UM– Sebanyak 285 mahasiswa Universitas Mulia yang telah dinyatakan lulus tahun ini, mulai mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Mulia.

Pelaksanaan Assessment LSP Universitas Mulia Sabtu (17/10/2020)

Pelaksanaan Assessment LSP Universitas Mulia Sabtu (17/10/2020)

Ratusan mahasiswa ini sebelumnya telah menerima hibah Program Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Tahun 2020 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program hibah tersebut diberikan oleh BNSP dalam bentuk pembiayaan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas, S.TP., M.Eng, mengatakan, LSP Universitas Mulia sebelumnya telah mengajukan hibah untuk program sertifikasi kepada BNSP. Dimana pengajuan itu diterima dan seluruh mahasiswa yang lulus tahun ini dapat mengikuti sertifikasi yang dibiayai sepenuhnya oleh BNSP.

“Karena secara rutin BNSP mengeluarkan hibah PSKK untuk perguruan tinggi, maka tahun ini kami coba mengajukannya. Dan ini menjadi dana hibah PSKK pertama yang kami terima. Semoga tahun depan kita juga mendapatkan kembali bantuan ini,” kata Wisnu.

Wisnu mejelaskan, terkait pelaksanaan sertifikasi dilakukan secara bertahap. Dimana tahap pertama telah dimulai pada 10 Oktober 2020 diikuti sekitar 60 mahasiswa, kemudian berlanjut pada 17 Oktober 2020 yang diikuti 20 mahasiswa. “Setiap sesi memang jumlahnya tidak pas, karena kita mengikuti jadwal mahasiswa yang bisa mengikuti sertifikasi. Dan agenda ini akan rutin dilakukan setiap Sabtu, hingga seluruh lulusan dapat ikut sertifikasi,” kata Wisnu.

Wisnu menyebut, pada pelaksanaan assessment LSP UM kali ini, skema sertifikasi yang dibahas adalah Perancangan Basis Data untuk Web. “Dari dua tahapan yang sudah mengikuti sertifikasi, 80 persen dinyatakan kompeten, dan 20 persen sisanya kami berikan rekomendasi untuk perbaikan hasil assessment. Jadi kami berikan satu kali untuk melakukan perbaikan. Bila tetap tidak bisa maka memang mereka dinyatakan belum kompeten, namun kami harapkan semua bisa kompeten 100 persen,” tuturnya.

Dia menuturkan, sebelum dilakukannya assessment, sesungguhnya mahasiswa telah diberikan dua pilihan, yakni mengikuti tahapan training uji kompetensi atau langsung mengikuti assessment. “Jadi bagi mereka yang merasa belum yakin pada kemampuannya atau masih ragu-ragu, maka bisa mengikuti training agar memiliki gambaran terkait materi yang akan di ujikan nantinya,” tutupnya. (mra)