Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

UM – Rektor Universitas Mulia menerbitkan Surat Edaran terkait Proses Pembelajaran New Normal Semester Ganjil 2020/2021. Dalam Surat Edaran ini diputuskan pelaksanaan kegiatan perkuliahan secara Blended Learning. Surat ditandatangani Rektor, Kamis (17/9).

Pembelajaran dengan Blended Learning ini dilaksanakan dengan kombinasi tatap muka dan online pada saat bersamaan. Dosen memberikan perkuliahan di kelas dan diikuti sebagian mahasiswa dalam jumlah sangat terbatas, sekaligus disiarkan dalam jaringan (online) sehingga dapat diikuti daring oleh mahasiswa lainnya jarak jauh.

“Mengapa Blended Learning ini akhirnya kita lakukan. Kita sudah lakukan pembelajaran online pada Semester Genap 2019/2020 sebelumnya, dan tampaknya pembelajaran online tersebut berjalan dengan baik,” tutur Yusuf Wibisono, S.E., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Akademik saat berbicara dalam Rapat Online Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Jumat (18/9).

“Jadi metode pembelajaran saat itu mirip Webinar dan penugasan, yakni membuka Video Conference, duduk nyaman di depan meja, kita jelaskan materi kuliah, mahasiswa menyimak semampunya dengan kondisinya masing-masing. Kemudian setelah itu kita berikan penugasan di Classroom atau di LMS (Learning Managament System),” terangnya.

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Rapat daring Dosen Fakultas Ilmu Komputer bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Jumat (18/9). Foto: Tangkapan Layar

Menurutnya, metode tersebut tampaknya kurang efektif. “Jadi, dari hasil pembicaraan di tingkat universitas, kita putuskan bahwa kita ingin membawa suasana belajar itu betul-betul sampai ke rumah. Sampai kepada mahasiswa yang tidak bisa belajar secara tatap muka di kelas,” lanjutnya.

Untuk itu muncul kesepakatan di universitas dan akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat seperti Physical Distancing dan masker, yang tertuang dalam SE nomor 206/Int-UM/Rektorat/IX/2020 tanggal 17 September 2020.

“Dengan Blended Learning, maka suasana di kelas itu kita bawa ke masing-masing mahasiswa. Jadi, ketika dosen menjelaskan, gesture tubuh dosen, dosen menulis, dosen menunjuk pada bagian mana presentasi yang ingin dia highlight, dia menuju ke layar, ke screen, atau ke papan tulis, semua terbawa sehingga suasana belajar itu tersampaikan dengan lebih lengkap, lebih komprehensif,” urainya panjang lebar.

Ia berharap, dengan Blended Learning yang diterapkan dosen nantinya tidak sekadar apa yang tampak di layar dosen menjelaskan secara verbal saja, tetapi juga lebih lengkap dan komprehensif.

Yusuf Wibisono berharap semua ini perlu dukungan semua pihak, baik di tingkat Fakultas, Program Studi, beserta seluruh civitas academica lainnya. “Sementara ini yang berlaku di institusi kita dan kita coba terapkan dengan sebaik-baiknya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga kita semua selamat dalam lindungan Yang Maha Kuasa dari bahaya Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan mekanisme pelaksanaan tatap muka di kelas, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Wisnu Hera Pamungkas S.T.P, M.Eng. mengatakan perkuliahan dilakukan di kelas berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan dengan tatap muka dan Video Conference berbasis Google Meet secara bersamaan.

Dosen hadir sesuai jam mulai perkuliahan dan menyampaikan materi sesuai capaian pembelajaran. “Terkait durasi perkuliahan dapat menyesuaikan dengan capaian dan kondisi kelas saat pembelajaran,” tutur Wisnu Hera.

“Kapasitas ruang kelas dan laboratorium dibatasi maksimal 16 mahasiswa dan 1 dosen dengan penataan kursi sesuai protokol jaga jarak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama berinteraksi di kelas atau di laboratorium, dosen dan mahasiswa diwajibkan selalu mengenakan masker dan pelindung wajah (Face-Shield). “Jendela dan pintu ruangan dibuka penuh untuk memaksimalkan pertukaran atau sirkulasi udara, dan kelas selalu di-disinfektan,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengimbau untuk dosen maupun mahasiswa yang mengalami keluhan kesehatan agar tidak memaksakan diri melaksanakan atau mengikuti perkuliahan. “Dosen dapat mengajukan pengganti hari pertemuan dan mahasiswa dapat meminta tugas sebagai pengganti kehadiran,” ungkapnya.

Dengan berbagai aturan yang ketat terkait penerapan protokol kesehatan, ia berharap dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan aman selamat dan lancar. (SA/PSI)