Tampak Nanang Sujatmiko (kiri) saat menerima sertifikat dan hadiah untuk pemenang ke-3.
Mulia Hety Devita (kiri) bersama Sektretaris Prodi D3 Manajemen Industri Nanang Sujatmiko (kanan) berfoto bersama Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman disela acara. Tampak Nanang Sujatmiko (kanan) saat menerima sertifikat dan hadiah untuk pemenang ke-3.

Mulia Hety Devita (kiri) bersama Sekretaris Prodi D3 Manajemen Industri Nanang Sujatmiko (kanan) berfoto bersama Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Arzaedi Rachman disela acara.

BALIKPAPAN – Universitas Mulia terpilih menjadi peserta terbaik ke-3 dalam acara Fasilitator Edukasi E-commerce garapan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang digelar di Grand Jatra Hotel sejak 21 hingga 24 Desember lalu.

Tampak Nanang Sujatmiko (kanan) saat menerima sertifikat dan hadiah untuk pemenang ke-3.

Tampak Nanang Sujatmiko saat menerima sertifikat dan hadiah untuk pemenang ke-3.

Sekretaris Prodi S-1 Akuntansi Universitas Mulia Hety Devita mengatakan, dalam pelatihan itu ada sebanyak 50 peserta yang hampir seluruhnya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ada tiga perguruan tinggi di Balikpapan.

“Jadi Kementerian Perdagangan RI menggelar pelatihan fasilitator untuk e-commerce. Selain pelaku UMKM ada pula praktisi dari kampus yang diundang. Ada tiga perguruan tinggi, yakni Stie Madani, Stiepan serta Universitas Mulia,” kata Hety.

Universitas Mulia, katanya, terpilih menjadi peserta terbaik ke-3 yang mana untuk peserta terbaik pertama dan kedua didapatkan oleh UMKM. “Jadi untuk kampus hanya Universitas Mulia yang terpilih. Penilaiannya, selain keaktifan saat pelatihan serta kehadiran juga hasil dari tes yang dilakukan sebelumnya membuat Universitas Mulia dipilih menjadi peserta terbaik,” ujarnya.

Hety menjelaskan, tujuan digelarnya pelatihan tersebut agar UMKM di Balikpapan dapat berkembang, selain secara offline juga secara online. Bahkan diharapkan dapat melakukan ekspor ke luar negeri.
“Kami para dosen yang juga dilibatkan dalam pelatihan diharapkan dapat menjadi fasilitator yang dapat menularkan selain ke mahasiswa juga ke UMKM yang lain. Karena dosen juga memiliki tugas pengabdian kepada masyarakat, maka sekaligus dapat mengajarkan ilmu ini ke pelaku UMKM,” jelasnya.

Ia menyebut, dalam pelatihan itu banyak hal yang didapatkan, mulai dari edukasi tentang kebijakan yang dibentuk oleh Kementerian Perdagangan dan seminar untuk mengembangkan usaha melalui e-commerce. “Kami dilatih bagaimana berjualan secara online dengan memanfaatkan fitur yang disediakan beberapa platform, kemudian juga kita diajarkan bagaimana melalukan ekspor, melihat pasar luar seperti apa, serta produk yang diminati itu bagaimana,” sebutnya.

Setelah pelatihan ini, tambah Hety, pihaknya tentu akan langsung menerapkan ke mahasiswa maupun UMKM. “Ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami, karena tugas dosen selain pengajaran, penelitian juga ada pengabdian masyarakat, dan di pengabdian ini kita bisa bekerjasama dengan UMKM mengajarkan kepada mereka apa yang sudah kita dapatkan,” terangnya.

Ia melanjutkan, selama ini juga, pihaknya sebenarnya telah rutin menggelar pengabdian masyarakat ke UMKM, maka hasil pelatihan ini nantinya akan menjadi tambahan program yang sudah dijalankan Universitas Mulia.

“Karena program kami berkelanjutan, dimana kami memberikan pelatihan dan bekerjasama dengan beberapa UMKM. Selain itu di kampus juga terdapat Tax Center dibawah Kanwil DJP Kaltimtara yang kedepannya akan kita coba sisipkan terkait e-commerce ini untuk melengkapi program kami,” pungkasnya. (mra)