia profesional yang terus berubah. (YMN)










